14.3.12

[tourismindonesia] Green Banana, Jl. Raya Fatmawati: Hadirkan Es Pisang Ijo dengan vla yang variatif



Green Banana, Jl. Raya Fatmawati: Hadirkan Es Pisang Ijo dengan vla yang variatif

Kecewa dengan sistem waralaba Es Pisang Ijo yang cukup terkenal di Jakarta, memaksa Samuel Yacob Wattimena (26) untuk merintis sendiri usaha sejenis. Namun dengan kreasi varian menu Es Pisang Ijo hasil racikannya, kini dalam satu bulan penjualannya mampu mencapai 1.300 porsi. Seperto apa lika-liku usahanya?

Dunia kuliner memang bukan hal yang baru bagi Samuel Yacob Wattimena. Pria yang akrab disapa Samuel ini, pernah bekerja sebagai waiter di sebuah restoran selama 18 bulan. Namun, keinginan memiliki penghasilan yang lebih besar mendorong Samuel berhenti bekerja dan memilih menjadi terwaralaba sebuah label Es Pisang Ijo terkemuka di Jakarta. Namun setelah lima bulan berjalan, Samuel memutuskan untuk melepas waralaba tersebut karena merasa kecewa dengan sistem waralaba yang ada.

Meski sempat dikecewakan, dua minggu setelah melepaskan diri menjadi terwaralaba Es Pisang Ijo, atau tepatnya bulan Februari 2011, Samuel kembali membuka gerai Es Pisang Ijo. Namun, kali ini ia merintis sendiri dengan merek dagang Green Banana.

Agar minuman yang dibuat berbeda dengan yang ada di pasaran, Samuel pun melakukan kreativitas pada es buatannya. Jika umumnya, Es Pisang Ijo dengan pelengkap bubur sumsum, kuah santan dan sirop merah, menu Es Pisang Ijo kreasi Samuel tampil unik karena dilengkapi dengan vla aneka rasa dan variasi topping yang sesuai selera konsumen seperti parutan keju dan remahan biscuit Oreo. Kreasi menu yang dihadirkan Samuel ini, didapat dari hasil uji resep yang dilakoni selama satu bulan.

Untuk merintis Green Banana ini, pria kelahiran Jakarta 7 Januari 1985 ini mengeluarkan modal awal sebesar Rp 5,5 juta yang digunakan untuk membuat booth sebesar Rp 3 juta, membeli perabotan seperti cooler second dan bangku plastik Rp 850 ribu, flyer Rp 150 ribu dan bahan baku Rp 1,5 juta.

Lokasi usaha yang dipilih Samuel untuk mangkal booth Green Banana di Jl. Raya Fatmawati, Jakarta Selatan atau tepatnya di lahan parkir Restoran Boloo2. Selain Restoran Boloo2, di sekitar lokasi usaha ini dipadati dengan pelaku usaha kuliner yang menjual aneka makanan. Samuel memang sengaja memilih lokasi yang berdekatan dengan sentra makanan. Karena akan memudahkan untuk memperkenalkan dan memasarkan minuman yang dijualnya.

Meski berada di kawasan sentra makanan, Samuel tetap gencar melakukan promosi. Yakni dengan membagikan flyer kepada pengunjung restoran Boloo2 dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi booth.

Ragam rasa.

Aneka minuman yang dihadirkan Green Banana antara lain Chocolate Black Forest yaitu Pisang Ijo yang diberi vla cokelat dan serutan cokelat blok, Durian Jam yaitu Pisang Ijo dengan vla durian, Blueberry smoothies yaitu Pisang Ijo dengan vla blueberry, oreo, dan keju parut, Vanila Caramel, yaitu Pisang Ijo dengan vla karamel, serta Strawberry Smoothies yaitu Pisang Ijo dengan vla strawberry. Harga jual per porsi Es Pisang Ijo disesuaikan dengan kecil-besar ukuran pisang. Untuk ukuran besar dijual dengan harga Rp 8 ribu, ukuran kecil Rp 7 ribu.

Meski terdiri atas lima varian berbeda, Samuel menggunakan bahan Pisang Ijo yang sama untuk semua menu. Jika balutan Pisang Ijo pada resep otentik dibuat dari adonan tepung beras yang dibalutkan pada pisang kemudian dikukus. Pada adonan kulit Pisang Ijo ala Samuel, adonan cair dari tepung terigu yang didadar lalu dibalutkan pada pisang sehingga rasanya lebih legit.

Jenis pisang yang dipakai adalah pisang raja bulu berukuran sedang yang telah matang dan kulit buah berwarna kuning tua. Dibandingkan dengan pisang nangka yang umumnya dipakai dalam Pisang Ijo otentik yang memiliki rasa asam, rasa pisang raja bulu lebih manis dan aroma pun yang lebih wangi. Bila menggunakan Pisang Nangka, rasa pisang sedikit asam dan kebanyakan orang tidak terlalu menyukai rasa asam. Karena bisa dipikir sudah basi. Jadi saya gunakan pisang raja bulu," ungkap Samuel.

Sebagai bahan pewarna kulit Pisang Ijo, Samuel menggunakan bahan pewarna alami yang berasal dari air perasan daun suji dan daun pandan yang digiling dalam blender. Fungsi dari daun suji adalah memberikan warna yang pekat pada hasil adonan. Sedangkan daun pandan bermanfaat untuk menghilangkan aroma langu yang dihasilkan daun suji. Untuk 100 ml air, Samuel menambahkan 7 lembar daun suji dan 3 lembar daun pandan.

Adapun es batu yang digunakan, Samuel lebih memilih membuat sendiri es batu dari air isi ulang yang dibungkus dengan plastik ukuran 2 kg, kemudian disimpan dalam freezer hingga beku. Diakui Samuel, cara ini jauh lebih sehat ketimbang menggunakan es batu balok yang tidak terjamin kebersihannya.

Pisang Ijo Legit.

Seluruh proses produksi bahan utaa dan pelengkap Es Pisang Ijo ala Green Banana berlangsung di kediaman Samuel Jl. Cilandak, Jakarta Selatan, mulai pukul 9 pagi hingga 12 siang. Bahan utama yang dibuat di dapur produksi adalah Pisang Ijo dan vla aneka rasa.

Pisang Ijo terbuat dari atas adonan kulit dadar dan pisang raja bulu. Adonan kulit dibuat dari tepung terigu Segitiga Biru yang dicampur dengan garam lalu dilarutkan dengan air daun suji dan telur ayam. Untuk 250 gr tepung terigu, Samuel menambahkan 500 ml santan yang telah dicampur dengan 100 ml perasan daun suji dan daun pandan serta 2 butir telur ayam. Setelah tercampur rata adonan kemudian dituang ke dalam cetakan dadar yang berbentuk seperti pan dadar merek Teflon namun memiliki penutup di atasnya yang berfungsi sebagai alat press, sehingga adonan dapat merata ke seluruh permukaan pan dadar dengan ketebalan yang sama tanpa perlu diratakan secara manual.

Agar tekstur kulit tidak berpori seperti dadar gulung, cetakan dadar diolesi margarine dan dipanaskan tidak boleh terlalu panas. Sebelum mencetak kulit, adonan harus selalu diaduk terlebih dahulu agar pati tepung tidak mengendap di bawah, yang dapat menyebabkan ketebalan kulit tidak rata.

Setelah kulit dadar matang, buah pisang yang tidak dikukus ini, lalu dibalut di atas kulit dengan cara digulung. Agar kulit dapat melekat sempurna dengan pisang, proses pelapisan harus dilakukan dalam keadaan kulit masih panas. Selanjutnya, Pisang Ijo disusun dalam wadah plastik Tupperware.

Bahan utama lain yang dipersiapkan di rumah produksi adalah aneka varian vla seperti vla blueberry, vla cokelat dan vla durian. Pada dasarnya aneka varian vla ini dibuat dari resep dasar vla yang sama, hanya bahan perasa saja yang berbeda.

Vla dasar dibuat dari campuran 1 kaleng susu kental manis merek Omega Krimer yang dilarutkan dalam 700 ml air panas lalu ditambahkan gula pasir merek GMP sebanyak 150 gr dan 1/4 garam. Adonan kemudian dipanaskan dalam api sedang sambil terus diaduk agar susu tidak pecah.

Setelah mendidih, bahan pengental yang dibuat dari larutan tepung maizena merek Maizenaku dituangkan ke dalam adonan. Untuk 1 liter larutan susu, Samuel menambahkan 50 gr tepung maizena. Jika telah mendidih, adonan vla dibagi menjadi 5 bagian kemudian ditambahkan dengan bahan perasa. Misalnya untuk vla blueberry bahan perasa yang ditambahkan adalah selai blueberry sedangkan pada vla cokelat ditambah cokelat bubuk. Masing-masing adonan vla cokelat ditambahkan cokelat bubuk. Masing-masing adonan vla dituang ke dalam Tupperware berbentuk bulat. Semua bahan utama dan pelengkap kemudian disusun rapi dalam booth untuk selanjutnya diantar ke gerai Green Banana.

Menu Favorit.

Salah satu varian rasa Pisang Ijo ala Green Banana yang menjadi favorit pelanggan adalah Blueberry Smoothie. Seporsi minuman ini dibuat dari Pisang Ijo yang dipotong miring kemudian dimasukkan ke dalam gelas plastik ukuran 16 oz kemudian ditambahkan es batu gepruk dan siraman vla blueberry. Untuk topping, Samuel menambahkan parutan keju cheddar merek Prochiz. Selain itu, Samuel juga menyediakan topping pilihan yakni remahan biskuit Oreo, serutan cokelat atau choco chip. Namun, topping pilihan ini dapat dikombinasikan sesuai dengan permintaan pelanggan.

Untuk menikmati varian menu yang disajikan, Samuel menyediakan sendok plastik bentuk bebek dan sedotan. Bagi pelanggan yang ingin menikmati Es Pisang Ijo di gerai Green Banana, Samuel menyajikan dalam gelas plastik. Namun, untuk pesanan take away, gelas plastik dibungkus dalam plastik bening ukuran 1 kg kemudian dililit bagian atas, agar es tidak tumpah, baru kemudian dibungkus plastik kresek warna putih.

Omset.

Meski usaha Green Banana baru berjalan lima bulan, tingkat penjualan cukup prospektif. Dalam sehari, rata-rata penjualan Es Pisang Ijo sebanyak 50 porsi atau Rp 375 ribu. Jadi, dalam, sebulan, bisa terjual hingga 1.300 porsi sehingga Samuel bisa meraup omset sebesar Rp 10 juta dengan keuntungan bersih 67,8% atau Rp 6,7 juta per bulan. Dengan meningkatnya peminat Es Pisang Ijo, hanya dalam waktu 3 minggu telah balik modal.

Green Banana beroperasi dari Senin hingga Sabtu mulai pukul 12 siang hingga pukul 7 malam. Namun, pada bulan Ramadan, Samuel baru menggelar dagangan dari pukul 3 sore hingga pukul 10 malam. Samuel memprediksi di bulan Ramadan, permintaan akan meningkat hingga 50%.

Dalam menjalankan usaha ini, Samuel dibantu satu orang karyawan yang bertugas untuk berjualan. Karyawan ini digaji sebesar Rp 550 ribu per bulan serta tambahan uang rokok Rp 5 ribu per hari dan libur di hari Minggu. Sedangkan proses belanja dan masak dilakukan oleh Samuel.

Prospek usaha. Meski usaha Es Pisang Ijo telah menjamur, namun masih jarang yang memiliki varian rasa seperti Green Banana ini. Hal ini membuat Samuel optimis dengan bisnis yang digeluti akan berkembang nantinya.

Meski usaha ini baru seumur jagung, namun Samuel mengaku tak sedikit orang yang menawarkan untuk bekerja sama bahkan meminta Samuel agar mewaralabakan usaha ini. Namun, bagi Samuel, bila pengaturan manajemen telah baik, barulah ia berani mewaralabakan Green Banana. "Saya tidak mau sembarangan seperti pewaralaba lain, karena saya punya tanggung jawab kepada pihak Terwaralaba agar sama-sama besar mengembangkan usaha," ungkap Samuel.

(Shinta)

Person quoted: Samuel Yacob Wattimena (pemilik Green Banana)


* Blueberry Smoothies ala Green Banana (untuk 10 porsi)

Bahan:
- 10 buah pisang raja bulu, kupas kulit
- 250 gr tepung terigu Segitiga Biru
- 100 ml air daun suji dan daun pandan
- 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- Garam secukupnya
- Es Batu secukupnya

vla Blueberry:
- 1 kaleng susu kental manis
- 2 liter air panas
- 150 gr gula pasir
- 100 gr tepung maizena, larutkan dengan sedikit air
- 50 gr selai blueberry
- Garam secukupnya

Pelengkap:
- 50 gr biscuit Oreo, remukkan
- 50 gr choco chip
- 50 gr keju parut
- 50 gr dark chocolate Cholatta, parut

Cara membuat:
Vla Blueberry: Larutkan susu kental manis dengan air panas, aduk rata. Tambahkan gula pasir dan garam lalu rebus di atas api sedang hingga mendidih sambil terus diaduk agar susu tidak pecah. Tuang larutan tepung maizena, aduk rata hingga mengental. Angkat dan dinginkan.
Pisang Ijo: Campur tepung terigu dengan garam lalu tuangkan campuran santan dan air daun suji sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Tambahkan telur yang telah dikocok lepas, aduk rata. Cetak adonan dalam pan dadar yang telah diolesi margarin. Panggang hingga matang, angkat. Balut pisang dengan kulit dengan cara digulung, sisihkan. Ambil Pisang Ijo, potong serong menjadi 5-6 bagian. Masukkan ke dalam gelas plastik lalu tambahkan dengan es batu gepruk dan vla blueberry. Taburkan bahan pelengkap sebagai topping, sajikan dingin.

Info Kuliner - 29 Juli-11 Agustus 2011


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: