24.6.17

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 20-21-22-23-24-25-26-27 November 2017



Segenap pengurus Sahabat Museum dgn hati tulus mengucapkan:
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438H. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon
Maaf Lahir dan Batin".

 
--------------------------------------------------------------



SAHABAT MUSEUM
dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE                      
                                  
BLOODY NUTMEG from THE EAST


Nutmeg ataoe boeah Pala ada maroepaken boeah "adjaib"
dari timoer doenia. Pala berdarah dari Banda Naira bole di-
bilang soeda bikin sedjarah perboeroean orang Europa ka
Moluccas (Maluku) berdarah-darah. Woedjoed boeah pala
jang merah lajaknja darah tatkala dibelah, terbitken berbagi
ma
tjem konfliek, perang, pemboenoehan dan pembantaian
oemat manoesia di Kapoeloan Banda Naira koerang lebinja 
sekitar 400 tahon jang laloe (ataoe di sekitar tahon 1600-an).

Inggeris berdiriken EIC (East India Company), dan Belanda

berdiriken VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) di

awal tahon 1600 terseboet. East ataoe Oost terdengar begi-

toe "eksotis", seroepa dengan chasiatnja Pala jang djoega

"erotis". Pala tida tjoema oentoek soember medicijn (obat),

pengawet makanan, namoen oentoek meningkatkan hasrat
seksual. Dan hingga hari ini, East/Oost/Timoer Indonesia te-

tep berkesan "mistis en magis" poen briken gairah, namoen
sekarang beroepa vakantie (pa
kansi), oetamanja pelantjong

jang dojan snorkeling, diving, dan beladjar sedjarah negerij. 

Nistjaja, sekali ka Banda bakal kesengsem dateng lagi, lagi.

sahaBATMUSeum jang poenja pengalaman 4 kali bikin atjara
"back to back" ka Banda Naira (di tahon 2007 & 2008; 2015 &

2016), tempo ini akan bikin programma jang three-peat (3 kali

bertoeroet-toeroet, 2015-2016-2017. Duuuuh udah kayak Juara
NBA aja yakh). Oentoek ka-5 kalinja kitaorang berkoendjoeng

ka Banda Naira dan menginap di hotel jang semoeanja poenja

view ka Goenoeng Api jang legendarisch, tepi laoetan tedoeh.

Programma ka Banda Naira jang brikoetnja moengkin digelar 5

tahon ka depan, tatkala oelang oemoer (oelang tahon) Batmus

jang ka-20, bezoek Ternate - Tidore - Batjan - Makkian - Gilolo

(Jailolo), Ambon - Haroekoe - Saparoea - NoesaLaoet - Banda.

 

Kitaorang berani kassie garantie "Didjamin Poeas" djikaloe nan-

tinja Toean dan Njonja toeroet dalem programma djempolan ini.

Berkoendjoeng ka banjak tempat: Benteng-benteng VOC, Roe-

mah Toean Tanah Kebon Pala, Roemahnja Boeng Ketjil (Sjahrir),
Boeng
Katjamata (Hatta), Dr.Tjipto Mangoenkoesoemo, Iwa Koe-

soema Soemantri. Tida' loepa snorkeling sampe poeas di sana.
Soeatoe djalan-djalan sembari beladjar sedjarah kwaliteit wahid,

samperin semoea poela besar di Kapoeloan Banda Naira, jakni:
Poelo Neira, Poelo Lonthor, Poelo Goenoeng Api, Poelo Rhun,
Poelo Rosengain (Poelo Hatta) en Poelo Pisang (Poelo Sjahrir),

Poelo Ai en Poelo Nailaka, poela sitoes bersedjarah di Ambon. 

 

P. NEIRA - P. LONTHOR/LONTHOIR/BANDA BESAR - P. RUN -
P. NAILAKA - P. AI - P. HATTA - P. SJAHRIR - GEREJA TUA -
MESJID SELAMON - RUMAH PENGASINGAN
BUNG HATTA -

RUMAH PENGASINGAN BUNG SJAHRIR - RUMAH PENGASI-

NGAN DR. TJIPTO MANGOENKOESOEMO - RUMAH PENGA-

SINGAN IWA KOESOEMA SOEMANTRI - GEDONG SOCITEIT

MAKATITA - RUMAH CAPTAIN COLE -  TUGU RIS (REPUBLIK

INDONESIA SERIKAT) hah, RIS? - MUSEUM RUMAH BUDAYA

BANDA NEIRA -  PERKEBUNAN PALA - RUMAH KETURUNAN

KE-13 PIETER van den BROECKE - SUMUR PARIGI - PATUNG

KONING WILLEM III (Raja Willem III) - ISTANA MINI VOC - FORT

HOLLANDIA - FORT CONCORDIA - FORT NASSAU - FORT BEL-

GICA - PATUNG K.PATTIMURA - PATUNG CHRISTINA MARTHA

TIAHAHU - PILLBOX JEPANG - TUGU DOOLAN - AMBON WAR

CEMETERY - PINTU KOTA - PANTAI NATSEPA (Rujak Natsepa!)


Senen, 20 November -
Senen, 27 November
Rp.7,9 juta/persoon (tak
termasuk tiket pesawat 

menuju ke Ambon p.p)

(5 orang pertama yang
sudi
mentransfer DP se-
besar Rp.5 juta, menda-
patkan 5 buku karya Pak
Scott Merrillees, yg ber-
djudul: "Jakarta: Portraits
of a Capital 1950-1980" !!!
setjara
GHRATIIIIIIIS! alias
zonder betalen, enak bgt)

Awas!! djangan langsung 
membeli ticket Kapal Ter-
bang sekarang! Tahaaan! 

Batjalah pendjelasan dari-
pada kitaorang panitia pe-
rihal persiapan pakansi di
boelan November, sasoe-
danja Toean-Njonja kassie
kirim itoe email, mendaftar
kepada kitaorang panitia :)

(kami panitia, berangkat dan
pulangnja dari CGK-AMQ p.p
naek kapal Garuda Indonesia)

(djikaloe ada jang maoe naek 
Batik Air ataoepoen naek Lion
Air, Sriwijaya Air, sila sahadja,
jang paling penting kita samua 
bergoembirah di Banda Naira!)


Rp.7,9 juta/orang itu sudah termasuk semua-mua-nya, diantaranya: Pen-

jemputan di Bandara Pattimura (kalau berangkatnya bareng kami panitia

atau jadwal pesawatnya deket-deketan gitcu). Bus Pariwisata AC ketika

di Ambon. Penginapan di Ambon (Hotel Amaris), Banda Naira (di Hotel

Maulana). Tiket VIP Kapal Cepat dari Ambon - Banda Neira p.p. Makan-

Minum selama Plesiran. Kaos PTD. Asuransi Perjalanan. Speedboat ke-

tika pakansi ke semua pulau itu (Pulau Run, Pulau Nailaka, Pulau Ai, Pu-

lau Lonthoir/Lonthor/Banda Besar, Pulau Gunung Api, Pulau Neira, Pulau

Sjahrir, Pulau Hatta). Tiket masuk pulau dan situs-situs bersejarah yg ada

di semua pulau tsb (baik yg ada di Banda Naira maupun di Ambon). Naik

Ojeg Motor ketika keliling Pulau Lonthor, atas-bawah, singgah di Roemah

generasi ke-13 dari Pieter van den Broecke. Dipinjemin Life-Jacket (Baju

Pelampung yang berwarna Orange), yg sesuai dgn ukuran badan masing-

masing; kami punya sekitar: 150 Life-Jackets !!! Juga dianterin ke Bandara

Pattimura (sekali lagi, kalau pulangnya bareng kami panitia atau jadwal pe-

sawatnya deket-deketan) sebelum kembali ke Jakarta atau ke kota lainnya.
On-kost porter bawa tas/koper (berapapun tas/koper Bapak-Ibu) naik Kapal
Cepat dari Ambon ke Banda Naira, dan pulangnya (total ada: 4 kali angkut!).


Pembayarannya Bisa Dicicil, atau boleh juga sekaligus.
Cicilan 1 = 2,9 juta (Juli, di minggu pertama/kedua yah)
(tapi kalau mau dapetin buku, yah cicilan 1 = 5 juta yah)
(inget, cuma buat 5 peserta yang transfer 5 juta pertama,
siapa cepat transfer dia dapat, di bulan Juni juga boleh)

Cicilan 2 = 2,5 juta (Agustus, di minggu pertama/kedua)
Cicilan 3 = 2,5 juta (September, sudah lunas semua yah)

(Semua orang boleh ikutan acara ini lho, jadi gak harus
member SAHABAT MUSEUM saja, siapapun boleh kok
bergabung, yg tua, muda, anak kecil, yg belom pernah
ikut sama sekali program: PLESIRAN TEMPO DOELOE
atau yg belom pernah ketemu sama kami, juga peserta
lainnya, silahkan mengikuti program ini, beneran yaaah)


Senin     20 November 2017: menginap di Ambon

Selasa   21 November 2017: menginap di Banda Naira

Rabu     22 November 2017: menginap di Banda Naira

Kamis   23 November 2017: menginap di Banda Naira

Jumat    24 November 2017: menginap di Banda Naira

Sabtu    25 November 2017: menginap di Banda Naira

Minggu  26 November 2017: menginap di Ambon

Senin    27 November 2017: Pulang ke Jakarta, dll  

(Oh iya di Ambon sekamar berdua, tapi di Banda Naira ada yg berdua, dan

ada berempat, karena kapasitas kamarnya yg tidak terlalu banyak dan lebih

utama alasannya adalah kamarnya sebagian gede-gede banget, yg kalo utk

2 orang terlalu lapang). Tentu saja pasutri akan ditempatkan sekamar berdua.
Kalo bukan pasangan suami-istri, sekamar ber-4 di Banda Naira, gapapayah.

(Pria dan Wanita dipisahkan kamarnya, baik di yg Ambon, juga Banda Naira).

 

8 Hari Plesiran di Maluku
Hari 1: Jakarta - Ambon - keliling Ambon bagian Selatan

Hari 2: Ambon: Naik Kapal Cepat: Ambon - Banda Naira
Hari 3: Banda Naira: Pulau Lonthor Utara - Pulau Lonthor Tenggara
Hari 4: Banda Naira: Pulau Run - Pulau Nailaka - Pulau Ai
Hari 5: Banda Naira: Pulau Gunung Api (naik ke puncak?) - Pulau Neira
Hari 6: Banda Naira: Pulau Hatta (Rosengain) - Pulau Sjahrir (Pisang)
Hari 7: Banda Naira: Naik Kapal Cepat: Banda Naira - Ambon
Hari 8: Ambon: Pulau Ambon (oleh-oleh?), pulang ke Jakarta 

                                                                            

                                                                        

kalo mau ngedaftar PTD ini
email ke: adep@cbn.net.id

(adep at cbn dot net dot id)
mending kalo mau nanya2
dulu, kirim email aja yuuk!




                                                                             detailnya abis lebaran yah

 
 


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

8.6.17

[tourismindonesia] (pake foto) PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bastion Hollandia, Minggu 11 Juni 2017 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kota Tua Jakarta
Kumpul di Museum Sejarah Jakarta (atau dikenal

dengan nama lain: Museum Fatahillah), Jl. Taman

Fatahillah No.1, depan Taman Fatahillah Kota Tua
Minggu, 11 Juni 2017, djam poekoel 14.30 petang

Rp.80 ribu/org, sudah termasuk:
(Santap Hidangan Berbuka Puasa)
(Cerita Kota Tua Jakarta tempo doeloe, dari Museum

Fatahillah sampe ke Glodok bagian luaran ujung sono

yang tidak pernah dikunjungi oleh penggemar sejarah

manapun, sebab lokasinya "tersembunyi" di balik ruko)

(Bezoek bekas locatie Bastion Hollandia/Kota Tahi, yg

terjadi di tahun 1628 atau hampir 400 tahun lalu, lebih

tepatnya = 389 tahun. Nanti akan dijelaskan pake pre-

sentasi slide show selama 30 menit agar semakin jelas)

 

(bakal diceritakan oleh: Andy Alexander, perihal riwayat

Jakarta, sejak kota Batavia berdiri di tahun 1619 sampe

keadaannya kota ini 10 tahun ke depan, di tahun 1629)


Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434.088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65


(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah: Rp.80.000/orang)



Soeltan Agoeng jang doeloenja berkongsi dengan VOC sablonnja Kompeni ber-

hatsil doedoekin Jakatra (Jayakarta), kapingin koeasain seloeroeh Poelo Djawa.
Tjoemah Bantam en Batavia jang blon berhatsil digenggam oleh tangannja. Ia-

orang poetoesken kassie menjerboe itoe kota Kompeni VOC. Tida hanja sekali

sahadja, tetapi diboetoehken doea kali serangan idoep mati, berlajar dari Java
bahagian tengah, poen berdjalan kaki dilakonin dengan membawa meriam, per-

bekalan perang en binatang beropa gadjah, goena bertempoer lawan moesoeh,

mengoesirnja dari tana Djawa selamanja. Namoen, ada satoe serangan ke ben-

teng jang bikin pasoekannja moerka dan moendoer oentoek bersihkan badannja.

Bergaboenglah dengan gerombolan SAHABAT MUSEUM di programma ja goed ini:

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bastion Hollandia

Minggoe, 11 Juni 2017, djam 14.30 - 18.30 sekalian berbuka puasa bersama
 
 

Itoe malem, 21 September 1628, tatkala Pasoekan Mataram kassie serang dan

gempoer satoe Fort (benteng) Hollandia jang pernanja di Buitenkaaimansstraat 

(Djalan Kaaimans Loear, sekarang namanja Jl. Pinangsia Timur) dengen segenap

kakoeatannja  hingga kassie pandjat tembok benteng. Tentera VOC jang kaloet

dan takoet kalah sigra ambil langkah "gak keren" jakni lemparin diaorang poenja

kotoran diri (tindja) ka badan orang Mataram itoe, lantas marika lari terbirit-ter-

birit seraja treak dengen amet marah dalem bahasa Djawa koeno, saperti ini: "O
seytang
orang Ollanda de bakkalay samma tay" (kagak perlu diterjemahin, udah

tau kan artinya? hehe), laloe sasoeda itoe kedjadian, Pasoekan Mataram lebi de-

men seboet Fort Hollandia dengen Benteng Kota Tahi. Nama Kota Tahi teroes di-

seboet hingga pertengahan abad ka-19, sekarang soeda linjap tinggal kenangan.

Soember tjatetan sedjarah menoelisken itoe bastion (koeboe pertahanan) deripa-

da benteng, ketjil sahadja, sederhana, dibikin deripada bamboe-bamboe roentjing.

Kaloe-kaloe diperhatiken lebi terliti en telaten di peta kota Batavia jang terbit ta-

hon 1627 (ataoe 1 tahon sablonnja penjerangan Pasoekan Mataram tahon 1628),

nampak tembok benteng soeda berdiri koeat dan kokoh. Kitaorang poenja doega-

an bahoewa itoe benteng/fort ada betoel soeda tegoeh berdiri kokoh en bersijap

mentjegah antjeman deripada moesoeh, jang soeda laper kapingin kalahken VOC.

 

Perihal itoe perang jang ada betoel kedjadiaan di tahon 1628 en 1629, kitaorang

aken kassie tjerah otak Toean-Njonja sekalian, dengen poeterin slide-show loca-

tie, dimana marika doea koeboe itoe saling bakoe-hantem, dan dilengkapi dengen

pendjelasan jang patoet diatjoengin djempol, kerna kitaorang poenja narasoember

jang pasti djempolan poenja, ia itoe Toean Andy Alexander jang dojan toemboekin
pe
ta doeloe en peta sekarang, sehingga bole briken kitaorang pangatahoean jang

tida terkira, bikin itoe plesiran semangkin berkwaliteit en bole dibilang maroepaken

ketjap nummer satoe (duh, ngomong apa sih gue :) Segala roepa hal-ichwal mele-

toesnja pertempoeran ini aken dibeberkan (kayak rahasia aja) sampe toentas, tas.
Gerakan Pasoekan Mataram dari Timoer dan Tenggara. Menjerang dengan formatie

boelan sabit dari wilajah jang kitaorang kenal sekarang dengan nama Mangga Doea.

 

Djoega alesan mengapa Pasoekan Mataram achirnja kalah perang, diantara alesan

itoe adalah, kerna marika keabisan makanan en kelaperan, kerna soeda dibikin an-

tjoer logistiknja oleh Kapal VOC koetika meliwati Tegal en deket Cheribon (Cirebon)

sahingga bahan makanan menipis, dan marika djoega djadi amet kelaparan. Djoega

pasoekannja banjak jang diboenoehin oleh pimpinannja sendiri, djikaloe marika tida

menang lawan Tentera VOC. Oleh sebab itoe, kamoedian banjak pasoekannja jang

tida brani poelang kampong ke daerah Midden-Java (Jawa Tengah) kerna jakin pas-

ti dihabisi riwajatnja/semapoet. Para pasoekan jang brani poelang kombali ke Java,

biasanja risaoe dan toekerken marika poenja sendjata en koeda dengen beras seke-

darnja sahadja, kepada pendoedoek jang roemanja marika liwatin. Banjak jang mati

di tengah djalan. Sedjak deripada itoe orang menjeboet Pasoekan Mataram dengen

"Si Bendoel", sebab-sebab itoe roepa marika lajaknja tengkorak-idoep, dengen mata

jang menondjol, rongga mata jang njaris keloear doea bola matanja, dan telinga ter-

semboel sangking koeroesnja. Ach bole djadi seboetan lajak laen "tengkorak djalan".

 

Tjeritera perkara riwajat kota Jakarta di djeman doeloe itoe teroes berlandjoet, hing-

ga kitaorang semoea djadi pinter, apalagi kaloe-kaloe dibriken pendjelasannja perihal 

satoe djalanan paling toea di Jakarta, jang sekarang bernama Jl. Pangeran Jayakarta.

Sebermoela, ada satoe benteng ketjil (kerap diseboet Reduct) jang pernanja di bilan-

gan Jl. Pangeran Jayakarta sekarang. Itoe benteng ketjil dinamaken: Fort Jacatra te-

tapi sajang, kitaorang tida bisa temoeken sisa reroentoehan bangoenannja sekarang.

Itoe fort letaknja koerang-lebi ada di pengkolan antara Jl. Pangeran Jayakarta dan Jl.

Gunung Sahari sekarang. Adapoen, perkara benteng-benteng jang tersebar di bebagi

tempat di kota Jakarta ini, nantinja aken ditjeritaken djoega, brikoet alesan mengapa

ditarok sini, ditarok sono, oleh Pamerentah VOC, dan mengapa achirnja dihantjoerken.
Apatah Jl. Pangeran Jayakarta ada hoeboengannja dengan Pangeran Jayakarta? Jah,

tentoe sahadja. Kitaorang bakal tjeriteraken route kaboernja sang pangeran di tahon

1619, maskipoen itoe kisah sedjarah patoet disangsikan, lantaran bikin bingoeng, hihi.

Sitoeatie kota mendjadi tida aman, tatkala Pasoekannja Soeltan Agoeng dari Keradja-

an Mataram kassie serboe kota Batavia pada tahon 1628 en 1629. Kota Batavia jang
dibangoen Jan Pieterszoon Coen (J.P. Coen) dalem positie sijap tempoer dengan moe-
soeh boemipoetera. Montjong meriam diarahken ka selatan. Oleh sebab itoe bangoen-
an roemah dan geredja kasatoe terseboet haroes diroeboehken goena sedijakan roe-
ang kosong oentoek Tentera VOC tembakkan peloeroe bola besi boelet setjara lepas.
Kitaorang nantinja bakalan kassie liet peta 1627 en 1629 soepaija Toean-Njonja bole
liet lebi djelas dan terang kira-kira dimana locatie geredja pertama di Jakarta berada.
Poen djoega gambar Geredja Salib dan Geredja Koebah, jang di lantai bawahnja pada
djaman itoe dipasang sadjoembelah batoe nisan petinggi VOC, jang senantiasa diind-
jek oleh djemaat geredja. Hal ini misih dapet kitaorang lakoeken hingga hari ini, akan
tetapi boekan di Museum Wayang, melainken
koetika masoep dalam Geredja Toea di
Kapoeloan Banda Naira di Moluccas (Maluku) sono, jang rentjana akan kitaorang kas-
sie bezoek dalem programma Plesiran Tempo Doeloe di boelan November tahon 2017.

Serangan Mataram jang kadoea di tahon 1629, ijalah achir idoepnja itoe goebernoer-
djenderal VOC. Iaorang wafat sebab-sebab sakit peroetnja jang ta' koendjoeng klaar
(moengkin ilmoe medicijn blonlah bagoes seperti sekarang). Brikoet pendjelasan peri-

hal detik-detik sablonnja itoe Mas Jangkung semapoet: "Ada beberapa lamanja toe-

wan Djenderal merasai dirinja ta' njaman, dan ada mempoenjai sesoewatoe penjakit

didalem peroetnja, tetapi adalah selaloe djoega jang moelija dapet berdjalan-djalan 

serta santap dengan amat njamannja, dan pada petangnjapoen masih ada ia berdja-

lan-djalan di serambi poeri (maksudnya Kasteel Batavia-kah itoe?). Akan tetapi koe-

tika matahari terbenam bangkitlah penjakitnja kembali, hingga pada poekoel toedjoe

terpaksalah ija pergi berbarinng ke peradoeannja dengan tiada dapat lagi menghadiri

sembahjang malam hari (berdo'a). Maka pada malam antara 20-21 September tahon

1629 (ataoe tepat 1 tahon sasoedanja perang di Bastion Hollandia ataoe Kota Tahi),

Coen poen berpindahlah dari negeri jang fana ke negeri jang baka. Dengan segala ke-

besaran menoeroet adat bagi Goebernoer Djenderal jang gagah berani, djinazah jang

tjara atoeran militer, didalem gedoeng negeri (Stadhuis) Betawi" (Oh apakah gedung

Stadhuis Batavia atau jang sekarang menjadi Museum Fatahillah jang dimaksudkah?).

Kitaorang moelain djalan kaki dari halaman belakang Balai Kota Batavia (Stadhuis Ba-
tavia). Sjahdan, sebermoela sekitar tahon 1721, ada saorang pemoeda jang poenja

nama Pieter Erberveld, saorang mestizo (atau kalo di jaman sekarang kita menyebut-

nya Indo), diaorang poenja bapak ijalah orang Djerman dan iboe dari negeri Siam (se-

karang Thailand). Pieter en diaorang poenja pengikoet ditoedoe aken bikin peroesoe-

han di malem tahon baroe 1722, jakni pemboenoehan besar-besaran terhadap orang

Belanda di kota Batavia. Itoelah jang soeda memboeat gouverneur-generaal jang ber-

koeasa itoe tempo Hendricus Zwaardecroon, bri prentah oentoek tangkepin Pieter en

diaorang poenja pengikoet agar sitoeatie aman. Tetapi ini actie tjoemah strategie be-

laka soepaija Pieter briken diaorang poenja di tanah jang loeas di bilangan Djalan Dja-

katra (Jl. Pangeran Jayakarta). Pieter dan pengikoetnja di-bui di itoe Gedong Stadhuis

(sekarang Museum Fatahillah). Tatkala di dalem di itoe gedong marika kerap dipoekoel

en di-straf zonder dibri ampoen, sahingga semoea pengikoet Pieter achirnja mengakoe

aken sijapken peroesoehan, pada malem tahon baroe 1722. Oh jah, pada itoe tempoh,

Pieter Erberveld ada saorang mestizo jang tjoekoep ma'moer dan poenja tana jang loe-

as, salah satoenja sebidang tana di bilangan Portugeeschebuitenkerk (Gereja Portugis

Luar yang sekarang bernama Gereja Sion). Geredja terseboet soeda ada sedari tahon

1695 dan misih berdiri hingga hari ini. Pieter en para pengikoetnja dihoekoem mati de-

ngen tjara diiket laloe ditarik berbagi pendjoeroe mata angin di deket roemahnja jang
di Djalan Djakatra (sekarang lokasinya sudah beru
bah menjadi showroom mobil), dari

kedjadian itoe laloe dikenal Kampong Petja Koelit. Kedjadian ini diabadiken dalem ben-

toek monument, jang sekarang ada di halaman belakangnja Museum Sejarah Jakarta.

Djalan kaki ditroesken ka Djembatan Batoe, doeloenja dikenal sebagi Djembatan Sen-

ti, tempat sinjo-sinjo "Portugis Hitam" maenken gitarnja seraja bersenandoeng lagoe:

"Terang boelan, terang boelan di kaliii, boeaja timboel disangka t'lah mati, djangan

pertjaja moeloetnja lelaki, brani soempah, dia takoet mati". Kata orang, aselinja ini

lagoe bertadjoek: "Anda-anda", jang artinja = "Djalan-djalan". Brikoet sepenggal lirik-

nja: "Anda anda na boordi de mare, Minja corsan noenka contente, Jo boesca ja mi-

nja amda, Noeka sabe ela ja onde". Tatkala itoe lagoe dimodificatie ka dalem bahasa

Melajoe, maka sjair lagoenja poen diganti, dengan lantoenan lebih bernoeansa lokaal.
Aach, ini soeatoe activiteit mendjelang waktoenja berboeka poeasa jang berkwaliteit.

Zo, toenggoe apalagi ?! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njonja sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA can Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman)
. Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega


Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 
Onky transfernja = Rp.80.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.80018 <<< angka 18
di belakang mengatjoe ka nummer oeroet, djadi nanti bajarnja boekan Rp.80.000 sadja,
tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernja bole sekaligoes = Rp.240018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.240.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja = Rp.80.018, Rp.80.019 en Rp.80.020

ataoe misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.320.018 itoe oentoek nummer oeroet 18, 19, 20, 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 

Route berdjalan kaki: Museum Sejarah Jakarta/Stadhuis Batavia - Jl. Lada/Tijgergraacht

- Jl. Jembatan Batu/Djembatan Senti - Jl. Pangeran Jayakarta/Jacatraweg/Heerensweg

- Lewatin sisi Gereja Sion/Portugeeschebuitenkerk - Lokasi bekas Kampong Petja Koelit

- Pinggir kali dan menjebrang Kali Tjiliwoong - Lokasi bekas Bastion Hollandia/Kota Tahi -

Jl. Pinangsia Timur/BuitenKaaimanansstraat - Museum Sejarah Jakarta/Stadhuis Batavia.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.com


(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku:
"Tempat-tempat Berseja
rah di Jakarta",
"Sumber-sum
ber asli sejarah Jakarta Jilid II, III",
"Gereja-gereja Bersejarah di Jakar-

ta", karya Adolf Heuken SJ; "The Dutch India Company, Expansion and Decline", kar-

ya Femme S.Gaastra; "majalah "Coen! Geroemd en Verguisd", terbitan khusus West-

fries Museum, Hoorn, The Netherlands, bulan Mei th 2012; "Sejarah para Pembesar

Mengatur Batavia", karya Mona Lohanda; "Hal Ihwal Kota Betawi Semasa Doeloe",

oleh p.t.P. De Roo De La Faille (Lid Dewan Hindia). Batavia in Nineteenth Century

Photographs" karya Scott Merrillees; lagu "Terang Bulan" dan lagi "Nina Bobo", yg

dinyanyikan oleh Wieteke van Dort, yg juga dikenal sebagai Tante Lien; artikel di

Kita Sama Kita "Terang Bulan di Jassenbrug", terbitan Agustus 2000; majalah Inti-

sari edisi "Kisah Jakarta Tempo Doeloe" dan "Ketoprak Betawi"; "Toko Merah, Saksi

Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung, Riwayat dan Kisah Para Penghuni-

nya" karya Thomas B. Ataladjar; "Ensiklopedia Jakarta, Culture & Heritage, Jilid I, II

& III", terbitan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, di tahun 2005; Johannes Rach,

 Seniman di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan Nasional RI dan Rijksmuseum

Amsterdam, 2002).


 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bastion Hollandia

Minggu, 11 Juni 2017

14.30 - 15.00: Pendaftaran Ulang di Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)

15.00 - 15.30: Penjelasan tentang pertempuran Pasukan Mataram & Tentara VOC

15.30 - 16.00: Sholat Ashar

16.00 – 17.00: Berangkat ke "Bastion Hollandia" di Jl. Pinangsia Timur, Glodok

17.00 - 17.20: Penjelasan tentang sejarah "Bastion Hollandia" tahun 1628

17.20 - 17.45: Berangkat ke Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)

17.47 - 18.30: Buka Puasa & Sholat Maghrib di Museum Sejarah Jakarta

18.30 - 19.00: Acara selesai



__._,_.___

Attachment(s) from Ade Purnama | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)


Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___