21.7.10

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 1 Agustus 2010



SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE 
                     
                                  
DIMANAKAH KANTOOR J.P.COEN?

Banjak orang soeda tahoe bahoewa di djaman doeloe, nama
kota Djakarta ia itoe: Batavia. Itoe nama kota ditetapken tatkala
J.P.Coen (Jan Pieterszoon Coen) berkoeasa di bilangan Kota
jang sablonnja bernama: Jayakarta. Namoen J.P.Coen (ataoe
pendoedoek setempat kassie nama diaorang: Mur Jangkung,
katanya kata Jangkung itu berasal dari nama Jan Coen, bener
gak sih?) sebenernja kapengen bri nama itoe kota jang baroe
sadja diaorang takloekken dengen nama: Nieuw-Hoorn, jang
precies saperti kota dimana diaorang berasal, ia itoe: Hoorn.
(Terima kasih Dian "Ambon" Irawati dan Ingmar van den Brink,
Wil G.K.Tjoa dan Sjouke Rijper, yg sudah anterin Batmus ke
kota Hoorn di Nederland). (Mungkin thn 2011 nanti kita gelar
Plesiran Tempo Doeloe ke-100 di Nederland, ada yg mau?)
(Program PTD tgl 1 Agustus 2010 adalah program yg
ke-83).

Dalem kasempatan ini, kitaorang adjak toean-njonja sekalian
goena temoeken dimana kira-kira kantoornja Mas Jangkung
itoe berada,
walopoen soeda linjap gedongnja, tetapi masih
dapet kitaorang samperin itoe
locatie beserta bezoek satoe
soedoet kasteel (benteng) jang kata orang adalah sisa dari
Benteng Batavia jang dibikin pada tahon 1619. Ini soedoet
diseboet sebagi: Bastion Saphir, jang sampe
ini hari masih
ada! Lekas siapken toestel oentoek ber-foto di benteng ini!

Kitaorang aken poeterin hampir seloeroehnja bilangan lama:
Kota Tua Jakarta, jang aken didjelasken oleh achlinja Jakarta
Tempo Doeloe, jang faham betoel perkara saperti apatah kira
kira conditie di abad ke-17, 18, 19, seraja bertjeritera tentang
mengapa di djaman sekarang ada nama: Jl.Pintu Besar Utara,
Jl.Pintu Kecil, Jembatan Kota Intan, djoega kisah tentang itoe
kanaal (sungai buatan) jang membentang disamping Museum
Fatahillah (atau Museum Sejarah Jakarta, doeloenja: Stadhuis,
atau balaikota) dan ditjeritaken setjara compleet tanpa ampoen.

Kitaorang poela briken soewatoe pangatahoean perihal riwajat
kota Djakarta sedari abad ke-16, koetika masih banjak orang
jang seboet sebagi: Soenda Calapa (ach, biar seger nantinja
kitaorang soegoehken Es Kelapa Muda di Pelabuhan Sunda
Kelapa, pas di tengah-tengah perjalanan, lalu di saat kembali
mari kita makan Nasi Langgi jang ni'mat tiada tara, setoedjoe?)

Gambar bebrapa pemandangan Djakarta Tempo Doeloe aken
kitaorang
kassie liet di djalanan, dengen bentangken spandoek
besar,
sahingga toean-njonja aken sanget moedah oentoek bisa
bajangken
begimana keadahannja di masa silam, nistjaja toean-
njonja pasti fikirannja langsoeng terbang kombali ke djaman VOC!

Minggu, 1 Agustus
jam 07.30-12.00
Rp.50.000/orang
(lima puluh ribu)

kalo pada mau
ngedaftar, hub:
adep@cbn.net.id
yuk mari, mari...
                                                      

 
detailnya esok atau lusa yah



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: