1.12.17

[tourismindonesia] File - contact person tourism indonesia.txt

Contact Person
Tourism Indonesia


Dear members,

Silakan kalau berminat ingin menambahkan.

Terima kasih


Salam Wisata Nusantara!



Radityo Djadjoeri
Moderator



Kalimantan

Natigor Tour n Travel
Ruko Balikpapan Baru Blok AB 2 No.16
Phone :( 0542 ) 877648
Fax:( 0542 ) 877254
YM: natigorparna@yahoo.com
kontak: Martin
Website: www.natigor.

Keisya Tours and Travel
Jl Kampung Kelawi No 43 Padang
Telp : 0751 9508927 facs : 0751 891436
Email : keisyatour1@gmail.com
YM & FB : dyan_hamama@yahoo.com

service in air ticket - Hotel voucher - Tour package

Regards/Dyan Hamama
085274298717




------------------------------------

------------------------------------

Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
tourismindonesia-digest@yahoogroups.com
tourismindonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
tourismindonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

11.11.17

[tourismindonesia] (pake foto) PLESIRAN TEMPO DOELOE: Ajo Bung, Bangun Djakarta! Minggu 12 November 2017 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

Hadirilah PINTONG (Pindah Tongkrongan) chusus buat sahaBATMUSeum!

(tetapi yang lain juga boleh kok). Terutama yang gandrung dengan kisah

sejarah bangunan-bangunan landmark kota Jakarta, karya Bapak Silaban.

 

Sabtu Pagi ini, tanggal 11 November 2017. Pukul 10.00 WIB - 12.00 WIB.

PINTONG (Pindah Tongkrongan) ke: Pameran FRIEDRICH SILABAN, Arsitek,

1912-1984, di Galeri Nasional, Gedung D (Seberang St. Kereta Api Gambir)

Untuk siapa saja yang kepengen tahu kisah hidup Tuan F. Silaban beserta

karyanya, yang akan diceritaken setjara totaal oleh penulis bukunya, yakni:

Setiadi Sopandi. Sampai rasa penasaran, juga pertanyaan yang mengganjal,

akhirnya terjawab oleh penulis bukunya langsung. Kalau sudah punya buku-

nya, dibawa saja, agar dapat minta handtekenennya (tandatangannya) :))

Mendaftar? Seperti biasa, ke email adep@cbn.net.id Ayo lakukan sekarang!

 



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kuliling Djakarta

Kumpulnya di GOR Bulungan (Gelanggang Olah

Raga) Jl. Bulungan, di dekatnya Blok M Plaza

(lokasi persis dikabari di email selanjutnya)

(terutama yg udah pada mendaftar ikutan)

Minggu, 12 November 2017, jam 06.30 pagi

Rp.200 ribu/org, sudah termasuk:

(snacks pagi)
(makan siang)
(snacks petang)
(minuman dingin)
(naik Bus AC Trac)

(ada djuga djalan kaki)

(naik Bus Transjakarta) 

 

(bezoek Jembatan Semanggi jang aseli) (naik Bus Transjakarta dari Halte

Bendungan Hilir ke Halte Tosari en landjut djalan kaki dan dikassie terang

hal ikhwal daerah di sekitaran Hotel Indonesia, Bundaran HI, kisah di balik

Patung Selamat Datang, Wisma Nusantara, Dept. Store Sarinah, Gedung

Bank Indonesia, Bundaran BI, riwajatnja Lapangan Monumen Nasional se

dari djaman VOC, Gubernur Djenderal Daendels, Raffles, Koningsplein, Pa-

sar Gambir, Lapangan IKADA, hingga Silang Monas dan penamaan Medan

Merdeka) (Naik Bus AC ke bekas lokasi Benteng Prins Frederik Hendrik en

Taman Wijayakusuma, jang sekarang locatienja mendjadi Masdjid Istiqlal,

dan kita nantinja bakalan berfoto sedjadjar dengan: Patung Pembebasan

Irian Barat (lho, kok bisa?) karena kita nantinja akan berdiri di rooftop en

kubah atau di puntjaknja/bagian paling atas daripada Masjid Istiqlal (ach,

jang bener? Betul, sungguh!) (Naik Bus AC lagi tudjuan Gedung MPR/DPR

kemudian rasakan nikmatnja melintasi Simpang Susun Semanggi jang ke-

rap bikin njasar mobil jang kurang perhati, lalu liwatin itu Patung Pemuda

Membangun jang atjapkali disebut sebagai Patung Pizza Man (sekilas se-

perti delivery man angkat loyang pizza. Lalu vakantie jang djempolan pu-

ja ini bakalan berachir di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senajan dan

masup ke Ruang Kerdja Presiden Sukarno di basement, jang tersembunji,

rahasia, tiada orang jang tahu sebelumnja, mungkin itu tempat untuk ber-

fikir, keluarkan idee/gagasan perihal bagaimana membangkitkan semangat

kebangsaan melalui Arsitektur Kebangsaan Kebanggaan Rakyat Indonesia)

(Dapetken hadiah jang dikotjok, pakean berupa badju jang berkerah/Polo

Shirt, 4 patung jang amet tersohor di Djakarta, ia itu):

- Patung Selamat Datang

- Patung Pahlawan (Tugu Tani)

- Patung Dirgantara (Pancoran)

- Patung Pemuda Membangun

Harganja di "toko sebelah" Rp.190.000 satunja, di "toko kami" GRATIS !!!

buat doorprize. Eeh, ini sebenernja siapa jang produksi polo shirtnya sih?

 

(Djuga satu buku jang djempolan punja bikinan Scott Merrillees berdjudul

"Jakarta: Portraits of a Capital 1950-1980". Aduh, duh! Mana tahan yah) 

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(begimana tjara mentransfernja,
batja di bagian bawah email ini).
 

(bakal ditjeriterakan oleh Nadia Purwestri, jang banjak meriset perihal

bangunan en kawasan bersedjarah Djakarta en di seantero Indonesia;

Setiadi Sopandi, arsitek, pengadjar, sedjarawan architectuur, kurator

en tentu sadja penulis buku: "Friedrich Silaban"; Supie Yolodi, arsitek

renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno dan pemenang sajembara

Peluasan Gedung MPR/DPR; en Anggoro Putro dari Kementerian PUPR)

 

(Please kirim email dahoeloe sablonnja, pasti dibales, goena dapetken
nummer oeroet peserta. Djangan langsoeng ditransfer, sebab malahan
djadi bikin kitaorang bingoeng, lantaran soeda dapet kiriman itoe doeit

jang tida djelas djoentroengannja kerna tida ditoelis nummer oeroetnja)

(anak ketjil, orang moeda poen orang toea, bajarnja sama yah, okeh?!)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price, ia itoelah: Rp.200.000/org)

 

 

*ketika melintas di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta*

Bule: "Wooow, di Indonesia juga ada semacam highway, aaah kapan, jembatan itu 
dibangun?". Dono: "Wah, saya gak tahu Sir, tadi malam saya lewat sini, belum ada!"

Jembatan Semanggi dibikin tjuma dalem waktu beberapa djam sadja! Itu ada di film
Warkop jang berdjudul: "Dongkrak Antik", produksi 1982. Apakah betul itu terdjadi?

Ikutin programma SAHABAT MUSEUM jang ke-150 kalinja. Tempo ini bakalan bertje-
ritera tentang perkembangan tata kota, gedung/bangunan, monumen, patung, dja-
lan raja, di Djakarta ini, jang merupakan persembahan karja Anak Bangsa Indonesia:

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Ajo Bung, Bangun

Djakarta! Minggoe, 12 November 2017, sedari poekoel 06.30 hingga 17.30 

 

Sedjumblah sumber sudah klaar dibatja, namun terlalu bagus untuk ditjeriteraken di

pemberitahuan detail ini. Kami menghimbau supaja segenap Opa-Oma-Kakek-Nenek-

Tuan-Njonja-Bapak-Ibu-Oom-Tante-Sinjo-Nona-Kaka-Adek untuk segera turut pro-

gramma jang dimaksud di atas, lagipula bangkunja terbatas, tjuma untuk 100 orang

sadja! Ajoo, mengapa lama berfikir? Ini atjara bole dibilang tjuma dibikin sekali sadja!

 

Zo, toenggoe apalagi ?! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.

(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman
). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfernja, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet: 18,

maka Onky transfernja = Rp.200.018 (djikaloe di mesin ATM mengetiknja Rp.200018
angka 18 di belakang mengatjoe ka nummer oeroet jah, djadi nanti bajarnja boekan

= Rp.200.000 sadja, tapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe men-

daftar lebih dari 1 orang, en kapingin transfernja sekaligoes djalan, tjontohnja kajak:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda


Transfer bole sekaligoes Rp.600.000 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean)

maka dari itoe, nummer oeroet djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20

= 57 = Rp.800.057). Oooh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerana nantinja malah

kitaorang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja (oempama nummer oeroet: 

57) soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi

kalo mahoe transfernja satoe per satoe djoega boleh, ketik sahadja:  Rp.200.018,

Rp.200.019, Rp.200.020, ataoe misalnja ada temen/keluarga jang masih kapengen

mendaftar lagi, en mendapatken nummer jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja

(misal dapet nummer oeroet: 178), maka nantinja djikaloe kapingin mentransfernja

sekaligoes/sekali djalan, toeloeng diseboetken sadja, bahoewa doeit jang sebanjak

Rp.800.018 itoe, boeat nummer oeroetnja 18, 19, 20, 178. Terima kasih atensinja.  
 

Djangan loepa bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil. Inget, Djakarta tertjinta ini ka-

dang hoedjan kadang puaanas! djikalaoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kita-

orang aken moelain plesirannja sasoedanja itoe hoedjan brenti. Zo, ..plesiran tetep
dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.com

 

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku dan koran: "Friedrich Silaban",

karya Setiadi Sopandi; "Jakarta, Postcards of a Capital, 1900-1950", karya
Scott Merrillees"Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta", karya Adolf Heuken

SJ; "Monumen Nasional, Monumen Keagungan Perjuangan Bangsa Indonesia",

terbitan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Kantor Pengelola Monumen Nasional;

"Batavia/Djakarta/Jakarta, Beeld van een metamoforse", karya M.E. De Vlet-
ter, R.P.G.A Voskuil, J.R. Van diessen, E.A; "Kasino bernama Kepulauan Seri-

bu, "Ciliwung, Venesia dari Timur", "Hukum Pancung di Batavia", Batavia Ko-

ta Banjir", "Batavia Kota Hantu" dan "Betawi Queen of The East", karya Alwi

Shahab; "Hotel Indonesia, Gagasan Bung Karno, Cagar Budaya Bangsa, Diba-

ngun dengan Dana Pampasan Perang Jepang", karya Arifin Pasaribu; "Meta-

morfosis Semanggi", Kompas, Senin, 20 Maret 2017, oleh Helena Fransisca

Nababan; "Semanggi, Daerah Rawan yang Jadi Ikon Jakarta", Kompas, Ming-

gu, 9 Oktober 2016, oleh Johnny TG; "Jejak Rasa Bangga di Hotel Indonesia",

Kompas, Minggu, 23 September 2012, oleh Frans Sartono; "Hotel Indonesia

Kempinski, Sukarno's trails in the heart of Jakarta", The Jakarta Post, Sep-

tember 23, 2012, oleh Niken Prathivi; Seri Artikel di Warta Kota: "Kenangan

dari Hotel Indonesia: "Bubur Ayam HI yang Eco", Rabu, 21 April 2004", "Dida-

tangi oleh Senator AS Robert Kennedy, Kamis, 22 April 2004; "Hotel Sekalig-

us Galeri", Jumat, 23 April 2004, "Renovasi Sah Saja, Asal...", 24 April 2004,

oleh (pra); "Cagar Budaya di HI Jangan Dimusnahkan", Warta Kota Jumat 16

April 2004, oleh (pra), "Renovasi HI Belum Jelas", Warta Kota, Selasa 20 April

2004, oleh (mer/pra); "Menanti Hotel Indonesia yang Baru", Kompas, Selasa,

13 April 2004, oleh Pingkan Elita Dundu; "Hotel Indonesia Tetap Kebanggaan

Indonesia", Kompas, Selasa, 10 Maret 2009, oleh Robert Adhi KSP; "Sejarah

Baru, Nama Baru, Tarif Baru", Kompas, 22 Mei 2009, oleh (ARN); "Sejarah Si-

ngkat Hotel Indonesia", terbitan Humas Hotel Indonesia; Laporan Kerdja-Nja-

ta: "Pembangunan Hotel Indonesia", dibuat oleh: Shafrin Manti, Fak.Technik

U.G.M, No.pokok 1602/T, Djakarta, 15 Oktober 1961; "Setengah Abad Sari-

nah", Kompas, Sabtu, 1 September 2012, oleh Eny Prihtiyani; "Sarinah Ta-

hun 60-an: Jual Sayuran sampai Senjata Api", Kompas, Minggu, 7 Agustus

2016; "DKI Usulkan Jalan Medan Merdeka Utara Jadi Jalan Soekarno"; "Jan-

gan Paksakan Ubah Nama Jalan, Warta Kota, Sabtu 31 Agustus 2013, oleh

(sab); "Usulan Jalan Soeharto Gantikan Jalan Medan Merdeka Barat", War-

ta Kota, Senin, 2 September 2013, oleh (Tribun); "Etalase Karya Indonesia

di Sarinah", Kompas, Senin 8 Juni 2015, oleh Agnes Rita Sulistyawaty/Saiful

Rijal Yunus; "Nama Jalan Medan Merdeka Diusulkan Diganti", Kompas, Sabtu,

31 Agustus 2013, oleh (NWO/NDY); "Menggapai Langit dari Gedung Tinggi",

Kompas, Sabtu, 19 April 2008, oleh Neli Triana; "Menyimak Perjalanan Mo-

nas", Warta Kota, Minggu,27 Juli 2008, oleh (pra); "Monumen Penentu ba-

gi Kedaulatan Bangsa", Kompas, Jumat, 21 September 2007, oleh Susanto

Zuhdi; "Masjid Istiqlal: Kemerdekaan untuk Semua", Kompas, Senin, 27 Fe-

bruari 2017, oleh Ingki Rinaldi; "Oase Syukur Kemerdekaan di Jantung Kota",

Kompas, Senin, 29 Juni 2015, oleh Harry Susilo; "Masjid Berkonsep Ketuha-

nan", Warta Kota, Senin, 6 Juni 2016, oleh (m8); "Wanita Misterius di Pun-

cak Monas", Warta Kota, Minggu, 23 Februari 2014, oleh (tat); "Menghar-

gai Kubah Hijau Karya Maestro", Tempo, 21 Agustus 2011, oleh Sorta To-

bing; "Kompleks DPR Akan Menjadi Wisata Edukasi Rakyat", Warta Kota,

Selasa, 30 Agustus 2016; "Gedung Kura-Kura Dibangun untuk Menandin-

gi PBB", Warta Kota, Selasa, 30 Agustus 2016; "Wisata Sejarah di Jejak

Sejarah Koningsplein", Kompas, Sabtu, 3 Oktober 2015, oleh Agnes Rita

Sulistyawaty/Fransisca Romana Ninik; "Istiqlal: Karya besar Anak Bangsa

di Bekas Benteng Belanda", Kompas, Minggu, 5 Juni 2016, oleh Johnny TG;

"Jalan Layang Lingkar Semanggi", Koran Tempo, Selasa 2 Februari 2016, o-

leh Linda Hairani; "Asian Games Kembali ke Gelora Bung Karno", Koran Tem-

po, Minggu, 3 Agustus 2014, oleh Agus Baharudin; "Gelora Bung Karno, Si-

tus Olahraga yang Memudar", Koran Tempo, Minggu, 14 Desember 2014;

"Stadion Gelora yang Kumuh", Tempo 18 Oktober 2015, oleh Tri Suharman,

Agus Baharuddin, Gadi Makitan, Linda Trianita; "41 thn Gelora Bung Karno

1962-2003, Perjalanan Sebuah Warisan Nasional", terbitan Badan Pengelo-

la Gelora Bung Karno, Direksi Pelaksana; "The Official Map of Gelora Bung

Karno").


 

PLESIRAN TEMPO DOELOE:
Ajo Bung, Bangun Djakarta!

Minggu, 12 November 2017 

06.30 - 07.00: Pendaftaran Ulang di GOR Bulungan, Jakarta Selatan

07.00 - 07.15: Pembukaan dan Penjelasan singkat Wisata Sejarah

07.15 - 07.30: Naik Bus AC menuju ke atas Jembatan Semanggi 

07.30 - 08.00: Penjelasan tentang Jembatan Semanggi yg asli

08.00 - 08.15: Jalan Kaki ke Halte Busway Bendungan Hilir

08.15 - 08.30: Menanti kedatangan Bus Transjakarta

08.30 - 08.45: Naik Bus Transjakarta menuju Halte Tosari

08.45 - 09.00: Jalan Kaki ke Bundaran HI (Hotel Indonesia)

09.00 - 09.30: Penjelasan sekitaran HI & Wisma Nusantara

09.30 - 09.45: Jalan Kaki ke depan Gedung Sarinah Thamrin

09.45 - 10.00: Penjelasan tentang Gedung Sarinah Thamrin

10.00 - 10.15: Jalan Kaki ke Bundaran Bank BI (dpn Bank BI)

10.15 - 10.30: Penjelasan tentang Bank BI & Medan Merdeka

10.30 - 10.45: Jalan Kaki ke Lapangan Monumen Nasional

10.45 - 11.15: Penjelasan tentang Monumen Nasional dsk

11.15 - 11.30: Naik Bus AC menuju ke Lapangan Banteng

11.30 - 11.45: Penjelasan tentang Lapangan Banteng dsk

11.45 - 12.00: Jalan Kaki ke Masjid Istiqlal (Wijayakusuma)

12.00 - 12.30: Makan Siang di Halaman Parkir Mesjid Istiqlal

12.30 - 13.00: Sholat Dzuhur di Masjid Istiqlal

13.00 - 14.30: Keliling Masjid Istiqlal (+ rooftop)

14.30 - 15.00: Naik Bus AC ke Gedung MPR/DPR

15.00 - 16.00: Penjelasan ttg Gedung MPR/DPR

16.00 - 16.30: Naik Bus AC ke Stadion Utama Gelora Bung Karno

16.30 - 17.30: Penjelasan ttg Stadion Utama Gelora Bung Karno

17.30 - 18.00: Berangkat ke GOR Bulungan

18.00 - 18.30: Acara Selesai



__._,_.___

Attachment(s) from Ade Purnama | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)


Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

7.11.17

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 12 November 2017




 
SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren: 
PLESIRAN TEMPO DOELOE
                                     AJO BUNG, BANGUN DJAKARTA!


Merdeka dari belenggu kolonialisme. Sudah.

Penjerahan Kedaulatan Indonesia. Sudah.

Membentuk sedjumblah kabinet. Sudah.

Mengadakan Pemilihan Umum 1955. Sudah.

Menasionalisasi asset perusahaan asing. Sudah.

 

Sekarang ini waktunja berdirikan bangunan architectuur jang

berkarakter Kebangsaan Indonesia. Maka dari itu, serukan..

"Ajo Bung, Bangun Djakarta!"

 

Utjapan imadjiner, mengatju ke adjakannja Presiden Sukarno

kepada para arsitek jang tjakap dalam bidangnja, untuk men-

tjiptakan identiteit pribadi bangsa dengan tjara pembangunan

berbagai rupa gedung, monumen, patung, djembatan, djalan

besar dan lainnja. Mimpi Sukarno patut diwudjudkan baik-baik.

 

Programma jang bertadjuk "PLESIRAN TEMPO DOELOE: Ajo

Bung, Bangun Djakarta!" adalah kegiatan untuk jang ke-150 ka-

linja. Didukung oleh mASEANa Project, The Japan Foundation,

The Toyota Foundation. Diorganisir oleh sahaBATMUSeum be-

kerdjasama dengan mASEANa, Pusat Dokumentasi Arsitektur,
dan arsitekturindonesia.org.

 

Djangan sampe luput tanggalnja, tolong ditjatet, hari Minggu ini,

12 November 2107 pukul 06.30 WIB - 17.30 WIB, bakal bezoek,

en liwatin architectuur modern Indonesia kurun waktu 1950-1960-

an jang sekarang mendjadi sematjem landmark kota Djakarta ini:

 

1. Jembatan Semanggi*

2. Hotel Indonesia*

3. Bundaran HI*

4. Patung Selamat Datang*

5. Wisma Nusantara*

6. Dept. Store Sarinah*

7. Gedung Bank Indonesia*

8. Bundaran BI*

9. Lapangan Monumen Nasional*

10. Patung Pembebasan Irian Barat**

11. Masjid Istiqlal**+

12. Gedung MPR/DPR**+

13. Simpang Susun Semanggi**

14. Patung Pemuda Membangun**

15. Stadion Utama Gelora Bung Karno**+

(keterangan: *Jalan Kaki; **Naik Bus AC)
(**+ Masuk ke dalam Gedung/Bangunan)


                    
(Snacks Pagi)
(Makan Siang)
(Snacks Sore)
(Minuman Dingin)

Naik Bus AC Trac, dari GOR Bulungan - Jembatan Semanggi)

(Jalan Kaki dari Jembatan Semanggi ke Halte Bendungan Hilir)

(Naik Bus Transjakarta dari Halte Bendungan Hilir - Halte Tosari)

(Jalan kaki mulai Halte Tosari - Bundaran HI - Lapangan Monas)
(Naik Bus AC Trac, dari Lapangan Monas - Gelora Bung Karno)

(Lalu ke finish point dari Gelora Bung Karno ke GOR Bulungan)

(Kuliling banjak situs sejarah di Jakarta era 1950an-1960an plus

Simpang Susun Semanggi, sebagai salah satu solutie dari situ-

atie en conditie perkembangan lalu lintas Jembatan Semanggi,

seharian zonder putus, sampe peroet monjong zonder ampun)

(Tempat duduk di Bus AC terbatas, tjuma buat 100 orang sadja)

(Ditjeritaken oleh: Setiadi Sopandi, Bambang Eryudhawan dan

Gregorius Supie Yolodi, jang faham betul riwajatnja perkemba-

ngan arsitektur kota Jakarta, mulai dari Batavia sampe Djakarta).

(Dapetken hadiah jang dikotjok, pakean berupa badju jang ber-

kerah/Polo Shirt, 4 patung jang amet tersohor di Djakarta, ia itu):

- Patung Selamat Datang

- Patung Pahlawan (Tugu Tani)

- Patung Dirgantara (Pancoran)

- Patung Pemuda Membangun

(Djuga satu buku jang djempolan punja bikinan Scott Merrillees,

berdjudul "Jakarta: Portraits of a Capital 1950-1980". Aduh, duh!)



Minggu, 12 November
Rp.200.000/orang
(dua ratus ribu)

Kumpul, mulai acara: 
GOR Bulungan Jaksel
jam 06.30 di pagi hari
(di dekat Blok M Plaza)
tiba lagi di mari sekitar 
pukul 18.00 petang hari
  

kalau mahu ikutan PTD ini, 
email ke: adep@cbn.net.id 
(adep at cbn dot net dot id)


  

                                  detailnya esok atau lusa yah 



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

1.11.17

[tourismindonesia] File - contact person tourism indonesia.txt

Contact Person
Tourism Indonesia


Dear members,

Silakan kalau berminat ingin menambahkan.

Terima kasih


Salam Wisata Nusantara!



Radityo Djadjoeri
Moderator



Kalimantan

Natigor Tour n Travel
Ruko Balikpapan Baru Blok AB 2 No.16
Phone :( 0542 ) 877648
Fax:( 0542 ) 877254
YM: natigorparna@yahoo.com
kontak: Martin
Website: www.natigor.

Keisya Tours and Travel
Jl Kampung Kelawi No 43 Padang
Telp : 0751 9508927 facs : 0751 891436
Email : keisyatour1@gmail.com
YM & FB : dyan_hamama@yahoo.com

service in air ticket - Hotel voucher - Tour package

Regards/Dyan Hamama
085274298717




------------------------------------

------------------------------------

Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com
------------------------------------

Yahoo Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/tourismindonesia/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
tourismindonesia-digest@yahoogroups.com
tourismindonesia-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
tourismindonesia-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo Groups is subject to:
https://info.yahoo.com/legal/us/yahoo/utos/terms/

18.10.17

[tourismindonesia] (masih ada bangku kosong) PLESIRAN TEMPO DOELOE: Soekaboemi Hawanja Sedjoek, Saptoe-Minggoe 21-22 Oktober 2017



Yuk ikutan, masih ada beberapa bangku yang kosong.
Untuk penjelasan yg lebih detailnya, silahkan hubungi
email: adep@cbn.net.id
(adep at cbn dot net dot id)
(ada 1 gambar terlampir di email ini, jika tidak keluar
di inbox Anda, silahkan hubungi email yang di atas :)

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sukabumi
Kumpulnya di GOR Bulungan (Gelanggang

Olah Raga) Jakarta Selatan, Jl. Bulungan,

dekatnya Blok M Plaza (lokasi persis dika-

barin lagi, terutama yg sudah mendaftar)

Sabtu, 21 Oktober 2017, jam 06.30 pagi

Rp.950 ribu/org, sudah termasuk:

(Makan dan Minum 4 kali selama PTD)

(Naik Bus AC Trac) (Menginap di: Hotel

Selabintana, hotel legendaris Sukabumi)

(Ditjeriteraken oleh Irman Firmansyah "Sufi",

penoelis boekoe jang bagoes betoel, berta-

djoek: "Soekaboemi The Untold Story", juga 

"Kota Sukabumi, Menelusuri Jejak Masa Lalu") 

 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.com



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

10.10.17

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Soekaboemi Hawanja Sedjoek, Saptoe-Minggoe 21-22 Oktober 2017



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sukabumi

Kumpulnya di GOR Bulungan (Gelanggang

Olah Raga) Jakarta Selatan, Jl. Bulungan,

dekatnya Blok M Plaza (lokasi persis dika-

barin lagi, terutama yg sudah mendaftar)

Sabtu, 21 Oktober 2017, jam 06.30 pagi

Rp.950 ribu/org, sudah termasuk:

(Makan dan Minum 4 kali selama PTD)

(Naik Bus AC Trac) (Menginap di: Hotel

Selabintana, hotel legendaris Sukabumi)

(Ditjeriteraken oleh Irman Firmansyah "Sufi",

penoelis boekoe jang bagoes betoel, berta-

djoek: "Soekaboemi The Untold Story", juga 

"Kota Sukabumi, Menelusuri Jejak Masa Lalu") 

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(begimana tjara mentransfernja,
batja di bagian bawah email ini)

(Please kirim email dahoeloe sablonnja, pasti dibales, goena dapetken
nummer oeroet peserta. Djangan langsoeng ditransfer, sebab malahan
djadi bikin kitaorang bingoeng, lantaran soeda dapet kiriman itoe doeit

jang tida djelas djoentroengannja kerna tida ditoelis nummer oeroetnja)

(anak ketjil, orang moeda poen orang toea, bajarnja sama yah, okeh?!)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price, ia itoelah: Rp.950.000/org)



Ngueeeengg... ngeeeengg... *glug* (djatohkan bomb), ...duaaAAARRR!!.. sadjoembe-

lah bomb meledak di Fort (benteng) Nassau en satoe laennja di deketnja station radio.

Enem pesawat Djepang dengen symbool merah di sajapnja, lakoeken serangan di pagi

hari. Doea belas kali ledakan terdengar. Rentetan peloeroe dari machine gun hoedjani

Poelo Neira (di Kapoeloan Banda Naira). Tjoema 15 minuten actie berbahaja terseboet,

kamodian pesawat-pesawat itoe terbang semakin djaoeh linjap ditelen awan en langit.

Itoelah satoe kisah penjerangan Tentera Djepang, jang laat 1 hari deripada kepergian-

nja Bung Hatta en Bung Sjahrir dari Banda Naira ka Soekaboemi, via Soerabaia dan Ba-

tavia. Ikoetin riwajatnja langsoeng, dengan bezoek roemahnja kadoea Bung terseboet,

dalem programma jang bekend betoel poenja SAHABAT MUSEUM, tempo ini bertadjoek:


PLESIRAN TEMPO DOELOE:
 Soekaboemi Hawanja

Sedjoek Saptoe-Minggoe, 21-22 Oktober 2017, moelai dari 06.30 sampe esoknja


Djepang membongkong Pearl Harbor di Kapoeloan Hawaii tanggal 7 Desember di tahon

1941. Tiga hari sasoeda itoe, Goeboernoer Djenderal Hindia-Belanda, Tjarda van Star-

kenborgh Stachouwer, kassie prentah soepaija Hatta en Sjahrir dikombalikan ka Java.

Walopoen itoe prentah soeda kaloear sedari tanggal 10 Desember 1941, namoen hing-

ga achir tahon, marika tida tahoe dengan apa marika berangkat naar Poelo Java. Apa-

tah naek kapal terbang ataoe kapal laoet. Soenggoeh naek kapal terbang ada maroe-

paken hal jang tida moengkin, sebab-sebab lijn maatschappij KNILM (ini boekan anak

proesahaan KLM!) Makassar-Ambon soeda dihapoes bebrapa tempo jang laloe. Satoe

chabar tersiar bahoewa Pamerentah Hindia-Belanda bakalan kirim Kapal Poetih goena

angkoet Hatta, Sjahrir dengan anak-anak angkat marika. Perdjalanan moengkin saha-

dja ka Java tetapi bole djadi ka Australie. Hatta menentang route naar Australie itoe.

 

Tiada jang mengira, lebi dari 1 boelan en njaris 2 boelan menoenggoe berita, achirnja

tanggal 31 Januari 1942 pagi, dateng satoe kapal berbadan besar jang poeterin Poe-

lo Neira. Doea orang koelit poetih Amerika Serikat mendajoeng praoe karet hingga ka

dermaga. Kamodian controller sigra oetoes saorang politie oentoek dateng ka roema-

nja Sjahrir dan bilang mesti sijap berangkat dalem tempo 30 minuten. Hatta lekas da-

teng dari Kampong Ratoe, membawa satoe tas en doea karton kotak ketjil. Penerba-

ngan ka sebrang laoetan, njatanja baroe dilakoeken di malem harinja. Dengan 15 kali  

bumping menghadjar gemoeroeh ombak koetika hendak take off. Soeatoe oepaija pe-

noeh risico, tetapi haroes dilaksanaken demi djalanken missie selamatkan doea Bung.

13 djam lamanja penerbangan dari Banda ka Djawa. Menegangkan, penoeh waspada.

Apa jang terdjadi kaloe-kaloe Pesawat Zero poenja Djepang liwat di depan mata ma-

rika. Bakal ditembakken peloeroe langsoeng ke badan kapal terbang en djatoh ka ba-

wah. Tamatlah riwajat Bung Hatta en Bung Sjahrir di tengah perdjalanan. Oentoeng

sahadja samoeanja baek-baek. Loepoet dari sergapan moesoeh di oedara. Achirnja,

tiba di Soerabaia, zonder koerang satoepoen, maskipoen perang berketjamoek begi-

toe heibatnja. Doea Bung bersama anak-anak angkatnja laloe dibawa naar Pendjara

Kalisosok. Esok harinja dipindahken ka hotel Tjina, naek trein (kereta api) toedjoean

Batavia. Menetap di hotel Europa oentoek semalem. Kamodian naek doea automobil

(mobil) djalan darat menoedjoe Soekaboemi, liwatin djalan raja Bogor - Soekaboemi.

 

Tiba di Soekaboemi tanggal 2 Februari 1942. Hatta taroeh tjoeriga djikaloe nantinja

ditempatken di kamp konsentratie poenja Djepang ataoe Djerman (kerna kadoea ne-

gara itoe berkongsi). Marika menetap di satoe roemah dalem lingkoengan sekolahnja

politie. Tempo-tempo dibri idzin oentoek djalan-djalan sampe poesat kota Soekaboe-

mi. Timboel pertanja'an dari kadoea tahanan politiek itoe, oentoek apatah marika di-

bawa ka Soekaboemi, sasoeda dipindahken dari Banda Naira. Apa jang marika rasah-

ken perihal perlindoengan njawa, tida begitoe mejakinken, kerna tatkala pesawatnja

Djepang djatohken bomb-nja di Soekaboemi, tiada jang pedoeli dengan kaselamatan

kadoea Bung tahanan pamerentah koloniaal. Samoea djadi mysterie hingga sekarang.

Tokoh politiek laen jang diboeang ka Soekaboemi ia itoelah dr.Tjipto Mangoenkoesoe-

mo, jang namanja diabadiken sebagi ziekenhuis, jang bekend di Djakarta sekarang ini.

Seperti Hatta en Sjahrir, dr. Tjipto diboeang ka Banda Naira terlebi doeloe. Moelai di-

bawa dari Bandoeng, naek kereta api menoedjoe Soerabaia. Tatkala hendak pigi naek

kapal KPM dari Tandjong Perak Haven (plaboean), dr. Tjip dianter oleh H.O.S. Tjokro-

aminoto, Ir. Soekarno en segenap elite politiek laennja. Itoe kedjadian di tahon 1927.

Toedjoe tahon kamoedian, datenglah 2 anak moeda, nama: Hatta (oemoernja 33 ta-

hon) en Sjahrir (oemoernja 27 tahon), jang dipindahken sablonnja dari Boven Digoel.

Betapa girang hatinja dr. Tjip lajaknja orang jang soeda saling kenal lama sekali. Per-

temoean pertama terbitken pengrasahan solidariteit nasipnja pedjoang kemerdekaan

deripada belenggoe koloniaal. Marika seneng adaken omong-omong perihal negerij ini.

 

dr. Tjip dibawa ka Java, tepatnja Soekaboemi, sasaoedanja Djepang menjerang itoe

pangkalan Amerika Serikat terbesar di Pasifik (Pearl Harbor). Menetap di Selabintana-

weg (Djalan Selabintana), di roemahnja saorang Indo landjoet oesia. Meneer Raf na-

manja, eigenaar (owner) toko boenga "The Flowershop". Halaman roemah besar dan

penoeh boenga en taneman laennja. dr. Tjip betah tinggal di roemah itoe. Boeroeng

kakatoea jang dibawa dari Banda toeroet menemani dr. Tjip di pengasingan baroenja.

 

Selabintana. Perang Pasifik. Peroendingan. Nantinja bakal ditjeriteraken di Soekaboe-

mi semoeanja, poen perihal lahirnja kota Soekaboemi dari soeatoe kampong ketjil ber-

nama: Tjicolle (Cikole) mendjadi besar. Pembangoenan kanaal aer, system pertanian,

diversificatie taneman, sebabken Soekaboemi berkembang woedjoed mendjadi "kota".

Kota ini letaknja di lembah Goenoeng Gede, jang dari djaoe nampak klir (kleur/warna)

biroe, sehingga Scipio -kolonist pertama jang datengin bilangan ini, briken nama goe-

noeng terseboet dengan seboetan "blauwenberg" (goenoeng biroe). Peradaban awal

dimoelai sedari 2000 tahon silam. Wilajah itoe masoep ka dalem pengaroeh Tandjong

Kidoel, satoe keradjaan bawahan (mandala) daripada Salakanagara (versi naskahnja

Wangsakerta). Boekti-boekti keradjaan Hindoe-Buddha nampak djelas dari banjak ma-

tjem temoean beroepa: patoeng Amoghacapa, dengan prasasti dari Radja Kertanega-

ra, gagang tjermin isihnja prasasti, sendjata kebesaran terboeat dari peroenggoe en

benda-benda laennja, jang terkoeboer dalem tanah, boektiken adanja wilajah militair

di Soekaboemi dari djeman doeloe. Bahkan djalanan di kota Soekaboemi diseboetken

soeda ada sedjak masa Taroemanegara di abad ka-5 ataoe 6 (sekitar tahon 526 Ma-

sehi) seperti jang tertoelis di "Carita Parahyangan Sakeng Bhumi Jawa Kulwan Prata-

ma Sargah", terdjemahan Atja dan Ekadjati. Itoe tjeritera soenggoeh penting betoel.

Perkembangan kota Soekaboemi sedjak dahoeloe bakalan dikassie terang oleh Toean

Irman Firmansyah "Sufi". Selaen jang diseboet di atas, ada poela riwajat perihal pem-

bentoekan babakan jang lebi tegas dengan nama Goenoeng Parang, jang ada terdja-

di sasoedanja Keradjaan Padjadjaran roentoeh. Dipertjaja sebagei atsal moelanja ter-

bentoeknja soeatoe kota Soekaboemi sekarang ini. Kisah terbentoeknja babakan itoe

di Goenoeng Parang ada sedikit berhoeboengan dengan fakta concept terdjadinja se-

boeah kota tradisioneel di djeman doeloe, jang diseboet Koeta. Namoen, concept itoe

ametlah berbeda dengan Dayo/Dayeuh jang ada di masjarakat Padjadjaran, kerna ada 

pengaroeh Keradjaan Mataram jang soeda masoep ka wilajah itoe. Poen kisah diserah-

kannja Goenoeng Gede en Goenoeng Salak sampe ka Palaboean Ratoe (jang dianggep

sebagei "kota" pada tempo itoe), oleh Keradjaan Mataram kepada VOC di tahon 1677.  

Koffie (kopi) sebagi barang dagangan baroe VOC, briken kaoentoengan financeel oen-

toek Kompeni. Moelai ditanem oleh Goebernoer Djenderal Van Hoorn pada tahon 1704.

Kamodian Boepati Tjiandjoer, Aria Wiratanudatar III kassie soeroeh diaoarang poenja

broer (brother) memboeka lahan oentoek ditanemin koffie di tahon 1707 di sekitaran

Goenoeng Goeroeh. Apatah hatsilnja?! Soenggoe memoeasken. VOC kasengsem oen-

toek raoep en kembangken lebi besar lagi. Goenoeng Goeroeh sampe tahon 1724 ma-

sih dikenal orang sebagi Groote Negorij, ataoe Desa jang Besar. Itoe locatie maroepa-

kan awal moelanja perkebonan koffie di Soekaboemi, walopoen di kamodian hari, Goe-

noeng Parang jang lebi bekend sebagi loemboeng koffienja VOC. Orang Europa dalem

djoembelah ketjil, moelai taroeh doeitnja, berani investering (investasi), laloe penoeh

berharap soepaija dapet oentoeng gede. Panen demi panen teroes berlimpah, hingga

doeit kas VOC mendjadi soerploes. Feesta panen itoe mendjadi besar tatkala diterap-

kannja system "tanem paksa" ataoe cultuurstelsel  pada tahon 1723 (lebi doeloe 100

tahon sablonnja "tanem paksa" bikinan van den Bosch, jang moelai dildjalanken sedari

tahon 1830 sasoedanja klaar "De Java Oorlog" ataoe Perang Djawa dengan Pasoekan

Pangeran Diponegoro). Komoditas koffie ini jang merobah bisnis VOC dari pesisir naar

pendalaman, dari rempah, mendjadi hatsil boemi dari goenoeng-goenoeng jang tinggi.


Djeman brobah. VOC bangkroet. Pamerentahan berganti. H.W. Daendels pegang ken-
dali. Diaorang oetoes saorang dokter bedah tentara bernama Andries de Wilde. Pada
masa pamerentahan Raffles, conditie financeel Inggeris semakin tipis. Toean Raffles
poenja idee oentoek mendjoeal tana perceel di bilangan Batavia, Caravam/Krawang,
Preanger, Soekaboemi. Moment ini dipake Andries de Wilde oentoek membeli tana di
Goenoeng Parang, jang di hari jang akan datang, diberi nama jang bagoes ia itoelah:
Soeka Boemie. Modernisasi wilajah Soekaboemi berkembang di tangan de Wilde. Dia-
orang boeka roemah, sebagei tempat omong-omong wakil desa perkara dan adminis-
tratie economie dalem lingkoep ketjil. Roemah terseboet di kamodian harinja mendja-
di Hotel Ploem laloe berganti djadi Wilhelmina School, kamoedian SD Kehidupan Baru.

Andries de Wilde bole dibilang "bapaknja" Soekaboemi. Diaorang jang bereskan admi-
nistratienja bilangan itoe sedjak awal. Bentoek sematjem RT/RW di djeman sekarang.
Sedijaken roemahnja oentoek koempoelnja para kepala adat, kokolot en kelas miskin
dari tijap doesoen. Pembitjaraan perihal productie taneman en comunicatie fihak pen-
doedoeknja, sehingga dapetken satoe visie ke depan. Nama Soekaboemi poen moen-
tjoel dari de Wilde, jang orang-orang menetap di daerah ini toeroet akkord atas idee-
nja jang soeda briken penamaan jang djitoe sebagi pengganti nama Kampong Tjicolle.
Kebaekan hati de Wilde patoet dipoedjiken dalem beberapa hal, seperti rampoengnja
boekoe woordenboek (kamoes) Soenda-Nederland jang diterbitken tahon 1841. Pem-
boeatan irrigatie di Soengai Tjikolawing, rentjana pembangoenan fabriek suiker (goe-
la), merobah system kelola tana lokaal dengan diversificatie taneman dan perobahan
tjara tanem, dari hoema mendjadi perkebonan. Dibawanja bibit-bibit dari Europa oen-
toek ditanem di tananja. Dengan succesnja bermatjem oepaija jang dirintis de Wilde,
orang Soekaboemi jang bekerdja pada de Wilde, sebahagian berhatsil naek hadji, pa-
ra Imam Masdjid dibantoe activiteit djama'ahnja. Ada chabar jang beredar, tana Mas-
djid Agoeng Soekaboemi, doeloenja dibriken oleh de Wilde oentoek membangoen mus-
hola. Ach, soenggoeh moelia hati de Wilde, pengoesaha dari wilajah Soekaboemi itoe.
 
Masa keemasannja koffie nampaknja tenggelem oleh kebangkitan industrie thee (teh).
Masoepnja pengoesaha laen di Soekaboemi, jang lebi demen bisnis dedaoen idjo thee,
bikin industrie koffie semakin terpoeroek. Van der Hucht ijalah pionier oesaha industrie
thee. Familienja toemboeh berkembang mendjadi roempoen terbesar Preanger Planter
bersama Kerkhoven, Holle, Bosscha. Diaorang kamodian mengontrak tana di Parakan-
salak en Sinagar. Doea kebon thee terseboet mendjadi begitoe bekend di antero doe-
nija. Reclame dan advertentie Thee Parakansalak beredar di soerat chabar di Europa.
Ditambah lagi sedjak Gamelan Sari Oneng pentas di peresmiaan Menara Eiffel di Paris,
Thee Parakansalak makin dikenal oleh banjak fihak. Itoe set gamelan misih tersimpen
baek sampe hari ini di Museum Prabu Geusan Ulun, Soemedang. Tengoklah kapanhari.
 
Para pengoesaha-pengoesaha baroe itoe mendjadi amet kaja, oeangnja tida moedah
habis, malah semakin banjak. Marika briken "soembangan" jang besar bagi perkemba-
ngan kota Soekaboemi di djeman koloniaal Hindia-Belanda. Sekarang djedjaknja misih
tersisa di Soekaboemi, walopoen banjak jang soeda dihantjoerken kerna djeman jang
soeda brobah, namoen bole ditjeriteraken riwajatnja setjara compleet djikaloe Toean
en Njonja ikoetin programmanja SAHABAT MUSEUM jang ja goed (yahud) poenja itoe.
Menginep di Hotel Selabintana jang kesohor. Berdiri sedari tahon 1900 (ja, 117 tahon
jang laloe), Troesa chawatier, kerna kitaorang nantinja bermalam di bangoenan jang
relatief baroe boekan di kamar lama bungalow dari njaris doea abad jang telah lewat.
Bangoen pagi hiroep oedara pegoenoengan nan sedjoek dengan halaman jang loeas-
nja seloeas samoedera. Terlempar ke masa laloe, djeman normaal (sablonnja perang
di Hindia-Belanda ataoe jang orang Belanda atjapkali seboet sebaga fasenja "Tempo
Doeloe", periode damai en tentrem zonder ganggoean dari koelit koening Djepang en
djeman "Bersiap" sasoedanja Proklamasi Kemerdekaan 1945). Soenggoe soeatoe tem-
pat jang tepat oentoek vakantie (pakansi) bersama petjinta programma legendarisch
bertadjoek "PLESIRAN TEMPO DOELOE" jang soeda diadaken njaris sampe 150 kalinja.

Kisah perkembangan kota sedjak masa "Mooi Indie" hingga Kemerdekaan, bakalan ki-
taorang kassie tjeritera di soerat-elektrisch (email) selandjoetnja, jang boekoenja di
didjoewal bebas kepada Toean-Njonja, jang kapengen tahoe banjak perihal sedjarah
kota Soekaboemi loear-dalem. Moengkin bakal dikirimken dalem doea ataoe tiga hari
mendatang. Nistjaja Toean-Njonja kesengsem dengan kisahnja jang begitoe menarik.
Djangan sampe laat pesan. Itoe boekoe tjoemah tersedia 50 boekoe per djoedoelnja.
Tatkala boeka halaman per halaman, ditanggoeng betoel bakalan mengoetjap "Oooh,
begini, ooooh begitoe", "Oh seperti ini kisahnja", Oooh baroe tahoe saia sedjarahnja".
 

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean & Njonja sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman).
Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.


Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 
Onky transfernja = Rp.950.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.950018 << angka 18
di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.950.000 sadja,
tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,
dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja, saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernja bole sekaligoes = Rp.2850018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),
maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =
57=Rp.2.850.057). Oh DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-
orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)
soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe
transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja Rp.950018, Rp.950019, en Rp.950020
ataoe, misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja (misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-
tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja
bahoewa doeit jang sebanjak Rp.3.800.018 oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 en 178. 

Djangan loepa bawa pajoeng, topi, handduk ketjil, Sukabumi sedjoek poen panas Djika-
laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja
itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.com


(beberapa sumber sejarah dibaca dan dikutip dari

buku "Soekaboemi The Untold Story"; "Kota Suka-

bumi, Menelusuri Jejak Masa Lalu", oleh Irman Fir-

mansyah "Sufi"; artikel di Kompas: "Gamelan Sari

Oneng, Dari Sukabumi, Harumkan Hindia Belanda",

oleh Cornelius Helmy Herlambang, Minggu 8 Janu-

ari 2012; "Wisata Sukabumi, Wisata Peninggalan

Belanda", oleh (AHA/NEL/ARN), Sabtu 3 Januari

2009; "Jejak Sejarah di Selabintana", oleh (AHA),

Sabtu, 27 Desember 2008; "Yuk, ke Sukabumi..!",

oleh Neli Triana dan M Clara Wresti, Sabtu , 3 Ja-

nuari 2009; "Keelokan Sukabumi Terhalang Trans-

portasi", oleh Dewi Indriastuti/Herlambang Jaluardi,

Jumat, 26 April 2013; 90 Tahun Kota Sukabumi, U-

paya Menjadi Pusat Jasa Terpadu", oleh Evy Rach-

mawati, Sabtu 10 April 2004"; "Sukabumi, "Penjara"

bagi Hatta dan Sjahrir", oleh (EVY), Sabtu, 10 April

2004; artikel di Koran Tempo "Gamelan Jadi Sumber

Ilham Debussy", oleh Anwar Siswadi, Sabtu 8 Dese-

mber 2012; "Selabintana, Wisata Alam di Utara Su-

kabumi, oleh Komar, Tabloid Cek & Ricek, 588, Thn

XII, Rabu, 02 - 08 Desember 2009; "Bersama Hatta,

Sjahrir, dr Tjipto, & Iwa K Sumantri di Banda Naira",

oleh Des Alwi).



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Soekaboemi Hawanja Sedjoek

Saptoe-Minggoe, 21-22 Oktober 2017


Hari 1: Sabtu, 21 Oktober 2017
06.30 - 07.00: Kumpul di GOR Bulungan
07.00 - 07.05: Pembukaan Program PTD
07.05 - 07.15: Ke toilet sebelum berangkat
07.15 - 09.00: Berangkat ke Rest Area exit tol
09.00 - 09.15: Break Toilet
09.15 - 12.00: Berangkat ke Cicurug
12.00 - 13.00: Makan Siang di Cicurug
13.00 - 15.00: Berangkat ke pusat kota Sukabumi
15.00 - 15.45: Keliling Rumah Bung Hatta & Bung Sjahrir
15.45 - 16.00: Berangkat ke bekas lokasi Rumah dr. Tjipto Mangoenkoesoemo
16.00 - 16.30: Keliling bekas lokasi Rumah dr. Tjipto Mangoenkoesoemo
16.30 - 16.45: Berangkat ke Hotel Selabintana
16.45 - 17.30: Kisah ttg Perundingan Jepang dan Hindia Belanda
17.30 - 18.00: Check in Hotel Selabintana
18.00 - 19.00: Istirahat di hotel
19.00 - 20.00: Makan Malam di Sukabumi
20.00 - 20.30: Berangkat Pintong (pindah tongkrongan) pusat kota
20.30 - 21.30: Pintong (pindah tongkrongan) pusat kota Sukabumi
21.30 - 22.00: Berangkat ke hotel
22.00 - 06.00: Tidur sampai pagi
 
Hari 2: Minggu, 22 Oktober 2017
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 08.30: Berangkat ke pusat kota Sukabumi
08.30 - 12.00: Keliling Soekaboemi Tempo Doeloe
12.00 - 13.00: Makan Siang di Sukabumi
13.00 - 15.00: Berangkat ke Jakarta (stop toilet)
15.00 - 15.15: Break Toilet
15.15 - 16.15: Berangkat ke Pintu Tol Ciawi
16.15 - 18.15: Berangkat ke GOR Bulungan
18.15 - 18.30: Acara selesai


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___