24.11.10

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Makam Rahasia Pangeran Jayakarta, Minggu 28 November 2010



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Makam di Jatinegara Kaum
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 28 November 2010 djam poekoel 07.30 pagi hari.
Rp.75 ribu/orang, sudah termasuk:
(minoem pagi thee manis anget)
(minoem siang aer poetih dingin)
(snacks pagi tahu isi en lontong)
(snacks siang roti kebelanda2an)
(naek bus ac white horse, adem)
(pake busana yg cakep rapi yah)
(maksudnya jangan pake tengtop)
(jangan pake celana pendek, atau)
(jeans belel, kan mau lewat mesjid)
(diceritakan oleh Pemerhati ttg VOC)
(Lilie Suratminto dan Andy Alexander)
(yang akan presentasikan ke kita-kita)
(masuk ke Museum Wayang, ke lokasi)
(bekas Keraton Jayakarta di Kali Besar)
(lalu ke Makam Pangeran Jayakarta yg)
(wafat tahun 1640, di Jatinegara Kaum)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut, kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.75.000/orang)
 

Conflict politiek jang ada kedjadiannja di Kota Jakarta pada tahon 1611 hingga 1619, toeroet meroebah wadjah-
nja bandar jang dahoeloe baek-baek sadja mendjadi soeatoe bilangan jang soenggoe beroebah totaal, mendjadi
kota poesat
Kumpeni di Asia, sedjak dihantjoerkannja pada tanggal 30 Mei 1619. Tiada lagi kota Iacatra, Jacatra,
Ziajacatra, Djaketra. Sekarang jang
ada tjoemah Batavia! Itoe permoesoehan bikin Pangeran Jayakarta haroesken
kaboer slametken dirinja ke tempat
jang soenggoe djaoeh dari diaorang poenja keraton (istana), jang pernahnja di
poesat kota Ziajacarata, ke Djatinegara Kaoem. Dateng dan ikoetin satoe programma jang bikin otak tjemerlang di:

PLESIRAN TEMPO DOELOE:
 Makam Rahasia Pangeran Jayakarta
Minggu 28 November 2010, dari djam poekoel 07.30 pagi sampe djam poekoel 11.00 siang, ke Jatinegara Kaum

Awal sebermoela kakoeasaan Kumpeni bole dibilang moelai dari pengoeasaan satoe daerah jang tjoekoep penting
di wilajah jang sekarang ini kitaorang kenal sebagei: "Kota Tua Jakarta". Dari ini locatie, maka Kumpeni perlahan-
lahan bikin koeat daerah djadjahannja hingga ke seloeroeh Noesantara. Perdjandjian demi perdjandjian moelanja
berlangsoeng damai dan fair. Djikaloe sasaorang beroesaha roegiken kota Ziajacarata (Jayakarta) biar itoe orang
Spanjol, Portugeesch, ataoe orang laen, maka orang2 Belanda jang sedang ada di Jayakarta toeroet membantoe,
begitoepoela sebaliknja, tatkala orang Belanda diserboe moesoeh, maka Radja Jayakarta akan memberi toeloeng.

Namoen, lama-kelamaan, Kumpeni moelai toendjoekken iapoenja ketjoerangan, saperti djikaloe soeda sewa tanah
di deketnja Keraton Jayakarta, maka marika fikir itoe tanah adalah soeda dibeli, laloe bole dibikin besar dan koeat,
tetapi menoeroet Pengoeasa Jayakarta, itoe keliroe, kerna sewa adalah sewa, dan boekan djadi hak milik pribadi.
Nampaknja terdjadi sematjem kesalahpengertian di kedoea belah fihak, jang terbitken ketjoerigaan, ditambah lagi
sedjak Kumpeni tjoba-tjoba iapoenja meriam dan tembakkan cannon-nja ke halaman Istana Jayakarta, jang bikin
Pangeran Jayakarta djadi marah besar. Tetapi hal ini bole "dibikin damai" tatkala Kumpeni kassie "oeang damai" :)

Sjahdan, pada tanggal 28 Mei 1619 koetika soldadu VOC tiba di Kota Jayakarta dengen conditie jang seger dari
Banda, marika moelai kassie antjoer Kota Jayakarta, jang sebagian besar roemah-roemahnja terboeat dari kajoe,
djerami, dan pagar kajoe. Itoe serangan dipimpin langsoeng oleh JP.Coen goena reboet daerah ini oentoek didja-
diken poesat dagang VOC di kota jang di kamoedian hari diberi nama: Batavia. Akibat kedjadian ini, lantas sang
Pangeran moesti angkat kaki dan slametkan dirinja djaoeh dari keratonnja. Perdjalanan ditempoeh ke Tenggara,
via djalan jang hari ini dikenal sebagi: Jl.Pangeran Jayakarta. Perkara itoe djalan bole ditjeritaken sebagi brikoet:

Koetika Pangeran Jayakarta bersama pengikoetnja melarikan diri liwat itoe djalan, oentoek mengelaboei Kumpeni,
maka ia lempar djoebahnja ke dalem soemoer, laloe kamoedian soldadu Kumpeni kassie tembak itoe djoebah jang
marika anggep itoe adalah Pangeran Jayakarta jang sedang semboenji. Sampe ini hari banjak orang fikir bahoewa
itoe sitoes bersedjarah di Jl.Pangeran Jayakarta adalah koeboeran aselinja sang Pangeran Jayakarta. ..Maskipoen
demikian, ada bebrapa versi perihal itoe legenda. Menoeroet Pak Rosyid, sang djoeroe koentjinja Makam Pangeran
Jayakarta di Djatinegara Kaoem, itoe koeboeran di Jl.Pangeran Jayakarta sekarang adalah: Petilasan-nja Pangeran
Jayakarta, jang lebi tepatnja dinamaken: Makam Keramat Pangeran Jayakarta, walopoen kaloe-kaloe kitaorang liet

itoe papan nama (plang), maka didapatkan bahoewa jang dikoeboer di sitoe adalah Raden Ateng Kertadria, sohibnja
Pieter Erbervelt, jang ditoedoeh oleh Belanda akan lakoeken makar ataoe penggoelingan pemerentah, di tahon 1722!
Soenggoe djaoeh djarak waktoenja, dari 1619 hingga 1722, njaris satoe abad lamanja. Lantas menoeroet Pak Rosyid,
Pangeran Jayakarta tjoemah ada 3 orang sadja, jakni: Tubagus Angke, Jayawikarta dan Achmad Djakerta jang paling
achir, dan wafat di Djatinegara Kaoem pada tahoen 1640. Tida ada lagi gelar Pangeran Jayakarta sesoedahnja. Klaar.

Menoeroet boekoe jang dibikin oleh Adolf Heuken SJ, dichabarkan bahoewa jang poenja sengketa dengan si Kumpeni
itoe adalah Pangeran Jayawikarta, boekannja Achmad Djakerta. Nantinja kitaorang djoega akan beri tahoe silsilahnja
Pangeran Jayakarta sedari jang kesatoe, oleh Pak Andy Alexander, jang iapoenja soember chabarkan, bahoewa jang
kesatoe itoe adalah Fatahillah! Lantas Achmad Djakerta meroepakan tjitjit-boejoetnja daripada Fatahillah jang soeda
reboet wilajah Soenda Calapa tanggal 22 Juni 1527 dan merobah nama dari Soenda Calapa mendjadi Jayakarta, jang 
poenja makna: "Kemenangan jang Sempoerna". Soenggoe interessant itoe Djakarta poenja tjeritera sedjarah heroik!

Kaloe-kaloe tadi kitaorang atjapkali singgoeng Makam Pangeran Jayakarta, jang trada orang jang bole tahoe itoe di-
mana letaknja hingga Kumpeni hengkang dari Noesantara (pada tahoen 1942, atau pas Merdeka tahoen 1945). Itoe
koeboeran diresiaken (dirahasiakan), kerna marika chawatier djikaloe Kumpeni tahoe koeboeran Pangeran Jayakarta,
maka akan dibongkar soepaija tida mendjadi basis kekoeatan pengikoetnja oentoek memperkoeat diri, dan melawan
Kumpeni. Bole kitaorang bajangken keadahaan di djeman doeloenja, apalagi denger kata: Djatinegara, maka bole di-
kira-kira bahoewa itoe bilangan berada diantara hoetan djati jang lebat, dan dideketnja rawa-rawa (Rawamangun?)

Itoe koeboeran soenggoeh penting boeat para Pengoeasa Kota Jakarta, baek itoe dari kalangan militer, maoepoen
Gubernur Jakarta. Tijap-tijap Gubernur Jakarta jang baroe sadja terpilih dichabarkan pasti sempatken dirinja boeat
dziarah ke Makam Pangeran Jayakarta di bilangan Djatinegara Kaoem ini, tepatnja ada di halamannja Masdjid
Jami'
Assalafiyah Pangeran Achmad Djaketra (ataoe djoega bekend diseboet: Masdjid Pangeran Jayakarta). Moelai dari:
Bang Ali, Suryadi Soedirdja sampe Bang Yos pernah singgah di makam legendaris ini. Ratoesan tahoen lamanja itoe
koeboeran diresiaken, hingga pada koetika Henk Ngantung mendjabat sebagei Gubernur Jakarta (1964-1965) baroe
keberadaan itoe makam dioengkapkan kepada masjarakat. Hal demikian djoega kerap dilakoeken oleh para Panglima
Komando Daerah Militer Jaya Raya (Kodam Jaya), dimana setijap tanggal 24 Desember, dalem menjamboet itoe hari
kesatoean militer, pasti marika itoe dateng ke makam dan berdziarah, bahkan marika letakkan plakaat kesatoeannja.

Tentoe sadja, kitaorang aken bezoek koeboerannja Pengoeasa VOC, ia itoe Jan Pieterszoon Coen, jang soeda bikin
antjoer Kota Jayakarta. Itoe makam pernahnja di gedong Museum Wayang, jang poenja tjeritera tidak kalah seroe,
kerna bangoenan jang sebelomnja (koetika masi berbentoek Geredja Koebah) ternjata dibikin oleh saorang Toekang
Roti sebagai kontraktornja, yeah! Adalah
Christoffel Moll, koetika hidoep pernah mendjabat sebagei "Ritmeester van
de Burger Kavallery" ataoe Perwira Kavaleri Priboemi, djoega bergaboeng dalem "Collegie van de Heeren Heemraden"
jang maksoednja Anggota Dewan Terhormat Toean-toean Pengawas Tanggoel dan Bangoenan Air di sekitar wilajah
ommelanden, ia itoe wilajah di loearnja tembok kota Batavia. Itoe adalah soeatoe djabatan jang sangat bergengsi
pada djeman itoe. Djabatan itoe kassie atoer pengairan oentoek irigasi en djoega kassi awas tanggoel-tanggoel
dan kanaal-kanaal di Batavia soepaija tidak terdjadi bandjir. Ach, soenggoeh moelia kegiatannnja di masa laloe.

Pak Liliek Suratminto akan kassie pendjelasan jang dapet bikin Toean dan Njonja nantinja tersenjoem simpoel :)
apalagi diaorang itoe lakoeken research dengen serieus dan djitoe, nistjaja semoea informatie kwaliteit nummer
wahid aken sampe dengan baek. Satoe hal menarik jang aken ditjeritakennja adalah perihal: batoe nisannja Pak
Christoffel Moll, jang nampak mahal moetoe ja-goed, dan dibikin dari batoe bagoes, poela dipahat dengan indah,
jang didatengken dari Sadras, India Selatan. Namoen, pekerdjaannja
sebagei toekang roti tidak ditoelisken pada
batoe nisannja jang mentereng itoe. Alkisah, koetika Christoffel Moll  pension sebagei Kapitan pasoekan kavaleri
Batavia, lantas boeka oesaha sebagei toekang roti, karena moengkin ia melihat bidang oesaha ini belom begitoe
dilakoekan oleh orang Europa di Batavia. Kebanjakan itoe oesaha, dilakoeken oleh orang Tjina. Oesahanja lantas
berdjalan sangat succes, laloe berhasil mendjadi pedagang besar, poen djadi banjak koneksinja dengan para pe-
djabat Kumpeni. Tatkala ada rentjana pembangoenan satoe geredja kubah: "Nieuw Hollandsche Kerk" oentoek
menggantiken gedong geredja toea "Oud Hollandsche Kerk" ataoe "Kruiskerk" (Geredja Salib), diaorang jang di-
toendjoek oleh Kompeni sebagai kontraktor. Ooops, toekang roti, boekan insinjur! Bajangkanlah apa djadinja?!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)


Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.75.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.75018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.75.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernya bisa sekaligus = Rp.225.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.225.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.75.018, Rp.75.019 dan Rp.75.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.300.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :)

djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! djikalaoe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
0818 94 96 82


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Minggu, 28 November 2010
07.30 - 08.00: Kumpul di Museum Bank Mandiri, Jakarta Kota
08.00 - 08.30: Penjelasan tentang Pangeran Jayakarta & VOC
08.30 - 09.00: Naik Bus AC menuju Kali Besar (bekas keraton)
09.00 - 09.30: Keliling Museum Wayang (ke Makam J.P.Coen)
09.30 - 10.00: Berangkat ke Mesjidnya Pangeran Jayakarta
10.00 - 11.00: Keliling Mesjid & Makam Pangeran Jayakarta
11.00 - 11.30: Kembali ke Museum Bank Mandiri semuanya!

 


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: