1.8.15

[tourismindonesia] File - contact person tourism indonesia.txt

Contact Person
Tourism Indonesia


Dear members,

Silakan kalau berminat ingin menambahkan.

Terima kasih


Salam Wisata Nusantara!



Radityo Djadjoeri
Moderator



Kalimantan

Natigor Tour n Travel
Ruko Balikpapan Baru Blok AB 2 No.16
Phone :( 0542 ) 877648
Fax:( 0542 ) 877254
YM: natigorparna@yahoo.com
kontak: Martin
Website: www.natigor.

Keisya Tours and Travel
Jl Kampung Kelawi No 43 Padang
Telp : 0751 9508927 facs : 0751 891436
Email : keisyatour1@gmail.com
YM & FB : dyan_hamama@yahoo.com

service in air ticket - Hotel voucher - Tour package

Regards/Dyan Hamama
085274298717




------------------------------------

------------------------------------

Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
tourismindonesia-digest@yahoogroups.com
tourismindonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
tourismindonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

31.7.15

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Disinilah Jakarta Bermula, Minggu 2 Agustus 2015 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kelilingin Kota Tua Jakarta

Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 2 Agustus 2015, djam poekoel 07.30 di pagi hari

Rp.0/orang (yap, GRATIIIIIS cing!) sudah termasuk:
(Thee Manis Anget)
(Maem Snacks Pagi)
(Makan Siang Enak)
(Aer Minum Botolan)

(Tiket masuk Museum Bahari)

(Naik ke Menara Syahbandar)

(Tiket masuk ke Jembatan Kota Intan)

(Tiket masuk Pelabuhan Sunda Kelapa)
(Tiket masuk Museum Sejarah Jakarta)

(Dibontjengin Sepeda Onthel sama abang ojeg)

(dari Museum Bank Mandiri sampe ke Pelabuhan
Sunda Kelapa dan balik lagi, FULL cerita sejarah,

yang dijelaskan berikut gambar-gambarnya yang

diperlihatkan dalam bentuk poster besar nan apik)

(Durasi Sepedaan Pit Onthel sekitar 2 - 3 jam-an)

(Kelar acara, yakin deh bakalan faham riwayatnya

Kota Tua Jakarta dengan mantap, dan pasti seru!)

(semoeanja ditjeriteraken oleh Andy Alexander &
Ade Purnama, penggila sedjarah VOC jang demen

meneliti segala jang berhoeboengan dengan VOC)
(Aditya Dwi Laksana akan melengkapinya dengan

sejarah transportasi di Jakarta/Batavia, mulai dari

Tram hingga Kereta Api beserta kisah stasiunnya)

 

(Semua peserta yang kepengen ikutan DIWAJIBKAN mendaftar lewat

email adep@cbn.net.id = adep at cbn dot net dot id, jika tidak, kagak

bakalan diperbolehkan masuk Museum Mandiri. Maap, verboden Tuan!)

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, biar semua nama tercatat dan terdata rapi)
(Peserta terbatas, siapa cepat ia mendaftar maka ia yang bisa ikutan)



Soenda Calapa nan siboek, jang sedjak abad ka-14 difunctieken sebagai penjaloeran

dari/ke Keradjaan Padjadjaran di Batoelis, Bogor, moesti alamken kedjadian menjakit-

kan tatkala diserang oleh Pasoekan Soeltan Demak pada tahon 1527, dan menggan-

tiken namanja mendjadi Jayakarta. Namoen sekitar seratoes tahoen kamodian, Kota

Jayakarta poen alamken nasib jang seroepa, jakni diantjoerken oleh Tentera Kompe-

ni pimpinan Toean Jangkung bertangan besi dan jang berdarah dingin, ia itoelah Jan

Pieterszoon Coen. Kota mendjadi soenji dan sepi, sasoedah itoe, J.P. Coen merobah-

nja mendjadi Batavia, sedari tahon 1619 hingga tahon 1942, dan di tahon 1943 ber-

ganti lagi namanja mendjadi Djakarta sampe tahon 1972, kamodian berganti Jakarta.
Dateng dan ikoetin, programmnja SAHABAT MUSEUM jang ka-130 kalinja ini, ia itoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Disinilah Jakarta Ber-

mula Minggoe, 2 Agustus 2015, sedjak poekoel 07.30 pagi hari - 12.30 siang hari

Di hari Minggoe jang tjerah nanti, Sahabat Museum dengan pengrasahan jang seneng

dan goembirah bekerdja sama dengan Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Direktorat

Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, persembahkan satoe

atjara jang bagoes betoel en dapet dipoedjiken baek, koeliling tempat dimana kota ki-

ta ini bermoela, dari soeatoe wilajah jang damai en tentrem, mendjadi tempat pertem-

poeran oleh berbagi negara Europa, seperti Portugal, Inggeris en Belanda, jang bertjo-

kol hingga ratoesan tahon ka depan. Kota jang maroepaken bahagian daripada sedja-

rah doenia, oetamanja kerna moentjoelnja rempah-rempah (spices) sebagi comodities

dagang jang bole bikin kantong tebal en dapet membangoen kota-kota di sadjoemblah

negerij Europa sono. Batavia sebagi poesat activiteit VOC di timoer djaoeh, briken an-

deel jang besar dalem pertjatoeran politiek di negerij Belanda, poen di Noesantara sini.

 

Toean en Njonja bakalan dikassie pendjelasan sampe bener-bener mahfoem liwat lajar

lampoe sorot (projector) oleh Toean Andy Alexander, jang soeda lebi dari 10 tahon de-

men meriset perkara riwajatnja Kongsi Dagang Kompeni VOC (Vereenigde Oostindische

Compagnie, ataoe di dalem Bahasa Inggerisnja bermakna = United East India Company).

Soeatoe perserikatan dagang jang disepakati oleh 6 kamar dagang (dari 6 kota di nege-

rij kintjir angin), marika ialah: Amsterdam, Rotterdam, Hoorn, Delft, Enkhuyzen, Zeeland,

jang bekerdja sama oentoek bentoek satoe oesaha Perserikatan Peroesahaan Hindia-Ti-

moer (maksoednja wilajah jang ada di Indonesia sekarang ini). Modal moela jang marika

poenja adalah 50% dari Amsterdam, 25% dari Zeeland, dan sisanya dari 4 kota laennja.

 

Sahamnja poen didjoeal pada segenap pendoedoek di Belanda, moelain dari orang kaja,

ambtenaar (pedjabat pamerentahan) hingga toekang roti, djoega koesir. Hoofdkantoor

(kantor poesat) ada di Amsterdam, dan kepengoeroesan dipegang oleh Heeren Zeven-

tien (Dewan Toedjoeblas) jang mewakili semoea kamar dagang jang tergaboeng di da-

lem VOC. Sebagi pemilik saham/modal paling besar maka Amsterdam poenja wakil jang

paling banjak di Dewan Toedjoebelas itoe sebanjak 8 orang. Bole dibilang, Belanda loe-

majan te laat (telat) 2 tahon berdiriken perserikatan dagang (baroe tahon 1602), ker-

na Inggeris soeda sedari tahon 1600 membentoek peroesahaan dagang, dengen nama

EIC (East India Company). Hal ini dampak daripada perang dagang jang semangkin se-

ngit di antara bangsa-bangsa Europa, jang bersaing ketat oentoek mendapetken ber-

bagi matjem hatsil boemi bernilai tinggi, lebi tinggi dari emas ataoe bebatoean moelia.

Jakarta, ataoe Batavia (diseboet demikian sedjak J.P. Coen reboet kota Iajacatra/Jaya-

karta pada tanggal 30 Mei 1619) dipilih sebagei poesat administratie VOC, di bilangan ti-

moer djaoe. Tida heiran, banjak sekali peninggalan VOC jang kitaorang bole temoeken di

kota ini. Maka deri itoe, nantinja pada hari Minggoe tanggal 2 Agustus 2015 mendatang,

bangoenan bersedjarah jang dapet dibezoekin poen ametlah interessant poenja (interes-

ting). Djanganlah Toean en Njonja keliwat kasempatan emas ini. Para narasoember aken

bertjeritera perihal mengapa kota Jakarta ini jang dipilih sebagei poesat administratienja

ketimbang Ternate dan Ambon, jang mana di daerah itoe lebi deket ka poesatnja kebon

spices (rempah-rempah) matjemnja: Pala, Lada, Tjengkeh, Kajoemanis, en laen-laennja.

Mengapa Jakarta (Batavia), boekan Bantam (Banten), jang loemajan rame pendoedoek?

Tatkala JP.Coen berhatsil koeasai Iajacatra (Jayakarta) pada tanggal 30 Mei 1619 itoe,

maka moelai dibangoenlah "kota" baroe dengan mendatangkan tenaga-tenaga dari loear

Iajacatra, soldaten (soldadu/serdadu) VOC adalah warga pertama Jakarta (Batavia), la-

loe orang Tjina, jang oemoemnja didatangken dari Bantam (Banten), en tempat-tempat

laen di sepandjang Noordkust van Java (north coast of Java, duuhhh mau nulis Pantura

aja gaya bener siiiih, sok dibelandain dan diinggerisin dulu). Adapoen pasoekan VOC itoe

boekan tjoema dari negerij Belanda sahadja, namoen ada poela jang berasal dari negerij

Europa laennja, saperti Duitsland (Jerman), Frankrijk (Prancis), Poland (Polandia), Dene-

mark (Denmark), dll. biasanja anak-anak miskin, tida poenja bapa en iboe, sehingga me-

reka tida merengek pengen poelang ke Europa, ataoe poelang ka kampoeng halamannja.

 

Sedjarah perihal VOC dan dampaknja di kamodian hari bakalan kitaorang tjeriteraken ke-

pada Toean-Njonja setjara compleet di djalanan nantinja. Tida loepoet kisah laennja se-

perti perkembangan kota Jakarta ka djaman modern, dimana sistem transportatie diboe-

toehken oentoek memperlantjar berdjalannja roda economie dari hatsil comodities, jang

populair di 200 tahon sasoedahnja, matjem koffie (kopi), thee (teh) dan suiker (sugar).

Itoelah mengapa diperloeken trein (spoor), oentoek mengangkoetin keboetoehan terse-

boet, jang dilakoeken oleh NHM (Nederlandsche Handel Maatschappij) sebagi peneroes

VOC di Indonesia djaman doeloe. Kitaorang nantinja moelain atjara di gedong NHM itoe.

 

Spoor ataoe Kereta Api soenggoe briken faedah jang besar kepada rakjat Indonesia se-

djak lebi dari 100 tahon lamanja. Awal moelanja di Djawa bagian tengah, ataoe di kota

Semarang pada tahon 1867, koetika itoe diresmiken djaloer kereta api jang pertama di-

antara Samarang (Semarang) en Tangoeng (Tanggoeng). Boetoeh tempo empat tahon

lamanja boeat poetoesken apatah bikin lijn kereta api ataoe tida, sebab-sebab djeman

itoe moesti diitoeng oentoeng-roegi bikin spoorweg. Sasoeda itoe pemboeatan djaloer

kereta api jang baroe sekonjong-konjong tida dapet di-stop. Lijn-lijn jang baroe moen-

tjoel. Ada jang dari Batavia (Djakarta)-Soerabaia, Batavia-Bandoeng, djoega di Atjeh,

Medan, Padang, Padang Pandjang, Boekittinggi, Sawahloento, Sumatra bahagian Zuid,

Madoera, Makassar-Takalar dan laen-laen. Industrie spoor di tana Hindia-Belanda kian

berkembang succes, meroepaken salah satoe compagnie kereta api terbaik di doenija.

 

Colonel Jhr.Van der Wijk, saorang militair soeda sedari tahon 1840 beriken oesoelan ke-

pada pamerentah Hindia Belanda, tetapi banjak jang tida satoedjoe, marika fikir negerij

Belanda nantinja bakalan boetoehken biaja banjak, memboeka kasempatan baroe boeat

pemodal asing, sedangken negerij Belanda akan dibebanin hoetang jang menggoenoeng.

Marika lebi demen perbaikan tjara pengangkoetan dengen perbanjak heiwan jang mena-

rik kereta beroda doea. Djikaloe perloe datengken koeda, onta, gadjah dari loear negerij,

en heiwan jang disoeroeh oentoek narik wagon kereta, tida bole disembelih selama 5 ta-

hon lamanja. Di masa pelarangan terseboet rakjat terpaksa tjoema makan daging mbek.

 

Concept, rentjana teroes berkembang dari tahon ka tahon. NIS (Nederlandsch Indische

Spoorweg-maatschappij) jang diberdiriken pada tahon 1863 oleh compagnie-compagnie

swasta njataken sanggoep bikin djaloer rel di sekitaran Voorstelanden (Djocjakarta dan

Soerakarta) jang meroepaken daerah penghatsil suiker/sugar, kajoe, en daoen tobacco.

Tetapi selandjoetnja conditie financeel itoe NV.NIS semangkin soelit, pengeloeran terla-

loe tinggi, pembangoenan rail terantjam tida beres. Bahkan di dalemnja proesahaan NIS

sendiri tjoekoep alamken kesoelitan keoeangan, oentoeng sadja para pengoesaha sijap

sediaken doeit DP (Doeit Pandjer?) ataoe Down Payment on-kost (ongkos) angkoet ba-

rang productie marika. Begitoelah sakedar tjeritera perihal probleem pada moela berdiri-

nja kereta api di tana Djawa. Mari kita rawat bersama peninggalan sedjarah bagoes ini.

 

Batavia sebagi kota jang amet siboek djoega memboetoehken transportatie kereta api

jang baek. Bermoela dari dibangoennja djaloer dari Kleine Boom (sekitar Soenda Calapa)

ka Koningsplein (di sekitaran Gambir) pada tahon 1871 oleh NIS (Nederlandsch Indische

Spoorwegmaatschappij). Kamodian proesahaan kereta api milik negara (Hindia Belanda),

jang bernama: SS (Staatsspoorwegen) boeka djaloer Batavia-Tandjong Priok. Compag-

nie (company) laennya adalah: BOS (Bataviasche Ooster Spoorweg-maatschappij) boe-

ka lijn ka timoer dari Batavia ke Bekassie pada tahon 1887. Dari nama B-O-S inilah, ma-

ka pendoedoek Betawi sedjak doeloe sampe sekarang kerap menjeboetnja sebagi BeOS.

 

Terbit idee bikin satoe gedong station gede di Batavia, oleh sebab itoelah, 2 station di

bilangan Kota Tua Jakarta jang akan gantiken Station Batavia Noord (eks Station NIS)

dan Station Batavia Zuid (eks Station BOS). Sasoedah rentjana pembangoenan djaloer

di atas djalan (djalan lajang) gagal berdjalan, maka pembangoenan station besar baroe

dapet dikerdjaken. Biro AIA (Algemeen Ingeniurs-en Architectenbureau) ditoendjoek se-

bagi badan pelaksana project pembangoenan station Batavia baroe, jang kelak itoe sta-

tion dinamaken: Station Batavia Benedenstad (kota bawah), jang rampoeng en diresmi-

ken pada tahon 1929,  station kereta api jang sekarang bekend dengen nama: Stasiun

Jakarta Kota, berlanggam art-deco stijl (style) jang populair/bekend di tahon 1920-an.

 

Satoe dari banjak matjem apparaat transportatie di negerij kita ini jang pernah dipakei

oleh Opa & Oma kita adalah tram (trem). Itoe trem bole dibilang poenja functie seperti

Busway di djeman sekarang. Membelah djalanan oetama Iboekota, tjepet poela praktis.

Namoen trem poen demen bikin djengkel para penggoena djalan, choesoesnja pedjalan

kaki, sebab-sebab tempo-tempo ia bole kassie toebroek ! dan pernah dalem satoe hari

bikin orang kesamber trem dalem tijap-tijap 2 djam! walah apa enggak kebangetan tuh!

Maka dari itoe, orang Betawi sempet seboet itoe kompeni jang kassie operatie trem-nja

dengen seboetan: NITM (Naek Itoe Tentoe Mati) dari singkatan Nederlandsch-Indische

Tramweg-Maatschappij (NITM). Pada itoe tempo, trem dibentji tetapi dikangenin poela,

apalagi djikaloe liet kaartjis (karcis) jang soenggoe moerah on-kost-nja, jakni: se-pitjis

ataoe 10 cent oentoek djarak jang djaoe, moengkin sahadja seperti Bus Transjakarta

saat ini, jang dengen tjoemah Rp.3500 sadja maka kitaorang dapet koelilingin Jakarta.

Kitaorang akan samperin bekas tempat dimana itoe locatienja halte trem pernah ada,

namoen sekarang soeda tida ada haltenja lagi en rel tremnja poen soeda ilang, kerna

sebagian ada jang diambil (dipretelin) ataoe ditimboen dengen aspal soepaija tida ke-

loear biaja jang banjak boeat toetoep djalan trem di djalanan iboekota. Satoe "halte"

jang akan dibezoek pernahnja (adanja) di sekitaran Jl. Cengkeh en Jl. Nelayan Timur,

ataoe di deket Amsterdamschepoort (Gerbang Amsterdam), jang kerap di-oetjapkan

oleh Orang Belanda oentoek menjeboetkan halte itoe: "Halte Amsterdamschepoort",

berbeda dengan orang lokaal, jang bilang itoe: "Halte Pasar Ikan" ataoe: "Halte Kota

Intan". Walaoepoen bole dibilang, locatienja lebi deket ke Djembatan Kota Intan, ke-

timbang ka Pasar Ikan jang pernanja berada di oedjoeng doenija di tepi laoetan itoe.

 

Toean Aditya Dwi Laksana dari Kereta Anak Bangsa akan bertoetoer kisah riwajat-nja

tram dan spoor (kereta api) di Batavia (Jakarta tempo doeloe), dengan bantoean foto

sebesar poster mengenai bekas station-station jang perna berdiri di bilangan-nja Kota

Tua Jakarta.  Di belakang Museum Sejarah Jakarta, di depan Bank BNI 46, menampilkan

gambar rel jang membentang pandjang dan djaoeh sampe ka arah timoer, menjebrangin
soengai. Toean dan Njonja bakal dapetken ilmoe pengetahoean baroe berkaitan dengan

sedjarah perkeretaapian di Indonesia. Didjamin semangkin hari semangkin seneng boeat
beladjar se
djarah Jakarta pada choesoes-nja, dan sedjarah Indonesia pada oemoemnja.

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 
Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku: "Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta",
"Sumber-sum
ber asli sejarah Jakarta Jilid I, II dan III", "Jakarta Potraits of a Capital,

1950-1980" dan "Jakarta, Postcards of a Capital, 1900-1950", karya Scott Merrillees; 

Johannes Rach, Seniman di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan Nasional RI &

Rijksmuseum Amsterdam, 2002); "Betawi: Queen of the East", karyanya Alwi Shahab;

"Ensiklopedia Jakarta, Culture & Heritage, Jilid I, II & III", terbitan Dinas Kebudayaan

dan Permuseuman, di tahun 2005; "The Dutch India Company, Expansion and Decline",

karya Femme S.Gaastra; "majalah "Coen! Geroemd en Verguisd", terbitan khusus West-

fries Museum, Hoorn, The Netherlands, bulan Mei th 2012; "Mesjid-mesjid tua di Jakar-

ta", "Gereja-gereja tua di Jakarta", "Gereja-gereja Bersejarah di Jakarta", karya Adolf
Heuken SJ;
"Film Dokumenter keadaan kota Batavia pada thn 1913, yg termuat dalam

DVD berjudul "Van De Kolonie Niets dan Goeds" (Nederlands-Indie in Beeld tahun 1912-

1942); DVD "Nederlands-Indie in de Tweede Wereldoorlog, terbitan NIOD; Peta Batavia

sebelum Kemerdekaan, yg dibeli di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda; "Ir. F.J.L. Ghij-

sels, Architect in Indonesia (1910-1929)", terbitan Seram Press, th 1996); "Spoorwegs-

station op Java" karya Michiel van Ballegoijen de Jong; ""Trams en Tramlijnen, De Elek-

trische Stadstrams op Java", karya H.J.A.Duparc; buku "Sejarah para Pembesar Menga-

tur Batavia", karya Mona Lohanda).



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Disinilah Jakarta Bermula
Minggu, 2 Agustus 2015
07.30 - 08.00: Pendaftaran Ulang di Museum Mandiri
08.00 - 08.30: Presentasi Sejarah Kota Tua Jakarta
08.30 - 11.30: Keliling Kota Tua Jakarta dengan Sepeda Onthel
(Museum Mandiri - Kali Besar - Jembatan Kota Intan - Galangan
VOC - Museum Bahari - Menara Syahbandar - Pelabuhan Sunda
Kelapa - Batu Padrao - Gerbang Amsterdam - Halte Pasar Ikan -
Taman Fatahillah - Museum Sejarah Jakarta - bekas lokasi Sta-
tion Batavia Noord - bekas lokasi Station Batavia Zuid - BeOS)
11.30 - 12.00: Makan Siang di Museum Mandiri
12.00 - 12.30: Acara Selesai


__._,_.___

Attachment(s) from Ade Purnama | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)


Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___