14.3.11

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tarakan-Derawan 12-13-14-15-16-17 Mei 2011



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tarakan-Derawan
Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1B
Kamis 12 Mei 2011 jam 04.30 subuh yah 
(pesawat terbang berangkat jam 06.00 pagi)
Rp. 5.500.000 per orang, sudah termasuk:
(tiket pesawat SRIWIJAYA AIR pergi-pulang)
(airport tax di Jakarta dan juga di Tarakan)
(tiket Speed Boat: Tarakan-Derawan, p.p)
(Speed Boat keliling pulau2 di Derawan dsk)
(Snorkeling selama di P.Maratua & Kakaban
(Bus AC kelilingin se-antero Pulau Tarakan)
(dipinjemin life-jacket/pelampung, owkey?)
(makan dan minuman selama di plesiran :)
(oh iya ada kaos Plesiran Tempo Doeloe)
(terus juga tiket masuk semua2 tempat)
(tentu pake asuransi jiwa juga dong ah)
(menginap 3 malam di Pulau Tarakan)
(menginap 2 malam di Pulau Derawan)


Suatu tragedie kemanusiaan terdjadi pada tahun 1942-1945 di sebuah pulau jang
punja kwaliteit oil nan paling djempolan, kerna bekend sebagai "World Purest Oil".
Tida banjak jang tahu perihal itu riwajat jang berdarah-darah kerna tertutup oleh
publikasi jang maha-dashjat kisah heroik "Amerikanisasi" berupa: pembongkongan
Tentera Dai Nippon zonder ampun ke pangkalan milliter terkuat Amerika di Pasifik,
Pearl Harbor tanpa genderang perang, sengitnja perang di Guadalcanal, kemudian
kembalinja sang
jenderal -MacArthur- ke Philipina, direbutnja Pulo Okinawa, lantas
achirnja serangan satu bulan jang bikin Tentera Amerika banjak tewas di Iwo Jima,
dan sebagai penutup, didjatuhkanlah 2 bomb atom di kota Hiroshima dan Nagasaki.
SAHABAT MUSEUM adjak Bapak-Ibu sekalian untuk saksiken sisa-sisa peninggalan
perang jang masih banjak tersebar di Pulau Tarakan, dalem satu programma apik:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tarakan-Derawan
sedari Kamis subuh tanggal 12 Mei hingga Selasa 17 Mei sampe puas en bahagia! 

Tarakan adalah tempat jang paling di-idem-idemkan Djepang sedjak segala sumber
minjak bumi di-embargo oleh Amerika Serikat dan sekutunja pada awal tahun 1940.
Persaingan economie terutama tatkala industri didalem negeri Djepang berkembang
pesat, sudah bikin negara Barat kalang-kabut dan ambil actie tidak populair, jakni:
lakuken penghentian export bahan mentah en minjak bumi ke Djepang pula dengan
pembekuan asset Jepang di Amerika. Oh, ini sungguh suatu tindakan jang achirnja
bikin Djepang kalut dan siapken satu ide gila jang bisa bangunken raksasa Amerika.

Namun Djepang tiada pilihan laen katjuali melawan kekuatan Barat dibilangan Asia
jang sudah mendjadjah kawasan ini selama berabad-abad lamanja. Sebab laennja
hasrat kuasai bagian Selatan Asia, kerna setahun sebelumnja, Jepang telah kalah
oleh Rusia kutika berupaja memperluas ekspansinja lampaui perbatasan Manchuria
di Siberia dan Mongolia di tahun 1939. Pulo Tarakan-lah jang dianggep oleh Militer
Djepang sebagai tudjuan jang ideaal supaija bisa kendaliken control Perang Pasifik.

Pulo jang letaknja sanget strategisch itu, dinilai Jepang sebagai locatie jang djitu,
lagipula Tarakan punja minjak bumi jang patut dipudjiken, sehingga djikalu misalnja
sudah kuasai seluruh pulo, maka mesin perang Jepang bole undjuk gigi di Asia Raja.
Mungkin sidang pembatja heran, mengapa Tarakan jang dipilih Jepang sebagai jang
pertama musti dikuasai, padahal ada banjak ladang minjak di seantero Nusantara ini.
Djawabannja ada di tulisan suatu madjalah bernama: "Amsterdam Effectenblad" jang
terbit pada tahun 1932, jang punja comentaar: "...kwaliteit minjak boemi di Tarakan
tjoekoep baik, ...sehingga kapal-kapal besar bole ambil minjak dengan segra dan bisa
dikasi masuk dalam tank (tanki) dengan begitoe sadja". Wah prima sekali kwaliteitnja!

Tatkala Amerika masih sempojongan sebab-sebab serangan pembongkongan dadakan
Tentera Djepang ke Pearl Harbor, dan Inggeris djuga Perantjis jang kelimpungan akan
perang di Eropa akibat serangan Tentera Nazi jang mulai tjuba kuasai daratan Eropa,
dengan perhitungan militer jang tepat dan djitu, Pasukan Djepang lakuken serangan
ke beberapa negara dalem hitungan djam, dengan menggerakkan kekuatan perang
jang besar. Marika bergerak dengan strategie perang jang baru, tidak lagi gunaken
tjara-tjara konvensial seperti jang kerap diterapkan oleh Barat, dimana perang itu
dilakukan berhadapan, dan saling serang via parit dan tembak2an hadap2an. Tapi
Djepang bikin inovatie jang sungguh bikin Militer Barat terkedjut kerna tida pernah
sangka djikalu Djepang sanggup melakukan pertempuran stimultan di hutan rimba.

Selama ini fihak Barat, terutama Amerika senantiasa sepelekan kehadiran Tentera
Djepang. Marika anggep si kulit kuning Asia tida sanggup menembak djitu kerna ia
punja mata jang sipit, lantas perawakan jang ketjil dipertjaja ta akan bisa menang
duel sama kulit putih, dan segala persendjataan Djepang dianggap produk kelas 2.
Akibat pandangan ini, maka terdjadi sematjem "sendjata makan tuan" bagi sekutu.

Kembali ke rentjana serangan Djepang ke Tarakan, tiada orang jang tebak kapan.
Tragisch, mungkin itu satu kata jang dapat diutjapkan, kerna hanteman serangan
Djepang jang sulit diduga kapan terdjadinja di kota Tarakan, terbitkan kepanikan
jang sungguh bikin tijap-tijap rakjat di kota kepuloan ini tida bisa tidur njenjak :(
Segenap kekuatan dikerahkan, sebanjak 1.300 pasukan disiapkan untuk melawan
Tentera Dai Nippon. Sedjumlah alat perang telah disiapkan, diarahkan ke djurusan
laut, pillbox dan senapan sijap tempur, bangunan berupa bungker jang kokoh djuga
dibangun di berbagai tempat di seantero pulo, guna antisipatie serangan dari udara.

Alesan dipilihnja Tarakan, kerna itu pulo locatienja jang paling deket dengen negerij
Djepang, pun dapet kuasai djalur transportatie antara Philipina en Australia. Setelah
marika berhasil kuasai ladang2 minjak di Tarakan, Tentera Dai Nippon itu langsung ke
Balikpapan, Palembang, Tjepu, sehingga pasokan minjak untuk perang lebi dari tjukup.
Dalem conditie jang tenang namun mentjekam, Tentera Dai Nippon robah Pulo Tarakan
bagaikan sasaran tembak jang empuk (sitting duck), dan mendjadikan Tarakan sebagai
"Pearl Harbor"-nya Indonesia! Pulo jang lengah tiada pertahanan jang siap tempur, hiks.
Pertempuran tida seimbang terdjadi di itu pulo, bajangkan, Tentera Djepang menjerang
dengan 20.000 pasukan, ditjegah oleh 1.300 soldadu KNIL jang gunaken sendjata jang
sudah usang dan ketinggalan djaman. Sungguh suatu perang jang beda djauh kuatnja.

Djepang sungguh lihai en tjerdas, beberapa tahun sebelum perang petjah, marika sudah
sediaken banjak spionase, ada jang bekerdja sebagai nelajan, buruh, tukang djahit, pun
pengusaha kelas kakap. Untuk dapet ketahui seberapa dalemnja laut saat pasang-surut,
marika sampe pegi memantjing ikan, dan parahnja lagi sebagian dari marika turut bangun
bungker2 dan bangunan pertahanan, bahkan djadi kontraktornja, maka di atas kertas nih,
si Djepang sudah menang satu langkah, semua informatie akuratnja telah dipegang teguh.

Tatkala Tentera Djepang kuasai Pulo Tarakan marika djalanken hidup nan mewah dengan
faciliteit banjak seperti Jugun Ianfu (wanita penghibur) asal Java, orang Tjina en Europa,
jang dipaksa bekerdja dalem prostitutie resminja penguasa militer Djepang. Barak tentera,
kamp kerdja paksa en kamp tahanan djuga disediakan. Berbagai faciliteit mewah itu amat
berbeda djauh dengan keadahaannja penduduk lokaal, jang sangat miskin dan menderita.

Sisa-sisa peninggalan persiapan perang jang dibikin oleh Tentera Belanda, dan dibantu
oleh pegawai2 BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij, atau Pertamina-nja Belanda,
jang tertulis dalem sedjarah sebagai perang jang gandjil, sebab2 personeel perusahaan
minjak musti berperang dengan bala tentera kawakan jang berkekuatan mahadashjat!)
masih ada hingga hari ini! Bungker tempat berlindung di pinggir djalan, dan di belakang
rumah penduduk, di balik bukit, di sana, di sini, lantas pillboxes jang ada lubang untuk
mengintip djuga masih ada, bahkan meriam jang besar2 masih berdiri tegak dan berani
seolah2 masih menanti dan sijap menjerang pasukan bala tentera Dai Nippon jang akan
dateng ke itu pulo. Rumah jang dulunja dipake sebagai barak2 Tentera Australia djuga
masih ada utuh, ..bahkan beberapa diantaranja dipake sebagai rumah setjara normaal!

HHmmm... ngomong2 tentang Tentera Australia, pada periode tahun 1942-1945, di itu
pulo bermukim banjak pasukan dari negerij kangguru ini, marika jang bertempur mati2an
melawan Tentera Djepang hingga titik darah penghabisan, dan tak heran djikalu sempat
terdengar banjak nama2 jang berbau Australia di itu pulo pada masa itu, nanti kita lihat
dimana2 sadja locatienja, dan djuga bekas kompleks Makam Australia, jang di kemudian
dipindahkan ke Labuan di Malaja, pun ada tempat perabuan Tentera Djepang dideketnja.

Peran Tentera Australia di Tarakan ini, merupaken suatu "kesepakatan" antara Perdana
Menteri Australia en Djenderal Douglas MacArthur. Sebelomnja MacArthur kepingin laku-
ken pembebasan wilajah di Nusantara setjara bertahap, mulai dari pembebasan Tarakan,
Balikpapan, Bandjermasin, kemudian Pulo Java, sesudah itu menduduki mainland Djepang.
Namun hal ini dipermasalahkan oleh John Curtin -Perdana Menteri Australia, jang berkata
djikalu fihaknja tida diberi peran dalam kantjah Perang Pasifik ini, maka Tentera Australia
akan hengkang, dibebastugaskan semua, en kembali ke kampong halamannja di Australia.
Ach, tjuba fikirken kalu-kalu fihak Amerika kassie bebas Pulo Java, dan tiada kekosongan
kekuasaan di Djakarta -chususnja, kita bakalan tiada sempet proklamirken kemerdekaan!

The Digger (Serdadu Australia) ditugaskan buat menjerang pusat perminjakan jang ada
di Borneo, terutama di Tarakan, Labuan, Teluk Brunei dan Balikpapan jang diberi sandi:
Operation Oboe. Persiapan itu semua dilakukan setjara rapi di Pulo Morotai, di Maluku.
Perdjalanan untuk berperang dimulai dari Coral Sea (di sisi kanan Pulo Papua), lantas
ke pantai utara Papua, mengaso barang sedjenak di Pulo Biak, kemudian langsung ke
Pulo Morotai. The Digger ini sampe berdetjak kagum pada Tentera Amerika jang ada
di Pulo Morotai, kerna marika telah klaar membangun berbagai matjem faciliteit buat
segenap pasukan Sekutu, berupa pangkalan udara (Pitu Strip), pelabuhan, en ruma
sakit dengan zuster2 Amerika jang tjantik en menawan hati. Namun first impression
itu langsung sirna dalem sekedjap, kerna marika musti latihan perang dengan keras.

Pulo Kokoja jang letaknja deket sama Pulo Morotai, didjadiken tempat jang ideaal
untuk latian perang jang sesungguhnja. Dengan keadahaan alam jang njaris mirip
dengan conditie di Pulo Tarakan, marika dilatih sanget serius, mulai dari bongkar
muat, menaiki kapal pendaratan, dan jang paling berat adalah proces disembark,
jang keluar atau lompat dari kendaraan perang lapis badja. Namun semuanja itu
sungguh berguna untuk bekal perang sesungguhnja kelak di Pulo Tarakan sana.

Selama bertempur di Pulo Tarakan, The Diggers dibekali informatie berupa koran
The Tarakan Times. Boleh dibilang itu merupakan tonggak hadirnja surat chabar
berbahasa Inggeris di Pulo Tarakan. Bebagai matjem informatie disampeikan via
itu koran, mulai dari chabar tentang kampong halamannja di Australia, activiteit
jang dilakukan anggauta2 satuan hingga adjang ungkapkan perasaan en fikiran. 
Itu koran djuga beritaken perkara pertempuran jang terdjadi sehari sebelumnja,
tentang posisi musuh, manuver lawan dan kekuatannja. Namun achirnja semua
informatie perkara strategie perang itu dihilangkan kolomnja kerna chawatir bisa
dipeladjari Djepang dan mendjadi suatu "botjoran taktik perang" jang tiada perlu.

Wuuaaaah pertempuran antara Tentera Australia dan Tentera Djepang sungguh
seru, tatkala Djepang sudah terdesak, marika tiada kundjung menjerah, malahan
terus menjerang hingga tewas. Biarpun sudah tinggal bertahan sahadja diantara
puluhan bungker jang menjatu dengen alam, marika tetep punja semangat tinggi.
Fihak Australia sampe kewalahan hadapi Djepang jang sungguh tjermat sembunji
di balik benteng pertahanan alam, en marika bisa sekonjong2 muntjul lalu serang
Tentera Australia zonder ampun, bahkan dengan tjuma membawa pisau bajonet.

Tapi nampaknja kebiasaan Tentera Djepang di Tarakan ini agak berbeda dengan
jang ada di daerah perang laennja, seperti di Tarawa, Palau, Guadalcanal, Biak,
Iwo Jima. Kalu biasanja kutika markas berhasil dikuasai Sekutu, maka semuanja
lakuken harakiri atau bunuh diri bersama. Namun kenjataannja, kutika Australia
masup ke markas marika, tiada pemandangan majat gelimpangan, kosong nihil,
ternjata sisa Tentera Djepang sudah melarikan dirinja dengan berenang tudju
ke Borneo mainland. Oh, sungguh pola jang berbeda dalem achiri peperangan.

Riwajat perang di Tarakan antara Tentera Belanda, Australia dan Djepang ini,
ditjeritaken lebi compleet di bukunja Iwan Santosa jang bertadjuk: "Tarakan
'Peal Harbor' Indonesia (1942-1945). Semoga nantinja dalem plesiran kita ini
Tuan Iwan dapet turut serta dalem djelaskan dan kassie terang perihal kisah
pilu dan sedih jang menimpa warga Pulo Tarakan, berikut tjeritera conditienja
di djaman bergedjolak itu, jang tida tjuma diisi dengan senantiasa peperangan
antara dua kekuatan besar, tetapi djuga keadahaan sociaal dalem masjarakat.
Saat ini, peran Tarakan dalam kantjah Perang Pasifik bagai linjap ditelan bumi.
Konfirmatie hadir atau tidaknja Tuan Iwan ditunggu dengen hati seneng pada
minggu kesatu di bulan April. Kami berharap Tuan Iwan bisa bertutur-tjerita :)
 
Klaar samperin bekas perang di Pulo Tarakan, kita pergi adem-ken diri di suatu
pulo jang letaknja di bagian tenggara dari pulo minjak itu, tepatnja di Kepuloan
Derawan. Gugusan atol jang menawan dan memikat hari lajaknja "Sorga Dunia"
bikin mata kita seger dan fikiran mumet selama bekerdja di kota besar mendjadi
sirna, apalagi kita akan kulilingin 4 pulo nan indah itu dalem tempo 3 hari asoy!
Nantinja kita akan menginap di Derawan Beach & Resort jang diberdiriken pada
tahun 2008, dan memiliki kamar jang gresss, pula dermaga jang mana tahaaan.

Pulo Maratua, Pulo Sangalaki, dan Pulo Kakaban jang punja danau air tawar di
tengah pulaunja dengan habitat ubur-ubur "jang ramah" tidak menjengat kulit,
akan kita samperin dalem kundjungan 3 hari itu. Di Sekitar Pulo Derawan, kita
bisa berenang bareng penjoe idjo jang besar, apalagi kalu kita suguhken daun
pisang, maka ia akan seneng dan mendekat. Paduan warna air jang bening en
seger, jang tempo2 seperti berobah2 dari biru laut, biru muda, idjo muda, bikin
mata ini enggan kucek2. Perdjalanan dari Tarakan tudjuan ke "pulo2 sorga" itu
dilakuken dengan Speed Boat besar kapasitas 55 orang, setjara direct zonder
singgah2 terlebi dulu (tida ke Tj.Selor, tida ke Tj.Redeb, tida pula ke Tj.Batu).
 
Snorkeling, berenang, bisa dilakukan didepan penginapan di Pulo Derawan jang
memiliki keindahaan natuur jang djempolan, pula dermaga kaju jang kokoh dan
pandjang, sehingga Bapak-Bapak-Ibu-Ibu bakalan betah walopun tjuma diem
en bengang-bengong planga-plongo do nothing, sudah gitu jah, penginapan
jang kita inapi selama 2 malem di Pulo Derawan itu menghadap ke laut, jang
orang Barat bilang, memiliki pemandangan: Si-Pyu (atau Sea View, hehe :p)
Lantas, kalu ada jang mahu diving, silahkan, dan tulung kabari kami sebelum
tiba di sana, supaija kami bisa atur perdjandjiannja sama si pengelola diving.
 
Nistjaja Bapak-Bapak-Ibu-Ibu bakalan kesengsem en pingin tjipak-tjipuk terus
di lautan jang warnanja bening. Adapun, tatkala berada di Kota Tarakan, kita
pun menginap di hotel jang gressss, tepatnja Hotel Monaco jang baru 1 tahun
usianja. Didjamin puas deh ikutan ini programma dengan rombongan gambreng
jang senantiasa ber-
hahahihi zonder inget umur, apalagi kita pun nanti bezoek
heiwan Bekantan jang kerap kita liet di Dufan (boneka maskot), tetapi tempo
kita ke Tarakan, langsung samperin ke habitat aselinja, di Hutan Mangrove !!!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky ada di nomer urut 18 maka Onky mentransfer duitnya
= Rp.5.500.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.5500018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu
ke no.urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.5.500.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi no.urut.
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriem Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernya bisa sekaligus = Rp16.500.018 (mengacu ke no.urut paling duluan), ..no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.19.200.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. krn nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
tapi kalo mau transfer satu-satu jg boleh, ketik aja gini: Rp.5.500.018, Rp.5.500.019, Rp.5.500.020.
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yg Rp.22.000.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang gak bingung :)
 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB: adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com

(beberapa sumber sejarah, dikutip dari buku karya:
Iwan Santosa yang bertajuk "Tarakan 'Pearl Harbor'
Indonesia" (1941-1945)" & artikel di Kompas: "Kota
Australia di Indonesia" yang juga ditulis oleh beliau)


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tarakan-Derawan
(jadwal dapat berubah sesuai situasi dan kondisi)

HARI 1 - Kamis 12 Mei 2011
06.00 – 12.00: Berangkat ke Tarakan
12.00 – 13.00: Makan Siang di Tarakan
13.00 – 16.00: Keliling Situs Sejarah
16.00 - 17.00: Keliling Hutan Mangrove
17.00 - 17.30: Berangkat ke Penginapan

17.30 – 18.00: Check in Penginapan
18.00 – 19.00: Istirahat di Penginapan
19.00 – 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 – 20.30: Makan Malam di Tarakan
20.30 – 21.00: Kembali ke Penginapan
21.00 – 06.00: Istirahat di Penginapan

HARI 2 – Jumat 13 Mei 2011
06.00 – 08.00: Sarapan di Penginapan
08.00 – 12.00: Keliling Situs Sejarah Tarakan 1
12.00 – 13.00: Shalat Jumat dan Makan Siang
13.00 – 17.00: Keliling Situs Sejarah Tarakan 2
17.00 – 17.30: Kembali ke Penginapan
17.30 – 19.00: Istirahat di Penginapan
19.00 – 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 – 20.30: Makan Malam di Tarakan
20.30 – 21.00: Kembali ke Penginapan
21.00 – 06.00: Istirahat di Penginapan

HARI 3 – Sabtu 14 Mei 2011
06.00 – 08.00: Sarapan di Penginapan
08.00 – 08.30: Berangkat ke Pelabuhan Tengkayu
08.30 – 09.00: Siap-Siap Masuk Speed Boat
09.00 – 12.00: Berangkat ke Pulau Derawan
12.00 – 13.00: Makan Siang di Pulau Derawan
13.00 – 17.00: Snorkeling di Pulau Derawan
17.00 – 17.30: Check in Penginapan
17.30 – 19.00: Istirahat di Penginapan
19.00 – 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 – 20.30: Makan Malam di Derawan
20.30 – 21.00: Kembali ke Penginapan
21.00 – 06.00: Istirahat di Penginapan

HARI4 – Minggu 15 Mei 2011
06.00 – 08.00: Sarapan di Penginapan
08.00 – 09.00: Berangkat ke Pulau Maratua
09.00 – 10.00: Snorkeling di Pulau Maratua
10.00 – 11.00: Berangkat ke Pulau Kakaban
11.00 – 12.00: Snorkeling di Pulau Kakaban
12.00 – 13.00: Makan Siang di Pulau Kakaban
13.00 – 14.00: Berangkat ke Pulau Sangalaki
14.00 – 15.00: Snorkeling di Pulau Sangalaki
15.00 – 16.00: Berangkat ke Pulau Derawan
16.00 – 17.00: Keliling Pulau Derawan
17.30 – 19.00: Istirahat di Penginapan
19.00 – 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 – 20.30: Makan Malam di Derawan
20.30 – 21.00: Kembali ke Penginapan
21.00 – 06.00: Istirahat di Penginapan

HARI 5 – Senin 16 Mei 2011
06.00 – 08.00: Sarapan di Penginapan
08.00 – 12.00: Snorkeling di Pulau Derawan
12.00 – 13.00: Makan Siang di Pulau Derawan
13.00 – 13.30: Siap-Siap Masuk Speed Boat
13.30 – 16.30: Berangkat ke Pulau Tarakan
16.30 – 17.00: Berangkat ke Penginapan
17.00 – 17.30: Check in Penginapan
17.30 – 19.00: Istirahat di Penginapan
19.00 – 19.30: Berangkat Makan Malam
19.30 – 20.30: Makan Malam di Tarakan
20.30 – 21.00: Kembali ke Penginapan
21.00 – 06.00: Istirahat di Penginapan
 
HARI 6 – Selasa 17 Mei 2011
06.00 – 08.00: Sarapan di Penginapan
08.00 – 09.30: Oleh-Oleh Khas Tarakan
09.30 – 10.00: Berangkat ke Bandara
10.00 – 11.00: Check in Pesawat
11.00 – 14.00: Pesawat caooow



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: