29.3.12

[tourismindonesia] Segarnya Sego Mener yang hampir punah



Menu ciamik dari Gresik: Segarnya Sego Mener yang hampir punah

Gresik terletak di sebelah utara Surabaya. Udaranya cukup panas, berada di jalur utara Jawa Timur, dan cukup banyak industri yang berdiri di sini, seperti Semen Gresik dan Petrokimia.

Selain industri besar, Gresik juga penuh dengan industri lainnya dalam berbagai skala, khususnya untuk produksi garmen, industri tas, emas, perak, hingga songkok alias peci.

Banyaknya industri di Kota Gresik ternyata membuahkan salah satu budaya yang kuat tertanam hingga sekarang, yaitu budaya ngopi. Sangatlah mudah menemukan warung kopi di berbagai jalan Kota Gresik. Ada yang skala kedai pinggiran, sampai yang permanen. Bisa dibilang, kedai kopi adalah industri makanan paling hidup di kota Gresik, selain Nasi Krawu.

Tak hanya sekadar tempat ngopi, kedai kopi di kota ini justru menjadi ajang bersosialisasi, diskusi, bahkan konon tak sedikit yang memanfaatkan kedai kopi untuk ajang kampanye dalam dunia politik. Itu menunjukkan betapa ngopi menjadi budaya yang kuat dan mengakar di Gresik. Jadi sempatkanlah mencicipi kopi hangat di kedai kopi. Tak hanya kopi, rasakan juga kehangatan masyarakatnya.

Selain menikmati kopi, Gresik juga punya menu khas tradisional lainnya, yaitu Sayur Mener yang segar. Cicipi juga variasi menu lainnya seperti Rawon Tulang dan Martabak Usus yang lezat.

Nah, selamat menikmati menu asyik di Kota Gresik, ya.


Martabak Usus
Jl. Akim Kayat No.86

Martabak Daging, itu sudah biasa. Kalau di Gresik, sedang ramai Martabak Usus, yakni Martabak berbahan usus ayam. Dipadukan dengan bihun dan cabai rawit, wah, enak banget!

Jajanan ini beberapa bulan belakangan cukup ramai di Gresik. Sebagian besar penjualnya terkonsentrasi di sepanjang jalan Akim Kayat, masih satu ruas jalan dengan kedai Sego Mener, tetapi berjarak cukup jauh. Salah satunya kedai Martabak Usus di Jl. Akim Kayat No. 86. Kedai milik Ny. Sri (40) ini sudah 4 bulan menawarkan jajanan enak ini.

Martabak Usus mengambil pakem gaya Martabak Telur, yaitu menggunakan kulit renyah. Setelah kulit dilebarkan, kemudian diisi dengan bihun goreng yang dimasak kol, seledri, dan wortel. Setelah itu baru diberi usus ayam yang sudah dimasak krengsengan. Masakan ini berwarna kecokelatan. Rasanya cenderung manis dengan sedikit rasa pedas. Namun jika suka Martabak yang pedas, Sri akan menambahkan potongan cabai rawit di atasnya. "Kalau mau lebih pedas lagi, cabai rawitnya bisa ditambah sesuai selera," jelasnya.

Usai dibungkus dengan kulit, Martabak lalu digoreng hingga matang. Berbeda dengan Martabak Telur yang menggunakan wajan datar, Martabak Usus digoreng di dalam wajan biasa karena ukurannya memang tidak terlalu besar. Rata-rata ukuran Martabak berdimensi 10x10 sentimeter. Pokoknya pas untuk kudapan.

Setelah matang, Martabak disajikan bersama saus Martabak berwarna gelap yang citarasanya gurih, sedikit pedas. Martabak ini dijual dengan harga Rp 1.000 saja.

Selain Martabak Usus, Sri juga menyediakan Martabak Telur dan Martabak Tahu. Tentu saja dengan kombinasi usus jika Anda menyukainya. Khusus Martabak ini, Sri menjual sedikit lebih tinggi yakni Rp 2 ribu per buah.

Sri membuka kedainya mulai pukul 16.00-21.00. "Makan Martabak memang enaknya jadi camilan sore atau malam," kisahnya.

Martabak Usus Ayam ini muncul sebagai alternatif bagi penyuka kudapan berkulit renyah ini. Karena mengganti daging dengan usus, kata Sri, harga Martabak bisa ditekan lebih murah. Namun rasanya tak kalah enak. Ukuran Martabak pun dibuat kecil sehingga pembeli lebih puas menyantapnya. "Makan 2 buah saja sudah cukup kenyang, kok," imbuhnya.


Warkop Alun-Alun
Jl. Wachid Hasyim, Alun-alun Gresik

Jangan heran kalau warung kopi banyak sekali di Gresik. Mau Kopi Hitam, Kopi Susu. Kopi Jahe, sampai Kopi Instan, semuanya ada. Bahkan tak sedikit warung kopi yang buka 24 jam. Misalnya, di Alun-alun Gresik.

Budaya ngopi tak hanya beken di Sumatera, lo. Di Gresik, budaya ngopi juga sangat kuat. Sampai-sampai kedainya bisa ditemukan hampir di semua ruas jalan kota Gresik. Ada yang buka pagi, sore, bahkan 24 jam seperti Warkop (warung kopi) yang ada di alun-alun milik Cak Jefri. Sejak dari kedai kopi kecil belasan tahun lalu, hingga sekarang menjadi bangunan permanen membuktikan betapa ngopi menjadi budaya yang kuat di Gresik.

Kopi yang ditawarkan macam-macam. Mulai dari Kopi Hitam, Kopi Susu, Kopi Jahe, hingga Kopi Instan. Semuanya diseduh dengan air bergolak super panas membuat semua sari kopi larut sempurna menjadi kopi nikmat dan harum. Uniknya, porsi Kopi dibagi menjadi tiga, yaitu gelas kecil dan sedang serta besar.

Gelas kecil kira-kira berukuran mirip cangkir, namun disajikan menggunakan gelas mungil tanpa gagang, mirip dengan gelas minum teh di Cina. Sedangkan gelas sedang menggunakan gelas ukuran belimbing, dan ukuran besar menggunakan gelas panjang. Harganya bervariasi antara Rp 1.500-Rp 4 ribua.

Saking panasnya, Kopi pasti disajikan menggunakan lapak kecil. Nah, selain sebagai alas, lapak biasanya dituangi Kopi agar cepat dingin dan bisa diseruput dengan nikmat. Wah, segar!

Sebenarnya tak hanya Kopi yang tersedia di kedai yang terletak di sebelah timur alun-alun Gresik ini. Setiap kedai juga menyediakan minuman Teh, Susu, hingga Jeruk. Mau dingin atau panas, terserah Anda. Tersedia juga aneka Gorengan, hingga Nasi Krawu sebagai pengganjal lapar.

Kedai Kopi di Gresik sudah membudaya puluhan tahun lalu, kedai ini menjadi ajang interaksi bagi semua lapisan masyarakat, baik rakyat biasa hingga pejabat pemerintahan. Semua berbincang akrab dan ramah. Budaya ngopi di Gresik konon timbul karena banyak pekerja industri kerajinan tas, sarung, hingga peci yang bekerja siang hingga dini hari. Menjelang siang, biasanya mereka ngopi-ngopi sejenak agar kuat berdagang semalaman. "Budaya itu terus berkembang hingga sekarang, dan waktu ngopinya menjadi tidak terbatas, 24 jam," tutup Jefri yang membuka kedainya selama 24 jam.


Rawon Tulang
Jl. Kalimantan No. 16A,
Telp. (031) 71779449

Kalau ke Jawa Timur, rasanya kurang pas kalau belum mencicipi Rawonnya yang lezat itu. Anda bisa coba variasi Rawon yang menggunakan Iga Besar di kedai ini. Rasanya mantap!

Rawon jelas bukan makanan asiong, khususnya di kawasan Jawa Timur. Menu berkuah hitam akibat bumbu keluak ini biasanya menyajikan daging sapi sebagai bahan utamanya. Nah, di Gresik ada kedai yang justru menyajikan Rawon Tulang, lo. Wah, bagaimana rasanya, ya?

Kalau penasaran, langsung datangi saja kedainya di Kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), tepatnya di ruas Jl. Kalimantan. Di sana ada kedai Rawon Tulang milik Bpk Wafiq (31) yang sudah berdiri 2 tahun lalu. Sebenarnya apa, sih, Rawon Tulang itu? "Sebenarnya sama saja dengan Rawon pada umumnya, tapi saya gunakan Iga Besar yang utuh, tidak dipotong-potong kecil," jelasnya.

Seporsi Rawon Iga penampilannya memang menggiurkan. Dalam sebuah mangkok besar, 2 buah iga besar teronggok menantang selera makan dalam kuah yang panas dan hitam. Sebagai pelengkap bersantap, sepiring nasi hangat dengan tambahan taoge pendek, irisan jeruk nipis, dan sejumput sambal terasi siap jadi "lawan tanding" menu lezat ini.

Saat dicicipi, kuahnya cukup encer, tapi berbumbu kuat. Aroma keluak dan daun jeruk tercium cukup dominan. Sedangkan daging iganya empuk sekali. Mudah digigit dan melepasnya dari tulang. Menu seharga Rp 15 ribu ini layak jadi pilihan jika berkunjung ke Gresik.

Selain Rawon, Wafiq juga memiliki beberapa menu andalan lainnya, seperti Bebek Goreng, Bebek Spesial, Bakso Iga, Siomay, hingga Bebek Lepas Tulang. Menu yang disebut terakhir ini juga tak kalah favorit. Wafiq menawarkan bebek Goreng yang sudah dicopot tulangnya sehingga hanya menyajikan dagingnya saja. Jadi pengunjung tak perlu repot dengan tulangnya. Harga menu ini bervariasi mulai Rp 10 ribu-Rp 13 ribu.

Kedai berkapasitas 30 pengunjung ini buka mulai pukul 10.00-22.00.


Sego Mener
Jl. Akim Kayat No. 3

Sego Mener? Mungkin tidak terlalu banyak orang yang tahu, atau bahkan mungkin mendengar Sayur yang memadukan kesegaran kangkung da Sayur Kenthi ini. Penjualnya memang sudah langka. Sayur Mener paling cocok disantap bersama sambal mangga.

Selama ini, nama Nasi Krawu alias Sego Krawu memang lebih dikenal sebagai kuliner khas Gresik. Sego Krawu memang layak jadi makanan khas di Gresik karena memang penjualnya sangat mudah ditemukan di sudut-sudut kota Gresik. Tapi, sebenarnya masih ada satu lagi sajian nasi khas Gresik, lo. Namanya Nasi Mener alias Sego Mener.

Mener sendiri adalah sejenis sayur bening berbahan kangkung yang dirajang kasar dan kenthi (sejenis sayur seperti selada) yang dimasak dalam kuah bening kehijauan berbumbu bawang putih dan temu kunci. Rasanya segar, lo. Seporsi Nasi Mener terdiri dari Nasi yang disiram Sayur Mener, sejumput sambal pencit (mangga muda), sepotong ikan laut digoreng tepung, dan beberapa keping Peyek Kacang. "Seporsi menu ini saya jual Rp 5 ribu saja," kata Ny. Maryana (54) yang sudah 11 tahun berjualan menu khas Gresik ini.

Kalau merasa kurang pas dengan lauknya. Maryana masih punya banyak jenis lauk di meja saji tempat ia berjualan. Mulai dari Ikan Asin, Ayam Panggang, Babat, Usus, Bakwan Jagung, Tahu, Tempe, Telur Masak Bali, hingga aneka Ikan Laut Goreng Tepung. Ada juga Pepes Telur Ikan yang disebut Ndok Bader. Pepes Telur Ikan Laut ini berwarna merah, dan pedas. Rasanya enak sekali. Harganya Rp 2.500 saja.

Kedai milik Maryana ini mungkin satu-satunya kedai penjual Sayur Mener yang bisa ditemui di kota Gresik. Konon, penjual Sayur ini hanya tersisa di pinggiran. Itu pun Maryana hanya menggunakan pelataran di depan rumahnya untuk menjajakan menu khas Gresik yang sudah hampir dilupakan ini.

Maryana mulai melayani pelanggannya pukul 08.00-14.00. Kita bisa menikmati menu segar ini di teras rumahnya, atau di kedai sederhana di depan rumah sambil menikmati kehangatan warga Gresik yang ramah.


Teks & Foto: Miftakh
Visual: Benyamin W

Person quoted: Ny. Sri (pemilik Kedai Martabak Usus) .  Cak Jefri (pemilik Warkop Alun-Alun) .  Bpk. Wafiq (pemilik Kedai Rawon Tulang)


* Martabak Usus (untuk 7 buah)

Bahan kulit:
- 200 gr tepung terigu protein tinggi
- 1/4 sdt garam
- 150 ml air
- 30 gr minyak goreng
- 500 ml minyak untuk merendam
- minyak untuk menggoreng

Bahan isi:
- 100 gr bihun, diseduh, ditiriskan
- 1 buah wortel, diiris korek api
- 3 lembar kol, diiris tipis
- 4 siung bawang putih, dicincang halus
- 2 butir bawang merah, dicincang halus
- 3/4 sdt garam
- 1/4 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt gula pasir
- 1 tangkai seledri, diiris halus
- 1 batang daun bawang, diiris halus
- 75 ml kaldu ayam
- 2 sdm minyak goreng untuk menumis

Bahan Usus Kecap:
- 300 gr usus ayam, dicuci bersih
- 3 butir bawang merah, dicincang halus
- 2 siung bawang putih, dicincang halus
- 1 buah cabai merah besar, dicincang halus
- 1 lembar daun salam
- 2 cm lengkuas, dimemarkan
- 2 sdm kecap manis
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt merica bubuk
- 1/4 sdt gula pasir
- 100 ml air
- 5 buah cabai rawit hijau, diiris untuk taburan

Bahan saus (aduk rata):
- 4 sdt petis
- 4 sdm kecap manis
- 2 sdm air
- 1 sdm air asam

Cara membuat:
Kulit: Campur tepung terigu dan garam. Masukkan air sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Masukkan minyak goreng. Uleni smpai elastis. Timbang masing-masing 50 gram. Bulatkan. Renda, dalam minyak goreng selama 2 jam.

Isi: Panaskan minyak. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum. Masukkan wortel dan kol. Aduk sampai setengah layu. Tambahkan bihun, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Masak sampai matang dan meresap. Masukkan daun seledri dan daun bawang. Aduk rata. Angkat dan sisihkan.

Usus kecap: Rebus usus ayam bersama 2 lembar daun salam, 2 cm jahe, dan 2 cm lengkuas dalam 1.000 ml air sampai matang. Buang airnya. Potong-potong usus 2 cm. Panaskan minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah, daun salam, dan lengkuas sampai harum. masukkan usus. Aduk rata. Tambahkan kecap manis, garam, merica bubuk, dan gula. Tuang air. Masak sampai matang dan meresap. Ambil kulit. Giling tipis. Sisihkan. Panaskan minyak dalam wajan Martabak. Letakan selembar kulit. Beri isian bihun dan usus kecap. Taburkan cabai rawit. Lipat sampai tertutup rapat. Goreng sambil disiram-siram minyak panas sampai matang. Sajikan Martabak bersama sausnya.


Saji - 18-31 Mei 2011


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: