21.2.13

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: NEDERLAND 24-25-26-27-28-29-30-31 Mei - 1-2 Juni 2013



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Belanda/Holland
Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta terminal 2F
Jumat, 24 Mei 2013 jam 17.00 WIB petang
US$ 2525 (sudah termasuk tiket pesawat:
Garuda Indonesia, pergi-pulang, Jakarta -
Amsterdam - Jakarta (tgl 24 Mei & 1 Juni)


(cuma butuh 6 hari cuti, karena akan kena 2x
weekends: Sabtu-Minggu tgl 24-25 Mei 2013,
dan 1 lagi, di Sabtu-Minggu tgl 1-2 Juni 2013).
(cuti: Jumat-Senen-Selasa-Rabu-Kamis-Jumat)
(atau, di hari: Jumat 24 Mei 2013 pulang cepet,
jadinya butuh 5 hari cuti aja utk PTD Belanda :)

(sampe hari ini yg menyatakan tertarik udah ada:
20 orang, dari kuota 40 peserta, tapi belom pada
transfer DP/Doeit Pandjer/Down Payment. Keikut-
sertaan PTD ke Belanda ini berdasarkan siapa yg
transfer DP duluan, maka dia-lah yg jadi peserta)

(tapi karena nomer rekening untuk transfer dollar-
nya masih diproses, maka siapa yang mengabari
keseriusan pingin ikutan via email, maka bangku-
nya akan di-take-in dulu, di-hold sampai transfer
pada tenggat waktu yang nanti akan ditentukan)


US$ 2525/orang itu (yg including: tiket pesawat
p.p), sudah termasuk semua-mua-nya lho, yang
diantaranya (mohon diperhatiken baek-baek yah):

Penjemputan dan Pengantaran di Bandara Schipol
(kalau berangkat bareng kami panitia dari Jakarta),
Bus Pariwisata AC selama di Belanda, Makan, juga
Minum selama Plesiran (Makan Pagi, Makan Siang,
Makan Malam; Indonesian & Asian Food, no pork,
dan sekali: Suriname Food), Hotelnya di Belanda: 
Hotel Ibis City Center di Den Haag (berbintang 3), 
Sekamar berdua (maap, kamarnya terbatas oom),
Makan Pagi berupa: Buffet Breakfast tiap harinya,
Kaos PTD, Tiket masuk ke semua museum selama
PTD (yang diberikan dalam bentuk: Museum Card).

Selama 7 hari itu, kota yg kita samperin rata-rata
2 kota per hari, ada yang 1 kota per hari (Arnhem),
dan ada 4 kota letaknya deket-deket, di hari kedua
di Belanda (Volendam, Edam, Hoorn, Enkhuyzen) dan
ada yang 1 hari di Amsterdam FULL, pada hari Jumat.
(Silahkan liet Jadwal Acara di paling bawah biar jelas).

Destinasi yg kita kunjungi, waktunya bukan yg grasak-
grusuk abis ini kemana abis itu gimana, tetapi naik bus 
ke kota berikutnya dgn rileks. Destinasi & jalur plesiran
yg kami susun dibikin santai, namun padet & educated.
(mulai jam 8 pagi, kembali ke hotel jam 18 petang hari).

Jalur itu sudah disurvey 2 kali pada tahun 2009 & 2012
dengan menggunakan mobil, sepur dan sepeda, ooops.
Suhu pada akhir Mei dan awal Juni adalah sekitar 15oC
sampe 20oC, paginya agak dingin, siangan mulai anget
(buat orang Indonesia bawa 1 jaket aja sebenernya jg
udah cukup, udah gak begitu dingin pada akhir Mei itu)
yang pasti matahari bersinar terang, sampai jam 22.30
malem, karena bulan itu adalah Musim Semi (Spring).

Museum yang dibezoek: Museum Scheepvaart, Museum
Westfries, Museum Volkekunde, Museum Leger, Museum
Bronbeek, Museum Openlucht, Museum Spoorweg/Kereta
Api, Museum Multatuli, Museum Tropen, dan Rijksmuseum.

Wisata Kanaal Tour berusia 400 tahun: keliling Amsterdam,
Berfoto di I amsterdam (depan Rijksmuseum Amsterdam),
Markas Besar/Headquarters VOC (skr Univ.van Amsterdam),
Menara Tangis/Schreierstoren (menangisi pelaut VOC yang
mau berangkat berlayar ke Oost Indie -yg sekarang dikenal
sebagai kepulauan Indonesia), hari ini dipake utk Cafe VOC.

Berkunjung ke Volendam (dan pastinya berfoto dgn pakaian
tradisional Belanda, yg ini bayar sendiri-sendiri yah fotonya),
Keliling Kota Edam, yang mana di Kepulauan Seribu terdapat
Pulau Edam, yg juga dikenal sebagai Pulau Damar Besar dan
ada mercusuarnya di pulau ini, bisa diliet dari atas pesawat).

Indisch Huis/Gudang VOC, Jembatan "A Bridge Too Far" atau
Jembatan John Frostbrug: The Battle of Arnhem, Sept 1944,
Paleis de Dam/tempat diakuinya Kedaulatan Indonesia, pada
tgl 27 Desember 1949, Gedung Stadsarchief/Gedung NHM di
Amsterdam, dimana terdapat 3 patung pahlawan Belanda di
atas gedungnya: J.P.Coen, H.W.Daendels & J.B.van Heustz. 

Makam Ir.F.J.L.Ghijsels -yg membangun Stasiun Jakartakota-
dan berbagai bangunan bagus di Jakarta dan di Jawa, Makam
Snouck Hurgronje (yg menyamar sebagai Muslim di Atjeh dgn
penelitiannya ttg Rakjat Atjeh, lalu diberikan kepada Jenderal
Belanda J.B.van Heustz di Koetaradja atau Banda Aceh, yang
dengan mudahnya van Heutsz menghancurkan Atjeh), Makam
J.B.van Heustz yg membuat Atjeh "menyerah", di tahun 1904,
Makam Prins van Oranje (Pangeran Oranye), Koning Willem I = 
Raja Willem I, kakek buyutnya sang Ratu Belanda sekarang ini).

Indisch Monument, tempat untuk mengenang runtuhnya negeri
Belanda di Tropis (Hindia Belanda), Madurodam (miniatur mungil
kehidupan rakyat berbagai kota di Belanda) yg ada di Den Haag. 
Berfoto di depan Patung J.P.Coen yang legendaris di kota Hoorn.

Semua diceriterakan oleh Lilie Suratminto (orang Indonesia yang
berbahasa Belanda) dan Nico van Horn (orang Belanda yang ber-
bahasa Indonesia) yang akan saling menimpali kisah di masa lalu.

Akan disediakan waktu untuk belanja oleh-oleh selama 6 jam pada:
hari KAMIS, 30 Mei 2013, di Amsterdam, dari jam 4 sore sampe jam
10 malem dan pulangnya tetep naek Bus Pariwisata AC kita, supaya
kalo nantinya pada bawa banyak belanjaan maka kagak perlu repot-
repot lagi mikir pulangnya bagaimana (apakah naek taksi, bus umum,
atau kereta api) dan juga jangan khawatir dengan bagasinya karena
Garuda Indonesia sediakan batas berat bagasi sampe 30 KG per org.

Waktu Free itu, kalo mau ditemenin keliling Amsterdam, boleh-boleh
aje, mo ke Hard Rock Cafe, Anne Frank Huis, atau Red Light District
(aman kok, lokasi wisata, asal jangan motret aja), tempat beli oleh-
oleh murah/mahal, tempat makan yg asoy, kemana aja deh, bebas!

(Makan Malam pada hari Kamis Malam itu bayar sendiri-sendiri yakh,
sebab peserta akan terpencar sesuai seleranya masing-masing, dan
baru terkumpul lagi ketika mo pulang ke Den Haag jam 10 malem itu)

Jika ada yang kepengen gabung langsung di Belanda-nya, boleh aja,
tinggal kurangin = US$ 1040 untuk tiket pesawatnya (harga promo
rombongan), jadi tinggal setor on-kost PTDnja = US$ 1485 aja yah.
Harga ini juga berlaku kepada yg kepengen ikut, dan naek pesawat
lain ke Belanda-nya, ntar kita langsung ketemuan di Schipol Airport.

Visa Belanda/Visa Schengen, Asuransi Perjalanan, Airport Tax yang
di Bandara Soekarno-Hatta, belum termasuk di biaya US$ 2525 itu.
Visa sekarang ini di sekitaran Rp.700.000, Asuransi Perjalanan US$
45, dan Airport Tax di CGK tetep Rp.150.000, yg di Airport Schipol
gak perlu bayar lagi. Mengenai pengurusan Visa Belanda/Schengen
nanti kita urusin bareng-bareng dengan tentukan tanggalnya yakh.

Kaloe-kaloe Toean en Njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,
silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande
ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),
lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.

Transfernya nanti ke nomer rekening US Dollar yah, bukan ke 
nomer rekening yang biasanya selama ini kalo mau transfer ikutan
program PTD di dalam negeri (Indonesia). Senen, 25 Februari 2013
akan dikabari kemana transfernya, bagaimana, nama bank-nya apa.
(jadi yg mau ikutan PTD ke Belanda ini, silahkan mendaftar dulu aja).

(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price ia itoelah: US$ 2525 (dua
ribu lima ratus dua puluh lima Dollar Amerika Serikat atau USD)

Penerbangan ke Nederland/Belanda dengan Garuda Indonesia:      
(24 Mei 2013) CGK - AMS (via AUH) etd: 19.35 CGK, eta: 07.20 AMS
(1 Juni 2013)  AMS - CGK (via AUH) etd: 10.20 AMS, eta: 08.30 CGK 
Keterangan: (CGK = Jakarta) (AMS = Amsterdam) (AUH = Abu Dhabi)


Koelilingin negerij Belanda selama 7 hari oentoek teloesoerin riwajat:
"sedjarah bersama" deripada Indonesia-Belanda, moelai deri diberdiri-
kennja Kongsi Dagang Kompeni (VOC), kahidoepan di Hindia Belanda,
Perang Pasifik jang melanda negerij Hindia jang damai, tentrem djaja,
De Actie (Agresi Militer) ataoe Perang Kemerdekaan, sedari 1945-49,
sampe diakoenja kedaoelatan negerij baroe Indonesia di tahon 1949.
SAHABAT MUSEUM poenja programma speciaal tahon ini, jang mana
di tahon 2013 ini programma oetamanja PLESIRAN TEMPO DOELOE
oemoernja masoep jang ke-10 tahon (sedjak tahon 2003). Maka dari
itoe kitaorang kapingin bikin programma djempolan poenja, ia itoelah:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Nederland
selama 7 malam, 8 hari, keliling tempat bersejarah di Belanda/Holland

350 tahon Indonesia didjadjah Belanda. Namoen apatah bener angka
jang berdjoemblah tiga ratoes lima poeloeh tahon menandakan bang-
sa Belanda selama itoe mendjadjah, djoega bertjokol di Noesantara? 
Toean en Njonja misti tahoe lebi djitoe, asal moelanja perkara angka
jang ratoesan tahon itoe dimoelain sedari tahon kapannja en kenapa?

Amet soeker temoeken fakta sedjarah perihal kata Belanda mendjadjah
selama 350 tahon itoe di Belanda. Marika kerap bilang bahoea apa jang
marika lakoeken adalah berdagang, dan Kepoeloan Noesantara (jang di
kamodian hari mendjadi Indonesia) adalah wilajah dagangnja, jang laloe
mendjadi bagian kolonie-nja sedari tahon 1816 (sedjak Inggeris, tatkala
itoe diprentah oleh Raffles, en bersedia mahoe toeker teritorie, sasoeda
teken Traktat London, barter antara wilajah Bengkoelen dan Singapoera,
Poloe Java dikombaliken kepada Belanda) maka dimoelai negerij baroe, ia
itoe: Hindia Belanda/Nederlandsch-Indië/Netherlands East Indies, artinja:
Hindia (timoer) milik Belanda. Kitaorang bakalan datengin koerang lebih 12
kota di Belanda jang amet ada hoeboengannja dengan sedjarah Indonesia.

Kotanja adalah: Amsterdam, Rotterdam, Den Haag, Hoorn, Haarlem, Leiden,
Enkhuyzen, Utrecht, Arnhem, Delft, Edam dan Volendam (jang bole dibilang
destinatie wadjib boeat Orang Indonesia oentoek berfoto dengen pepakean
tradisioneel khas negerij Belanda jang kamodian ditaro di tijap roeang tamoe
di roemahnja sebagi boekti soeda pernah pigi ka negeri kintjir angin Belanda).

Plesiran koelilingin Belanda akan dibagi ke dalem 4 periode: masa VOC, Hindia
Belanda, Perang Doenia kadoea (WWII) en Perang Kemerdekaan, jang orang
Belanda menjeboetnja Actie Politineel/De Actie dengen kode sandi: Operatie
Produkt. Kaampat periode itoe tersebar di banjak kota di Belanda tetapi kita-
orang bezoek 12 kota sadja jang poenja oenggoelan museum, monument en
djoega sitoes bersedjarahnja. Nistjaja bakalan dapet banjak pangatahoean.

Sisanja adalah sitoes favouritenja tourist Indonesia tatkala di negerij Kintjir
Angin, jang pastinja akan berfoto di deretan Kintjir Angin di Kinderdijk, laloe
ke Madurodam oentoek berfoto di miniatuur ketjil perihal kahidoepan orang
Belanda, dan jang paling penting adalah berfoto di Volendam, dimana pada
depan toko foto studionja banjak dipasangin hasil tjitak foto orang bekend
Indonesia moelai dari: Gus Dur, Megawati, Broery Pesolima, Nourma Yunita,
Ikang Fawzi, Joshua Suherman, Dian Pisesha, Inneke Koesherawati, Debby
Sahertian, Maya Rumantir, bahkan Chelsea Olivia en patjarnja si Glenn itoe.

Pertama-tama, kitaorang bezoekin gedong Oost-Indisch Huis ataoe kantoor
poesatnja VOC (Vereenigde Oost-Indie Compagnie, Kongsi Dagang Kompeni)
jang moelai dipakai sedari tahon 1603 (VOC diberdiriken satoe tahon sablon-
nja, jakni: 1602), tempat disimpen-nja document penting dari negerij Hindia-
Timoer (sekarang Indonesia, Kepoeloan Noesantara), diantaranja peta koeno
(peta perdjalanan), arsip, djoega tempat merekroet tjalon pelaoet jang aken
dibrangketken ke timoer djaoe. Hari ini itoe gedong jang ametlah bersedjarah
dimangpa'atken dengen betoel sebagi campusnja Universiteit van Amsterdam.
Dari sini lah, segala oeroesan VOC diatoer, dari Amsterdam ka seloeroeh dae-
rah colonienja, moelai Tandjong Harepan, Ceylon, Oost-Indie, hingga Desima.

VOC jang dibentoek pada tahon 1602 itoe terdiri dari 6 (kota) kamer dagang
di Belanda. Ka-lima kota itoe aken kitaorang bezoek, ada Amsterdam, Hoorn,
Rotterdam, Enkhuyzen dan Delft. Namoen ada satoe kota jang soeker boeat
disamperin, sebab-sebab locatienja jang loemajan djaoe, ia itoe: Middelburg.
Lima kota itoe soedalah tjoekoep oentoek mengenal riwajat VOC, ataoe jang
artinja Perserikatan Peroesahaan Dagang Hindia Timur. Dari nama Compagnie
itoelah, kitaorang atjapkali bilang "Kompeni" koetika menjeboet orang Belanda.
Di kota Enkhuyzen, begitoe kitaorang masoep ke kotanja, terpampang papan
bertoelisken "Welkom in VOC-stad Enkhuyzen" adoowh itu kan Kota Kompeni!
(stad artinja kota, arti papan itoe = Selamat Datang di Kota VOC Enkhuyzen).

Sasoeda itoe kitaorang berangkat ke Museum Scheepvaart (tentang maritim)
jang djoega ada replica Kapal VOC jang doeloenja berlajar ke Noesantara, en
kita bisa masoep ke dalem-dalemnja sembari membajangken begimana keada-
han para pelaoet Belanda di abad ke-17, jang lakoeken perdjalanan koerang
lebihnja 8 boelan di laoetan ganas hingga mentjapai Noesantara, jang mana
hampir setengahnja dipastiken dalem conditie meninggal doenija, jang diaki-
batken oleh koerangnja pasokan makanan, vitamin c, obat-obatan. Tatkala
marika dikatemoeken wafat, biasanja djinazahnja dilemparken ke laoet biroe.

Berdiri di atas dek replica Kapal VOC jang bernama: "De Amsterdam", rasah-
nja bagaikan saorang Jack Sparrow jang konjol di film "Pirates of Caribbean".
Roeangan para awak kapal beserta roeangan nakhodanja dibikin precies se-
soeai design aseli kapal itoe jang doeloe dibikin pada tahon 1748. Kapal itoe
jang replica dibangoen-oelang sedari tahon 1985-1990. Boetoeh tempo lama
soepaija nampak saperti Kapal VOC dahoeloe kala, lengkap dengan sendjata
meriamnja, jang ditarok di kadoea sisi lamboeng kapal, laloe ada tempat oen-
toek tidoer crewnja, tempat menjimpan senapan, boeboek mesioe, persedia-
an aer minoem, beer, anggoer dalem gentong, hammock (kain santai kajak di
pantai), kotak-kotak isih spices (rempah-rempah) jang baroe dibeli dari Indo-
nesia, dan tentoe sadja ada tempat oentoek menjimpen brood (roti) en kaas
(kedjoe) jang bentoeknja boelet matjem Kedjoe Edam. Bahkan di dalem kapal
itoe ada roeangan oentoek operatie toeboeh dengen goenaken gergadji, hiy!

Kamar speciaal boeat sang captain biasanja loemajan mewah, poen dengen 
menoe masakannja. Djikaloe para pelaoet/crew dapet daging sapi en daging
babi plus ikan, katjang polong, biscuit, maka boeat captain ditambah: ajam
roasted nan ledzat, minoeman wijn, djahe, tjengkeh, beras, cinnamon (kajoe
manis), dan sajoeran. Roeangan makannja poen lajaknja di roema orang kaja 
jang megah dan berkelas. Berada di roeang boeat captain saperti naek kapal
pesiar antiek, koeno, bagoes di podjok, tetapi bentoek deripada lantainja sa-
dikit melengkoeng kerna ada di oedjoeng kapal kajoe jang designnja begitoe.

Kaloear dari museum bahari-nja Belanda, lantas datengin satoe menara jang
amet menjedihken, ia itoelah: Schreierstoren, ataoe Menara Tangis, tempat
dimana anak-isteri menangisi kepergian bapaknja, poetera, adik-kaka, familie,
sobat-ande jang pigi berlajar ke "Indonesia". Marika pantas menangis, sebab-
sebab saperti jang kitaorang seboetken di atas, sebagian deripada kru kapal
jang pigi berlajar ke negerij timoer djaoe biasanja tida dapet kombali poelang
ke Belanda, kerna tewas di perdjalanan, ataoe di negerij tropich Noesantara,
jang climaatnja (iklimnya) boeat marika ametlah kedjem, panas, lembab, dan
banjak njamoek malaria. Marikapoen kerap tida tahan teriknja matari tropisch. 

Plesiran di hari kasatoe diachiri dengen pigi naek kapal wisata koeliling Kanaal
jang koelilingin kota Amsterdam, 1 djam lamanja. Banjak bangoenan toea jang
dapet diliet, dan bebrapa ada "copy-nya" di Djakarta, saperti djembatan kajoe
ataoe djembatan oengkit di Kali Besar (Djembatan Kota Intan), djoega facade
Museum Wayang, jang dapet kitaorang temoeken di roema/gedong di kota ini.
 
Pada hari ka-enem, dan ka-toedjoe, kitaorang bakalan koelilingin kota ini lagi,
dengen toedjoean Rijksmuseum, Museum Tropen, Museum Multatuli, Gedong
NHM (Nederlandsch Handel Maatschappij), Koeboeran Djenderal van Heustz,
Paleis De Dam. Samoea sitoes bersedjarah itoe, erat hoeboengannja dengen
sedjarah Indonesia, dan amet penting oentoek dikoendjoengi oleh kitaorang.

Rijksmuseum meroepaken museum nationaal-nja Belanda. Selaen berbagi ma-
tjem loekisan kesohor jang ditampilken di ini museum, ada 2 loekisan bagoes
jang ada hoeboengannja dengen Indonesia, jang pertama: loekisan Batavia,
di soedoet Kali Besar tahon 1656, dan kata orang, djoega terdapat loekisan
perihal ditangkepnja Pangeran Diponegoro, jang diloekis: Nicolaas Pieneman.
Ini museum bakalan kombali diboeka sasoeda renovatie sekitaran 10 tahon.

Collectie jang paling kesohor dan meroepaken masterpiece di itoe museum
adalah karja besarnja Rembrandt bertadjoek: "Nachtwacht" (Night Watch). 
Tentoe sadja kitaorang akan liet loekisan keadahan kota Djakarta di tahon
1656, jang berlocatie di bilangan Kali Besar (sekarang di Kota Tua Jakarta)
tampilken sisi selatan Kasteel Batavia, Bastion Diamant (Diamond). Tidalah
mengheiranken djikaloe sampe hari ini itoe locatie dinamaken "Kota Intan".

Museum Tropen adalah museum jang Indonesia banget. Doeloe djoega di-
kenal sebagi: Museum Koloniaal. Sekarang ini ragam collectienja ada jang 
didatengken dari negerij tropisch laennja, saperti dari India, Zuid Amerika,
(Amerika Latin), Papua Niuew Guinea dan Afrika. Masoep ke dalemnja mu-
seum ini, kitaorang berasa masoep ke Museum Gadjah di Jakarta, artefak
en perhiasan djeman doeloe banjak jang seroepa, namoen tiada artja dan
bebatoen dari tjandi, en jang paling menarik di ini museum adalah bebera-
pa patoeng manekin jang mirip manoesia, berbentoek woedjoed jang amet
kita kenal, jakni Raden Adjeng Kartini dengen sekolah prampoeannja. Iboe
Kita Kartini berdiri di depan kelas sembari mengadjar moeridnja agar pinter.
Boekoe aseli "Door Duiternis to Licht" djoega dipadjang di display museum.

Collectie laennja djoega interessant (interesting) boeat diperhatiken, ada:
Peta Molukken (Kepoeloan Maluku) jang loemajan gede, di depan peta itoe
ada saorang kompeni jang nampaknja sedang serieus meneliti djenis spesies
laoet Noesantara. Pepakean Teuku Oemar djoega dipadjang di museum itoe.
Ada jang bilang marika reboet itoe pepakean tatkala Teuku Oemar dibekoek.

Games mendjeladjah Kepoeloan Noesantara dapet kitaorang maenken. Tokoh-
nja bernama Anoesapati jang berlajar dari Bantam (Banten), menoedjoe mana
sadja, namoen moesti hati-hati, kerna djikaloe ke arah lor (oetara) mendekati
Goenoeng Krakatoa, sijap-sijap kena batoe en letoesan goenoeng kaloe-kaloe
mendadak meledoeg. Djikaloe ke bilangan wetan (timoer) lewatin De Java Zee
(Laoet Djawa), waspada akan berdjoempa Nji Roro Kidoel (eits, Belanda giling!
Nyi Roro Kidul tuh di Pantai Selatan, atau di Laut Selatan Jawa! Aduh gapapa
deh, kan bukan orang kita yang bikin itu Games, tapi wong londo sono, hehe).

Ada poela museum ketjil di bilangan Amsterdam jang akan kitaorang samperin.
Tempat tinggal Eduard Douwes Dekker, ataoe jang bekend dikenal: Multatuli.
Multatuli jang bermakna "Akoe jang telah Menderita" adalah nama pena deri-
pada: Eduard Douwes Dekker, jang djoega meroepaken kakak dari kakeknja
Toean Ernest Douwes Dekker -jang kita kenal sebagi: Setiabudi Danudirdja.
Novel Multatuli soeda bole bikin pandangan pamerentah Belanda brobah ter-
hadap negerij kolonie-nja di timoer djaoe. Djeman berobah pesat sekarang.

Peristiwa jang merobah pandangan Belanda itoe terdjadi pada tahon 1860,
ataoe 4 tahon sasoedanja Multatuli kombali ke Nederland. Ia menoelis kisah
idoepnja tatkala bertoegas di Hindia Belanda, oetamanja di bilangan: Lebak,
Java bagian Koelon. Riwajat Multatuli via tokoh "Max Havelaar" itoe maroe-
paken tjermin bobrok-nja system koloniaal di Hindia Belanda. Ada jang ber-
pendapat apa jang Multatuli sampaiken terlaloe "berimaginasi" sebab-sebab
sosok Max Havelaar digambarken sebagi orang jang soetji zonder tjatjat sa-
dikitpoen, sedangken Boepati Lebak bersama Demang dan pemimpin lokaal-
nja ditjeritaken bagaikan orang djahat sedjagat dan laennja semoea salah,
Resident salah, Goeuverneur-Generaal salah, system koloni salah. Hadowh!

Djikaloe mahoe tahoe lebi banjak perkara sedjarah kota Djakarta, datenglah
ke kota Hoorn, di itoe kota kitaorang dapet merasahkannja lebih mantep lagi.
Batavia moelai ada sedari tahon 1619, walopoen resminja ada di tahon 1621,
sebab-sebab itoe De Heren Zeventien (Toean 17) baroe setoedjoei itoe kota
kompeni jang direboet dari kota Iajacatra (ataoe Jayakarta) pada tahon 1619.

Sablonnja, si J.P.Coen alias Mur Jangkung pingin briken itoe nama kota: Nieuw
Hoorn, jang artinja Hoorn Baroe, kota kelahiran J.P.Coen. Namoen oesoelannja
itoe ditolak oleh De Heren Zeventien, lantas djadilah kota Batavia jang banjak
kitaorang kenal sebagi kota: "Jakarta di djeman tempo doeloe" hingga achirnja
Tentera Djepang mengoebahnja djadi: Djakarta, pada tahon 1943. Nama kota
Batavia dipake tjoekoep lama dari tahon 1619 hingga 1943 (sekitar 324 tahon).

Kota Hoorn sedjatinja kampong halaman-nja J.P.Coen -saorang penggede VOC,
jang dikenal bengis dan kedjem. Sebahagian rakjat Belanda poen djoega akkord
apa jang soeda dilakoeken pendahaloenja adalah perboeatan jang ta' terpoedji.
Moentjoel berbagi kontroversie terhadap keberadaannja Patoeng J.P.Coen jang
soeda berdiri tegak en kokoh dengen sikap penoe pertjaja diri sembari menoen-
djoek djarinja ke bawah. Ada plakaat bertoelisken oetjapannja jang pendek en
amet bekend: "Despereet Niet" (jang artinja "Djangan Poetoes Asa") di poesat
kota sedjak tahon 1893. Tepat di samping Patoeng J.P.Coen, kitaorang dapet
berdjalan kaki masoep ke Museum Westfries, dan liet peta aseli kota Djakarta
jang dibikin tahon 1687. Peta jang menggambarkan conditie kota Jakarta itoe
dipadjang memandjang di saboeah roeangan choesoes VOC, lantai jang paling
atas. Ditampilken poela berbagi atribuut VOC, poen foto J.P.Coen en isterinja.

Sampe ini hari, kontroversie tentang J.P.Coen masi berlangsoeng, perdebatan
jang populair adalah menjataken: Apakah Ia pahlawan ataoe pembantai rakjat
Banda. Patoengnja jang terletak di tengah kota Hoorn poen tiada loepoet dari
actie protest warga Hoorn itoe sendiri, apatah dibiarken tetep berdiri di sana,
ataoe ditoeroenken dengen paksa, walopoen pada tahon 2011 silam, sempet
terdjatoh kasenggol mobil, namoen achirnja patoengnja kombali dipasang lagi.
Maskipoen ada jang tida soeka dengen J.P.Coen, namoen di poesat kota itoe,
ada J.P.Coen Cafe! tempat kongkow en berkoempoelnja moeda-moedi Hoorn.

Perna kebajang ataoe tida, berdjalan kaki jang penoeh dengen nama Belanda
jang kerap tertjantoem di boekoe peladjaran sekolah? Negerij Belanda poenja
nama djalan para leloehoernja, oetamanja para Gouverneur-Generaal, ataoe
Goebernoer-Djendral VOC dan Hindia Belanda. Djangan terkedjoet selagi dja-
lan-djalan teloesoeri kota akan membatja nama djalan Jan Pieterszoon Coen
straat, Abel Tasmanstraat, van Den Boschstraat, dan nama-nama tida asing
laennja. Tetapi nama-nama poelo di Indonesia poen banjak dipake sebagi na-
ma djalan di seantero Belanda. Nantinja kitaorang tjoba foto di kota Utrecht,
dan tida tjoema nama Kompeni itoe, tetapi ada Javastraat, Halmaherastraat
(oh iya, straat = street), Soendastraat, Madoerastraat, Bandoengstraat, en
nama daerah laennja di Indonesia. Ach, Belanda soenggoe kangen Indonesia.

Rindoe di sana, kangen di sini. Soepaja merasa betah tatkala menetap di ne-
gerij jang djaoe dari kampong halamannja, biasanja Kompeni briken nama pa-
da benteng jang dibangoen di seantero Indonesia. Kitaorang pastinja pernah
denger nama: Fort (benteng) Rotterdam di Makassar, ataoe Fort Amsterdam
di Ambon, dan berbagi nama kota Belanda laennja. Itoepoen djoega jang ter-
djadi di Kepoeloan Seriboe di bilangan noord (north) Djakarta, dahoeloe poen
ada: Poelo Schiedam, Poelo Monnikendam, Poelo Alkmaar, Poelo Enckhuyzen,
Poelo Amsterdam, Poelo Rotterdam, Poelo Hoorn, Poelo Harlem, Poelo Leiden,
en Poelo Edam. Nah, jang paling achir ini, namanja masih dipake di Kepoeloan
Seriboe sampe di hari ini. Pendoedoek setempat menamakannja: Poelo Damar
Besar, kerna damar itoe artinja = Tjahaja, Pelita, Dian, en di Poelo Edam itoe
ada mercusuar jang besar, dan nampak dari atas pesawat, di deketnja Poort
Tandjong Priok, jang doeloenja difunctiken oentoek kassie pandoe kapal jang
baroe masoep Teloek Djakarta, soepaija arahnja bener en tida poela kesasar.

Kota Edam dikenal sebagi kota penghasil kaas (kedjoe). Kota ketjil nan damai
dan soenji bak di negerij dongeng. Toean-Njonja akan kitaorang briken saran,
kaloe kapingin honeymoon, datenglah ke kota ini. Aliran soengai jang mengalir
perlahan, djalanan jang sepi, bangoenan tempo doeloe jang tjantik, bikin hati
rasahnja tertambat di djantoeng kota Edam, enggan pegi djaoeh dari ini kota.
Rombongan Batmus akan berdjalan kaki sedjenak membelah kota romantis ini.
Siapa tahoe boeat jang masi single dapet temoeken poedja'an hatinja, uhuy!

Kota-kota brikoetnja jang bakalan dibezoek, tida kalah menariknja dengen ke-
lima kota VOC itoe. Ada Den Haag, tempat disahkannja hak "Octrooi", ia itoe:
membriken VOC hak oentoek menakloekken wilajah baroe, menjataken perang,
en mentjitak doeit sendiri. Samoea hak itoe lajaknja saboeah "negara di dalem
negara". Ach, soenggoeh aneh toch. Selaen itoe di Den Haag, saperti semoea
orang tahoe adalah kota tempat dilaksanakennja KMB (Konferensi Medja Boen-
der) pada tahon 1949. Diplomatie politiek jang kelak terbitken soeatoe penga-
koean atas negerij Indonesia, oleh Belanda. Di kota ini poen ada satoe taman
jang terdapat: Indisch Monument, ataoe tempat oentoek mengenang djatoh-
nja negerij kesajangan orang Belanda, jakni Hindia Belanda, negerij tropis nan
natuur-nja (alam-nja) bagoes, matarinja panas sepandjang tahon en sedjoek.

Peroendingan Konferensi Medja Boender digelar di sepandjang boelan Agustus
hingga boelan November 1949 jang briken hatsil gilang-goemilang boeat fihak
Indonesia, sebab-sebab achirnja pada tanggal: 27 Desember 1949, kedaoela-
tan negara Indonesia diakoei oleh Belanda sebagi negara baroe jang bernama: 
Repoeblik Indonesia Serikat, mentjakoep semoea bekas teritorie djadjahan Be-
landa, tetapi tida Papua, kerna Papua dianggep berbeda etnisnja dengan jang
laen (Sumatra, Java, Borneo, Celebes, Klein Soenda: Bali, Noesa Tenggara dll).
Itoelah hatsil klimaaks deripada sedjoemblah peroendingan, moelai Linggardjati,
Renville, dan Roem-Roijen. Satoe oepaija keras peroendingan diplomatik totaal.
Kitaorang akan mentjoba oentoek masoep ke bekas roeangan KMB: Ridderzaal.
Kamodian penjerahan kedaoelatannja dilakoeken di Paleis de Dam, Amsterdam.
Kitaorang tentoe sadja, djadwalken oentoek masoep ke dalemnja gedong itoe.

Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, sasoeda itoe Belanda kom-
bali masoep ke Indonesia oentoek mereboet negerij jang ditjaplok Djepang se-
djak tahon 1942. Perang demi perang terdjadi pada periode tahon 1945 sampe
1949. Tentara KNIL (Koninklijk Nederlands Indische Leger) berdjoang melawan
Tentara TNI (Tentara Nasional Indonesia). Darah, doa, fisik terkoeras habis di
perang kedoea belah fihak itoe. Museum jang menjimpan dan mendjelaskan ser-
ta mengabadiken memorabilia Perang Kemerdekaan ada di kota Delft & Arnhem.

Museum Leger di Delft menampilkan soeatoe fase Perang Kemerdekaan, djoega
memadjang Tank Sherman nan aseli, kendaraan tempur, diorama, pangkat jang
terdapat di seragam perang, gambaran kahidoepan Tentara KNIL jang bertahan
idoep di negerij tropisch jang panasnja minta ampoen. Kronologie perang djoega
didjelaskan (tentoenja dalem versi Belanda) jang amet informatief dan bergoena.

Moempoeng masih di kota Delft, tida loepa berkoendjoeng ke Niuewe Kerk ataoe
Geredja baroe, tempat pemimpin Belanda dimakamkan, diantaranja ada Prins van
Oranje (Pangeran Oranye), Koning Willem I (Radja Willem I), lantas ada: Koningin
Wilhelmina (Ratoe Wihelmina) dan Koningin Juliana (Ratoe Juliana), Prins Bernhard
(Pangeran Bernhard) dan Prins Claus (Pangeran Claus). Nama-nama jang atjapkali
terdengar di Indonesia selama ratoesan tahon. Bole dibilang sitoes bersedjarah di
dalem geredja ini meroepaken Mausoleum Dynasty Oranje, sedjak djeman doeloe.

Museum Bronbeek di kota Arnhem persembahkan tjeritera jang lebi pandjang dan
lebar, 2 lantai penoeh tentang kedjadian di Indonesia, moelai terkoempoelnja te-
ritorie Hindia Belanda sedjak djeman VOC sampe Hindia Belanda (jang berachir di
tahon 1904, sekali lagi, kata orang Belanda), tepatnja tatkala itoe Djenderal van
Heustz menjatakan bahoea Perang Atjeh soeda klaar, dengen di-tekennja "Korte
Verklaring" (Traktat Pendek) oleh para pemimpin Atjeh dengen pemaksaan koeat.
Saran dan masoekan dari Snouck Hurgronje dipeladjari baek-baek oleh Djenderal
van Heustz, dengen strategie mendekati para oelama en menangkepnja semoea.

Collectie pameran jang ada di dalem museum ini jah pastinja jang berhoeboengan
dengen perang di Indonesia, ada Perang Atjeh dan Perang Kemerdekaan. Tentara
KNIL jang bertoegas di Indonesia banjak jang masih idoep, tentoe jang djemannja
Perang Kemerdekaan (1945-1949), boekan-nja Perang Atjeh (1873-1904). Benda-
benda jang dipadjang terdiri dari berbagi matjem, ada monsterkanon ataoe canon
jang amet besar sekali saperti monster jang dipake di Perang Atjeh dan bertoelis-
ken hoeroep Arab. Bebrapa meriam milik Atjeh djoega ada di museum ini, katanja
doeloe dirampas dari Tana Rentjong. Museum Bronbeek ini poenja 2 lantai, kaloe
jang di bawah didominasi dengen meriam koeno, medja toelis jang terboeat dari
kajoe djati dengen oekiran mewah pemberian Pakoeboewono X van Soerakarta,
maka di lantai atas, begitoe kitaorang indjekkan kakinja di tangga, soeda dapet
denger makiannja Bung Karno jang distel dari film documentair dengan teriakan:
"Amerika kita seterika, Inggeris kita linggis!" Oh ternjata ini lantai Kemerdekaan.

Lantai 2 ini, bole dibilang maroepakan perdjalanan bangsa Belanda sedjak perta-
ma dateng ke Bantam (Banten), Molukken (Maluku), Batavia (Jakarta). Loekisan
kapal-kapal VOC jang berlajar ke berbagi tempat di Noesantara ditampilken baek
dan enak diliet, poen dengen perkembangannja, dimoelain dari loekisan jang ber-
tadjoek: "View of Ambon Bay" tahon 1832, en "View of Banda Bay With Smoking
Gunung Api" tahon 1833. Senapan, meriam, sendjata api laennja ditarok di katja
dengen rapihnja. Informatie perihal mengapa VOC jang bagian ketjil dari Holland
didjelasken sesoeai kronologischnja dilandjoetken dengen mengoeasai daerah di
belahan Noesantara. Kolonisatie teritorie digambarken dalem bentoek peta jang
dipasang di bagian atas. Daerah jang tadinja independent dan bebas, perlahan
masoep ke dalem teritorienja VOC jang kamodian Hindia Belanda (Nederlandsch
Indie«). Perang Djawa ataoe De Java Oorlog djoega ditjeritaken, sebagi perang
jang mengoeras financieen Kompeni sampe loedes, jang sasoeda perang klaar,
maka diberlakoeken system "Tanem Paksa" jang bekend dikenal Cultuurstelsel,
ataoe Cultivation System, jang prentahken rakjat boeat tanem suiker (sugar),
koffie, thee, jang hatsilken banjak profit boeat kas negeri Nederlandsch-Indie.

Ditjeriteraken djoega kaloe-kaloe koetika negerij Belanda didoedoeki Perancis,
maka Inggeris poenja kasempatan oentoek mereboet Hindia-Timoer jang lemah
sasoeda VOC bangkroet pada tahon 1799. Sakitaran 5 tahon Inggeris bertjokol
di Noesantara, achirnja Archipelago itoe dikombaliken ke Belanda, dan Tanah ini
dimiliki sepenoehnja oleh negerij Belanda, boekan lagi oleh VOC jang soeda ilang.
Sedari tahon 1816 sampe 1942, "Kompeni Baroe" mendjalanken pamerentahan di
negerij jang sekarang bernama Indonesia. Djeman normaal, masa damai jang ten-
trem berlangsoeng ratoesan tahon lamanja. Pemberontakan jang terbit di berbagi
wilajah dapet ditoempas dengen baek. Belanda ma'moer di negerij jang djaoe dari
negerijnja di Europa sono. Kasihatan, educatie, economie berdjalan baek. Hingga
di tahon 1860, Multatuli mengoentjang Belanda, liwat novelnja jang controversie.

Segala probleem dapet ditoentasken oleh pamerentah Hindia Belanda. Pergerakan
mendoekoeng Kemerdekaan sedjak awal abad ka-20 poen dapet diklaarin dengen
tertib, walopoen banjak gerakan bawah tanah jang tetep berdjoang hidoep-mati.
Djeman brobah, NAZI merengsek ke Polandia, dan kamodian pastinja ka Belanda.
Keadahannja di Hindia Belanda masih berlangsoeng aman pada tahon-tahon itoe
(1940-1941) sampe achirnja Tentara Dai-Nippon (Djepang) membongkong Pearl
Harbor jang menandakan dimoelainja perang besar di kawasan Asia Timoer Raja.

The Battle of The Java Sea tida dapet ditjegah. Djepang jang keboeroe napsoe
oentoek mengoeasai negerij banjak minjak ini kalahken armada gaboengan ABDA
(American-British-Dutch-Australian) jang penoeh ego dan saling sala pengertian.
Boelan Februari 1942 adalah tempo dimana negeri jang kaja minjak ini tinggal me-
noenggoe waktoe sadja oentoek roentoeh. Tepat tanggal 1 Maret 1942 Tentera
Djepang mendarat di tiga pantai di oetara Djawa: Banten, Eretan dan di Toeban.
Hindia Belanda jang semangkin ditinggalken oleh sekoetoenja mentjoba bertahan
di Bandoeng dengen sisa-sisa kakoeatannja, namoen apa latjoer, Djepang koeat
dalem persendjataan dan strategie perang. Tanggal 8 dan 9 Maret 1942 adalah
peristiwa: "Hindia Belanda Tamat". Periode pendjadjahan Tentera Djepang jang
kedjem, dialamken tida sadja oleh rakjat Indonesia, djoega oleh warga Belanda.
Museum Bronbeek ini briken pendjelasan tempo soelit itoe, dengen display jang
menjedihken dan menjajat hati. Tempo Hindia Belanda paling berat poela kelam.

Masa jang oleh orang Belanda diseboet: "Bersiap" djoega ditjeritaken compleet.
Perlawanan dan antjeman dari rakjat Indonesia, jang bikin boeloe koedoek ber-
diri, sampe masa Pengakoean Kedaoelatan Indonesia (jang diakoe sebagi nege-
rij: Repoebliek Indonesia Serikat) jang dioetjapken Ratoe Juliana, dapet diden-
ger di saboeah radio djadoel jang disediaken di museum ini. Pengoesiran orang
Belanda oleh Soekarno, persiapan embarkasi poelang ke Belanda oentoek sela-
ma-lamanja didjelasken dengen bagoes, ada roeangan choesoes oentoek itoe.
Conflict teritorie Papua jang achiri hoeboengan diplomatiek Indonesia-Belanda
dipersembahken sebagai pameran pamoengkas. Hoeboengan kedoea negara ini
uniek sekali, antara bentji dan rindoe, bole dibilang "love and hate relationship".

Tempo-tempo, tatkala koelilingin dalemnja museum ada sadja opa-opa jang me-
njapa "Selamat siang, apa kabar?" pake Bahasa Indonesia jang fasih. Djanganla
heiran, kerna marika adalah mantan Tentara KNIL jang doeloe bertempoer mela-
wan Tentara TNI, en amet rindoe dengen alam Indonesia. Soenggoe loetjoe se-
kaligoes mengharoeken mendenger kisah marika jang demen maen gamelan, en
keinget-inget akan djadjanan rakjat di Indonesia. Ada betjak jang dipadjang di
sala satoe soedoet roeangan, djoega ada gerobak Toekang Siomay Bandoeng.
Berbitjaralah dan bersenda-goeraoelah dengen marika, jang kangen soeasana
Nederlandsch-Indië, walopoen doeloe moesoeh, tapi sekarang djeman brobah.

Koeboeran Djendreal van Heustz djoega kitaorang datengin, jang locatienja di
Amsterdam-Timoer. Sosok jang dahoeloe amet dihormati, sekaligoes disegenin.
Begitoepoen Koeboeran en Roemanja Snouck Hurgronje jang bole dibilang bagi
sebahagian orang Atjeh, karja boekoenja tentang "De Atjehers" (Rakjat Atjeh)
patoet dibriken "penghargaan" jang mendalem, walopoen Hurgonje "berkhianat"
kepada Rakjat Atjeh, tetapi hatsil deripada toelisannja bergoena sampe ini hari.
Makam Hurgronje ada di kota Leiden, jang di kota ini djoega ada Museum Volke-
kunde, menampilken banjak collectie etnografie dari berbagi belahan di doenija.

Djenderal Joannes Benedictus van Heustz ini diabadiken patoengnja di Gedong
NHM (Nederlandsch Handel Maatschappij) di Amsterdam berdampingan dengen
"pahlawan" Belanda laennja: Jan Pieterszoon Coen en Herman Willem Daendels.
Hah? kenapa Daendels? Boekannja jang selama ini kitaorang denger, Ia adalah
saorang Gouverneur-Generaal Belanda jang tida disenengi oleh orang Belanda?

Oh ternjata Daendels dinilai soeda berboeat betoel pada tempo peralihan, dari
conditie pamerentahan VOC jang klaar akibat bangkroet di tahoen 1799, maka
Daendels mengatoer birocracy dengen baek, sahingga kakoeasaan Belanda di-
pegang betoel dan berdjalan lantjar. Memboeka djalanan oentoek pertahanan
dari gempoeran serangan deripada Inggeris, inget Djalan Raja Post? ataoe De
Groote Postweg, jang sekarang poen amet bergoena boeat Indonesia sebagi
djaloer Pantura (Pantai Utara Jawa) oentoek djaloer orang poelang kampong
mendjelang Hari Raja Lebaran Idoel Fitri, en djalan darat lintas kota di Djawa.

Djasa Daendels jang baek poen dinilai dari oepajanja dalem pindahken poesat
pamerentahan dari bilangan Oud Batavia (Benedenstad/kota bawah, jang hari
ini dikenal sebagi bilangan Kota Tua Jakarta), ke area Nieuw Batavia jang lebi
sihat-sentausa (Bovenstad/kota atas, hari ini di bilangan Lapangan Banteng).
Membangoen gedong baroe en djoega tangsi militair soepaija sijap mentjegah
datengnja Tentara Inggeris jang amet kapengen poenja teritorie Noesantara.

Masoep ke dalem Gedong NHM jang di Amsterdam rasahnja saperti masoep ke
dalemnja gedong NHM di Batavia, jang sekarang digoenaken: Museum Mandiri.
Lantai, dinding berhias kotak-kotak dengen kleur (color) jang seger en meriah.
Gedong itoe hari ini dipake sebagi Stadsarchief ataoe arsip kota (Amsterdam).

Sasoeda itoe kitaorang pegi ke Rotterdam, satoe kota Belanda jang dihantjoer-
ken bomb oleh NAZI pada koeroen waktoe 1940-1945. Bangoenan tempo doeloe
jang bersedjarah di Rotterdam hari ini tida sebanjak kota-kota laennja di Belanda.
Sekarang banjak architertuur modern jang dibangoen di kota jang doeloenja soeda
tinggal serpihan itoe. Tetapi ada satoe goedang tempat menjimpan komoditas dari
negeri Hindia Belanda jang masih oetoeh, bertoelisken nama-nama poelo di Noesan-
tara, ada 3, ia itoe SUMATRA, JAVA, en BORNEO. Locatie itoe goedang di deketnja
Djembatan Erasmus (Erasmus Brug) jang besar, megah, koeat, dan lagipoela gagah. 

Intermezzo sabentar, kabetoelan lagi di kota Arnhem, kitaorang nampaknja bakalan
samperin satoe djembatan jang amet kesohor pada masa Perang Europa (World War
II), ia itoe John Frostbrug, jang soeda dibikin filmnja berdjoedoel "A Bridge Too Far".
Soeatoe operatie amet besar jang bersandi: Operatie Market Garden, di bawah pim-
p
inan Djenderal Bernard Montgomery dari Inggeris, dengen toedjoean koeasain djem-
batan-djembatan di Arnhem, soepaija lebi moeda oentoek masoep ke Soengai Rhine
di Djerman. Tentara Sekoetoe berharap, dengen direboetnja wilajah Djerman, maka
perang akan berachir sablon tibanja Hari Natal tahon 1944. Operatie jang ditjanang-
ken pada boelan September 1944 itoe diprediksiken akan succes saperti penyerang-
an D-Day di Normandy pada tanggal 6 Juni 1944. Namoen apa latjoer, rentjana jang
koerang mateng, terbitken kekalahan jang fatal dan meroegiken Sekoetoe. Tentara
SS Nazi jang sedeng istirahat berhasil memoekoel balik serangan pajoeng Sekoetoe.

Museum jang paling asjik en rileks adalah Spoorwegmuseum, ataoe museum tentang
Kereta Api di Utrecht. Sijapken toestel jang batrenja penoeh, kerna nantinja bakalan
bezoekin Lokomotief "Sri Goenoeng" jang dibawa dari Djawa ke Belanda. Oentoek liet
loko itoe, diwadjibken antri di loear, goena masoep ke dalem goa nan gelap, en naek
lori dengen ketjepetan tinggi, kamodian dapet tjari-tjari dimana kira-kira letaknja itoe
Sepur Djawa. Itoe atractie amet mengesankan, tiada kadoeanja, soenggoeh. Selaen
itoe, kitaorang dapet berkoendjoeng ke masa laloe, pertama-tama masoep ke dalem
lift choesoes terlebih dahoeloe, laloe diadoek-adoek, lantas.. djreeeeeng masoep ke
djeman rikiplik, soeasana station kereta api dan lingkoengan di awal abad ke-20 hiiy.

Di laen roeangan, kitaorang bole naek-naek ke lokomotief jang perna ada di Belanda.
Museum Spoorweg ini njeboet collectie lokomotief marika: "The most beautiful trains
from Dutch railways history". Ada kereta post boeat anter soerat, kereta batoe bara
jang model Thomas and friends itoe, kereta api choesoes jang soeka digoenaken oleh
Keradjaan Belanda, compleet dengen furnituur-nja, ada roeang kerdja, roeang santai,
roeang tidoer dengen randjang jang bertingkat, gerbong choesoes kantoor Pangeran
Bernhard, dilengkapin dengen dapoer, kamer mandi en shower, pokoknja lengkap deh.

Ada satoe lagi museum djoega bagoes, di kota Arnhem, bernama Openluchtmuseum.
Di sini kitaorang bisa rasahken naek trem djeman doeloe jang masih berfunctie baek,
aseli, plus condecteurnja dengen seragam khas tempo doeloe. Trem itoe gerakannja
normaal, lajaknja trem jang doeloe koeliling kota (saperti jang di Batavia, Semarang,
Soerabaia). Interior berbahan kajoe, dan papan larangan "Verboden te Rooken" (Di-
larang Merokok), dilarang ini-itoe masih terpasang rapi di tijap gerbong tremnja itoe.
Naek trem djadoel itoe bebas biaja en bole naek sesering moengkin sampe mampoes.
Toean en Njonja bakal ketagihan, en kasengsem maen-maen di Open Air museum ini.

Kahidoepan tradisioneel rakjat Belanda di djeman doeloe djoega dikassie liet dengen
baek. Marika menjeboetnja: "Bring the past to life". Museum terboeka itoe mentjoba
oentoek tampilken "true story" masa laloe, kombali ke 200 tahon silam. Para staff di
museum itoe goenaken badjoe koeno, bertani di ladang, ni'mati makan roti gandoem
ditoko roti djeman doeloe. Seolah-olah marika kapingin bilang bahoewa Belanda itoe
boekan tjoema sepeda, tulip, dan kintjir angin sadja. Rasahken pengalaman berbeda
ini jang amet mengesankan, dengen masoep ke Belanda jang bernoeansa pedesaan
perhatiken activiteit warga jang tjoetji pepakean di laundy klasik dengen bantoean
kintjir angin. Oma-oma jang sedeng meradjoet gaoen tjantik di dalem roema soenji.
Ada djoega kisah tentang Indonesian Backyard en Moluccan Barrack di museum ini.

Lagi banjangin naek kereta api, keinget satoe station di bilangan Jakarta Kota jang
bentoeknja uniek dan besar setengah boeletan. Kabetoelan makam sang architect-
nja ada di bilangan Overveen deket kota Haarlem, tida begitoe djaoe djaraknja dari
Amsterdam. Ir.F.J.L.Ghijsels, orang Belanda kelahiran Toeloeng Agoeng, Oost-Java
(Djawa-Timoer), rampoengken karja masterpiecenja beroepa Station Benedenstad
(ataoe jang hari ini bekend dengen nama: Stasiun Jakartakota) sedari tahon 1926
sampe 1929. Hatsil karja bangoenan laennja jang ada di Batavia, jang sampe hari
ini masih bisa digoenaken dengen baek adalah: Roemasakit (ziekenhuis) dari KPM
(Koninklijke Paketvaart Maatschappij) jang di Petamboeran (sekarang digoenaken
sebagai Rumah Sakit PELNI), Kantoor Poesat KPM di Koningspleinweststraat (jang
sekarang: Jl. Medan Merdeka Timur, dan difunctieken sebagi Kantoor Departemen
Perhubungan), Post Kantoor di daerah Tjandi Semarang, Kantoor Nilmij (sekarang
djadi BNI) di Jogjacarta, Gemeentelijk Juliana Ziekenhuis di Bandoeng (Roemasakit
Hasan Sadikin), dan banjak bagoenan besar laennja, jang sekarang masih oetoeh.

Architectuur station spoor di Djakarta, ada jang mirip dengen Station Centraal di
Amsterdam. Pemakaian rangka badja jang melengkoeng djadi trend di Belanda en
di Europa pada achir abad ke-19 dan awal abad ke-20, dengen peron jang banjak
dan pandjang. Station Tandjong Priok itoelah jang dimaksoed. Masoep ke coridoor
dalem Station Centraal Amsterdam seolah-olah flash-back ke Batavia tahon 1920-
an, tatkala itoe Station Tandjong Priok baroe klaar dibangoen en sijap diresmiken
oleh SS (Staatsspoorwegen). Hiroek-pikoek penoempang jang baroe sadja tiba di
station dari toeroen kapal laoet di Poort (pelaboehan) Tandjong Priok laloe siboek
mentjari loket kaartjis kereta api dengen toedjoean kota-kota di Java: Buitenzorg,
Bandoeng, Soerabaia, ataoe moengkin ke Station Batavia Benedenstad di poesat
bisnis kota kebanggaan Hindia Belanda. Kaloe Toean-Njonja mahoe liet, kitaorang
dengen hati seneng kassie anter masoep dalem itoe Station Centraal Amsterdam.

Selama plesiran koeliling Belanda itoe, kitaorang akan tjobain kuliner dari Suriname,
jang masakannja sekilas mirip masakan Djawa, tjoema rasanja agak berbeda kerna
jah makanan otentiek Djawa paling enak ada di Djawa toch? Moengkin Toean dan
Njonja bertanja, mengapa Masakan Suriname? Djikaloe diliet dari sedjarahnja nanti-
nja akan mengerti, sebab-sebab di awal abad ke-20 banjak orang Djawa jang pegi
ke Suriname dibawa oleh pamerentah Koloniaal oentoek bekerdja di berbagi sector
di negerij itoe. Sampe hari ini boedaja Djawa (dan tentoe masakannja) tetep diles-
tariken oleh orang toewa en moeda. Maskipoen marika katanja tida bisa bertjakap
dalem Bahasa Indonesia, namoen djikaloe Toean en Njonja ngomong Djawa marika
akan mengerti. Ragam kuliner Suriname jang mirip dengen masakan Djawa diantara-
nja: Telo (ketela), Pitjel (petjel), Gado-Gado, Soto Ajam. Lho kok sama sadja? hihi.

Penerbangan ke Belanda akan dilajani dengen pesawat Garuda Indonesia jang akan
melintasi djaloer legendaris Amsterdam - Batavia. Itoe route doeloenja oentoek kali
pertamanja diliwatin pada tanggal 13 September 1928, terbang dari Amsterdam me-
noedjoe Batavia (Airport Tjililitan, sekarang Bandara Halim Perdanakusuma). Tetapi,
djikaloe route Amsterdam - Jakarta sekarang langsoeng bablas ke Abu Dhabi (Saudi
Arabia), begitoepoen sebaliknja. Pada djeman itoe moesti banjak brenti-brenti di ber-
bagi kota/negara, sebab-sebab pasokan bahan bakar minjak, jang daja tampoengnja
ketjil. Maka, marikapoen haroes singgah di kota-kota ini: Neurenberg-Budapest-Sofia-
Istanboel (Konstantinopel)-Alepo-Baghdad-Bushire-Bandar Abbas-Karachi-Nazirabad-
Allahabad-Calcuta (Kolkata)-Rangoon (Yangoon)-Bangkok-Sengora-masoep ke Medan
laloe Palembang, dan achirnja tiba Batavia. Perdjalanan pandjang itoe pastinja menem-
poeh tempo berhari-hari, tida saperti kita nanti jang tjoema 7 djam ke dari Jakarta) ke
Abu Dhabi, en 7 djam lagi dari Abu Dhabi ke Amsterdam. Selama di pesawat akan bisa
menjantap masakan ledzat sembari nonton film asing ataoe Film Indonesia, jang kerap
tajang di bioscoop, ditambah hiboeran muziek asoy dalem negeri jang mendajoe-dajoe.

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njonja sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id ataoe hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 949682
(no.urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang
sesuai dengan nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfernya
ke Bank... (akan dikabari ke bank mananya pada hari Senin 25 Februari 2013, sabar yah)  
 
Pembayarannya Bisa Dicicil kok, suwer dah !!!!!!
cicilan 1 = US$ 525 (Februari, yakh di bulan ini!)
cicilan 2 = US$ 1000 (Maret, di minggu pertama)
cicilan 3 = US$ 1000 (April, atau awal Mei yakh)
(yuk DP pertama mulai hari ini biar semuanya ok)
(atau mau langsung semuanya bisa juga, supaya
on-kost kirim transfernya bisa murah/tidak besar).

Jika ada pembatalan, maka "aturan maennya" kayak begini yah, okeh?
(pemotongan dihitung di luar harga tiket pesawat yang US$ 2525 itu)
(jadinya US$ 2525 dikurangi US$ 1040 = US$ 1485, biaya utk cancel)

Cancel dari tgl 25 Feb - 24 Maret 2013, kena potong 20% dari US$ 1485
Cancel dari tgl 25 Maret - 24 April 2013, kena potong 50% dari US$ 1485
Cancel dari tgl 25 April - 14 Mei 2013, kena potong 75% dari US$ 1485
Cancel dari tgl 15 Mei - 24 Mei 2013 tidak ada reimbursment sama sekali
alias duitnya hangus, sudah dipake nyaris semua, dan susah nyari orang
pengganti yang akan menggantikan keikutsertaan/pengganti Bapak-Ibu.

(ditambah cancel tiket pesawatnya, yang dipotong = US$ 50 per tiket)

(Oh iya semua orang boleh ikutan acara ini, gak harus
member SAHABAT MUSEUM, siapapun boleh join turut
bergabung, yg tua, muda, anak kecil, yg belom pernah
ikut sama sekali program: PLESIRAN TEMPO DOELOE
atau yg belom pernah ketemu sama kami, juga peserta
lainnya, silahkan aja ikutan program ini, yuk mari ikutan!)

Force Majeur
Nah, yang ini jikalau terjadi Force Majeur sebelum acara dan/atau ketika
acara berlangsung di Negeri Belanda, maka penjelasannya seperti ini lho..
Bilamana sebelum acara PTD yang ke Nederland/Belanda ini berlangsung
(sebulan sebelum, seminggu sebelum, beberapa hari sebelum), terjadi Force
Majeur berupa: Gempa Bumi, Ombak Gede, Gejolak Sosial, dll, (pokoknya hal-
hal yang di luar kendali kita, dan tidak memungkinkan untuk diteruskan), maka
plesiran akan dibatalkan
.

Lantas jika kita yg membatalkan semua, maka itu biaya untuk Uang Muka (DP)
Hotel, Bus, Rumah Makan, Sewa ini, Sewa itu selama di Nederland/Belanda, dan
ternyata mesti kena potongan biaya ini-itu dari mereka yang di atas tadi, maka
semua peserta kena potongan biaya sesuai jumlah nominal yg mereka sebutkan
(bagi kita mengerikan untuk diteruskan, bagi mereka semua uang yang sudah di-
bayarkan tidak dapat dikembalikan, atau kena potongan sekian-sekian) *keluh*

Namun, jika plesiran ini tetap dijalankan setelah kejadian yang kagak asik itu tadi
berlalu (Gempa Bumi, Ombak Gede, Gejolak Sosial, dll) en nampaknya aman-aman
aja di sana, maka peserta yang mau cancel atau tidak jadi berangkat (gak jd ikut)
ke acara ini, akan dipotong biaya seperti yang tertera di atas tadi, DAN juga, jika
tidak terjadi apa-apa, lantas bila peserta membatalkan keikutsertaannya (dengan
alasan apapun), maka biayanya juga akan dipotong, seperti di atas tadi. Sepakat?

"Ach kassian, het is voorbij, kassian, het is voorbij,
Den Haag, Den Haag, de weduwe van Indie ben jij"

("Ach kassian, itu semua kini telah berlalu, kassian,
semuanya telah berlalu, Den Haag, Den Haag, kau
sekarang jadi janda dari Hindia Belanda")

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
M: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB: adep@cbn.net.id
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org


PLESIRAN TEMPO DOELOE: NEDERLAND !!!!!
(24-25-26-27-28-29-30-31 Mei, 1-2 Juni 2013)
*PTD pertama doeloe adalah tgl 25 Mei 2003 !!!

hari x berangkat ke BELANDA (JKT - AMS)
hari 1 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 2 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 3 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 4 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 5 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 6 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 7 nginep di Hotel Ibis City Center Den Haag
hari 8 kembali ke INDONESIA (AMS - JKT)
hari x tiba Jakarta 

Total = 7 malam, 8 hari di Belanda, 10 hari PTD
bersama sahaBATMUSeum bezoekin NEDERLAND!
(12 kota, 33 situs bersejarah yg ada hubungan-
nya dengan Indonesia, sejak 1596 sampai 1949).
(2 hari perjalanan JKT-AMS-JKT, 24 Mei & 1 Juni)

AMSTERDAM - HAARLEM - VOLENDAM - EDAM -
HOORN - ENKHUYZEN - ROTTERDAM - LEIDEN -
DELFT -ARNHEM - UTRECHT - DEN HAAG, yeah!


Susunan Acara PTD: Nederland 24 Mei 2013 - 2 Juni 2013
(jadwal dapat berubah/diputer, sesuai situasi & kondisi alam di
lapangan nantinya yah, tetapi pastinya semua dikunjungin kok) 
(durasi di setiap kota patokan waktunya seperti yang di bawah,
namun bisa jadi lebih cepat atau lebih lama dikit, karena durasi
perjalanan dari kota satu ke lainnya tergantung traffic di jalan,
bisa jadi nyampenya lebih cepet atau lebih lama dikit, ataupun
dirasa udah cukup aja untuk mengeksplore kota-kota tersebut)

Garuda Indonesia, Jumat 24 Mei 2013
CGK - AMS (via AUH) etd: 19.35 CGK, eta: 07.20 AMS

1. Sabtu, 25 Mei 2013: HAARLEM - AMSTERDAM  
07.30 - 09.00: Imigrasi dan Beres-beres bagasi
09.00 - 09.30: Berangkat ke Haarlem (Overveen)
09.30 - 10.00: Kuburan Ir.F.J.L.Ghijsels (St.Beos)
10.00 - 11.00: Berangkat ke Amsterdam
11.00 - 12.00: Makan Siang di I amsterdam
12.00 - 12.30: Berangkat ke Markas Besar VOC
12.30 - 13.00: Keliling Markas Besar VOC
13.00 - 13.30: Berangkat ke Menara Tangis
13.30 - 14.00: Keliling Menara Tangis
14.00 - 14.30: Berangkat ke Museum Scheepvaart
14.30 - 15.30: Keliling Museum Scheepvart
15.30 - 16.00: Berangkat ke Halte Kanaal Tour
16.00 - 17.00: Keliling Kanaal Tour 400 tahun
17.00 - 18.00: Berangkat ke Den Haag
18.00 - 06.00: Check in, Makan Malam, Istirahat

2. Minggu, 26 Mei 2013: VOLENDAM - EDAM - HOORN - ENKHUYZEN
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Ibis
08.00 - 09.30: Berangkat ke Volendam
09.30 - 10.30: Berfoto Pakaian Tradisional
10.30 - 11.00: Berangkat ke Edam
11.00 - 11.30: Keliling Edam
11.30 - 12.00: Berangkat ke Hoorn
12.00 - 13.00: Makan Siang di Hoorn
13.00 - 14.00: Masuk ke Museum Westfries
14.00 - 14.30: Kelililing Hoorn
14.30 - 15.00: Berangkat ke Enkhuyzen
15.00 - 15.30: Keliling Enkhuyzen
15.30 - 16.30: Berangkat ke Amsterdam
16.30 - 17.00: Anterin ke tempat Pintong
17.00 - 18.00: Yang pulang, langsung ke Den Haag
18.00 - 06.00: Masuk Hotel, Makan Malam, Istirahat
(Pintong Den Haag atau ke Amsterdam atau kota lain?)

3. Senin, 27 Mei 2013: DEN HAAG - ROTTERDAM
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Ibis
08.00 - 08.30: Berangkat ke Indisch Monument
08.30 - 09.00: Keliling Indisch Monument
09.00 - 09.30: Berangkat ke Madurodam
09.30 - 10.30: Keliling Madurodam
10.30 - 11.00: Berangkat ke Ridderzaal
11.00 - 12.00: Keliling Ridderzaal
12.00 - 13.00: Makan Siang di Den Haag
13.00 - 14.00: Berangkat ke Kinderdijk
14.00 - 14.30: Berfoto di Kincir Angin
14.30 - 15.00: Berangkat ke Rotterdam
15.00 - 17.00: Keliling Rotterdam
17.00 - 18.00: Berangkat ke Den Haag
18.00 - 06.00: Masuk Hotel, Makan Malam, Istirahat
(Pintong Den Haag atau ke Amsterdam atau kota lain?)

4. Selasa, 28 Mei 2013: DELFT - LEIDEN
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Ibis
08.00 - 08.30: Berangkat ke Delft
08.30 - 09.30: Keliling Nieuwekerk
09.30 - 11.00: Keliling Museum Leger
11.00 - 11.30: Keliling Indisch Huis
11.30 - 12.00: Berangkat ke Leiden
12.00 - 13.00: Makan Siang di Leiden
13.00 - 14.00: Keliling Museum Volkekunde
14.00 - 14.30: Berangkat ke Rumah Snouck Hurgronje
14.30 - 15.00: Keliling Rumah Snouck Hurgronje
15.00 - 15.30: Berangkat ke Makam Snouck Hurgronje
15.30 - 16.00: Keliling Makam Snouck Hurgronje
16.00 - 17.00: Berangkat ke Den Haag
17.00 - 18.00: (waktu kosong, mau ngapain kita?)
18.00 - 06.00: Masuk Hotel, Makan Malam, Istirahat
(Pintong Den Haag atau ke Amsterdam atau kota lain?)

5. Rabu, 29 Mei 2013: ARNHEM
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Ibis
08.00 - 09.30: Berangkat ke Arnhem
09.30 - 10.30: Keliling Battle of Arnhem
10.30 - 11.00: Berangkat ke Museum Bronbeek
11.00 - 12.00: Keliling Museum Bronbeek
12.00 - 13.00: Makan Siang di Arnhem
13.00 - 13.30: Berangkat ke Openluchtmuseum
13.30 - 15.30: Keliling Openluchtmuseum
15.30 - 17.00: Berangkat ke Den Haag
17.00 - 18.00: (waktu kosong, mau ngapain kita?)
18.00 - 06.00: Masuk Hotel, Makan Malam, Istirahat
(Pintong Den Haag atau ke Amsterdam atau kota lain?)

6. Kamis, 30 Mei 2013: UTRECHT - AMSTERDAM
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Ibis
08.00 - 09.00: Berangkat ke Utrecht
09.00 - 10.30: Keliling Museum Spoorweg
10.30 - 11.00: Berangkat ke Lombokbuurt
11.00 - 12.00: Foto-foto di Lombokbuurt
12.00 - 13.00: Makan Siang di Utrecht
13.00 - 14.00: Berangkat ke Amsterdam
14.00 - 15.00: Paleis de Dam, Dam Square
15.00 - 15.30: Gedung Stadsarchief (NHM)
15.30 - 16.00: Keliling Gedung Stadsarchief
16.00 - 22.00: Pintong sampe jam 10 malem
22.00 - 23.00: Berangkat ke Den Haag
23.00 - 06.00: Masuk Hotel, Makan Malam, Istirahat
 

7. Jumat, 31 Mei 2013: AMSTERDAM
06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Ibis
08.00 - 09.00: Berangkat ke Amsterdam
09.00 - 09.30: Keliling Makam van Heustz
09.30 - 10.00: Berangkat ke Tropen Museum
10.00 - 11.30: Keliling Tropen Museum
11.30 - 12.00: Berangkat ke Amsterdam
12.00 - 13.00: Makan Siang di Amsterdam
13.00 - 13.30: Berangkat ke Multatuli Museum
13.30 - 14.00: Keliling Multatuli Museum
14.00 - 14.30: Berangkat ke
Rijksmuseum
14.30 - 16.00: Keliling Rijksmuseum
16.00 - 17.00: (acara bebas, mau stay di sini, atau
buat yang mau di-drop di sini/Pintong, ditinggal yah)
17.00 - 18.00: Yang Pulang, Berangkat ke Den Haag
18.00 - 06.00: Masuk Hotel, Makan Malam, Istirahat
(Beres-beres koper, lalu Pintong Penghabisan kita? :)

8. Sabtu, 1 Juni 2013: menuju Bandara SCHIPOL  
check out dari Hotel Ibis Den Haag jam 7 pagi

Garuda Indonesia, Sabtu 1 Juni 2013 
AMS - CGK (via AUH) etd: 10.20 AMS, eta: 08.30 CGK



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: