6.9.10

[tourismindonesia] Oleh-oleh Bandung : Inggit Garnasih



Oleh-oleh Bandung : Inggit Garnasih
Oleh Andrianto Soekarnen Padmadinata

Saya memiliki afeksi terhadap Inggit Garnasih, istri pertama Soekarno, tokoh proklamasi kita. Pada mulanya, ini sekedar disebabkan ia tinggal di Jl. Ciateul, Bandung, setelah meninggalkan Presiden Pertama RI itu. Rumah nenek saya ada di jalan sama dan Ibu Inggit adalah tokoh yang dihormati di lingkungan Ciateul, tempat saya sempat menghabiskan sebagian masa kanak-kanak.

Dalam biografinya, Soekarno menyinggung kisah Inggit sebagai l'Affair Inggit. Percintaan mereka kontroversial. Inggit 15 tahun lebih tua dari Soekarno. Perempuan berkulit putih ini adalah istri dari Sanusi. Soekarno mondok pada keluarga tanpa anak itu selama kuliah di Bandung.

Sebagai istri kesepian (Sanusi kerap melewatkan malam di ruang biliar), Inggit menghabiskan waktu menemani Soekarno belajar. Sejak muda, mahasiswa itu telah menunjukkan tanda-tanda orang besar. Ia cerdas, bercita-cita tinggi, dan terutama berani. Kepandaian Soekarno dalam berkisah menambah daya tariknya. Inggit adalah sosok pendengar atentif yang dibutuhkan Soekarno. Perempuan itu, dengan mata berbinar, sangat meminati kisah dan pemikiran yang dituturkan sang mahasiswa.

Inggit tak mau terbelenggu perkawinan tak bahagia. Ia memberanikan diri mengatakan apa yang terjadi pada suaminya, dan minta dicerai. Sanusi mengabulkan karena tahu perkawinan mereka kosong. Selang beberapa waktu, Inggit menikah dengan Soekarno, lelaki yang 15 tahun lebih muda itu.

Selama Soekarno menyelesaikan kuliah, Inggit menjadi penopang ekonomi keluarga, dengan berjualan bedak buatan sendiri. Perempuan itu banting tulang untuk memberi waktu bagi suaminya tumbuh kuat. Ketika Soekarno dipenjara, dan kemudian dibuang ke luar Jawa, Inggit setia mendampingi.

Dalam pembuangan ke Bengkulu, datang petaka. Soekarno, dengan alasan ingin memiliki anak, meminta izin untuk kawin lagi, dengan perempuan yang jauh lebih muda, Fatmawati. Inggit tak mau dimadu. Ia memilih berpisah dari Soekarno. Ia kembali ke Bandung dan menghabiskan sisa hidupnya di Jl. Ciateul. Baca selengkapnya di www.mahanagari.com


Baca juga cerita seputar Bandung dan desain Mahanagari lainnya berikut ini:
Komunitas di Bandung : Bandung Heritage
5 Dessert yang 'Highly Recommended' di Bandung
6 Perpustakaan Nyaman Tenang Enak di Bandung
Desain Perut : Kebanyakan Jajan Makanan di Bandung
Desain F=V=P : Orang Sunda gak Bisa Ngomong F dan V
Desain Cepot : Karakter Punakawan di Hati Orang Sunda
Bandung-Cianjur bersama "Argo Peuyeum"
Yang Spesial Dari Jalan Cipaganti di Bandung
Tentang Mahanagari




Mahanagari - Bandung Pisan
http://www.mahanagari.com
http://mahanagari.multiply.com

Showroom:
@ Cihampelas Walk - Bandung




__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: