27.6.13

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Nieuw Hoorn di Tanah Soenda, Minggu 30 Juni 2013



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kelilingin Kota Tua Jakarta
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 30 Juni 2013 djam poekoel 07.30 di pagi hari
Rp.50 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget) (power breakfast)
(dengan 3 snacks enak jang maknyus)
(air minum botol utk dibawa jalan kaki)
(masoep ke dalemnja Museum Bahari)
(masoep ke halaman Menara Syahbandar)
(masoep ke dalem Pelabuhan Sunda Kelapa)
(masoep ke dalem Museum Sejarah Jakarta)
(ataoe bekend diseboet: Museum Fatahillah)
(durasi perdjalanan bisa djadi: 3 djam lamanja)
(tetapi bisa djadi djoega koerang dari itoe yakh)
(semoea tergantoeng lamanja tjerita di 1 tempat)
(ada jang lama, ada jang sebentar sadja kisahnja)

(semoea ditjeriteraken oleh Andy Alexander & Ade Purnama, penggila
sejarah VOC; dan Nadia Purwestri dari PDA, atau Pusat Dokumentasi
Arsitektur, yg pernah meneliti dan menganalisa letak precies Tembok
Kota Batavia yg ada di sekitaran Museum Bank Mandiri - Museum BI)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.50.000/orang)


Soeda meroepaken obsesi deripada Toean Moeda Jan Pieterszoon Coen oentoek bangoen soeatoe
empire (keradjaan) di Timoer Djaoe, jang berpoesat di bilangan Batavia (di hari ini kita mengenalnja
dengen nama kota Jakarta), oentoek koeasai doenija, dari oedjoeng selatan Afrika hingga Deshima,
di Djepang. Mimpi J.P.Coen achirnja terkaboelken sasoedahnja ia bakar satoe kota jang djaoeh dari
Bantam (Banten) dan djoega Tjeribon, jakni di kota jang pada djeman itoe blom sabegitoe ramenja,
tida hiroek pikoek saperti kadoea kota di pantai oetara Djawa itoe. J.P.Coen soeda pilih kota baroe,
jang diambil dari nama kampongnja di Belanda sana, Hoorn, dengen membangoen kota Hoorn Baroe.
SAHABAT MUSEUM soenggoe seneng adjak Toean en Njonja oentoek toeroet dalem programma ini:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Nieuw Hoorn di Tanah Soenda
Minggoe, 30 Juni 2013 dari djam poekoel 07.30 pagi sampe koerang lebinja djam 11.30 siang tengari  

Namoen sajang sekali para madjikannja di negerij Belanda tiada satoedjoe dengen nama Hoorn Baroe
itoe. Kota jang soeda rata dengen tanah, dibangoen kombali dengen nama jang soeda tida asing lagi,
jakni: BATAVIA. Dinamaken demikian, sebab-sebab soepaija jang laen tida iri, oetamanja boeat orang
jang boekan dateng dari kota Hoorn. Maka dari itoe dipakelah nama jang neutraal, jang djoega boleh
dibilang itoe nama Batavia diambil dari nama nene' mojangnja bangsa Belanda jang bernama Batavier.

Walopoen Toean Coen adalah saorang penggede di Noesantara, akan tetapi diaorang masih poenjain
atasan di negerij kintjir angin nun djaoe di sana. Marika itoe diseboet sebagi Heeren Zeventien, jang
koerang lebi artinja = Toean Toedjoebelas, terdiri dari wakil kamer dagang sadjoemblah kota Belanda.
Ada 6 kota jang membentoek Sarikat Dagang Kompeni (jang kitaorang kerap kenal dengen nama VOC!
kependekan dari: Vereenigde Oost-Indische Compagnie). Kota-kota ia itoelah: Amsterdam, Rotterdam,
Middelburg (Zeeland), Delft, Hoorn, dan Enkhuizen. Para penggede VOC jang berada di daerah Timoer
Djaoe (jang sekarang adalah wilajah teritori Indonesia) moesti toendoek atoerannja Heeren Zeventien.

Kota Batavia jang dibangoen oleh Mur Jan Kun (Mur katanja diambil dari nama M (ay) ur; dan Jan Kun
itoe maksoednja Jan Coen, jang di kamodian hari orang Djawa seboet diaorang poenja nama mendjadi:
Jangkung,
kerna J.P.Coen poenja badan jang tinggi-koeroes-langsing, maka nama Jan Kun dilafalkennja
dengen seboetan: Jan (g) Kun (g). Sasoedahnja kota Iajacatra dibakar abis, en pendoedoeknja kaboer
ka loear kota, Coen tjoba berdiriken saboeah kota baroe jang ia idem-idemken sebagi poesat keradjaan-
nja. Saorang Tjina jang menetap di Bantam (Banten) bernama Souw Beng Kong dipanggilnja, dan diboe-
djoek oentoek dateng ke tanah bekas Iajacatra, jang djoega doeloenja tanah Keradjaan Soenda Padja-
djaran, jang poesatnja di Batoetoelis (Bogor). Djalanan jang loeroes-loeroes dengan kanaal-kanaal mem-
bentang rapi di saentero kota baroe. Wadjah Batavia nampak lajaknja kota-kota toea di benoea Europa.

Kitaorang nantinja akan berdjalan kaki masoep ka 4 djeman kota Jakarta, moelai dari djemannja Soenda
Calapa, Iajacatra, Batavia en Djakarta. Hampir tijap-tijap djengkal tanah dapet ditjeritaken tatkala kita-
orang melantjong di bilangan Kota Tua Jakarta ini. Toean-Njonja bakalan tahoe dimana preciesnja kota
Soenda Calapa di tahon 1527 (jang kata orang, ini tahon dimana kota kita tertjinta Jakarta ini lahir, ia
itoe tepatnja pada tanggal 22 Juni 1527 walopoen itoe semoea tjoema doegaan-doegaan belaka, tida
ada boekti otentiek apalagi tertoelis di document-document dari djeman doeloe, tjoema perkiraan dan
perhitoengan bebrapa orang sadja jang ditetapken dalem "kepoetoesan politiek" pada tahon 1950-an).

Moengkin Toean-Njonja heiran mengapa di oedjoeng lor (oetara) deripada Kali Besar ada satoe boeah
djembatan oengkit (angkat) deri djeman doeloe. Oh, ternjata memang kerna itoe kota Batavia doeloe
dibikin mirip Amsterdam, dan tentoe sadja djembatan itoe banjak sekali sampe hari ini, tida tjoema di
kota Amsterdam sadja, namoen djoega di kota-kota laennja di Belanda. Poen dengen bangoenan-ba-
ngoenannja jang bertjorak Europa (oetamanja Museum Fatahillah/Museum Sejarah Jakarta, bole dibi-
lang designnja saperti Paleis de Dam di Amsterdam, tempat dilakoeken soeatoe peristiwa jang amet
penting boeat Bangsa Indonesia, jakni: Penyerahan Kedaoelatan Repoeblik Indonesia Serikat tahon
1949, tepatnja tanggal 27 Desember 1947 achir deripada negerij kolonie Belanda (= Hindia Belanda).

Loekisan jang menggambarken keadahan bilangan Kali Besar bersama Djembatan Kota Inten bakalan
kitaorang kassie liet en djelasken sampe toentas. Poen dengen keterangan mengapa namanja djem-
batan itoe: Kota Inten? Ach itoe ada hoeboengannja dengen satoe koeboe deripada Kasteel Batavia
jang sajangnja soeda diantjoerin pada tahon 1809, oentoek membangoen kota baroe di daerah oedik
(selatan) jang sekarang adalah kawasan Lapangan Banteng (Waterlooplein), sekitaran Jakarta Pusat
(Weltevreden). Kasteel Batavia poenja empat koeboe pertahanan jang dinamaken deripada perhiasan,
ada: Parrel (Pearl), Robijn (Robin), Saffir (Safir) en Diamant (Diamond). Nah, dari nama diamant inilah,
maka soedoet di kiri bawah Kasteel (benteng/citadel) Batavia, di kamodian hari dinamaken Intan, en
orang Java kerap menjeboetnja Inten. Masih banjak jang dapet ditjeritaken dari loekisan jang didomi-
natie dengen warna merah itoe. Oentoek bisa liet loekisan jang aselinja, Toean en Njonja moesti ber-
koendjoeng ka negerij kintjir angin Belanda, dan masoep ka Rijksmuseum, Amsterdam, di lantai doea,
masih satoe lantai dengen loekisan paling kasohor karja Rembrant jang bertadjoek: The Nightwatch.

Poesat kota (downtown) kota Iajacatra (Jayakarta) ada di titik tempat sang peloekis menggoresken
koeasnja. Itoe kota loeasnja tida sebrapa besar, namoen dipertjaja orang sebagi tjikal bakalnja kota
Jakarta. Djikaloe diperhatiken, poesat kota Soenda Calapa poen tida djaoe dari sitoe, kerna bebrapa
meter ke oetara, pada tahon 1500-an meroepaken garis pantai. Hal ini ditjatet dalem sedjarah jang
tertoelis, sebab-sebab menoeroet penelitian sedjarah, di tahon 1522 (ataoe 5 tahon sablonnja itoe
Soenda Calapa diserang oleh pasoekan Fatahillah (dari arah Bantam/Banten dan Tjeribon/Cirebon),
pengoeasa setempat (Keradjaan Soenda Padjadjaran) lakoeken kerdjasama dengen orang Portugal
(jang kitaorang atjapkali menjeboetnja: Portugis -dari kata Portugueesch, walopoen djikaloe pang-
gil nama Cristiano Ronaldo pasti: Portugal, tida perna seboet diaorang sebagi Orang Portugis hihi).
Sebagi bentoek kerdjasama (perdagangan dan pertahanan) maka diberdirikenlah satoe batoe peri-
ngatan jang dikenal dengen nama Batoe Padrao (jang kata orang, dioetjapken "Padrong"). Itoe ba-
toe ditarok di pinggir pantai (Soenda Calapa) pada tahon 1522. Sakitar 400 tahon kamodian (1918)
dikatemoeken oleh warga jang kapingin bangoen roemah. Pada saat itoe, wilajah itoe soeda brobah
mendjadi daratan semoea. Kitaorang nantinja briken pentjerahan jang bikin otak bersih, tida boetek.

Banjak sekali riwajat sedjarah jang dapet diketahoei di sepandjang djalan di sisi timoer Kali Besar ini.
Moelai dari gedong Toko Merah jang sempet djadi roemahnja Gouverneur-Generaal (Gubernul Jende-
ral) Baron von Imhoff, dan berbagi activiteiten laennja. Lantas agak ke depan, ada bekas locatienja
Portugeeschebinnenkerk (ataoe Geredja Portugis Dalem Kota) jang sekarang soeda tiada. Tetapi di
loear kota masih ada, jang hari ini kita kenal dengen seboetan: Gereja Sion, deketnja Mangga Doea.
Koeliling Oud Batavia menoedjoe Pelabuhan Sunda Kelapa, liwatin bekas locatie Kampong Tjina jang
pertama (jang boekan di Glodok), tempat ditangkepnja tokoh VOC bernama Pieter van den Broecke,
jang di kamodian hari diaorang pegi/pindah ke Kapoeloan Banda Neira di Moluccas (Maluku) menjadi
saorang perkenier (perkebunan pala), dan di tahon 2013 ini masih ada ketoeroenannja! jang ke-13!
Tetapi roepanja (wadjahnja) soeda tida Belanda lagi, roepa Orang Indonesia toelen. Di sampingnja
roemah kake' boejoetnja ini terdapat kompleks koeboeran familienja bertoelisken: van den Broecke.

Berdiri di samping (loearnja) Galangan VOC, dapet dibajangken tempat tinggalnja Orang Inggeris en
Orang Belanda, jang bersaing dalem mendapatken pengaroeh dan kepertjaan Pangeran Jayawikarta.
Gambar penangkapan Pieter van den Broecke tatkala ditangkep pengoeasa priboemi akan kitaorang
kassie liet precies di locatienja. Berbitjara perihal Galangan Kapal VOC, nantinja bakalan ditjeritaken
perkara riwajat berdirinja VOC di negerij Belanda dan maksoed toedjoeannja dateng ka Noesantara.
Sadikit madjoe ka depan, kitaorang singgah di Museum Bahari jang doeloenja tempat menjimpan ha-
sil boemi dari berbagi tempat di Noesantara (Indonesia), dan di deket sini ada Menara Syahnbandar
jang functienja boeat kassie pandoe prahoe lajar jang mahoe masoep ataoe kaloear dari Bandar Ba-
tavia. Peran jang sablonnja dilakonin oleh Galangan Kapal VOC dengen menaekkan bendera ke tiang.

Moengkin Toean en Njonja fikir bahoewa Pelabuhan Sunda Kelapa jang sekarang ini soeda ada seda-
ri djeman doeloe. Keliroe! itoe Pelabuhan Sunda Kelapa boekan locatie preciesnja kota Soenda Cala-
pa jang soeda diseboet di atas. Kerna pada tahon 1527 (jang kata orang hari lahirnja kota Jakarta),
garis pantainja ada di locatie jang sekarang deketnja rel spoor sakitar 400 meter ka selatan (argh!).
Namoen maskipoen itoe plaboehan boekan jang doeloe, kitaorang akan samperin itoe plaboehan goe-
na sampeiken kisah kedatangan Orang Belanda oentoek pertama kalinja ke negerij kita (ka Bantam/
Banten -di Plaboean Karangantoe- di tahon 1596, jang kamodian berlajar ka pantai Soenda Calapa
3 boelan sasoeda itoe. Nama Cornelis de Houtman soenggoe bekend di masa kitaorang ketjil ataoe
tepatnja koetika doedoek di bangkoe sekolahan/SD. Saperti apa roepanja, nanti dikassie liet yakh.

Poeter balik ka arah poelang, tjari taoe dimana bekas locatie Benteng Batavia (jang namanja lantas
diabadiken sebagi nama kota kota ini). Di dalem benteng (kasteel/poeri/istana) ini tentoe sadja doe-
loenja ada kantoornja Mas Jangkung itoe. J.P.Coen berkoeasa 10 tahon lamanja di Batavia (Jakarta),
sedjak tahon 1619 hingga diaorang semapoet di tahon 1629 (jang kata orang, diaorang poenja kepa-
la dipenggal oleh Pasoekan Mataram pada invansie kadoeanja, namoen soember Belanda mengatakan
J.P.Coen meninggal doenija kerna peroetja sakit alias cholera dan idoepnja berachir di dalem kasteel).
Kun jang Jangkung dimakamken moelanja di halaman belakang Stadhuis (Museum Fatahillah), laloe di-
pindahken ke dalem Geredja Baroe (Hollandsekerk) jang sekarang locatienja ada di dalemnja Museum
Wayang. Achli arkelogie dari Belanda sampe sekarang tida perna temoeken kerangkanja. Pertanjaan:
Dimanakah letak Koeboeran J.P.Coen jang sabenernja? Ataoe diaorang bener mati dipantjoeng, laloe
kepalanja itoe ditanemken di tangga Makam Imogiri di Djawa tempat Radja-Radja Djawa dimakamken,
dengen maksoed soepaija rakjat jang liwat tangga itoe dapet indjekkan kakinja di atas kepala Coen?

Masih banjak riwajat menarik kota Jakarta kita ini jang dapet ditjeritaken, moengkin di toelisan pada
soerat-listriek (email) ini tida tjoekoep, dan bole djadi bikin kepala Toean-Njonja djadi njoet-njoetan.
Ada baeknja Toean-Njonja ikoetan kitaorang poenja programma di hari Minggoe besok, nistjaja rasah
penasaran dan pingin tahoe bakal terjawab semoea, poen pangatahoean makin bertambah, semakin
pinter, wawasan seloeas samoedara, hingga bisa berbagi pengalaman dengen warga Jakarta laennja.
Djangan loepa adjak familie, temen nongkrong, temen sekantoor, tetangga, en sobat-ande sekalian.

Sadjoemblah gambar (baek loekisan maoepoen foto) akan kitaorang bentangkan di depan Toean en
Njonja soepaija dapet bajangken begimana conditie kota Jakarta pada tahon 1500-an, 1600-an dan
tahon 1700-an. Tijap-tijap gambar (berbentoek poster) briken informatie jang djarang ditjeriteraken
oleh fihak laen, kerna kitaorang soegoehken informatie jang djitoe en seger, jang disampeiken setja-
ra ringan tida moemet. Letak kasteel (benteng), monument, bangoenan dari djeman VOC, dan laen
sebaginja akan didjelasken hingga Toean-Njonja faham betoel en tida kebawa bingoeng menahoen.  

So, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri toean dan njonjah sekalian sekarang djoega
ke email: adep@cbn.net.id  atawa hoeboengi telefoon-tangan di nummer: 0818 94 96 82 (nomer
urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, sehingga nantinya ditransfer uang sesuai dengan
nomer urut) dapat ditransfer setelah mendaftar, doeit bisa ditransfer ke Bank BCA: 2371425693
BCA cab Pondok Indah
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA toeloeng dikonfirmasikan segera via
sms ke 0818 94 96 82 atau via email yang seperti biasa, discan aja, lalu kirim ke adep@cbn.net.id
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada orang laen/teman)

Sekarang juga bisa ditransfer ke rekening MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan juga ke rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 0148445465 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cabang Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, makasih yah, yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di no.urut 18 maka Onky transfernja
= Rp.50.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.50018 <<<<< angka 18 di belakang mengacu ke no.
urut) djadi ntar bajarnja boekan Rp.50.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. okeh
bener yah kayak gitu, trims. oh iya kalo soeda mentransfer dan soeda pake no.urut, kabari yaaw!
Kalo mendaftar lebih dari 1 orang dan pengen transfer sekaligus, yang misalnya contoh kayak gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernya bisa sekaligus = Rp.50018 (mengacu ke no.urut paling duluan), jadi no.urutnya jangan
dijumlahin jadi 1 yah (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.150.057), JANGAN, JANGAN, JANGAN. karena nantinya
malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 udah ada yang punya, orang laen, gitu ganti :)
Tetapi kalo mau transfer satu-satu juga boleh, ketik aja Rp.50.018, Rp.50.019 dan Rp.50.020, atau
misalnya temen/keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178), maka nanti kalo mau mentransfer sekaligus, tolong disebutin aja yah
bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), duit yang Rp.200.018 itu untuk no.urut: 18, 19,
20 dan 178. Nah, tjoekoep faham kan? semoga toean dan njonja bisa bikin kitaorang kagak bingung.

djangan loepa bawa pajoeng, andoek ketjil ataoe apalah, inget Djakarta amet panas! djikalaoe pada
tempohnja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain ini plesiran sasoedanja itoe hoedjan brenti. 
zo, plesiran tetep dilaksanaken, dan catat: Plesiran Tempo Doeloe tak akan berganti hari/tanggal :) 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku:
"Sumber-sumber Asli Sejarah Jakarta Jilid I, II
dan III"; "Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta"
karya A.Heuken SJ; "Toko Merah, Saksi Kejayaan
Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung, Riwayat
dan Kisah Para Penghuninya" karya Thomas B.
Ataladjar; majalah Intisari edisi "Kisah Jakarta
Tempo Doeloe" dan "Ketoprak Betawi"; "Forum
Dialog Indonesia-Belanda" editor Dra. Irna H.N
Hadi Soewito; "The Dutch East India Company"
karya Femme Gastra; "Batavia/Djakarta/Jakarta:
Beeld van een metamorfose" terbitan Asia Maior,
karya M.E.De Vletter, R.P.G.A. Voskuil, J.R. Van
Diessen, E.A; "De Vereenigde Oost-Indische Com-
pagnie" karya Els.M.Jacob; majalah Wacana edisi
"Sastra dan Sejarah seputar era VOC" vol.10 No.2
terbit bulan Oktober thn 2008, halaman 191 - 373.


Susunan Acara PLESIRAN TEMPO DOELOE:
Nieuw Hoorn di Tanah Soenda
Minggu, 30 Juni 2013
07.30 - 08.00: Kumpul di Museum Mandiri
08.00 - 08.30: Penjelasan ttg Nieuw Hoorn
08.30 - 11.30: Jalan Kaki keliling Kota Tua
(melintasi Museum Mandiri - Jl.Pintu Besar
Utara - Museum BI - Jl.Bank - Jl.Kali Besar
Barat - Toko Merah - Jl.Kakap - Galangan
VOC - Museum Bahari - Menara Syahban-
dar - Jl.Pakin - Pelabuhan Sunda Kelapa -
Jl.Krapu - Jl.Tongkol - Kantoor J.P.Coen -
Kasteel Batavia - Gerbang Amsterdam -
Jl.Cengkeh - Taman Fatahillah - Museum
Fatahillah - Jl.Pintu Besar Utara - kembali
ke Museum (Bank) Mandiri sebagai FINISH)
11.30 - Acara Selesai Semua, Bubar Jalan!



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: