16.12.11

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tatkala Mur Jangkung Semapoet, Minggu 18 Desember 2011



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sekitaran Kota Tua Jakarta
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 18 Desember 2011 djam poekoel 07.30 pagi hari
Rp.30 ribu/orang, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(koewe tradisioneel)
(minoem aer poetih)
(kelarnya sekitar jam 11-an)
(kaartjis Museum Wayang, doeloenja Geo Wehry & Co)
(kaartjis Museum Sejarah Jakarta, doeloenja Stadhuis)
(berportret di Jembatan Kota Intan, Honderpasserbrug)
(diceritakan oleh pemerhati kisah VOC: Andy Alexander)
(menyambung riwayat "Kongsi Dagang Kompeni" 11 Des)
(dan tgl 24 Des, rencananya mau ke "Kampong Bandan")
(Sabtu pagi sampe siang, pan Minggu 25 Des Christmas)
(Naik Sepeda Onthel, dibonceng ojeg sepeda, mau gak?)

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.30.000/orang)



Penggede Kompeni jang bengis dan kedjem meninggal doenija di tanah Betawi. Orang Belanda di djeman
doeloe dan sekarang, senantiasa bilang bahoewa itoe Gouverneur-Generaal (Gubernur-Jenderal) J.P.Coen
wafat sebab-sebab sakit peroet, namoen boeat Orang Indonesia (choesoesnja Djawa), berita jang tersiar
adalah J.P.Coen mati diboenoeh, dan kepalanja dipantjoeng, laloe badannja ditarok di anak tangga Makam
Radja-Radja Djawa di Imogiri. Versie mana jang bener? ataoe kadoeanja itoe betoel adanja? Lekas ikoetin
pendjelasannja lebi compleet lagi, dalem programma jang dojan bertjeritera perihal riwajatnja VOC, ia itoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Tatkala Mur Jangkung Semapoet
Minggoe, 18 Desember 2011 dari djam poekoel 07.30 pagi hingga siang hari moengkin jam 10an ataoe 12

"Sekali-kali djangan berpoetoes asa; djanganlah ditakoeti moesoehmoe itoe; diatas doenija ini ta' adalah
soewatoe djoewa jang dapat menganggoe dan meroesakkan kita, karena Toehan adalah beserta dengan
kita dan tijadalah akan dihoekoemnja kita atas kesalahan kita jang soedah-soedah; karena sesoenggoeh-
njalah di Hindia ini dapat kita berboewat sesoewatoe jang moelija adanja". Itoelah toelisan jang digores-
kan dalem soewatoe kertas oleh Penggede tertinggi kongsi dagang VOC, jaitoelah: Jan Pieterszoon Coen
ataoe J.P.Coen (dibaca: ye-pe-kun, haiyaaah) di seboeah kapal bernama Amsterdam di Teloek Iajacarta.

"Dispereet Niet" ataoe Desperate Not, adalah oetjapan nan bekend jang dioetjapkan oleh Mas Jangkung
ini. Patoengnja dipoesat kota Hoorn di negerij Belanda sampe ini hari masih tegoeh berdiri kokoh. Boewat
sebahagian pendoedoek Belanda, hadirnja itoe patoeng, tjoekoep menganggoe ketentreman djiwa, kerna
banjak orang jang faham perihal apa jang soeda dilakoekan Mas Jangkung oentoek dapetin wilajah koloni-
nja koetika berdagang di Indonesia doeloe. Satoe peristiwa jang amet fenomenaal adalah di tahon 1621,
Mas Jangkung kassie prentah oentoek boenoeh sebanjak 44 orang kaja (tokoh adat) Banda Neira, poen
bawain pendoedoeknja dengan paksa ke Batavia sebagei boedak. Hal itoe dilakoeken oentoek lantjarkan
kongsi dagang kompeni -jakni VOC- goena koeasai seloeroeh perdagangan di boemi Noesantara setjara
monopoly. Marika itoe, si kompeni djoega berperang dengan Inggeris di laoetan Noesantara di abad 17.
Pendoedoek Banda Neira jang dibojong dari tempat tinggal aselinja, tatkala tiba di Batavia (skr Jakarta)
ditempatkan di bilangan noord (north) deket Antjol, jang dinamakan Kampong Bandan, mapsoepnja itoe
kampong deripada Orang Banda. (Kitaorang moengkin bezoek itoe kampong tanggal 24 Desember nanti).

Perihal penjerangan Tentera VOC pimpinan Mur Jangkung terhadap "kota" Iajacatra (Jayakarta) itoe bole
dibatjain di bagian ini: "Maka Toewan Coen itoe pada dinihari tanggal 30 Mei (1619) dengen segera dileng-
kapkannja tenteranja, banjaknja 13 pasoekan serdadoe, tjoekoep dengan alat dan benderanja, banjaknja
serdadoe kira-kira 100 orang, laloe keloewarlah ija dari benteng menjerang kota anak negeri jang terletak
di pinggir tepi soengai sebelah barat dan dimoesnahkannjalah segala kekoewatan ataoe kekoewasaannja
Bantam (Banten) dan Djakarta jang masih ada disana (ini teks dari buku terbitan tahun 1920 lho, sudah
nyebut-nyebut Djakarta). Ta' lama antaranja habislah kampong itoe mendjadi aboe, dan serdadoe-ser-
dadoepoen segeralah merobohkan tembok kota orang Djakarta jang soeda kosong itoe". Dan sedjak itoe
habislah "kampong" Iajacatra (Jayakarta atau di kemudian hari menjadi Jakarta yang kita tinggali skr ini).

Koerang lebi 10 tahon lamanja, sasoedah J.P.Coen reboet Iajacatra dan gantiken dengen nama baroe,
-jang boekan pilihannja- ia itoe: Batavia (diaorang kapengen namaken itoe kota: Niuew Hoorn seperti
tempat lahirnja di kota Hoorn di Belanda, tapi ada latjur, para boss besar VOC di Belanda tida' kaboel-
ken diaorang poenja hasrat), kamodian Mas Jangkung itoe wafat sebab-sebab sakit peroetnja jang ta'
koendjoeng klaar (moengkin ilmoe medicijn blomlah bagoes seperti sekarang). Brikoet pendjelasan peri-
hal detik-detik sebelom Mas Jangkung semapoet: "Ada beberapa lamanja toewan Djenderal merasai di-
rinja ta' njaman, dan ada mempoenjai sesoewatoe penjakit didalem peroetnja, tapi adalah selaloe djoe-
ga jang moelija dapet berdjalan-djalan serta santap dengan amat njamannja, dan pada petangnjapoen
masih ada ija berdjalan-djalan di serambi poeri (maksudnya Kasteel Batavia-kah?). Akan tetapi koetika
matahari terbenam bangkitlah penjakitnja kembali, hingga pada poekoel toedjoeh terpaksalah ija pergi
berbarinng ke peradoeannja dengan ta' dapat lagi menghadiri sembahjang malam hari (berdo'a). Maka
pada malam 20-21 September tahon 1629, toewan Coen itoepoen berpindahlah dari negeri jang fana
ke negeri jang baka. Dengan segala kebesaran menoeroet adat bagi Goebernoer Djenderal jang gagah
berani, djinazah jang tjara atoeran militer, didalem gedoeng negeri (Stadhuis) Betawi (apakah gedung
Stadhuis Batavia, atau sekarang menjadi Museum Fatahillah yang dimaksud itu?), karena geredja telah
terbakar dalam perang jang laloe". (Zo, Mas Jangkung sempet dimakamkan di Museum Fatahillah tokh?)

Riwajat J.P.Coen jang berachir menjedihkan itoe, akan kitaorang samperin locatie preciesnja, ia itoelah
di Museum Wayang (doeloe Geredja Belanda), Museum Fatahillah (doeloe Balai Kota/Stadhuis Batavia),
dan tentoe sadja tjeritera di sekitar Stadhuisplein (Taman Balai Kota Batavia) jang amet bersedjarah.
Tida' loepoet oentoek datengin djembatan kajoe jang soeda ada sedari tahon 1628, namoen nampak-
nja soeda bebrapa kali dibikin betoel dan bagoes. Semoenja dilakoeken dengen berdjalan kaki santai,
poela dikassie liet gambar dan foto-foto dari djeman abad ke-17, 18 en 19 century, didjamin poeas!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.30.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.30018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.30.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernya bisa sekaligus = Rp.90.018 (mengacu ke no.urut paling duluan) jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.90.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)

Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.30.018, Rp.30.019, dan Rp.30.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.120.018 itu utk no.urut: 18, 19, 20
dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung yah

djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! kaloe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB:
adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com

(beberapa sumber sejarah, dikutip dari buku karyanya:
p.t.P.De Roo De La Faille, Lid Dewan Hindia (semacam
Ketua DPR djaman doeloe?) berjudul: "Hal-Ihwal Kota
Betawi Semasa Dahoeloe" terbitan tahun 1920, jang
dimelajoekan oleh: S.M.Rassat. Dikeloewarkan oleh:
Balai Poestaka - Weltevreden - Batavia (jadul amet)
 


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Minggu, 18 Desember 2011
07.30 – 08.00: Kumpul di Museum Bank Mandiri (Factorij NHM)
08.00 – 08.30: Penjelasan tentang Riwayat J.P.Coen & VOC
08.30 – 09.00: Jalan Kaki menuju Jembatan Kota Intan
09.00 – 09.30: Penjelasan tentang Jembatan Kota Intan
09.30 – 10.00: Jalan Kaki menuju area Museum Wayang
10.00 – 10.30: Penjelasan tentang Koeboeran J.P.Coen
10.30 – 10.45: Penjelasan Stadhuisplein (Taman Fatahillah)
10.45 – 11.00: Jalan Kaki menuju Stadhuis (Museum Fatahillah)
11.00 – 11.30: Penjelasan tentang Stadhuis dan keliling museum
11.30 – 12.00: Rehat, dan peserta bubar jalan, acara klaar semua



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: