8.12.11

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kongsi Dagang Kompeni, Minggu 11 Desember 2011



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Museum Bahari dsk 
Kumpulnya di Museum Bahari (bekas Gudangnya VOC)
(letaknya di deket Pelabuhan Sunda Kelapa sono, kalo
mau tahu cara mencapai sono dgn mobil, liet di bawah)
Minggu, 11 Desember 2011 djam poekoel 07.30 pagihari.
Rp.30 ribu/org (bukan Rp.50 ribu/org, yang
kemaren salah tik, maap), sudah termasuk:
(thee manis anget)
(koewe tradisioneel)
(minoem aer poetih)
(doorprize: koin aseli VOC)
(dari Banda Neira, Molukken)
(kelarnya sekitar jam 11-an)
(kaartjis keliling Museum Bahari, Menara Syahbandar, Sunda Kelapa)
(diceritakan oleh pemerhati kisah VOC: Andy Alexander, dan Meneer
Richard van der Schaar, generasi muda Belanda, yg akan turut ber-
cerita perihal pandangan Orang Belanda tentang kongsi dagang nan
kontroversial ini, apakah VOC dibanggakan atau juga disebelin? hihi)

(semuanya dilakukan dengan
berjalan kaki, tolong diperhatikan alas
kaki yg nyaman dan pakaian yg santai, mau celana pendek, tengtop,
kaos oblong, handuk kecil, tissue, kacamata item, dll. Routenya itu,
dibilang jauh yah mayan jauh, tapi dibilang deket, yah sebenernya
sih disitu-situ juga, pusatnya VOC pas awal-awal, jadi sejarahnya
buanyak buanget, dan gambarnya pun juga mayan banyak untuk
diceritakan kepada khalayak umum dengan bahasa yang ringan :)

(kalo liet peta di lampiran ini, mulai dari: Museum Bahari ke Menara
Syahbandar, lalu jalan kaki ke kanan trus ke atas/utara, Pelabuhan
Sunda Kelapa, kemudian balik ke bawah/selatan menuju ke (bekas)
Kastil Batavia, gak jauh kok, cuman agak panas, tapi kan nanti pas
mau jalan keluar dari Museum Bahari setiap peserta dibagikan minum
botolan, dan kalo masih kurang, bisa dibeli di warung di deket kastil,
abis itu kita arah balik pulang ke finishing pointnya: Museum Bahari)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini:
adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.30.000/orang) 



Oempatan dan tjatji-maki "Dasar Kumpeni" ataoe "Kompeni", atjap kita denger sampe sekarang,
apa sadja jang salah jang dilakoeken oleh Orang Belanda, biasanja diachiri dengan kalimat itoe:

"Dasar Kumpeni !!!". Berbeda dengan oengkapan "Belanda Masih Jauh", ini kalimat lebi tepatnja
dipake oentoek kassie peringaten kepada lawan bitjara sopeaija santei adja djangan keboeroe-
boeroe, lajaknja pasoekan Tentera Belanda (KNIL ataoe NICA) di djeman Perang Kemerdekaan
(tahon 1945-1949) jang masih djaoeh dari tempat kita berada, alias belom dateng menjerang.
Djikaloe Toean dan Njonja kepengen tahoe derimana kata "Kompeni" itoe berasal, yuk ikoetin
programma paling djempolan di seantero Noesantara bikinan SAHABAT MUSEUM, bertadjoek:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kongsi Dagang Kompeni
Minggoe, 11 Desember 2011 dari djam poekoel 07.30 pagi hingga siang hari moengkin jam 12

Pada tahon 1500an, tatkala perang dagang semangkin sengit, bangsa Europa bersaing ketat
oentoek dapetin berbagi matjem hatsil boemi di seloeroeh doenija. Spanjol, Inggeris, Belanda,
Portugal berlomba-lomba koeasai poelo-poelo jang pernahnja di timoer djaoeh dari continent
Europa. Inggeris lebi doeloe bikin peroesahaan dagang, dengen nama EIC (ataoe East India
Company) di tahon 1600, sedangken Orang Belanda agak te laat (telat) 2 tahon jakni pada
tahon 1602 baroe diberdiriken serikat dagang, gaboengan dari 6 kota besar di negerij sono,
jang sampe hari ini anak-anak SD di Indonesia hafal betoel itoe nama, jang marika seboet:
Pe O Ce! ataoe aselinja dari nama itoe VOC (ataoe Vereenigde Oost-Indische Compagnie).
Kata Compagnie, jang maksoednja Company itoelah jang kerap diplesetkan oleh bangsa ini
di Noesantara dengan panggilan: "Kompeni". Ada rasa dengki, djengkel, bentji, tetapi ada
djoega jang mendjadiken kata itoe sebagei goejonan kepada sesama kawan sepermaenan.

Riwajat VOC moelanja adalah bersatoenja kamar dagang kota-kota di Belanda, marika ada-
lah kota: Amsterdam, Rotterdam, Delft, Enkhuyzen, Hoorn en Zeeland jang bekerdja sama
oentoek bentoek satoe Perserikatan Peroesahaan Hindia-Timoer (maksoednja wilajah jang
ada di Indonesia sekarang ini). Modal awal jang marika poenja adalah 50% dari Amsterdam,
25% dari Zeeland, dan sisanya dari 4 kota laennja. Sahamnja poen didjoeal pada segenap
pendoedoek Belanda, moelai dari orang kaja, ambtenaar (pedjabat pamerentahan) hingga
toekang roti ataoe koesir. Hoofdkantoor-nja (kantor poesat) ada di Amsterdam, dan ke-
pengoeroesannja dipegang oleh Heeren Zeventien (Dewan Toedjoebelas) jang mewakili
semoea kamar dagang yang tergaboeng dalem VOC. Sebagei pemilik saham/modal paling
besar, maka Amsterdam poenja wakil paling banjak di Dewan Toedjoebelas itoe, 8 orang.

Namoen, kaloe-kaloe kitaorang fikir marika moerni berdagang di kepoeloan Noesantara,
itoe keliroe, sebab-sebab marika dibriken hak speciaal (istimewa) dari pemimpinnja jang
di Belanda sono. VOC bole dibilang boekan sadja negara di dalem negara, tetapi dia itoe
memang bertingkah lajaknja negara! Marika di-idzin-ken oentoek bikin perdjandjian ataoe
sematjem traktaat dengen pengoeasa locaal, dan djikaloe si pengoeasa locaal itoe (Radja
ataoe Sultan) tida demen, maka VOC bole terbitken perang dengen marika jang membang-
kang, demi lantjarnja economie perdagangan dan monopoly jang tiada ganggoean apapoen.

Hak istimewa itoe dinamaken "Oktrooi" en berlakoe di sepandjang continent Asie en Afrikka,
dari Tandjong Pengharapan di bilangan timoer (Afrikka) sampe ke Poelo Deshima (di Japan),
liwatin Laoetan India, Laoet Tjina Selatan, sampe ke Pacific Oceaan. Kantoor dagangnja di-
berdiriken moelai di Kapstadt (Capetown), Teloek Ormudz (Persia, sekarang Iran), Malabar,
Koromandel (di India), Ceylon (Sri Lanka), Kepoeloan Noesantara (Hindia-Belanda, sekarang
Indonesia), hingga ke Formosa (di Taiwan). Idzin monopoly berdagang dibriken oentoek: 21
tahon lamanja, dan bole diperpandjang lagi setelah itoe, malahan sedjak 1647 bisa 25 tahon. 

Jakarta, ataoe Batavia (diseboet demikian sedjak J.P.Coen reboet kota Iajacatra/Jayakarta
pada tanggal 30 Mei 1619) dipilih sebagei poesat administratie VOC di bilangan timoer djaoe.
Tida heiran, banjak sekali peninggalan sisanja VOC jang kitaorang bole temoeken di ini kota.
Maka deri itoe, nantinja di hari Minggoe tanggal 11 Desember 2011, bangoenan bersedjarah
jang dapet dibezoek poen ametlah interessant poenja (interesting). Djanganlah Toean dan
Njonja keliwat kasempatan emas ini. Para narasoember aken bertjeritera perihal mengapa
kota Jakarta ini jang dipilih sebagei poesat administratienja ketimbang Ternate en Ambon,
jang mana di daerah itoe lebi deket ke poesat kebon spices (rempah-rempah) matjemnja:
Pala, Lada, Tjengkeh, Kajoemanis, dan laen sebageinja, dan mengapakah Jakarta (Batavia),
boekan Bantam (Banten) jang loemajan rame pembeli dan pedagang jang koempoel di sana.

Tatkala JP.Coen berhatsil koeasai Iajacatra (Jayakarta) pada tanggal 30 Mei 1619 itoe maka
moelai dibangoenlah "kota" baroe dengan mendatangkan tenaga-tenaga dari loear Iajacatra,
soldaten (soldadu/serdadu) VOC adalah warga pertama Jakarta (Batavia), laloe orang Tjina,
jang oemoemnja didatangken dari Bantam (Banten), dan tempat-tempat laen di sepandjang
Noordkust van Java (north coast of Java, duuuuuhhh mau nulis Pantura aja gaya bener siiiih,
sok dibelandain dan diinggerisin dulu). Adapoen pasoekan VOC itoe boekan tjoema dari negerij
Belanda sahadja, namoen ada poela jang berasal dari negerij Europa laennja, saperti Duitsland
(Jerman), Frankrijk (Prancis), Poland (Polandia), Denemark (Denmark), dll. biasanja anak-anak
miskin, tida poenja bapa dan iboe, sehingga mereka tida merengek pengen poelang ke Europa.

Kedjajaan VOC achirnja kandas djoega, boekan kerna persaingan, namoen coruptie petinggi-
nja sendiri. Bole dibilang conditie djeman VOC doeloe masih berlakoe di Indonesia sekarang ini,
dimana para ambtenaar-nja (pedjabat) zonder soengkan (maloe) tilep en semboenjiken oeang
di sana-sini, pamer harta kekajaan zonder ampoen, jang achirnja pemboekoeannja bangkroet.
Tepat pada tanggal 31 December 1799, Peroesahaan Dagang VOC toetoep boekoe. Koerang
lebi 11 tahon kamodian, Inggeris bertjokol di Noesantara di bawah pimpinan si Mister Raffles,
hingga tahon 1816 tatkala Kepoeloan Noesantara "dikombalikan" ke Belanda dan brobah nama
mendjadi Hindia-Belanda (Nederlandsche Oost-Indie) hingga tahon 1942, tatkala Tentera Dai
Nippon masoep, kamodian moelai tanggal 17 Augustus 1945, resmi djadi: Repoeblik Indonesia.

Sekian doeloe pendjelasan tentang riwajatnja VOC di email ini, soelit rasanja berhenti tatkala
bertjeloteh perihal peroesahan dagang jang dipoedja dan dibentji di Belanda dan di Indonesia
ini. Pak Andy Alexander aken briken riwajat VOC lebi terang lagi dengen gambar-gambar jang
ditembakkan via projector ke dindingnja Goedang VOC (Museum Bahari) seraja kitaorang aken
dapet tjeritera versie Mas Richard van der Schaar, generatie moeda Belanda jang dengen hati
seneng aken briken opininja perihal Kongsi Dagang jang amet tersohor itoe, sampe-sampe ada
lho clubnja di Den Haag, jang anggautanja bapak-bapak kompeni, eeehhh maksoednja Belanda
totok, jang dengen bangga plesiran ke Hoorn (kota kelahiran J.P.Coen) dengen goenaken dasi
dan pakean jas dengen logo VOC !!! kebetoelan saia berdjoempa dengen marika dan berpotret
bersama en koetika berpisah ada soeami isteri kompeni jang kassie oleh-oleh broepa dasi VOC.
Itoe peristiwa ada betoel terdjadi di tahon 2009 silam, di depan patoeng Mur Jangkung Coen.

Udah ach, dateng aja ke programma yahud ini, kali-kali aja lu olang bisa dapetin hadiahpintoe
(doorprize) beroepa koin aseli VOC dari tahon 1700an jang masih kintjlong, kerna ditemoeken-
nja di dalem tanah perkeboenan pala di Pulau Lonthor, Banda Neira, Maluku, dan boekan dari
bawah laoet (kapal tenggelem) sehingga masih bagoes bentoeknja dan symbool VOC nampak
djelas tida boerem, dan kata orang, di internet harganja bisa mentjapai djoetaan roepiah !!!!
(pppssstt.. kalo gue mah punya banyak, beli disana langsung, dan kalo abis, yah kesana lagi
aja, hehe combong amet sih, abisnya Banda Neira bener-bener indah di laut, gunung, udara).

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.30.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.30018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.30.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernya bisa sekaligus = Rp.90.018 (mengacu ke no.urut paling duluan) jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.90.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)

Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.30.018, Rp.30.019, dan Rp.30.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.120.018 itu utk no.urut: 18, 19, 20
dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung yah

djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! kaloe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB:
adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com

(beberapa sumber sejarah, dikutip dari buku karya:
Mona Lohanda yang bertajuk "Sejarah Para Pembesar
Mengatur Batavia", edisi khusus Koran Tempo "400 tahun
VOC (1602 - 2002) Peta, Rempah-Rempah & Kolonialisme",
Els M Jacobs "Varen om Peper en Thee, Korte Geschiedenis
van de Verenigde Oost indische Compagnie.
 


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Minggu, 11 Desember 2011
07.30 – 08.00: Kumpul di Museum Bahari
08.00 – 08.30: Penjelasan tentang Riwayat VOC
08.30 – 08.45: Jalan Kaki menuju Menara Syahbandar
08.45 – 09.15: Keliling dan naik ke Menara Syahbandar
09.15 – 09.30: Jalan Kaki menuju Pelabuhan Sunda Kelapa
09.30 – 10.00: Penjelasan tentang kedatangan Belanda
10.00 – 10.30: Jalan Kaki menuju Gudang Sisi Timur VOC
10.30 – 11.00: Penjelasan tentang Gudang Sisi Timur VOC
11.00 – 11.30: Jalan Kaki kembali menuju Museum Bahari
11.30 – 12.00: Rehat, dan peserta bubar jalan, acara klaar

bagemana tjaranja ke Museum Bahari ini?
kalo dari Stasiun Jakarta Kota (St.BEOS)
Kopami 02      : Senen - Muara Karang
Mikrolet M15  : Kota - Tanjung Priok
Taxi: kayaknya kagak nyampe Rp. 10.000 deh
Ojeg Sepeda : ± Rp. 5.000 sampe Rp. 10.000
Bajaj : ± Rp. 5000 (kalo lu nawar segini, gue
jamin si abangnya akan ngebut dan ngepot :)

kalo bawa mobil, dan mau lewat jalan tol, ambil yang
keluar: (Pelabuhan) Sunda Kelapa. kalo lewatnya dari
arah Rawamangun, begitu udh lewat pintu keluar, ada
lampu merah, lalu belok kanan (kalo dari arah tol Slipi,
begitu keluar, belok kiri (kagak ketemu lampu merah),
langsung bekibolang aja (belok kiri boleh langsung) lalu.. 

(eh pas udah sampe jalanan ini, yang dari Rawamangun
sama aja yah petunjuknya), owkey kita lanjutin rutenya:
lurruuusss aja, ada lampu merah lagi, tapi walopun mau
ke Museum Bahari tuh sebenernya arahnya ke kanan,
tapi ini kagak boleh belok kanan disini, tapi lewatin
lampu merah dulu, puter balik di depan, trus belok
kiri ke arah Museum Bahari, kira-kira 200 meter
atau lebih, keliatan deh ada menara tinggi di
sebelah kiri, pas ada jalannya, langsung aja
belok kiri, masuk ke halamannya (nah ini nih
yang namanya Menara Syahbandar), parkir
mobilnya disini aja yah... pokoknya kalo kita
liet ke seberangnya, tuh ada Galangan VOC)

Tapi, tapi, tapi, katanya pada tgl 11 Des itu,
di sekitaran Museum Bahari dan juga Menara
Syahbandar akan diadain "Passer Ikan Fair",
khawatir siangnya jadi padet oleh manusia,
mungkin parkir mobilnya di Taman Fatahillah
aja, trus naek ojeg sepeda atau bajaj, ..dan
mungkin aja sih parkirnya di Pelabuhan Sunda
Kelapa, deket kantor pelabuhannya itu, tinggal
titip jagain sama satpamnya aja, abis daripada
itu parkir deket museumnya, eh pas acara klaar
dan mau pulang malah "terkunci" kendaraannya
kagak bisa lewat. Tapi ini pemberitahuan aja lho.



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: