26.7.10

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Dimanakah Kantoor J.P.Coen? Minggu 1 Agustus 2010



PLESIRAN TEMPO DOELOE keliling KOTA TUA JAKARTA
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 1 Agustus 2010 djam poekoel 07.30 di pagi hari.
Rp.50 ribu/orang, sudah termasuk:
(es kelapa muda)
(roti boeaja ketjil)
(teh manis anget)
(makan siang wueeenaak)
(minoem aer poetih dingin)
(kelarnya jam 12-an yah..)
(hadiah pintoe: boekoe tentang keadaan Batavia dalam foto)
(kaartjis masoep Museum Bahari & naek Menara Syahbandar)
(diceritakan oleh ahlinya, yaitu: Lilie Suratminto dan Andy Alexander)
(special appearance: Scott Merrillees, jang poenja collectie foto jang
soenggoe menakdjoebken sekitaran Batavia di abad ke-19
dan djoega
jang bikin boekoe bagoes: Batavia in Nineteenth Century
Photographs,
menampilken foto-foto karya Woodbury & Page. Nah ini jadi doorprize!)
(special appearance lagi: Nico van Horn, si toekang arsip dari Leiden di
Belanda, jang aken bertjeritera tentang Riwayat VOC, dari sisi Belanda)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek setor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut, kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.50rb/orang)

(oh iya letak Museum (Bank) Mandiri ini: kalo naik busway, pas di halte
paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, pas keluar dari haltenya nih, lgs
nyebrang ke kiri jalan aja, (lewat bawah tanah yah) kalo ke kanan khan
ke Stasiun Jakarta Kota,
pokoknya keliatan kok gedungnya gede banget,
dan di situ juga ada
plang yang bertuliskan Museum Mandiri (gede juga)

Kalo pada mau bawa
kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik
yang di depan maupun
yang di dalem gedung, masuk ke belakangnya,
kalo dari arah Glodok/Jl.Pintu Besar Selatan, pas di lampu merah (kalo
ke kanan ke arah Mangga Dua). Ambil belok kiri aja, lurus sampe ktemu
puter balik di bawah fly-over, lakukan puter balik, lalu lurus aja ke arah
menuju timur (Stasiun Kota) 
nanti ketemu pintu masuk ke Museum Bank
Mandiri yang di bagian belakangnya, minta tolong aja sama satpam sini
untuk masuk ke dalem parkiran Museum Bank Mandiri, lumayan banyak).

(tp kalo parkiran disini penuh, silahkan parkir di sekitar Taman Fatahillah,
lewat Jl.Pintu Besar Utara, belok kiri ke Jl.Bank, belok kanan lgs ke Jl.Kali
Besar Barat, terus sampai Lampu Merah, belok ke kanan, ikutin jalan aja,
nanti di depan ada puter balik (di tanda gak boleh, tapi kalo ke museum,
boleh kok, ikutin jalan itu aja, bisa parkirnya di deket Museum Fatahillah).
 

Belanda dibenci. Belanda dipuja. Banyak orang yang masih sebel dengan Penjajahan Belanda, tetapi
banyak juga yang bangga akan ke-belanda-belanda-annya, hehehe. SAHABAT MUSEUM kassie adjak
segenap chalajak rame oentoek toeroet dalem satoe programma jang loemajan bekend sedari doeloe,

dengan samperin daerah jang bole dibilang meroepaken asal-moelanja pendjadjahan Belanda di tahon
1619, seraja dengerin informatie jang bagoes dan djitoe jang ditoetoerken setjara santei oleh meneer
meneer lokaal maoepoen dari loear negeri, dengen kwaliteit djempolan dan prima. Sigra, ikoetan itoe:
 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Dimanakah Kantoor J.P.Coen?
Minggoe pagi tanggal 1 boelan Augustus tahon 2010, dari djam poekoel 07.30 pagi hingga siang hari

Jan Pieterszoon Coen ataoe si Coen poetranja Pak Jan Pieters (Jan dibaca: Yan), adalah Orang Belanda
jang paling bekend di boekoe peladjaran Sedjarah Indonesia, tatkala kitaorang masih di bangkoe sekolah
di djaman SD, berpoeloeh tahon silam. Begimana tida, itoe kumpeni soeda kassie tjeritera jang soenggoe
kedjam poela kedji, dengen kassie mati riboean pendoedoek Banda Naira di Molukken (Maluku) poen bawa
paksa
marika ka Djakarta goena didjadiken boedak oentoek bangoen kota jang baroe sadja diaorang bikin
antjoer-
leboer dan boemi-hangoesken, koetika serang kota Xacatara (atau Jayakarta, kemudian Jakarta)
pada tanggal 30 Mei 1619. Lantas berdiriken seboeah kota baroe jang diaorang moelanja maoe bri nama:
Nieuw-Hoorn, saperti kota dimana diaorang berasal di negeri Nederland. Toean-Njonja sekalian moengkin
kerap bertanja, dimanakah kantoor J.P.Coen tatkala diaorang prentah Batavia? apatah kantoor diaorang
masih di bilangan Kota Tua Jakarta, ataoe moengkin laen tempat? dan djikaloe masih bole diketemoeken,
dimanakah letak preciesnja? Lekas kita samperin itoe bekas kantoor (jang soeda rata dengen tanah tapi
kitaorang aken tjeritaken perihal detail kahidoepan di dalemnja kasteel/benteng, compleet dengen peta
bangoenan apa sahadja jang ada di dalemnja, poela andeel orang-orang jang menetap di itoe kasteel).

Bitjara perihal riwajatnja J.P.Coen, pastinja tida loepoet oentoek bitjara riwajatnja VOC (kependekan
dari Vereenigde Oost-Indische Compagnie, ataoe Kongsi Dagang Kompeni <<< lantas kita menyebut
setiap Orang Belanda sebelum jaman Kemerdekaan = Kumpeni). Itoe kongsi dagang diberdiriken pada
1602, sebab-sebab soepaija itoe Negeri Belanda bole dapet oentoeng jang besar dalem perdagangan
rempah-rempah dari Noesantara (katanya sih dari nama: Nusa Antara, antara Benua Asia dan Benua
Australia, jaman dulu belum ada nama Indonesia cing... nama Indonesia baru bener-bener populer di
awal abad ke-20, itupun yang mempopulerkan Orang Jerman yang bernama Adolf Bastian yang sejak 
tahun 1884 sudah gunakan istilah "Indonesia" ketimbang "Nederlandsch-Indie", yang artinya seperti:
"Hindia kepunyaan Belanda"; dan makam Adolf Bastian ini bisa kita bezoek sampe sekarang di Berlin).
Kombali ka sedjarahnja VOC, itoe kongsi dagang poenja toedjoean en maksoed oentoek koeasai itoe
perdagangan rempah-rempah di Noesantara, dan kerna itoe maka VOC dibriken perlakoean choesoes
saperti bole tjitak oewang sendiri, bole sijapken soldadu (dari kata zoldaaten, kemudian jadi serdadu)
lantas bole berperang dengan pendoedoek locaal, bole bikin perdjandjian perdagangan dengan radja,
ataoe soeltan di locatie jang ditoedjoe. Jah, matjam negara di dalem negara itoe kongsi dagang VOC.

Pada moelanja Cornelis de Houtman, Orang Belanda jang diakoe sebagi pelaoet dari Belanda kesatoe
jang tiba di Noesantara. Pertama kali diaorang singgah di Bantam (Banten), kamodian baroe masoep
ka Iacatra (atau Jayakarta, Jakarta), pada tahon 1596 << nah, dari angka tahun inilah, Bung Karno
sering meneriakkan "Belanda Menjajah Indonesia 350 tahun". Coba ambil kalkulator, 1945 dikurangin
1596 = 349 tahun, padahal Penjajahan Belanda atas Indonesia (Hindia-Belanda) berlangsung sampai
tahun 1942 (pas Jepang masuk), itupun penjajahan kolonialisme bukan dari tahun 1596, tetapi mulai
1816 sejak dinamakan Hindia-Belanda, ketika Inggris (Sir Thomas Stamford Raffles) mengakhiri masa 
kekuasannya di Jawa (Indonesia?). En keseluruhan wilayah Indonesia ini baru bener-bener "dikuasai"
pada awal tahun 1900-an setelah Aceh ditaklukkan oleh Jend.Van Heutsz (tolong dikoreksi yaah jika
saya salah, mari kita buat diskusi tentang ini suatu hari nanti). Lantas, kamodian, armada kapal lajar
Belanda berdoejoen-doejoen ka Noesantara goena ambil rempah-rempah sebanjak-banjaknya, poela
lakoeken monopolie dagang di Banda Naira (Molukken), di mana pendoedoek locaal dipaksa djoewalin
Pala, Tjengkih, Kajoe Manis dengen harga sanget moerah, 5 cent per kilogram, tetapi Belanda "mark-
up" pendjoewalan hingga 10 Gulden di Europa (walah! *gleg!*). Di tahon 1619, Gouverneur-Generaal
J.P.Coen dateng ka Iacatra dan lakoeken serangan besar-besaran, lantas doedoeki itoe bilangan dan
robah nama mendjadi: Batavia (berasal dari nenek-moyang Orang Belanda: Batavier), sampe Jepang
dateng di tahon 1942. Tjoekoep soeda Belanda berdjaja di Hindia-Belanda (Noesantara) sedari abad
ke-16. Sampe sekarang, masakan, tjara idoep (gaya hidup) bahkan bahasa kitaorang banjak jang di
serap dari Bahasa Belanda, saperti dalem kata: kaartjis, trakteer, verboden (atau jalanan satu arah
gak boleh masuk), rokok, asbak, wastafel << nah ini di setiap rumah makan ada toch? baskom dari
waskom, ledeng dari waterleideng, kesetroom, korseleting, saklaar, setrika, setrap dari straaf, dan
kata-kata laennja. Nanti kitaorang bole diskusikan bareng-bareng kata-kata apa lagi jang diserap.

Koeliling Kota Tua Jakarta ini aken dilakoeken dengen djalan kaki sahingga aken banjak tjerita
jang dapet didjelasken, saperti perkara mengapa sekarang ada namanja: Jl.Pintu Besar Utara?
dimanakah locatie Pintoe jang Besar itoe dan gambarnja saperti apa. Lantas, gedong Museum
BI doeloenja meroepaken Hospitaal ataoe Roemah Sakit (terjemahan bebas dari Zieken Huis?!
ziek = sakit; huis = rumah). Loekisan Taman Fatahillah (ataoe Stadhuisplein; Stadhuis = Balai
Kota; Plein = Lapangan), jang ada Kanal Macan (Tijgergracht) dan kahidoepan di masa laloe.
Klaar dari itoe plein, kitaorang serentak pegi ka oetara, liwatin tempat jang doeloenja berdiri
satoe Gerbang Amsterdam bikinan abad ke-18. Abis itoe landjoet ka bekasnja tembok Bastion
Robijn (ada jang bilang Saphier). Itoe bastion ataoe koeboe pertahanan, doeloenja ada empat
soedoet, marika dinamaken dari nama batoe perhiasan sapeti: Robijn, Saphier, Parrel, Diamant,
ataoe Diamond, jang poenja arti = Intan. Maka ta' heiran djikaloe pendoedoek setempat kassie
nama bilangan marika tinggal di deket itoe bastion dengan nama = Kota Intan, jang di deketnja
ada satoe djembatan jang sekarang kitaorang akrab dengen seboetan: Jembatan Kota Intan :)

Tida loepa oentoek liwat depan doea museum jang pernahnja di bilangan Oud Batavia, ia itoelah:
Museum Sejarah Jakarta (banyak orang yang lebih mengenal museum ini dengan nama: Museum
Fatahillah, karena letaknya persis di depan Taman Fatahillah). Kata orang, itoe museum sempet
djadi tempat djinazahnja J.P.Coen dikoeboer, sebelom dipindahken ka lahan jang sekarang soeda
brobah djadi Museum Wayang. Namoen kitaorang tida singgah di doea museum ini dalem plesiran
ini waktoe, kerna mahoe langsoeng bablas ka bekas Kasteel (benteng) Batavia, tempat J.P.Coen
bekerdja, dan tentoe sadja tempat diaorang poela semapoet di tahon 1629, precies koetika itoe
Tentera Mataram serboe kota Batavia. Ada orang jang bilang bahoewa Mur Jangkung semapoet
sebab-sebab diboenoeh oleh itoe pasoekan Sultan Agung, namoen versi jang beredar dari kaum
Kumpeni adalah: J.P.Coen meninggal doenija kerana diaorang bertjaboel (kalo sekarang artinya:
berjangkit!) penjakit cholera, ataoe peroetnja sakit sangat sahingga tamat riwajatnja *kesian*

Sasoeda koelilingin bekas Kasteel Batavia, kamodian landjoet djalan kaki lagi toedjoean oetara,
deket Pelabuhan Sunda Kelapa, jang bole dibilang itoe boekan pelaboehan di djaman J.P.Coen
ataoe VOC, kerna garis pantai pada tahon 1619 itoe dideket Kasteel Batavia (ntar, kitaorang
perlihatkan gambar gerbang bagian utara yang rencananya akan dipasang gerbang setinggi 7
meter, didatangkan langsung dari Belanda, tapi Gerbang Batavia ini tidak kunjung tiba, karena
kapal yang dinamakan Batavia yang membawa itu gerbang, sudah kandas di perairan Australia
bagian Barat. Sekarang runtuhan batu itu masih ada di Museum Maritim, Freemantle sekitar 60
KM dari Perth. Wah ada alasan PTD ke sana nih! cihuuuy). Tatkala badan letih, tida semangat,
tjapek dan entjok, nanti kitorang aken bri: Ijs Kelapa Moeda di deket Pelabuhan Sunda Kelapa!
Nistjaja pegel-pegel djadi seger! dan kitaorang landjoetken perdjalanan ka Museum Bahari poela
naek ka atas Menara Syahbandar jang diberdiriken pada tahon 1839 (liet Kota Tua dari puncak)
(di Museum Bahari ini, ada maket Kasteel Batavia, silahkan perhatikan bagaimana arsitekturnya).

Dapetken doorprize beroepa boekoe jang bagoes betoel tentang keadahan kota Batavia di abad
ke-19 langsoeng dari tangan jang bikin: Scott Merrillees, jang djoega aken kassie hand-tekenen
(tanda tangan) kepada pemenangnja (asik!). Yuk, Toean-Njonja ikoetan itoe djalan-djalannja !!!
Klaar djalan kaki, kitaorang akan makan siang dengan Nasi Langgi jang ni'mat njam-njam-njam :)
jang disantap dengen daging-telor dadar-sajoeran-tempe-sambel goreng ati, laloe rerongkongan
Toean-Njonja poen aken berasa seger, kerna digoejoer aer dingin jang kalahken panas Djakarta.

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean dan Njonja sekalian sekarang djoega
ke email:
adep@cbn.net.id atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misal: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.50.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.50.018 <<<<<<< angka 18 di belakang itu mengacu
ke no.urut), djadi ntar bajarnja boekan Rp.50.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagai no. urut.
okeh bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer n soeda pake no.urut, kabari ya!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yg misalnya contoh kayak begini:

18. Onky Alexander
19. Meriem Bellina
20. Btari Karlinda
 

Transfernya bisa sekaligus = Rp.150.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi nomer urut jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.150.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan mbikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.50.018, lalu Rp.50.019 dan atau Rp.50.020,
atau misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yg jauh dari rombongan Anda
tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :) makasih yah makasih.

Djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! djikalaoe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. zo,
plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari atau berganti tgl
oh iya, pakaian santai aja, pake kaos, celana pendek, celana panjang, atau apa aja, silahkan aja, marii

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
0818 94 96 82


PTD: Dimanakah Kantoor J.P.Coen? 1 Agustus 2010
07.30 - 08.00: Daftar Ulang di Hall Museum (Bank) Mandiri
08.00 - 08.15: Penjelasan Slide-Show dari Lilie Suratminto
08.15 - 08.30: Penjelasan Slide-Show dari Andy Alexander
08.30 - 09.00: Berangkat ke Stadhuisplein (Taman Fatahillah)
09.00 - 09.15: Cerita ttg Stadhuisplein (Taman Fatahillah)
09.15 - 09.30: Berangkat ke bekas Gerbang Amsterdam
09.30 - 09.45: Cerita ttg Gerbang Amsterdam abad ke-18
09.45 - 10.15: Berangkat ke bekas sudut Kasteel Batavia
10.15 - 10.45: Cerita ttg Bastion Robijn, dari tahun 1619
10.45 - 11.00: Berangkat ke bekas Kantoornya J.P.Coen
11.00 - 11.15: Cerita tentang isi detail Benteng Batavia
11.15 - 11.30: Berangkat ke Museum Bahari (goedang)
11.30 - 12.00: Mengaso, dan minum Ijs Kelapa Moeda
12.00 - 12.30: Arah Balik Lewat Jembatan Kota Intan
12.30 - 13.00: Makan Siang dgn menu Nasi Langgi :)

--------------------------------------------------

13.00 - 14.00: Kalo ada yang mau kelilingin Museum
Mandiri abis acara PTD kelar, monggo, kami temenin.



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: