1.11.14

[tourismindonesia] File - contact person tourism indonesia.txt

Contact Person
Tourism Indonesia


Dear members,

Silakan kalau berminat ingin menambahkan.

Terima kasih


Salam Wisata Nusantara!



Radityo Djadjoeri
Moderator



Kalimantan

Natigor Tour n Travel
Ruko Balikpapan Baru Blok AB 2 No.16
Phone :( 0542 ) 877648
Fax:( 0542 ) 877254
YM: natigorparna@yahoo.com
kontak: Martin
Website: www.natigor.

Keisya Tours and Travel
Jl Kampung Kelawi No 43 Padang
Telp : 0751 9508927 facs : 0751 891436
Email : keisyatour1@gmail.com
YM & FB : dyan_hamama@yahoo.com

service in air ticket - Hotel voucher - Tour package

Regards/Dyan Hamama
085274298717




------------------------------------

------------------------------------

Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
tourismindonesia-digest@yahoogroups.com
tourismindonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
tourismindonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

22.10.14

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meester Cornelis - Passer Senen, Minggu 26 Oktober 2014



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jatinegara & St.Pasar Senen
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 26 Oktober 2014 djam poekoel 07.30 pagi hari

Rp.160 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis)
(snacks pagi)
(makan siang)
(masoep Pasar Mester)
(masoep eks Gedong Kodim)
(masoep Stasiun Pasar Senen)
(masoep Stasiun Jatinegara/Station Meester Cornelis BOS)

(masoep Stasiun Jakarta Kota/Station Batavia Benedenstad)

(masoep halaman perumahan militer di pinggir Jl.Matraman Raya)
(bekas locatie Casino Theatre/Bioscope Centrale/Bioscope Djaja)

(Tiket Kereta Api dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Jatinegara)
(Tiket Kereta Api dari Stasiun Jatinegara ke Stasiun Pasar Senen)
(Naik Bus Big Bird AC keliling Jatinegara, Pasar Mester, sekitarnya)

(Naik Bus Big Bird AC dari Stasiun Pasar Senen ke Museum Mandiri)

 

(diceritakan perihal riwayat perkeretaapian oleh Aditya Dwi Laksana,
penulis buku "The Beauty of Indonesian Railways"; dan riwayat foto

postcard oleh Scott Merrillees, penulis buku "Greetings from Jakarta,

Postcards of a Capital, 1900-1950", dan bakal disiapkan 5 buku Pak
Scott ini, yg akan
dibagikan sebagai door-prize dalam program ini :)


Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.160.000/org)



Brapa banjak orang jang tahoe djikaloe Djatinegara doeloenja poenja 2 station spoor?
Ada jang djaloer NIS (Nederlandch Indische Spoorweg-maatschappij) dan djaloer BOS
(Bataviasche Oosterspoorweg-maatschappij) jang station moelanja jang sekarang kita-

orang kenal sebagi Stasiun Jakarta Kota, ataoe jang atjapkali diseboet: Stapsion Beos.
SAHABAT MUSEUM bikinin atjara bagoes masoep station-station spoor/kereta api jang
kasohor seantero Batavia/Djakarta dan populair sebagi tempat orang poelang kampong

tatkala mendjelang dan sasoedanja: Lebaran Idul Fitri. Ditambah lagi riwajat tempat di
sekitaran sitoe, jang foto tempo doeloenja bakalan didjelasken. Gaboeng dalem atjara:

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meester Cornelis -
Passer Senen,
Minggoe, 26 Oktober 2014 dari poekoel 07.30 - 15.00

Wilajah Meester Cornelis ataoe sekarang jang kitaorang kenal dengan seboetan: Djati-
negara, moelanja diboeka oleh Toean Cornelis Senen, saorang boemipoetra dari Kapoe-
loan Banda Naira, di Molukken (Maluku). Diaorang anak "Orang Kaja" dari Poelo Lonthor,

bagian selatannja Poelo Naira. Pada tahon 1621 diasingken oleh J.P.Coen sang Goeber-

noer-Djenderal VOC ka Batavia (Djakarta), kamodian diaorang menetap di Tijgergracht

(kanaal matjan), soeatoe bilangan elite, jang hari ini locatienja precies depan Stapsion

Beos. Tijger artinja tiger, satoe heiwan jang doeloenja misih banjak ditemoeken di Java.

Pada tahon 1632, Toean Senen memboeka sekolah, membatja do'a en khotbah bahasa-

Melajoe. Poen mendjabat sebagi wijkmeester (kepala kampong), kampong orang Banda
jang sekarang kitaorang kenal sebagi Kampong Banda(n) di Djalan Lodan Timoer,
Antjol.
Tatkala mendjadi goeroe itoe Toean Senen moelai dipanggil dengan seboetan: Meester.

Tahon 1656 Toean Meester Cornelis dapetken hak boeat menebang poehoen, di hoetan 
tepi Kali Tjiliwoeng,
letaknja djaoeh di bagian selatan poesat kota Batavia (jang hari ini,
bekend dengan nama: Kota Tua Jakarta). Sedjak tahon 1661, tana disitoe sepenoehnja 
milik Toean Meester, daerah itoe kamodian diabadiken sebagi bilangan Meester Cornelis.

Gerombolan SAHABAT MUSEUM nantinja akan koelilingin daerah Mester/Djatinegara itoe,
Berkoendjoeng ka landmark-landmark Meester Cornelis, seperti: Station Kereta Api BOS

(Meester Cornelis BOS), gedong jang doeloenja dipake sebagi Gedong Kodim, dan diper-

tjaja sebagi roemanja Toean Meester Cornelis Senen. Tida' loepa bezoek pasar lamanja,

jang bole dibilang maroepaken Petjinan laennja di Batavia/Djakarta jang misih ada, sela-

en di Glodok. Perhatiken detail daripada langgam roema-roemanja, jang sekarang soeda

brobah mendjadi toko, namoen sisahken masa kedjajaan architectuur bergaja Tionghoa.
Kassie liet bekas locatie Bioscope Djaja jang soeda rata dengan tana jang pernahnja di

deket Viaduct (djembatan kereta api), jang bole dibilang maroepaken "gerbang masoep"

daerah Meester Cornelis/Djatinegara. Halaman dalem roema militair jang bentoeknja mi-

sih sama precies seperti djaman doeloe di tahon 1900an awal dengan hiasan jang uniek,

kitaorang soedi mampir di tempat itoe perhatikan detail bangoenannja dari djarak deket.

Poeas koelilingin Mester dengan Bus AC, jang dinginnja mengalahkan panasnja Djakarta,
kitaorang landjoetken perdjalanan ka Passer Senen, namoen tjoemah di stapsion-nja sa-

dja, tida maen ka passernja jang sebenernja. Moeterin dalem Station Pasar Senen jang

megah briken pengalaman tersendiri oentoek mengenal sedjarah bangoenan dan djaloer

kereta api di djaman Hindia Belanda sampe djaman sasoeda Kemerdekaan. Begimana ti-

da', itoe station dengan langgam neo-klassiek, en dihiasin dengan lampoenja Art-Deco.

Ada tunnel (terowongan) jang station laen tida' poenja, dan maroepaken station perta-

ma di Hindia Belanda jang poenja peron tinggi. Favourite rakjat ketjil di moesim moedik,

kerna Stasiun Pasar Senen lajani kaartjes klas economie djarak djaoeh, ka Tana Djawa.

Adapoen model bangoenan Station Meester Cornelis BOS jang kitaorang akan samperin

itoe bergaja peralihan antara Indische Empire dengan Koloniaal Modern. Sesoenggoeh-

itoe atap bangoenan tjotjoknja digoenaken di Europa, kerna gentengnja miring, jang di-

maksoedken soepaija saldjoe lekas toeroen dan tida' nempel di atapnja. Namoen di ba-

gian laen bangoenan itoe, nampaknja tampilken karakter lokaal, oetamanja boeat iklim

tropisch, dengan pintoe, djendela, clerestory (djendela atap) jang lebar, functienja ini

oentoek pentjahajaan jang alami dan pergantian hawa/oedara silang, disesoeaiken de-

ngan iklim di negerij tropisch jang lembab poela panas, tida' seperti di negerij Belanda.
Ada satoe pertanjaan jang menggandjal rerongkongan, dimanakah letak Station Mees-

ter Cornelis NIS? Apatah itoe station beroperatie normaal poela lajaknja Station BOS?

 

Passer Senen diambil dari nama hari, jakni hari: Senen. Boekan dari itoe nama Cornelis
Senen jang terseboet di atas. Sebermoela daerah jang sekarang bernama Senen itoe,

adalah rawa beloekar. Dengan adanja perkembangan economie, dan melimpahnja hat-

sil daripada perkeboenan, terbitlah hasrat baek Toean Justinus Vinck oentoek berdiri-

ken soeatoe passer (pasar). Idzin didapetken dari Goebernoer-Djenderal Abraham Pe-

trus pada tanggal 30 Augustus 1735. Pada awalnja passer itoe boekanja tjoemah hari

Senen sadja, namoen kamodian djoega boeka di hari Djoemahat. Berkat kemadjoe'an,

dan semangkin ramenja passer itoe, maka sedjak tahon 1766, diboeka setijap harinja.
Orang Belanda kerap menjeboetnja sebagi Vinckpasser (ataoe pasarnja Toean Vinck).

Soerat idizin bangoen passer tida' sadja boeat Passer Senen, tetapi djoega oentoek

Passer Tenabang (Tana Abang), jang boleh berdjoealan tijap-tjap hari Saptoe. Actie

Meneer Vinck selandjoetnja jang amet terpoedji adalah bikin djalan pintas dari Passer

Senen menoedjoe Passer Tenabang, jang hari ini kitaorang kenal dengan nama Djalan

Kwitang Raya - Djalan Kebon Sirih dan temboes ka Djalan Fachrudin 3 laloe Tenabang.
Sedjarah Tenabang dimoelai bersamaan dengan perloeasan Kota Batavia ka arah zuid

(selatan) di abad ka-17 (tahon 1600an). Phoa Beng Gam, saorang Kapitein Tjina jang

ka-3 soeda kerdjaken menjodet kanaal goena alirken aer dari Kanaal Molenvliet (jang

sekarang ada diantara Djalan Gadjah Mada - Hajam Woeroek) sampe ka Tjiliwoeng di

bagian timoer. Tindakan terpoedji itoe dilakoeken pada tahon 1648 en berdjalan baek.

 

Djangan ragoe oentoek kirim soerat-listriek (email), kerna kitaorang bakalan kassie te-

rang berbagi matjem riwajat kereta api di Indonesia, dimoelai dari Station Batavia NIS

di seblah noord (north/oetara), poen Station Batavia BOS di bawahnja (zuid/selatan).

Sedjak kapan kadoea station itoe ada, dan begimana nasibnja sekarang? Dimana loca-

tie bangoenannja, dan apa jang terdjadi sasoedanja. Siapa architect jang merantjang

bangoenan Stasiun Jakarta Kota jang baroe sadja oelang tahon jang ka-85 itoe? (ber-

diri sedjak tahon 1929), dan begimana process pemboeatannja. Ditambah lagi dengan

tampilan gambar berbentoek poster jang sijap briken pendjelasan jang amet terang ke-

pada Toean-Njonja jang dojan ikoetin pakansi dengan programmanja sahaBATMUSeum.

 

Ach, perkara informatienja jang lebi detail dan compleet, kitaorang soeda adjak Toean

Aditya Dwi Laksana dan Toean Scott Merrillees oentoek berbagi tjeritera sedjarah peri-

hal perkeretaapian dan photo dari postcard jang tampilken situatie en conditie Mester
dan Pasar Senen di awal abad jang laloe. Nistjaja Toean dan Njonja langsoeng kaseng-

sem dengerin itoe tjeritera nan interessant (interesting) poenja jang disampaikan oleh

marika achlinja. Didjamin poeas dengerinnja sembari berdetjak kagoem dan fikiran ter-

lempar ka masa laloe, tatkala kota Djakarta djalanannja misih lengang en djarang ada

auto (mobil), motorfietsen (sepeda motor) liwat, dan misih banjak tram jang sliweran.

 

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA can Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.160.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.160018 << angka 18

di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.160.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernja bole sekaligoes = Rp.480018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.480.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja: Rp.160.018, Rp.160.019, Rp.160.020

ataoe misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.640.018, oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 dan 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku:
"Asal Usul Nama Tempat di Jakarta" karya

Rachmat Ruchiat; "Tempat-tempat Berseja-

rah di Jakarta", karya A.Heuken SJ;  "Segi-

tiga Senen, Sejarah dan Perubahan Sosial

Orang-orang Cina", terbitan Sarana Jaya;
"Kampung Tua di Jakarta", terbitan Dinas
Museum dan Sejarah DKI Jakarta"; "Keto-

prak Betawi", terbitan Intisari; majalah KA

"6 Stasiun Heritage di Batavia" edisi 97, A-

gustus 2014; "Ensiklopedia Jakarta, Culture

& Heritage" Jilid II, terbitan Dinas Kebudaya-

an dan Permuseuman DKI Jakarta; "Greetings
from Jakarta, Postcards of a Capital", "Batavia

in Nineteenth Century Photographs" karya Scott
Merrillees; "Ir.F.J.L.
Ghijsels, Architect in Indonesia
(1910-
1929), karya drs. H. Akihary; "Gereja-gereja
Tua di Jakarta", karya A.Heuken.
SJ; "Jatinegara dari
Masa ke Masa", "Dari
Meester Cornelis sampai Jatine-

gara", "Jatinegara sebagai Daerah Tujuan Wisata?",
"Jatinegara Pernah Jadi Kabupaten", tulisan
Berthold
DH Sinaulan, Suara Pembaruan,
15 April 2005; "Mena-

nti Ruang Publik Meester Cornelis", tulisan (mur/pra)

Warta Kota, 8 Maret 2009; "Wajah Baru Stasiun KA

Pasarsenen, Kapan yang Lain Menyusul?", tulisan Si-

git Nugroho, Warta Kota 8 Januari 2009). "Pasar Gam-

bir, Komik Cina & Es Shanghai", karya Zeffry Alkatiri;

"Trams en Tramlijnen, De Elektrische Stadstrams op

Java", karya H.J.A.Duparc; "Spoorwesstation op Java"

karya Michiel van Ballegoijen de Jong; "Johannes Rach,
Seniman di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan

Nasional RI dan Rijksmuseum Amsterdam, tahun 2002).


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meester Cornelis - Passer Senen

07.30 - 08.00: Pendaftaran Ulang di Museum Bank Mandiri
08.00 - 08.30: Presentasi ttg riwayat stasiun2 tersebut
08.30 - 08.45: Jalan kaki ke Stasiun Jakarta Kota
08.45 - 09.00: Penjelasan ttg Stasiun Jakarta Kota
09.00 - 09.30: Naik Kereta Api ke Stasiun Jatinegara
09.30 - 10.00: Penjelasan ttg Stasiun Meester NIS & BOS
10.00 - 10.05: Jalan kaki ke eks Gedung Kodim Jatinegara
10.05 - 10.35: Keliling Gedung Kodim Jatinegara
10.35 - 10.45: Naik Bus AC ke Pasar Mester
10.45 - 11.15: Keliling Pasar Mester
11.15 - 11.20: Berangkat ke bekas lokasi Bioskop Djaja
11.20 - 11.30: Penjelasan ttg Bioskop Djaja & Viaduct
11.30 - 11.35: Jalan kaki ke Kompleks Militer (depannya)
11.35 - 11.45: Penjelasan ttg Perumahan Militer djadoel
11.45 - 12.00: Keliling Halaman Rumah Mess II/Sriwijaya
12.00 - 12.15: Naik Bus AC ke tempat Makan Siang
12.15 - 13.00: Makan Siang di Jatinegara
13.00 - 13.15: Naik Bus AC ke Stasiun Jatinegara (muter)
13.15 - 13.30: Naik Kereta Api ke Stasiun Pasar Senen
13.30 - 14.00: Penjelasan ttg Stasiun Pasar Senen (di Peron 4)
14.00 - 14.15: Siap masuk bus menuju pulang ke Jakarta Kota
14.15 - 15.00: Naik Bus AC ke Museum Bank Mandiri, kelar dah!


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

17.10.14

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 26 Oktober 2014



 

SAHABAT MUSEUM
dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE 
                             MEESTER CORNELIS - PASSER SENEN



Satoe bilangan di bagian timoer Djakarta kerap diseboet de-

ngan Mester. Sampe hari ini, pendoedoek sekitar dan para

sopir angkot faham betoel dengan nama itoe. Sedjak tahon

1942 tatkala itoe Tentara Dai Nippon koeasai Hindia-Belanda

nama wilajah Meester Cornelis brobah mendjadi Djatinegara,

jang maknanja Negara Sedjati. Namoen ada jang bilang itoe

kerna di bilangan Djatinegara adalah hoetan djati jang lebat.

Tida heiran di deketnja daerah itoe ada nama: Oetan Kajoe.

Sebermoela, Meneer Cornelis Senen dari Poelo Lonthor di

Banda Naira, Molukken (Maluku), dibriken idzin memboeka

hoetan di locatie -jang sekarang ini kitaorang kenal dengan

nama- Jatinegara, pada tahon 1656. Daerah ini sepenoehnja

mendjadi miliknja sedari tahon 1661. Cornelis Senen maroe-

paken 'Orang Kaja' dari negerij (kampong) Selamon di Ban-

da, jang diboeang oleh J.P.Coen ka Kampong Banda(n) di

tahon 1621. Iaorang soeda bikin sekolah anak jang pertama

boeat boemipoetera. Sebab itoe berhak dipanggil Meester.


Sedari doeloe, wilajah Meester Cornelis membentoek afdee-

ling (bagian tersendiri), terpisah daripada Residentie Batavia,
di bawahnja terdiri dari afdeeling Tangerang, Buitenzorg (Bo-

gor) en Karawang. Poen djoega pernah djadi kota tersendiri,

jakni antara tahon 1905 hingga 1936, kamoedian digaboengin

ka Batavia Stad (kota). Moelain tahon 1949, Meester masoep

wilajah Kawedanan Matraman, Ketjamatan dari Poelogadoeng.

Sekarang Jatinegara mendjadi bagian daripada Jakarta Timur.

Banjak bangoenan bersedjarah misih berdiri tegak di daerah
Mester ini, jang nantinja kitaorang kassie koendjoeng saperti:

Station Meester Cornelis (lijn BOS, Bataviasche Oosterspoor-

weg Maatschappij, jang dateng dari Station BeOS ataoe jang

nama officieelnja: Stasiun Jakarta Kota), eks Gedong Kodim,

jang orang lokal bilang itoe doeloenja maroepaken roemanja

Toean Meester Cornelis. Lantas kitaorang landjoetken perdja-

lanan ka Pasar Mester jang misih sisaken masa kedjajaannja

dan dipenoehin dengan langgam bangoenan chas Tionghoa.

 

Bekas locatienja Bioscope Djaja jang doeloe berdjaja di Dja-

lan Matraman Raya djoega akan disamperin. Sablonnja perna
bernama The Casino Theater en dipake djoega oleh Centrale

Bioscope. Berdjalan kaki sedikit soeda sampe di bagian ba-

wahnja Viaduct jang mendjadi icon masoep ka wilajahnja Dja-

tinegara, lantas bezoekin roemanja perwira militair di djaman

Hindia Belanda, jang bentoek bangoenan dan modelnja (stijl)

misih sama precies dengan jang ada di foto postcards dalem

boekoe tebel bikinin Toean Scott Merrillees, jang bertadjoek:

"Greetings from Jakarta, Postcards of a Capital 1900-1950" en

itoe boekoe bole djadi milik Toean en Njonja jang bakalan di-

bagiken dalem bentoek door-prize dalem atjara nanti. Boekan

1, boekan 2, boekan 3, tapi 5 boekoe jang bakalan dibriken !!
Adoeh, seneng sekali dapetin boekoe bagoes Pak Scott itoe.

Klaar koelilingin bilangan Mester, kitaorang pindah naar Station

Passer Senen. Tentoe sadja masoep ka dalem gedong station

perhatiken bangoenan langgam Art-Deco dan berpotret dengan

lampoenja jang indah, djoega dengan bentoek bangoenan jang

uniek. Naek Kereta Api dari Mester ka Senen duratienja tjoemah

15 minuten sadja. Namoen, riwajat sedjarahnja jang bakal ditjerite-

raken amet compleet, sahingga Toean-Njonja nistjaja akan soeka
en seneng ati menjimaknja, apalagi jang akan briken pendjelasan 

nja: Toean Aditya Dwi Laksana dari KAB (Kereta Anak Bangsa) en

Toean Scott Merrillees. Kombinatie sedjarah Spoorwegen dengan

sedjarah asal moela nama daerah di Djakarta, dilengkapin foto dan

gambar dari djaman dahoeloe, jang sebagian woedjoed bangoen-

annja misih ada sampe sekarang ini en bentoeknja tetep erg mooi!


(Snacks Pagi)
(Makan Siang)
(Stasiun Jakarta Kota/Batavia Benedenstad)
(Stasiun Jatinegara/Meester Cornelis)
(Stasiun Pasar Senen)

(Gd. Kodim Jatinegara) (Pasar Mester) (Lokasi

bekas Bioscope Djaja) (Viaduct) (Rumah Militer)
(Naik Kereta Api dari Jakarta Kota ke Jatinegara)

(Naik Kereta Api dari Jatinegara ke Pasar Senen)

(Naik Bus AC Blue Bird keliling daerah Meester Cornelis/Jatinegara)

(Naik Bus AC Blue Bird, dari Stasiun Pasar Senen kembali ke MBM)
(Diceritakan tentang sejarah perkeretaapian oleh Aditya Dwi Laksana,
penulis buku "The Beauty of Indonesian Railways") (dan perihal kisah
di balik postcard Djakarta di djaman doeloe oleh Scott Merrillees, pe-
nulis buku "Greetings from Jakarta, Postcards of a Capital 1900-1950")


                                                                         
Minggoe, 26 Oktober
                                                                         Rp.160.000 per orang
                                                                         (seratus enam puluh)

                                                                         (kumpul & mulai acara: 
                                                                          Museum Bank Mandiri 
                                                                          jam 07.30 di pagi hari

                                                                          kalau mau ikutan PTD ini, 
                                                                          email ke: adep@cbn.net.id 
                                                                          (adep at cbn dot net dot id)

 

 

 

 

                                                                      detailnya mingdep yah

 


 

 



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Reroentoehan Kasteel Batavia, Sabtu Sore 18 Oktober 2014



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bekas Kastil/Istana VOC

Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Sabtu, 18 Oktober 2014 djam poekoel 15.00 petang hari

Rp.0/orang, sudah termasuk:
(ikutan Talk Show tentang riwayat Kasteel VOC Batavia)

(lihat presentasi sejarah penyerangan Mataram 1628/29)

(keliling Kota Tua Jakarta diceritain latar belakang yg kita

lewatin secara komplit-plit, plit, plit dengan gambar, foto)
(liwatin Jembatan Kota Intan di Kali Besar dan lokasi bekas
Gerbang Amsterdam, yg dirobohin setelah Kemerdekaan RI)

(bezoekin bekas Kasteel VOC Batavia yg berdiri sejak tahun

1600an, tepatnya setelah VOC berangus Jacatra/Jayakarta)

(perihal peristiwa itu nantinya akan ditjeriterakan seluruhnya
oleh Pak Andy Alexander, periset, penggemar, penyuka, peng-
gila sejarah VOC & Pak Arend A. de Carpentier, keturunannya
yg ke-17 dari Gubernur-Jenderal VOC Pieter de Carpentier, yg
menjabat dari tahun 1623-1627, yaitu diantaranya jabatan J.P.
Coen yg pertama 1619-1623, dan yang kedua thn 1627-1629).
(Pieter de Carpentier itu Gubernur-Jenderal VOC yang meletak-
kan batu pertama rencana pembangunan Kasteel VOC Batavia).


(silahkan kirim email kepada kami sebelomnya, untuk konfirmasi
keikutsertaan pada acara koelilingin Kasteel VOC Batavia nanti,
alamat emailnya: adep@cbn.net.id adep at cbn dot net dot id)




Pintoe Besar, Pintoe Ketjil, Djalan Tjengkeh, Djalan Kopi, Djalan Lada, Djembatan Kota

Intan, Djalan Ketoembar, Djalan Teh. Oh, darimana datengnja itoe nama-nama daripa-

da hatsil boemi Noesantara? Pingin tahoe lebi lengkapnja di balik alesan dibriken nama

terseboet? Lekas kosongkan hari Toean-Njonja en toeroet dalem programma daripada

SAHABAT MUSEUM jang dojan berbagi kisah sedjarahnja kota Jakarta, pada soewatoe

petang di tengah boelan Oktober tatkala tjoeatja tjerah dan anginnja sedjoek, ia itoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Reroentoehan Kasteel

Batavia Saptoe, 18 Oktober 2014 dari poekoel 15.00 sampe 18.00 koerang lebinja

Jacatra (Jayakarta) hantjoer-leboer. Pendoedoeknja kaboer. Kota baroe jang mendjadi
soenji sijap dibangoen. Nama ditjari, Jan Pieterszoon Coen pengennja pake nama Nieuw-
Hoorn ataoe Hoorn-Baroe, saperti nama kampongnja di Belanda sono. Namoen, apa bole
boeat, penggede VOC di Amsterdam lebi demen nama Batavia, jang diambil daripada na-
ma soekoe bangsa Batavieren, nene' mojangnja Orang Belanda jang asalnja dari negerij
Djerman. Nama itoe ditjetoesken oleh: Meneer Van Raai, pegawai VOC pada tanggal 12
Maart 1619. Sedangken VOC menggempoer Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619, ataoe
1 stengah boelan sasoedanja. Nama Batavia ini pertama kalinja diabadiken sebagi nama
kasteel/istana, kamodian dipake sebagi nama kota baroe Kompeni VOC di Timoer Djaoeh.

Kasteel Batavia letaknja di bilangan paling oetara kota Djakarta. Sekarang ini berhadep-
an dengan Plaboehan Soenda Calapa. Loeas awalnja 3,6 hectar. Bersegi empat dengan
meriam di tijap-tijap koeboenja. 4 koeboe itoe dinamaken dari nama jewelry (perhiasan),
ada: Robijn (batoe delima), Safier (batoe nilam), Parel (moetiara), dan Diamant (Intan).
Nama jang terachir itoelah jang sampe hari ini kitaorang kenal sebagi: Kota Intan, jang
poenja djembatan gantoeng kerap diseboet: Djembatan Kota Intan, jang locatienja pre-
cies di oedjoeng Kali Besar, dan maroepaken satoe-satoenja djembatan dari djamannja
VOC jang misih ada, walopoen sempet dihantjoerin oleh Pasoekan Mataram tahon 1628.

Bole dibilang, Kasteel Batavia ini maroepaken asal moelanja (tjikal-bakal) Kota Djakarta.
Tana jang dibeli pada tahon 1610-1611 semangkin lama semangkin berkembang mendja-
di kota ketjil poesat pamerentahan VOC di loear negerij Belanda. Kahidoepan jang terda-
pat
di dalem itoe benteng berdjalan normaal lajaknja kota modern, dengan gedong jang
gede dan modern. Ada Kantoor J.P.Coen, roema para penasehat Dewan Hindia, saoeda-
gar oetama, walikota, anggota Dewan Hindia, roeang persedjataan, roema oentoek ber-
senang-senang (plezier huis), toko obat, pemboeatan roti, geredja, goedang, pendjara
dan laen sebageinja. Tembok jang tinggi melindoengin dari serangan moesoeh, bentoek-
nja jang mirip koera-koera, dengan koeboe-koeboe pengintai di tijap-tijap soedoet oen-
toek kassie rapport (report/laporan) antjeman moesoeh priboemi jang sijap bertempoer.

Bahan bakoe bangoenan kasteel terseboet didatengken langsoeng dari negerij Belanda
en dari Pantai Koromandel di tenggara India, sebab-sebab tiada moengkin ambil bahan
material dari lingkoengan sekitar, dimana para pasoekan daripada Bantam (Banten) en
Tjirebon (Cirebon) plus Mataram dengan djoembelah lebi banjak daripada Tentara VOC.
Adapoen alesan laennja, itoe batoe jang gede-gede, dimangpa'atken sebagi pemberat
kapal tatkala berlajar dalem conditie kosong dari benoea Europa, kamodian koetika ber-
lajar kombali dari Kapoeloan Noesantara, kapalnja penoeh dengan rempah-rempah dan
barang dagangan laennja jang dibeli dari berbagi plaboehan di Java, Sumatra, Celebes,
Moluccas, ataoe tempat laennja, jang bole kassie oentoeng besar Kongsi Dagang itoe.

Begitoe megahnja benteng pertahanan VOC, hingga pintoe gerbang langsoeng mengha-
dep ka laoet mahoe dipasangin batoe setinggi 7 meter. Namoen amet disajangken itoe
batoe-batoean boeat pintoe oetama Kasteel Batavia kandas di tengah perdjalanan ti-
da' sampe di Kota Batavia, melainken tenggelem di laoetan seblah barat-nja Australia.
Kapal dengan moeatan 12 peti isi oeang perak, batoe permata, textile, porcelain, dan
laennja, terpaksa linjap ditelan laoetan sasoeda kassie toebroek karang, jang dikiranja
adalah sinar pantoelan boelan jang mentjorong dari langit. Padahal nakhoda kapal-nja
sedang mabok berat, jang tiada menjadari kaloe-kaloe jang di depannja batoe karang.

Pintoe gerbang jang kelelep pada tahon 1629 itoe, achirnja dikatemoeken oleh nelajan
jang lagi mantjing oedang pada tahon 1963 ! Ataoe di 334 tahon kamodian ! Tida dise-
boetken apatah perhiasan dan doeitnja misih ada ataoe soeda linjap diambil pentjoeri.
Batoe-batoe jang moelanja mahoe dipasangin di pintoe oetama Kasteel Batavia VOC,
sekarang di-display di Museum Maritime di Kota Freemantle, seblah selatan-nja Perth.
Moengkin sadja, sahaBATMUSeum di tahon-tahon mendatang kassie koendjoeng itoe
museum, sekalian plesiran ka Poelo Tasmania, Botany Bay Sydney en Nieuw Zeeland.

Perihal Kasteel Batavia dan sedjarah perkembangan Kota Jakarta dari nol, nantinja a-
kan kitaorang tjeriterakan setjara detail dilengkapin gambar poster, dan foto conditie
djaman doeloenja. Toean-Njonja tentoe poenja kepala bakalan seger, dan semangkin
tjinta dengan Kota Kita Jakarta ini. Didjamin poeas, kwaliteit nummer een (satoe), ti-
da ada lagi ketjap jang lebi manis daripada programma: PLESIRAN TEMPO DOELOE ini,
jang soeda pengalaman 123 kali bikin atjara koelilingin tempat-tempat bersedjarah di
Indonesia dan Belanda, en moengkin sadja di kamodian hari, bilamana dibriken kasiha-
tan jang sihat-sentausa, financieel jang tjoekoep, en kasempatan jang baek, bezoek
continent laen saperti Amerika, Australia, dan Afrika boekan isepan djempol belaka :)

Oentoek hari Saptoe besok, semoea activiteit dilakoeken dengan berdjalan kaki, moe-
lai djam poekoel 3 petang hari. Sijapken stamina en kewarasan badan jang prima. Ba-
wa minoeman en makanan boeat soeipaja tida lekas lemes. Ini atjara terboeka boeat
siapa sadja jang kapengen ikoetan. Orang moeda, orang toea, anak ketjil silahkan sa-
dja gaboeng, tiada wates (batas) oemoer. Adjak segenap temen, sodara, familie dan
sobat-ande. Berapa sadja djoembelahnja bole, asalkan daftarken liwat soerat listriek.

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas !!!

djikalaoe pada temponja hoedjan ada menggoejoer, kitaorang aken moelai ini plesiran

sasoedanja itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, en tida berganti hari

ataoe tanggalnja. Tetap tanggal itoe.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org


(beberapa sumber sejarah dikutip dari sejumlah buku:
"Toko Merah, Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian
Muara Ciliwung, Riwayat & Kisah Penghuninya", karya
Thomas B. Ataladjar; lalu "Tempat-tempat bersejarah
di Jakarta" dan "Sumber-sumber asli sejarah Jakarta",
karya A.Heuken SJ; en "Kisah Oostzydsche Pakhuizen
(Gudang Bagian Timur)" dan "Oostzydsche Pakhuizen,
Mengapa tempat ini harus dilestarikan?", tulisan Max

de Bruijn; "Sejarah para Pembesar Mengatur Batavia",
karya Mona Lohanda; DVD "De Gouden Eeuw", liputan
NTR dan Vpro, yg ditayangkan TV Belanda thn 2012).
 



Susunan Acara PLESIRAN TEMPO DOELOE – 18 Oktober 2014

15.00 - 15.30: Pendaftaran Ulang di Museum Bank Mandiri
15.30 - 15.45: Penjelasan dari Pak Arend A. de Carpentier
15.45 - 16.00: Penjelasan dari Pak Andy Alexander
16.00 - 17.00: Keliling Kota Tua Jakarta & Kasteel Batavia
17.30 - 18.00: Berangkat ke Museum Bank Mandiri, kelaar.



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

13.10.14

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 18 Oktober 2014




SAHABAT MUSEUM
dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE 
                     
                               REROENTOEHAN KASTEEL BATAVIA


Djakarta, kota jang hari ini berpendoedoek sadjoembelah 10

djoeta orang, doeloenja maroepakan kota jang amet penting

di Asia. Sebagi poesat perdagangan Kompeni VOC (proesa-

haan dagang Hindia-Timur), jang membentang dari Tandjong

Harapan (Cape of Good Hope) di Afrika, hingga ka Deshima,

Djepang. Belanda pilih bilangan jang doeloenja diseboet Ja-

catra ini (Jayakarta) goena moelain imperium kakoeasaannja.

Siapa jang koesain wilajah Molukken (Maluku), maka dia jang

koeasain doenija liwat perdagangan spices (rempah-rempah).

Molukken negerij sorga-doenija penghasil rempah-rempah di

pasaran doenija, sediaken berbagei matjem taneman "adjaib"

oentoek keboetoehan di Europa. Chasijatnja jang moestadjab

en dipetjaja ampoeh patoet dimilikin penoeh oleh siapa sadja
jang paling koeat pasoekan perangnja, poen financieel (doeit).


Pala (nutmeg), tjengkeh (clove), lada (pepper) en kajoe manis

(cinnamon) maroepaken taneman rempah-rempah oetama jang

dipreboetken Bangsa Europa: Portugeesch, Spanjol, Inggeris,

dan Belanda. Konfliek, perang, pertempoeran di laoet, di darat,

kerap terdjadi demi mempertahankan kedjajaan proesahaannja.

Loge (lodji), benteng, kasteel (poeri) dibangoen goena kassie

simpen hatsil boemi jang mahal itoe, dan sigra dibawa ka Euro-

pa oentoek dapetken kaoentoengan doeit gede jang bikin bidji

bola mata melotot njaris keloear zonder pardon (tanpa ampoen).

Oentoek itoe, maka kota jang makmoer moesti dilindoengin de-

ngan kakoeatan jang prima. Benteng pertahanan dilengkapi koe-

boe-koeboe jang ditarok sadjoemblah meriam en soeker ditem-

boes oleh serangan moesoeh, soeda dibangoen di tepi laoetan.

Kahidoepan di dalemnja didjaga baek. Ambitie Jan Pieterszoon
Coen 
berdiriken satoe Kota Kompeni jang lebi bagoes daripada

Malacca, memboeat tana di bagian oetaranja kota Jacatra brobah

woedjoednja mendjadi poesat pamerentahan plus istananja VOC.

Kitaorang dari sahaBATMUSeum bakalan dengan hati girang dan

goembirah kassie anter Toean en Njonja oentoek bezoekin tana

bekas kedjajaan VOC dari tahon 1619 hingga bangkroetnja kom-

peni itoe di achir abad ka-18 (tahon 1799). Ditemenin oleh Toean

Andy Alexander en Meneer Arend A. de Carpentier, jang maroe-

paken ketoeroenan langsoeng dari Goebernoer-Djenderal VOC
jang ka-4, ia itoe: Pieter de Carpentier (mendjabat di tahon 1623-

1627). Meneer Arend ini maroepaken ketoeroenannja jang ka-17.

Ditanggoeng poeas koelilingin bilangan Kota Tua Jakarta dengan
achlinja dan kitaorang bakalan kassie terang dengan pendjelasan

tentang bekas locatie Kasteel/Istana Batavia kebanggaan Kompe-

ni, jang sekarang misih ada sisa reroentoehannja en berdiri kokoh.

Satoe tembok saksi bisoe heibatnja itoe proesahaan dagang VOC

jang nantinja ditjeriteraken dilengkapin dengan gambar dan portret  

tempo doeloe. Di tijap-tijap langkah seolah-olah kitaorang masoep

ka dalem mesin waktoe rasahken perdjalanan perkembangan sed-

jarah Jakarta setjara detail, jang bikin otak entjer, pinter en djoeara. 

                                                                   

                                           
Saptoe, 18 Oktober,
djam 15.00 petang
Rp.0,- (zonder betalen)
(alias kagak bayar cing)

(kumpul & mulai acara: 
Museum Bank Mandiri
Jl. Pintu Besar Utara, di
Jakarta Kota, seberang-
nya Stasiun Jakartakota)

kalau mau ikutan PTD ini,
email ke: adep@cbn.net.id 
(adep at cbn dot net dot id)





                             detailnya esok atau lusa yah

 



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___
Posting Lama Beranda