2.4.12

[tourismindonesia] Daun pepaya yang pahit pun disulap menjadi Keripik yang lezat



Keripik Nayla, Depok-Jawa Barat: Daun pepaya yang pahit pun disulap menjadi Keripik yang lezat

- Omset sebulan Rp 20 juta
- Keuntungan bersih di atas 50%

Terinspirasi dari Keripik Bayam yang sudah familier di masyarakat membuat Sukesi Suresi Mujiati (45 tahun) tidak mau kalah untuk mengolah daun pepaya untuk dijadikan keripik. Dengan penyesuaian resep dan pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja Depok, akhirnya Sukesi bisa membuat Keripik Daun Pepaya yang bisa diterima konsumen dan menjadi buah tangan khas kota Depok. Bagaimana prospek usaha ini?

Berbagai usaha telah digeluti SUkesi Suresi Mujiati atau biasa disapa Kesi untuk menyambung hidup keluarganya, mulai dari berdagag sayur mayur hingga ayam goreng telah dilakoninya. Di pertengahan tahun 2010, salah stau anaknya membawa Keripik Bayam sebagai oleh-oleh dari Bogor.

Melihat Keripik Bayam, Kesi terinspirasi untuk membuat Keripik Bayam. Cara membuat Keripik Bayam ini diperoleh Kesi melalui pelatihan di Dinaker Depok. Setelah berhasil membuat Keripik Bayam dan laku dijual, Kesi mencoba membuat Keripik lain yang lebih unik. "Kebetulan saya punya pohon pepaya di belakang rumah, jadi saya coba bikin Keripik Pepaya," ungkap Kesi, wanita kelahiran Ngawi, Jawa Timur 25 Agustus 1965 ini. Tak disangka, Keripik Daun Pepaya buatannya disukai para tetangga karena rasa yang unik dan enak.

Melihat potensi pasar tersebut, di bulan Oktober 2010, Kesi memulai usaha dengan modal sebesar Rp 900 ribu. Modal awal tersebut digunakan Kesi untuk membeli blender, hand sealer, peralatan dan bahan baku. Dalam jangka waktu satu bulan usahanya pun telah balik modal. Semua proses produksi berlangsung dari pukul 9 pagi sampai 6 sore yang berlokasi di Jalan Karya Bakti No. 16 Beji-Depok. Semua produk yang dibuat Kesi diberi label Keripik Nayla.

Varian Keripik.

Sejak awal usaha, Kesi telah membuat ragam keripik seperti Keripik Daun Pepaya, Keripik Daun Bayam, Keripik Jamur Tiram, dan Keripik Pisang. Harga yang ditawarkan untuk semua jenis keripik ini berkisar dari Rp 8 ribu (150 gr) hingga Rp 10 ribu (200 gr) per bungkus.

Dari semua varian keripik buatan Kesi, Keripik Daun Pepaya adalah produk unggulan yang banyak dicari konsumen. Hal ini karena Kesi berhasil menyulap daun pepaya menjadi camilan yang enak. Bukan itu saja, jika selama ini kebanyakan orang tidak menyukai daun pepaya karena rasanya yang pahit, tapi setelah dibuat keripik rasa pahit dari daun pepaya bisa berkurang dan terasa lebih renyah serta gurih.

Adonan pelapis.

Untuk membuat Keripik Daun Pepaya yang renyah dan tidak pahit, Kesi menggunakan daun pepaya yang setengah tua dengan ciri warna daun yang tidak terlalu pekat, dengan tekstur yang lembut dan tidak kaku. Daun pepaya ini kemudian dipoton dengan panjang 12 cm dan lebar 7 cm. Kesi mengaku tidak menggunakan daun pepaya varietas tertentu, yang terpenting daun tersebut tidak terlalu tua karena rasanya lebih pahit dibandng daun yang setengah tua. Daun pepaya yang telah dipotong dicuci dengan air mengalir, agar getah ada tulang daun berkurang sehingga rasa pahitnya berkurang. Daun pepaya yang telah dicuci, ditiriskan untuk mengurangi kadar air agar adonan pelapis dapat menempel pada daun sehingga menghasilkan Keripik Daun Pepaya yang kering dan renyah.

Adonan pelapis yang digunakan Kesi untuk membalut daun pepaya dibuat dari campuran dua tepung, yakni tepung beras Rose Brand dan tepung kanji dengan perbandingan 2:1 atau 200 gr tepung beras dan 100 gr tepung kanji merek Gunung Mas. Campuran tepung tersebut kemudian dilarutkan dengan tambahan air. Konsistensi adonan yang digunakan Kesi cukup kental dengan perbandingan jumlah tepung dan air sebanyak 1:1 atau 300 gr tepung banding 300 ml air. Untuk menghasilkan rasa gurih dan aroma yang harum Kesi menambahkan bumbu halus berupa bawang putih, kemiri, ketumbar, garam dan kaldu bubuk rasa ayam merek Masako serta irisan daun jeruk ke dalam adonan tepung. Agar aroma daun jeruk dapat keluar sempurna, sebelum diiris tipis, tulang daun jeruk terlebih dahulu dibuang dan daun diremas-remas.

Sesaat akan digoreng, barulah daun pepaya dicelupkan ke dalam adonan tepung dan sesegera mungkin digoreng dalam minyak panas bersuhu +- 70 derajat Celcius. Jika dibiarkan terlalu lama dalam adonan tepung, maka daun pepaya akan banyak menyerap air dalam adonan (lebih basah) sehingga hasil gorengan kurang renyah. Minyak yang digunakan juga harus minyak yang berkualitas baik, sehingga hasil keripik renyah dan dapat bertahan lebih lama. Selain itu, daun pepaya juga harus benar-benar terendam dalam minyak. Untuk menggoreng 500 gr daun pepaya, biasanya Kesi menggunakan 1 kg minyak Bimoli. Saat digoreng, daun tidak boleh terlalu sering dibolak-balik karena akan membuatnya dapat menyerap banyak minyak. Agar keripik bertahan lama, Kesi hanya menggunakan minyak goreng setelah dua kali proses penggorengan. "Minyak jelantah bekas menggoreng keripik biasanya saya jual ke pedagang gorengan, jadi tidak terbuang percuma," ujar Kesi.

Proses penggorengan dilakukan hingga keripik berwarna kecokelatan. Setelah itu, keripik ditiriskan di atas kertas minyak untuk menurunkan kadar minyak yang terserap dalam keripik. Proses penirisan ini juga dimaksudkan untuk mendinginkan keripik sebelum dikemas. Proses penirisan ini juga dimaksudkan untuk mendinginkan keripik sebelum dikemas. Proses ini berlangsung selama +- 10 menit. Untuk pengemasan, Kesi menggunakan plastik mika ukuran 20 cm x 35 cm untuk berat 200 gr dan ukuran 20 cm x 30 cm untuk ukuran berat 150 gr. Dan 1 kg daun pepaya dapat menghasilkan 8-10 bungkus Keripik Daun Pepaya.

Setelah produk dikemas, lalu direkatkan dengan menggunakan hand sealer atau mesin pressing untuk mengedapkan udara sehingga kerenyahan keripik dapat bertahan lama. Agar keripik buatannya lebih dikenal luas, Kesi menambahkan label yang bertuliskan nama usahanya tersebut. Namun, hingga saat ini Kesi belum mengantongi nomor registrasi dari Dinas Kesehatan terkait izin industri rumah tangga (P-IRT), sehingga ia hanya mencantumkan nama usahanya saja di label kemasannya. "Sekitar bulan April 2011 nant, izin usaha dari Dinas Kesehatan baru bisa keluar," ujarnya.

Keripik Daun Pepaya ala Kesi mampu bertahan selama sebulan. Selain karena menggunakan minyak yang berkualitas baik, Kesi juga tidak menyimpan keripik buatannya di tempat yang terpapar sinar matahari langsung secara terus menerus.

Omset.

Dalam sehari, Kesi mampu menjual 70 bungkus aneka keripik. Jadi, total jumlah penjualan keripik dalam sebulan mencapai 2.100 bungkus. Sehingga omset yang diraup bisa sebesar Rp 20,7 juta dengan keuntungan bersih mencapai 52% atau sebesar Rp 10,95 juta.

Bahan baku.

Dalam menjalankan usaha ini, Kesi membutuhkan bahan baku berupa 50 kg daun pepaya, 50 kg  daun bayam, 20 kg telur, 30 tandan pisang nangka, 100 kg tepung beras merek Rose Brand, 50 kg tepung kanji merek Gunung Mas, 300 L minyak goreng merek Bimoli, 12,5 kg bawang putih, 12,5 kg kemiri, dan 3 kg ketumbar. Semua bahan baku dibeli di Pasar Kemiri Depok. Khusus untuk daun bayam, Kesi memiliki petani yang memasok setiap hari dan berlokasi di sekitar rumahnya di Jl Karya Bakti, Tanah Baru Depok.

Selain bahan baku, peralatan untuk usaha ini antara lain kompor dari besi cor, wajan, peniris minyak, baskom, blender, dibeli di Maspion Plaza dan pasar Kemiri di Depok. Untuk operasional usaha, saat ini Kesi belum memiliki karyawan dan hanya dibantu seorang anaknya.

Pemasaran.

Sampai saat ini, selain menjual sendiri di rumahnya, Kesi sudah memasarkan keripiknya ke warung di sekitar rumahnya, Indomaret di Depok, dan restoran di kawasan Blok M. "Untuk Indomaret dan Blok M, bukan saya yang langsung menyuplai tapi ada agen yang ngambil ke sini," ungkap Kesi. Untuk agen, minimal pengambilan 30 bungkus dengan mendapatkan diskon sebesar 10%.

(Bomas Adi Permadi)

Person quoted: Sukesi Suresi Mujiati (pemilik Keripik Nayla)


* Keripik Daun Pepaya ala Keripik Nayla (untuk 16 Kg)

Bahan:
- 5 kg daun pepaya setengah tua
- 5 kg tepung beras
- 2,5 kg tepung kanji
- 1 kg telur ayam
- 7,5 liter air
- 10 liter minyak goreng

Bumbu:
- 250 gr bawang putih
- 250 gr kemiri
- 100 gr ketumbar
- 10 lembar daun jeruk, iris halus
- 4 bungkus kaldu Masako Rasa Ayam
- 100 gr garam

Cara membuat:
Cuci bersih daun pepaya dan tiriskan hingga kering. Haluskan bumbu, campur dengan air dan telur. Tuang ke dalam campuran tepung beras dan tepung kanji, aduk hingga adonan licin. Celupkan tiap lembar daun ke dalam adonan tepung, lalu goreng hingga kering. Angkat keripik dan tiriskan. Setelah keripik dingin, simpan dalam toples dan disajikan.


Keripik Nayla
Jl. karya Bakti RT 02/RW 04 No. 16 Tanah Baru, Beji - Depok
Telp. (021) 8322 7862


Info Kuliner - 11-24 Maret 2011

---------------------------------------------

Tips membuat Keripik Daun yang renyah

- Tiriskan daun yang telah dicuci hingga kering, dan dilap dengan kain atau tisu.

- Membuat adonan pelapis menggunakan 2 jenis tepung yaitu tepung beras dan tepung kanji dengan perbandingan 2:1. Artinya menggunakan 200 gr tepung beras dan 100 gr tepung kanji serta dilarutkan dengan air sebanyak jumlah tepung beras dan kanji dalam satu resep.

- Sebaiknya menggunakan minyak goreng yang baru

- Saat menggoreng sebaiknya jangan terlalu sering dibolak-balik agar keripik tidak terlalu banyak menyerap minyak.


---------------------------------------------

Perhitungan usaha dan asumsi pendapatan Keripik Daun Pepaya Nayla Per bulan

Modal Awal            : Rp 1.000.000
- Kompor        : Rp  50.000
- Peralatan Memasak    : Rp 200.000
- Sealer        : Rp 200.000
- Kemasan        : Rp  50.000
- Bahan Baku        : Rp 500.000

=============================================

Pengeluaran Selama Sebulan:
1. Bahan baku                : Rp. 7.798.000
- Daun Pepaya            : Rp   500.000
- Daun Bayam            : Rp   400.000
- Tepung Beras Rose Brand    : Rp 1.000.000
- Tepung Kanji Gunung Mas    : Rp   350.000
- Pisang Nangka            : Rp   600.000
- Telur                : Rp   300.000
- Bawang Putih            : Rp   312.000
- Ketumbar            : Rp    36.000
- Kemiri            : Rp   400.000
- Daun Jeruk            : Rp    50.000
- Garam                : Rp   100.000
- Minyak goreng Bimoli        : Rp 3.750.000

=============================================

2. Biaya Operasional        : Rp 1.950.000
- Listrik    : Rp   500.000
- Gas        : Rp   450.000
- Kemasan    : Rp 1.000.000

=============================================

Pendapatan (Omset) Selama sebulan    : Rp 20.700.000


=============================================

Keuntungan Bersih (52% dari omset Rp 10.952.000)

Pendapatan - Bahan Baku - Biaya Operasional = Keuntungan
Rp 20.700.000 - Rp 7.798.000 - 1.950.000 = Rp 10.952.000

Catatan:
Semua bahan baku dibeli dari Pasar Kemiri Depok
Semua peralatan dibeli di Maspion Plaza Depok


----------------------------------------------------

Asumsi pengeluaran Keripik Daun Pepaya Nayla per bungkus

- 5 kg daun pepaya        : Rp  50.000
- 5 kg tepung beras Rose Brand    : Rp  50.000
- 2,5 kg tepung kanji Gunung Mas: Rp  35.000
- 1 kg telur            : Rp  30.000
- 10 L minyak goreng        : Rp 150.000
- 250 gr bawang putih        : Rp   6.250
- 250 gr kemiri            : Rp   8.000
- 100 gr ketumbar        : Rp   3.600
- 10 lembar daun jeruk        : Rp   1.000
- 4 bungkus kaldu ayam Masako    : Rp   2.000
- 100 gr garam            : Rp     500

=============================================

Total pengeluaran        : Rp 336.350
Menghasilkan 16 kg        : Rp  21.000/kg (pembulatan)

Modal Keripik Daun Pepaya per bungkus (200 gr)        : Rp  4.200
Harga Jual Keripik Daun Pepaya per bungkus (200 gr)    : Rp 10.000

------------------------------------------------------

Info Kuliner - 11-24 Maret 2011


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___