8.4.11

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 24 April 2011



 

  SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE                          

                    APAKAH TUAN MENJERAH TANPA SJARAT? 


Sungguh sebuah pertanjaan jang bikin bulu kuduk merinding.
Tetapi djangan koeatir kerna itu adalah utjapan
pertanjaan jang
dilemparkan oleh Panglima Perang
Jepang kepada Penggede
Hindia-Belanda di tgl 8 Maret
1942, di Lapangan Udara Kalidjati,
Subang. Itu peristiwa jang amatlah bersedjarah adalah tonggak
runtuhnja daripada kedigdajannja Kumpeni di Nusantara sedari
tahun
1619 tatkala rebut itu kota Iajacatra (Jayakarta) dan ganti-
ken
djadi Batavia, lantas kutika Djepang berkuasa namanja di-
robah mendjadi Djakarta, seperti jang kita kenal sekarang ini.

Tjuma 10 menit sadja Panglima Perang Dai Nippon di Djawa
kasih kesempatan kepada Panglima Perang Hindia-Belanda
dalem perundingan jang amat menegangkan dan mentjekam
untuk berfikir apatah mahu menjerah atau pesawat penempur
Tentera Djepang terbang ke arah Bandung dan hudjani kota
kembang jang tjantik itu dengan bom hingga binasa, aarrgh!

Djepang berkuasa di Indonesia sedari tanggal 8 Maret 1942
ini hingga 15 Agustus 1945 tatkala ia achirnja djuga menjerah
kepada Tentera Sekutu, setelah 2 kota didjatuhi 2 bom atom,
jaitu: Hiroshima dan Nagasaki. Moment kosongnja kekuasaan
di Indonesia setelah Djepang kalah itu, dimanfaatkan oleh para
Pemuda Indonesia untuk mendesak Bung Karno & Bung Hatta
segera proklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Namun hal itu di
tolak oleh 2 Bung tadi karena mereka masih menunggu terdjadi
nja pemberian Kemerdekaan oleh Djepang, jang senantiasa di
utjapkan dengan embel-embel: "...di kemudian hari" (ddduuuuh
JJTJ deh, Janji Janji Tinggal Janji! entah kapan akan dikasihnja).

Rumah di Rengasdengklok milik seorang Tionghoa merupakan
saksi bisu jang punja andeel sangat besar untuk Kemerdekaan
Indonesia. Kitaorang akan samperin itu rumah dan bezoekin itu
Monumen Kedaulatan Tekad di deketnja rumah bersedjarah itu,
jang kalu diliet sepintas mirip dengan Indische Monument jang
ada di Den Haag, bedanja kalu di Rengasdengkok itu tjeritanja
untuk memperingati pembebasan Indonesia dari tangan para
pendjadjah (Djepang, dan Hindia-Belanda). Nah, jang di Den
Haag ini, untuk mengenang linjapnja Hindia-Belanda karena
sudah diambil paksa oleh Djepang, dan achirnja Indonesia
menjatakan kemerdekaannja dari bangsa asing selama ini. 
 

Plesiran di tanggal 24 April 2011 nanti akan berkundjung ke
2 tempat peristiwa penting bagi bangsa Belanda (tgl 8 Maret
1942) dan bagi bangsa Indonesia (16 Agustus 1945). Nistjaja
Tuan dan Njonja bakalan dapetin informatie jang okee punja!

(Makan Pagi Nyam-Nyam)
(Makan Siang Nyam-Nyam)
(Snacks Sore Nyam-Nyam)
(Naik Bus AC White Horse)
(Bulak-Balik aja dari Pagi hingga Sore)
(berangkat jam 07.00 pulang jam 18.00)

                                                               
Minggu, 24 April
  Rp.250.000/orang
  (dua ratus lima puluh)
  (kumpul
di Parkir Timur
  Senayan)
jam 06.30 pagi 

kalo pada mau
ngedaftar, hub:
adep@cbn.net.id
yuk mari, mari...     
 


 

                                                                 detailnya mingdep dah

 



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: