26.1.11

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Garis Pantai Sunda Kelapa, Minggu 30 Januari 2011



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sunda Kelapa dsk
Kumpulnya di Museum Bahari (bekas Gudangnya VOC)
(letaknya di deket Pelabuhan Sunda Kelapa sono, kalo
mau tahu cara mencapai sono dgn mobil, liet di bawah)
Minggu, 30 Januari 2011 djam poekoel 07.30 di pagi hari.
Rp.50 ribu/orang, sudah termasuk:
(teh manis anget)
(roti boeaja ketjil)
(makan siang wueeenaak)
(minoem aer poetih dingin)
(kelarnya sktr jam 12 yah)
(kaartjis keliling Museum Bahari, Menara Syahbandar, Sunda Kelapa)
(diceritakan oleh ahlinya, yaitu: Lilie Suratminto & Andy Alexander)
(menyambung riwayat "Belanda di Banten" bulan Desember 2010)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut, kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693

MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.50.000/orang) 


Poort Batavia (ataoe Bandar Djakarta) jang soedah kesohor sedjak djeman doeloe, ada meroepa-
ken bilangan jang amet penting boeat kapal-kapal dagang dari berbagi belahan di doenia oentoek
berlaboeh. Adapoen marika poenja andeel jang loemajan besar terhadap terbentoeknja karakteris-
tiek pendoedoek Djakarta jang sekarang ini, moelai dari bahasa, makanan, hingga gaja hidoep dan
pergaoelannja. Semoea itoe ada moelanja dari satoe soedoet pantai bagian oetara kota Djakarta.
Maka dari itoe, ikoetilah satoe programma seroe jang bikin otak pinter bikinan SAHABAT MUSEUM:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Garis Pantai Sunda Kelapa
Minggoe, 30 Januari 2011 dari djam poekoel 07.30 pagi hingga sekelarnja pada tempo siang hari

Sedari doeloe, orang-orang jang dateng dengen praoe lajar via laoet, soedalah pasti betoel rapatken
marika poenja armada di oedjoeng sono Djakarta. Kitaorang moengkin senantiasa anggep itoe daerah
jang hari ini kerap dikoendjoengin adalah locatie tempat praoe lajar en kapal laoet besar poenja orang
Portugeesch, Walanda, Inggeris, Yaman Selatan, Tjina, Japan, Afrika, dll, berlaboeh pada abad ke-16.
Itoe soenggoe pemikirin jang keliroe betoel, kerna pada djeman itoe, garis pantainja djaoeh sekali lebi
ke selatan, ataoe lebi tepatnja di deket rel sepur jang sedjadjar dengen Djembatan Kota Intan, di Kali
Besar. Hal ini diboektiken dengen diketemoekennja satoe batoe setinggi orang dewasa, di bawah tana
ini, pada tahon 1918. Itoe batoe bekend dengen nama "Padrao" jang kata orang lokaal, pantesnja itoe
dibatjai sebagi: "Padrong", jakni soeatoe batoe prasasti jang menandaken perdjandjian dagang, djoega
kerdjasama antar kedoea-belah fihak di antara: Keradjaan Soenda Padjadjaran, jang bertjokol di Batoe
Toelis, Bogor, dan orang Portugeesch jang kepengen ni'mati berbagi matjem spices, ataoe bole dibilang
boemboe dapoer (?!) jang djoega bole digoenaken sebagi obat-obatan en bahan dasar product laennja.

Bilangan Kota Tua Jakarta di bagian Pelabuhan Sunda Kelapa en Kali Besar bole dibilang adalah tempat-
tempat paling toea terdjadinja interaksi dengen pendatang bangsa asing. Itoe daerah kaloe-kaloe ditje-
ritaken dengen
djitoe en bagoes, apalagi oleh achlinja jang djempolan poenja, bakalan djadi sesoeatoe
perdjalanan jang bikin poeas zonder bikin kepala poejeng en otak trada brenti moeter, kerana kitaorang
sijapken narasoember jang tjakap betoel marika poenja pangatahoean perkara di djeman sedari bangsa
timoer en barat masoep ke Noesantara, hingga achirnja VOC berhasil kalahken dan toendoekken banjak
pemimpin di negerij ini. *Hiks!* Pak Lilie Suratminto en Pak Andy Alexander, aken kassie samboeng, itoe
marika poenja tjeritera jang dioetjapken pada Plesiran Tempo Doeloe jang ke Bantam (atawa Banten) di
boelan Desember tahon jang liwat. Tentoe sadja oentoek ini tempo rangkaian kisah sedjarah aken ditoe-
toerken lebi compleet lagi, kerna terdiri dari berbagi matjem periode, sedjak "kota" jang misih diseboetin
orang sebagi Sunda Calapa, Iacatra (Jayakarta), hingga Batavia (sinds 1619, en 1621 resminja, ach ini
nama nantinja aken didjelasin pandjang-pendek oleh doea djagoan kita). Zo, djangan sampe tida ikoet!

Plesir koeliling daerah bersedjarah ini aken dilakoeken dengen berdjalan kaki dengen santai sembari ditje-
riteraken
riwajatnja setjara detail dengen gambar-gambar keadahaannja bilangannja oetara Djakarta dari
tahoen ke tahoen, abad ke abad, sebermoela dari gambar goresan keadahaan panorama Kasteel Batavia,
Waterfront ataoe Pintoe Gerbang oentoek masoep ke Benteng Belanda, conditie Kantoor VOC pada masa
keemasannja, Gerbang Amsterdam (Amsterdamsche Poort), barrack militair -tempat Soldadu VOC nginep
sebelom ditempatkan di masing-masing daerah, seperti tjontohnja iaitoe Kampong Bali, Kampong Melajoe,
Kampong Ambon, dll. (wwaah... nama itu semua hari ini masih ada toch?), laloe kitaorang bole pelototin,
seperti apatah roepa gambarnja Batoe Padrao jang kesohor itoe, djoega locatie Djembatan Passer Ajam
(jang di komdian hari berobah, ataoe lebi bekend orang seboetnja: Djembatan Kota Intan, ataoe Inten).
Poen tida ketinggalan liwatin locatie tempat Saudagar kelas atas VOC ditangkep oleh orang Inggeris en
boemipoetra, jang bole dibilang kaloe-kaloe marika ditangkep en tida bole lagi belagoe (eh ini bukan bhs
jadul yakh?), maka Belanda beserta kumpeninja tida aken djadjah Indonesia (Noesantara), lantas negeri
kita ini di komdian hari rakjatnja tjakap bahasa Inggeris, en mendjadi anggauta Persemakmuran Inggeris
(halaaaah pemikiran jang aneh :p). Hayoo toeroet ini programma jang tjiamik poenja, nistjaja Toean en
Njonja didjamin poeas dengen ikoetin kitaorang
poenja actie uniek: "beladjar sedjarah on the street" :)

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.50.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.50018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.50.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernya bisa sekaligus = Rp.150.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.150.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.50.018, Rp.50.019, dan Rp.50.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.200.018 itu utk no.urut: 18, 19, 20
dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :) :) :)

djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! kaloe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB: adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Minggu, 30 Januari 2011
07.30 - 08.00: Kumpul di Westpakhuizen (Museum Bahari)
08.00 - 08.15: Jalan Kaki menuju Pelabuhan Sunda Kelapa
08.15 - 08.45: Penjelasan tentang riwayat Sunda Kelapa
08.45 - 09.15: Jalan Kaki menuju Jl. Nelayan Timur
09.15 - 09.30: Penjelasan tentang Batu Padrao 1522
09.30 - 09.45: Jalan Kaki menuju Jembatan Kota Intan
09.45 - 10.15: Penjelasan tentang Jembatan Kota Intan
10.15 - 10.30: Jalan Kaki menuju samping Galangan VOC
10.30 - 10.45: Penjelasan tentang Gedong Galangan VOC
10.45 - 11.00: Jalan Kaki menuju Menara Syahbandar
11.00 - 11.20: Keliling Uitkijk (Menara Syahbandar)
11.20 - 11.30: Jalan Kaki menuju Museum Bahari
11.30 - 12.00: Keliling bangunan Museum Bahari

bagemana tjaranja ke Museum Bahari ini?
kalo dari Stasiun Jakarta Kota (St.BEOS)
Kopami 02     : Senen - Muara Karang
Mikrolet M15  : Kota - Tanjung Priok
Taxi: kayaknya kagak nyampe Rp. 10.000 deh
Ojeg Sepeda : ± Rp. 5.000 sampe Rp. 10.000
Bajaj : ± Rp. 5000 (kalo lu nawar segini, gue
jamin si abangnya akan ngebut dan ngepot :)

kalo bawa mobil, dan mau lewat jalan tol, ambil yang
keluar: (Pelabuhan) Sunda Kelapa. kalo lewatnya dari
arah Rawamangun, begitu udh lewat pintu keluar, ada
lampu merah, lalu belok kanan (kalo dari arah tol Slipi,
begitu keluar, belok kiri (kagak ketemu lampu merah),
langsung bekibolang aja (belok kiri boleh langsung) lalu..

(eh pas udah sampe jalanan ini, yang dari Rawamangun
sama aja yah petunjuknya), owkey kita lanjutin rutenya:
lurruuusss aja, ada lampu merah lagi, tapi walopun mau
ke Museum Bahari tuh sebenernya
arahnya ke kanan,
tapi ini kagak boleh belok kanan disini,
tapi lewatin
lampu merah dulu, puter balik di depan,
trus belok
kiri ke arah Museum Bahari, kira-kira 200 meter
atau lebih, keliatan deh ada menara tinggi di
sebelah kiri, pas ada jalannya, langsung aja
belok kiri, masuk ke halamannya (nah ini nih
yang namanya Menara Syahbandar), parkir
mobilnya disini aja yah... pokoknya kalo kita
liet ke seberangnya, tuh ada Galangan VOC)



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: