19.9.12

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Lajar Tantjep „Tiga Dara” Sabtu 22 September 2012 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Lajar Tantjep TIGA DARA"
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Sabtu, 22 September 2012 djam poekoel 18.00an Maghrib
Rp.0/orang (yap, tidak bayar cing!) sudah termasuk:
(nonton film yg melegenda Tiga Dara" produksi thn 1956)
(planga-plongo atau haha-hihi sama gebetan baru, uhuy!)
(Puter Film Lajar Tanjep ini diselenggarakan dalem rangka:
Oelang Tahon sahaBATMUSeum jang ke-10, dan atjara ini
didukung sepenuhnja oleh Museum Mandiri - Jakarta Kota)

(Silahkan adjak temen, familie, sobat-ande jang suda perna
ikutan program: PLESIRAN TEMPO DOELOE selama ini, atau-
pun jang belum pernah sama sekali dan kesengsem buanget
untuk menjaksikan suguhan lajar tanjep jang okee punja ini)
 
(foto halaman dalam Museum Mandiri, dapat dilihat di lampiran
email ini, lokasi layar ada di depan atas yg ada orang lagi jalan,
bisa menampung banyak orang, asalkan mendaftar lewat email)

(Film mulainja djam poekoel 19.00 WIB, klaar djam poekoel 21.00 WIB)
(kategori film ini: 13 tahun ke atas, romansa cintanja gak cocok buat
anak ketjil jang blom pernah merasahken manis-pahitnja djatuh tjinta)

(Semua peserta yang kepengen nonton DIWAJIBKAN mendaftar lewat
email adep@cbn.net.id = adep at cbn dot net dot id, jika tidak, kagak
bakalan diperbolehkan masuk Museum Mandiri. Maap, verboden Tuan!)
(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, biar semua nama tercatat dan terdata rapi)

(Makanan Ringan, Minuman Panas & Dingin, Pop-Mie tersedia di lokasi
layar tancep, dengan harga yang tidak mencekik leher seperti yg ada
di "Bioskop-Bioskop Kesayangan Anda". Semua harga di bawah ceban)

(Disarankan bawa alas buat duduk, apakah itu koran bekas, tiker atau
apa aja biar celana gak kotor, lalu bawa autan juga kalo perlu, senter
jangan lupa dibawa karena ntar pan gelap gitu pas nonton, biar kagak
kesandung atau keselengkat orang laen, duh bahasa gue betawi bgt!)   


"Lain kali hati-hati Nona, njebrang djangan sembarangan..."

"Siapa jang salah?! u-uuh Bung jang salah! mentang-mentang make skuter, djangan
se-
enak-nja sadja mendjual mata di djalanan. Liet-liet gadis di tepi djalan. Laki-Laki semua-
nja salah, Tauuuuuk!"

Pengen tahu kelandjutan adegan film ini, dan kisah tjinta nan romantisnja? Djangan sampe
tida
dateng ke atjaranja SAHABATMUSEUM nan seru untuk jang kesekian kalinja, bertadjuk:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Lajar Tantjep Tiga Dara"
Saptoe, 22 September 2012 dari djam poekoel 18.00 maghrib sampe jam 21.00 malem yah

Adddduch, itu tjuplikan dialog jang loemajan bekend dalem film legenda Tiga Dara. Sampe-
sampe band indie bernama "White Shoes & The Couples Company" pasang itu dialog dalem
pembukaan di salah satu lagunja. Sungguh kedjadian ironis jang dialamken gadis muda jang
amet ketus kepada kaum pria. Inti tjerita itu adalah perihal Nunung, putri Pak Iskandar jang
tida kundjung menikah di usianja jang -menurut neneknja- sudah tua, jakni ..29 tahun. Tiga
Dara jang dimaksud di itu film adalah kakak beradik Nunung-Nana-Neni jang setelah ditinggal
mati oleh ibunja, Nunung djadi merenung, Nana merana, Neni.... selalu bersedih hati (kutipan
dari film, tapi sajang jang terachir pilihan katanja kurang nendang). Tetapi Tuan-Njonja akan
ke
tawa terbahak-bahak sepandjang film sebab-sebab acting alami deripada semua karakter-
nja jang bagus dan patut diatjungkan 2 djempol. Sungguh menawan, dan bikin hati seneng.

Film lawas bikinan tahon 1956 ini bole dibilang film "drama musikal" jang mana terdapat ba-
njak sekali njanjian merdu dan menjedjukkan hati. Usmar Ismail sebagi sutradaranja, suda
berhatsil bikin laki-laki seantero Djakarta mabok kepajang pada masa itu, dengen menjak-
siken penampilan deripada tiga dara muda: Tante Mieke Widjaja, Chitra Dewi dan Indriati
Iskak, jang punja kwalieit acting tiada kaduanja, ditambah lagi peran Nenek jang tjerewet
dan djuga Bapaknja jang super sibuk sehingga tida punja tempo untuk memikirkan djodoh
putri sulungnja, hingga sang Nenek turut berperan sebagi Mak Tjomblang untuk tjutjunja
itu. Adegan demi adegan berdjalan lantjar dan menghibur, hingga achirnja terdjadi konflik
antara kakak dan adik untuk mendapatkan tjinta saorang laki-laki jang netjes en parlente
dan dojan bawa skuter kuliling kota Djakarta. Ach, bagus sekali Djakarta di tahon 1950an.

Shooting film dilakuken di sekitar bilangan Kebajoran, satu daerah baru jang dibangun se-
bagi "Kota Satelit" pada tahun 1948. Centrale Stichting Wederepbouw, jang djuga bekend
disebut: CSW, jang membangun kawasan ini dan mendjadikan Kebajoran sebagi pemukiman
baru warga Djakarta. Konsep blok dipake oleh perusahaan real-estate ini, maka djanganlah
heiran djika hari ini kita mengenal nama: Blok M, Blok A, Blok S, Blok P, Blok Q, dan laennja.

Untuk mengetahui riwajat blok-blok di Kebajoran ini, Tuan dan Njonja nantiken sadja itu pro-
gramma PLESIRAN TEMPO DOELOE di waktoe mendatang jang bakalan hadir, dengen djudul:
"Kebajoran bikinan CSW". Sekian dahulu informatie ini, kitaorang tida mahu tjerita pandjang-
pendek, supaija Tuan dan Njonja beserta familie, temen dan sobat-ande dateng Saptoe ini,
dan kitaorang akan kassie tahu tentang dimana locatie preciesnja itu rumahnja si Tiga Dara
jang di hari ini merupaken djalanan besar dan rame, jang bole djadi Tuan dan Njonja lewatin
saben hari. Eh, atau ada jang sudah tahu, dan punja pendapat laennja ??? Silahkan hubungi
kitaorang agar generatie muda dapet pangatahuan baru perihal perkembangan kota Djakarta.

"Pilihan-ku Bung, manusia biasa.
Walaupun mas-kawin-nja hanja
beca', beca', beca', Be-Caaa.."
*maksudnya becak*

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB: adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org  
 
 


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Lajar Tantjep TIGA DARA"
18.00 – 19.00: Pendaftaran Ulang di Museum Mandiri
19.00 – 21.00: Puter Film TIGA DARA" (tahun 1956)
21.00 – 21.30: Acara Selesai, dan Siap-Siap Pulang!

(oh iya letak Museum (Bank) Mandiri ini: kalo naik busway, pas di halte
paling ujung, yaitu Halte Stasiun Kota, pas keluar dari haltenya nih, lgs
nyebrang ke kiri jalan aja, (lewat bawah tanah yah) kalo ke kanan khan
ke Stasiun Jakarta Kota,
pokoknya keliatan kok gedungnya gede banget
dan di situ juga ada
plang yang bertuliskan Museum Mandiri (gede juga)

Kalo pada mau bawa
kendaraan, ada parkir mobil dan motor juga, baik
yang di depan maupun
yang di dalem gedung, masuk ke belakangnya,
kalo dari arah Glodok/Jl.Pintu Besar Selatan, pas di lampu merah (kalo
ke kanan ke arah Mangga Dua). Ambil belok kiri aja, lurus sampe ktemu
puter balik di bawah fly-over, lakukan puter balik, lalu lurus aja ke arah
menuju timur (Stasiun Kota) 
nanti ketemu pintu masuk ke Museum Bank
Mandiri yang di bagian belakangnya, minta tolong aja sama satpam sini
untuk masuk ke dalem parkiran Museum Bank Mandiri, lumayan banyak)

(tp kalo parkiran disini penuh, silahkan parkir di sekitar Taman Fatahillah,
lewat Jl.Pintu Besar Utara, belok kiri ke Jl.Bank, belok kanan lgs ke Jl.Kali
Besar Barat, terus sampai Lampu Merah, belok ke kanan, ikutin jalan aja,
nanti di depan ada puter balik (di tanda gak boleh, tapi kalo ke museum,
boleh kok, ikutin jalan itu aja, bisa parkirnya di deket Museum Fatahillah)


Attachment(s) from Ade Purnama

1 of 1 Photo(s)


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: