22.3.11

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kebon Prasasti Tertoea di Doenia Minggu 27 Maret 2011



 

PLESIRAN TEMPO DOELOE ke Museum Prasati
Kumpulnya langsung disini yah, di Museum Prasasti
(Jl. Tanah Abang I no.1, sebelah Kantor Walikota)
(petunjuk bagaimana bisa sampai ke museum ini,
ada di bagian paling bawah yah, biar gak nyasar)
Minggu, 27 Maret 2011 djam poekoel 07.30 pagi
Rp.30 ribu/orang, sudah termasuk:

(roti anak boeaja)
(thee manis anget)
(koewe tradisioneel)
(kelarnya sktr jam 12 yah)
(kaartjis Museum Prasasti)
(diceritakan oleh Pak Lilie Suratminto, achli-nja Batoe Nisan VOC)
(sambungannya ada di bulan depan ke: Niuewe Hollandsche Kerk)
(awas akhir bulan ada Car Free Day hindari Jl.Sudirman-Jl.Thamrin)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut, kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.30.000/orang)

(jangan lupa bawa kamera yah, tenang aja untuk pemakaian yang cuma
untuk narsis-narsisan aja mah, kagak dipungut bayaran, zonder betalen)

(tapi kalo mau dipake untuk kepentingan komersil, yah bayar lha yaaaw)
 


SOO GY. NU SYT. WAS. IK VOOR DEESEN. DAT. JK. NV. BEN. SVLT. GY OOK WEESEN. JVKA. 17462. (?!)
Ach itoe goresan dalem Bahasa Belanda koeno soenggoe bikin otak keriting, sebab-sebab soelit oentoek
tjoeba faham apatah arti sabenarnja? Namoen Toean dan Njonja tenang sadja, kerna nantinja kitaorang
aken dikassie terang perihal mapsoep itoe toelisan oleh Meneer Lilie Suratminto jang soeda lakoeken itoe
sepoeloeh tahoen penelitian zonder poetoes !!! peladjari en kassie djawab berbagi matjem pesan jang di
sampeiken via batoe nisan. Dan toelisan jang soesah sekali dibatjai di djeman sekarang jang terseboet di
atas itoe, koerang lebi maknanja = "Seperti Anda Sekarang, Demikianlah Aku Sebeloemnja. Seperti Anda
Sekarang, Demikianlah Djoega Anda Kelak". Ddduh semangkin bingoeng nih, yuk ikoetin sadja programma:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kebon Prasasti Tertoea di Doenia
Minggoe, 27 Maret 2011 dari djam poekoel 07.30 pagi hingga sekelarnja pada tempo siang hari gitu dech


Djakarta poenja satoe tuin (taman, garden) jang sanget bagoes betoel poela elegant sedari doeloe kala.
Tetapi sajang sekali itoe taman sekarang banjak jang belom tahoe dimana pernahnja berada, kerna bole
djadi agak sedikit soeker ditemoeken bilamana tiada oesaha oentoek mentjarinja. Padahal locatienja tida
djaoe dari poesat kota, malahan deket Istana Merdeka en Lapangan Monas. Tatkala Toean poela Njonja
denger nama Kebon Jahe Kober, pastinja koerang akrab dengen itoe nama, apalagi dibilang Kerkhof Laan.
Tetapi koetika dikassie tahoe bahoewa itoe tempat adalah: Museum Prasasti, maka jang langsoeng inget
adalah tempat portret-portret sekaligoes djepret-djepret bikin foto a'la gothic bernoeansa item, ja toch?

Museum Taman Prasasti boleh berbangga diri, kerna meroepaken Taman Perkoeboeran paling toea di se
antero boemi, kaloe-kaloe dibandingken dengan taman makam jang ada di belahan doenia laennja, aken
diketahoei bahoewa itoe makam jang ada di Djakarta bilangan poesat kota itoe soeda ada sedari tahoen
1795, ataoe misih djeman VOC jang kokoh-tegoeh bertjokol, sebelomnja bangkroet di achir tahoen 1799.
Lebi toea dari Fort Canning Park, Singapoera (1926), Gore Hill Cemetery, Sydney (1868), Mount Auburn,
Cemetery, Cambridge, Massachussets (1831) -jang bekend sebagi taman makam kesatoe di doenia-, La
Chaise Cemetery, Paris (1803), ataoe Arlington Natioanal Cemetery, Washington DC (1864) -jang orang
kenal sebagi visual landscape sedjarah Verenigde Staten van Amerika, ataoe United States of America-.
Perkoeboeran elite itoe jang ada di Djakarta (ataoe Batavia) doeloenja soenggoe loeas dibandingken jang
hari ini, tanahnja mentjapai 5,5 hectar, namoen sekarang dipangkas mendjadi 1,3 hectar sadja. Kemudian,
kemana sisa tanahnja? Ternjata, oh ternjata soeda dibangoen Kantor Walikota Jakarta Pusat, hiiiiyyyaah!

Conditienja kota Batavia jang semangkin hari semangkin padet soedah bikin lahan boeat koeboeran di itoe
kota djadi njaris tiada tempat lagi, kerna tingginja angka kematian di djeman itoe, laloe kota Batavia poen
kerap orang seboet sebagi: De Graaf van Hollander ataoe Koeboeran si Belanda. Kebiasaan orang Belanda
pada masa itoe koeboerken djinazah marika poenja familie di dalemnja Geredja (di Banda Neira masih ada
jang oetoeh, poen di Maastricht Belanda malahan ada jang sekarang berobah functie djadi Toko Boekoe,
djadi tatkala kitaorang liet-liet boekoe, zonder mendoesin -setjara tida sadar, kakinja indjek koeboeran!).

Saorang poetera dari toean tanah Gouverneur-Generaal Jeremias Van Rimsdijk, bernama W.V.Halventius,
kassie hibah zonder bajar alias gratis kepada pemerentah Kota Batavia. Soeatoe tana kosong nan loeas,
5,5 hectar soeda diaorang briken goena dibikin lahan pemakaman orang-orang Belanda jang baroe, jang
letaknja loemajan djaoeh dari poesat kota (Batavia, boekan Djakarta). Saban ada warga itoe kota jang
wafat, kamodian majitnja aken dibawa dengen prahoe dari poesat kota menoedjoe ke Kerkhof Laan, en
singgah di deketnja Rijswijkstraat - Tanahabangstraat (jang sekarang brobah mendjadi Jl. Majapahit en
Jl.Abdul Muis. Lantas djinazahnja diangkoet naek kereta koeda liwatin
Kerkhof Laan (Jl.Tanah Abang I),
jang djaraknja tjoema 500 meter sadja. Kali jang diliwati dari poesat kota Batavia itoe adalah Kroekoet.

Gedong museum itoe sedjatinja doeloe letaknja djaoe di loear kota Batavia. Pemakaman Kristen Kebon
Jahe itoe kerap diseboet orang dengen: Kober ataoe koeboeran bersama ataoe Europese Kerkhof jang
artinja: Pemakaman Eropa. Hof itoe sendiri poenja makna taman ataoe firdaus, en kerk artinja geredja.
Tempat-tempat pemakaman di Batavia sampai dengan 1799 adalah Nieuwe Holandsche Kerk (sekarang
Museum Wayang), Portugeesche Buitenkerk ataoe Geredja Sion en pemakaman di Jl.Kopi, Jakarta Kota.

Dalem itoe taman Toean-Njonja bole liet bebagi bentoek makam sesoeai dengen djemannja, saperti ini:
makam community Kristen masa VOC, batoe nisan Kristen Protestan masa koloniaal, batoe nisan Katolik,
batoe nisan Hindoe. Dari inskripsinja ada jang pake hoeroef Latin, Gotik, Ibrani, Tjina, Djepang, Armenia.
Dari bahasanja: Bahasa Belanda abad ke-17 dan 18, Bahasa Belanda abad ke-19 dan 20, Bahasa Ibrani,
Prancis, Inggeris, Djerman, Djepang, Latin, Armenia dan lain-lain. Ach soenggoe bermatjem tjorak nisan.

Banjak pesohor negerij (Nederlandsche-Indie ataoe Hindia-Belanda) jang dimakamken di Kebon Prasasti
itoe (jang djoega bekend dengan seboetan: Kebon Jahe Kober, kerna doeloenja ditanemin djae di sini).
Ada isterinja Gouverneur-Generaal Inggeris: Olivia Marianne Raffles, Dr.H.F.Roll: pendiri STOVIA, laloe,
ada achlinja sedjarah poerbakala Hindoe-Djawa di Noesantara: Dr.J.L.A.Brandes dan Dr.Willem Frederik
Stutterheim, Majoor Generaal J.H.R Kohler: Panglima Perang Belanda dalem Perang Atjeh, boeat rakjat
lokaal ada Miss Riboet (ataoe Miss Tjitjih): saorang legenda panggoeng sandiwara rakjat jang bekend.

Selaen itoe, status sociaal marika, dateng dari berbagi matjem profesi laen, ada Gouverneur-Generaal,
Directur-Generaal, Sjahbandar, Kepala Goedang, Antropoloog, Linguist, Dokter, Pendeta, Pastoer, dan
Kapitan.
 Sebagi ilustratie ataoe gambaran, kitaorang ambil batoe nisan seblah kanannja di pendopo ini:
batoe nisan Westpalm. Diaorang sebenarnja lahir di Djerman di Hussum, Djerman bagian oetara en akoei
asalnja dari Ameland seboeah pulo kepuloan Wadden di Belanda agar ia diterima bekerdja pada Kompeni.
Ia mendjadi orang kedoea dalam pamerentahan dengen pangkatnja Directur-Generaal (Direktur Jenderal).
Meninggal karena sakit malaria. Kata Onrust di sini bermakna soeasana tida tenang karena adanja wabah
besar di Batavia, jang orang tida taoe sebabnja. Ada djoega makam Gubernur Jenderal Kompeni terachir:
Van Overstraten (wafat 1801) jang dimakamkan di sini. Tida djarang dalem satoe liang lahat dimakamken
bebrapa orang dari familie terseboet, ditandai dengan kata MITSGADERS, jang artinja = Demikian Djoega.

Kamodian kitaorang bole liet batoe nisannja dari saorang  anggota kelompok Vrijmetselaar, ataoe Tarekat
Mason Bebas, dengen simbolnja yang chas. Perihal itoe aliran ini tlah ditoelis oleh sedjarawan bernama Dr.
Theo Stevens dalem boekoenja: Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indië en Indonesië 1764-1962,
jang diterbitken oleh Pustaka Sinar Harapan pada tahoen 2004 dengen tadjoek: "Tarekat Mason Bebas dan
Masyarakat Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962". Ide-ide dari gerakan ini jang menoeroet itoe boekoe
terseboet, telah briken ilham atas lahirnja Boedi Oetomo, jang senantisa diperingatken oleh segenap Rakjat
Indonesia sebagi Hari Kebangkitan Nasional, hingga sekarang. (Ach, riwajat Freemason sangat interessant)

Collectie batoe nisan di Museum Taman Prasasti itoe, sebagian adalah pindahan dari batoe nisan jang ada
di Museum Wayang, jang doeloenja meroepaken Geredja Holland Baroe (Niuewe Hollandsche Kerk) jang tlah
dibinasaken pada tahoen 1808, tatkala Gouverneur-Generaal Herman Willem Daendels, berkoeasa di Batavia.
Iapoenja koeasa amet besar dan kassie prentah boeat hantjoerken banjak bangoenan nan bersedjarah pada
djemannja J.P.Coen bertjokol hingga VOC linjap dari boemi Noesantara. Adapoen hasrat deripada Daendels ini,
adalah bikin kota baroe di bilangannja selatan, jang conditienja lebi sihat-sentosa en djaoe dari soember itoe
penjakit, jang kerap serang warga dari kota Batavia, seperti kolera, disentri, sakit peroet, oedara pengap !!!

Meneer Lilie Suratminto dengen hati seneng aken briken pendjelasan seterang-terangnja perihal riwajatnja
semoea batoe nisan di Museum Taman Prasasti itoe, kerna diaorang faham betoel di loear kepala, kerna di
penelitiannja selama bertahoen lamanja tentang batoe nisan, en tentoe sadja riwajatnja si orang jang ada
di dalem koeboernja itoe! Lagipoela, Pak Lilie soeda klaar merampoengken seboaeh boekoe jang patoet di-
atjoengin djempol, jang bertadjoek: "Makna Sosio-Historis Batu Nisan VOC di Batavia". Ach, djikaloe sadja
Toean en Njonja poenja boekoenja, djangan loepa dibawa, sebab-sebab nantinja bole minta handtekenen
(tanda tangan) langsoeng dari Pak Lilie, sebagi souvenir boeat teman, familie en sobat-ande di kampong!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.30.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.30018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.30.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernya bisa sekaligus = Rp.90.018 (mengacu ke no.urut paling duluan) jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.90.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.30.018, Rp.30.019, dan Rp.30.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.120.018 itu utk no.urut: 18, 19, 20
dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung yah

djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! kaloe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB: adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com


Plesiran Tempo Doeloe: Kebon Prasasti Tertoea di Doenia
minggoe tanggal 27 boelan maret tahon 2011 di pagi hari
07:30 – 08.00  Pendaftaran Ulang di pintu kuburan :)
                     
08:00 – 10:30  Koelilingin Kebon Jahe Kober, yeaaah
10:30 – 11.00  kalo belom puas, yah kita keliling lagi
11:00 – 11:30  belom puas juga, keliling lagi aja yuk
11:30 - 12.00 udah deh, loe-loe pada pulang deh :p

bagemana tjaranja ke Museum Prasasti ini?
kalo naek dari Stasiun Jakarta Kota (BEOS)

Mikrolet M-08: Kota - Tanah Abang - Kota
kalo dari arah Kota, katanya sih bisa turun
persis di depan Museum Prasasti ini, tetapi
kalo naiknya dari Tanah Abang, turunnya di
Jl. Tanah Abang 1, trus jalan kaki dikit deh.

(ini patokan kalo lagi gak CAR FREE DAY)
kalo bawa mobil, kalo dari arah Jl. Sudirman-
Jl. M.H.Thamrin, belok kiri aja pas di Bunderan
Bank BI, masuk ke Jl. Budi Kemuliaan, trus pas
sampe lampu merah pertigaan, belok ke kanan,
(Jl. Abdul Muis) lurus aja, ketemu lampu merah
lagi (yang ke arah Jl. Tanah Abang I) belok kiri,
lurus lagi sampe mentog, naaah udah keliatan
deh Museum Prasasti-nya di ujung jalan, dan
tenang aja parkir mobil banyak kok, di pinggir
jalan itu, asalkan nanti jangan lupa dipakein
kunci setir
yah, biasa dehh hidup di Jakarta
harus selalu waspada, bukan begitu bukan?
oh iya parkir motor bisa di halaman dalem
Museum Prasasti, luaaas kok parkirannya.

bisa juga naek busway turun di Halte Monas
(Monumen Nasional), persis bgt di depannya
Museum Gajah (Museum Nasional), nah dari
situ jalan kaki deh lewatin samping museum
(samping kanan, nama jalannya= Jl.Museum)
luruuus aja sampe ketemu lampu merah belok
kanan deh (ini udah di Jl. Abdul Muis), 
lantas
belok kiri di lampu merah, berikutnya,
luruuus
lagi sampe mentog, nah
Museum Prasastinya
akan nampak di depan mata, tetapi bisa juga
sih
naek ojeg motor dari
deket halte busway
itu,
kali-kali aja lagi ada
yang ngetem disono,
tetapi yah
mendingan jalan
kaki aja sih, kerna
djalan kaki di pagi hari
sanget
berfaedah boeat
kasihatan badan nistjaja toean-njonja
pandjang
oemoernja, djoega senantiasa sihat-sentausa :)



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: