19.3.12

[tourismindonesia] Pondok Nasi Goreng Pak Slamet, Jalan Siaga Raya-Jaksel: Cabai hijau muda hasilkan warna Nasi Goreng Hijau nan cerah



Pondok Nasi Goreng Pak Slamet, Jalan Siaga Raya-Jaksel: Cabai hijau muda hasilkan warna Nasi Goreng Hijau nan cerah

Keinginan memiliki pasar sendiri memicu Slamet Bahrudin (54) untuk menciptakan Nasi Goreng yang berbeda, yaitu Nasi Goreng Hijau Blue Band. Tak ayal, gebrakannya ini mendatangkan untung yang tidak sedikit, karena dalam sebulan ia mampu menjual hingga 1.800 porsi. Apa saja keistimewaan Nasi Goreng ala Slamet?

Pondok Nasi Goreng Pak Slamet dirintis Slamet sejak tahun 2010 lalu. Sebelumnya, Slamet pernah berjualan Nasi Goreng keliling saat masih menetap di Bandung. Tidak hanya itu, Slamet juga pernah ikut pelatihan yang diselenggarakan Blue Band pada tahun 2009. "Dulu saya pernah berjualan Nasi Goreng keliling, tapi berhenti dan memilih untuk bertani di kampung halaman, tapi setelah memiliki kemampuan membuat Nasi Goreng yang variatif, saya berani buka usaha," terang Slamet.

Berbeda dari Nasi Goreng iasa yang umumnya berwarna kecokelatan karena menggunakan kecap manis, Nasi Goreng ala Slamet hadir dengan tampilan warna hijau karena tambahan cabai hijau muda yang ditumis dan dicampur bersama nasi putih. Sebaa pelengkapnya, Slamet memberikan kebebasan kepada para pelanggan untuk memilih sendiri sesuai selera.

Modal awal yang dikeluarkan Slamet untuk usaha ini sebesar Rp 7 juta yang digunakan untuk sewa tempat Rp 250 ribu, membuat gerobak Rp 3 juta, perabotan dan peralatan Rp 2,75 juta serta bahan baku Rp 1 juta.

Lokasi usaha yang dipilih Slamet adalah Jl. Siaga Raya, Jakarta Selatan, yaitu kira-kira 100 meter dari RS. Siaga. Selain berada di pinggir jalan yang ramai, lokasi ini dinilai cukup strategis karena belum ada pelaku usaha lain yang menawarkan menu sejenis.

Slamet pun mengakui bahwa ia tidak perlu lag melakukan promosi khusus, ia hanya mengandalkan spanduk berukuran besar yang mencantumkan variasi menu serta foto Nasi Goreng Hijau di depan warungnya. "Spanduk besar diberikan pihak Blue Band saat saya memulai usaha ini karena telah menjadi salah satu Mitra binaannya," terang Slamet. Diakui Slamet ukuran spanduk yang cukup besar dengan warna kuning dan biru yang cerah mampu menarik minat konsumen untuk datang dan mencicip menu Nasi Goreng buatannya.

Cabai Hijau.

Sejak awal usaha, Pondok Nasi Goreng pak Slamet telah menyediakan variasi menu Nasi Goreng berupa Nasi Goreng Hijau Blue Band dan Nasi Goreng Polos Rp 8 ribu, Nasi Goreng Special Rp 10 ribu, Nasi Goreng Gila Rp 12 ribu. Serta beberapa manu lain seperti Mie Goreng/Rebus, Kwetiau dan Bihun Goreng/Rebus Rp 8 ribu/porsi.

Menu favorit Pondok Nasi Goreng Pak Slamet adalah Nasi Goreng Hijau Blue Band. Jika umumnya Nasi Goreng dibuat dari sari daun bayam, tapi Slamet lebih memilih menggunakan cabai hijau sebagai pewarna alaminya. Selain tidak menimbulkan aroma langu, rasa yang dihasilkan cabai juga lebih kuat dibanding daun bayam.

Meski menggunakan cabai hijau, rasa Nasi Goreng hijau Blue Band buatan Slatem tidak pedas, sehingga dapat dinikmati semua kalangan baik anak-anak ataupun dewasa. Cabai hijau yang digunakan adalah cabai hijau muda yang tidak memiliki rasa pedas. Namun bagi pencinta rasa pedas, Samet menyediakan bumbu sambal yang dapat ditambahkan sesuai selera ke dalam nasi saat digoreng.

Selain itu, Nasi Goreng yang dihasilkan juga terlihat kering dan tidak berminyak, karena Slamet menggunakan margarin Blue Band untuk menggoreng nasi. Selain lebih harum, tekstur nasi goreng juga lebih kering jika dibandingkan dengan penggunaan minyak goreng.

Sedangkan bahan utama beras, Slamet memakai beras jenis long grain atau beras pera merek Super Pera untuk menghasilkan Nasi Goreng yang mawur dan tidak lengket. Namun, agar tetap terasa lembut Slamet menyubstitusikan 1/4 bagian beras dengan beras jenis short grain atau beras pulen. Dalam 6 liter beras pera ditambahkan 2 liter beras pulen.

Cara membuat.

Tahap awal membuat Nasi Goreng dimulai dengan mempersiapkan bahan utama berupa nasi putih. Sebelum dimasak, campuran beras terlebih dahulu dicuci bersih kemudian dikukus selama +- 30 menit dalam dandang. Setelah setengah matang, beras aron dituang ke dalam baskom kemudian direndam dalam air dingin selama +- 15 menit. Ini bertujuan untuk melembutkan tekstur nasi putih yang dihasilkan namun tetap membuatnya terlihat mawur. Kemudian beras aron kembali dikukus hingga matang.

Setelah itu, nasi putih dituang ke dalam bakul rotan. Lubang-lubang pada dinding bakul sebagai saluran mengeluarkan uap panas nasi hingga ke bagian bawah bakul. Dengan demikian, nasi tidak berkeringat dan tidak mudah basi. Agar terhindar dari lalat atau debu jalanan, bakul nasi ditutup dengan kain bersih.

Bahan utama lainnya yang dipersiapkan adalah bumbu hijau yang dibuat dari cabai hijau muda yang tidak pedas. Cabai hijau muda yang telah dibuang tangkainya kemudian digiling hingga lembut lalu ditumis dalam minyak panas selama +- 5 menit untuk menghilangkan aroma langu. Diterangkan Slamet tahap pengolahan cabai tidak boleh dimulai dengan proses penggorengan cabai kemudian dihaluskan, karena warna cabai hijau yang dihasilkan kurang cerah.

Seluruh proses persiapan dilakukan di dapur produksi yang berada di belakang tenda Pondok Nasi Goreng pak Slamet mulai pukul 12 siang hingga 3 sore.

Saat pesanan datang, 1 sdm margarin Blue Band dan 1 sdm minyak goreng dipanaskan dalam wajan aluminium. Kemudian dimasukkan telur ayam yang sudah dikocok lepas. Telur dimasak hingga matang sambil terus diaduk untuk menghasilkan tekstur telur urak-arik. Selanjutnya, ditambahkan bumbu nasi goreeng yang dibuat dari bawang merah, bawang putih dan kemiri yang telah dihaluskan. Agar bumbu matang sempurna dan tidak berbau mentah, telur orak arik sedikit disingkirkan dari bagian tengah wajan. Setelah harum, bumbu cabai hijau dimasukkan dan diaduk bersama bumbu nasi goreng. "Saya selalu memastikan telur yang telah matang sebelum dicampur dengan bumbu agar aromanya tidak amis," papar ayah lima anak ini.

Selanjutnya nasi putih dimasukkan lalu diaduk rata bersama bumbu dan telur. Untuk memperkuat citarasa Nasi Goreng yang dihasilkan, ditambahkan garam, penyedap rasa Sasa serta ayam goreng suwir. Kemudian semua bahan diaduk rataa dengan cara digerus atau punggung sodet digosok-gosokkan ke seluruh permukaan sambil sesekali diaduk rata. "Kalau hanya diaduk dan tidak digerus maka garam dan penyedap rasa tidak terserap rata dalam nasi," papar pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini.

Proses membuat Nasi Goreng berlangsung +- selama 10 menit. Selanjutnya, Nasi Goreng dituang ke dalam piring putih berbahan keramik dan disajikan bersama pelengkap berupa acar dan kerupuk udang merek Sari Rasa.

Selain Nasi Goreng Hijau Blue Band, menu andalan lainnya adalah Nasi Goreng Special. Proses pembuat dan bahan yang digunakan hampir sama dengan Nasi Goreng Hijau Blue Band, hanya saja penggunaan bumbu hijau diganti dengan kecap manis Cap Bango dan penambahan sosis di dalam Nasi Goreng.

Untuk pesanan take away, Slamet masih menggunakan kemasan tradisional yakni berupa kertas nasi. Selain lebih ekonomis, kemasan tersebut juga lebih aman untuk kesehatan jika dibandingkan dengan styrofoam. Pelengkap berupa kerupuk, Slamet mengemasnya per porsi dalam plastik sedang yang direkatkan dengan lilin plus dilengkapi sendok plastik.

Omset.

Dalam sehari rata-rata Slamet bisa menjual sebanyak 60-75 porsi berbagai menu, sehingga omset per bulan bisa mencapai Rp 18 juta dengan keuntungan bersih 33% atau Rp 6 juta.

Dalam menjalankan usaha ini, Slamet dibantu satu orang karyawan yang digaji Rp 600 ribu per bulan dengan tambahan fasilitas berupa tempat tinggal dan makan. Pondok Nasi Goreng pak Slamet buka setiap hari, dari pukul 4 sore hingga 10 malam.

Kendala.

Kendala usaha yang dihadapi Slamet dalam menjalankan usaha ini adalah harga bahan baku yang tidak menentu. Maklum saja, bagi pedagang yang memiliki modal pas-pasan, ia tidak mampu membeli bahan baku makanan secara borongan. Semua bahan dibeli dalam bentuk eceran.

Meskipun demikian, Slamet tetap berkeyakinan usaha yang dijalankannya ini dapat terus bertahan dan berkembang. Rencananya, pria yang hanya menamatkan sekolah dasar ini akan membuka kedai permanen dekat dengan kompleks perumahan. "Rencananya saya ingin membuka sebuah kedai yang dekat dengan perumahan, khususnya yang dipadati masyarakat Chinese," tutup Slamet.

(Laili, Hasbalah)

Person quoted: Slamet Bahrudin (pemilik Pondok Nasi Goreng Pak Slamet)


* Nasi Goreng Hijau Blue Band ala pondok Nasi Goreng Pak Slamet (untuk 15 porsi)

Bahan:
- 1,5 liter beras pera
- 1/2 liter beras pulen
- 1 kg telur ayam
- 250 gr margarin Blue Band
- 400 gr cabai hijau muda
- 160 gr ayam goreng suwir
- Garam secukupnya
- Penyedap rasa Sasa secukupnya

Bumbu nasi goreng:
- 250 gr bawang merah
- 100 gr bawang putih
- 50 gr kemiri
- 2 ruas jari lengkuas, iris tipis

Pelengkap:
- Kerupuk udang
- Tomat segar, iris tipis
- Acar timun dan wortel

Cara membuat:
Nasi: Campur beras pera dan beras pulen lalu cuci bersih. Kukus beras dalam dandang berisi air mendidih selama +- 30 menit atau hingga setengah matang. Rendam beras aron dalam air dingin selama 15 menit lalu kukus kembali hingga matang, angkat dan dinginkan.
Bumbu Hijau: Cuci bersih cabai lalu giling hingga halus, tumis dalam minyak panas selama +- 5 menit, angkat dan sisihkan. Panaskan margarin dalam wajan aluminium lalu tuang telur ayam yang telah dikocok lepas, aduk hingga menjadi telur orak-arik. Tumis bumbu nasi goreng yang telah dihaluskan hingga harum lalu masukkan bumbu hijau, aduk rata. Tambahkan nasi lalu bumbui dengan garam dan penyedap rasa, aduk rata sambil sesekali digerus. Masukkan ayam suwir, aduk rata. Tuang Nasi Goreng Hijau Blue Band ke dalam piring, sajikan hangat bersama pelengkap.

Info Kuliner - 3-16 Februari 2012


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: