28.3.12

[tourismindonesia] Enni Atmaja, pemilik Sop Buntut Ibu Henny: Dari modal 300 ribu, kini omsetnya Rp 300 jutaan



Enni Atmaja, pemilik Sop Buntut Ibu Henny: Dari modal 300 ribu, kini omsetnya Rp 300 jutaan

Kondisi ekonomi keluarga yang morat-marit mendorong Enni Atmaja (48) berinisiatif untuk menyelamatkannya. Usaha bengkel suaminya yang bangkrut mendorong Enni untuk memulai usaha kuliner. Hanya dengan modal Rp 300 ribu, kini ia bisa memiliki 3 outlet dengan omset di atas Rp 300 juta. Bagaimana ceritanya?

Krisis ekonomu di tahun 1998 membuat usaha bengkel mobil yang dirintis sang suami Iwan Chandra bangkrut. Enni Atmaja yang awalnya hanya ibu rumah tangga biasa mengambil inisiatif untuk membantu perekonomian keluarga.

Enni memutuskan menekuni usaha kuliner dengan menjual Nasi Uduk dengan nama Warung Ibu Henny. "Saya pikir membuat Nasi Uduk cukup mudah, jadi bisa cepat dipelajari dan bisa segera dijual," ungkap wanita kelahiran Jakarta, 10 November 1962 ini. Modal awal yang dikeluarkannya sebesar Rp 300 ribu.

Lokasi usaha yang dipilih adalah Jl. Kejayaan, Gajah Mada Jakarta Pusat. "Ini merupakan bengkel kami yang diubah menjadi warung makan," imbuh Enni.

Meski Nasi Uduk buatan Enni lumayan laku, namun ia berkeinginan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Oleh karena itu Enni berinisiatif untuk menghadirkan menu baru yaitu Sop Buntut. Ternyata menu baru ini lebih disukai bahkan lebih laku.

Nah, meningkatnya animo masyarakat, penikmat Sop Buntut buatan Enni, membuat lahan usaha berkapasitas 25-30 orang tak lagi dapat menampung pengunjung yang datang. Sehingga di tahun 2000, Enni memindahkan lokasi usahanya ke sentra makanan di kawasan Muara Karang, Jakarta Utara.

Di warung ini Enni mengganti nama warung menjadi Sop Buntut Ibu Henny. "Khusus menu Nasi Uduk hanya sebagai pelengkap saja," ujar ibu empat anak ini. "Karena berada di sentra makanan, jadi tidak membutuhkan promosi khusus," terang Enni.

Berada do lokasi sentra makanan, semakin memudahkan Enni untuk menawarkan menu yang dijualnya. Ia hanya perlu membentangkan spanduk yang berfungsi sebagai tirai penutup tenda. Di spanduk tersebut tertulis nama warung, menu yang disajikan dan nomor kontak pemesanan.

Tahun 2006, Enni harus pindah lokasi usaha, karena sentra makanan tersebut terlibat kasus sengketa tanah. Enni lalu mencari tempat usaha, dan akhirnya mendapatkan tempat di kawasan Sunter, Jakarta Utara, namun tetap berada di sentra makanan. "KJalau mau cari makan, biasanya orang datang di pusat-pusat makanan, jadi saya tidak perlu repot lagi mencari pelanggan," ungkap Enni.

Walaupun lokasi di sentra makanan, tapi karena merupakan lokasi usaha baru, maka sempat terjadi penurunan omset hingga 50%. "Jika biasanya laku sampai 200 porsi, di lokasi baru ini hanya laku 100 porsi saja," ujar Enni. Namun, perlahan tapi pasti, pengunjung pun meningkat. Bahkan di tahun 2008, Enni melakukan ekspansi usaha dengan membuka cabang di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Dan, di tahun 2010, Enni kembali membuka cabang kedua di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Namun, untuk kedua cabang Sop Buntut Ibu Henny ini, ia bekerja sama dengan pihak lain dengan sistem bagi hasil sebesar 60% untuk Henny dan 40% untuk investor.

Kendala.

Mesi warung Sop Buntut Ibu Henny yang berada di kawasan Sunter tergolong warung semi permanen yang berada di kawasan sentra makanan, tapi Enni kadang mengalami kendala yang mengakibatkan kerugian akibat peraturan yang ditetapkan pengelola. Yakni, pada saat berlangsungnya penilaian Adipura yang dilaksanakan tiap 3-4 bulan sekali, warung diwajibkan tutup, biasanya berlangsung selama satu minggu. Dan, dalam setahun terjadi sampai 3 kali penutupan warung. "Kalau dikalkulasi saya mengalami kerugian ratusan juta, tapi karena ini aturan, maka kami patuhi saja," ungkap Enni.

Adapun yang menjadi ciri khas Sop Buntut buatan Enni adalah daging buntut terasa lezat dan pas saat digigit, meskipun daging buntut lokal. Ini karena Enni melakukan dua kali perebusan. Rebusan pertama bertujuan untuk menghilangkan aroma anyir daging buntut. Pada tahap ini, daging buntut direbus dalam air mendidih selama 30 menit kemudian disaring dan direbus kembali dalam air yang baru.

Air yang digunakan untuk rebusan kedua bukan air yang mendidih, melainkan air biasa. Karena jika menggunakan air panas atau air mendidih, maka pori-pori daging akan tertutup. Sehingga ekstrak kaldu dalam daging tidak bisa keluar. Akibatnya, air kaldu kurang terasa gurih. Saat rebusan kedua ini, api yang digunakan harus api besar dengan panas merata agar daging buntut lebih cepat empuk. Enni juga menambahkan bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, lada, jahe dan pala yang telah ditumis hingga harum. Namun, agar air rebusan tidak berwarna keruh dan berminyak, bumbu ditumis di atas api kecil, sehingga bumbu matang merata dan tidak gosong. Komposisi minyak juga tidak boleh terlalu banyak, karena bisa membuat kuah Sop Buntut terlihat berminyak. Untuk menghasilkan tekstur daging buntut yang empuk dan legit, perebusan kedua ini dilakukan selama 2-3 jam.

Sajian Sop buntut semakin semarak, dengan penambahan irisan wortel muda, daun bawang dan taburan bawang goreng. Seporsi Sup Buntut berisi 2-3 potong irisan buntut dan dijual dengan harga Rp 34 ribu. Menu lain yang bersedia adalah Sop Buntut Goreng dan Sop Buntut Bakar Rp 37 ribu.

Kini dalam sehari, dari ketiga Warung Sop Buntut Ibu Henny, Enni dapat menjual 300 porsi Sop Buntut, dengan omset sebesar Rp 10,2 juta. Dalam hitungan per bulan, pendapatan yang dapat direguk Enni sebesar Rp 306 juta. Hingga saat ini, Enni telah memiliki 21 karyawan yang digaji sebesar Rp 1,3 juta per orang. Selain gaji, Enni juga menyediakan tempat tinggal dan makan 2x sehari.

Dari kesuksesan yang telah dicapai, kini Enni telah dapat menuai hasil kerja kerasnya. Yakni sebuah rumah tinggal di Jl Taman Sari Jakarta Barat, 1 unit mobil merek Daihatsu Luxio-Grandmax, 2 unit mobil operasional merek Daihatsu dan 3 unit sepeda motor.

Kunci Sukses.

Salah satu kunci sukses yang diyakini Enni dalam meraih kesuksesan adalah senantiasa menghadirkan varian baru dalam menu yang ditawarkan kepada pengunjung. Misalnya di awal usaha, Enni hanya membuat Sop Buntut Rebus, tapi setelah sering menjelajah ke tempat-tempat yang terkenal akan kelezatan Sop Buntut, Enni lalu menjual Sop Buntut Bakar dan Goreng. Hal ini tepat dilakukan sehingga meningkatnya pengunjung yang datang.

Enni juga senantiasa menerapkan pelayanan yang ramah dan baik kepada para pelanggan. Enni juga mengajarkan karyawan untuk menjaga kebersihan dan kualitas dari bahan yang digunakan. "Saya selalu menjaga agar pelanggan tidak kecewa, karena kalau sampai itu terjadi mereka tidak akan kembali lagi akibatnya saya harus kehilangan mereka," ujar Enni.

Rencana ke depan, Enni akan kembali memperluas jaringan pemasaran Sop Buntut dengan membuka cabang baru di awal tahun depan. Lokasi yang dicari adalah tempat-tempat yang menjadi sentra makanan sehingga banyak orang yang datang. "Kemungkinan besar akan dibuka di Kemang, Jakarta Selatan," ungkap Enni.

(Benyto)


Bersedekah di musala dan panti asuhan.

'Selalu melihat ke bawah' itulah moto hidup Enni tmaja. Dengan prinsip tersebut, Enni tidak sombong dengan keberhasilan yang diraihnya. "Apa yang saya capai saat ini adalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, ia tak lupa menyisihkan keuntungan yang didapat untuk disumbangkan ke tempat ibadah seperti pembangunan musala atau pun pendidikan anak-anak di panti asuhan. Kegiatan ini dilakukan 2-3 kali dalam satu tahun. Selain itu, ia juga rajin membantu biaya sekolah para keponakan di kampung halaman Cibulan, Kuningan-Jawa Barat. "Kebetulan di kampung masih banyak saudara yang kurang mampu. Jadi, untuk sedekah, saya mulai dari orang terdekat dulu," tutur Enni.


Person quoted: Enni Atmaja (pemilik usaha Sop Buntut Ibu Henny)


* Sop Buntut ala Sop Ibu Henny (untuk 3 porsi)

Bahan:
- 600 gr buntut sapi lokal
- 2 buah wortel ukuran sedang, iris bulat tipis
- 1 buah kentang, potong dadu kecil
- 1 batang daun bawang, iris

Bumbu halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1/4 sdt biji pala bubuk
- 1 buah cengkeh
- 2 sdt lada bubuk
- 2 ruas jari jahe
- 1/2 sdm gula pasir
- 1/2 sdt garam
- 3 liter air

Pelengkap:
- Bawang goreng
- Sambal mentah
- Jeruk nipis

Cara membuat:
Rebus daging buntut dalam air mendidih selama +- 25 menit, angkat dan saring. Rebus kembali dalam air biasa di atas api sedang hingga mendidih, saring kotoran di atasnya. Tambahkan bumbu halus yang telah ditumis hingga harum, aduk rata. Rebus hingga daging empuk. Masukkan potongan wortel dan kentang, rebus hinggaa empuk. Tambahkan irisan daun bawang, masak sebentar. Tuang Sup Buntut ke dalam mangkuk, taburkan dengan bawang goreng. Sajikan hangat bersama pelengkap.



Sop Buntut Ibu Henny
Jl. Sunter Indah, Sunter, Jakarta utara
Telp. 0817 9884783


Info Kuliner - Collection Edition Edisi 25, 2011


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: