26.5.15

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Geredja Toea Lima Abad, Sabtu 30 Mei 2015



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Gereja Tua
Kumpulnya di Parkir Timur Senayan yakh.
(lokasi persis dikabari di email selanjutnya)
(terutama yg sudah pada mendaftar ikut)

Sabtu, 30 Mei 2015, jam 07.30 WIB pagi

Rp.300 ribu/org, sudah termasuk:
(Thee Manis)
(Snacks Pagi)
(Makan Siang di RM. Tropik Psr. Baru)

(Es Krim Tropik yg nyam-nyam-nyam)

(Kaartjis masoep ka Museum Wayang)

(Gereja Koinonia di Mester/Jatinegara)

(Gereja Pniel di Pintoe Besi, Ps. Baroe)

(Gereja Tugu di selatan Tanjung Priok)

(Gereja Santo Yoseph di Jl. Matraman)

(Gereja Portugis Luar Kota/Gereja Sion)

(bekas lokasi Gereja Pertama di Jakarta)

(bekas lokasi Gereja Lutheran di Batavia)

(bekas lokasi Gereja Portugis Dalam Kota)

(bekas lokasi Gereja Salib & Gereja Kubah)

(lokasi ditemukannya Batu Padrao th 1522)
(Naik Bus AC Laks/Big Bird koeliling Jakarta)

 

(ditjeritaken oleh Scott Merrillees penoelis boekoe bertadjoek "Batavia

in Nineteenth Century Photographs" dan "Greetings from Jakarta Post-

cards of a Capital 1900-1950". Sadjoembelah foto tempo doeloe, dan

kartoepost bakal kitaorang kassie liet, di lokasi precies doeloe dimana.

Itoe boekoe jang terachir, bakalan disedijaken sebagi Door-Prize seba-

njak 10 (sepoeloeh) boekoe. Semoga Toean-Njonja djadi broentoeng).

 

(Andy Alexander jang demen riset perkara compagnie VOC sadjiken ki-

sah interessant poenja, perihal locatie precies geredja-geredja di bila-

ngan Kota Tua Jakarta dan kisah perang melawan Pasoekan Mataram).

 

(Tida' hanja itoe sahadja, sedjarah dan riwajat Jayakarta, Batavia dan

Jakarta seloeroehannja bakal ditjeriteraken compleet kepada Toean en

Njonja sekalian, soeatoe riwajat jang bole bikin otak semangkin entjer).

 

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65
(begimana tjara mentransfernja,
batja di bagian bawah email ini).

(Please kirim email dahoeloe sablonnja, pasti dibales, goena dapetken
nummer oeroet peserta. Djangan langsoeng ditransfer, sebab malahan
djadi bikin kitaorang bingoeng, lantaran soeda dapet kiriman itoe doeit

jang tida djelas djoentroengannja kerna tida ditoelis nummer oeroetnja)

(anak ketjil, orang moeda poen orang toea, bajarnja sama yah, okeh?!)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price, ia itoelah:
Rp.300.000/org)

 



Sekali-kali rasahken toeboeh terhempas lima abad ka belakang di koeroen waktoe

tahon 1600an hingga awal abad ka-20 (tahon 1900an awal), hingga ka djamannja

Kemerdekaan Indonesia. Soeasana kota Jakarta jang misih sepi dan elok, djalanan

kosong zonder automobil ataoe motorfietsen, sembari mengenal lebi dalem riwajat-

nja geredja-geredja toea, jang diberdiriken di locatie jang sekarang amet populair,

di bilangan Kota Tua Jakarta, dan djaoeh di daerah selatannja, hingga ka Meester
Cornelis (Djatinegara). Djangan sampe tida ikoetan programma SAHABAT MUSEUM 

saben boelan mengoendjoengin tempat-tempat bersedjarah di Jakarta, loear Jakar-

ta, bahkan ka loear negerij, jang di achir boelan Mei ini bakalan menggelar pakansi:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Geredja Toea Lima
Abad
Saptoe, 30 Mei 2015, sedari poekoel 07.30 pagi hari hingga poekoel 17.30

 

Bitjara perihal geredja toea sadja soeda interessant (interesting), apalagi ditambah

dengan tjeritera sedjarah di sakitaran gedong-gedong geredja terseboet, dan kisah

menarik laennja, saperti dimanakah tanda Salib pertama kali ditegakkan di Djakarta?
Apatah
hoeboengan dengan Keradjaan Padjadjaran? Mengapa ada geredja Portugis

di dalam kota, loear kota, bahkan di Kampong Toegoe jang amet djaoeh dari 2 doea
geredja
jang diseboet sablonnja? Apa alesannja geredja di deketnja Passer Baroe di-

namaken geredja ajam? Satoe geredja di djalan menoedjoe Djatinegara jang diboeat

oleh architect bekend pada djaman itoe, jang djoega bikin Stasiun Jakarta Kota, jak-

ni Ir. F.J.L. Ghijsels, jang djoega bikin gedong RS. Pelni di Petamboeran poela gedong

Departemen Perhoeboengan di Koningspleinooststraat (Djalan Medan Merdeka Timur).

Laloe ka geredja di entree Djatinegara (Meester) jang doeloe bernama Geredja Bethel.

Tida ketinggalan masoep ka Geredja Sion, jang sedari moela dibangoen hingga hari ini

tetep dipake sebagi functienja awalnja, jakni: geredja, dan itoe soedari tahon 1695 !

 

Seloeroeh pertanja'an di atas terseboet bakalan kitaorang kassie terang hingga klaar

zonder bikin Toean-Njonja poejeng lagi. Tijap-tijap tanda tanja jang menggandjel da-

lam hati akan dibriken djawabannja jang djitoe, sedari pagi hari sampe di petang hari.

Tatkala kitaorang masoep Bus AC bersama, berkendara via djalan tol dalam kota pin-

toe deket Senajan, pedjamken mata barang 15 minuten, laloe koetika keloear pintoe
exit jang bernama Sunda Kelapa, kitaorang soeda berada di daerah tertoea kota Dja-

karta langsoeng samperin bekas locatienja Geredja Portugis Dalam Kota di pengkolan

Roea Malakastraat (Djalan Roa Malaka) dan Utrechtschestraat (Djalan Kopi), jang di

tahon 1808 sajangnja terbakar habis sebab-sebab oelah toekang las jang teledor en

bikin api mengamoek besar koetika hendak dipoegar, jang dalem bebrapa tahon tera-

chir tida dipake oentoek geredja tetapi didjadiken tempat oentoek goedang beras (!)

 
Kamodian kitaorang masoep bus lagi toedjoean locatie tempatnja dimana tanda Salib
jang pertama kali ditegakkan di Djakarta, di tahon 1522 (oh kitaorang terhempas lagi,
sekarang ka abad ka-16). Pada tanggal 21 Augustus 1522, wakil daripada Radja Pad-
jadjaran lakoeken kesepakatan hoeboengan niaga/dagang dan saling doekoeng setja-
ra politis. Sebab Radja Hindoe Padjadjaran terseboet tjemas dengan antjeman daripa-
da Banten en Tjirebon jang soeatoe waktoe dapet menjerang Bandar Soenda Calapa
zonder kassie pemberian taoe. Iaorang meminta Portugis bekerdja sama. Sasoedanja
perdjandjian itoe disepakatin, Henrieque Leme saorang delegatie Portugis tantjepkan
satoe batoe gede di tepi pantai oedjoeng Kali Tjiliwoeng, jang sekarang ini locatienja
berada di Djalan Nelayan Timur (Groenestraat) - Djalan Cengkeh (Prinsenstraat), dan
kaloe-kaloe disamperin tempat ini bakalan berdjoempa dengan banjak angkot sliweran
en ngetem di locatie ditemoekennja kombali batoe terseboet di awal abad ka-20, pa-
da tahon 1918 (jang sekarang ada dipamerkan di Museum Nasional ataoe Museum Ga-
djah, bagian depan dekat loket kaartjis sadikit ka kiri itoe batoe besar soeda tampak).
 
Selaen tanda Salib jang dipahat di batoe itoe, terdapat toelisan DSPOR, singkatan da-
ripada = Do Senhario de PORtugal, jang bermakna Pengoeasa (=Toean) atas Portugal.
laloe ada toelisan di bawahnja: Esfera do Mundo, artinja: Kawasan Doenija, ataoe de-
ngan kalimat laen Espera do Mundo, jang bole dibilang ini sematjem: Harepan Doenija.
Naskah daripada perdjandjian aseli terseboet sampe sekarang misih ada, disimpen ba-
ek di Arsip Nasional Torre do Tombo di kota Lisbon, Portugal. Ach, soeatoe boekti se-
djarah bernilai tinggi, moengkinkah PTD sahaBATMUSeum kelak berkoendjoeng dimari?
Pada pagina/halaman paling belakang, digoreskan sadjoembelah handtekenen (tanda
tangan) dari fihak Portugis, tetapi tida dari fihak Keradjaan Hindoe Padjadjaran. Bole
dibilang perdjandjian itoe maroepaken perdjandjian internationaal pertama di Jakarta.
 
Menatap ka sebrangnja, jang sekarang lahan kosong poenja Pemda DKI, pada tahon
1749 dibangoen Geredja Lutheran oleh Gouverneur-Generaal von Imhoff namoen ter-
paksa moesti dibongkar, pada djamannja Mas Goentoer Herman Willem Daendels ber-
koeasa di tana Hindia tahon 1808-1811. Perdjalanan dilandjoetken ka Taman Fatahil-
lah jang doeloe bekend dengan nama Stadhuisplein (lapangan balai kota). Kitaorang
masoep ka dalam gedong Museum Wayang, jang di locatie terseboet, di tahon 1632/
40 diberdiriken satoe geredja jang bernama Kruiskerk ataoe Geredja Salib kerna ben-
toek bangoennja beroepa Salib. Itoe geredja moesti dibongkar di tahon 1732, sebab-
sebab satoe orgel besar jang dikirim dari Belanda tida moeat dipasang di dalam gere-
dja terseboet. Djikaloe Geredja Salib dinamaken Oude Hollandse Kerk (Geredja Belan-
da Lama), maka geredja penggantinja dinamaken sebagi Nieuwe Hollandse Kerk (Ge-
redja Belanda Baroe) jang berlanggam lebi modern dengan bentoek koebah besar di
atasnja, djoega dikenal sebagi Koepelkerk. Itoe geredja oleh orang Inggeris kerap di-
namaken Geredja St. Paul's, kerna roepanja mirip dengan geredja di Londen/London).
Geredja Koebah itoe dibongkar atas prentah Daendels pada tahon 1808, dan kanopi/
baldakin jang gede dipindahken ka Geredja Portugis Loear Kota jang dibangoen 1693.
 
Melangkah doea kali nafas ka arah selatan, kitaorang dapet temoekoen locatienja ge-
redja pertama di Jakarta, dibangoen tahon 1625. Namoen, tahon 1628 moesti dibong-
kar. Toean-Njonja bakalan moedah samperin locatie bekas gedong geredja jang perta-
ma di Jakarta ini, kerna pernanja di tempat Museum BI (Bank Indonesia) berdiri di hari
ini. Sitoeatie kota mendjadi tida aman tatkala Pasoekan Soeltan Agoeng dari Keradja-
an Mataram kassie serboe kota Batavia pada tahon 1628 en 1629. Kota Batavia jang
dibangoen Jan Pieterszoon Coen (J.P. Coen) dalem positie sijap tempoer dengan moe-
soeh boemipoetera. Montjong meriam diarahken ka selatan. Oleh sebab itoe bangoen-
an roemah dan geredja kasatoe terseboet haroes diroeboehken goena sedijakan roe-
ang kosong oentoek Tentera VOC tembakkan peloeroe bola besi boelet setjara lepas.
Kitaorang nantinja bakalan kassie liet peta 1627 en 1629 soepaija Toean-Njonja bole
liet lebi djelas dan terang kira-kira dimana locatie geredja pertama di Jakarta berada.
Poen djoega gambar Geredja Salib dan Geredja Koebah, jang di lantai bawahnja pada
djaman itoe dipasang sadjoembelah batoe nisan petinggi VOC, jang senantiasa diind-
jek oleh djemaat geredja. Hal ini misih dapet kitaorang lakoeken hingga hari ini, akan
tetapi boekan di Museum Wayang, melainken
koetika masoep dalam Geredja Toea di
Kapoeloan Banda Naira di Moluccas (Maluku) sono, jang rentjana akan kitaorang kas-
sie bezoek dalem programma Plesiran Tempo Doeloe di boelan November tahon 2015.

Orang Belanda soeda sedjak tahon 1610 menetap di kota Jacatra (Jayakarta). Dima-
nakah tempat marika beribadah sablonnja geredja pertama tahon 1625 itoe diberdiri-
ken? Roemah Nassau adalah djawabannja. Satoe gedong jang pernanja deket Muse-
um Bahari itoe pada lantai doea atjapkali dipake oemat oentoek ibadat penghoeninja
jang di djaman itoe terdiri dari pedagang, soldaten (soldadu/tentera), toekang Belan-
da, pelaoet, djoega bebrapa bangsa dari Europa dan Asie goenaken Roemah Nassau.
Di kamoedian hari tempat ibadat dipindah ka koeboe Diamant (Diamond, Intan/Inten)
jang sekarang kitaorang misih sering mendenger namanja dengan seboetan compleet:
Djembatan Kota Intan, jang bertjokol di atas Kali Besar, mengalir ka arah Pelaboehan
Soenda Calapa. Baroe pada tahoen 1634 satoe geredja ketjil dibangoen di perkarang-
an benteng itoe oentoek pedjabat tinggi VOC. Pertanjaan brikoet, dimanakah oemat
pendoedoek biasa ataoe pegawai laennja beribadat? Sasoedanja geredja di deketnja
Stasiun Jakarta Kota sekarang itoe dibongkar, marika beribadat di sala satoe roeang
di Balai Kota (stadhuis, sekarang Museum Sejarah Jakarta/Museum Fatahillah) sedjak
1628 hingga 1642. Bahasa jang digoenaken adalah Melajoe, Belanda djoega Perantjis.
 
Masoep bus lagi, liwatin Stasiun Jakarta Kota jang dibangoen oleh architect Ir. F.J.L.
Ghijsels, jang djoega toeroet andeel dalem pembangoenan Geredja Santo Yoseph, di
Djalan Matraman Raya sekarang, ataoe doeloe orang sering seboet sebagi weg naar
Meester Cornelis (djalan menoedjoe Djatinegara). Perihal geredja ini, akan ditjeritera-
ken belakangan pada bagian bawah pengoemoeman detail ini. Belok kiri dari statsion
jang tegoeh dan besar itoe, kitaorang pasti liwatin Djembatan Batoe, jang doeloe di-
kenal sebagi Djembatan Senti, tempat sinjo-sinjo "Portugis Hitam" maenken gitar-nja,
dan bersenandoeng: "Terang boelan, terang boelan di kaliii, boeaja timboel disangka
t'lah mati, djangan pertjaja moeloetnja lelaki, brani soempah, dia takoet mati". Duh!
Soeda deket sini tampaklah Geredja Portugis Loear Kota (loear Tembok Kota Batavia).
Geredja toea jang pernanja di sala satoe djalan tertoea di Jakarta itoe doeloenja dike-
nal dengan nama Jacatraweg kerna di oedjoeng djalan deket Djalan Goenoeng Sahari
(ataoe Goenoeng Sari straat) pada abad ka-17 ditempatken soeatoe koeboe defense
(pertahanan) jang bernama Redut (benteng) Jacatra. Nama Jacatra ataoe kadang di-
edja Iacatra, Xajacatra soeda sering dioetjapken di document lama awal abad ka-17.
 
Geredja Portugis Loear Kota, ataoe dalem bahasa Belanda diseboet: "Portugueesche
Buitenkerk", bangoenan jang kitaorang bole liet sekarang adalah gedong jang diberdi-
riken dalem koeroen waktoe 1693-1695. Bebrapa poeloeh tahon sablonnja, di locatie
geredja itoe soeda diadaken ibadat sedjak tahon 1676 di dalem geredja daroerat de-
ket tanah koeboeran. Saboeah lontjeng besar, dipake oentoek memanggil orang soe-
paija hadlir dalem peladjaran Katekismus. Itoe lontjeng sekarang misih ada di loearan
geredja, tepatnja di parkiran mobil. Nistjaja Toean-Njonja seneng sama geredja itoe,
kerna selaen alesan historis dengan nilai jang tinggi, jakni sebagi bangoenan toea di
Jakarta, jang functienja misih sama dengan maksoed en toedjoeannja tatkala berdiri
doeloe -sebagi geredja- dan di dalemnja lajaknja museum idoep ataoe living museum,
dengan collectie ja goed (yahud) poenja, krosi dari djaman doeloe, bangkoe tiga ba-
ris jang choesoes dipake boeat goebernoer-djendral kompeni. Kandelar origineel tem-
pat lilin dengan tjap lambang kota Batavia, mimbar dengan oekiran tjiamik klir (kleur/
warna) emas, piagam peringatan pemboekaan officieel geredja terseboet dengan ta-
hon 1693. Orgel besar di lantai doea, jang ditopang oleh tiang-tiang ketjil mirip tiang
di mesigit (masdjid) Angke. Itoe orgel maroepaken pindjeman daripada anak Pendeta
Mohr, jang doeloenja membangoen observatorium bintang, lajaknja jang di Lembang:
Observatorium Bosscha. Letak daripada teropong bintang di Batavia itoe njatanja di
sebrang djalannja Harco Glodok, dan sablonnja Kemerdekaan bernama: Gang Torong.
Torong artinja toren, ataoe tower (menara), kitaorang sekarang ini sering goenaken
kata toren oentoek menjeboet water toren kaloe-kaloe aernja mahoe dikoeres habis.
 
Halaman geredja loear kota jang sekarang bernama Geredja Sion itoe, pada abad ka-
17 maroepaken lahan begraafplaats (koeboeran). Loeasnja bahkan sampe ka djaloer
spoor
weg (kereta api) di Station B.O.S (Bataviasche Oosterspoorwegen/BeOS) di ba-
gian oetaranja bangoenan geredja. Ada bebrapa batoe nisan di dalam Geredja Portu-
gis Loear Kota, jang lebi enak didjelaskan langsoeng di dalemnja pada hari Saptoe 30
Mei itoe. Di samping precies geredja ada makam-makam jang bagoes, dan satoe ada-
makamnja Gouverneur-Generaal VOC bernama Hendrick Zwaardecroon, jang kapingin
imagenja bagoes dengan dimakamkan di loear gedong geredja lajaknja pendoedoek bi-
asa, tetapi koetika ia meninggal doenija dimakamkan dengan oepatjara besar-mewah.
Nama Zwaardecroon erat hoeboengannja dengan kedjadiaan tragis di Kampong Petja'
Koelit di daerah sini. Sosok jang mahoe ditondjolken bagoes, roepanja poenja bagian/
sisi kedjem dan bengis dalem oeroesan tana di kota Jakarta tempo doeloe, jang mana
dalem perkara ini, saorang Indo bernama Pieter Erberveld mendjadi korbannja, dan di
depan bekas roemahnja Pieter (jang sekarang mendjadi showroom mobil Toyota) doe-
loenja diberdiriken monument peringatan lengkap dengan replica tengkorak di atasnja.
Kisah hitam itoe nantinja semoga dapet kitaorang tjeritaken setjara pandjang-pendek
di Geredja Sion, seraja bentangken poster besar foto dan kartoe post monument itoe.
 
Klaar berkoendjoeng ke bekas lahan bebrapa geredja di dalem kota Batavia dan Gere-
dja Portugis Loear Kota jang bagoes dan tegoeh terseboet di atas, kitaorang meloen-
tjoer ka bilangan Passer Baroe via Jacatraweg (jang sekarang bernama Djalan Pange-
ran Jayakarta). Sepandjang djalan itoe doeloenja daerah elite, roemah tetirah (peris-
tirahatan orang berdoeit, djoega Goebernoer-Djenderal Petrus Albertus van der Parra.
Toedjoean selandjoetnja adalah Geredja Ajam di Djalan Pintoe Besi di deketnja Passer
Baroe, Weltevreden. Semoela bernama Haantjes Kerk (Cockerel Church, ataoe Gered-
ja Ajam Djantan) kerna di poentjak daripada itoe geredja mentjlok ajam djago sebagi
petoendjoek arah mata angin. Bangoenan geredja jang kitaorang akan datengin itoe,
adalah geredja kadoea jang diresmiken pada tahon 1915 (ataoe 90 tahon jang laloe),
menggantiken geredja lama (tahon 1856) jang soeda rapoeh, dan tida aman kontruk-
sinja. Bangoenan baroe penggantinja dibikin oleh: bureau (biro) architect Cuypers &
Hulswit pada tahon 1913-1915. Langgam neo-romanik dengan oensoer neo-barok di
atas rangka beton amet mendominasi tampilan Geredja Ajam jang sedjak tahon 1953
resmi bernama Geredja Pniel. Dihiasi dengan lambang kota Batavia dan katja patri loe-
kisan boenga poetih, boeroeng merpati, boeroeng pelican, Kitab Soetji dan Ajam Dja-
go ataoe Ajam pedjantan (sebagi peringatan soepaija djangan djatoh dalem godaan).
 
Makan siang akan dilakoeken di bekas roemahnja publisher kartoe post kesohor di Ja-
karta tempo doeloe, ia itoe Toean Tio Tek Hong. Sekarang ini roemanja brobah men-
djadi Restaurant Tropik. Dalem boekoe memoarnja, Toean Tek Hong berkata "Ketika
saja berusia 6 tahun (1893), orang tua saja telah pindah ke sebuah rumah lain (no-
mer. 28) jang kemudian didjual dan dipakai oleh Tropic Restaurant". Banjak postcard
terbitan tokonja Tio Tek Hong, jang bole kitaorang liet di boekoenja Scott Merrillees.
Selesai santap siang, tjoebalah tjitjipin ijs cream (es krim) jang legendarisch bikinan
Restaurant Tropik. Ada rasah Tjokelat, Mocca, Vanilla, Green Tea, dan misih banjak
jang kitaorang sedijaken ghratiiis zonder betalen. Tetapi kaloe blon poeas en mahoe
makan lagi, sila pesen rasah Tutty Frutty, Banana Split, Strawberry en Snow White,
namoen pesenan rasah laen jang ni'mat itoe dibajar pake doeit Toean-Njonja sendiri.
Conditie dan kahidoepan di Passer Baroe satoe tahon sablon Perang Pasifik berketja-
moek akan kitaorang stel di restaurant ini. Dapet diliet stijl (style), dan perilakoe ka-
oem Belanda totok dan Indo plesiran belandja dan tjoetji mata di passer jang mewah.
 
Peroet kenjang dan monjong memboeat mata mengantoek, waktoenja pegi agak dja-
oeh dari poesat kota. Geredja Toegoe di wilajah selatan daripada Tandjong Priok ada-
lah toedjoean brikoetnja. Sedjak awal kitaorang bahas tentang "Portugis Hitam". Apa-
tah jang dimaksoed dengan orang-orang itoe? Marika adalah orang-orang tawanan di
bawah armada Belanda jang diambil dari pesisir India dan Malaja (sekarang Malaysia).
Para tawanan Portugis jang miskin didjadiken boedak-belian oleh Belanda. Marika poe-
nja nama Portugis, namoen diantara marika djarang terdapat orang Portugis jang toe-
len. Marika sedjatinja orang India, dan lebi seringnja orang Bengal dan Ceylon (ataoe
Sri Lanka). Nama Portugis diterima dari bapak/iboe baptis marika. Fihak Belanda mem-
bri djandji kassie kebebasan kepada marika "Portugis Hitam" dengan sjarat marika ha-
roes mendjadi anggota Geredja Reformatie. Oleh sebab itoe, marika kamodian djoega
diseboet sebagi orang Mardijker, jang bermakna: orang jang dimerdekakan dan njaris
semoeanja beragama Kristen Protestan. Marika menetap di soeatoe daerah terpentjil
dari poesat kota. Kerna idoep terisolatie, hingga pertengahan abad ka-20 sampai ac-
hir abad kemaren, marika misih goenaken pepakean hitam dan topi ala orang Portugis.
Bahasanja poen bahasa Portugis, meskipoen djikaloe diadoe bitjara dengan orang Por-
tugis aseli dari Europa sono, marika orang "Portugis Poetih" tida bakalan mengerti apa
jang dioetjapkan oleh orang dari Kampoeng Toegoe, sebab ada banjak pengoetjapan-
nja jang brobah sesoeai dengan pelafalan lokaal diantara marika jang soeda menetap
selama poeloehan tahon lamanja. Sebagian dari marika membentoek Orkes jang amet
kasohor, ia itoe "Kerontjong Toegoe", anggaoetanja bole dibilang toeroen-temoeroen.
 

Bahasa Portugis tjoekoep ambil andeel di dalam khadzanah (perbendaharaan) bahasa

Indonesia. Kata "geredja" jang kerap diseboet-sebeot sedjak awal, berasal dari baha-

sa Portugis "Igredja". Dalem kahidoepan sehari-hari, kitaorang sering menjeboet kata

diambil dari bahasa Portugis. Sebagai tjontoh: bantal (avantal), banco (bangku), bo-

la (bola), bendera (bandeira), sepatu (sapato), keju (queijo), lemari (armario), bone-

ca (boneka), nona (dona), dan laen sebaginja. Bahkan kitaorang seneng bernjanji la-

goe "Nina Bobo". Nina maroepaken kata pendek oentoek "Menina" ia itoe "gadis ketjil".

Kampong Toegoe ini memboeat kitaorang terhempas lagi, tempo ini semakin djaoe ka

belakang, tepatnja abad ka-5, masa Keradjaan Taroemanegara berkoeasa. Batoe pra-

sasti jang letaknja di Kampoeng Batoe Toemboeh, dipindahken ka Museum Gadjah/Mu-

seum Nasional pada tahon 1911. Mentjeriteraken perihal keberhasilan penggalian kali

(ataoe selokan?) sepandjang 6122 boesoer ataoe tombak (koerang lebi 11 KM), jang

digali dalem tempoh 21 hari sadja (!) dan diberi hadiah dari radja sebanjak 1000 ekor

sampi (sapi) maroepaken soeatoe prestatie djempolan, bagooes, di djaman jang laloe.

Itoe Prasasti Toegoe jang bersedjarah, bekas locatienja sekarang djalanan beraspalt

deket Geredja Toegoe, dan dilewatin truck-truck peti kemas jang besar, poela berat.

 

Poeas koeliling Geredja Toegoe, plesiran kombali masoep kota, langsoeng ka Djalanan

menoedjoe Meester Cornelis. Satoe geredja dengan stijl jang koeat dan kokoh berdiri

di pinggir Djalan Matraman Raya. Architect Ghijsels dari bureau AIA (Algemeen Ingeni-

eurs- en Architectenbureau) menangken lomba men-design Geredja Santo Joseph pa-

da tahon 1923. Hal ini soeda bikin rivalnja djadi djengkel kerna tiada saorang poen da-

ri bureau AIA jang beragama Katholiek, sedangkan Geredja Santo Joseph maroepaken

Geredja Katholiek. Ghijlsels moelai pembangoenan geredja terseboet dengan hati jang

koerang njaman. Namoen demikian, Ghijsels dan bureaunja tetep bikin geredja setjara

profesioneel, en tatkala geredja diboeka setjara officieel di tahon 1924, fihak geredja

njataken kapoeasannja akan hatsil rantjangannja dari Ir. F.J.L.Ghijsels en bureau AIA.

Tampak moeka jang mooi dengan tjiri jang chas berbentoek tangga jang dikombinatie-

ken dengan satoe toren (menara) oetama jang tinggi, dan doea toren pendek di sam-

ping jang lebi pendek. Setijap toren ditoetoep koebah. Di bagian atas toren jang ting-

gi ada 4 lobang boelet. Apatah itoe doeloenja bekas tempat djam dinding jang besar?

Kitaorang bakal kassie liet fotonja jang tjiamik tahon 1924, oentoek perbandingannja.

 

Geredja terachir jang akan didatengin adalah Geredja Koinonia jang mana tiada orang 

tahoe kapan pastinja itoe geredja diberdiriken. Djikaloe diliet dari foto en kartoe post,

itoe geredja moengkin sadja dibangoen antara tahon 1911 sampe 1916. Geredja itoe,

doeloenja bernama Geredja Bethel, di daerah Balimeester. Positienja terdjepit antara

Djalan Matraman Raya dan Djalan Jatinegara. Diseboet Balimeester, sebab seloeroeh

tanah di Jatinegara ini, doeloenja diboeka oleh Meester Cornelis van Banda. Saorang

pengindjil jang diboeang J.P.Coen dari Poelo Lonthor di Kapoeloan Banda Naira tahon

1621. Banjak orang Bali jang tinggal di sekitaran geredja ini sedjak tahon 1667. Mari-

ka hidoep di bawah pimpinan saorang kapitein (kapten) satoe soekoe. Maka dari itoe,

tida heiran nama daerah ini hingga sekarang kerap diseboet orang sebagi Balimeester.

 

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.300.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.300018 << angka 18

di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.300.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja, saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

 

Transfernja bole sekaligoes = Rp.900018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.900.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja Rp.300018, Rp.300019, en Rp.300020

ataoe, misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.1.200.018 oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 en 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 
"Hanya satu yang tak terlupakan.
Kala senja di gereja tua.
Waktu itu hujan rintik-rintik.
Kita berteduh di bawah atapnya."


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

 

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku: "Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta",
"Gereja-gereja tua di Jakarta", "Gereja-gereja Bersejarah di Jakarta", "Sumber-sum-

ber asli sejarah Jakarta Jilid I", "Menteng 'Kota taman' pertama di Indonesia", karya

A.Heuken SJ; "Greetings from Jakarta, Postcards of a Capital, 1900-1950" & "Batavia 

in Nineteenth Century Photographs" karya Scott Merrillees; Johannes Rach, Seniman

di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan Nasional RI & Rijksmuseum Amsterdam,

tahun 2002). "Film Dokumenter keadaan kota Batavia pada tahun 1913, yg termuat

dalam DVD berjudul " Van De Kolonie Niets dan Goeds" (Nederlands-Indie in Beeld th
1912-1942); DVD "Nederlands-Indie in de Tweede We
reldoorlog, terbitan NIOD; Peta

Batavia sebelum Kemerdekaan, yg dibeli di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda; "Pe-

ngaruh Portugis di Indonesia", karya Antonio Pinto Da Franca; artikel Kompas "Jejak

kejayaan Tarumanegara", Sabtu 27 Juli 2013, oleh Cornelius Helmy; "Ketoprak Beta-

wi", terbitan Intisari; "Betawi Queen of The East", karya Alwi Shahab; "Kampung Tua

di Jakarta", terbitan Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta"; Fotokopi tulisan perihal

Kampung Tugu, yang diberikan oleh Alm. Samuel Quiko; artikel di laman:  www.fib.ui.

ac.id "Bahasa Kreol Portugis di Kampung Tugu: Warisan Budaya Kolonial di Jakarta di

Ambang Kepunahan", oleh Lilie Suratminto; artikel Intisari "Kampung Tugu, Komunitas

Portugis di Jakarta", terbitan Juni 2002; artikel Kompas "Festival Kampung Tugu dan

Bazaar Mancanegara", Jumat, 10 Oktober 2008, oleh (ONG); artikel Kompas "Darah

Baru Kampung Tugu", Rabu, 19 November 2008; artikel di Warta Kota "Gereja Tugu

Memprihatinkan", Senin, 16 Juni 2008, oleh (gus); artikel Kompas "Tiga Dubes Hadi-

ri Festival Kampoeng Toegoe", Minggu, 16 November 2008, oleh (MUK); artikel Kom-

pas "Keroncong dan Gereja Tugu", Jumat, 26 Desember 2003, oleh (K04); Brosur da-

ri Gereja Sion, terbitan tahun 2001; "Sejarah Singkat Gereja "De Nieuwe Portugues-

sche Buitenkerk" (GPIB Sion DKI Jakarta), karya A.E.Nayoan; artikel Kita Sama Kita
"Terang Bulan di Jassenbrug", terbitan Agustus 2000; lagu "Terang Bulan" dan "Nina

Bobo", yang dinyanyikan oleh Wieteke van Dort, yg juga dikenal sebagai Tante Lien;

lagu "Gereja Tua", yang dinyanyikan oleh Panbers (Pandjaitan Bersaudara) thn 1985;

"Ir. F.J.L. Ghijsels, Architect in Indonesia (1910-1929)", terbitan Seram Press, 1996).



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Gereja Tua di Batavia

Sabtu, 30 Mei 2015 (ingat, Sabtu bukan Minggu)
07.30 - 08.00: Kumpul di Parkir Timur Senayan

08.00 - 08.20: Berangkat ke Kota Tua Jakarta (Jl. Kopi)

08.20 - 08.35: Penjelasan ttg Gereja Portugis Dalam Kota

08.35 - 08.40: Berangkat ke lokasi ditemukannya Batu Padrao

08.40 - 08.55: Penjelasan ttg Batu Padrao (perjanjian thn 1522)

08.55 - 09.00: Berangkat ke Taman Fatahillah - Museum Wayang

09.00 - 09.30: Penjelasan ttg gereja dan masuk Museum Wayang

09.30 - 09.40: Jalan Kaki ke pengkolan Jl. Bank (dekat Museum BI)

09.40 - 10.00: Penjelasan lokasi gereja pertama di Jakarta ! (1625)

10.00 - 10.15: Berangkat ke Gereja Sion (di Jl. Pangeran Jayakarta)

10.15 - 11.00: Keliling Gereja Sion dan Penjelasan ttg Jassenkerk

11.00 - 11.30: Berangkat ke Gereja Pniel (Gereja Ayam) Psr.Baru  

11.30 - 12.00: Keliling Gereja Pniel (Gereja Ayam) di Passer Baroe

12.00 - 12.15: Berangkat Makan Siang di RM. Tropik (sedjak 1950an)

12.15 - 13.00: Makan Siang dan Nonton Film Dokumenter (tahun 1941)

13.00 - 14.00: Berangkat ke Gereja Tugu di Jl. Raya Tugu Tanjung Priok

14.00 - 14.30: Keliling Gereja Tugu dan penjelasan ttg orang Mardijkers

14.30 - 15.15: Berangkat ke Gereja Santo Yoseph di Jl. Matraman Raya

15.15 - 15.45: Keliling Gereja Santo Yoseph (yg dibikin Ir. F.J.L.Ghijsels)

15.45 - 16.00: Berangkat ke Gereja Koinonia di Balimeester (Jatinegara)

16.00 - 16.45: Keliling Gereja Koinonia dan berfoto di depan seberang

16.45 - 17.30: Berangkat ke Parkir Timur Senayan (acara selesai yah)



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___