20.3.12

[tourismindonesia] Rice Box, Tanjung Duren Utara-Jakarta Barat: Sajikan Nasi Goreng Item yang bebas MSG. sehari laku hingga 500 porsi, untung bersih Rp 53 juta per bulan



Rice Box, Tanjung Duren Utara-Jakarta Barat: Sajikan Nasi Goreng Item yang bebas MSG. sehari laku hingga 500 porsi, untung bersih Rp 53 juta per bulan

Menikmati Nasi Goreng Special berwarna kekuningan atau cokelat mungkin sudah biasa, tapi bagaimana jika warna yang dihadirkan dalam sepiring Nasi Goreng lebih beragam. Mulai dari warna hitam, merah hingga orange. Adalah Fanny Widyastuti (38), pemilik Rice Box yang menawarkan beragam Nasi Goreng. Berkat inovasinya tersebut, dalam sebulan Fanny mampu meraup omset hingga Rp 177 juta. Seperti apa strategi bisnisnya dan apa saja keunggulannya?

Terinspirasi dari usaha aneka Nasi Goreng yang sukses digeluti tantenya di Surabaya, menyemangati Fanny Widyastuti untuk membuka usaha sejenis pada tahun 2009 di Jakarta. Fanny bahkan menyempatkan diri untuk menimba ilmu mengenai Nasi Goreng langsung dari Sang Tante, Venyawati. "Hingga sekarang tante saya pun masih menggeluti usaha Nasi Goreng," ungkap Fanny, kelahiran Bandung, 17 September 1974 ini.

Dengan mengusung brand Rice Box, Fanny mulai membuka gerai yang berlokasi di kawasan Tanjung Duren Utara-Jakarta Barat. Lokasi tersebut dinilai cukup strategis karena menjadi salah satu kawasan sentra makanan yang kerap dipadati pengunjung. Untuk menarik minat para pencinta Nasi Goreng di Jakarta, Rice Box menghadirkan aneka ragam Nasi Goreng yang bukan hanya dibedakan dari bahan pelengkap yang digunakan tapi juga dari warna Nasi Goreng yang dihadirkan. Mulai dari warna hitam, merah hingga orange.

Modal awal yang dikeluarkan Fanny untuk membuka gerai Rice Box sebesar Rp 60 jutaan yang ia gunakan untuk sewa tempat sebesar Rp 6 jutaan per bulan, perabot dan peralatan Rp 4 juta. "Karena gerai kami berbentuk resto maka modal yang diperlukan pun cukup besar," terang Fanny.

Meski persaingan usaha kuliner kian tinggi, Fanny mengaku tidak melakukan promosi khusus untuk memasarkan dagangannya. Fanny hanya melakukan cara klasik yaitu dari mulut ke mulut serta menyebarkan brosur di sekitar gerainya selama satu bulan. Perlahan namun pasti Nasi Goreng ala Rice Box mulai dinikmati oleh pencinta Nasi Goreng. Selain menjual di gerai, Fanny juga kerap menerima pesanan dari kantor-kantor yag ada di sekitar gerai. "Untuk pesanan tidak ada batas minimal dan kami juga tidak mengenakan biaya ongkos kirim," ujar wanita yang menyelesaikan studi jurusan Ekonomi Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bandung ini.

Warna-Warni.

Rice Box menyediakan 11 varian Nasi Goreng dengan warna-warni yang menarik. Sebut saja Nasi Goreng Rawin yang berwarna hitam, Nasi Goreng Merah, Nasi Goreng Kare yang berwarna orange, Nasi Goreng Tom Yam yang berwarna kecokelatan, Nasi Goreng Masir yang berwarna kekuningan dan Nasi Goreng Item yang berwarna hitam pekat. Setiap variasi Nasi Goreng buatan Fanny dilengkapi dengan beberapa pilihan isian yang dapat disesuaikan dengan selera konsumen seperti daging ayam, daging kambing, daging sapi dan seafood. Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari Rp 12 ribu hingga Rp 19 ribu per porsi.

Kunci kenikmatan Nasi Goreng buatan Fanny terletak pada jenis beras yang digunakan. Fanny menggunakan beras pulen yakni Ramos Super Setra, yang memiliki bentuk bulat panjang, warna cerah dan aroma wangi.

Selain itu, Fanny juga tidak pernah menyimpan bahan pelengkap Nasi Goreng seperti ayam fillet, daging kambing, daging sapi dan seafood dalam lemari es. Karena bahan pelengkap tersebut ia beli tiap hari dan selalu habis diolah dan dijual sehingga tidak ada yang disimpan. Alhasil rasa, tekstur dan aroma Nasi Goreng  yang dihasilkan pun tetap fresh.

Bukan hanya menawarkan cita rasa Nasi Goreng yang lezat, Fanny juga mampu menyuguhkan hidangan yang menyehatkan. Salah satunya adalah penggunaan tinta cumi dalam penglahan Nasi Goreng Item. Karena selain  memberikan warna alami, tinta cumi juga mengandung selenium, riboflavin dan vitamin B12 yang berkhasiat menghancurkan sel tumor.

Untuk menjaga agar Nasi Goreng racikannya sehat sempurna, Fanny hanya menggunakan gula pasir untuk memberikan efek gurih dalam Nasi Goreng. "Kami sama sekali tidak menggunakan monosodium glutamate (MSG) untuk mengolah semua hidangan," papar istri dari Deddy Hoeydiono ini.

Bahan pewarna yang digunakan merupakan bahan pewarna alami yang didapat dari penggunaan bumbu utama. Misalnya Nasi Goreng Kare yang berwarna orange yang didapat dari penambahan kunyit dalam bumbu dasar kare. Atau pemakaian saus tomat ABC untuk memberikan warna merah dalam Nasi Goreng Merah.

Si Item yang menggoda.

Salah satu menu primadona di Rice Box adalah Nasi Goreng Item Seafood. Tahap awal pembuatan Nasi Goreng Item ala Rice Box dimulai dari memasak nasi putih di dalam rice cooker. Satu liter beras dengan 1/2 liter air dimasak selama +- 45 menit. Setelah itu, nasi putih diaduk hingga rata dan didiamkan dalam rice cooker selama +- 15 menit hingga nasi putih tanak.

Selanjutnya, agar Nasi Goreng yang dihasilkan tidak blenyek, sebelum diolah nasi putih terlebuh dahulu dilebarkan di atas nampan plastik untuk diangin-angin kan secara alami dan ditutup dengan serbet. Satu liter beras dapat menghasilkan 9-10 porsi Nasi Goreng.

Selain menyiapkan nasi putih, Fanny juga meracik bumbu utama Nasi Goreng Item Seafood yang disebut bumbu tinta cumi. Bumbu ini dibuat dari bawang merah, bawang putih dan cabai merah besar yang dihaluskan kemudian ditumis hingga harum lalu ditambahkan tinta cumi. Untuk menghilangkan aroma anyir, dalam tumisan bumbu juga ditambahkan lengkuas dan jahe yang dihaluskan.

Saat pesanan datang, bahan pelengkap berupa potongan cumi dan udang yang telah dilumuri garam, digoreng dalam  minyak panas Filma hingga setengah matang kemudian disisihkan. Selanjutnya bumbu tinta cumi ditumis dalam minyak sisa menggoreng pelengkap. Namun, Fanny senantiasa memastikan komposisi minyak yang tidak terlalu banyak agar tekstur Nasi Goreng tidak berminyak. "Untuk 1 porsi nasi biasanya saya menggunakan 2 sdm minyak goreng Filma," terang Fanny.

Setelah itu, dimasukkan nasi putih dan bahan pelengkap lalu diaduk hingga rata sambil sesekali digerus-gerus agar nasi putih yang menggumpal dapat terurai dan tercampur rata dengan bumbu. Kemudian ditambahkan bumbu perasa berupa garam dan gula pasir lalu diaduk kembali hingga rata. Proses pembuatan Nasi Goreng Item membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Selanjutnya Nasi Goreng Item Seafood disajikan di atas piring  keramik berbentuk segi empat dan berwarna putih dengan telur mata sapi sebagai topping. Untuk mempercantik penyajian, di bagian pinggir piring ditambahkan irisan timun. Wartel dan irisan cabai sepiring Nasi Goreng Item Seafoof dijual dengan harga Rp 19 ribu.

Menu primadona ala Rice Box lainnya adalah Nasi Goreng Masir Ayam. Nasi putih yang dgunakan untuk membuat Nasi Goreng Masir Ayam dan menu lainnya sama seperti Nasi Goreng Item, hanya bumbu utama berupa cabai merah dan bawang bombay yang tidak dihaluskan, melainkan hanya diiris tipis.

Nasi Goreng Masir Ayam dibuat dari telur asin yang dikocok lepas kemudian digoreng dalam wajan berisi sedikit minyak panas lalu diaduk hingga berbentuk orak-arik. Selanjutnya ditambahkan bumbu utama dan irisan daun bawang. Setelah harum, potongan daging ayam yang telah digoreng hingga matang dan nasi putih dimasukkan ke dalam tumisan bumbu. Untuk memperkuat rasa, ditambahkan garam dan gula pasir lalu diaduk hingga semua bahan tercampur rata. Menu ini juga disajikan di atas piring keramik bersama pelengkap.

Untuk take away, Fanny menggunakan kemasan box persegi enam berukuran 12 cm x 9 cm berwarna orange. Bagian atas kemasan juga didesain dengan lubang-lubang agar uap panas Nasi Goreng dapat keluar sehingga Nasi Goreng tidak cepat basi, Bagian dalam kemasan dialasi dengan plastik bening agar tidak lengket. Tiap box juga dilengkapi dengan sendok plastik. Sebagai identitas usaha, di bagian luar kemasan dicantumkan alamat lengkap berikut denah lokasi Rice Box. Nasi Goreng Masir Ayam ala Rice Box dijual dengan harga Rp 12 ribu per porsi.

Omset.

Dalam sehari, Fanny mampu menjual hingga 300 porsi untuk semua varian menu dengan pendapatan sebesar Rp 4,5 juta. Sedangkan di akhir pekan penjualannya meroket tajam hingga mencapai 500 porsi dengan omset sebesar Rp 7,5 juta. Jika diakumulasikan dalam hitungan bulanan, pendapatan Fanny bisa mencapai Sbesar Rp 177 juta dengan keuntungan bersih yang mampu dikantongi Fanny sebesar Rp 30% atau Rp 53,1 juta.

Kesuksesan Rice Box tidak terlepas dari peran karyawan. Kini Fanny dibantu oleh 16 orang karyawan, 3 orang sebagai koki, 1 orang sebagai pembuat minuman, 2 orang kasir, 2 orang pelayan, 2 orang helper dan 5 orang di bagian delivery service. Masing-masing karyawan digaji mulai dari Rp 600 ribu hingga Rp 2 juta/bulan, dengan tambahan fasilitas berupa uang makan sebesar Rp 6 ribu/hari dan libur tiap satu minggu sekali.

Bahan baku.

Kebutuhan bahan baku dalam sebulan antara lain 15 karung beras @50 kg/karung, 60 kg bawang merah, 60 kg bawan putih, 10 peti telur ayam isi 15  kg, 60 kg telur asin, 450 kg daging ayam, 75 kg daging sapi, 75 kg cumi, 75 kg udang, 15 kg cabai merah, 7 kg cabai rawit, 60 kg timun, 60 kg tomat, 1 pak garam dan 20 kg gula pasir.

Bahan baku seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai, timun, telor, garam, gula, daging ayam, dagi sapi dan daging kambing dibeli di Pasar Kopro, Jakarta barat. Sedangkan cumi dan udang dibeli di Pasar Angke, Jakarta Utara.

Prospek usaha.

Menurut Fanny, usaha yang ia geluti saat ini mempunyai prospek yang cemerlang, dengan catatan terus memberikan atau menyajikan menu-menu Nasi Goreng yang variatif dan berkualitas terutama dalam rasa serta kualitas masakan. Fanny juga berencana ingi membuka cabang. "Saat ini kami masih mencari lokasi yang strategis di Jakarta untuk membuka gerai kedua Rice Box," tutup Fanny.

(Kokom, maya)

Person quoted: Fanny Widyastuti (pemilik Rice Box)


* Nasi Goreng Item Seafood ala Rice Box (untuk 4 porsi)

Bahan:
- 400 gr nasi putih
- 100 gr cumi-cumi segar, pisahkan daging dan tintanya
- 100 gr udang
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
- 3 sdm minyak sayur

Bumbu halus:
- 4 siung bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 2 buah cabai besar, buang biji
- 1 ruas jari jahe
- 1 ruas jari lengkuas

Hiasan:
- Irisan timun, wortel dan irisan cabai

Cara membuat:
Goreng bahan pelengkap berupa irisan daging cumi dan udang hingga setengah matang atau sampai berubah warna, angkat dan sisihkan. Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukkan tinta cumi, aduk rata. Tambahkan nasi putih dan bahan pelengkap, aduk hingga tercampur rata sambil sesekali digerus. Bumbui dengan garam dan gula pasir, aduk rata. Masak hingga tercampur rata sambil sesekali digerus. Bumbui dengan garam dan gula pasir, adukrata. Masak hingga matang. Tuang Nasi Goreng Item Seafood dalam piring saji, hiasi dengan irisan timun, wortel dan irisan cabai, sajikan hangat.


Info Kuliner - 3-16 Februari 2012


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: