23.12.11

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kampong Banda (n), Sabtu 24 Desember 2011



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sekitaran Kota Tua Jakarta
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Sabtu, 24 Desember 2011 djam poekoel 07.30 pagi hari
Rp.60 ribu/orang, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(koewe tradisioneel)
(sewa & diboncengin ojeg sepeda onthel oleh abangnya)
(kalo bawa sepeda sendiri, silahkan aja, ntar onkostnja)
(dipotong Rp.30 ribu, jadi transfernya Rp.30 ribu aja ya)
(diceritakan oleh pemerhati kisah VOC: Andy Alexander)
(menyambung kisah: "Tatkala Mur Jangkung Semapoet")
(yg sudah digelar pada Minggu 18 Desember 2011 silam)

(route sepeda onthel: start dari Museum Bank Mandiri -
Toko Merah -
Jl.Kali Besar Barat - Jl.Roa Malaka Utara -
Jl.Tiang Bendera -
Jl.Kakap - Belakang Galangan VOC - 
Jl.Pakin - depan Menara Syahbandar - Jl.Krapu - deket
Sunda Kelapa - Jl.Lodan Raya - Mesjid Kampung Bandan,
lalu pulang
via Jl.Kampung Bandan - Jl.Kunir - Jl.Kemukus 
terus ke Jl.Ketumbar - Jl.Lada - Samping Stasiun Jakarta
Kota - lantas kembali lagi ke Museum Bank Mandiri yakh!)
 

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.
Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.
(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut kagak usah dikirim
dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)
(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja
kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe
koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe
perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.60.000/orang)



"Kami mengarahkan perhatian Anda choesoes kepada poelo-poelo dimana bertoem-
boeh tjengkeh en pala, dan kami prentahkan Anda oentoek menangken poelo-poelo
itoe oentoek Peroesahaan (Compagnie) iaitoe VOC, baek dengen tjara peroendingan
maoepoen kekerasan". Hiyyaah itoe adalah soeatoe soerat koeasa dari Heeren XVII,
ataoe Toean Toejoehbelas di Belanda jang dibikin disono, laloe kirimken pasoekannja
sedjoemblah 14 kapal laoet bersendjata lengkap pada tahon 1608 toedjoean poelo
rempah-rempah di bilangan Molukken (Maluku) bagian tengah. Kaloe-kaloe Toean
en Njonja pengen tahoe riwajat detailnja, ikoetin programma SAHABAT MUSEUM:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kampong Banda (n)
Sabtoe, 24 Desember 2011 dari djam poekoel 07.30 pagi hingga siang hari jam 11an

Adalah armada Laksmana Pieterzoon Verhoeven jang dateng ke Banda Neira dan tiba
pada boelan April 1609 dengen 6 kapal pertama, laloe menjoesoel 7 lagi, namoen ada
1 kapal jang linjap di laoetan deket Manila (Filipina). Diaorang membawa sekitar 1000
orang, jang oetamanja berkebangsaan Belanda, dan laennja tentera bajaran Djepang.
Tatkala tiba di Banda, Verhoeven menjadari bahoewa soeda ada Orang Inggeris sebe-
lom ia dateng, dan ia amet djengkel, apalagi itoe Orang Inggeris seneng kassie emas,
helmet berhias, musket jang bagoes (sendjata api laras pandjang) kepada Orang Kaja
(tokoh adat) di Banda Neira, seraja briken soerat permohonan oentoek berdagang en
penoeh harap semoga dikaboelken oleh masjarakat setempat, oetamanja Orang Kaja.

Verhoeven minta Orang Kaja oentoek berdjoealan rempah-rempahnja tjoemah kepada
Orang Belanda sahadja, maka dari itoe merajoe Orang Kaja seraja kassie doeit 12.000
perak soepaija si Belanda bole dapetin hatsil boemi setempat dengen harga jang amet
moerah (jang kamodian didjoeal di pasar Europa, mendjadi 1000 kali lipet lebi muahal!).
Kapten Keeling si Orang Inggeris tatkala taoe perihal itoe, dengen bidjaksana pindah-
ken armadanja ke Poelo Ai dan Poelo Run (jang kelak, poelo inilah jang ditoeker sama
satoe bilangan di New York jakni Manhattan pada tahon 1667 via Perdjandjian Breda).

Orang Belanda semangkin koeat kedoedoekannja di Poelo Neira, itoe jang bikin rakjat
pada lariken diri dari roemanja ke goenoeng-goenoeng dan ke laen poelo. Tatkala isih
Poelo Neira djadi kosong, Belanda berdiriken seboeah benteng jang besar, tapi Orang
Banda tetep amati segala activiteit Orang Belanda dari tempat jang lebi tinggi. Kerna
Orang Banda sadar bahoewa marika tida poenja kekoeatan oentoek hentiken Belanda
dalem membangoen benteng, marika poetoesken oentoek kirim oetoesan ke fihak Be-
landa agar sijap adaken soeatoe peroendingan, dan memohon diadakan pertemoean.

Laksamana Belanda itoe dengen sekedjap setoedjoe dengen oesoelan tadi, ia pertjaja
bahoewa Orang Banda menjadari djikaloe lebi baek bekerdjasama dengen Belanda ke-
timbang melawan Belanda. Pada soeatoe hari jang ditentoekan oleh doea fihak, maka
itoe pertemoean dilakoekan, moelanja koetika Laksamana Verhoeven datengin locatie
tempat berdjoempa, tida ada Orang Banda jang moentjoel, lantas sang penerdjemah
Belanda bersoea dengan Orang Kaja di seboeah hoetan ketjil, laloe dibri taoe Orang
Banda kaboer koetika liet sakoempoelan Belanda jang bawa banjak tentera pegang
sendjata. Achirnja Verhoeven djalan kaki zonder (tanpa) pengawalan, tjoemah de-
ngen bebrapa dewannja menoedjoe tempat pertemoean jang baroe. Ach, namoen
itoe adalah djebakan batman belaka (duh jaman itu emang udah ada batman yah?)
Verhoeven en dewannja jang terdiri dari opperkoopman (pedagang senior) dibantai.
Peristiwa itoe djoega disaksiken oleh Jan Pieterszoon Coen (J.P.Coen) moeda, jang
kelak lakoeken actie bales dendam terhadap rakjat Banda Neira 12 tahon kamodian.

Jan Coen ataoe Mas Jangkung, adalah saorang jang tentoeken nasip Banda, tetapi
tida di Kepoeloan Banda Neira melainken di Batavia, koetika ia reboet di tahon 1619.
Diaorang soeda fikirken betoel dengen djitoe, bahoewa iboekota VOC moesti diberdi-
riken di Batavia (sekarang Jakarta), boekan di Bantam (sekarang Banten) jang soeda
penoeh oleh pedagang dan orang asing. Mas Jangkung tantjepken itoe taringnja pada
kota Batavia jang bole dibilang meroepaken poesat deripada VOC di timoer djaoe jang
membentang dari India liwat Noesantara sampe Djepang. J.P.Coen fikir bahoewa itoe
kapoeloan Banda jang soeboer dan sentausa moesti ditakloekken, dan Orang-Orang
Banda jang keras kepala haroes dibinasakan ataoe diboeang djaoe dari kampongnja.

Itoe pemikiran Coen pada sedjatinja soeda difikirken setjara mateng oleh pendahoe-
loenja, namoen marika koerang bengis, kedjem en dzolim, djadinja serba nanggoeng.
Pada awal tahon 1621, Coen koempoelken segenap pasoekan dari Batavia dan berla-
jar menoedjoe Ambon, kamodian serboe Kapoeloan Banda Neira dengen bawa armada
sebanjak 13 kapal besar, 3 kapal ketjil (jang choesoes dipake oentoek bawa berita),
pasoekan Europa berdjoemblah 1665 orang itoe plus 250 garnisoen dari Banda, poen
286 orang hoekoeman dari Java sebagi toekang dajoeng kapal dan toekang angkoet
barang, en djoega 100-an algodjo asal Djepang. Dengan djoemblah armada, djoega
pasoekan jang sebanjak itoe, soeker oentoek bilang misie itoe gagal, en sasoedanja
reboet sebahagian wilajah di Banda, Coen dan kompeninja dengen sekehendak hati
tangkepin rakjat Banda dan diboeang djaoe ke Batavia. Pada satoe pengiriman, di-
berangkatken totaal 883 orang, itoe soeda termasoek dari 287 prampoean dan 240
anak ketjil, jang mana 176 dari marika meninggal doenija dalem pelajaran sebab-se-
bab kelaperan en penjakit, jang tempo-tempo tjoema di-kassie makan-minoem dikit.
Marika itoe, bole dibilang adalah warga Djakarta generatie brikoetnja setelah tahon
1619, jang isihnja serdadoe VOC, Orang Tjina en kaoem Mardijkers (orang merdeka).

Orang Banda jang tida ketangkep, lariken dirinja sampe ke tebing-tebing pantai dan
pilih lompat en mati hantem batoe karang, ketimbang ketangkep. Sedangkan sekitar
2000 jang berhasil lolosken dirinja, achirnja tiba di Poelo Seram, dan djoega di Poelo
Kei (Maluku Tenggara), ta heiran di Poelo Kei itoe sekarang ada Kampong Banda Ely.
Perlakoean Coen terhadap Orang Banda sampe terdengar ke doenija loear, namoen
Coen tjoemah digandjar hoekoeman ringan sahadja, bahkan ia dibriken hadiah dari
Toean 17 (Heeren Zeventien) beroepa doeit 3000 guilders sebagi prestatie soeda
takloekken Molukken (Maluku) walopoen Coen soeda berlakoe kedjem di loear ba-
tas kemanoesiaan, saperti: hoekoeman 4 potong bagian badan en potong peroet.

Sewaktoe Banda Neira dikoeasai Coen beserta VOC-nja, perkebonan pala banjak
jang ditinggal oleh pemilik aselinja jakni Orang Banda, sahingga si Orang Belanda
tjaplok itoe kebon dan dibagiken kepada tijap-tijap perwira Belanda jang pengen
menempati tana jang soeda tida poenja pemiliknja dan ikoet merawatnja kombali.
Kapoeloan Banda Neira dibagi mendjadi 37 kapling (di Poelo Banda Besar/Lonthor,
Poelo Neira dan Poelo Ai). Menoeroet bahasa Belanda Koeno, kapling-kavling itoe
diseboet PERK, jang artinja: Kebon. Pengelola kebon itoe dinamaken: PERKENIER.
Zo, perkenier adalah toean tana jang tjoema dapet hak goena, boekan hak milik,
dan tida dapet sertifikat kepemilikan. Hasil pala dari perk-perk itoe kamodian ha-
roes didjoeal kepada Kompeni VOC, dengen harga jang soeda ditetapkan setjara
monopoly. Harga per kilonja = 5 sen, jang didjoeal VOC di pasar Euopa sebesar =
10 Gulden per kilo, maka harga mark-up jang didapetin VOC itoe lebi 200 procent!

Tanggal 5 April 1621 dianggep sebagai hari berdirinja Badan Perkenier. Dalam reso-
luitie ditetapken bahoea di ketiga poelo di Kepoeloan Banda diberdiriken 68 perkenier
dan 1700 boedak belian, djadi tijap-tijap perkenier diperbantoe oleh 25 orang boedak.
Koetika panen, tijap-tijap perkenier wadjib setorken sekitar 4500 rijksdaalder (ringgit)
setijap tahonnja. Antara tahon 1700 sampe 1750 adalah masa paling tjemerlang kerna
peroesahaan perkebonan ini banjak briken oentoeng. Para perkenier ini terdiri deripada
warga bebas Europa ataoe mantan pedjabat VOC jang tida mahoe tinggalken Hindia ini.
Kahidoepan marika amet tergantoeng dari oeloeran tangan Kompeni. Djiwa marika bener-
bener diroesak oleh Kompeni. Mereka tida poenja initiatief oentoek madjoe, apalagi mikir
masa depan marika, jang marika taoe tjoemah idoep mewah en minoem minoeman keras.

Salah satoe perkenier pertama adalah dari keluarga van den Broecke, jang asal-nja dari
Antwerpen, laloe pindah ke Angola. Ia adalah Orang Belanda jang pertama kalinja tjitjipi 
koffie (kopi), lantas briken idee kepada Kompeni oentoek pasarken di Belanda. Taneman
koffie itoe baroe diperkenalken di Batavia pada awal tahon 1700 oleh Gubernur Jenderal
Van Oudhoorn, kamodian dikembangken di Preanger (Priangan) di djeman pemerentahan
Gouverneur-Generaal (Gubernur Jenderal) Zwaardecroon, jang dibilang loemajan berhasil.
Ketoeroenannja van den Broecke itoelah jang sampe ini hari masih ada en soeda masoep
ke ketoeroenan jang ke-13. Kelak djikaloe kitaorang plesiran ke Banda Neira (rencananya
di pertengahan bulan Mei 2012) nampaknja bisa ketemoean dengen salah satoe orangnja,
dan kata orang disana, ada satoe ketoeroenannja jang poenja roepa (paras) jang ametlah
mirip dengen van den Broecke jang doeloe toeroet berdjoang dalem reboet kota Iajacatra.
Oh, itoe bole dibilang hari jang speciaal djikaloe kitaorang betoel berdjoempa dengannja :)

Pieter van den Brocke adalah Komandan Belanda jang disoeroeh menjerahken dirinja poela
anak boeahnja kepada Inggeris dan Iajacatra (Jayakarta) pada boelan Januari tahon 1619
(ataoe 4 boelan sebelom J.P.Coen menggempoer Iajacatra). Sebetoelnja dengen kedjadian
itoe Belanda soeda njaris kalah dan tamat, namoen akibat tjektjok diantara sang Pangeran
Jayawikarta dengen Radja Bantam (Banten), dibilang si pangeran dianggep soeda mendjalin
hoeboengan terlaloe erat dengen fihak Inggeris, lantas sang pangeran dipanggil poelang ke
Bantam. Komandan Belanda itoe dinjataken soeda tipoe pangeran, kerna kerap tembakken
peloeroe meriam ke poeri (istana) sang pangeran, jang senantiasa didjawab oleh si Pieter
bahoewa marika sedang latian perang, dan tjoeba tjari taoe brapa djaoe djangkaoeannja,
Namoen fihak pangeran rasah dihina oleh kelakoeannja si Komandan Kompeni Belanda itoe.
Kedjadian ditangkepnja van den Broecke, akan kitaorang samperin locatie jang preciesnja.

Pada tahon 1864, menteri Franssen van der Putte tawarken kebebasan perdagangan pada
para perkenier. Selama doea abad kahidupan marika semoeanja bergantoeng pada Kompeni
VOC, kamodian dilandjoeken oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Koetika dibriken kebe-
basan, mereka menjadi sangat gamang, ling-loeng. Marika tida biasa lakoeken perdagangan
bebas. Tawaran ini lantas mendjadi kepoetoesan, dengan diterapkannja oendang-oendang
Agraria pada tahon 1870. Marika jang selama ini amet tergantoeng dari Kompeni VOC (dan
pada masa kolonial dilandjoetken oleh NHM), lantas moesti hidoep oroes dirinja sendiri dan
beroesaha sendiri tanpa management pasti, bikin marika achirnja sala tingkah tida berdaja.

Kepoetoesan oentoek briken kebebasan ini boekannja tida poenja alesan. Harga pala, fuli
dan tjengkeh pada djeman itoe soeda alamken titik jang paling rendah. Doenia soeda tida
lagi melihat Molukken, djoega Banda Neira sebagi satoe-satoenja poesat rempah-rempah.  
Inggeris selama pendoedoekannja di Banda soeda oesahaken oentoek tanem pala di laen
tempat, saperti di Bencoolen (Bengkulu), Penang, poen Orang Inggeris tanem tjengkeh di
Manado dan bagian selatannja Poelo Djawa. Frankrijk (Perancis) toeroet tanemin setjara
besar-besaran di Zanzibar (di Afrika). Habislah masa kedjajaan taneman spices di Banda.
Ach, pandjang djoega jah riwajatnja, mendingan sijapken doeit dan djoega waktoe tjoeti
boelan Mei itoe, kerna kitaorang aken samperin semoea poelo penting di Kepoeloan Banda
Neira, brikoet Poelo Ambon, dan moengkin sadja djoega datengin Poelo Saparoea, hyuuuk!

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke
adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.60.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.60018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.60.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernya bisa sekaligus = Rp.180.018 (mengacu ke no.urut paling duluan) jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.180.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)

Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.60.018, Rp.60.019, dan Rp.60.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.240.018 itu utk no.urut: 18, 19, 20
dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung yah

djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta panas! kaloe nanti pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB:
adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.com

(beberapa sumber sejarah, dikutip dari buku karya:
Des Alwi, berjudul: "Sejarah Banda Naira" dan jurnal-
nya Lilie Suratminto, bertajuk: "Runtuhnya Kejayaan
Masyarakat Perkenier di Kepulauan Banda Pada Masa 
Kolonial Hindia-Belanda", lalu buku karangannya Adolf
Heuken yang berjudul: "Sumber-Sumber Asli Sejarah
Jakarta" Jilid II & buku "Tempat-Tempat Bersejarah
di Jakarta").
 


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sabtu, 24 Desember 2011
07.30 – 08.00: Kumpul di Museum Bank Mandiri (Factorij NHM)
08.00 – 08.30: Penjelasan tentang riwayat Kampong Bandan
08.30 – 09.00: Naik Sepeda Onthel menuju bekas Kasteel
09.00 – 09.30: Penjelasan tentang Pieter van den Broecke
09.30 – 10.00: Naik Sepeda Onthel menuju Kampong Bandan
10.00 – 10.30: Penjelasan riwayat Kampong Bandan & mesjid
10.30 – 11.00: Naik Sepeda Onthel kembali Museum Bank Mandiri
11.00 – 11.30: Rehat, dan peserta bubar jalan, acara klaar semua



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: