16.3.12

[tourismindonesia] Lalan Cafe, Kebayoran Baru, Jaksel: Manjakan pelanggan dengan variasi Nasi Goreng Kreasi Baru. Paling laku Nasi Goreng Kornet Keju.



Lalan Cafe, Kebayoran Baru, Jaksel: Manjakan pelanggan dengan variasi Nasi Goreng Kreasi Baru. Paling laku Nasi Goreng Kornet Keju.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin berat, berbagai cara dilakukan pelaku usaha demi memenangkan pasar. Seperti yang dilakukan oleh Sahlani (46), pemilik Lalan Cafe yang menjual aneka kreasi baru Nasi Goreng, Lalan mampu meraup omset hingga puluhan juta rupiah per bulan. Apa saja keistimewaan yang ditawarkan?

Keinginan untuk mandiri dengan membangun usaha sendiri rupanya menyemangati Sahlani untuk membuka usaha Nasi Goreng. Keinginan tersebut memang bukan hanya bermodalkan tekad saja tapi telah dipersiapkan sebelumnya. Pengalamannya sebagai koki di sebuah warung tenda yang khusus menyediakan aneka Nasi Goreng, rupanya menjadi modal utama pria yang akrab disapa Lalan ini. "Saat bekerja di warung tenda itu, saya senantiasa mengasah kemampuan saya untuk mencari resep Nasi Goreng yang enak," ujar Lalan.

Akhirnya pada tahun 1987, Lalan pun mulai merintis usaha Nasi Goreng dengan mangkal di kawasan Jl. Bhakti Puspa, Kebayoran Baru-Jakarta Selatan. Namun, saat itu Lalan tidak menggunakan label apapun. Hingga akhirnya tahun 2008, saat akan mengikuti Festival Bango barulah Lalan mengusung nama Lalan Cafe untuk usahanya tersebut.

Tak hanya memberikan nama untuk kedai Nasi Goreng miliknya, Lalan juga menambah varian menu yang ditawarkan. Jika di awal usaha Lalan hanya menyediakan tiga macam menu yakni Nasi Goreng Ayam, Nasi Goreng Bakso dan Nasi Goreng Ati Ampela, maka kini Lalan menambahkan varian Nasi Goreng baru yang cukup unik seperti, Nasi Goreng Kornet Keju dan Nasi Goreng Ikan Teri Cabe Ijo. Hal ini dilakukan Lalan demi menarik minat konsumen pencinta Nasi Goreng. "Variasi yang saya hadirkan juga bertujuan untuk membuat pelanggan tidak bosan dengan Nasi Goreng buatan kami," papar Lalan.

Modal awal membuka usaha, Lalan mengaku mengeluarkan uang sebesar Rp 300 ribu. Modal tersebut digunakan untuk membuat gerobak dan tenda serta membeli bahan baku dan peralatan.

Selama menekuni usaha ini, berbagai macam promosi pernah ia lakukan, seperti menyebarkan brosur hingga mengikuti bazar kuliner seperti Festival Bango. Namun dari berbagai macam promosi yang pernah ia lakukan, Lalan masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. "Promosi dari mulut ke mulut itu sangat efektif," terang Lalan.

Varian dan keistimewaan.

Saa ini Lalan Cafe menyediakan berbagai macam pilihan Nasi Goreng seperti, Nasi Goreng Ayam, Nasi Goreng Kambing, Nasi Goreng Sosis, Nasi Goreng Udang Pete, Nasi Goreng Spesial, Nasi Goreng Sea Food, Nasi Goreng Cumi, Nasi Goreng Ikan Asin, Nasi Goreng Baso, Nasi Goreng Komplit, Nasi Goreng Kornet Keju, Nasi Goreng Beef Burger, dan Nasi Goreng Ikan Teri Cabe Ijo. Harga yang ditawarkan pun cukup bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 23 ribu/porsi.

Salah satu keistimewaan Nasi Goreng Lalan terletak pada penggunaan beras yang digunakan. Lalan hanya menggunakan beras cap Petruk yang berjenis long grain (pera) dengan karakteristik berbentuk lonjong memanjang, berwarna putih bersih dan bulir yang tidak banyak yang pecah (menir). Beras tersebut juga mampu menghasilkan Nasi Goreng yang tidak mawur dan tidak benyek.

Selain itu, Lalan menghindari penggunaan penyedap rasa berupa vetsin. Ia lebih memilih menggunakan ebi (udang kering) yang dihaluskan dan gula pasir sebagai bahan penyedap alami. Selain memberi rasa gurih, penyedap alami tersebut juga tidak menimbulkan dehidrasi setelah mengonsumsinya. Lalan juga menggunakan bahan-bahan yang berkualitas pada Nasi Goreng buatannya. Misalnya untuk kecap manis, Lalan hanya menggunakan Kecap Bango. "Saya pernah menggunakan kecap lain, namun banyak pelanggan yang complain kalau rasa Nasi Goreng saya berbeda dari biasanya," tutur Lalan.

Untuk membuat Nasi Goreng, Lalan menggunakan campuran dari margarin dan minyak goreng. Diterangkan Lalan, margarin dapat berfungsi untuk membuat Nasi Goreng terlihat lebih kering. Sedangkan minyak goreng dapat membuat bumbu tidak mudah gosong karena lebih lembab ketimbang margarin. Untuk 1 porsi Nasi Goreng, Lalan menggunakan 1 sdm margarin dan 1 sdt minyak goreng.

Lalan juga masih mempertahankan teknik tradisional untuk membuat bumbu utama Nasi Goreng. Jika umumnya sebagian pelaku usaha memanfaatkan blender untuk menghaluskan bumbu, Lalan lebih memilih memakai alat tradisional berupa ulekan. Selain kurang sedap, tingkat kehalusan blender juga dirasa terlalu lembut dan basah.

Untuk tingkat kepedasan Nasi Goreng, Lalan menyediakan tiga tingkat kepedasan yang berbeda yakni biasa, sedang dan sangat pedas. langkah ini juga bertujuan untuk memanjakan lidah para pelanggannya sehingga mereka tidak pindah ke tempat lain.

Proses pembuatan

Salah satu menu favorit Lalan Cafe adalah Nasi Goreng Kornet Keju. Sebelum diolah, bahan utama berupa beras terlebih dahulu direndam selama 30-60 menit. cara ini bertujuan untuk melunakkan tekstur beras dan mempercepat proses pematangan nasi. Setelah itu, beras diaron bersama air hingga air habis. Untuk 1 liter beras dapat ditambahkan 700 ml air. Kemudian beras aron dikukus hingga matang selama +- 45 menit.

Selanjutnya Lalan menyiapkan bumbu utama yang akan digunakan untuk memasak Nasi Goreng berupa bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, merica, ebi, dan jahe diulek hingga halus. Kemudian bumbu dituang ke dalam wadah plastik dan ditutup rapat.

Proses persiapan semua bahan dan bumbu dilakukan di kediaman Lalan yang terletak di Kampung Sugutamu, Rt 003, Rw 021, Mekarjaya, Sukmajaya, Depok Jawa Barat mulai pukul 10 pagi-2 siang. Selanjutnya semua bahan dan bumbu diantar ke Lalan Cafe pada pukul 2 siang dengan menggunakan mobil. Setiap harinya Lalan Cafe buka mulai pukul 4 sore hingga pukul 2 pagi.

Saat pesanan datang, margarin dan minyak goreng dipanaskan dalam api besar kemudian dimasukkan bawang bombay yang telah dicincang halus lalu ditumis hingga layu. Seelah itu ditambahkan bumbu utama kemudian ditumis kembali hingga harum dan matang. Selanjutnya kecap ikan merek Johoa dan kaldu ebi bubuk merek Knorr ditambahkan ke dalam tumisan dan diaduk hingga tercampur rata.

Setelah bumbu tercampur rata barulah dimasukkan nasi putih dan diaduk rata sambil ditambahkan kecap manis cap Bango. Terakhir, ditambahkan kornet sapi Pronas dan diaduk kembali hingga tercampur rata. Proses pembuatan Nasi Goreng ini memakan waktu +- 10 menit hingga mendapatkan tingkat kematangan yang pas.

Selanjutnya Nasi Goreng dituang ke atas piring saji lalu ditaburkan cheddar merek Kraft dan ditambahkan bahan pelengkap berupa telur mata sapi, irisan tomat dan timun, serta kerupuk. Untuk satu porsi Nasi Goreng Kornet Keju, dijual dengan harga Rp 19 ribu/porsi.

Menu favorit yang juga tak kalah lezatnya adalah Nasi Goreng Ikan Teri Cabe Ijo. Proses memasak Nasi Goreng ini hampir sama dengan memasak nasi goreng yang lain. Hanya saja penggunaan kornet digantikan dengan ikan teri goreng dan penambahan irisan cabai hijau besar. Namun jika ada pelanggan yang minta ditambahkan keju pada Nasi Goreng ini, Lalan pun bisa memenuhi permintaan tersebut. Untuk satu porsi Nasi Goreng Ikan Teri Cabe Ijo ini, Lalan menjual dengan harga Rp 15 ribu/porsi.

Omset.

Dari hasil penjualan nasi gorengnya, Lalan mampu meraup pendapatan Rp 2 juta per hari atau Rp 60 juta per bulan. Dari omset tersebut, keuntungan bersih yang didapat Lalan sebesar 34% atau Rp 20 juta.

Dalam menjalankan usahanya ini Lalan dibantu oleh 6 orang karyawan, dengan upah Rp 50 ribu per hari dan masing-masing pegawai mendapatkan kesempatan libur satu minggu sekali. Selain itu Lalan juga memberikan tunjangan kesehatan dan makan tiap hari.

Prospek usaha.

Sejak awal membuka usaha, Lalan Cafe senantiasa ramai dikunjungi pembeli. Selain masyarakat biasa, Lalan Cafe pun juga sering dikunjungi artis terkenal seperti Prisia Nasution, Titi Kamal, dan Bunga Citra Lestari.

Hal itulah yang menyemangati Lalan untuk terus mengembangkan usaha miliknya tersebut. Ke depan, Lalan berencana akan menambah variasi menu, seperti aneka menu bebek, Mie Ayam Pangsit, dan Siomay Goreng. Selain itu, Lalan pun berniat untuk membuka sistem kemitraan. "Saat ini saya sedang mempelajari kemungkinan untuk mewaralabakana usaha yang saya miliki, konsepnya sudah ada tapi tinggal dipelajari lebih dalam saja," ujar Lalan.

(Andhika)

Person quoted: Sahlani (pemilik Lalan Cafe)


* Nasi Goreng Kornet Keju ala Lalan Cafe (untuk 3 porsi)

Bahan:
- 400 gr beras Cap Petruk
- 5 sdm Kecap manis Bango
- 3 sdm kecap ikan Johoa
- 1 sdm saus tiram
- 1/4 buah bawang bombay, cincang
- 1 sdm garam
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 8 cabai hijau, iris serong
- 100 gr kornet
- 60 gr keju
- Penyedap rasa secukupnya
- Margarin secukupnya
- Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:
- 8 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 7 butir kemiri
- 7 buah cabai merah
- 1/2 sdt merica
- 1/2 cm jahe
- 10 gr ebi

Pelengkap:
- Kerupuk
- Irisan kol segar
- Irisan tomat
- Irisan cabai hijau
- Telur ceplok

Cara membuat:
Panaskan margarin dan minyak dalam wajan lalu tumis bawang bombay hingga layu. Masukkan bumbu halus, tumis kembali hingga harum. Masukkan nasi putih, aduk rata. Bumbui dengan kecap Bango, kecap ikan, saus tiram, garam, dan penyedap rasa, aduk rata sambil sesekali digerus. Tambahkan kornet, aduk rata. Masukkan irisan daun bawang aduk hingga tercampur rata, angkat. Sajikan Nasi Goreng di atas piring saji, kemudian tambahkan keju parut sebagai topping, sajika bersama pelengkap.


Info Kuliner - 3-16 Februari 2012


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: