12.3.12

[tourismindonesia] Bebek Kaleyo: Bebe Cabe Ijo-nya, alamak pedasnya...



Bebek Kaleyo: Bebe Cabe Ijo-nya, alamak pedasnya...

Bebek Kaleyo. Kata banyak orang, rumah makan itu selalu ramai pengunjung. Apa sih yang membuat orang-orang tertarik ingin menikmatinya? Pada saat jam makan siang, saya menyambangi rumah makan siang, saya menyambangi rumah makan yang terletak di Jalan KH Abdullah Syafi'ie, Tebet, Jakarta Selatan. Wuih, Bebek Kaleyo bukan cuma ramai orang, tapi membeludak.

Menurut perkiraan saya, saat itu, ada sekitar 200 orang yang asyik bersantap siang di Bebek Kaleyo. Butuh kejelian khusus agar tidak keduluan orang lain menyerobot meja yang masih kosong. Kemampuan Bebek Kaleyo menyedot pelanggan cukup menggambarkan betapa restoran ini menjadi salah satu tujuan orang mengisi perutnya. Padahal, di Tebet terdapat banyak kafe dan rumah makan yang bisa menjadi pilihan tempat makan.

Siang itu, saya tak perlu mencari meja kosong. Maklum saja, saya sudah bikin janji dengan Herdiyanto Wibowo-Manajer Operasional Bebek Kaleyo. Dia sudah menyediakan sebuah meja untuk saya. Kami berdua pun duduk semeja untuk makan sambil ngobrol seputar Bebek Kaleyo.

Di pintu depan restoran itu terpampang tulisan besar-besar, "Bebek Kaleyo ya, spesialis bebek". Sudah pasti hidangan utama di restoran itu berbahan bebek. Ada tiga menu andalannya, Bebek Goreng, Bebek Bakar, dan Bebek Cabe Ijo. Untuk mencobanya, saya memesan tiga menu itu. Apalagi perut saya sudah kriuk-kriuk, jadi saya yakin bisa menghabiskan hidangan itu.

Sedangkan minuman, saya pilih Es Cincau sebagai teman makan. Bayangan saya, cincau yang dingin dan lembut sangat pas meredam bebek cabe ijo, yang terkenal sangat pedas itu. Tapi, Herdiyanto, menawarkan saya untuk mencicipi minuman lainnya. Jadilah, selain es cincau, saya pesan dua jenis minuman sop buah, sop buah dengan yoghurt dan sop buah tanpa yoghurt.

Setelah memesan, sesaat kemudian, hidangan bebek sudah tersaji di meja. Dari penampilannya, ketiga racikan bebek di restoran lain. Bebek Goreng dan Bebek goreng disajikan dengan taburan kremesan yang melumuri hampir seluruh tubuh potongan bebek. Hidangan itu dilengkapi lalapan. Sajian Bebek Cabe Ijo melimpah nyaris menutupi potongan bebek.

Ukuran per porsi hidangan itu terbilang tidak besar. Ya, sedanglah... Namun, ini yang bikin asyik, aroma masakan Bebek Kaleyo ini begitu menggoda. Belum dimakan saja sudah terasa nikmat di hidung.

Saking penuhnya sajian di meja saya, agak bingung juga bagaimana memulai makan. Apalagi, sang manajer tak punya ide bebek yang mana yang lebih pas untuk saya santap terlebih dahulu. Akhirnya, setelah pamit mau makan, entah bagaimana asalnya, langsung saja saya preteli Bebek Cabe Ijo. Hmmm... Penampilan menu yang tadinya biasa berubah 180 derajat ketika saya menyantap hidangan itu. Pedas tapi enak banget. Sangat pas dengan lidah "berani" orang Sumatera seperti saya.

Daging Bebek Cabe Ijo ini begitu lembut. Matangnya pun pas. Nasi panas dipadu daging bebek gurih ditambah dengan pedasnya cabe ijo menjadi perpaduan yang harmonis di lidah. Tak ada lagi momok, daging bebek amis dan alot, di Bebek Kaleyo.

Keringat mengucur deras saat saya menikmati bebek pedas ini. Tak terhitung berapa lembar kertas tisu yang saya pakai untuk menyeka keringat. Bahkan, meski agak malu, saya terpaksa menyeka ingus yang keluar dari hidung akibat rangsangan pedas. Sesekali saya meneguk sekaligus melumat cincau dingin untu membuat perut tenang. Kalau perut sudah tenang, saya lanjutkan makan lagi.

Cabe Ijo dari cabai rawit

Cabe ijo itu memang istimewa. Meski tampilannya selintas mirip sambal ijo khas Minang, namun rasanya berbeda sekali. Bahan dasarnya, cabai rawit, bukan cabai hijau besar-besar. Racikan cabe ijo ini pun istimewa. Cabai rawit diolah dengan berbagai bumbu khas Bebek Kaleyo.

Puas menikmati Bebek Cabe Ijo, saya lanjutkan mengunyah Bebek Bakar. Tekstur daging bebek bakar itu lebih lembut dibanding Bebek Cabe Ijo. Rasa Bebek Bakar sengaja disajikan manis karena dibuat dengan bumbu khas Jawa dengan tambahan gula merah.

Meski terasa manis, sajian ini juga "ditemani" sambal merah. Rasanya seperti sambal khas Jawa. Buat saya yang tertantang dengan rasa pedas, sambal ini tak terlalu istimewa. Malahan, sesekali Bebek Bakar ini saya cocol dengan cabe ijo sisa makanan sebelumnya.

Nah, bagi Anda yang suka dengan Bebek rasa original, menu Bebek Goreng ini pilihan pas. Tampak luar, Bebek Goreng kemerahan ini terlihat renyah. Tapi, saat dikunyah, dagingnya tetap lembut. Enak sekali. Dimakan tanpa sambal pun terasa nikmat.

Herdiyanto mengatakan, dia menyajikan berbagai rasa sambal agar pelanggan bisa memilih sambal yang disukainya. Pelanggan pun boleh mengambil sepuasnya sambal merah. Alasannya sambal merah itu favorit pelanggannya.

Jujur saja, setelah mencoba semua menu bebek, yang paling istimewa Bebek CabeIjo-nya. Tak heran, menu ini begitu tersohor seantero Jakarta dan sekitarnya. Ngomong-ngomong setelah menunggu perut tenang sebentar, saya puaskan santapan hari itu dengan es cincau. Rasanya nyaman. Nikmat sekali.

(m7)


Berawal dari satu gerobak

Di balik nama Kaleyo yang jadi label rumah makan Bebek Kaleyo, ada cerita unik. Kaleyo berasal dari kata kaleh (dua-Red) dan ayo. Kata ayo itu dimaksudkan agar pengunjung Bebek Kaleyo datang untuk kedua kali.

"Jadi, kita berharap para pengunjung enggak cuma datang sekali untuk makan di sini, tapi berkali-kali," tutur Manajer Operasional Bebek Kaleyo, Herdiyanto Wibowo kepada Warta Kota, belum lama ini.

Dia menjelaskan, restoran Bebek Kaleyo dirintis oleh sang pemilik sejak tahun 1976. Hanya saja, saat itu usahanya masih kecil-kecilan. Pada 15 Januari 2007, Bebek Kaleyo mulai dikembangkan hingga sukses seperti saat ini. Meski demikian, perjalanan Bebek Kaleyo tidak mudah. Tahun 2007 itu, Bebek Kaleyo cuma bermodalkan satu gerobak dan dua meja makan.

"Bebek Kaleyo pertama kali buka itu dari usaha warungan, cuma satu gerobak dengan dua meja. Itu tempatnya di Cempaka Putih, Jakarta Pusat," kata Herdiyanto.

Dulu, di Cempaka Putih, Bebek Kaleyo digelar di depan bengkel, mulai pukul lima sore. Gerai itu tetap dipertahankan sampai sekarang, meski sudah buka 8 cabang di berbagai tempat di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang. "Bengkel itu sore-sore udah tutup, abis itu kita yang buka. Cuma sekarang udah bukan cuma dua meja, sekarang banyak," ucapnya.

Apa rahasia kesuksesan restoran ini? Herdiyanto mengatakan, "Kita sangat menjaga kualitas rasa. Orang kan sering berpikir kalau makan bebek itu alot ya, tapi kalau bebek kita rasanya renyah dan lembut. Bahkan, tulangnya saja pun renyah kalau mau dimakan. Selain itu, harganya murah. Makan bebek di pinggir jalan dengan makan bebek di Bebek Kaleyo bisa dibilang sama. Satu potong bebek cuma Rp 16.000, hampir sama saja dengan yang di pinggir jalan."

(m7)


Menu bebek lezat dari bebek berkualitas

Anda gemar makan bebek? Walaupun daging bebek keras, tapi cita rasanya lebih tinggi dari ayam. Tak jarang warung-warung makanan yang menjual hidangan bebek lebih ramai dikunjungi daripada warung makan yang menyediakan ayam.

Tapi untuk mendapat daging bebek yang nikmat, pemeliharaannya juga harus paripurna. Bebek-bebek itu sebelum diolah menjadi berbagai masakan, harus melewati masa pemeliharaan yang baik. Jika Anda ingin memelihara bebek sendiri, ada baiknya mengikut petunjuk pemeliharaan bebek yang berkualitas.

Atau, sebelum Anda membeli bebek, ada baiknya mengetahui bagaimana bebek-bebek itu diternakkan sebelum "dilempar" ke pasar, antara lain:

- Bebek bebek itu diberi makanan berkualitas. Makanan berkualitas pasti akan dicerna dengan baik oleh bebek. Anda tidak bisa memberinya sembarang makanan. Contohnya, jika Anda ingin memberinya pakan jagung, maka tidak boleh jagung yang terlalu keras atau jagung yang sudah lama. Terkadang jagung yang lama ada yang mengandung racun, sehingga tidak baik untuk tubuh bebek.

- Perhatikan waktu makan bebek. Pola makan hewan ini pun sama seperti manusia. Bebek makan tiga kali sehari, penuhilah, jangan dilebihkan atau dikurangkan. Mengurangi makanan bisa membua bebek Anda jadi lamban bertelur. Sedangkan jika dilebihkan, bisa jadi bebek Anda tidak terbiasa dan akhirnya bisa jatuh sakit.

- Pisahkan antara bebek yang sakit dan yang sehat. Jangan pernah sekali-kali mencampurnya, karena akan berdampak buruk pada bebek yang lainnya. Sebelumnya, Anda harus mengetahui seperti apa ciri-ciri bebek yang sehat dan yang sakit. Berilah obat yang tersedia di toko hewan. Perlu Anda perhatikan, walaupun bebek hewan yang gemar bermain air hujan, jangan pernah membiarkan bebek Anda berkeliaran pada saat musim hujan.

Bebek pun mempunyai insting, jika kondisi tubuhnya segar, bebek pasti dengan mudahnya berkeliaran di jalanan. Namun jika tubuhnya tidak enak, bebek pun akan melincungi dirinya. Membiarkan bebek berkeliaran pada saat musim hujan akan menyebabkan bulu-bulunya rontok dan bebek tidak bertelur.

- Perlakukanlah hewan sama seperti Anda memperlakukan manusia, tidak kasar. Misalnya memasukkan bebek ke kandang dengan hati-hati dan tidak membuat bebek stres atau kaget. Bebek adalah hewan yang mudah kaget.

- Kebersihan kandang juga perlu dijaga. Datangkan petugas kesehatan setiap bulannya untuk memeriksa kondisi bebek dan kandang bebek Anda.

Jika Anda sudah melakukan lima tahapan di atas, mudah=mudahan bebek yang Anda rawat saat ini mempunyai daging yang berkualitas dan sehat. Semakin sehat bebek yang Anda rawat, maka semakin nikmat dagingnya untuk dimakan.

(m7)


Tip mengolah bebek empuk

Daging bebek yang bau amis dan alot terkadang membuat orang enggan mengonsumsi bebek. Tapi, jika orang yang mengolahnya pintar, maka mengonsumsi daging bebek itu akan membuat orang ketagihan. Sebenarnya, jika tahu tip dan trik mengakali masalah tersebut, Anda bisa kapan saja memasak bebek di rumah. Berikut cara mengolah bebek:

Bebek lokal:
- Pilih bebek yang tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda. Paling pas bebek berusia tiga bulan.
- Bakarlah bebek potong di atas bara api dan bersihkan bulu-bulu yang masih tertinggal dengan daun pisang, kemudian baru potong sesuai selera.
- Lumuri dengan cuka atau air jeruk nipis, cuci, tiriskan.
- Potong brutu bebek agar masakan tidak amis.
- Agar saat digoreng renyah, rendam bebek selama 12 jam (semalaman)
- Sebelum dimasak sesuai resep, daging bebek direbus selama 1 jam lebih dengan aneka rempah (serai, jahe, bawang putih, daun jeruk) tujuannya membuat daging empuk dan menghilangkan bau amis. Setelah iu, bebek siap dikreasikan menjadi resep masakan apa saja.

Bebek Peking (ala oriental:
- Bebek direndam sekurangnya 9 jam, misal dari pukul 07.00-16.00.
- Masukkan berbagai bumbu ke dalam daging bebek seperti ngohiong, pekak, bawang, bawang putih, dan rempah-rempah yang lain. Bebek berisi bumbu tersebut dijahit dan digantung semalam penuh supaya kulit kering.
- Bebek dipanggang sekitar satu setengah jam, setelah itu baru bisa dinikmat.

Supaya daging bebeknya empuk dan tidak kayak karet, bisa juga dicoba cuci dengan air perasan daun pepaya. Ambil daun pepaya beberapa lembar, kemudian remas-remas di dalam air hingga hancur. Kemudian, air remasan daun pepaya itu digunakan untuk mencuci bebek.

(m7)

Person quoted: Herdiyanto Wibowo (Manajer Operasional Bebek Kaleyo)

Warta Kota - 19 Februari 2012


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

1 komentar:

Berca 1 mengatakan...

thnaks mmin informasinya, ane pecinta kuliner bebek, berbagi refren tempat warung bebek d bintaro lezat dan legit