18.3.13

Re: [tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Multatuli di Lebak, Minggu 24 Maret 2013



Dear Ade


Plz book ya ... 3 orang

1. MIRA TRI TUBIDASARI
2. PI'IT DHARMAWAN
3. WANTRI FAJAR WATI

salam

Mira
0818217648


From: Ade Purnama <adep@cbn.net.id>
To: tourismindonesia@yahoogroups.com; mediacare@yahoogroups.com; wisata-info@yahoogroups.com; jppi@yahoogroups.com
Sent: Thursday, March 14, 2013 5:08 PM
Subject: [tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Multatuli di Lebak, Minggu 24 Maret 2013

 
PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kisah Max Havelaar di Lebak
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 24 Maret 2013 djam poekoel 07.00 di pagi hari
Rp.250 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(gorengan pagi hari)
(makan siang wuenak)
(cemilan di petang hari)
(masoep ke dalem Rumah Bupati Lebak)
(masoep ke halaman Makam Bupati Lebak)
(masoep ke halaman Rumah Multatuli, Lebak)
(berfoto di Jl.Multatuli, di pusat kota Rangkas)
(naek Bus AC White Horse, pergi-pulang aja lha)

(semoea ditjeriteraken oleh Ery Sandra Amelia Moeis
sejarawan, produser "Bab Yang Hilang" di Kompas TV,
dan doeloe megang program "Metro Files" di Metro TV)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.250.000/org)


Dari VOC jang monopoli rempah-rempah, hingga NHM jang koeasai perdagangan
koffie (Kopi), Pamerentah Hindia Belanda dapetken oentoeng jang gede, tetapi
rakjat boemi Hindia Belanda (jang kamodian mendjadi negerij Indonesia, resmi
sedari 17 Augustus 1945) tetep miskin, kelaperan, pendidikan koerang/rendah.
Hingga pada tahon 1860 terbitlah seboeah novel jang menggoentjang Belanda!
Ikoetinlah programma jang bagoes betoel deripada SAHABAT MUSEUM, ia itoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE:
 Multatuli di Lebak
Minggoe, 24 Maret 2013 dari djam poekoel 07.00 pagi sampe 18.00 petang hari
Ada soeatoe novel jang bikin soeatoe probahan besar terhadap system koloniaal,
soenggoe bikin golongan konservatif loear biasanja marahnja, tetapi di laen fihak
politikoes Belanda sadar akan bobroknja perilakoe koloniaal di tana djadjahan-nja,
di Nederlandsche Indië, ataoe Hindia Belanda. Dari tjeritera dalem novel itoe maka
memboeka mata para politikoes Belanda dan memboeka djalan oentoek "Indonesia
Merdeka" 85 tahon sasoeda itoe novel terbit di negerij Belanda (tahon 1860 itoe).

Dampak deripada novel itoe, Pamerentah Koloniaal Hindia Belanda memboeat kebi-
djakan baroe jang bergoena bagi kaoem boemipoetera (priboemi), diantaranja: Ka-
sedjahteraan boemipoetera di bidang pertanian, irigatie, kasihatan dan pendidikan
(educatie). Sabetoelnja niat baek itoe soenggoe moelia, namoen di kamodian hari,
oetamanja di bidang pendidikan, inlander dapet sekolah lebi bagoes djoega setaraf
dengan kaoem Europa, bagaiken melempar boomerang dan memoekoel balik wadjah
kompeni, kerna menjoeloet dan membentoek rasa kesadaran boemipoetera oentoek
menentoeken nasib bangsanja sendiri jang berwoedjoed kemerdekaan, di kemodian
harinja. Timboel golongan baroe, jakni prijaji jang terpeladjar en lantjang berbitjara.

Tiga Serangkai: Ernest Douwes Dekker, Soewardi Soerjaningrat, Dr.Tjipto Mangoen-
koesoemo hingga Ir.Soekarno, adalah tjontoh sebahagian ketjil "product" kebidjakan
deripada "Politik Etis", jang di-design pada tahon 1901 dengan maksoed briken
bales
boedi kepada rakjat di negerij djadjahan ratoesan tahon lamanja diperintah kompeni.

Multatuli, jang bermakna: "Akoe jang telah Menderita" adalah nama pena deripada:
Eduard Douwes Dekker, jang djoega meroepaken kakak dari kakeknja Toean Ernest
Douwes Dekker -jang kita kenal sebagi Setiabudi Danudirdja, pahlawan Perintis Ke-
merdekaan. Akan tetapi djangan keliroe! Bahoewa itoe Eduard Douwes Dekker "Max
Havelaar", boekanlah Pahlawan Nasional Indonesia! Ia lebi tepatnja diseboet sebagi
Pahlawan Kemanoesiaan, kerna pada itoe tempo Ia bedjoang boekan agar soepaija
Indonesia Merdeka! tetapi keadilan bagi sesama oemat manoesia, oetamanja para
boemipoetera jang kringetnja diperes, dan tenaganja dimanpa'atken oleh pedjabat
kompeni, poen pemimpin lokaal, jang berkoeasa di Lebak, Bantam (ataoe Banten).
Peristiwa jang merobah pandangan Belanda itoe terdjadi pada tahon 1860, ataoe
4 tahon sasoedanja Multatuli kombali ke Nederland. Ia menoelis kisah idoepnja tat-
kala bertoegas di Hindia Belanda, oetamanja di bilangan Lebak, Java bagian Koelon.
Sablonnja Multatuli ataoe Eduard Douwes Dekker ditempatken di Natal, di Sumatra
Westkust (west coast), kamodian Ia dipindahken ke Menado di Celebes, en Lebak.
Novel itoe bertadjoek "Max Havelaar" jang meroepaken alter-ego deripada: Eduard
Douwes Dekker. Selama berada di Lebak, si tokoh Max Havelaar temoeken boesoek-
nja lelakoe para pemimpin daerah ini, moelai dari Demang, Boepati, hingga Resident.
Max mendjabat sebagi Assistent-Resident jang tinggal di Rangkasbitoeng, sedang-
ken Resident menetap di Serang. Max moesti menghadapi Regent (Boepati) Lebak,
jang ditampilken di novel itoe sebagi sosok jang kedjem, litjik, exploitatie rakjatnja.
Boepati Lebak, Raden Toemenggoeng Adipati Kartanata Nagara tida' perna poenja
tjoekoep oeang oentoek toetoepi perilakoe idoepnja jang mewah, tapi sajang itoe
rakjat tempat Ia berkoeasa idoep dalem kemiskinan, kelaparan dan meralat, walo-
poen kampong marika soeboer dan sawahnja idjo, tida kakoerangan soeatoepoen.
Boepati Lebak berkoeasa 30 tahon lamanja en itoe meroepaken djabatan warisan.

Oepaija Max dalem berantas corruptie en perlakoean semena-mena sang Boepati
di daerah kakoeasannja, sepatoetnja didoekoeng oleh Resident di Serang, tetapi
nampaknja sang Resident tida' pedoeli. Max tjoeba oentoek kirimken soerat pada
gouverneur-generaal (gubernur-jenderal), namoen dapet ditebak, tentoe ditolak.
Orang nummer satoe di Hindia Belanda itoe tida' mahoe berdjoempa dengen Max.
Riwajat Multatuli via tokoh Max Havelaar-nja itoe meroepaken tjermin bobrok-nja
system koloniaal di Hindia Belanda. Ada jang berpendapat apa jang Multatuli sam-
paiken terlaloe "berimaginasi" sebab-sebab sosok Max Havelaar digambarken seba-
gi orang jang soetji zonder tjatjat sadikitpoen, sedangken Boepati Lebak bersama
Demang dan pemimpin lokaal-nja ditjeritaken bagaikan orang djahat sedjagat dan
laennja djoega salah, Resident salah, Goeuverneur-Generaal salah, system koloni
salah. Ada jang bilang itoe djoega kerna dirinja Eduard Douwes Dekker jang "aneh"
en poenja ego jang tinggi, kapingin dianggep sebagi pembela kaoem boemipoetra.
Ironischnja, apa jang dilakoeken Eduard Douwes Dekker itoe, sasoeda Ia poelang
ke Belanda, sang Resident lakoeken investigatie, jang njatanja ...memang bener!
Sang Boepati bersalah, namoen Boepati Lebak "tjoemah" dibriken pringaten sadja,
sedangken Demang Parangkoedjang, menantoenja, dan Demang laennja dipetjat.
Kitaorang bakalan samperin roemanja Boepati Lebak jang doeloe dipake oleh Regent/Boepati en
meroepaken tempat shooting film "Max Havelaar", bole masoep ke dalemnja sambil bajangken di-
mana letak medja makan tempat itoe Meneer Slotering "diratjoen" tatkala santap makan malem,
bersama sang Regent, dan bole berpotret di locatie dimana di adegan film, rakjat (kaoem lelaki),
tjaboet reroempoetan, jang menoeroet sang Boepati, itoe adalah "kebiasaan" adat istiadat-nja.
Berkoendjoeng ke koeboerannja Boepati Lebak jang pernanja di belakang seboeah mesdjid gede,
saderhana sadja, tida nampak saperti makam pemimpin besar daerah-daerah laennja. Lantas ke
roemanja Max Havelaar di blakang ziekenhuis (roemasakit) jang dalem conditie memprihatinken.
Tentoe sadja berpotret di depan/bawah nama djalan bertoelisken Jl.Multatuli. Oh, asyiik betoel!
So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)
Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.250.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.250018 <<<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.250.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda
Transfernya bisa sekaligus = Rp.750018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.750.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.250.018, Rp.250.019 dan Rp.250.020, or
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.1.000.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung :)

djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, inget Rangkasbitung panas! djikalaoe pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :)
 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org
(beberapa sumber sejarah, dibacain dari buku:
"Max Havelaar", karya Multatuli, dan tayangan
Metro Files di Metro TV, episode "Nasionalisme
Sang Pembelot" (ttg keluarga Douwes Dekker)


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Minggu, 24 Maret 2013 
07.00 – 07.30: Kumpul di Museum Bank Mandiri di Jakarta
07.30 - 08.00: Penjelasan tentang riwayat Max Havelaar
08.00 – 11.00: Berangkat ke Rangkasbitung
11.00 – 12.00: Keliling kota Rangkasbitung
12.00 – 13.00: Makan Siang & Sholat Dzuhur
13.00 – 13.30: Berkunjung ke Rumah Bupati Lebak
13.30 – 14.00: Berkunjung ke Makam R.Toemenggoeng 
                                        Adipati Kartanata Nagara
14.00 – 14.30: Berkunjung ke Rumah Max Havelaar
14.30 – 15.00: Berfoto di Jl.Multatuli
15.00 – 18.00: Berangkat ke Jakarta




__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: