14.3.12

[tourismindonesia] Es Nelayan Ayung, Grogol-Jakarta Barat: Modifikasi baru Es Teler bebas pemanis buatan, keuntungan mencapai Rp 19 juta per bulan



Es Nelayan Ayung, Grogol-Jakarta Barat: Modifikasi baru Es Teler bebas pemanis buatan, keuntungan mencapai Rp 19 juta per bulan

Kreasi dan inovasi dalam dunia kuliner, tidak hanya dilakukan dengan menciptakan menu baru. Adalah Yasito (38) yang memodifikasi Es Teler dengan menambahkan beberapa bahan sehingga menghasilkan minuman yang berbeda. Berkat kreasinya, kini usaha minuman yang digelutinya mampu meraup omset puluhan juta per bulan. Apa saja keistimewaannya?

Setelah ditutupnya restoran tempat Yasito bekerja sebagai kepala gudang pada tahun 2004, memaksa pria yang sehari-hari sisapa Ayung ini memutar otak untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan keluarganya. Dari tawaran seorang teman yang menyarankan untuk mengisi salah satu gerai di kantin kampus Universitas Taruma Negara-Jakarta Barat, Ayung pun memberanikan diri untuk terjun dalam usaha minuman.

Inovasi.

Menu yang dipilih Ayung adalah Es Teler, hal ini karena belum ada penjual usaha sejenis di kantin tersebut. Agar tampil beda, Ayung memodifikasi Es Teler yang diraciknya. Jika biasanya seporsi Es Teler hanya berisi kelapa muda, alpukat, nangka dan es serut yang menghasilkan warna putih karena siraman susu kental manis putih, Es Teler ala Ayung dibuat dengan penambahan semangka, melon, jagung manis, agar-agar serut, santan kental dan es serut yang menghasilkan warna pink karena siraman sirup raspberry.

Meski tidak memiliki latar belakang kuliner, Ayung hanya butuh waktu satu bulan untuk menghasilkan resep modifikasi Es Teler yang menyegarkan dan pas di lidah. Karena saat bekerja di restoran, Ayung sering melihat bartender restoran yang meracik aneka minuman, salah satunya adalah Es Teler.

Tahun 2004, Ayung memulai usaha dengan modal awal sebesar Rp 3,2 juta. Modal ini digunakan untuk membayar sewa tempat seluas 2 meter persegi Rp 200 ribu/bulan, mesin es serut manual Rp 700 ribu, etalase Rp 1,2 juta, blender Rp 150 ribu, dan peralatan pendukung Rp 300 rbu serta bahan baku Rp 650 ribu. Gerai minuman berlabel Es Nelayan Ayung ini buka dari Senin hingga Sabtu, mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Karena lokasi gerai Es Nelayan Ayung di kantin kampus, sehingga segmentasi pasar hanya mahasiswa dan tenaga pengajar yang ada di kampus tersebut. Namun, di tahun 2007, karena pembangunan gedung kampus, sehingga lokasi kantin dipindahkan di luar kampus. Tepatnya di samping gedung kampus Universitas Tarumanegara. Ternyata hal itu justru memperluas segmentasi pasar Ayung. Sehingga pembeli yang datang bukan hanya mahasiswa dari kampus Universitas Tarumanegara tapi juga berasal dari pekerja kantor yang berada di sekitar kampus.

Menurut Ayung, ia tidak melakukan promosi khusus untuk memasarkan minuman racikannya. Ayung hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut para pelanggannya. Namun, sesekali Ayung mengikuti baar di beberapa sekolah di Jakarta. "Biasanya pasca-bazar, terjadi peningkatan pendapatan karena makin banyak yang tahu minuman ini," ungkap Ayung.

Keistimewaan.

Sejak awal membuka usaha Ayung menawarkan antara lain Es Teler, Es Nelayan (buah-buahan dan susu kental manis), Es Buah (buah-buahan dan sirop leci), dan aneka jus buah seperti Jus Strawberry, Jus Alpukat, Jus Mangga, Jus Belimbing dan Jus Jeruk. Harga Es Teler dan Es Buah Rp 6 ribu per gelas, sedangkan aneka jus Rp 5 ribu per gelas.

Untuk memenuhi kebutuhan operasional gerainya, Ayung senantiasa menyediakan buah-buahan yang segar. Misalnya, buah semangka, Ayung senantiasa memilih semangka yang bagian batang warna hijau tua dan padat saat diketuk buahnya. Jika batang semangka terlihat berwarna hijau muda, berarti semangka belum matang dengan daging buah berwarna merah pucat dan rasa yang tidak manis. Dan, jika semangka terdengar kopong, itu berartu semangka sudah terlalu matang dan daging buahnya terasa getir.

Agar tampil lebih istimewa, buah-buahan seperti semangka dan melon tidak disajikan dalam bentuk potongan kotak saja melainkan dalam bentuk bulat seperti cocktail buah. Proses pembulatan buah berlangsung di gerai dan disimpan dalam wadah Tupperware yang dipajang di etalase kaca. Untuk menjaga kesegaran, buah yang telah dipajang di etalase hanya untuk 10 porsi saja dan sisanya ditempatkan dalam wadah Tupperware lain yang disimpan di dalam lemari es.

Untuk air gula dalam bahan pemanis minuman, Ayung menjamin bahwa air gula ini terbebas dari biang gula atau bahan pemanis buatan. "Kalau pakai biang gula, minuman akan terasa pahit di tenggorokan, sehingga memengaruhi citarasa," ungkap Ayung. Air gula ini dibuat dari gula pasir merek GMP yang direbus bersama air dengan perbandingan 1:1 atau 1 kg gula pasir dengan 1 liter air. Agar citarasa air gula terasa legit, Ayung menambahkan 1/2 sdt garam ke dalam rebusan air gula serta 3 lembar daun pandan untuk menambah aroma harum. Untuk s1 gelas Es Teler, membutuhkan 50 ml air gula dan 100 ml santan.

Sedangkan untuk es serut, Ayung menggunakan es balok yang baru diserut dengan mesin saat pesanan datang. Sehingga ketika disajikan, bentuknya masih seperti serpihan salju nan cantik dan tidak menggumpal.

Yang unik dari minuman buatan Ayung adalah penggunaan bahan yang tidak umum dalam minuman. Yakni pemakaian jagung manis dalam sajian Es Teler. Jagung manis yang dipakai Ayung bukan jagung manis biasa yang digunakan dalam sayuran. Melainkan jagung manis kalengan siap pakai merek Del Monte. Selain lebih praktis karena tidak perlu dipipil, rasa jagung pun lebih manis dan empuk.

Minuman Idola.

Salah satu minuman ala Es Nelayan Ayung yang menjadi idola pelanggan adalah Es Teler. Seporsi minuman ini terdiri atas buah semangka dan melon bulat, kerukan alpukat, biji selasih segar, jagung manis kalengan merek Del Monte dan serutan agar-agar yang dibuat dari rebusan air dan agar-agar merek Swallow. Agar teksturnya tidak rapuh, Ayung mengurangi jumlah air yang seharusnya digunakan. Untuk 1 bungkus agar-agar berisi 7 gr, Ayung menambahkan 800 ml air dari yang seharusnya 900 ml. Hal ini agar tekstur agar-agar lebih padat sehingga tidak mudah hancur saat diparut atau dipotong.

Ayung juga tidak menambahkan gula pasir karena dapat membuat agar-agar berlendir saat disimpan lebih dari 3 hari di lemari es. Selanjutnya, rebusan agar-agar dituang ke dalam loyang bentuk kotak dan didiamkan hingga membeku. Proses pembuatan agar-agar berlangsung di kediaman Ayung di Senen, Jakarta Pusat.

Semua bahan Es Teler tadi kemudian dimasukkan ke dalam gelas plastik berukuran 16 oz lalu disiram dengan air gula dan santan kental. Khusus untuk santan kental ini dibuat dari perasan kelapa parut yang cukup tua. Untuk menghindari santan pecah dan tahan lama, saat akan diperas Ayung menggunakan air yang sudah matang sehingga tidak perlu lagi dilakukan proses perebusan. Tidak hanya itu, agar santan tidak mudah basi, Ayung senantiasa menyimpan santan buatannya di dalam lemari es. Sebagai topping, Ayung menambahkan es serut yang dibentuk setengah lingkaran dengan sendok makan dan disiram dengan sirup rapsberry merek Kurnia, kucuran susu kental manis Carnation serta taburan meises warna-warni.

Minuman lain yang tak kalah juara adalah Es Nelayan. Minuman segar yang disuguhkan dalam gelas plastik ukuran 16 oz ini dilengkapi dengan agar-agar serut, semangka dan melon bulat, buah lengkeng kalengan merek Del Monte dan biji selasih. Bagian topping Es Nelayan ditambahkan es serut dan kucuran susu kental manis Carnation.

Untuk menikmati aneka minuman, Ayung menyediakan dua sedotan dengan bentuk yang berbeda. Yakni sedotan warna-warni biasa yang sebagian ujungnya melengkung, sedotan jenis ini digunakan untuk minuman jus buah. Sedangkan sedotan lain adalah sedotan warna-warni yang diameter lubangnya lebih besar dan ukurannya lebih pendek dari sedotan jus. Sedotan jenis ini digunakan untuk minuman Es Teler dan Es Buah. Ayung juga menyediakan sendok plastik untuk menyantap isi dari minuman tersebut.

Omset.

Kini dalam sehari, Es Nelayan Ayung dapat menjual 200 porsi es dan 100 porsi Jus Buah dengan omset mencapai Rp 1,7 juta. Dalam sebulan pendapatan yang dikantongi Ayung sebesar Rp 44,2 juta dengan keuntungan bersih sebesar 43% lebih atau sekitar Rp 19 juta.

Untuk proses produksi, masih dilakukan Ayung sendiri. Walaupun demikian, Ayung memiliki satu orang karyawan yang bertugas melayani pelanggan di gerai Es Nelayan Ayung dengan gaji Rp 1,2 juta per bulan dan libur tiap satu minggu sekali.

Bahan Baku.

Untuk kebutuha bahan baku aneka minuman yang dijual di warung Es Nelayan Ayung antara lain 50 bungkus agar-agar Swallow, 23o kg gula pasir, 20 buah semangka, 21 buah melon, 15 kaleng jagung manis, 20 kaleng lengkeng, 10 kg alpukat, 90 pack strawberry, 7 kg jeruk peras dan 20 botol sirup merah.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tersebut, Ayung membeli di tiga pasar yang berbeda. Yakni di Pasar Petojo, Jakarta Pusat, Pasar Grogol, Jakarta Barat dan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Untuk buah-buahan dibeli setiap hari sedangkan sirup, susu dan buah kaleng dibeli tiap 3-5 hari sekali.

Rencana ke depan.

Utuk pengembangan usaha, Ayung berencana membuka cabang gerai Es Nelayan Ayung. Saat ini sedang mencari lokasi yang strategis, namun tetap mengincar kawasan yang berdekatan dengan kampus dan perkantoran. Lokasi kampus yang saat ini tengah dilirik adalah Bina Sarana Informatika, Slipi-Jakarta Barat.

Namun, Ayung menolak mewaralabakan usaha miliknya ini kepada pihak lain. Ayung lebih memiliuh menjalankan usaha sendiri karena khawatir tidak dapat melakukan kontrol produksi secara berkesinambungan sehingga dapat merusak usaha yang dirintisnya. "Meskipun terlihat mudah, bila minuman tidak diracik dengan komposisi yang tepat maka hasilnya kurang enak. Dan, saya takut para Terwaralaba tidak benar-benar mengikuti prosedur yang seharusnya," pungkas Ayung, suami dari Rita Suhendra ini.

(Laili)

Person quoted: Yasito atau Ayung (pemilik Es Nelayan Ayung)


* Es Teler ala Es Nelayan Ayung (untuk 10 gelas)

Bahan:
- 1 kg buah semangka, bentuk bulat
- 500 gr buah melon, bentuk bulat
- 2 buah alpukat
- 50 gr biji selasih kering, rendam dalam air
- 750 ml air gula
- 1,5 liter santan, dari 1 butir kelapa
- Es batu secukupnya
- Sirup raspberry Kurnia

Agar-agar:
- 1 bungkus agar-agar Swallow warna merah
- 800 ml air

Cara membuat:
Agar-agar: Larutkan agar-agar dengan ir sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Rebus hingga mendidih lalu tuang ke dalam loyang atau Tupperware, diamkan hingga beku. Serut dengan parutan keju, sisihkan. Masukkan semangka, melon, alpukat, agar-ahar serut dan biji selasih ke dalam gelas plastik. Siram dengan air gula, santan dan sirup raspberry. Tambahkan es serut di atasnya lalu kucuri dengan susu kental manis. Sajikan dingin.

Info Kuliner - 29 Juli-11 Agustus 2011


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: