7.3.12

[tourismindonesia] RM Bu Lanny, Kediri-Jawa Timur: Sajikan Ayam Kremes favorit artis dan pejabat tinggi



RM Bu Lanny, Kediri-Jawa Timur: Sajikan Ayam Kremes favorit artis dan pejabat tinggi

Fokus adalah salah satu menu andalan ternyata dapat menjadi kunci sukses untuk mengembangkan usaha. Adalah Lanny Kumalawati (56) yang hingga kini tetap konsen mengembangkan rumah makan spesialis Ayam Goreng Kremes. Tak ayal rumah makan yang berada di Kediri-Jawa Timur itu bahkan telah menjadi icon dan tempat yang wajib dikunjungi wisatawan. Tertarik mencoba?

Alunan musik gamelan menyambut para tamu yang memasuki Rumah Makan Bu Lanny. Di depan pintu masuk rumah makan, tampak sebuah akuarium ukuran besar berisi ikan hias yang cukup menenangkan jiwa orang yang memandangnya. Di rumah makan seluas 1.200 meter ini tersusun meja-meja makan berwarna putih yang dilengkapi dengan tusuk gigi dan tisu makan. Di sisi kanannya terdapat ruang-ruang khusus yang bisa digunakan untuk meeting room atau acara yang bersifat private. Dan, di area belakang rumah makan, berjejer saung-saung bambu berkonsep lesehan.

Rumah Makan Bu Lanny dibangun oleh Lanny Kumalawati pada tahun 2005 di Jl. Soekarno Hatta No. 17, Kediri, Jawa Timur. Wanita yang hobi masak ini awalnya hanya merasa prihatin dengan suguhan Ayam Kremes yang menggunakan ayam broiler bukanlah ayam yang sehat dan kurang cocok digunakan untuk masakan tradisional Jawa. Karena itulah Lanny bersama salah satu putranya, Ronny Prasetya (25), membuka sebuah rumah makan yang menawarkan sajian Ayam Kremes dengan ayam kampung sebagai bahan utamanya.

Meskipun namanya rumah makan, namun fasilitas yang diberikan Rumah Makan Bu Lanny ini setingkat dengan restoran. Sebut saja meeting room yang mampu menampung hingga 50 orang atau kapasitas rumah makan yang mampu menampung hingga 50 orang atau kapasitas rumah makan yang mampu menampung hingga 400 orang. "Kami tetap menggunakan nama rumah makan agar terkesan lebih Indonesia," ungkap Ronny secara tersenyum.

Bahkan, kebanyakan para pelanggan Rumah Makan bu Lanny datang dari kalangan pejabat tinggi daerah. Sebut saja Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, Walikota Kediri Syamsul Azhar, Anggota DPR Vena Melinda hingga selebriti Indonesia seperti Teuku Wisnu, Okie Lukman, Ferry Maryadi dan Ardina Rasti juga kerap menyempatkan diri untuk mampir dan menikmati renyahnya Ayam Kremes di rumah makan ini.

Bentuk promosi

Di awal usaha, Rumah Makan Bu Lanny hanya menyediakan menu berupa Ayam Goreng Kremes saja. Hal ini bertujuan agar penjualan dan pangsa pasar yang dituju lebih fokus dan terarah. Sehingga penawaran atau promosi yang dijalankan lebih mudah mencapai goal.

Promosi yang dilakukan antara lain membuat spanduk yang mencantumkan brand usaha dan dipampang di depan pelataran parkir Rumah Makan Bu Lanny, penyebaran brosur dan promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan konsumen.

Dengan promosi tersebut, Rumah Makan Bu Lanny telah berkembang dengan dua cabang baru yang berada di Jl. Soekarno Hatta No. 33, Kediri-Jawa Timur dan di Jl. Slamet Riyadi 84A, Jember-Jawa Timur.

Sajian Istimewa.

Seiring berjalannya waktu, setelah Rumah Makan Bu Lanny semakin ramai dikunjungi para pelanggan, Lannya dan Ronny pun menambah beberapa varian menu baru. Seperti Ayam Bakar, Gurame Bakar, Gurame Tausi, Cah Kangkung, Cah Kangkung Telur Puyuh dan Orak-arik Jagung Manis. "Menu-menu tambahan merupakan permintaan dari para pelanggan yang datang," papar Ronny. Harga dari setiap menu yang disediakan berkisar dari Rp 9.500 hingga Rp 34 ribu per porsi.

Banyak hal yang membuat Rumah Makan Bu Lanny ini menjadi buruan para pencinta kuliner di Kediri, antara lain karena suasana rumah makan yang homey dengan fasilitas yang cukup menunjang.

Dan, tak dapat dimungkiri, suguhan menu Ayam Kremes yang mantap menjadi andalan Rumah Makan Bu Lanny.Ayam kampung sebagai bahan utama bukan hanya menjadikan menu satu ini lebih sehat dan lezat jika dibandingkan dengan ayam broiler, tetapi juga cita rasa dagingnya lebih manis dan gurih.

Adapun ayam kampung yang digunakan adalah ayam kampung muda berusia 4 bulan yang diyakini memiliki tekstur daging lebih lembut dan rasa yang lebih manis. Sebelum diolah, ayam kampung terlebih dahulu dibuang bagian ceker dan dicuci bersih. Selanjutnya, ayam diungkep selama dua jam di atas api sedang bersama bumbu halus berupa bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit, garam dan penyedap rasa serta batang serai geprek dan daun salam untuk menghilangkan aroma anyir.

Rumah Makan Bu Lanny menyediakan 3 bentuk ukuran yang berbeda untuk menu Ayam Kremes, yakni ukuran 1 ekor, 1/2 ekor, 1/4 ekor. Proses pemotongan ayam baru dilakukan saat pesanan datang. Setelah itu, ayam rebus lalu dilumuri tepung tapioka dan digoreng dalam minyak banyak hingga renyah dan kecokelatan. Selanjutnya Ayam Goreng disajikan di atas piring rotan yang dialasi daun pisang. Hidangan satu ini semakin menggugah selera setelah ditaburi remahan kremes yang dibuat dari campuran tepung beras dan air sisa rebusan ayam kemudian digoreng dalam minyak panas hingga kuning kecokelatan.

Begitu menu Ayam Goreng Kremes tersaji di atas meja makan, tak sabar rasa hati untuk segera melahapnya. Hmm..legitnya daging ayam berpadu dengan kremes yang crunchy saat digigit. Suasana makan semakin mantap dengan pendamping sambal bajak yang pedasnya cukup membakar lidah, dan juga lalapan yang terdiri dari irisan timun, kol, dan daun kemangi tersaji di atas piring rotan terpisah.

Menu lain yang tak kalah istimewanya adalah Ayam Bakar. Jenis ayam dan proses perebusan yang digunakan sama dengan Ayam Kremes. Namun, saat akan disajikan, ayam dipanggang di atas arang batok kelapa sambil sesekali diolesi dengan bumbu kecap. Aroma harum batok kelapa diyakini dapat memperkuat citarasa Ayam Bakar di atasnya. Agar matang merata, saat dipanggang ayam sesekali dibolak-balik.

Selanjutnya, Ayam Bakar dihidangkan di atas piring rotan beralaskan daun pisang sebagai pendamping nasi dan hidangan lainnya. Kurang mantap rasanya bila menikmati sajian Ayam Bakar tanpa cocolan sambal bajak yang pedasnya cukup membakar lidah. Namun, bagi Anda yang kurang menyukai cita rasa pedas, Anda bisa menambahkan kucuran kecap manis di atas sambal. Tambahan pelengkap berupa lalap dijamin makin menyemarakkan suasana makan Anda.

Pelanggan.

Rumah makan ini berkapasitas 400 orang ini, setiap harinya mulai beroperasi dari pukul 10 pagi sampai 9.30 malam. Di hari biasa, rumah makan ini ramai dikunjungi para pelanggan pada saat makan siang dan makan malam. Para pelanggan yang datang umumnya berasal dari karyawan pemerintahan kota Kediri-Jawa Timur seperti kantor kejaksaan, kantor kabupaten dan kantor Bulog. Sedangkan di akhir pekan, pelanggan yang mampir ke rumah makan ini umumnya dari kalangan keluarga atau pun wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepopuleran Ayam Kremes ala Rumah Makan Bu Lanny menjadikan rumah makan ini sebagai salah satu icon kuliner di kota Kediri. Banyaknya pegawai pemerintahan yang menjadi pelanggan setia. Rumah Makan Bu Lanny cukup membantu Lanny dan Ronny untuk mempromosikan bisnis keluarga ini. "Kalau ada tamu dari luar daerah atau pejabat pemerintahan yang datang ke Kediri, biasanya diajak ke sini oleh pelanggan kami yang bekerja di kantor pemerintahan tersebut," terang Ronny. Jadi, saat Anda singgah ke Kota Kediri, jangan lupa mampir ke Rumah Makan Bu Lanny ya...!

(Laili)


Kunci sukses menjadi pengusaha kuliner

Dibutuhkan kiat dan strategi yang jitu saat memutuskan untuk membuka satu jenis usaha yang memiliki banyak pesaing. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Lanny dan putranya Ronny yang berani melawan arus dengan membuka sebuah rumah makan yang menyediakan menu Ayam Kremes dari ayam kampung. Padahal, rumah makan lain hanya menggunakan ayam broiler sebagai bahan baku utama untuk menu sejenis.

Keputusan Lanny untuk fokus menjual satu jenis menu berupa Ayam Kremes di awal usahanya, tak ayal memberi kontribusi positif bagi promosi dan pengembangan usaha yang dilakukan. "Karena hanya menjual satu jenis menu, kami lebih mudah mempromosikan usaha ini," terang Ronny.

Berbagai upaya promosi juga patut dilakukan demi menjaring konsumen. Di antaranya dengan menyebarkan brosuk ke kantor-kantor pemerintahan dan memasang spanduk di depan pintu masuk rumah makan. Selain itu, hal yang patut untuk dilakukan adalah senantiasa menjaga konsistensi rasa dalam menu-menu yang disajikan. "Pelayanan yang baik juga turut andil dalam menjaring pelanggan lebih banyak lagi," tutup Ronny.

(Laili)

Person quoted: Ronny Prasetya (pemilik RM Bu Lanny)


* Resep Ayam Bakar ala RM Bu Lanny (untuk 2-3 orang)

Bahan:
- 1 ekor ayam kampung, buang ceker, cuci bersih
- 2 liter air
- 4 lembar ddaun salam
- 1 ruas jari lengkuas, memarkan
- 1 batang serai, memarkan

Bumbu halus:
- 6 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 1 ruas jari jahe
- 1 sdm ketumbar
- 1 ruas jari kunyit
- 4 butir kemiri
- Garam secukpnya
- Penyedap rasa secukupnya

Bumbu oles:
- Margarin secukupnya
- Kecap manis secukupnya

Pelengkap:
- Sambal bajak
- Timun
- Daun kemangi
- Kol

Cara membuat:
Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukkan daun salam, serai dan lengkuas, aduk rata. Masukkan ayam kampung aduk rata. Tuangkan air lalu rebus ayam selama 2 jam di atas api sedang. Angkat dan sisihkan. Panggang ayam di atas bara sambil sesekali diolesi dengan bumbu iles yang telah dicampur rata. Bolak-balik ayam agar matang merata. Susun ayam di atas piring rotan yang telah dialasi daun pisang. Sajikan bersama pelengkap sambal bajak dan lalapan.


* Resep Ayam Kremes ala RM Bu Lanny (untuk 2-3 orang)

Bahan:
- 1 ekor ayam kampung, buang ceker, cuci bersih
- 2 liter air
- 4 lembar daun salam
- 1 ruas jari langkuas, memarkan
- 1 batang serai, memarkan
- 100 gr tepung tapioka
- Minyak goreng secukupnya

Bumbu halus:
- 6 siung bawang putih
- 4 siung bawang merah
- 1 ruas jari jahe
- 1 sdm ketumbar
- 1 ruas jari kunyit
- 4 butir kemiri
- Garam secukupnya
- Penyedap rasa secukupnya

Adonan kremes:
- 150 gr tepung beras
- 50 gr tepung sagu
- 1 butir telur, kocok lepas
- 150 ml air sisa rebusan ayam
- garam secukupnya

Pelengkap:
- Sambal bajak
- Timun
- Daun kemangi
- Kol

Cara membuat:
Tumis bumbu halus hingga harum lalu masukkan daun salam, serai dan lengkuas, aduk rata. Masukkan ayam kampung, aduk rata. Tuangkan air lalu rebus ayam selama 2 jam di atas api sedang. Angkat dan sisihkan.
Kremes: Campur tepung beras, tepung sagu dan garam, aduk rata. Tuangkan air sisa rebusan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tepung tidak menggumpal. Tambahkan telur ayam, aduk rata. Tuang 1 sendok sayur adonan ke dalam minyak panas, goreng hingga kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan. Simpan di dalam wadah tertutup rapat. Lumuri ayam dengan tepung tapioka hingga rata. Goreng dalam minyak banyak yang telah dipanaskan hingga kecokelatan, angkat dan tiriskan. Susun ayam di atas piring  rotan yang telah dialasi daun pisang. Taburkan kremes di atasnya. Sajikan bersama pelengkap lalap dan sambal bajak.


Info Kuliner Edisi Khusus 2011


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: