4.7.15

[tourismindonesia] (masih ada bangku kosong) PLESIRAN TEMPO DOELOE: Mesigit (Masdjid) Sedari Abad Ka-17, Minggu 5 Juli 2015 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

Yuk ikutan, masih ada beberapa bangku yang kosong.
Untuk penjelasan yg lebih detailnya, silahkan hubungi
email: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id)
(ada 1 gambar terlampir di email ini, jika tidak keluar
di inbox Anda, silahkan hubungi email yang di atas :)

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Mesjid Tua
Kumpulnya di GOR Bulungan (Gedung Olah
Raga) Jl. Bulungan, dekatnya Blok M Plaza
(lokasi persis dikabari di email selanjutnya)
(terutama yg sudah pada mendaftar ikut)

Minggu, 5 Juli 2015, jam 11.30 WIB siang

Rp.300 ribu/org, sudah termasuk:

(Hidangan Buka Puasa :)
(Mesjid Al-Anwar, Angke)
(Mesjid Al-Makmur, Cikini)
(Mesjid Al-Anshor, Pekojan)

(Mesjid Cut Meutia, Menteng)

(Mesjid Kampung Bandan, Ancol)
(Mesjid Luar Batang, Penjaringan)
(Naik Bus AC Laks, Gamya Group)

 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org



__._,_.___

Attachment(s) from Ade Purnama | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)


Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

1.7.15

[tourismindonesia] File - contact person tourism indonesia.txt

Contact Person
Tourism Indonesia


Dear members,

Silakan kalau berminat ingin menambahkan.

Terima kasih


Salam Wisata Nusantara!



Radityo Djadjoeri
Moderator



Kalimantan

Natigor Tour n Travel
Ruko Balikpapan Baru Blok AB 2 No.16
Phone :( 0542 ) 877648
Fax:( 0542 ) 877254
YM: natigorparna@yahoo.com
kontak: Martin
Website: www.natigor.

Keisya Tours and Travel
Jl Kampung Kelawi No 43 Padang
Telp : 0751 9508927 facs : 0751 891436
Email : keisyatour1@gmail.com
YM & FB : dyan_hamama@yahoo.com

service in air ticket - Hotel voucher - Tour package

Regards/Dyan Hamama
085274298717




------------------------------------

------------------------------------

Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
tourismindonesia-digest@yahoogroups.com
tourismindonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
tourismindonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

30.6.15

[tourismindonesia] Online integration for hospitality in Indonesia



Online integration for hospitality in Indonesia

Indonesia hospitality and social media integration
Indonesia is receiving a steadily increasing stream of visitors, but it is still lagging behind regional competitors in terms of number of tourists. To gain visibility on Internet, attract more visitors in individual hotels and for the Indonesian hospitality sector as a whole, it is critical to take advantage of technology and social media.
"The potential of social media and review platforms is not fully realized."

Technology and social integration in Indonesia's hospitality sector – summary

  • Indonesia and Tourism – Facts and figures – slide 2
  • Indonesia and Hospitality – Facts and figures
    • Regional comparisons – slide 3
    • Indonesia lagging behind – slide 4
    • Hotels and accommodation types – slide 5
    • Evolution of hotels 2009-2013 – slide 6
  • Hospitality trends worldwide
    • Technology trends for hotel efficiency – slide 7
    • Technology trends for service as guests – slide 8
  • The relevance of Internet reviews – slide 9
  • Indonesia and social media – slide 10
  • Facebook and Twitter in Indonesia – slide 11
For more information, check: Internet and social media in Indonesia
  • The importance of reviews to consumers – slide 12
  • Why should hotels respond to reviews? – slide 14

Has the Indonesia hospitality sector embraced social media in their business model?

  • Wrong social media habits in Indonesia's hospitality – slide 16
  • Hospitality survey: social media
    • Facebook and Twitter – slide 17
    • Use of social media in the hospitality sector – slide 18
  • Hospitality survey: reviews – slide 19
  • Conclusion – slide 21
Presentation from May 2014 by Jeffrey Bahar of Spire Research and Consulting





__._,_.___

Posted by: Holy Uncle <holyuncle@ymail.com>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Mesigit (Masdjid) Sedari Abad Ka-17, Minggu 5 Juli 2015



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Mesjid Tua
Kumpulnya di GOR Bulungan (Gedung Olah
Raga) Jl. Bulungan, dekatnya Blok M Plaza
(lokasi persis dikabari di email selanjutnya)
(terutama yg sudah pada mendaftar ikut)

Minggu, 5 Juli 2015, jam 11.30 WIB siang

Rp.300 ribu/org, sudah termasuk:

(Hidangan Buka Puasa :)
(Mesjid Al-Anwar, Angke)
(Mesjid Al-Makmur, Cikini)
(Mesjid Al-Anshor, Pekojan)

(Mesjid Cut Meutia, Menteng)

(Mesjid Kampung Bandan, Ancol)
(Mesjid Luar Batang, Penjaringan)
(Naik Bus AC Laks, atau Big Bird)

(Ditjeritaken oleh Andy Alexander jang demen riset perkara compagnie
VOC, sadjiken kisah interessant, perkara riwajatnja masdjid di bilangan
Kota Tua Jakarta & kisah boemihangoes Xajacatra/Jayakarta oleh VOC).

(Tida' hanja itoe sahadja, sedjarah dan riwajat Jayakarta, Batavia dan

Jakarta seloeroehannja bakal ditjeriteraken compleet kepada Toean en

Njonja sekalian, soeatoe riwajat jang bole bikin otak semangkin entjer).

 

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65
(begimana tjara mentransfernja,
batja di bagian bawah email ini).

(Please kirim email dahoeloe sablonnja, pasti dibales, goena dapetken
nummer oeroet peserta. Djangan langsoeng ditransfer, sebab malahan
djadi bikin kitaorang bingoeng, lantaran soeda dapet kiriman itoe doeit

jang tida djelas djoentroengannja kerna tida ditoelis nummer oeroetnja)

(anak ketjil, orang moeda poen orang toea, bajarnja sama yah, okeh?!)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price, ia itoelah:
Rp.300.000/org)

 



Architectuur masdjid tempo doeloe di Djakarta banjak jang bagoes. Pengaroeh boeda-

ja dari berbagi etnies bangsa, Europa, Tjina, Bali, Java, hadlirken langgam bangoenan

masdjid jang tjiamik, patoet dikoendjoengin berdoejoen-doejoen bersama familie, dan
sobat-ande dalem programmanja sahaBATMUSeum jang radjin adjak koeliling sedjarah

Djakarta tijap-tijap boelannja. Di hari Minggoe mendatang, kitaorang bakalan pakansi

ka bangoenan masdjid. Gaboeng en isih waktoe di boelan soetji Ramadhan ini dengan

bezoek sadjoembelah masdjid di deketnja Kota Tua Jakarta, Menteng-Tjikini di atjara:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Mesigit (Masdjid) Se-

dari Abad Ka-17Minggoe, 5 Juli 2015, sedjak poekoel 11.30 - 19.00 malem

 

Masdjid berasal dari bahasa Arab, sajada = yasjudu = sujuudan, jang bermakna sujud,

menoendoekkan kepala sampe ka tanah. Dari kata sajada terseboet, terbentoek kata

masdjid, jang maknanja tempat sujud. Namoen pengertian sujud di sini boekan menga-

tjoe ka bangoenan, baek jang beratap ataoe tida, poen berbatas ataoe tida, jang po-

kok adalah tempat sujud. Ada djoega jang hoeboengken kata sujud itoe dengan toen-

doek ataoe patoeh, sahingga masdjid pada hakekatnja ialah tempat oentoek lakoeken

segala activiteieten jang berkaitan dengan kepatoehan kepada Allah semata. Namoen,

dalem kenjataannja, masdjid tida tjoemah dipake sebagi tempat ibadah sadja, djoega

dimanfaatken boeat laen activiteit seperti educatie, dakwah dan boedaja Islam poela.

 

Di Indonesia (sedjak djaman Hindia Belanda), kata masdjid dilafalkennja berbeda-beda.

Ada Mesigit (Djawa Tengah), Masigit (Djawa Barat), Meuseugit (Atjeh), Mesigi (Soela-

wesi Selatan). Kitaorang goenakan kata Mesigit dalem tadjoek plesiran tempo jang se-

karang ini, sebab-sebab kata itoe kerap ditoelis di loekisan dalem boekoe-boekoe jang

beredar di djaman doeloe. Adapoen bangoenan tempat shalat jang ketjil dan tida terla-

loe besar, dan tida dipake oentoek Sholat Djoemaha'at (seperti Mushola), diseboetken

dalem berbagi nama, tjontohnja: Meunasah (Atjeh), Soeraoe (Minang) Langgar (Java),

Tajug (Soenda), Bale (Banten), Langgara (Soelawesi), Soero ataoe Mandersa (Batak),

Santren (Lombok). Pada plesiran sahaBATMUSeum nantinja kitaorang bakalan bezoek
masdjid-masdjid di bilangan Oud Batavia (jang di deket Kota Tua Jakarta), dan Nieuw

Batavia (kawasan baroe Batavia, sasoedanja dipindahken oleh H.W. Daendels, 1809).

 

Masoep Bus AC, pedjamkan mata barang sedjenak, relax, hiroep oedara seger dari ac,

bajangken berada di tahon 1648 tatkala liwatin Pintu Tol Senayan deket Hotel Sultan.

Wooooosssshh... Kitaorang soeda di abad ka-17. Exit Tol Sunda Kelapa, belok kanan

ka Djalan Gedong Pandjang landjoet Djalan Pejagalan. Stop di sini, djalan kaki sedikit

sadja ka Masdjid Al-Anshor jang menoeroet laporan saorang pendeta di dalem sidang

Dewan Geredja pada tanggal 18 Mei 1648, di seblah baratnja Tembok Kota (Batavia),

soeda berdiri satoe bangoenan jang diseboet "Moorsche temple". Temple jang dimak-

soed di sini ialah masdjid. Moor maroepakan seboetan oentoek orang Islam dari India,

jang djoega diseboet sebagi orang "Keling", jang menetap di mari sedjak tahon 1633. 

Masdjid itoe tetap berdiri, maskipoen soeda dibriken larangan dari Kompeni, soepaija

tida berdiriken tempat ibadah selaen Geredja Protestan sedari koeroen waktoe 1651.

Masdjid Al-Anshor ini bole dibilang, sekarang maroepakan masdjid tertoea di Jakarta.

 

Naek Bus lagi toedjoean Djalan Pangeran Toebagoes Angke, jang doeloe pernanja di

pinggir Bacharachts Gracht (sekarang Kali Angke). Masoep Gg. Mesjid, Toean en Njo-

nja bakalan kaget dan kagoem ada masdjid bagoes dengan langgam tjampoeran dan

misih tampilken kaindahaan seperti tatkala itoe masdjid di abad ka-18 silam. Nistjaja

itoe bakalan kassie poeas hasrat memortret bangoenan klasiek jang tiada kadoeanja.

Dibangoen oleh orang Tjina -dari Tartar- jang kawen dengan orang Bantam (Banten).

Menoeroet sala satoe soember, kata "Angke" itoe berasal dari Tionghoa jang bermak-

na "Kali jang (soeka) bandjir", jang kata peneliti Lombard ia itoe "Riviere qui deborde".

Masdjid Angke, sekarang bernama Mesjid Al-Anwar, bole dibilang satoe masdjid jang

ametlah interessant poenja di Djakarta. Menarik dalem segi sedjarah, djoega dari se-

gi architectuurnja. Soenggoe elegant dan dioekir dengan sampoerna jang dibikin toe-

kang Tionghoa pada pintoe masoep oetama, tetapi bentoek bangoenannja chas dari
Belanda, poen dapet diliet di anak tangganja. Denah dasarnja lajaknja masdjid di Dja-

wa, dan oedjoeng-oedjoeng atapnja sedikit melengkoeng ka atas menoendjoek pada

punggel roemah Bali. Oh, soeda terdapat 4 matjem langgam pada Masdjid Angke itoe.

Masdjid ini sempet dibiarken kosong sedjak tahon 1919, hingga 1936. Kamodian kom-

bali dipake pada tahon 1951, dan digoenakan lagi saperti sedia kala, ia itoe: Masdjid.

 
Klaar koendjoengin Masdjid Angke, perdjalanan berlandjoet ka masdjid jang loemajan
bekend, ia itoelah Masjid Loear Batang. Bekend en semboeni djoega (semboenji, tida
nampak dari djalan besar) saperti doea masdjid sablonnja. Agak soeker datengin itoe
masdjid, kerna kaloe-kaloe mahoe liwat Museum Bahari moesti bloesoekan liwat djem-
batan ketjil dan pemoekiman padet, dan itoe berdjalan kaki. Djikaloe pake automobile
(mobil) djoega soelit, sebab-sebab djalanannja tjoemah moeat 1 auto, dan tatkala di
oedjoeng sana ada auto laen, maka Toean dan Njonja moesti brenti dan menoenggoe
sampe itoe auto melintas. Djangan chawatir tida bakal sampe itoe masdjid, kitaorang
poenja pintoe resia (rahasia) jang dapet diliwatin bus gede, dan djalan kakinja sedikit
sadja zonder bikin nafas djadi ngos-ngosan ataoe rerongkongan (tenggorokan) kering.
Masdjid Loear Batang walopoen bentoek fisieknja soeda berobah totaal akibat renova-
tie zonder ampoen, tinggalken kisah sedjarah jang penting dan melegenda. Menoeroet
Resolutie Goebernoer-Djenderal en Dewan pada tanggal 13 December 1729 itoe baroe
dioeroek pada pertengahan abad ka-17, dan dihoeni oleh orang-orang Djawa dari Che-
ribon sedjak tahon 1730. Marika bertoegas bersihken moeloet/oedjoeng Kali Tjiliwoeng
soepaija kapal dapet masoep ka dalem Passer Ikan, jang pernanja tida djaoe daripada
Masdjid Loear Batang terseboet. Dari locatie ini diabadikenlah nama "loear batang" ini,
ataoe "groote boom", jang maknanja ialah saboeah batang besar jang menoetoep pe-
laboehan pada malem hari, dan ada jang bilang sematjem "portal" oentoek boeka-toe-
toep tatkala kapal mahoe masoep ataoe kaloear dari Kali Tjiliwoeng, ataoe Kali Besar.
 
Masdjid Loear Batang moelanja tida berkiblat, moengkin kerna sablonnja (sebelomnja)
maroepaken roema biasa daripada Alhabib Husein Bin Abubakar Bin Abdillah Al-aydrus,
jang berasal dari Hadramaoet, Yaman Selatan. Ada jang poenja opini kaloe-kaloe itoe
roema di kamodian hari dipake boeat tempat shalat ataoe mushola, lantas semangkin
lama berkembang mendjadi masjid jami' (masdjid raya). Di dalem gedong masdjid itoe,
terdapat Makam Alhabib Husein Bin Abubakar Bin Abdillah Al-aydrus jang bertoelisken
tahon 1756, maskipoen di soember laennja tahonnja ialah 1796. Namoen demikian wa-
lopoen informatie agak berbeda, masdjid terseboet kerap dikoendjoengi oleh para dja-
ma'ah dari loear kota Djakarta poen loear negerij. Marika pertjaja bilamana marika ber-
do'a di depan Makam Alhabib, maka harepan/asa marika bole dikaboelken dengan baek.
Dahoeloe, orang jang mahoe Naek Hadji kerap dateng ka Masdjid Loear Batang goena
shalat, dan sasoeda kombali dari Tanah Soetji, ia dateng lagi ka masdjid keramat itoe.
 
Misih di bilangan oetaranja Djakarta, Bus AC dengan hemboesan angin jang adem me-
noedjoe arah Antjol via Pelaboehan Soenda Calapa jang kasohor dan stop di djalanan
bawah Tol Dalam Kota Jakarta. Masdjid Kampong Bandan namanja, ataoe resminja ia-
alah Mesjid Al-Mukarromah. Berdiri sedjak tahon 1789, terletak di Kampongnja orang
dari Kapoeloan Banda Naira, di Molukken/Moluccas (Maluku). Ini kampong tinggalken
kisah jang amet sedih. Jan Pieterszoon Coen, ataoe kitaorang kerap denger namanja
sedjak SD doeloe dengan panggilan J.P. Coen, adalah saorang jang tentoeken nasip
Banda, tetapi tida di Kapoeloan Banda Naira melainken di Batavia, koetika ia reboet
di tahon 1619. Diaorang soeda fikirken betoel dengen djitoe, bahoewa iboekota VOC
moesti diberdiriken di Batavia (sekarang Jakarta), en boekanlah di Bantam (sekarang
Banten) jang soeda penoeh oleh pedagang dan orang asing. Coen jang oleh orang di
Betawi sering dipanggil Mur Jangkung itoe, tantjepken itoe taringnja pada kota Bata-
via ini, jang bole dibilang meroepaken poesat daripada VOC di timoer djaoeh jang me-
mbentang dari India liwat Noesantara sampe Djepang. J.P. Coen fikir bahoea itoe ka-
poeloan Banda jang soeboer poela sentausa moesti ditakloekken, en orang-orang Ba-
nda jang keras kepala haroes dibinasakan ataoe diboeang djaoe dari kampongnja. Itoe
pemikiran Coen pada sedjatinja soeda difikirken setjara mateng oleh para pendahoeloe-
nja, tetapi marika koerang bengis, kedjem, dzolim, djadinja actie-nja serba nanggoeng.

 

Pada awal tahon 1621, Coen koempoelken segenap pasoekan dari Batavia dan berlajar

menoedjoe Ambon, kamodian kassie serboe Kapoeloan Banda Naira dengen bawa arma-

da sebanjak 13 kapal besar, 3 kapal ketjil (jang choesoes dipake oentoek bawa berita),

pasoekan Europa berdjoemblah 1665 orang itoe plus 250 garnisoen dari Banda dan 286

orang hoekoeman dari Java sebagi toekang dajoeng kapal dan toekang angkoet barang, 

dan djoega 100-an algodjo asal Djepang. Dengan djoembelah armada, djoega pasoekan

jang sebanjak itoe, soeker oentoek bilang misie itoe gagal, en sasoedanja reboet seba-

hagian wilajah di Banda, Coen dan kompeninja dengen sekehendak hati tangkepin rakjat

Banda dan diboeang djaoe ka Batavia. Pada satoe pengiriman diberangkatken totaalnja:
883 orang, itoe soeda termasoek dari 287 prampoean en 240
anak ketjil, jang mana 176

dari marika meninggal doenija dalem pelajaran sebab-sebab dari kelaperan en terdjangkit

penjakit, jang tempo-tempo tjoema di-kassie makan-minoem dikit. Marika itoe, bole dibi-

lang ialah warga Djakarta generatie brikoetnja setelah tahon 1619, jang isihnja serdadoe

VOC, Orang Tjina en kaoem Mardijkers (orang merdeka). Nene' mojang orang Djakarta di

Kampong Bandan, jang kitaorang akan samperin hari Minggoe petang tanggal 5 Juli itoe.


Poeas berkoendjoeng ka masdjid-masdjid di bilangan oetara Djakarta, Bus meloentjoer
ka Selatan (ataoe tengah kota Jakarta sekarang). Dari Djalan Lodan Raya (doeloenja
Heerenweg) via Kota Tua Jakarta en Station Batavia Benedenstad (sekarang Stasiun
Jakarta Kota), loeroes ka Molenvliet Oost straat (sekarang Djalan Hayam Wuruk) dan
Koningsplein West straat & Koningsplein Zuid straat (Djalan Medan Merdeka Barat en
Djalan Medan Merdeka Selatan) laloe Parapatanstraat (Djalan Medan Merdeka Timur),
Mentengstraat (Djalan Menteng Raya), belok kanan ka Gedong N.V. de Bouwploeg di
deketnja Station Gondangdia sekarang. Ada bangoenan kantoor, jang bikin peroemah-
an baroe boeat orang Belanda jang semangkin lama semangkin banjak djoembelahnja.
Pada abad ka-18 nama daerah Menteng, tempo-tempo (kadang-kadang) diseboet se-
bagi "Tanah Partikulir Mataram", dan di pertengahan abad ka-18 dimilliki oleh saorang
Moor (Arab), jakni Assan Nina Daut, laloe berpindah tangan berkali-kali kepada orang
Belanda. Nah, sedjak pertengahan abad ka-19, tanah di Menteng dimiliki kombali oleh
orang-orang Arab. Peroesahaan "real estate" de Bouwploeg (jang lidah orang Betawi
melafalkennja: Boplo) membeli tanah Menteng seloeas 295 Rijnlandsche roeden pada
tahon 1908, jang di tahon 1942, loeas tanah terseboet koerang lebinja ditaksir seloe-
as 62 hectar. Kawasan ini Menteng dikembangken saperti model Djawa dengan kebon
jang loeas lajaknja roemah-roemah di sekitaran djalanan di Koningsplein (sekarang di
sekeliling Monas), namoen dengan loeas tanah jang lebi ketjil kerna alesan financieel.
 
Itoe nama compagnie Belanda diberdiriken pada tahon 1912 oleh Meneer PAJ Mooijen,
jang bole djadi toeroet men-design pola Gedong Boplo jang sekarang dirobah functie-
nja mendjadi masdjid itoe. Sedari awal tahon 1900an, ada perobahan perceptie akan
langgam architertuur di negerij koloni Hindia-Belanda. Para architects moeda jang ba-
roe dateng dari Belanda fikir bahoewa langgam bangoenan di kota Batavia soenggoe
keliroe, sebab-sebab marika masih terapkan model jang soeda lawas, membosankan
dan koerang tjotjok dengen perkembangan djaman, atjapkali bikin oelang model jang
sama berkali-kali (copy-paste?). Maka tatkala Pak Mooijen berdiriken itoe peroesaha-
an/compagnie "bikin roemah" Bouwploeg, di kamodian hari bikin gedong jang bole dibi-
lang dianggep sebagei tjiri chas Hindia-Belanda ataoe bekend dengen seboetan Indi-
sche Bouwstijl (gaya bangunan Hindia). Gedong jang boekan di-design oentoek mas-
djid itoe, sesoedahnja peroesahaan Bouwploeg bangkroet sasoeda ditinggalken oleh
pendirinja, si Pak Mooijen itoe di tahon 1918, kamodian dipake oleh banjak instantie,
diantaranja: Proviciale Waterstaat, Angkatan Laoet Djepang di masa Perang Pasifik,
Staatspoorwegen (djawatan kereta api), kantoor secretariaatnja DPRD-GR en MPRS,
hingga KUA (Kantor Urusan Agama). Moelain dipake beneran sebagi mesdjid di tahon
1985, djadi tida heiran itoe gedong kok koerang tjotjok dengan bentoek mesdjid pada
oemoemnja. Sebagian besar bentoeknja masih sama dengan jang di tahon 1912 (wah
berarti soeda 100 tahon lebi oemoernja), namoen sajang, tangga besar jang berada di
Hall oetama soeda dipotong habis tahon di 1995 silam, sisahkan bekas tangganja dikit.
 
Area kantoor N.V. de Bouwploeg pernahnja di belakang Van Heutszplein (Taman Van
Heutsz). Iaorang adalah djenderal besar jang berperang dalem takloekken Atjeh. Ma-
ka tida heiran, dijakaloe di sekitar Gedong Boplo itoe, sekarang banjak nama dari Pah-
lawan Atjeh bertebaran, saperti halnja Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Cut Nya Dhien,
Cut Meutia. Dan nama jang paling achir inilah, jang digoenaken oentoek masdjid itoe.
Adapoen itoe nama Taman Van Heutsz digantiken dengen: Taman Cut Meutia. Djalan
besar-pandjang jang bernama Van Heutsz Boulevard diganti nama Djalan Teuku Umar.

Koeliling masdjid bersedjarah di Djakarta berachir di Masdjid Al-Makmur, Djalan Raden
Saleh, Tjikini. Itoe masdjid, menoeroet informatie jang diberiken oleh Yayasan Mesjid
Al-Ma'mur, dibangoen pada tahon 1860 tetapi menoeroet A. Heuken tahon 1850, da-
lem soeaetoe halaman roemahnja jang loeas. Sasoeda Raden Saleh bertjerai dengan
isterinja jang orang Belanda, roemah en tanahnja didjoeal kepada orang Arab, berna-
ma Sayid Ismail bin Sayid Abdullah bin Alwi Alatas, kamodian orang Arab ini mendjoe-
alnja sebahagian tanah terseboet, kepada Koningin Emma Stichting (Yayasan Ratoe
Emma), jang membangoen dan kassie oeroes roemahsakit Tjikini. Roemah Raden Sa-
leh dengan langgam gothic jang megah itoe, dirantjang sendiri oleh Raden Saleh, se-
karang misih berdiri tegoeh di perkarangan Rumah Sakit Cikini, dan doeloenja bahagi-
an dari tanahnja sampe kompleks TIM (Taman Ismail Marzuki), termasoek dierentuin
(kebon binatang) jang sedjak tahon 1960an dipindahken oleh Goebernoer Ali Sadikin
ka Ragoenan. Bangoenan jang berdiri sekarang, jang locatienja di bahagian tenggara
daripada TIM itoe, dibangoen sekitar tahon 1923/1924, sasoeda melaloei pedjoangan
jang pandjang, kerna pada tahon 1923, tanahnja didjoeal oentoek dibangoen gedong
laen. Niat oentoek memindahken masdjid terseboet dari lahan sebelomnja, ditentang
keras oleh sadjoembelah Ummat Islam dari pendjoeroe negerij, oetamanja Tana Java.
Tokoh-tokoh besar jang toeroet ambil andeel dalem selametken masdjid itoe adalah:
Hadji Oemar Said (H.O.S) Tjokroaminoto, Kiyai Hadji Mas Mansyur, Hadji Agoes Salim,
Abikoesno Tjokrosoeyoso, jang achirnja masdjid moesti digeser (digoesoer ka timoer).


Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.300.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.300018 << angka 18

di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.300.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja, saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

 

Transfernja bole sekaligoes = Rp.900018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.900.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja Rp.300018, Rp.300019, en Rp.300020

ataoe, misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.1.200.018 oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 en 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 
Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

 

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku: "Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta",
"Mesjid-mesjid tua di Jakarta", "Sumber-sum
ber asli sejarah Jakarta Jilid II", "Menteng

'Kota taman' pertama di Indonesia", karya A.Heuken SJ; "Jakarta Potraits of a Capital,

1950-1980" dan "Jakarta, Postcards of a Capital, 1900-1950", karya Scott Merrillees; 

Johannes Rach, Seniman di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan Nasional RI &

Rijksmuseum Amsterdam, 2002); "Orang Arab di Nusantara", karya LWC van den Berg;

"Raden Saleh, Anak Belanda, Mooi Indie * Nasionalisme", karya Harsja W. Bachtiar, Pe-

ter B. R. Carey, Onghokham; buku "Betawi: Queen of the East", karyanya Alwi Shahab;

artikel Kompas "Cahaya dari Masjid Luar Batang", Kamis 10 Juli 2008, oleh Windoro Adi;

"Pintu Air Luar Batang Ditutup Mati", Kamis, 5 Juni 2008, oleh (ONG/CAL); "Masjid Tua

yang Tak Lagi Tampak Tua", Selasa 12 Oktober 2004, tulisan Susi Ivvaty; "Real Estate

Menteng dalam Dilema", Minggu 11 Agustus 2002, oleh Aditya W Fitrianto; Wisata Seja-

rah "Raden Saleh, Ilmuwan yang Terlupakan", Senin 8 November 2010, oleh Herpin Dew-

anto; Lukisan "Restorasi Karya Raden Saleh Terkendala Istana", Sabtu 27 Juli 2013 oleh

(DOE); Peninggalan Bersejarah "Rumah Raden Saleh Memprihatinkan", Rabu 31 Juli 2013,

oleh (DOE); Raden Saleh "Makamnya Satu Sumbu dengan Istana Bogor", Senin 28 Juni

2010, oleh (RTS); Cagar Budaya "Rumah Raden Saleh Dikonservasi", Senin 5 Agustus

2013, oleh (DOE); Raden Saleh "Dijanjikan, Restorasi Mulai 12 Agustus", Kamis 1 Agus-

tus 2013, oleh (DOE); Jalan-Jalan "Menapaki Jejak Raden Saleh", Sabtu 5 November

2011, oleh Antony Lee & Riza Hidayat; Wisata Sejarah "Menapak Tilas di Bogor", Sab-

tu 5 November 2011, oleh (GAL/NDY); Panggung Seni Budaya "Bencana Mengintai di

Halaman Raden Saleh", Jumat 9 Januari 2015, oleh Aloysius B Kurniawan; Refleksi "Ra-

den Saleh 200 Tahun (1807-2007)" Minggu 22 April 2007, tulisan Sardono W Kusumo;

"Karya Lukis Raden Saleh Kurang Dihargai Pemerintah", Rabu 19 Mei 2004, oleh (IDN);

artikel Warta Kota: Dibalik Cerita Sejarah Mesjid Angke (1), "Tempat Berkumpulnya Pa-

ra Pejuang Melawan VOC", Rabu 16 Oktober 2013; (2) "Arsitektur Masjid Gabungan Em-

pat Unsur Budaya", Kamis 17 Oktober 2013; (Habis) "Minta Nomor Togel Seminggu Ke-

mudian Meninggal", Jumat 18 Oktober 2013, oleh Feryanto Hadi; Masjid Kramat Luar

Batang "Apanya yang Bersejarah?", Minggu 17 Oktober 2004, oleh (pra); Soal Reno-

vasi Masjid Luar Batang "Bangunan Masjid dan Makam Sudah Banyak yang Tak Asli",

Kamis 29 April 2004, oleh (max); "Menyusuri Jejak Budak dari Pulau Banda", Selasa

21 Januari 2003, oleh (m7); Kisah Masjid Al Mukaromah Kampung Bandan, Jakarta

Utara (I) "Berawal dari Pencarian Dua Makam Ulama Besar", Kamis 3 Juli 2014; (II)

"Tempat Wisata Rohani di Bulan Ramadhan", Jumat, 4 Juli 2014; (Habis) "Dikelilingi

Empat Makam Habib", Sabtu 5 Juli 2014, oleh Feryanto Hadi; Kisah Masjid Cut Meu-

tia Menteng Sejak Zaman Belanda (I) "Dulunya Jadi Kantor MPR Sementera", Senin

14 Juli 2014, oleh Vini Rizki Amelia; artikel Warta Kota, Wisata Kota Toea "Ngabubu-

rit sambil Mengenal Masjid", Selasa 1 September 2009, oleh Pradaningrum Mijarto;

"Masjid Berlanggam China di Batavia", Selasa 20 Maret 2012, oleh Djulianto Susan-

tio; "Pengemis di Masjid Luar Batang", Senin 3 Desember 2012, oleh Lily Utami; "Bo-

plo = Bouwploeg, Sampur = Zandvoort", Jumat 17 Desember 2010, oleh Djulianto Su-

santio; "RS Cikini Rumah Sang Maestro", Jumat 27 Agustus 2010, oleh (tan); "Raden

Saleh di Punggung Becak", Kamis 13 September 2012, oleh Frieda Amran; "Raden Sa-

leh, Penyumbang Museum Nasional (Habis), Jumat 27 Januari 2012, oleh Djulianto Su-

santio; artikel Warta Kota, Betawi Seabad Silam, 19 November 1903 "Pejagalan di Pe-

kojan", 19 November 2003, oleh Adit SH; artikel Tempo "Seabad Nieuw-Gondangdia",

8 Juli 2012; artikel di Koran Tempo "Iktikaf di Mesjid Tertua Jakarta", Rabu 1 Septem-

ber 2010, oleh Ratnaning Asih; artikel C&R "Masjid Keramat Luar Batang, Wisata Roha-

ni di Kota Tua", Rabu 10 - 16 September 2008, oleh Komarudin; fotocopy dari Yayasan

Cut Meutia "Perjalanan Panjang Masjid Cut Meutia"; fotocopy dari Yayasan Masjid Al Ma'

mur "Intisari Sejarah Tanah dan Masjid Jami' Al-Ma'mur" buku program Bicentennial Semi-

nar "Raden Saleh Syarief Bustaman: An Artist and His Life, The Many Worlds of Raden

Saleh" June 23-26, 2010; "Biografi Raden Saleh 1807-1880 editorial", diterbitkan oleh

Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta 2004; buku "Masjid-Masjid Bersejarah di Jakar-

ta", karya Kartum Setiawan dan Drs. Tawalinudin Haris, M.S; "Ensiklopedia Jakarta, Cul-

ture & Heritage, Jilid II", terbitan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, di tahun 2005;

buku "The Dutch India Company, Expansion and Decline", karya Femme S.Gaastra; "Se-

jarah Banda Naira", "Sejarah Maluku: Banda Naira, Ternate, Tidore, dan Ambon" karya:

Des Alwi; "Banda", karya Hanna, Simmonds, Lueras; majalah "Coen! Geroemd en Vergu-

isd", terbitan khusus Westfries Museum, Hoorn, The Netherlands, bulan Mei thn 2012). 



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Mesigit (Masdjid) Sedari Abad Ka-17
Minggu, 5 Juli 2015
11.30 – 12.00: Kumpul di GOR Bulungan, Jakarta Selatan
12.00 – 12.30: Berangkat ke Mesjid Al-Anshor, Jl. Pengukiran II, Pekojan
12.30 – 13.00: Keliling Mesjid Al-Anshor (Mesjid Tertua di Jakarta, 1648)
13.00 – 13.30: Berangkat ke Mesjid Al-Anwar, Gg. Mesjid, Jl. TB. Angke
13.30 – 14.00: Keliling Mesjid Al-Anwar
14.00 – 14.30: Berangkat ke Mesjid Luar Batang, Jl. Luar Batang V No.1
14.30 – 15.00: Keliling Mesjid Luar Batang
15.00 – 15.30: Berangkat ke Mesjid Kampung Bandan, Jl. Lodan Raya
15.30 – 16.00: Keliling Mesjid Kampung Bandan
16.00 – 16.30: Berangkat ke Mesjid Cut Meutia, Jl. Cut Meutia No. 1
16.30 – 17.00: Keliling Mesjid Cut Meutia
17.00 – 17.15: Berangkat ke Mesjid Al-Makmur, Jl. Raden Saleh No. 30
17.15 – 17.30: Keliling Mesjid Al-Makmur
17.30 – 17.53: Siap-siap Berbuka Puasa di Mesjid Al-Makmur
17.53 – 18.30: Buka Puasa & Sholat Maghrib di Mesjid Al-Makmur
18.30 – 19.00: Berangkat pulang ke GOR Bulungan, Acara Selesai


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___