26.8.15

[tourismindonesia] Potential Singapore-Indonesia partnership to boost arrivals.




Potential Singapore-Indonesia partnership to boost arrivals.
Tuesday, 25th August 2015
Source : HVS
Indonesian President Joko Widodo's recent visit to Singapore marked the beginning of a potential tourism partnership between the two neighbouring nations.
Amongst several other agreements signed, President Jokowi and Singapore's Prime Minister Lee Hsien Loong agreed to increase cooperation on tourism in order to boost overall arrivals.
While foreign tourism arrivals to Singapore have historically surpassed that of Indonesia, Singapore's tourism performance has been on a slump recently, with year-to-date visitor arrivals in May 2015 falling 4.1% over the same period last year.
This is led by a significant decline in arrivals from some of Singapore's traditionally strong feeder markets including Indonesia (-13.6%), Malaysia (-4.6%) and Japan (-6.0%).
Both nations stand to benefit should the potential partnership materialize; packaging the destinations will lead to a wider variety of tourism offerings for visitors.
This development exemplifies the Indonesian government's recent proactive stance and commitment towards strengthening its tourism sector.


__._,_.___

Posted by: holy uncle <holyuncle@yahoo.com>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

24.8.15

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: MacArthur Returns, 10-11-12-13-14-15-16-17-18 Oktober 2015 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Ternate-Tidore-Halmahera-Morotai
(Atas permintaan Pemirsa, PTD ini akan dibagi dalam 3 paket, karena
pada tahun 2009 & 2010 sudah pernah digelar PTD terpisah, seperti:
2009 = PTD: Ternate-Tidore; dan di 2010 = PTD: Halmahera-Morotai.
Maka dari itu, untuk PTD 2015 ini, bisa dipilih mau yang 4 hari, 7 hari,
atau 9 hari sekaligus: Ternate-Tidore-Halmahera-Morotai. Jika dipisah:

Halmahera-Morotai: 10-11-12-13-14-15-16 Oktober 2015 = Rp.5 juta.
Ternate-Tidore: 15-16-17-18 Oktober 2015 = Rp.2 juta. Jikalau pingin
yg 9 hari full non-stop: Halmahera-Morotai-Ternate-Tidore = Rp.6 juta.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak peta yg terlampir di email ini, di situ
dapat dilihat dimana letak Pulau Ternate, Pulau Tidore, Pulau Halmahera,
Pulau Morotai. Sehingga dapat dengan mudah memahami, lantas memilih
paketnya. Semuanya menarik, tapi lebih menarik lagi kalo ikutan FULL :)

Siapa aja boleh bergabung dalam PTD ini, baik yang belum pernah ikutan
yg PTD: Ternate-Tidore, PTD: Halmahera-Morotai, atau yg belum pernah
ikutan PTD (Plesiran Tempo Doeloe) sama sekali. Mari bergabung, ayoooo!
Segera daftar & kirim email ke: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net id).
 
--------

1. Halmahera-Morotai-Ternate-Tidore (Rp. 6.000.000 per orang) (jikalau ikut 9 hari):

Sabtu, 10 Oktober 2015: Terbang dari Jakarta (atau kota-kota lain) ke Ternate (istirahat, krn bsk perjalanan panjang)

Minggu, 11 Oktober 2015: Ternate - Hatetabako (Halmahera Timur) - Tobelo (Halmahera Utara)

Senin, 12 Oktober 2015: Tobelo - Galela - P. Tagalaya - P. Kakara (+ snorkeling) - Tobelo (Halmahera Utara)

Selasa, 13 Oktober 2015: Tobelo (Halmahera Utara) - P. Dodola (+ snorkeling) - P. Zum-Zum - Daruba (Morotai)
Rabu, 14 Oktober 2015: Keliling Morotai seharian

Kamis, 15 Oktober 2015: Daruba (Morotai) - Tobelo (Halmahera Utara) - Bandara Kao - Ternate (via Sindangoli)

Jumat, 16 Oktober 2015: Keliling Ternate seharian (+ snorkeling)

Sabtu, 17 Oktober 2015: Keliling Tidore seharian (+ snorkeling)

Minggu, 18 Oktober 2015: Pulang dari Ternate ke Jakarta (atau kota-kota lainnya)

 

Situs-situs sejarah yang akan dikunjungi, ada di bagian: HALMAHERA-MOROTAI & TERNATE-TIDORE.

 

--------

 

2. Halmahera-Morotai (Rp. 5.000.000 per orang) (jikalau ikut 7 hari):

Sabtu, 10 Oktober 2015: Terbang dari Jakarta (atau kota-kota lain) ke Ternate (istirahat, krn bsk perjalanan panjang)

Minggu, 11 Oktober 2015: Ternate - Hatetabako (Halmahera Timur) - Tobelo (Halmahera Utara)

Senin, 12 Oktober 2015: Tobelo - Galela - P. Tagalaya - P. Kakara (+ snorkeling) - Tobelo (Halmahera Utara)

Selasa, 13 Oktober 2015: Tobelo (Halmahera Utara) - P. Dodola (+ snorkeling) - P. Zum-Zum - Daruba (Morotai)

Rabu, 14 Oktober 2015: Keliling Morotai seharian

Kamis, 15 Oktober 2015: Daruba (Morotai) - Tobelo (Halmahera Utara) - Bandara Kao - Ternate (via Sindangoli)

Jumat, 16 Oktober 2015: Pulang dari Ternate ke Jakarta (atau kota-kota lainnya)

 
HALMAHERA
1. Kapal Toshimaru yg hancur di-bomb di Teluk Kao
2. Meriam Jepang yg masih utuh di Desa Hatetabako
3. Bunker Jepang pinggir pantai Halmahera Timur
4. Meriam Jepang di Puna (mengarah ke Morotai)
5. Goa Jepang yg tersembunyi di bawah tebing
6. Museum Mini di tepi Danau Duma
7. Snorkeling di Pulau Kakara
 
MOROTAI
8. Museum yg dikelola oleh Muhlis Eso dkk
9. Pitu Strips (Lapangan Terbang Amerika)
10. Monument Nakamura (Tentara Jepang)
11. Amtrac (Amphibious Tractor) yg tertembak
12. Air Kaca (katanya tempat MacArthur mandi)
13. Pulau Zum-Zum (katanya bekas markas MacArthur)
14. Pulau Dodola (pulau pasir putih halus, airnya jernih)
15. Snorkeling di antara Pulau Zum-Zum & Pulau Dodola
16. Museum Perang Dunia Kedua (1941-1945) Morotai
 
--------

3. Ternate-Tidore (Rp. 2.000.000 per orang) (jikalau ikut 4 hari):

Kamis, 15 Oktober 2015: Terbang dari Jakarta (atau kota-kota lain) ke Ternate (istirahat, krn bsk plesiran seharian full)
Jumat, 16 Oktober 2015: Keliling Ternate seharian (+ snorkeling)

Sabtu, 17 Oktober 2015: Keliling Tidore seharian (+ snorkeling)

Minggu, 18 Oktober 2015: Pulang dari Ternate ke Jakarta (atau kota-kota lainnya)

(Tapi kalau mau ikutan 3 hari saja, tiba di Ternate hari Jumat jam 8 pagi naik Garuda
Indonesia
atau Sriwijaya Air, silahkan saja. Dan yang mesti lebih diperhatikan, kayak-

nya capek banget yah, karena selain beda waktu dari WIB ke WIT, jalan-jalannya di

Pulau Ternate bakal seharian di hari Jumat 16 Oktober 2015 itu. Khawatir staminanya

gak prima/letih habis berpergian jauh dari Jakarta atau kota2 lainnya pada malam sebe-

lumnya, dan ketika plesiran keliling Pulau Ternate di hari Jumat seharian itu badan akan

nge-drop, soalnya dari pagi jam 8 sampe malem jam 9, dan besoknya jalan lagi seharian

kelilingin Pulau Tidore dari pagi jam 8 pagi sampe maghrib, lalu Makan Malam, beli oleh2)

 
TERNATE
1. Snorkeling di Sulamadaha
2. Batu Angus (erupsi gunung)
3. Danau Tolire Besar (lempar batu sampai danau kalau kuat)
4. View Uang Rp.1000 (di bagian belakang uang Rp.1000 itu)
5. Rumah Alfred Russel Wallace (penulis "Malay Archipelago")
6. Benteng Gamlamo (Santo Paolo/Nostra Senora de Rosario)
7. Benteng Oranje di Kampung Melayu (bekas ibukota VOC)
8. Mesjid Sultan Ternate (yang adzan 4 orang sekaligus)
9. Gereja Katolik Santo Willibrordus (ada lonceng tertua)
10. Keraton Ternate (terdapat mahkota yang berambut) 
11. Benteng Kalamata (Santa Lusia)
12. Benteng Tolokko (Santa Lucas) (dari atas berbentuk Kemaluan Pria)
 
TIDORE
13. Benteng Spanyol
14. Benteng Tahula
15. Keraton Tidore
16. Snorkeling
 
--------

(untuk lebih jelasnya, silahkan baca itinerary di bagian paling bawah daripada email pengumuman ini).

TIDAK termasuk tiket pesawat pergi/pulang ke/dari Ternate (TTE). Kami Panitia naik: Sriwijaya Air.

 

Biaya yg di atas tersebut sudah termasuk:
(tiket Speed Boat: Ternate-Halmahera, p.p)
(tiket Speed Boat: Halmahera-Morotai, p.p)
(tiket Speed Boat: Daru-Hatetabako/Haltim)
(Kapal Motor keliling pulau2 di Maluku Utara)
(Snorkeling selama di P.Kakara & P.Tagalaya)
(Juga di P.Dodola, P.ZumZum, Pacific Wreck)
(Berfoto dengan Kapal Transport eks Perang)
(yang masih teronggok bisu di pinggir pantai)
(Tentu ke Meriam Jepang yang masih hadap)

(ke atas, trus juga ke Bungker yg sembunyi)
(Meriam Jepang yg blm tersentuh pariwisata)

(di Hatetabako, Halmahera Timur, masih asli)
(Bus dengan AC utk keliling Ternate-Tidore)

(Bus tanpa AC kelilingin Halmahera-Morotai)
(Dipinjemin life-jacket/pelampung yg bagus)
(Makan dan Minum selama plesiran di sono)

(Kaos Plesiran Tempo Doeloe utk yg 9 hari)
(Tiket masuk semua museum/situs sejarah)
(Asuransi Perjalanan: 4 hari, 7 hari, 9 hari)
(menginap 4 malam di Ternate, P. Ternate)
(menginap 2 malam di Tobelo, P. Halmahera)
(menginap 2 malam di Daruba, Pulau Morotai)
(Hotel Boulevard Ternate, Hotel Zhafira House

Tobelo, Hotel Juliana Tobelo, Hotel Morotai Inn
& Hotel Pacific Inn
 Daruba). (Hotelnya berbeda-

beda karena kapasitas dari kamarnya tiap hotel)

(untuk yg 4 hari & 7 hari, hotelnya sama dengan

yg di atas, tinggal dikurangi jumlah bermalamnya)

--------

 

Kumpul di Airport Soekarno-Hatta terminal 1B

Jumat, 9 Oktober 2015 jam 23.00 malem
(berangkat Sabtu 10 Oktober jam 02.00 pagi)

 

--------

 

(9 Hari)
Berangkat: Jakarta-Ternate, Sabtu
10 Oktober 2015: 
(Sriwijaya Air SJ 776, 02.00 WIB, Tiba TTE 07.50 WIT)

(Garuda Indonesia GA 648, 01.40 WIB, TTE 07.25 WIT)


Pulangnya: Ternate-Jakarta, Minggu 18 Oktober 2015:

(Sriwijaya Air SJ 777, 09.00 WIT, Tiba CGK 10.20 WIB)

(Garuda Indonesia GA 649, 08.15 WIT, CGK 09.45 WIB)

--------

(7 Hari)

Berangkat: Jakarta-Ternate, Sabtu,
10 Oktober 2015:
(Sriwijaya Air SJ 776, 02.00 WIB, Tiba TTE 07.50 WIT)

(Garuda Indonesia GA 648, 01.40 WIB, TTE 07.25 WIT)

Pulangnya: Ternate-Jakarta, Jumat 16 Oktober 2015: 

(Sriwijaya Air SJ 777, 11.05 WIT, Tiba CGK 12.25 WIB)
(Garuda Indonesia GA 649, 08.15 WIT, CGK 09.45 WIB)

--------
 
(4 Hari)
Berangkat: Jakarta-Ternate Kamis,
15 Oktober 2015:
(Sriwijaya Air SJ 268 & SJ 554, 05.00 WIB, TTE 11.45)
(Garuda Indonesia GA 648, 01.40 WIB, TTE 07.25 WIT)

Pulangnya: Ternate-Jakarta, Minggu 18 Oktober 2015:

(Sriwijaya Air SJ 777, 09.00 WIT, Tiba CGK 10.20 WIB)

(Garuda Indonesia GA 649, 08.15 WIT, CGK 09.45 WIB)




Tempo itu bulan Maret 1942, Djenderal Douglas MacArthur nampak gelisah tatkala

harus menurutin perintah Presiden Amerika Serikat untuk menjingkir dari Corregidor,

Philippines, segera pergi ke Australia dan meninggalkan sedjumlah pasukannja jang

sudah terdesak. Tentara Djepang njaris datang. Hatinja berontak pun berketjamuk,

sukar turut perintah dari komando jang tertinggi itu, Presiden Franklin D. Roosevelt,

jang dengan tegas berkata: "We have to support Stalin while he fights the bulk of

the Nazi army. We have to assit Churchill to keep England functioning. We have to

protect our flanks, the Panama Canal and General Douglas MacArthur". "I need him.

The country needs him. We can't leave him to the Japanese". Namun conditie jang

semakin parah mengharuskan Djenderal MacArthur tinggalkan Phillippines dan mem-

bangun strategie serangan balasan dari Australia seraja berdjandji: "I Shall Return".

PLESIRAN TEMPO DOELOE: MacArthur Returns 
sedari Saptoe 10 Oktober hingga Minggoe (di minggoe depannja) 18 Oktober 2015

MacArthur ialah prajurit terbaik, djenderal dan pakar strategi perang terbesar jang

dihasilkan oleh Perang Pasifik. Julius Caesar-nja Amerika. Mampu mematahkan keku-

atan Tentara Djepang dan membebaskan Phillipines dari djadjahan Djepang 2 tahun

kemudian (Oktober 1944). Ia orang jang amat kontroversial bahkan djuga di negara-

nja sendiri. Namun di kalangan jang kurang menjukainja pun ada pengakuan, bahwa

MacArthur adalah seorang jang sulit ditemukan persamaannja. Ia tidak sadja menun-

djukkan kepemimpinan jang bermutu sebagai seorang militair, djuga sebagai seorang

negarawan. Lulusan West Point jang amat briliant, punten-nja (ponten; nilai) hampir

mentjapai 100 procent, tepatnja 98 procent dari seluruh nilai jang diberikan. Wooow.

 

Minggu pagi jang tenang di gugusan Pulau Hawaii. Tanggal 7 Desember 1941, sekitar-

djam pukul 07:53 AM sekonjong-konjong datanglah convoy pesawat penempur zonder

briken pringatan langsung menembaki pangkalan terkuat Amerika di Pasifik. Sontak pa-

sukan terbangun dan berhamburan, kotjar-katjir tiada arah. Mereka belum menjadarin

apatah jang sedang terdjadi. Sebab tiada chabar tiada angin sebelumnja perihal penje-

rangan jang mengedjutkan ini. Hari Laknat. Hari memalukan buat Bangsa Amerika, jang

diserbu Djepang setjara mendadak. Serangan tersebut dilakukan dalam dua gelombang.

Gelombang pertama dipimpin oleh Letnan Kolonel Mitsuo Fuchida. Djepang begitu lapar

untuk menguasai Asia, terutama Netherlands East Indies (Indonesia), karena negeri ini

punja sumber alam jang melimpah dan amat dibutuhkan oleh Djepang, jang di-embargo

setjara economie oleh Amerika pun Europa. Laksmana Isoroku Yamamoto menjadari dji-

kalau pingin menjerang Asia Timur Raya, musti berhadep-hadepan dengan militair Ame-

rika, jang memiliki pangkalan militair di tengah-tengah Samudera Pasifik di Pearl Harbor.

 

Setjepat kilat Djepang menduduki negara-negara jang dulunja didjadjah oleh Barat, se-

but sadja Netherlands East Indies (atau Hindia Belanda; kemudian bernama Indonesia),

Filipina, Singapura, Malaja. Djenderal Douglas MacArthur jang tempo itu bertugas di Fi-

lipina, terantjam djiwanja, karena Tentara Djepang sudah mendekatin markas besarnja,

di Corregidor. President Franklin D. Roosevelt amet gusar akan tindakan Djepang terse-

but, sampai achirnja kasih perentah untuk segera selamatkan djenderal jang pinter itu.

Namun apa mahu dikata, MacArthur djusteru enggan untuk melarikan dirinja beserta fa-

milienja. Ia ingin bersama pasukannja sampai titik darah penghabisan. Tetapi perentah

dari presiden tidak dapat ditolaknja. MacArthur terpaksa musti meninggalkan Philippines

dan pasukannja dalem conditie jang menjedihkan. Tidak tahan atas bentjana kelaparan

dan habisnja obat-obat karena pasokan terputus, Pasukan Amerika dan sedjumblah Ge-

rilja Filipina harus angkat bendera putih pertanda menjerah kepada Tentara Dai Nippon.

 

MacArthur harus segera meninggalkan Filipina menudju Australia. Di pagi hari ia dinanti-

kan oleh Kapal PT Boat untuk meladju dari Corregidor ke Mindanao, dalam conditie per-

djalanan jang penuh dengan randjau laut jang disebar oleh Djepang, dan ombak lautan.

35 djam lamanja untuk mentjapai Mindanao. Lalu 4 hari kemudian, MacArthur dan fami-

lienja terbang dengan pesawat Boeing B-17 Flying Fortress ke Darwin dan dilandjutkan

perjalanan pandjang naik spoor (kereta api) ke Melbourne, di bagian selatan Australia.

Dengan perasaan kutjiwa setelah mendapatkan chabar bahwa pasukannja tidak dapat

melakukan perlawanan di Filipina, Ia kerap mengutjapkan mantranja jang amet kesohor

"I Shall Return". Tatkala kereta api tiba di Melbourne, MacArthur sudah disambut meri-

ah oleh Rakjat Australia, lalu MacArthur berpidato dengan gagah seraja berkata: "The

President the United States ordered me to break through the Japanese lines and pro-

ceed from Corregidor to Australia for the purpose of organizing the American offensive

against Japan, a primary object of which is the retaking of the Philippines.. (pidatonja

berhenti sedjenak).. I came through and I shall return". Klaar berikan pidato tersebut,

MacArthur disambut dengan sorak gegap gempita, oleh segenap masjarakat Australia.

 

Mengapa Australia begitu seneng atas hadlirnja Djenderal MacArthur en Tentara Ame-

rika? Karena Djepang njaris sampai Gualdalcanal (Solomon Island), jang letaknja pada

peta, di sebelah kanan ekor Pulau Papua. Guadalcanal boleh dibilang merupakan "door-

step" atau "pintu gerbang" masup ke Benua Australia. Djikalau Tuan-Njonja menjaksi-

kan adegan di film "Australia" jang dibintangi oleh Nicole Kidman, produksi tahun 2008,

nampak pesawat penempur Djepang mendjatuhkan bomb di pusat kota Darwin, utara

Australia. Rakjat Australia tjukup panik mengalami kenjataan ternjata Tentara Inggris

sibuk dengan perdjuangan melawan Nazi-Hitler di Europa sana. Dan jang lebi apesnja

lagi pasokan amunitie djuga perlengkapan perang untuk medan Pasifik tjumah disedia-

kan 15% sadja, karena Amerika en Inggris sudah bersepakat untuk memenangkan pe-

rang di Europa terlebih dahulu, atau istilah populairnja: "Europe First". Perihal ini jang

bikin Djenderal MacArthur geram dan kerap marah-marah tiada djelas djuntrungannja.

 

Perang di Pasifik sekilas nampak indah, menjenangkan, panorama mooi, pantai bersih

dan heiwan jang djuga tjakep, matjam burung kakatua dan binatang eksotis laennja.

Ketika kitaorang menonton film bertemakan Perang Pasifik, jang salah satunja berta-

djuk "The Thin Red Line", nampak pemandangan jang indah, seperti favouritenja war-

ga Djakarta tatkala kesengsem kapingin plesiran ke pantai-pantai di Indonesia Timur.

Tetapi, menurut penuturan veteran perang perkara kawasan nan indah itu, kitaorang

bakalan gigit djari dan turut bersedih ketika ditjeritakan pengalaman mereka -tentara- 

ketika berperang di alam sana. Penjakit matjam Malaria Tropicana atjapkali bertjangkit,

panas membara buat Tentara Amerika jang tidak terbiasa dengan climaat (iklim) tropis,

hudjan terus menerus sepandjang hari, lumpur tak berdasar, jang bikin mesin buldozer

kerap tenggelem, ditambah hutan jang rapat, serangga berbentuk adjaib. Mereka dju-

ga bilang, semakin indah floranja (anggrek hutan berwarna putih dan taneman lainnja),

semakin berbahaja pendaratan amphibinja, ditambah lagi dengan gempa bumi jang ke-

rap menguntjang Guadalcanal, dan djuga di Leyte. Angin ribut jang menghambat ope-

ratie penjerangan sampai berhari-hari lamanja. Oh, suatu pertempuran beresiko tinggi.

 

Pertempuran demi pertempuran jang sengit dengan Tentara Djepang, akan kitaorang

tjeritaken setjara kumplit di bumi Morotai dan Halmahera nantinja. Karena banjak hal

jang menarik jang akan disampaikan. Lebih menarik lagi langsung di locatie pertempu-

ran tersebut, jang hingga hari ini masih meninggalkan kenangan tidak tjumah memori

tetapi djuga artefak sedjarahnja. Mesin perang berupa meriam dengan mudah ditemu-

kan di Halmahera, basis Djepang untuk menghalau pendaratan Tentara Amerika, jang

sudah "menentukan permainan" sedjak pertempuran di Pulau Midway (atau setengah

djalan Benua Amerika ke Djepang). Sekitar 6 bulan setelah peristiwa pembongkongan

Pearl Harbor, Amerika mendapatkan "turning point" menghantam Pasukan Kekaisaran

Djepang. Mulai Djuni 1942, kekalahan demi kekalahan Djepang, datang silih berganti.

Berbeda denga keadahan di Hindia Belanda (Indonesia), rakjat di negeri ini diberikan

berbagai matjam berita perkara kemenangan-kemenangan Djepang atas Amerika (!)

Berita propaganda, gambar poster manipulasi data dan dokumen senantisa disuguh-

kan kepada masjarakat, jang hanja mendjadi penonton di kantjah Perang Pasifik itu.

 

Satu setengah tahun setelah kemenangan Amerika di Pulau Midway, perang tak kun-

djung klaar. Pertempuran di lautan Pasifik makan banjak korban di kedua belah fihak.

Insiden geografis berupa lautan luas membuat waktu berlarut-larut. Pada permulaan

tahun 1944, didebatkan setjara sengit perihal begimana achiri perang ini jang sudah

bikin duit terkuras habis, tenaga pun tjapek dibuatnja. Strategie djitu disiapkan, te-

rutama begimana tjaranja mentjapai Tokyo. Dua pimpinan besar beradu Ego. Mereka

ialah Djenderal MacArthur dari Angkatan Darat dan Laksamana Nimitz dari Angkatan

Laut. Ketika wilajah Rabaul (di sebelah timur Pulau Papua) sudah dinetralisir, tindak-

an berikutnja harus segera ditetapkan. MacArthur kepingin ini didjalankan dengan 1

komando sadja, komando dari dirinja. Seperti invantie di Afrika Utara, dimana tenta-

ra, armada, angkatan udara Sekutu dipimpin oleh satu orang, Djenderal Eisenhower.

Laksmana Nimitz tentu sadja tidak sepakat. Menurut pertimbangannja, Tokyo dapat

ditjapai dengan djalan jang singkat, melalui Pasifik Tengah, jakni liwatin pulau-pulau:

Marshall, Kwayalein, Mariana, Iwo Jima, lalu ke Tokyo. Berbeda dengan apa jang di-

hendaki oleh Djenderal MacArthur, ia kepingin liwat Filipina via Papua (Hollandia, skr

Jayapura), Pulau Wakde, Biak, Sansapor (Vogelkop, kepala burung), Morotai, lalu ke

Leyte (di the Phillippines) untuk memenuhi djandjinja tatkala meninggalkan negeri itu.

President Roosevelt musti turun tangan dan siapkan pertemuan kedua para pemimpin

besar itu di Hawaii pada bulan Djuni 1944, dan disepakati: Nimitz liwat Pasifik Tengah

(djalan laut) en MacArthur liwat djalan lainnja, bertempur di sepandjang Pulau Papua,

dan singgah di Pulau Morotai selama sebulanan, setelah itu lekas mendarat di Filipina.

 

Taktik Militair jang diterapkan MacArthur jakni Leapfrogging atau Lompat Katak, djadi

melompat djauh sekali dari satu titik sampai ke titik berikutnja, tidak menjerang tijap

pulau jang diduduki Djepang satu per satu guna mempercepat berachirnja perang ini.

Strategie ini di-insprirasi dari dongeng  asal Belanda, jakni: Klein Duimpje (Hop o' My

Thumb), anak tjilik ini berhatsil mentjuri sepatu tinggi dari sang raksasa, dan dengan

"zevenmijls-laarzen" (seven miles boots) itu si Klein Duimpje sekali melontjat menem-

puh djarak 7 mil. Akal Klein Duimpje ini jang digunakan Djenderal MacArthur di Pasifik

Barat, tjuma djenderal ini sekali melontjat bukan menempuh 7 mil, melainkan ratusan

mil. Dengan strategie ini, maka Tentara Amerika berhasil rebut pulau-pulau di Pasifik

satu per satu en kalahkan Djepang setjara perlahan-lahan, jang tudjuan utama sala

satunja menguasai Filipina agar lalu lintas laut diantara Djepang & Selatan (Tarakan,

Indonesia) jang kaja minjak terputus. Hal ini diutjapkan oleh Admiral Toyoda sesudah

perang klaar, jang berkata: "Andaikan Filipina djatuh en armada Djepang masih tetap

utuh, gunanja sudah tidak ada lagi". Tidak ada bahan bakar minjak untuk mesin kapal.

 

Lompat Katak itu terbukti succes. Pada bulan Oktober 1944, Djenderal MacArthur be-

tul has returned di Filipina, setelah pangkalan terachir ada di Pulau Morotai (jang tiba 

bulan September 1944, kumpulkan pasukan guna menggempur Djepang jang berada di

Filipina). Beberapa djam sebelum indjekkan kakinja di Pulau Leyte itu. Pasukan Amerika

menghudjani garis pantai dengan meriam besar dari kapal penempur plus serangan dari

Tentara Amerika jang turun dari kapal, kemudian berdjalan kaki di laut dangkal, sampai

menjentuh pantai. Sesudah keadaan dirasa aman, Djenderal MacArthur dan staff turun

dari kapal tersebut, naik kendaraan amfibi kemudian berdjalan di atas air sepaha hingga 

ke pantai. Disinilah djenderal berpidato penuh pertjaja diri, jang diawali dengan utjapan:
"People of
the Philippines, I have returned". Dilanjutkan: "By the grace of Almighty God,

our forces stand again on Phillipines soil". Suatu pernjataan jang mengharukan sekalian

membanggakan. Djenderal MacArthur melunaskan hutang djandjinja pada Rakjat Filipina.

 

Perdjuangan Pasukan Amerika Serikat pimpinan Djenderal MacArthur tidak luput dari "an-

deel teritorie" Pulau Morotai dan Pulau Halmahera. Kedua pulau jang "berdjasa" di Perang

Pasifik itu, sekarang seperti terlupakan oleh sedjarah (Indonesia). Apalagi "The Battle of

Morotai" itu tak pernah ditjeriterakan di dalam peladjaran sedjarah, di sekolah Indonesia.

Padahal dengan petjahnja Perang Pasifik pada tahun 1941 hingga 1945, maka Indonesia

"achirnja" meraih kemerdekaan jang sudah lama di-idem-idem-kan. Dan alesan mengapa

Indonesia harus Merdeka setjepatnja, kalau bisa di tanggal 15 Agustus atau 16 Agustus

1945, ialah supaja djangan sampai nantinja Tentara Amerika, sebagai pemenang Perang

Pasifik, menguasai negeri kita ini, karena Djepang menjerah di tanggal 15 Agustus 1945,

dan negara (bekas) Hindia-Belanda ini dalam situatie "status-quo" jang dapat segera di-

ambil-alih oleh Pasukan Tentara Sekutu dari Kekaisaran Djepang (jang menguasai tanah

Hindia Belanda ini, sedari bulan Maret 1942). Actie para pemuda "mentjulik" Bung Karno

dan Bung Hatta, ialah tindakan spontan jang kiranja untuk menjelamatkan bangsa agar

tidak lagi, ataupun tidak langsung didudukin oleh pendjadjah asing baru (Barat) lainnja.

 

HALMAHERA

Djepang membangun kekuatan militair di Pulau Halmahera. Pusat pemerintahan, pusat

komando angkatan laut, darat dan udara Djepang terdapat di Ternate dengan wilajah:
Kao, Tobelo, Galela (sekarang di Kab. Halmahera Utara), Wasilei (di Halmahera Timur),

Batjan (di selatan Pulau Halmahera mainland; bekend dengan Batu Batjan, jang kerap

dipakai untuk Batu Akik) dan di Morotai. Di bilangan Kao, dibangun satu lapangan uda-

ra (vliegveld) dengan dua landasan. Lapangan udara laen ada di Wasilei, Miti (Tobelo)

Galela en Batjan. Pembangunannja menggunakan tenaga kerdja paksa (romusha) jakni

Rakjat Indonesia. Sebelum menduduki Pulau Morotai, Sekutu terlebih dahulu menggem-

pur Lapangan Udara Kao dengan menggunakan pesawat B-25, B-24, P-47, A-20, P-38.

Pelabuhan penting di Teluk Kao djuga di-bomb, dan di hari ini kitaorang misih dapat me-

lihat saksi bisu kekedjaman perang. Kapal Toshimaru jang pada masa perang dipakai se-

bagai kapal transportatie, untuk membawa pasukan Tentara Djepang dari satu tempat

medan pertempuran ke tempat laennja. Sepuluh tahun jang lalu (2005), kapal tersebut

terlihat masih utuh, tetapi sekarang (2015) sudah njaris linjap en sudah rendah positie- 

nja, karena besinja semakin keropos dan umurnja semakin tua. Bole djadi dalem bebrapa

tahun ke depan, itu kapal bersedjarah bakal tenggelem ke dasar laut. Oh, Sajang sekali.

 

Sedjumlah meriam anti aircraft (pesawat udara) ditempatkan di banjak titik di Pulau Hal-

mahera. Sampai sekarang masih bisa kitaorang kundjungin, baek jang gampang maupun

jang sukar. Lapangan Terbang Kao punja 4 meriam jang mengarah ke atas. Hatetabako

di Halmahera Timur dulunja terdapat 10 meriam, tetapi hari ini tjumah satu jang tersisa,

laennja: "ditimbang" (bahasa orang sana), maksudnja: "dikiloin" (bahasa orang Jakarta),

didjual kepada fihak laen (dengan harga murah), kemudian didjadikan keradjinan tangan

"Besi Putih" jang mudah didapatkan/dibeli di toko-toko souvenir di Ternate en di Ambon.

Bunker Djepang di pinggir pulau atau di pinggir pantai djuga gampang ditemukan di seki-

tar Pulau Halmahera ini, terutama di Pulau Bobale en di Desa Hatetabako. Goa Djepang

jang sembunji  dapat disamperin di sekitar Galela, Puna, dan sekitarnja. Bahkan di ping-

giran Danau Duma, terdapat satu "museum mini" jang dikelola oleh penduduk setempat,

jang menjimpen peninggalan perang jang ditemukan di dalam danau tersebut. Collectie

jang bagus ialah Sirene Peringatan tatkala muntjul serangan dari udara. Benda itu sam-

pai sekarang ini berfunctie dengan baek. Tuan en Njonja bole puter itu alat, dan rasah-

kan sensasi seperti di film-film tentang Perang Pasifik. Dengung "Nguuuiiiinngg...." pada

djaman perang amat menakutkan dan bikin kalang kabut, hingga membuat orang panik.

 

MOROTAI
Mari kembali bitjara perihal strategie Leapfrogging (lompat katak). Setelah Hollandia di-

rebut oleh Tentara Amerika, MacArthur mengundang Van Mook (sebagai pemimpin Hin-

dia Belanda di pengasingan, Australia) untuk membahas masa depan Hindia Belanda en

laennja. Van Mook begitu seneng dan mengharapken Amerika dapat merebut Hindia Be-

landa kembali dari tjengkeraman Djepang. Namun Van Mook keliru, MacArthur tidak me-

njetudjuinja, Ia hanja butuh pinggiran Hindia Belanda untuk merebut Filipina dan lantas

menudju Tokyo (Djepang). Teritorie jang diidemkan MacArthur tersebut ialah: Morotai!

Pulau Morotai ini dimanfaatkan Tentara Amerika sebagai pangkalan militair untuk menji-

apkan serangan ke Filipina. Pesawat terbang, kapal perang, tank, jeep, ditempatkan di

pulau ini, jang didjadikan tempat consilidatie pasukan darat, udara dan laut Tentara A-

merika. Kehidupan warga lokaal berubah, jang sebelumnja hidup normaal sehari-hari, ke-

tika Tentara Amerika masup ke pulau mereka, terjadi interactie sociaal dan kerdjasama,

terutama dalam membantu kebutuhan Tentara Amerika. Mereka bekerdja di base camp

Sekutu, dan mendapatkan upah berupa pakaian, sepatu, beras, tepung terigu, kebutu-

han sehari-hari laennja. Banjak kenangan berbentuk barang jang kerap kitaorang djum-

pai di djaman sekarang ini, salah satu jang mentjolok adalah pagar rumah warga di seki-

tar Morotai, jang diambil dari lempengan besi landasan untuk pesawat udara mendarat.

Djalanan di pulau itu, menurut penduduk Morotai merupakan hatsil bikinan Amerika, dan

sampe sekarang tidak bertambah. Peralatan perang jang ditemukan di berbagai tempat

di Morotai, sekarang disusun rapi di "museum mini" jang dikumpulkan oleh Muhlis Eso en

sobat-sobatnja, djuga ada satu museum baru milik pemerintah jang bernama: "Museum

Perang Dunia Kedua Morotai", jang sedjumlah collectienja djuga milik Muhlis Eso dkk itu.

TERNATE

Peninggalan Perang Pasifik di Ternate tidak banjak seperti di Halmahera & Morotai. Situs

sedjarah jang menondjol lebih ke era persaingan dalem merebut rempah-rempah di abad

ke-17. Benteng-benteng bikinan Portugal (atau Portugis) dan Belanda, tersebar di sean-

tero pulau. Semua benteng itu dapat didatengin dalem seharian penuh kelilingin Ternate.

Tjengkeh. Rempah-rempah jang amat disukai oleh orang Eropa pada abad ke-16 jang bi-

sa dipakai untuk bumbu masak dan obat-obatan. Tjengkeh ini merupakan bahan dagang

jang memiliki nilai paling tinggi di djamannja. Bangsa-bangsa  Europa jang datang ke Ma-

luku, selain melakukan monopoli perniagaan tjengkeh djuga mendirikan benteng-benteng

pertahanan. Sebagian benteng ini masih kokoh berdiri hingga sekarang. Kurang lebih ada

sekitaran 10 benteng jang dibikin di Pulau Ternate, dan Pulau Tidore. Tinggal pilih sadja,

ada Benteng Portugis jang tertua di Indonesia dinamakan Kastela/Gamlamo/Santo Paolo

(nama aslinja = Nostra Senora del Rosario, jang bermakna "Perempuan Tjantik Berkalung

Bunga Mawar" tetapi ada juga jang bilang, artinja ialah "Bunda Maria", ungkapan jang bi-

asa diutjapkan oleh Bangsa Portugis dan djuga Bangsa Spanjol pada djaman dahulu kala.

Di benteng ini dulunja ada kedjadian pembunuhan Sultan Khairun, jang ditipu oleh Portu-

gis, mereka bilang mau diadjak berunding untuk damai, njatanja malah dibunuh! Sesuda-

nja kedjadian ini, Baabullah putra Sultan Khairun, segera kasih kepung benteng itu sela-

ma 5 tahun (!). Akhirnja Portugis menjerah tanpa sjarat pada tahun 1575 setelah timbul

penjakit en kelaperan. Lalu orang-orang Portugis ini bergerak berlajar pindah, ke Ambon,

djuga ke Malaka. Kemudian ada Benteng Kota Djandji, nama aslinja Santo Pedro e Paolo.

Hal jang menarik di seberang benteng ini ialah: Restoran Floridas! tempat kitaorang nan-

tinja makan malem. Sorenja dapat berfoto abadiken view jang tjiamik dan sungguh mooi.

Tidak lupa kundjungi Benteng Oranje, di deket sini doeloe orang Belanda pertama kalinja

indjekkan kakinja di tanah Ternate tepatnja tanggal 2 Juni 1599. Mereka berlabuh di se-

buah kampung bernama Kampung Melaju. Datang menggunaken kapal-kapal jang berna-

ma kota-kota di Belanda seperti: Utrecht, Amsterdam, Zeeland dan Gelderland. Mulanja

mereka itu disambut dengan baek oleh Sultan Ternate, dan melakukan "goodwill" berupa

pengusiran pasukan Portugis dari Ternate. Kemudian meminta idjin supaja Belanda dibe-

rikan hak untuk memonopoli pembelian rempah-rempah, mendirikan benteng-benteng di

Pulau Ternate. Beberapa Gubernur Djenderal jang bekend pernah tinggal di benteng ini:

Pieter Both (Gubernur Djenderal VOC jang pertama) en J.P. Coen pula. Menurut sumber

sedjarah, Ibu Kota daripada VOC sebelum Batavia ialah: Ternate (sebelum tahun 1619). 

Kundjungan benteng laennja ialah Benteng Kalamata (atau Benteng Kayu Merah) suatu
fort
jang masih utuh dan berdiri teguh menghadep Pulau Tidore. Kemudian ada Benteng

Tolokko (atau Benteng Holandia), jang dari atas/udara bentuknja seperti Kemaluan Pria.
Landjut ke Keraton Sultan Ternate en Keraton Sultan Tidore. Dan pasti kitaorang nanti

aken snorkeling di sekitaran Pulau Ternate & Pulau Tidore, trus maemnja makanan chas

daerah sini jang nyam-nyam. Nistjaja senantiasa terutjap dari mulut "Maknyus pemirsa".

Satu lagi jang menarik di Pulau Ternate, kitaorang nantinja aken bezoek rumahnja Tuan
Alfred Russel Wallace (sekarang sudah mendjadi rumah orang laen, pun ada warungnja).
Rumah ini dijakini sebagai tempat tinggal Wallace (sang penemu Teori Evolusi jang kalah 

bekend sama Charles Darwin) jang dipertjaja tjotjok dengan informatie jang dikumpulkan

Pemerintah Kota Ternate, berdasarkan Tjatatan Wallace, terutama adanja keberadahan

sumur di samping kanan rumah itu. Sumur tersebut memang sudah ditutup lantai semen.

Menurut penuturan Paung Tjandra pemilik rumah itu sekarang, sebagai sumber air sumur

itu masih utuh dan letaknja ditandai oleh sebuah pipa jang mencuat di lantai. Sumur itu

mendapat tjatatan chusus oleh Wallace dalam suratnja kepada Charles Darwin (di tahun

1858), dengan menjatakan, di tempat tinggalnja di Ternate, dia punja sumur jang dapat

memenuhi kebutuhan hidup. Baginja, sumur itu merupakan barang mewah, aernja dapat

diminum langsung. Mudah-mudah kitaorang bisa masuk ke halaman belakangnja dan liet

sumur ini. Mungkin sadja masih bisa diminum langsung. Tetapi, sakit perut resiko sendiri.

TIDORE
Menjeberang ke Pulau Tidore dengan menggunakan Kapal Ferry, kitaorang akan samper-

in situs tempat pendaratan kapal Angkatan Laut Spanjol bernama Trinidad dan Victoria,

pada tahun 1521 di Pantai Rum. Kapal jang dipimpin oleh Kapten Juan Sebastian Elcano

dalam ekspeditie mengelilingi dunia di tahun 1521 itu singgah di Tidore sedjenak. Sedjak 

tempo itu Tidore didjadjah Spanjol (...djadi bukan orang Belanda sadja jang mendjadjah

Tidore tokh? Spanyol pun djuga *barutaunih*). Ada benteng jang terletak di atas bukit

dengan tangga jang tinggi, kalau kuat, ayuk sadja naik sampe atas, viewnja bagus lho!
Kelilingin Pulau Tidore jang sepi, njaris tiada auto (mobil) jang liwat, singgah di Keraton

Tidore. Snorkeling di lautan biru jang djarang dilakukan oleh pelantjong dari negeri laen.


Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.6.000.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.6000018 << angka 

18 di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.6.000.000

sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari

1 orang, dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, saperti tjontohnja sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernja bole sekaligoes = Rp.18000018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang duluan),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.18.000.057). DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe persatoe djoega boleh, ketik sadja Rp.6000018, Rp.6000019, Rp.6000020

ataoe, misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.24.000.018 oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 & 178. 
 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca2in dari buku: "MacArthur Sang Penakluk", karya

William Manchester; "Serangan Jepang ke Hindia Belanda Pada Masa Perang Dunia

II 1942, Perebutan Wilayah Nanyo", karya Himawan Soetanto, Bantu Hardjijo dan

Agus Gunaedi Pribadi; "Perang Pasifik", karya P.K. Ojong; "Day of Infamy: Attack

of Pearl Harbor, Hari Laknat: Serangan Terhadap Pearl Harbor", karya White, Ers-

kine, Spahn; "The Empire Falls: Battle of Midway, Runtuhnja Kekaisaran: Pertem-

puran Midway" karya White, Erskine, Elson; "War in the Pacific", karya Richard O-

very; Edisi Koleksi Angkasa: "Serangan ke Pearl Harbor", "Perang Asia Timur Raya:

Kedigdayaan Dai Nippon", "Perang Asia Timur Raya 2: Kejatuhan Dai Nippon", "Ma-

rine at the Pacific", "Marine at the Pacific 2", "Kamikaze"; "The Pacific War, Day

by Day", karya John Davison; Time Life-Books: "The Rising Sun", "Return to The

Philippines", "Island Fighting"; "Victory in the Pacific, Pearl Harbor to the Fall of

Okinawa", karya Karen Farrington; Film: "Tora! Tora! Tora!, "MacArthur", "Pacific

Inferno", "Australia", "The Thin Red Line", "Midway"; Film Dokumenter: "March to

Victory, Road to Tokyo", "The Pacific, Hell on Earth"; edisi National Geographic:

"Pearl Harbor, Legacy of Attack", "The Battle for Midway" & "The Lost Fleet of

Guadalcanal"; Skripsi Umi Barjiyah (Mahasiswa Pasca Sejarah UGM) yg berjudul:

"Morotai: Pertarungan Jepang dan Sekutu Pada Perang Asia-Pasific"; Skripsinya

Milton Takou (Mahasiswa Sejarah Universitas Sam Ratulangi), berjudul: "Perang

Pasifik Dalam Ingatan Penduduk Morotai September 1944 - Agustus 1945", dan

seri HBO "The Pacific" episode 1 & 2; Special thanks kepada Amelia Liwe yg me-

scan buku "Terhempas Prahara ke Pasifik", karya R.S. Boender, Yosef Djakababa

yang telah memberikan soft copynya, juga Haris Anwar yg berikan fotokopi buku

langka tersebut; "Maluku Utara, Perjalanan Sejarah 1800-1950", karya M. Adnan

Amal, Irza Arnyta Djafaar; "Kepulauan Rempah-rempah, Perjalanan Maluku Utara

1250-1950", "Portugis & Spanyol di Maluku", karya M.Adnan Amal; "Jejak Portugis

di Maluku Utara", karya Irza Arnyta Djafaar; "Kesultanan Ternate, Sejarah Sosial

Ekonomi & Politik", karya Syahril Muhammad; "Ternate (Sejarah Kebudayaan dan

Pembangunan Perdamaian Maluku Utara)", karya Drs. Amas Dinsie, Rinto Taib, S.

Sos; "Inventory and Identification Forts in Indonesia", karya Pusat Dokumentasi

Arsitektur, Direktorat Peninggalan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwi-

sata, PAC Architects and Consultants; "Forts in Indonesia", terbitan The Ministry

of Education and Culture Republic of Indonesia; "Kepulauan Nusantara", karya Al-

fred Russel Wallace; artikel Tempo "Jejak Wallace di Pesta Darwin", 8 Maret 2009;

artikel Gatra "Menghormati Wallace, Merayakan Wallacea", 7 Januari 2009"; Koran

Tempo "Alfred Wallace dan Kita", tulisan Dian R. Basuki, 24 November 2013; "Tiang

Penyangga Darwinisme", tulisan Eva Jablonka dan S Marion Lamb, 24 Februari 2009;

"Memburu Kapal Darwin, Eksplorasi Memperingati 200 Tahun Charles Darwin", tulisan

Tjandra, 12 Februari 2009; artikel Kompas "Revolusi Ketiga yang Mengubah Manusia",

tulisan C. Sri Sutyoko Hermawan, 21 Februari 2004; "Dunia Pinggirkan Peran Wallace",

tulisan (ROW), 11 Desember 2008; "Deklarasi Ternate untuk Hormati Wallace", tulisan

(NAW), 6 Desember 2008; "150 Tahun 'Surat dari Ternate' Diperingati", tulisan (NAW). 



PLESIRAN TEMPO DOELOE: MacArthur Returns
(10-11-12-13-14-15-16-17-18 Oktober 2015)

Hari 0: Jumat, 9 Oktober 2015
23.00 - 24.00: Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta

Hari 1: Sabtu, 10 Oktober 2015
00.00 - 01.00: Check In Pesawat Sriwijaya/Garuda
01.00 - 02.00: Waiting Room (Siap-siap Boarding)
02.00 WIB - 07.50 WIT: Pesawat terbang ke Ternate
07.50 WIT - 08.30 WIT: Beres-beres bagasi
08.30 - 11.00: Keliling Ternate
11.00 - 11.30: Berangkat Makan Siang
11.30 - 12.30: Makan Siang di RM. Baghdad
12.30 - 13.00: Berangkat ke Hotel Boulevard
13.00 - 13.30: Check In Hotel Boulevard
13.30 - 19.00: Istirahat di hotel (capek)
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ternate
20.30 - 21.00: Kembali ke hotel
22.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
Hari 2: Minggu, 11 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 08.30: Berangkat ke Dermaga
08.30 - 09.00: Masuk ke Speedboad
09.00 - 10.00: Berangkat ke Sindangoli
10.00 - 11.00: Berangkat ke Malifut
11.00 - 11.30: Keliling Kapal Tosimaru
11.30 - 11.45: Berangkat ke RM. Malifut Indah
11.45 - 12.30: Makan Siang di RM. Malifut Indah
12.30 - 13.30: Berangkat ke Dermaga Daru (Halmahera Utara)
13.30 - 14.30: Berangkat ke Hatetabako (Halmahera Timur)
14.30 - 17.00: Keliling Meriam & Bunker Jepang
17.00 - 18.00: Berangkat ke Dermaga Daru
18.00 - 19.30: Berangkat ke Tobelo
19.30 - 20.30: Makan Malam di Tobelo
20.30 - 21.00: Berangkat ke Hotel Juliana & Zhafira House
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
Hari 3: Senin, 12 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 09.00: Berangkat ke Galela
09.00 - 12.00: Keliling Galela
12.00 - 13.00: Makan Siang di Galela
13.00 - 15.00: Berangkat ke Dermaga
15.00 - 15.30: Berangkat ke Pulau Kakara & Pulau Tagalaya
15.30 - 17.00: Keliling Pulau Kakara & Pulau Tagalaya
17.00 - 17.30: Berangkat ke Dermaga
17.30 - 18.00: Berangkat ke hotel
18.00 - 19.00: Istirahat di hotel
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Tobelo
20.30 - 21.00: Berangkat ke hotel
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
Hari 4, Selasa 13 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 08.30: Berangkat ke Dermaga
08.30 - 09.00: Siap-siap masuk Speedboat
09.00 - 11.30: Speedboat ke Morotai
11.30 - 12.00: Berangkat ke Pulau Dodola
12.00 - 13.00: Makan Siang di Pulau Dodola
13.00 - 15.00: Snorkeling deket-deket sini
15.00 - 15.30: Berangkat ke Pulau Zum-Zum
15.30 - 16.00: Keliling Pulau Zum-Zum
16.00 - 16.30: Berangkat ke Morotai
16.30 - 17.00: Berangkat ke Hotel Pacific Inn & Morotai Inn
17.00 - 19.00: Istirahat di hotel
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Morotai
20.30 - 21.00: Kembali ke hotel
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
Hari 5, Rabu 14 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 12.00: Keliling Morotai 1
12.00 - 13.00: Makan Siang di Morotai
13.00 - 18.00: Keliling Morotai 2
18.00 - 19.00: Istirahat di hotel
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Morotai
20.30 - 21.00: Kembali ke hotel
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
Hari 6, Kamis 15 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 08.30: Berangkat ke Dermaga
08.30 - 09.00: Siap-siap masuk Speedboat
09.00 - 11.30: Speedboat ke Tobelo
11.30 - 12.00: Berangkat Makan Siang
12.00 - 13.00: Makan Siang di Tobelo
13.00 - 15.00: Berangkat ke Bandara Kao
15.00 - 16.00: Keliling Bandara Kao
16.00 - 17.00: Berangkat ke Sindangoli
17.00 - 18.00: Speedboat ke Ternate
18.00 - 18.30: Berangkat ke hotel
18.30 - 21.00: Acara Bebas (?)
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
yang ikutan Ternate-Tidore (4 hari) (mulai hari ini)
11.45 - 12.30: Beres-beres bagasi (kalo naik Sriwijaya Air)
(naik Garuda lebih pagi lagi sampenya, tiba jam 07.25 WIT)
12.30 - 13.00: Berangkat ke Hotel Boulevard
13.00 - 18.30: Acara Bebas (?)
18.30 - 21.00: Acara Bebas (?)
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
--------
 
Hari 7, Jumat 16 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 12.00: Keliling Ternate 1
12.00 - 13.00: Makan Siang di Ternate
13.00 - 18.00: Keliling Ternate 2
18.00 - 19.00: Istirahat di hotel
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ternate
20.30 - 21.00: Kembali ke hotel
21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi
 
yang ikutan Halmahera-Morotai (7 hari) (berakhir hari ini)
06.00 - 09.00: Sarapan di hotel (kalo naik Sriwijaya Air jam 11.05 WIT)
(naik Garuda lebih pagi lagi berangkatnya, jam 08.15 WIT dari Ternate)
09.00 - 09.30: Berangkat ke Bandara Sultan Babullah
09.30 - 10.00: Check in pesawat
10.00 - 11.05: Waiting Room (Siap-siap Boarding)
11.05 WIT - 10.20 WIB: Pesawat terbang ke Jakarta atau kota lain
10.20 WIB - 11.00 WIB: Beres-beres bagasi & See You di Next PTD
 
--------
 
Hari 8, Sabtu 17 Oktober 2015
06.00 - 08.00: Sarapan di hotel
08.00 - 08.30: Berangkat ke Pelabuhan
08.30 - 09.00: Menyeberang dgn Ferry ke Tidore
09.00 - 12.00: Keliling Tidore 1
12.00 - 13.00: Makan Siang di Tidore
13.00 - 17.00: Keliling Tidore 2
17.00 - 17.30: Menyeberang dgn Ferry ke Ternate
17.30 - 18.00: Berangkat ke hotel
17.30 - 19.00: Istirahat di hotel
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ternate
 
Hari 9, Minggu 18 Oktober 2015
06.00 - 07.00: Sarapan di hotel
07.00 - 07.30: Berangkat ke Bandara Sultan Babullah
07.30 - 08.00: Check in pesawat
08.00 - 09.00: Waiting Room (Siap-siap Boarding)
09.00 WIT - 10.20 WIB: Pesawat terbang ke Jakarta atau kota lain
10.20 WIB - 11.00 WIB: Beres-beres bagasi & See You di Next PTD


__._,_.___

Attachment(s) from Ade Purnama | View attachments on the web

1 of 1 Photo(s)


Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___