2.4.12

[tourismindonesia] Nikmatnya Udang Galah di Gubug Mang Engking



Kuliner Nusantara: Nikmatnya Udang Galah di Gubug Mang Engking

Tidak perlu pergi jauh untuk sekadar menikmati makanan lezat di tempat yang memiliki nuansa pedesaan. Gubug Makan Mang Engking yang berlokasi di Danau Salam Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, menawarkan nuansa tersebut untuk Anda.

Gubug lesehan dengan arsitektur Sunda yang berdiri di atas kolam ikan, akan memanjakan Anda hingga terasa ingin berlama-lama di sana.

Menu istimewa Udang Galah Bakar Madu ala Gubug Mang Engking patut dicoba. Gurihnya Udang Galah hasil tambak Mang Engking sendiri ini menyatu dengan manisnya madu yang melumuri udang bakar tersebut, sungguh memberi sebuah cita rasa yang beda. Apalagi jika dicocol dengan sambal terasi Dadak.

"Soal menu Udang Galah Bakar Madu memang hanya ada di sini. Tidak ada di tempat lain. Makanya menu spesialnya Udang Galah Bakar Madu," ungkap Wakil Manager Gubug Makan Mang Engking Sutopo kepada Pos Kota kemarin. "Selain Udang Bakar Madu, kami juga punya Ikan Gurame Bakar Madu yang tak kalah istimewanya," tambahnya lagi.

Tentang pemilihan nuansa alam, Sutopo mengaku hal tersebut dilakukan karena banyak orang yang ingin menyantap makanan spesial di tempat spesial juga.

"Memang banyak tempat makan memilih konsep seperti kami. Tapi kami yakin bahwa kami bisa memberikan sesuatu yang berbeda," papar bapak empat anak ini.

Sutopo menambahkan, untuk kokinya langsung dipilih oleh Mang Engking sendiri. Agar cita rasa yang selama ini dipertahankan tetap terjaga.

Soal harga, untuk satu porsi Udang Galah Super Bakar dengan berat setengah kg harganya Rp79.000. Kemudian Udang Galah Super Goreng, Saus Tiram, saus padang, asam manis, rebus dan sop, rata-rata harganya Rp76.500 per setengah kilogram.

Untuk harga Udang Galah standar Bakar Madu Rp 69.000 per setengah kilogram. Adapun udang standar goreng, goreng tepung, saus tiram, saus padang, asam manis, rebus, dan sop rata-rata harganya Rp 69.500 pr setengah kilogram.

Selain itu, untuk harga kepiting goreng, saus tiram, saus padang, asam manis, rebus, dan sop rata-rata Rp 110.000 per satu kilogram. Sedangkan kepiting lemuri (lunak) goreng, saus tiram, saus padang, asam manis, rebus, dan sop rata-rata harganya Rp 72.500 per setengah kilogram.

Selanjutnya Gurame Bakar Madu, kecap, goreng, saus tiram, saus padang, asam manis, cobek, dan sop untuk ukuran besar harganya Rp59.500 per ekor. Ukuran sedang Rp 49.500 per ekor, dan kecil Rp 39.500 per ekor.

Sebagai teman menikmati makanan istimewa Mang Engking, Es Kelapa Muda Utuh, Jus serta seduhan teh hangat maupun dingin akan melengkapi kenikmatan bersantap Anda.

Dengan jam operasional mulai dari pukul sepuluh pagi hingga pukul sembilan malam, Gubug Mang Engking selalu terlihat ramai dipadati pengunjung. Ada baiknya Anda melakukan pemesanan tempat terlebih dahulu, sebelum datang kesana agar tidak merasa kecewa karena tidak kebagian tempat.

(embun/rf/r)

Person quoted: Sutopo (Wakil Manager Gubug Makan Mang Engking)

RM Mang Engking
Danau Salam, Kampus UI Depok
Telp. (021) 9956 9150

Pos Kota - 28 November 2010

_______________________________________

Asyiknya bersantap di Saung Mang Engking (sri noviarni)

RM Mang Engking
Danau Salam, Kampus UI Depok
Telp. (021) 9956 9150



Kembali ke alam dengan suasana pedesaan, itulah konsep yang ditawarkan  rumah makan Mang Engking. Bertempat di kawasan Kampus UI, Depok, restoran ini mengajak tamu untuk sementara melepas penat.

Begitu kaki melangkah masuk ke dalam restoran ini, yang pertamma kali dilihat adalah suasana alam layaknya di sebuah kampung di daerah Jawa Barat. Beberapa saung tampak mengapung di atas kolam yang dipenuhi berbagai jenis ikan yang tengah  bermain membentuk kelompok. Ada ikan mas, nila, dan mujair.

Ikan tersebut bagaikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang, terutama anak-anak. Mereka sibuk memberi makan ikan-ikan itu. Tampak seorang anak melempar sesuatu ke dalam kolam dan langsung disambut oleh sekawanan ikan. Di sini pengunjung memang boleh memberi makan ikan-ikan itu. "Asal jangan dipancing saja," ujar S Sutopo selaku pengelola rumah makan Mang Engking.

Restoran yang beroperasi sejak Maret tiga tahun lalu ini menempati lahan yang lumayan luas. Tidak tanggung-tanggung, yakni sekitar 5.000 meter persegi. Bisa dibayangkan, restoran ini bagaikan kampung kecil di tengah luasnya lahan UI yang dipenuhi oleh hutan-hutan yang masih asri. Sedikitnya ada 22 saung di restoran yang terletak di Danau Salam kampus UI ini. Saung-saung itu dapat menampung hingga 600 orang.

Daya tampung masing-masing saung pun berbeda, berkisar antara 8 hingga 100 orang. Restoran ini tampak asri dan cantik bukan hanya karena letaknya ada di tengah hutan UI, namun juga lantaran pihak pengelola menanam aneka tumbuhan di sekitar restoran.

Berkat suasananya yang alami, Mang Engking kerap dijadikan lokasi yang pas untuk pemotretan pre-wedding. Anda tidak perlu repot pergi ke luar kota demi mencari suasana pedesaan yang pas. "Restoran kami memang sering dijadikan tempat untuk berfoto ataupun syuting iklan oleh pengunjung yang makan di sini," kata Sutopo kepada Seputar Indonesia.

Bukan hanya cocok bagi keluarga, pasangan kekasih pun bisa menikmati keindahan alam yang ditawarkan Mang Engking. Bahkan, menurut Sutopo, restoran ini acap kali digunakan sebagai lokasi meeting maupun presentasi. Sudah tiga kali pula sejak didirikan, Mang Engking dijadikan tempat menggelar resepsi pernikahan. Dengan luasnya lahan, tentu Mang Engking mampu menampung tamu hingga ratusan orang. Masalah tata letak pelaminan ataupun penempatan alat musik dan sebagainya, diserahkan kepada pasangan yang hendak menikah. Demikian juga untuk hidangan prasmanan yang disediakan. Ada paket menarik yang ditawarkan.

Pendirian rumah makan Mang Engking sebenarnya tidak pernah diniatkan. Sutopo menuturkan, sang pemilik yang mempunyai tambak udang di kampung awalnya hanya ingin mengekspor udang berkualitas. Namun akibat kejadian bom Bali beberapa tahun silam, niat tersebut tidak jadi diwujudkan. Istri si empunya restoran kemudian berinisiatif mendirikan Mang Engking dengan menu andalan udang bakar madu yang merupakan resep turun-temurun keluarganya.

Tidak disangka, udang bakar itu mendapat sambutan positif dari pengunjung hingga akhirnya restoran ini berekspansi ke berbagai wilayah, seperti Pasuruan, Surabaya, Cibubur, dan Bali. Sementara pusatnya ada di Sleman, Yogyakarta. Agak ke belakang di restoran ini, pengunjung dapat melihat sebuah akuarium berukuran cukup besar, yang menampung udang galah dan gurame. Kedua jenis hewan air tersebut siap ditangkap dan diolah jika ada pengunjung yang memesan.

Udang galah di Mang Engking, menurut Sutopo, didatangkan dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, termasuk ikan guramenya. Sedangkan kepiting berasal dari Cilacap dan Sulawesi. Hanya cumi yang dibeli di Jakarta. Hidangan laut inilah yang menjadi magnet bagi pengunjung. Apalagi dengan bumbunya yang sedap.

Salah seorang pengunjung Mang Engking, Yanti, termasuk yang kepincut oleh sajian di sini. Wanita yang berdomisili di bilangan Cinere, Depok, itu mengaku baru pertama kali berkunjung ke Mang Engking. Dia mengetahui soal tempat ini dari seorang teman.

"Katanya gurame asam manis di sini enak, saya jadi penasaran untuk mencoba. Ternyata benar, enak," ujar Yanti. Dia pun menyatakan keinginannya mengajak keluarga kembali ke restoran ini di lain waktu.

Menurut Yanti, hidangan laut yang lezat kebanyakan masih berada di kawasan Jakarta Utara. Dengan adanya Meng Engking, maka bertambah lagi lokasi bersantap alternatif bagi dia dan keluarga, terutama ketika mereka sedang rindu menyantap hidangan laut.

Senada dengan pengakuan Arvin, salah seorang karyawan swasta di bilangan Jaktim. Arvin bersama rekan sekerjanya cukup sering menikmati makan siang di restoran ini. "Saya dan teman yang lain paling suka makan udang bakar madu. Makanya, kami ke sini terus," sebut Arvin.

Bukan hanya karena makanannya, suasana sejuk yang ditawarkan restoran ini juga tak pelak membuat karyawan di bidang ekspor-impor itu betah berlama-lama berada di sini. Pada hari kerja, Mang Engking memang tampak lengang. Namun jika Anda berkunjung di akhir pekan, sebaiknya siapkan diri untuk berada di daftar tunggu. Meski restoran ini mampu menampung ratusan orang, tapi pada Sabtu ataupun Minggu banyak orang yang tidak bisa mendapatkan tempat. Mau tidak mau pengunjung yang sudah mendapat tempat, dibatasi waktunya hanya dua jam agar pengunjung lain tidak harus menunggu terlalu lama. Memang benar, dengan atmosfer pedesaan yang kental itu, siapa yangh tidak betah berlama-lama?

Rupa-rupa hidangan laut

Pada umumnya restoran Sunda bukan hanya menyajikan hidangan asal Jawa Barat. Namun, selalu dipadukan dengan kesegaran hidangan laut. Sama halnya dengan rumah makan Mang Engking. Restoran dengan konsep pedesaan yang kental itu justru terkenal dengan kelezatan menu hidangan laut yang menjadi andalan.

Yang paling dicari orang adalah hidangan udang bakar madu. Udang ini tersedia dalam dua pilihan, ukuran super dan ukuran standar. Untuk yang ukuran standar ada 15 ekor udang. Sementara untuk ukuran super ada 8 ekor udang yang ditawarkan dalam satu porsi.

Bagi yang memesan udang bakar madu, maka siap-siap saja wajah akan berlepotan dengan saus karena saking asyik menyantap hidangan ini. Namanya udang bakar madu, maka udang tersebut dilumuri dengan madu dan bumbu lain. Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh S Sutopo selaku pengelola Mang Engking. Mengenai bumbu apa saja yang digunakan sehingga membuat saus udang madu ini amat lezat, Sutopo tidak ingin membuka rahasia dapurnya.

Ukuran udang galah yang lumayan besar dan garing serta diolesi dengan saus madu di setiap udang membuat acara makan semakin nikmat. Perpaduan rasa bumbu udang yang manis dan pedas menyatu di lidah. "Karena ini merupakan resep keluarga dari sang pemilik jadi enggak ada di tempat lain," ujar |sutopo. Harga seporsi udang super bakar madu ini Rp79.000, setimpal dengan kenikmatan yang ditawarkan.

Lebih lanjut Sutopo menyatakan, pengunjung yang datang pun biasanya kembali lagi karena kelezatan udang bakar madu itu. Di samping udang bakar madu, olahan udang yang lain adalah udang goreng, udang saus tiram, udang saus padang, udang asam manis, dan udang rebus.

Hampir sama dengan olahan kepiting. Ada kepiting goreng saus tiram dan kepiting saus padang. Ada dua jenis kepiting, kepiting biasa dan kepiting lemuri atau lunak sehingga cangkangnya bisa dinikmati. Berbeda dengan kepiting yang biasa.

Tidak suka udang ataupun kepiting? Tenang saja, karena Anda bisa memesan cumi dengan olahan yang kurang lebih sama. Ada cumi bakar kecap, cumi goreng tepung dan cumi asam manis. Yang tak kalah spesial adalah ikan gurame. Boleh pilih, mau diapakan ikan gurame ini. Hanya, Seputar Indonesia menyarankan Anda untuk memilih menu gurame cobek. Ini memang menu yang dijagokan Mang Engking. Ikan Gurame yang digoreng garing itu mempunyai daging yang empuk dan garing hingga ke bagian tulangnya.

Tidak salah memang jika ada yang menghabiskan ikan ini hingga kepalanya. Hidangan ini menjadi begitu sedap dengan ditambahkan irisan cabai merah di sekelilingnya. Membuat makan semakin nikmat. Tambahkan pula lalapan yeng berisi kol, tomnat, mentimun, daun kemangi, dan daun selada. Lalapan ini paling pas dicocol dengan sambal terasi dadak yang pedasnya juga pas. Atau Anda boleh pula memilih sambal tomat.

Pilihan sambal yang lain, ada sambal kecap dan sambal cobek atau pecak dengan jeruk limau. Untuk melengkapi makanan Anda, tersedia pula menu sayuran seperti tumis kangkung, karedok, dan sayur asem. Juga ada tahu dan tempe goreng. Jangan lupa untuk segarkan dahaga dengan berbagai pilihan minuman yang ditawarkan. Ada es kelapa muda, es cendol, es jeruk, serta aneka jus. Untuk minuman dihargai Rp 1.000-Rp 18.500. Sedangkan makanan dibanderol mulai Rp 4.000-Rp 110.000.

Saat ini restoran Sunda, yang dikenal selalu menyuguhkan makanan yang menyehatkan, tumbuh menjamur di kota-kota besar, terutama di Jakarta. Dengan demikian, kompetisi antara restoran Sunda pun semakin ketat. Sutopo tidak menampik hgal tersebut, namun dia meyakini bahwa masing-masing restoran mempunyai kelebihan tersendiri.

Person quoted: S Sutopo (pengelola rumah makan Mang Engking)

Seputar Indonesia - 05 March 10


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: