17.5.13

[tourismindonesia] (pake foto) PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bovenstad (Weltevreden) - Nieuw Gondangdia (Menteng), Minggu 19 Mei 2013 [1 Attachment]

[Attachment(s) from Ade Purnama included below]

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Gambir  dan Menteng
Kumpul di Gedung Departemen Perhubungan (Jl.Medan
Merdeka Timur, di seberangnya Stasiun Gambir persis)
Minggu, 19 Mei 2013 djam poekoel 07.30 pagi
Rp.150 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(snack pagi hari)
(snack siang hari
(minum siang hari)
(masoep ke dalem Gedong KPM/Gd.DepHub)
(masoep ke dalem Gedong NV.NIGM/Gd.PLN)
(masoep ke dalem Vrijmetselaar Loge/Gd.Bappenas)
(masoep ke dalem Roemah Maeda/Museum Perumusan Naskah Proklamasi)
(masoep ke dalem Roemah Pak Nas/Museum Jenderal Besar A.H.Nasution)
(naek delman keliling Medan Merdeka, tak, tik, tuk, tik, tak, tik, tuuuuk :)
(kemudian dilanjut naek Bus AC White Horse dari Gedong NV.NIGM/Gd.PLN)
(mohon maap karena adanya kendala teknis, maka naek delman route-nya
dipangkas, cuman di sekitar Medan Merdeka saja, ndak boleh ke Menteng)
(teks pada e-flyer yang menyebutkan akan "naek delman 3 djam lamanja,
soenggoe didjamin poeas" tolong diabaikan, ayem sori, ndak jadi 3 djam :(

(semoea ditjeriteraken oleh Ery Sandra Amelia Moeis, sejarawan, produser
"Bab Yang Hilang" di Kompas TV, dan doeloe megang program "Metro Files"
di Metro TV; dan Bambang Eryudhawan jang soenggoe tjakap bertjeritera
perihal riwajatnja gedong-gedong architectuur djeman doeloe di sekitaran
bilangan Gambir en Menteng, poen riwajatnja Monumen Nasional jang ada
Toegoe Nasional di tengahnja jang soeda dikonsep bagoes en baek betoel
oleh Presiden Soekarno, lajaknja kota Washington D.C, di Amerika Serikat) 

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.150.000/org)


Lapangan Gambir jang pernanja di djantoeng iboekota Djakarta, poenja tjeritera sedjarah jang
pandjang en penting. Sedari hoetan belantara hingga poesat pamerentahan, jang dipindahken
oleh Gouverneur-Generaal Herman Willem Daendels di tahon 1809 hingga 1811, dan dinamaken
sebagi Kota Atas (Bovenstad) oentoek bedaken dengen Kota Bawah (Benedenstad) di bilangan
Oud Batavia (jang di hari ini, orang kerap seboet sebagi: Kota Tua Jakarta). Kitaorang deripada
SAHABAT MUSEUM soeda sijapken satoe programma jang bagoes betoel jang bole bikin wadjah
Toean-Njonja bakalan tersenjoem seharian penoeh zonder ampoen, djalan-djalan di Ahad pagi
naek delman istimewa koeliling wilajah poesat kota Djakarta ataoe bilangan Monas, ia itoelah:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bovenstad (Weltevreden) -
Nieuw Gondangdia (Menteng)
Minggoe, 19 Mei 2013 dari djam poekoel 07.30 pagi sampe djam 12.00 siang bolong

Sebahagian orang jakin betoel, nama Gambir asal moelanja berasal dari nama taneman: Gambir.
Namoen sadjoemblah orang laennja ada jang seboetken bahoewa nama Gambir diambilnja dari
nama Kapitein Cambier. Orang jang dipertjaja oleh Sir Stamford Raffles koetika ia dan Inggeris
bertjokol di boemi Noesantara, atoe lebi tepatnja di Djawa. Kapitein Cambier dibriken prentah
oleh Raffles oentoek organisir kahidoepan perdagangan soepaija lebi madjoe, dimana kompeni
dagang (eh maksoednja company) en industrie, jang mana masjarakat dapet toeroet terlibat.

Sang Kapitein Cambier ini achirnja sampe pada kapoetoesan oentoek adaken sematjem fancy-
fair, ataoe saboeah passer-malem 1 boelan lamanja, jang dikoendjoengin oleh berbagi orang.
Activiteit itoe diselenggaraken di satoe lapangan gede bernama Koningsplein (jang sekarang
brobah namanja djadi Lapangan Monas). Bole dibilang ini soeatoe passer malem jang meroe-
paken nenek-mojang-nja Jakarta Fair di Kemayoran tijap-tijap boelan Juni di masa sekarang.

Nama Cambier begitoe bekend, sahingga pendoedoek di Batavia kerap seboet nama Gambir,
sebab-sebab pelafalan jang soeker kaloe-kaloe moesti seboet nama Cambier. Kamodian hari
nama passer malem itoe dikenal orang sebagi Pasar Gambir, dan station spoor jang pernanja
di sisi timoer deripada Lapangan Gambir itoe dinamaken Stasiun Gambir oleh rakjat Djakarta.
Walopoen nama aselinja adalah: Station Weltevreden SS (ataoe Staatsspoorwegen, kereta
api negara) jang sablonnja itoe station dibangoen pada tahon 1930an (dibinasakan di tahon
1992) doeloe ada Halte Koningsplein jang ketjil , jang nampak di peta Batavia tahon 1800an).

Bitjara perihal station spoor, bole djadi bitjara architect jang soeda bangoen station gede di
bilangan Benedenstad (Kota Bawah, di Kota Tua Jakarta). Ada satoe station jang sampe hari
ini masih mendjadi landmark kota Djakarta, jakni Stasiun BEOS, ataoe nama resminja: Station
Benedenstad. Dalem programma plesiran hari minggoe mendatang, kitaorang bakalan masoep
ke dalemnja satoe lagi gedong jang dibikin oleh architect itoe, jakni: Meneer Ir.F.J.L.Ghijsels,
tepatnja Gedong KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) jang locatienja ada di seberang
precies Stasiun Gambir ini. Simetri deripada seloeroeh gedong en facade jang pada bahagian-
bahagian tertentoe moendoer (lajaknja teras) briken kesan jang mendalem. Apalagi di dalem

itoe gedong, detail design ditampilken bole bikin kitaorang berdetjak kagoem kerna indahnja
langgam bangoenan karja moectahir deripada Meneer Ghijsels itoe. Pembangoenan Kantoor
KPM ini, dipitjoe oleh kema'moeran economie di Hindia Belanda, dengen membangoen poort
Tandjong Priok. KPM pada tempo itoe amet berdjaja sampe soeatoe koetika petjah Perang
Pasifik jang merobah semoea kahidoepan economie, sociaal, boedaja tijap Orang Belanda.

Klaar koelilingin dalemnja Gedong KPM, perdjalanan dilandjoetken lagi dengen naek delman
koelilingin Koningsplein area (Medan Merdeka), lantas samoeanja toeroen di Gedong NIGM
(Nederlandsch-Indische Gas Maatschappij, ataoe Kantoor PLN), jang doeloenja maroepa-
ken roemah dinas directeur Gasfabriek en Electrische Centrale) en dibangoen pada tahon
1907. Djikaloe Toean en Njonja masoep ke dalem itoe roemah en berdiri di terasnja, bole
dibajangken begimana rasahnja tinggal di roemah ini pada awal abad ka-20 tatkala auto-
mobile (mobil) en motor-fietsen (sepeda motor) blomlah banjak saperti sekarang, djalan
masih tanah, laloe liet activiteiten di Station Weltevreden SS jang siboek saben harinja.
Apalagi sambil menjantap pisang goreng en thee panas jang diambil dari Tana Preanger.

Poeas ngiderin bilangan Weltevreden en sekitarnja, kitaorang masoep en naek bus ketjil
dengen hawa adem (AC) langsoeng bablas ke Nieuw Gondangdia (nama jang disijapken
oentoek bilangan Menteng sekarang), melintasi Toegoe Tani, Hotel Schomper (Museum
Joang 45), Kantoornja N.V. De Bouwploeg (Mesjid Cut Mutiah), Gedong Kunstkring (eks
Kantoor Imigrasi Djakarta Poesat), teroes bablas liwat van Heutsz Boulevard (Jl.Teuku
Umar) ke Vrijmetselaarij Loge (Gedong Bappenas) en masoep lagi ke dalemnja. Sasoe-
dah itoe mengaso sabentar di Roemahnja Laksmana Maeda di depan Nassau Boulevard
(Jl.Imam Bonjol), oentoek liet langgam architectuur Menteng nan toelen, besar tjiamik.

Destinatie vakantie sedjarah jang paling achir adalah ke Roemahnja A.H.Nasution, jang
sekarang dirobah functienja djadi Museum Jenderal Besar A.H.Nasution. Kitaorang bole
liet model roemah Menteng laennja, jang asri en adem, tetapi oetamanja oentoek lebih
mengenal riwajat bangsa ini tatkala kedjadian dinihari kelam di tanggal 1 Oktober 1965.

Bebrapa patoeng manekin setinggi orang ditampilken di museum ini. Diorama kronologis
pentjoelikan Pak Nasution divisualken mirip aselinja, poen ada adegan koetika Pak Nas
melompati tembok tinggi goena melarikan dirinja dari sergapan Pasoekan Tjakrabirawa.
Begitoe poela kitaorang dapet masoepin ke kamar tempat Ade Irma Suryani tertembak
peloeroe njasar, dan Ibu Nasution tatkala bitjara kepada Pasoekan Tjakrabirawa itoe di
roeang makan oetama roemah itoe. Diorama museum jang begitoe "hidoep" mentjekam.
Pada bagian samping roemah, ditampilken "adegan" Pierre Tendean tatkala ditangkep :(

Plesiran koeliling Gambir en Menteng selesai di Museum Jenderal Besar A.H.Nasution itoe,
laloe samoea rombongan kombali ka Gedong KPM oentoek ambil kenderaaan bermotornja.
Mobil dan Motor bole diparkirken di gedong itoe sampe atjara bener-bener klaar maksimal
poekoel 12 siang tengari (tengah hari). Semoga Toean en Njonja poeas ikoet plesiran ini.

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nomer urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.150.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.150018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.150.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernya bisa sekaligus = Rp.150018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.450.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.150.018, Rp.150.019 dan Rp.150.020, or
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.600.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung.

djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta amet panas! djikalaoe pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :) 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku:
"Greetings from Jakarta, Postcards of a Capital
1900-1950" karya Scott Merrillees; "Medan Merdeka -
Jantung Ibukota RI" karya A.Heuken SJ; "Ir.F.J.L.Ghijsels
Architect in Indonesia (1910 - 1929)" karya Huib Akihary).


Susunan Acara PLESIRAN TEMPO DOELOE
Minggu, 19 Mei 2013
07.30 - 08.00: Kumpul di Gd. Dep.Perhubungan
08.00 - 08.30: Riwayat Gambir di tempo doeloe
08.30 - 09.00: Keliling Gd. Dep.Perhubungan
09.00 - 09.15: Berangkat ke Gd. PLN
09.15 - 09.45: Keliling Gd. PLN
09.45 - 10.00: Berangkat ke Gd.Bappenas
10.00 - 10.30: Keliling Gd.Bappenas
10.30 - 10.40: Berangkat ke Rumah Maeda
10.40 - 11.00: Keliling Rumah Maeda
11.00 - 11.15: Berangkat Rumah Nasution
11.15 - 11.45: Keliling Rumah Nasution
11.45 - 12.00: Berangkat ke Stasiun Gambir
12.00 - Acara Selesai dan Semua Bubar Jalan


Attachment(s) from Ade Purnama

1 of 1 Photo(s)


__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: