23.8.10

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Halmahera-Morotai 23-24-25-26-27-28-29 Oktober 2010



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Halmahera & Morotai
(kalo ada yang mau extend keliling Ternate & Tidore)
(penjelasannya ada di bagian bawah, setelah yg ini)
Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1B
Jumat 22 Oktober 2010 jam 23.00 malem
(brangkat Sabtu jam 01.30 pagi, 23 Oktober)
Rp. 6.400.000 per orang, sudah termasuk:
(tiket pesawat BATAVIA AIR pergi & pulang)
(airport tax di Jakarta dan juga di Ternate)
(tiket Speed Boat: Ternate-Halmahera, p.p)
(tiket Speed Boat: Halmahera-Morotai, p.p)
(Kapal Motor keliling pulau2 di Maluku Utara)
(Snorkeling selama di P.Kakara & P.Tagalaya)
(Juga di P.Dodola, P.ZumZum, Pacific Wreck)
(Berfoto di Kapal Barang Jepang sisa Perang)
(yang masih teronggok bisu di pinggir pantai)
(Tentu ke Meriam Jepang yang masih hadap)
(ke atas, trus juga ke Bungker yg sembunyi)
(Bus tanpa AC kelilingin Halmahera-Morotai)
(dipinjemin life-jacket/pelampung, owkey?)
(makan dan minuman selama di plesiran :)
(dipandu:Yosef Djakababa selama disono)
(oh iya ada kaos Plesiran Tempo Doeloe)
(terus juga tiket masuk semua2 tempat)
(tentu pake asuransi jiwa juga doong ah)
(menginap 2 malam di Ternate/P.Ternate)
(menginap 2 malam di Tobelo/P.Halmahera)
(menginap 2 malam di Daruba/Pulau Morotai)
(Hotel Boulevard Ternate, Hotel Elizabeth Inn
Tobelo, Hotel Juliana Tobelo, Hotel Bianda To-
belo, Hotel Pacific Inn Daruba, Hotel Sinar Mas,
Daruba. Hotel berbeda2 karena kapasitasnya :)
(kalo mau tau lebih jelas, di-email-in lagi, mau?)

(kalo tak ikut pesawat bersama kami, alias tiket
nya sendiri, maka dipotong Rp.2 juta, jadi biaya
PTD: Halmahera-Motorai menjadi = Rp.4,4 juta)
(On-kost Rp.4,4 juta, juga berlaku bagi yg mau
ikutan start dari Ternate sejak hari pertama ya)


Berangkat: Jakarta-Ternate Sabtu
23 Oktober 2010 jam 01.30 WIB
Pulangnya: Ternate-Jakarta Jumat 
29 Oktober 2010 jam 07.00 WIT

(sekarang, bisa hubungi kami di nomer Telkomsel:
0812 84 27 27 36, dan juga dikarenakan selama
PTD: Halmahera-Morotai, XL kagak bisa dihubungi
sama sekali, Indosat cuma ada di Ternate, Tidore,
Halmahera. Di Morotai kagak bisa, cuma Telkomsel
aja yang bisa dihubungi dan yang ada sinyalnya di
Pulau Morotai, jang laen.. pada semaput! *keluh*)



Apa djadinja kalu Perang Pasifik tidak petjah, apakah Indonesia sanggup untuk mem-
Proklamirkan Kemerdekaannja? Hingga sampai kapan Orang Indonesia berdjuang untuk
melawan kolonialisme, sedangkan Belanda (dan Hindia-Belanda-nja) sangat ketat man-
fa'atkan wet (hukum) subversif dan persdelict guna membungkam penggerakan menudju
Kemerdekaan Indonesia. Kitaorang adjak Tuan-Njonja mengetahui latar-belakang terdja-
dinja Perang Pasifik, dan hubungannja atas bebasnja Bangsa Indonesia dari Kolonialisasi
di program jang telaten chabarkan perihal riwajat perdjalanan sedjarah negeri ini dalam:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Halmahera-Morotai
sedari Sabtu dinihari tanggal 23 Oktober hingga Jumat 29 Oktober 2010 sampe puas! 

"I Shall Return" Inilah utjapan jang paling kesohor dilontarkan oleh Tentara Amerika:
Djenderal Douglas MacArthur tatkala meninggalkan Filipina menudju Darwin, Australia.
Utjapannja mendjadi kenjataan, tatkala ia berhasil rebut Filipina kembali setelah dalem
beberapa tahun berdjuang dengan strategie taktik jang djitu, jaitu: Leapfrogging, atau
Lompat Katak, adalah serangan dari pulau ke pulau laen, jang di-insprirasi dari dongeng 
asal Belanda, jakni: Klein Duimpje (Hop o' My Thumb), anak tjilik ini berhasil mentjuri se-
patu tinggi dari sang raksasa, dan dengan "zevenmijls-laarzen" (seven miles boots) itu
si Klein Duimpje sekali melontjat menempuh djarak 7 mil. Akal Klein Duimpje inipun digu-
nakan Djenderal MacArthur di Pasifik Barat, tjuma djenderal ini sekali melontjat bukan
menempuh 7 mil, melainkan ratusan mil. Dengan strategie ini, maka Tentara Amerika
berhasil rebut pulau-pulau di Pasifik satu per satu dan kalahkan Djepang setjara per-
lahan-lahan, jang tudjuan utama salah satunja menguasai Filipina agar lalu lintas laut
diantara Djepang dan Selatan (Tarakan, Indonesia) jang kaja minjak terputus. Hal ini
diutjapkan djuga oleh Admiral Toyoda sesudah perang klaar, jang berkata: "Andaikan
Filipina djatuh, dan armada Djepang masih tetap utuh, gunanja sudah tidak ada lagi".

Perihal tokoh MacArthur, agaknja ia mempunjai hampir semua sjarat2 jang dibutuhkan
oleh seorang pemimpin militer jang berkaliber besar. Disamping memiliki fikiran jang ta-
djam dan bakat organisasi jang besar, iapun dapat mengambil tindakan2 setjepat kilat
sehingga musuh2nja kerap kali "ketinggalan spoor" (maksudnya ketinggalan kereta hihi)
 
Sebab-sebab Djepang menjerang dadakan Pangkalan Amerika terkuat di Pasifik bukan
suatu kebetulan, Djepang diembargo setjara ekonomi dan bahan mentah industri oleh
Barat, chususnja: Amerika Serikat. Konflik batin, harga diri Bangsa Djepang jang ter-
aniaja bikin Djepang memilih untuk lakukan perlawanan terhadap benteng Amerika, ke
Pearl Harbor, di Kepulauan Hawaii. Tempo jang ditentukan adalah Minggu pagi, ketika
sebagian besar Tentara Amerika masih tertidur lelap dan njenjak. Adapun itu rentjana
Serangan Dadakan jang ditjanangkan oleh Laksmana Isoroku Yamamoto, di kemudian
hari mendjadi sematjam blunder bagi Tentara Djepang, bahkan mendjadi bulan-bulan-
an Tentara Amerika, apalagi Turning-Point kekalahan Djepang sebenernja tidak ter-
lampau lama sedjak serangan ke Pearl Harbor itu, tepatnja setelah kalah di Midway
pada bulan Juni 1942 (atau 6 bulan setelah serangan tiba-tiba, 7 Desember 1941).

Maka, selandjutnja Djepang terus-menerus mengalami kekalahan dari pihak Amerika
dan Sekutunja. Imperial Djepang menjerang Amerika Serikat, bagaikan membangun-
kan raksasa dari tidurnja. Tetapi bagi Djepang ini merupakan perlawanan terhadap
superior bangsa kulit putih jang kerap meremehkan peran mereka di belahan dunia,
walaupun sesungguhnja Djepang tidak siap untuk perang djangka pandjang. Lantas
sesudah perang berachir Kaisar Hirohito mengatakan bahwa "setelah Filipina djatuh,
Djepang telah kehilangan akal, dan harapan akan menang djuga lenjap sama sekali".
(dan dari sinilah, permulaan serangan jang tak masuk akal dan kedjam: KAMIKAZE!).
Keadaan mendjadi semakin buruk, setelah Kepulauan Iwo Jima dan Okinawa direbut.

Aksi nekat Djepang dalam menjerang Pearl Harbor, menurut sedjumlah sedjarawan,
dipitju oleh "pembiaran" dari Presiden Amerika Serikat Franklin D.Roosevelt, dengan
memantjing amarah Militer Djepang agar terlebih dulu menjerang Pangkalan Amerika,
sehingga
Amerika bisa masuk ke kantjah perperangan dunia, jang bole dibilang sang
presiden djuga sudah geram akan tindakan Djepang jang mulai masuk ke Indo-China
(Vietnam), lalu ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara lain guna mentjari bahan2
mentah untuk industri di dalem negerinja dan djuga hausnja Djepang terhadap keku-
asaan
di Asia-Pasifik, jang selama ini didominasi oleh kekuatan bangsa Barat, seperti
Amerika (di Filipina), Inggris (di Hong Kong, Singapura, Malaja, British-Borneo) lantas
Belanda (di Hindia Belanda/Indonesia), Prancis (di IndoChina/Vietnam). Djepang ingin
membungkam superior barat Asia bagian Selatan (jang mereka sebut: Nanjo). Rakjat
Amerika selama ini tidak ingin kalu Tentara Amerika terlibat perang, dan lebih memilih
dalam posisi netral. Tindakan "pembiaran" jang disinjalir dilakukan Presiden Roosevelt
inilah, achirnja memaksa Amerika untuk turut bertempur di dalam perang nan kedjam.
 
Pada awal petjahnja perang, Tentara Djepang telah dihinggapi penjakit VD (Victory
Disease) atau penjakit kemenangan. Bahkan, tersiar omongan besar Militer Djepang
jang mengatakan bahwa segera Australia, Midway dan Hawaii akan direbut, dan ke-
mudian terus ke...Washington! Tapi omongan Djepang agak terlampau besar. Stra-
tegie2 Djepang tidak mengandung maksud begitu djauh. Djepang bermaksud untuk
rebut pulau2 terpenting di Pasifik dari tangan Amerika, mempertahankan daerah itu
dan mengulurkan peperangan begitu lama sehingga Amerika terpaksa akan meminta
perdamaian. Politik ini mengandung dua kekeliruan: tidak mengetahui akan tenaganja
Amerika jang bisa dikerahkan dengan industri raksasanja, dan harapan bahwa Ameri-
ka mau "hilang muka" dengan djalan meminta perdamaian adalah satu blunder besar.

Kekuatan Djepang itu berada dipuntjaknja dalam bulan Maret 1942, ketika tudjuan
utamanja penguasaan sumber2 minjak di Indonesia telah tertjapai. Ada orang ber-
pendapat bahwa seharusnja Djepang tidak perlu kesana-kemari dulu, ke Singapura,
British-Borneo, dan negara2 laennja, karena mengakibatkan perang jang melelahkan,
djadi
langsung sadja ke Indonesia jang kaja akan minjak dan sumber alam jang subur,
namun apa latjur, penjakit Victory Disease itu dan napsu akan pendudukan djajahan
Barat di negara2 Asia dan Pasifik itu jang tak dapat diabaikan oleh Tentara Djepang.

Kemenangan gilang gemilang di Pearl Harbor itu djustru tidak ada langkah kongkritnja
setelah itu,
apalagi setelah Admiral Yamamoto tewas ditembak, di Pulau Bougainville,
pada bulan April 1943.
Ini berawal dari terbatjanja kawat "top-secret" dari Tokyo ke
pada markas2 besarnja jang isi
nja tenjata sangatlah penting, jakni: ..Admiral Isoroku
Yamamoto, Panglima Tertinggi
seluruh armada Djepang hendak mengundjungi medan
perang. Itu kawat sampai
botjor ke tangan Amerika, jang atjapkali berhasil membuka
code rahasia Inteledjen
Djepang. Alhasil, Yamamoto disergap, dan ditembaki, tatkala
terbang melintasi Pulau
Bougainville oleh Pesawat Amerika, dan Yamamoto djatuh ke
hutan rimba di Pantai
Bougainville dengan posisi pedang samurainja terapit di antara
lututnja. Berita atas
tewasnja Yamamoto baru disiarkan oleh Radio Tokyo satu bulan
kemudian, dan
merupakan suatu pukulan jang hebat bagi angkatan perang Djepang.
Bagi armada
Djepang, gugurnja pemimpin jang pandai dan jang menarik perhatian ini
adalah sama dengan satu kekalahan besar dalam pertempuran, dan mental Tentara
Djepang langsung down djuga sedih atas hilangnja satu sosok jang sangat disegani.

Bagi President Roosevelt, ini adalah suatu dilemma. Sebab dulu ada sematjam code
tak-tertulis, jang mengatakan bahwa bagaimanapun djuga pemimpin2 dalam perang
tidak dibunuh. Biasanja Amerika tidak menjetudjui tindakan2 sedemikian. Beberapa
kali ada kesempatan untuk membunuh Hitler dan Mussolini, akan tetapi selalu Ame-
rika menolak. Namun halnja Yamamoto berlainan di mata Amerika. Dengan tindakan
pembokongannja terhadap Pearl Harbor di waktu keadaan damai, ia telah menjim-
pang dari alam hukum, dan melepas haknja atas perlindungan jang diberikan oleh
hukum internasional. Demikianlah pertimbangan2 pihak Amerika. Apalagi Yamamo-
to bergerak di daerah dimana sedang berkobar pertempuran, ...maka Washington
beri perintah: Sergap Yamamoto! Sergap pesawat udaranja dan, ..tembak djatuh!

Faktor lain kalahnja Djepang karena pasukannja tidak bertambah, sungguh berbeda
dengan Amerika jang
siap "mentjetak" pasukan baru, dan djuga karena suplai bahan
bakar untuk armada perangnja njaris nihil, karena tiada pasokan minjak untuk semua
armada perangnja, lantas jang ada sebagian besar Kapal Perang Djepang tjuma diam
sadja di lautan luas Pasifik, sambil menanti datangnja miracle atau suatu keadjaiban.

Perang Pasifik adalah Insiden Geografis, jang berketjamuk di Perairan Pasifik. Kita di
Indonesia tjuma bisa mendengarkan sedjumlah perkembangan Perang Pasifik melalui
berita2 propaganda tentang kemenangan2 (jang ternjata bohong) dari bala Tentara
Djepang.
Kawasan Indonesia djuga dipakai sebagai peristiwa penting selama Perang
Pasifik
berlangsung, terutama di bagian Timur Indonesia, Papua, Ambon, Halmahera,
Morotai. Pada suatu malam di bulan September, tiba2 warga Pulau Morotai dikedjut
kan oleh raungan pesawat tempur jang hendak mendarat, jang djumlahnja ratusan!
Bagi Amerika dan Sekutunja, Pulau Morotai memiliki arti jang sangat penting chusus
nja Amerika jang hendak melantjarkan serangan balesan terhadap Djepang jang me
nentukan terhadap seluruh kepentingan Djepang di Filipina, pada era Perang Pasifik.

Raungan ratusan pesawat terbang Sekutu memetjah kesunjian malam itu, jang dira-
sakan oleh penduduk Morotai bagaikan hendak kiamat. Bagaimana tidak, suatu pulau
jang tenang, tentrem, damai, tiba-tiba dikedjutkan oleh datangnja pasukan bala ten-
tara asing, jang menetapkan pulau itu sebagai pangkalan militernja selama berbulan2,
sembari menjusun kekuatan untuk melumpuhkan pasukan Tentara Kekaisaran Djepang,
jang achirnja menerbitkan kemenangan jang gilang gemilang, hingga pada saatnja dua
bomb atom jang bernama "Little Boy" dan "Fat Man" didjatuhkan di kota Hiroshima dan
kota Nagasaki, dengan maksud: "To Save American Life" hiyaaahh... what a reason! :)

Perang Pasifik resmi klaar pada tanggal 15 Agustus 1945, lantas dua minggu kemudian,
Djepang "terpaksa" wadjib menandatangani Surat Menjerah tanpa Sjarat jang dilakukan
di
Kapal Missouri di Teluk Tokyo pada tanggal 2 September 1945. Para djenderal perang
Djepang tidak ada jang mau untuk kasih tandatangan itu surat, mereka lebih baik bunuh
diri ketimbang menjerah, dan Menteri Luar Negeri Djepang jang datang sebagai perwaki-
lan Djepang djuga terusik mendengar kata "menjerah", iapun lebih suka menamakannja
kedjadian itu sebagai: "gendjatan-sendjata". Wakil dari Djepang itu sempet berurai air
mata ketika melihat gambar Kapal Perang Djepang di badan Kapal Missouri ini, karena
itu adalah gambar dari djumlah Kapal Djepang jang berhasil dibinasakan oleh Sekutu.
(dan ternyata Kapal Missouri ini dipake untuk syuting film action: "Under Siege", Die
Hard di Kapal Perang, jang diperankan oleh Steven Seagal dan Erika Eleniak! uhuuy!)

Kitaorang akan samperin sisa2 peninggalan Perang Pasifik dibilangan Indonesia Timur,
terutama di Pulau Halmahera dan Pulau Morotai. Di kedua pulau ini kita akan (masih)
menjaksikan alat perang berupa: Meriam Djepang, Kapal Transportasi Djepang jang
masih teronggok diam membisu di pinggir Pantai Kao, Kabupaten Halmahera Utara.
Itu
kapal mungkin dalam beberapa tahun lagi "lenjap" akibat besinja dipreteli oleh
sekelompok orang jang kepingin memanfa'atkan besinja untuk didjual ! (yaahh...)

Itu Kapal Transport dulunja difungsikan untuk memindahkan Tentara Djepang dari
satu tempat ke tempat lainnja. Apabila salah satu pasukan berhasil merebut satu
daerah, maka pasukan tersebut akan segera diangkut dengan Kapal Transport itu
untuk digerakkan menudju sasaran berikut
ke perang lainnja. Namun sajang sudah
keburu diserang oleh Tentara Amerika dalam penguasaan bagian Pulau Halmahera.

Tentu sadja akan Snorkeling/Diving di Pulau Kakara, Pulau Tagalaya, Pulau Dodola,
Pulau Zum-Zum, di atas Pacific Wreck. Pulau Kakara lokasinja di deket kota Tobelo
(Halmahera) jang mempunjai pemandangan laut jang tjiamik. Di Pulau Tagalaya ada
sematjam "aquarium" alami nan djernih airnja en sederet hutan bakau. Pulau Dodola
pada djaman perang, kerap dipakai sebagai tempat berdjemurnja Tentara2 Amerika.
Djenderal MacArthur, kata orang, kerap picnic di pulau ini, jang kalo di siang hari itu
pulau nampak 1 pulau memandjang, tapi ketika air pasang mendjadi 2 pulau terpisah. 
Oleh penduduk setempat dinamakan Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Nah
di sekitar pulau-pulau inilah tempat Tentara Jepang dan Tentara Amerika bertempur
mati-matian berdjuang demi kemenangan bangsanja jang terletak nun djauh di sana.


Kalu Diving bisa mendekati Pesawat Tempur, Truck, Jeep, dan berbagai macam alat
perang lainnja, jang katanja Jepang atjapkali menjimpan perbekalan perang di deket
pantai, sehingga ketika dalem keadaan darurat, itu alat perang lekas ditjemplungkan
zonder ampun. Pulau Zum-Zum dipertjaja sebagai tempat si Djendral MacArthur dulu
tinggal dan bermarkas, walaupun tjuma dalem hitungan bulan sadja (sedjak Oktober
1944 hingga Oktober 1945?). Nanti bisa kita berfoto dengan Patung MacArthur jang
dibangun 3 tahun lalu. Tetapi Bapak-Bapak-Ibu-Ibu djangan terkedjut djikalu liet itu
patung langsung, tampak lebih mirip Aladdin ketimbang rupanja MacArthur, aduuh :)

Tentara Amerika sewaktu berpangkalan di Pulau Morotai, sempat membangun Bandara:
Pitu Strips, jang landasannja berupa besi sepandjang 2.700 meter, lebar 40 meter, dan
sekarang besi landasan jang bolong-bolong itu banjak dipakai oleh warga Morotai sebagai
Pagar Rumah! Selama di Morotai, Tentara Amerika suka mandi di sebuah tempat jang dina-
makan: Air Kaca. Bahkan kata penduduk setempat, Djenderal Besar MacArthur kerap mandi
di sini! ada lagi jang tjerita bahwa katanja ada pipa pandjang dari daerah sini jang mensuplai
air sampe ke Pulau Zum-Zum (!) tempat MacArthur bermarkas selama perang berlangsung (?)

Ada djuga sumber jang mengatakan bahwa MacArtrhur sesungguhnja tidak pernah mendjedjak-
kan kakinja di Pulau Morotai (!). Ia hanja singgah barang sedjenak di salah satu pulau di dekat
sini (Pulau Zum-Zum?) dan bermalam, kemudian esoknja bertolak ke Filipina, tetapi ada chabar
dari warga setempat (jang sudah tua pastinja..) jang memberikan kesaksian dengan mata ke-
pala sendiri bahwa MacArthur kerap hilir-mudik di Morotai daratan. Ach nanti kita ketika bera-
da di sana, atau bisa di-check sadja di buku: "American Caesar" besutan William Manchester.

Ada djuga kisah Tentara Djepang jang sembunji di Hutan Morotai. Ia bernama Nakamura, jang
sedjak tahun 1945 hingga 1973 (ada jang bilang 1974, 1975?) bermukim di hutan belantara ini.
Ketika "ditemukan" oleh penduduk setempat, ia tidak mau keluar, sampai achirnja di-tiupkanlah
lagu kebangsaan Djepang pakai pengeras suara, lantas Nakamura mau keluar dari tempatnja ia
bersembunji selama njaris 30 tahun! dengan kondisi sihat waalfiat, dan memegang senapan, dll.
Nakamura achirnja bisa pulang ke Djepang dan meninggal dengan tenang di usia jang ke-60 th.

Kitaorang djuga samperin suatu tempat sematjam "museum" jang collectienja, terdiri dari alat2
perang jang ditemukan oleh: Pemerhati Pusaka Alam Morotai. Mereka adalah sukarelawan jang
ditugaskan untuk mengumpulkan "Peninggalan Heritage Perang Pasifik" jang ditemukan di Pulau
Morotai (terutama di hutan). Adapun benda2 jang ditemukan merupakan barang2 historis jang
tak ternilai harganja, Sungguh !!! Ada "Dog-Tag" atau kalung tanda pengenal Tentara Amerika,
mereka nemu puluhan, Helm Tentara Jepang dan Helm Tentara Amerika, Sendjata dari berbagai
djenis, Peluru/Magazine, Sepatu Boots, Sendok-Garpu, Gelas, Piring, Alat Masak, Morphin untuk
mengobati luka, dan masih utuh, Botol Coca-Cola keluaran tahun 1940-an jang itu warna dasar
botolnja masih hidjau dan pink (kalo sekarang, warna dasar botolnja putih semua), djuga tanda
pangkat kesatuan dari Tentara Australia, Botol Minuman, Granat Nanas (ati2 djangan dipegang
atau mendekat), dan juga benda2 lainnja, bahkan serpihan tulang belulang mereka, jang sudah
mulai hantjur, semua itu didapatkan dengan menggali tanahnja pake tangan di hutan belantara.

Ada 2 Amphibi Amerika sisa perang jang bisa kita temui di sini (bukan di hutan lho!), jang mudah
didjangkau dari djalan besar (jang pertama), dan jang kedua agak djauh dikit, tetapi tidak djauh
banget, yah jaraknya kira-kira kalo di PIM, dari Bakmie GM ke Ace hardware deh (lho kok, perum-
pamaannya PIM = Pondok Indah Mall yah?). Untuk mentjapai Amphibi jang kedua kita mesti pake
tjelana djeans, sepatu atau sendal jang kuat karena kondisinja kadang betjek, tapi djadinja makin
seru karena butuh agak sedikit perdjuangan untuk mendapatkan foto perang jang lebih menantang  
dan atmosfirnja keren. Rasanja ketika Bapak-Bapak-Ibu-Ibu tiba di Amphibi Amerika ini dan berfoto
di depan atau naek ke atas, serasa menemukan "hidden history" dari kepingan puzzle jang hilang :)

Bus selama keliling Pulau Halmahera dan Pulau Morotai adalah: Bus Damri tanpa AC (maap, Bus jang
pake AC tak ada di dua pulau ini, tetapi djendela terbuka semua). Kalu ada Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu
jang kepengen sewa "mobil travel" jang ber-AC, silahkan dinego sendiri dengan pemilik mobil langsung,
tawar-menawar gitu deh, atau nanti kami bantu tanjakan harganja pada beberapa hari atau beberapa 
minggu sebelumnja. Biasanya armada mereka terdiri dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Kijang Kapsul,
Kijang Innova, terkadang ada Toyota Yaris, Honda Jazz, Suzuki Cross-
Over, bahkan... Toyota Fortuner!  
Namun jika Bapak-Bapak-Ibu-Ibu kepengen tetep naik bus non-AC dengan kami, yuk yak yuk,
kita rame-
rame merasakan hangatnja iklim dan udara di Maluku Utara, sehingga serasa lg berada di djaman Perang.

Hotel selama di Pulau Halmahera dan Pulau Morotai tidak ada jang berbintang, namun semua kamarnja
pakai AC. Bapak-Bapak-Ibu-Ibu akan ditempatkan di 3 (tiga) hotel jang berbeda selama di Tobelo (di
Pulau Halmahera) karena di pulau ini tidak ada satu hotel dengan banjak kamar, djadinja ditempatkan
setjara terpisah dan dikondisikan dengan baik :) Adapun hotel di Morotai merupakan hotel jang baru
sadja dibangun (belum ada 1 tahun), memiliki kamar jang banjak dan semuanja ber-AC, pun djuga di
Penginapan Sinar Mas, jang kamarnja semua pakai AC, dan bangunannja baru djuga, asik-asik-asik.

Semua riwajat Perang Pasifik ini, nanti akan ditjeritakan oleh Klub PPP (Penggemar Perang Pasifik,
jang membernja baru 2 orang, jaitu: Yosef
Djakababa dan Ade Purnama), en disampaikan setjara
ringan, tidak berat, namun padat bergizi tinggi, didjamin Bapak-Bapak-Ibu-Ibu seneng dengernja.

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky ada di nomer urut 18 maka Onky mentransfer duitnya
= Rp.6.400.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.6400018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu
ke no.urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.6.400.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi no.urut.
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriem Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernya bisa sekaligus = Rp19.200.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), ..no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.19.200.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. krn nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
tapi kalo mau transfer satu-satu jg boleh, ketik aja gini: Rp.6.400.018, Rp.6.400.019, Rp.6.400.020.
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yg Rp.25.600.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :)
 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
0818 94 96 82

(beberapa sumber sejarah, dikutip dari buku djadoel:
"Perang Pasifik 1941-1945" karya Auwjong Peng Koen
tjetakan ke-2 tahun 1958, Penerbit Keng Po Djakarta,
dan juga dari majalah "Starweekly" no.572, yang terbit
pada tanggal 15 Desember 1956,
ditulis oleh The Tjeng
Sio, artikelnya berjudul: "Djenderal
Douglas MacArthur")


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Halmahera-Morotai
(jadwal dapat berubah sesuai situasi dan kondisi)

HARI 1 - Sabtu 23 Oktober 2010
00.00 - 01.00: Kumpul di Terminal 1B Soe-tta
01.00 - 01.30: Siap-siap Boarding Batavia Air
01.30 WIB - 07.30 WIT: Terbang ke Ternate
07.30 - 08.30: Tiba di Ternate, beres2 bagasi
08.30 - 09.00: Sarapan pagi dulu dimana gitu
09.00 - 11.00: Keliling Benteng Kastela/Gamlamo
11.00 - 12.00: Makan Siang di Ternate
12.00 - 12.30: Berangkat ke Hotel Boulevard
12.30 - 13.00: Check in di Hotel Boulevard
13.00 - 19.00: Istirahat di hotel, siapin tenaga ya
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam di Ternate
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ternate
20.30 - 21.00: Kembali ke Hotel Boulevard
21.00 - 22.00: Pintong Keliling Ternate?
22.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 2 - Minggu 24 Oktober 2010   
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Boulevard
08.00 - 08.30: Berangkat ke Dermaga Speed Boat
08.30 - 09.00: Injury Time Naik Speed Boat
09.00 - 10.00: Berangkat ke Pulau Halmahera (Sindangoli)
10.00 - 10.30: Injury Time naek ke dalem Bus Damri non AC
10.30 - 12.30: Berangkat ke Malifut
12.30 - 13.30: Makan Siang di Malifut
13.30 - 13.45: Berangkat ke Pantai Kao
13.45 - 14.30: Foto-foto di Kapal Jepang "Tosimaru"
14.30 - 15.00: Berangkat ke Bandara Kao
15.00 - 16.00: Keliling Bandara Kao
16.00 - 19.00: Berangkat ke Tobelo
19.00 - 20.00: Makan Malam di Tobelo
20.00 - 20.30: Berangkat ke Hotel Elizabeth Inn, Hotel Juliana, Hotel Bianda
20.30 - 21.00: Check in Hotel Elizabeth Inn, Hotel Juliana, Hotel Bianda
21.00 - 22.00: Pintong Keliling Tobelo?
22.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 3 - Senin 25 Oktober 2010
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Elizabeth Inn, Hotel Juliana, Hotel Bianda
08.00 - 09.00: Berangkat ke Galela (dari Tobelo, letaknya di bagian utara)
09.00 - 10.00: Keliling Bungker Jepang yang tersembunyi
10.00 - 10.30: Berangkat ke Meriam Jepang
10.30 - 11.00: Keliling Meriam Jepang
11.00 - 11.30: Berangkat ke Gereja Tua
11.30 - 12.00: Keliling Gereja Tua
12.00 - 13.00: Makan Siang di Taman deket sini
13.00 - 14.00: Berangkat ke Pelabuhan Tobelo
14.00 - 14.30: Injury Time naik Kapal Motor
14.30 - 15.00: Berangkat ke Pulau Kakara
15.00 - 17.00: Snorkeling/Diving, dan ke Pulau Tagalaya
17.00 - 17.30: Berangkat ke Pelabuhan Tobelo
17.30 - 18.00: Berangkat ke Hotel Elizabeth Inn, Hotel Juliana, Hotel Bianda
18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel aja
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam di Tobelo
19.30 - 20.30: Makan Malam di Tobelo
20.30 - 21.00: Kembali ke Hotel Elizabeth Inn, Hotel Juliana, Hotel Bianda
21.00 - 22.00: Pintong Keliling Tobelo?
22.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 4 - Selasa 26 Oktober 2010
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Elizabeth Inn, Hotel Juliana, Hotel Bianda
08.00 - 08.30: Berangkat ke Pelabuhan Tobelo
08.30 - 09.00: Injury Time masuk Speed Boat
09.00 - 11.00: Berangkat ke arah Pulau Morotai
11.00 - 12.00: Snorkeling di Pulau Dodola
12.00 - 13.00: Makan Siang di Pulau Dodola
13.00 - 13.30: Berangkat ke Pulau Zum-Zum
13.00 - 14.00: Snorkeling di Pulau Zum-Zum
14.00 - 14.30: Berangkat ke Daruba (Pulau Morotai)
14.30 - 15.00: Injury Time naik bus
15.00 - 15.30: Berangkat ke Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
15.30 - 16.00: Check In Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
16.00 - 19.00: Istirahat di hotel aja
19.00 - 20.00: Makan Malam di Hotel Pacific Inn  
20.00 - 21.00: Pintong Keliling Morotai?
21.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 5 - Rabu 27 Oktober 2010
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
08.00 - 08.30: Berangkat ke "Museum" Perang Pasifik
08.30 - 09.30: Keliling "Museum" Perang Pasifik
09.30 - 10.00: Berangkat ke Pemandian Air Kaca
10.00 - 11.00: Keliling Pemandian Air Kaca
11.00 - 12.00: Kembali ke Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
12.00 - 13.00: Makan Siang di Hotel Pacific Inn
13.00 - 13.30: Berangkat ke bekas Bandara Pitu Strip
13.30 - 14.30: Keliling bekas Bandara Pitu Strip
14.30 - 15.00: Berangkat ke Amphibi Amerika
15.00 - 16.00: Keliling Amphibi Amerika
16.00 - 17.00: Keliling Morotai (Daruba)
17.00 - 17.30: Kembali ke Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
17.30 - 19.00: Istirahat di Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
19.00 - 20.00: Makan Malam di Hotel Pacific Inn
20.00 - 21.00: Pintong Keliling Morotai?
21.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 6 - Kamis 28 Oktober 2010
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Pacific Inn, Hotel Sinar Mas
08.00 - 08.30: Berangkat ke Pelabuhan Morotai
08.30 - 09.00: Injury Time Naik Speed Boat
09.00 - 11.00: Berangkat ke Pelabuhan Tobelo
11.00 - 11.30: Injury Time Naik Bus
11.30 - 12.00: Berangkat Makan Siang
12.00 - 13.00: Makan Siang di Tobelo
13.00 - 16.30: Berangkat ke Pelabuhan Sindangoli
16.30 - 17.00: Injury Time naik Speed Boat
17.00 - 18.00: Speed Boat nyebrang ke Ternate
18.00 - 18.30: Berangkat ke Hotel Boulevard
18.30 - 19.00: Check in Hotel Boulevard
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ternate
20.30 - 21.00: Kembali ke Hotel Boulevard
21.00 - 22.00: Pintong Keliling Ternate?
22.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 7 - Jumat 29 Oktober 2010
(yang pulang)
05.30 - 06.30: Sarapan di Hotel Boulevard
06.30 - 07.00: Berangkat ke Airport Baabullah
07.00 - 07.30: Boarding Pesawat Batavia Air
07.30 - 10.30 WIT: Pesawat terbang non-stop
08.30 - 09.00 WIB: Tiba di Jakarta, beres2 bagasi
09.00 - 09.30: Good Bye & See You in Next PTD



HARI 7 - Jumat 29 Oktober 2010

(yang extend)
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Boulevard
08.00 - 08.30: Berangkat ke Keraton Ternate
08.30 - 09.30: Koeliling Keraton Ternate
09.30 - 10.00: Berangkat ke Benteng Oranje
10.00 - 10.30: Koeliling Benteng Oranje
10.30 - 11.00: Berangkat ke Benteng Tolukko
11.00 - 11.30: Koeliling Benteng Tolukko
11.30 - 12.00: Berangkat ke Mesjid Ternate
12.00 - 13.00: Jumatan di Mesjid Ternate
13.00 - 14.00: Makan Siang di Ternate
14.00 - 14.30: Berangkat ke Benteng Kalamata
14.30 - 15.00: Koeliling Benteng Kalamata
15.00 - 15.30: Berangkat ke Lagoon Sulamadaha
15.30 - 17.00: Snorkeling/Diving di Lagoon Sulamadaha
17.00 - 17.30: Berangkat ke View Uang Rp.1000
17.30 - 18.00: Sunset di View Uang Rp.1000
18.00 - 18.30: Berangkat makan malam di Ternate
18.30 - 19.30: Makan Makam di Ternate
19.30 - 20.00: Berangkat ke Hotel Boulevard
20.00 - 22.00: Pintong Keliling Ternate?
22.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 8 - Sabtu 30 Oktober 2010
05.30 - 06.30: Sarapan di Hotel Boulevard
06.30 - 07.00: Berangkat ke Pelabuhan Ferry
07.00 - 07.30: Ferry Berangkat ke Tidore
07.30 - 08.00: Berangkat ke Tugu Spanyol
08.00 - 08.30: Foto-foto di Tugu Spanyol
08.30 - 09.00: Berangkat ke Benteng Toluha
09.00 - 09.30: Naik ke atas Benteng Toluha
09.30 - 10.30: Foto-foto di Benteng Toluha
10.30 - 11.00: Turun ke bawah dari atas
11.00 - 11.15: Berangkat ke Keraton Tidore
11.15 - 12.00: Koeliling Keraton Tidore
12.00 - 13.00: Makan Siang di Tidore
13.00 - 13.15: Berangkat ke Mesjid Tidore
13.15 - 13.45: Koeliling Mesjid Tidore
13.45 - 14.00: Berangkat Snorkeling!
14.00 - 16.00: Snorkeling tiada henti
16.00 - 17.00: Berangkat ke Pelabuhan Tidore
17.00 - 17.30: Ferry berangkat ke Ternate
17.30 - 18.00: Kembali ke Hotel Boulevard
18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Boulevard
19.00 - 19.30: Berangkat Makan Malam di Ternate
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ternate
20.30 - 21.00: Kembali ke Hotel Boulevard
21.00 - 22.00: Pintong Keliling Ternate?
22.00 - 06.00: Istirahat di hotel, tidur!

HARI 9 - Minggu 31 Oktober 2010
05.30 - 06.30: Sarapan di Hotel Boulevard
06.30 - 07.00: Berangkat ke Airport Baabullah
07.00 - 07.30: Boarding Pesawat Batavia Air
07.30 - 10.30 WIT: Pesawat terbang non-stop
08.30 - 09.00 WIB: Tiba di Jakarta, beres2 bagasi
09.00 - 09.30: Good Bye & See You in Next PTD


(kalo yg pada mau extend silahkan baca yg ini ya)
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Ternate dan Tidore
(lanjutan dari program PTD: Halmahera & Morotai)
(Jumat, Sabtu, Minggu, 29-30-31 Oktober 2010)
tambah Rp.800.000 per orang sudah termasuk:
(tiket Kapal Ferry: Ternate ke Tidore, p.p)
(Bus tanpa AC keliling Ternate dan Tidore)
(dipinjemin life-jacket/pelampung, okey?!)
(makan dan minuman selama di plesiran :)

(terus juga tiket masuk semua tempat)
(tentu pake asuransi jiwa juga dooong)
(menginap 2 malam di Hotel Boulevard)

Berangkat: Jakarta-Ternate Sabtu
23 Oktober 2010 jam 01.30 WIB
Pulangnya: Ternate-Jakarta Minggu 
31 Oktober 2010 jam 07.00 WIT


Sjahdan, saoedagar Melajoe dahoeloe kala pernah berkata: "Toehan mentjiptaken
Timor oentoek kajoe Tjendana, dan Banda oentoek Fuli (djoega pala), sedangken
Molukken (di bagian oetara) oentoek Tjengkeh, dan itoe barang-barang dagangan
trada (tida ada) toemboe di laen tempat di doenia katjoeali di itoe tempat".
Wah,
keren nih kelakar orang Melayu, yuk kita samperin Maluku Utara ini, dalem atjara:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Ternate-Tidore
sedari hari Jumat pagi tanggal 29 Oktober hingga hari Minggu 31 Oktober 2010 

Siapatah jang bisa poengkiri kaindahan natuur pulau Ternate dan pulau Tidore?
Itoe pulau soenggoe bole bikin kitaorang berdetjak kagoem n mata djadi seger,
sebab-sebab ada banjak sekali peninggalan sedjarah tempo doeloe jang masih
berdiri bagoes di sana, peninggalan penjelajah Spanyol, Portugis dan Belanda.

Cengkeh. Rempah-rempah yang sangat digemari oleh orang Eropa pada abad
ke-16, yang biasa dipakai untuk bumbu masak dan obat-obatan. Cengkeh ini
merupakan bahan dagangan yang memiliki nilai paling tinggi pada jamannya...

Bangsa Eropa yang datang ke Maluku, selain melakukan monopoli perniagaan
cengkeh, juga membangun benteng-benteng pertahanan. Sebagian benteng
ini masih kokoh berdiri hingga sekarang. Kurang lebih ada sekitar 10 benteng
yang dibuat di Pulau Ternate dan beberapa di Tidore. Tinggal dipilih aja, ada
Benteng Portugis tertua di Indonesia, yang bernama Kastela/Gamlamo/Santo
Paolo (dduh banyak banget sih namanya, tapi nama aslinya = Nostra Senora
del Rosario, yang artinya Wanita Cantik Berkalung Bunga Mawar. wuih keren!
tapi ada juga yang bilang, artinya adalah Bunda Maria, ungkapan yang biasa
diucapkan oleh Bangsa Portugis dan Bangsa Spanyol pada jaman dahulu kala.

Di benteng ini terjadi pembunuhan terhadap Sultan Khairun, yang ditipu oleh
Portugis, katanya mau diajak berunding untuk damai, eehh ternyata dibunuh!
Nah, setelah kejadian ini, Baabullah putra Sultan Khairun, segera mengepung
benteng ini selama 5 tahun (!) dan akhirnya Portugis menyerah tanpa syarat
pada tahun 1575 setelah timbul wabah penyakit dan kelaperan (lama banget
yak nyerahnya?), lalu orang-orang Portugis ini pintong (pindah tongkrongan)
ke Ambon dan Malaka. Lalu, lalu ada Benteng Kota Janji, nama aslinya Santo
Pedro e Paolo, ah entahlah ini benteng apakah sama dengan Benteng Kastela
tadi yang JJTJ (Janji Janji Tinggal Janji, yang ada malahan sultannya dibunuh).

Trus, ada juga Benteng Oranje, di deket sini doeloe orang Belanda pertama kali
menginjakkan kakinya di tanah Ternate! tepatnya pada tgl 2 Juni 1599 (waaah
udah lebih 400 tahun lalu yakh!) mereka berlabuh di sebuah kampung bernama
Melayu. Mereka datang dengan kapal-kapal bernama kota di Belanda, seperti:
Utrecht dan Amsterdam, lalu kemudian ada Zeeland, dan Gelderland. Awalnya
mereka disambut baik oleh Sultan Ternate, dengan melakukan goodwill berupa
pengusiran pasukan Portugis dari Ternate. Lalu kemudian ada maunya dooong,
yaitu minta ijin (secara baek-baek gak yah? hihihi) agar Belanda diberikan hak
untuk memonopoli pembelian rempah-rempah dan mendirikan benteng di pulau
Ternate ini. Beberapa gubernur jenderal yang bekend pernah tinggal di benteng
ini, diantaranya Pieter Both (Gubernur Jenderal VOC pertama) dan juga J.P.Coen,
nah yang ini tau dong siapa). Katanya sih Ibu Kota VOC sebelom Batavia (sejak
1619) adalah Ternate ini, wah bisa kebayang yah betapa sibuknya jaman dulu.

Ditambah lagi bezoekin benteng-benteng djaman doeloe jang tjantik di pinggir
laut biru, saperti: Benteng Kalamata (atau Benteng Kayu Merah), satoe fort
jang masih oetoeh dan berdiri tegoeh menghadep Pulau Tidore. Kamodian ada
Benteng Tolukko (atau Benteng Holandia). Lantas ke Keraton Sultan Ternate &
Keraton Sultan Tidore. Dan pastinya kitaorang nanti aken snorkeling di sekitaran
Pulau Ternate dan Pulau Tidore, trus maemnja makanan khas daerah sini yg enak2.

Menyeberang ke Pulau Tidore, kitaorang akan kunjungi situs tempat pendaratan kapal
Angkatan Laut Spanyol bernama Trinidad dan Victoria pada tahun 1521 di Pantai Rum.
Kapal yang dipimpin Kapten Juan Sebastian Elcano dalam ekspedisi mengelilingi dunia di
tahun 1521 singgah di Tidore.
Nah sejak saat itulah Tidore dijajah Spanyol (oh jadi bukan
orang Belanda aja yah yang menjajah
Tidore? Spanyol juga toh *barutaunih*). ..Juga ada
benteng yang terletak di atas bukit, dengan
tangga yang tinggi, kalo kuat, hayuk aja naik
sampe atas, karena begitu tiba di puncak, ..tobh! tapi kalo kuat lho, soalnya tinggi banget!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Meneer Edwin ada di nomer urut 18 maka Edwin transfer
= Rp.800.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.800018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke
nomer urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.800.000 sadja tetapi ditambah Rp.18 sebagi no.urutnja.
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Edwin van Der Sar
19. Patrick Kluivert
20. Ronald de Boer

Transfernya bisa sekaligus = Rp.2.400.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.2.100.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
tapi kalo mau transfer satu-satu jg boleh, ketik aja gini: Rp.800.018, Rp.800.019, Rp.800.020. gituu.
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yg Rp.3.200.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
0818 94 96 82



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: