27.9.13

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meneropong Bintang di Observatorium Bosscha, Kamis 10 Oktober 2013



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bandung
Kumpulnya di Parkir Timur Senayan yah.
Kamis, 10 Oktober 2013 jam 06.30 WIB
Rp.440 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget/thee tawar)
(makan pagi Nasi Ulam Misjaya)
(makan siang di RM.Misbar*, Jl.Riau)
(*bernoeansa bioscoop tempo doeloe)
(makan malam di RM.Saung Pengkolan)
(masoep ke halaman Gedong Villa Isola)
(masoep ke halaman Gedong Jaarbeurs)
(masoep ke dalem Masdjid Tjipaganti)
(masoep ke dalem Geredja Bethel*)
(*masih menoenggoe confirmatie)
(lewat depan Landmark/Van Dorp)
(masoep en meneropong/liet bintang
di Observatorium Bosscha, Lembang)
(nonton film dokumenter ttg Bandoeng
keadahannja di djaman doeloe dan skr)

(kalo ketemu di Bandung = Rp.410 ribu)
(dipotong makan pagi, karena sewa bus
seharian penuh itu sama saja biayanya)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan
nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.440.000/org)


Ada soeatoe tempat jang doeloenja amet dihindarken oleh pedjabat Kompeni, djoega
bawahannja. Baroe denger namanja sadja soeda bikin badan gemeter, apalagi sampe
ditoegasken ataoe diboeang ke sono. Namoen itoe tempat sekarang soeda mendjadi
tempat pakansi favouritenja Orang Djakarta en Orang Tadjir (Tampang djiran, hehe),
ia itoe Orang Malaysia dan Singapoera. Tentoe sadja boeat Orang Belanda, oetama-
nja Opa-Oma jang doeloe sempet tinggal di tempat ini, sablon perang berketjamoek.
SAHABAT MUSEUM persilahken Toean en Njonja oentoek gaboeng pesiar en poesing-
poesing bilangan Tataran Priangan, dalem programma legendaris Batmus bertadjoek:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meneropong Bintang
di Observatorium Bosscha
Kamis, 10 Oktober 2013, 07.00 - 24.00

Bandoeng! satoe kata jang bikin kitaorang senantiasa kapingin kombali lagi, lagi, lagi.
Daerah dingin dan sedjoek, lengkap dengen makanan jang rasahnja lekker tiada tara.
Banjak destinatie liboeran di kota ini dan sekitarnja, jang bikin hati serasah ketjantol
dengen kaindahan natuur tjiptaan Toehan Jang Maha Esa. Tida heiran doeloe pernah
ada seboetan Bandoeng, The Garden of Allah. Selaen The Most European City in the
East Indies, Europa in de Tropen (tropisch) dan jang paling kesohor: Parijs van Java.
Soeatoe djoeloekan jang amet kesohor pada periode tahon 1920 hingga tahon 1940.
Mooi Bandoeng amet bekend saantero negerij archipelago, bahkan sampe Nederland.
Banjak pedjabat pamerentahan, en para pensionan jang tetirah waktoe achir pekan.

Kota Parijs di Tana Djawa. Seboetan jang tida bole dibilang maen-maen, kerna itoe
sala satoe soedoet kota Bandoeng maropeken poesatnja mode dari negeri Perantjis.
Djalan Braga, jang pernahnja di centruum kota Bandoeng, briken sentoehan modern
pada wadjah kota Bandoeng jang doeloenja soeram, gelap, soenji, sepi pendoedoek.
Ada jang bilang, nama Braga diambil dari nama kelompok toneel en moeziek bernama
Toneelvereeniging Braga jang dibentoek pada tahon 1882, en kata orang lagi, Braga
diambil dari nama dewa kasoesteraan di Europa Oetara (Djerman), ia itoe Bragi. Tapi
tida ada salahnja kaloe-kaloe dengerin versie Orang Soenda, jang bilang bahoea itoe
djalan kaki di pinggirnja soengai (kabetoelan deket sini ada Soengai Tjikapoendoeng)
dinamaken ngabaraga, kata dasarnja adalah "Baraga". Ach silahken dipilih jang mana.

Mengapa begitoe heibat sampe diseboet Parijs (iboeketa Perantjis) versie Bandoeng?
Djawabannja kerna ..koffie! (kopi), jang toemboeh soeboer di tanah Priangan (Orang
Belanda demen njeboetnja: Preanger). Sedjak djaman VOC (kongsi dagang kompeni)
berkoeasa, itoe taneman koffie datengken banjak keoentoengan, apalagi pada perio-
de sasoedanja Perang Djawa (De Java Oorlog) selesai, dimana Gouverneur-Generaal
van Den Bosch terapken system tanem-paksa (cultuurstelsel) jang bikin kantong kas
Pamerentahan Hindia Belanda djadi banjak dan makin tebel dari tahon ka tahon. Tapi
lama-lama system ini ditentang oleh sadjoemblah Orang Belanda sendiri jang sala sa-
toenja adalah Eduard Douwes Dekker, lewat boekoenja jang bikin controversie besar
di negerij Belanda pada tahon 1860. Boekoe itoe bernama: "Max Havelaar" diberi sub-
djoedoel: of de koffiveilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappy (ataoe Lelang
Kopi Peroesahaan Dagang Belanda). Negerij Belanda gempar, mata rakjat di sana dja-
di terboeka akan apa jang terjadi sebenarnja di negerij "Belanda di Tropisch" mooi ini.

Soenggoe berbeda djaoe dengen keadahannja pada tahon 1641, tatkala itoe saorang
mardjiker bernama Juliaen de Silva keloejoeran di tempat ini jang masih diseboet seba-
gi: Negorij Bandong, ataoe West Oedjoengberoeng. Boeat orang boemipoetera daerah
ini (inlander), wilajah ini diseboet Tatar Oekoer jang poenja pengoeasa bernama Dipati
Oekoer. Mardjiker adalah boedak jang di-merdeka-ken, en pake nama baptis toeannja,
sebagi nama belakangnja (family name). Kebanjakan dari marika pendoedoek aseli Asia.
Djaman itoe VOC masih berkoeasa, namoen blonlah koeat en besar pengaroehnja. Sa-
abad kamoedian, ditoegasken saorang kopral bernama Arie Top oentoek mendjaga tja-
lon perkeboenan kompeni ini, jang poenja potensi alam bagoes oentoek dikembangken.

Bole dibilang Kopral Arie Top, orang koelit poeti pertama jang djadi warga Bandong ini.
Diaorang dibriken toegas sebagi soldadu kompeni (tentara) dengen djabatannja: In de
functies van plaatselijk miltair commandant (dalem functienja sebagi komandan militer
jang menetap di soeatoe daerah), jang kaloe dibandingken dengen sekarang, kira-kira
djabatan Arie Top ini adalah Banbisa! (Bintara Pembina Desa). Ia diprentahken mendja-
ga Tatar Oekoer dari antjeman moesoeh terhadap lahan (perkeboenan) jang potensial.
Penempatan Kopral Arie Top (jang ta' ada hoeboengannja dengen Noordin M Top itoe),
terdjadi pada tahon 1741. Baek tahon 1641 ataoe tahon 1741, kaadahannja Bandoeng
(jang masih diseboet Bandong) itoe sjerem, penoeh hoetan rimba, dan tentoe binatang
boeasnja. Tempat jang ideal boeat boeang pendjahat, soldadu, ataoe pegawe kompeni
jang soeda bikin kesalahan gede di Batavia. Diboeang ka Bandong maksoednja soepaija
tjepet semapoet ataoe setidanja idoepnja bakalan tersiksa hadepin natuur jang boeas.

Kombali ka tjeritera koffie. Sedjak dibriken kasempatan oleh pamerentah oentoek mem-
boeka perkeboenan kepada pengoesaha en orang asing, maka berdoejoen-doejoenlah
para planter baroe mengadoe nasibnja. Keoentoengan financieel jang tinggi dari hatsil
perkeboenan koffie (kopi), thee (teh) dan kina soeda bikin marika mendjadi orang kaja
baroe. Lebi dikenal dengen seboetan Preangerplanters. Beda dengen di Djawa Tengah
en Djawa Timoer jang climaatnja (iklim) lebi warm, maka di kadoea tempat itoe tjotjok-
nja perkeboenan suiker (goela), en di Soematra bagian oetara tepatnja tobacco (tem-
bakaoe). Sedangken thee, koffie dan kina lebi tjotjok di soehoe dingin pegoenoengan.
Tempo-tempo koetika orang dari Bandoeng pesiar ka Djawa Tengah en Djawa Timoer
merasa heiran, mengapa kaloe minoem thee zonder suiker (tanpa goela) moesti bajar.
Sebaliknja, tatkala orang Djawa Tengah dan Djawa Timoer ka Bandoeng minoem thee
pasti pahit, tiada pake goela sadikitpoen. Soeatoe perbedaan traditie jang mentjolok.

Pada achir minggoe (Saptoe-Minggoe), Preangerplanters jang djoega kerap diseboet:
"Orang goenoeng" pada "toeroen goenoeng" oentoek koempoel-koempoel en belandja.
Marika biasa bersosialisatie ketjil di penginapan bernama Thiem (jang sekarang locatie-
nja itoe soeda berdiri Hotel Preanger). Kamodian pindah ka Djalan Braga dan menjewa
satoe roemah beserta jongos-nja jang senantiasa sedia melajaninja. Keboetoehan di-
rasahken semakin besar, achirnja marika membentoek soeatoe sociteit jang bernama:
Concordia, dan menempati gedong baroe jang dikenal sebagi Toko de Vries. Kamodian
pada tahon 1921 dibangoenlah saboeah gedong baroe di: Groote Postweg/Djalan Raja
Post (sekarang ini: Djalan Asia Afrika), dipake sampe petjahnja Perang Doenia Kadoea.

Preangerplanters idoep kebanjakan doeit, marika goenaken boeat berfoja-foja sepan-
djang plesiran weekend di Bandoeng. Sadjoemblah tempat hiboeran dibangoen di kota
kembang ini. Makan enak, minoem-minoem, nonton toneel, nonton bioscoop dilakonin.
Belandja pepakean baroe di Djalan Braga, beli mobil keloearan moetachir tiada loepoet
dari pandangan marika. Bandoeng berkembang, destinatie plesiran semakin banjak, en
panorama alam jang asri bikin tijap-tijap orang jang dateng ka Bandoeng djadi seneng.
Pasar-malem diadaken medio Juni-July di Gedong Jaarbeurs, Djalan Menado (sekarang
Djalan Atjeh). Boersa Tahoenan, matjem Pekan Raja Djakarta digelar, oentoek adjang
pameran produkt Tanah Preanger. Atjaranja rame, ada lomba muziek, ketjakapan ken-
darai automobil (mobil), demonstratie sepatoe roda, pertandingan tenis medja. Sang-
king meriahnja sampe didjadiken sebagi tempat tjari djodoh boeat jang masih ladjang.

Gedong Jaarbeurs dibikin oleh Ir.C.P.Wolff Schoemaker en Ir.R.L.A.Schoemaker broers
pada tahon 1917, selesai tahon 1920. Menampilken langgam art deco jang populair di
djamannja. Pada bagian depan-atas terdapat patoeng 3 lelaki zonder boesana (tanpa
pepakean sedikitpoen). Tentoe sadja "sendjata-nja" nampak djelas. Kata orang, pada
djaman Presiden Gus Dur berkoeasa, itoe "onderdeel" ketiga lelaki itoe ditoetoep, bah-
kan pada djaman presiden sablonnja ditoetoepi dengen papan semoea sosok patoeng-
nja. Sekarang kitaorang bisa liet dengen mata telandjang setjara oetoeh dengen men-
dongak ke atas langsoeng liet patoeng telandjang sterk sampe poeas zonder berkedip.
Warga Bandoeng djaman sekarang lebi mengenalnja dengen nama Kologdam, dan hari
ini lebi dikenal dengan nama Kodiklat TNI AD. Soerat idzin oentoek masoep ka halaman
depannja soeda okeeh, tinggal ke sana sadja, ..tapi awas djangan sembarang portret!

Ingenieur Charles Prosper Wolff Schoemaker adalah goeroenja Soekarno di Technische
Hoogeschool te Bandoeng (THS, sekarang ITB), jang membimbing Soekarno dalem ma-
ta koeliah Menggambar Architectuur. Soekarno moeda kerap diadjak Schoemaker oen-
toek terlibat di dalem projectnja. Ia diminta oentoek mengembangken design Paviljoen
Hotel Preanger. Rantjangan laennja jang diminta Schoemaker ditolaknja melaloei tjara
menkritisi conditie architectuurnja. Sedjak moela tahon 1926, Soekarno soeda goena-
ken tjara diplomatisch dalem bertindak, tida mahoe bikin bangoenan dengen koloniaal-
stijl. Maka dari itoe, gaja bangoenan karja Bung Karno biasanja beratap gaja Limasan.
Tida banjak karja architectuur Soekarno di Bandoeng pada koeroen waktoe 1926 hing-
ga 1933, kerna Soekarno moeda itoe lebi focus en habis waktoenja di oeroesan politik.
Baginja toedjoean oetama dalem idoep ini adalah membangoen bangsa, boekan roema.

Kota Bandoeng bole dibilang kotanja Schoemaker. Banjak bangoenan/gedong bergaja
adjaib. Itoe disebabken oleh status Bandoeng sebagi laboratorium architectuur boeat
para architect Belanda, jang liet lahan loeas dan kosong sebagi bahan experimentnja.
Sebagian besar bangoenannja tida ada jang mentjerminken bangoenan etnik traditio-
neel, katjoeali bangoenan indoek Campus THB (ITB), jang kata orang Minangkabaoe,
meniroe langgam bangoenan di Ranah Minang. Aneka langgam Art Deco, Art Nouvue,
Klasisme berpadoe dengen oensoer locaal, neo-klasisme, Belanda koeno bertjampoer
djadi satoe. Sadjoemblah bangoenan unik di kota Bandoeng akan kitaorang samperin,
choesoesnja bangoenan jang dibikin oleh Ir.C.P.W.Schoemaker, diantaranya: Gedong
Jaarbeurs, Geredja Bethel, bekas Toko Boekoe Van Dorp, Misigit (masdjid) Tjipaganti,
Villa Isola, dan Observatorium Bosscha di malem harinja sembari meneropong bintang.

Doea tempat ibadah bakalan kitaorang koendjoengin, satoe boeat oemat Kristen dan
laennja boeat oemat Islam, dibangoen oleh Meneer Schoemaker. Geredja Bethel jang
pernahnja di Djalan Wastukentjana itoe, dibangoen pada tahon 1925, bergaja klasik-
modern, iaitoe adaptatie dari bangoenan traditioneel. Hal itoe jang kerap ditiroe oleh
Ir.Soekarno koetika berdiriken soeatoe bangoenan. Kitaorang dapet liet woedjoednja
di film documentair jang bakal ditajangken tatkala makan siang njam-njam, di Roema
Makan Misbar (ataoe gerimis boebar). Soeatoe concept tempat makan baroe diambil
dari langgam bioscoop djaman doeloe, compleet dengen pager boeat antri dan loket
kaartjesnja. Poen disediaken lajar boeat nonton film tetapi kali ini ada atapnja, djadi
djikaloe sampe hoedjan, kitaorang tetep bisa makan tanpa chawatier basah-koejoep,
dan sekarang soeda tida djamannja ada tjalo ataoe toekang tjatoet kaatjes di sini :)

Destinatie brikoet adalah Misigit (masdjid) Tjipaganti jang locatienja tentoe di Djalan
Tjipaganti. Satoe architectuur unik di tengah pemoekiman warga Belanda en Europa
di djaman doeloe, dipadoeken dengen Interieur antiek pake hiasan lampoe gambreng
kleur (berwarna) koening. Ada jang bilang pada achir hajatnja, Ir.Schoemaker meme-
loek agama Islam, dengen merobah namanja mendjadi = Kemal Schoemaker. Namoen
walopoen sempet berganti nama en soeda mendjadi saorang moeslim, tetapi koetika
Ia wafat tahon 1949 djinazahnja dimakamken di Koeboeran Kristen, locatienja ada di
Pemakaman Pandoe, Bandoeng. Soetoe pemakaman oemoem jang amet padet-rapet.
Pada tahon 2002 silam, tersiar chabar bahoea koeboerannja mahoe digoesoer, kerna
tida bajar retriboesi hingga 20 tahon, en 1 tahonnja tjoemah = Rp.20.000,- sahadja!
Rentjana penggoesoeran itoe achirnja dibatalken, setelah Keloearga Soekano briken
bantoean pembajaran restriboesi jang noenggak itoe, diwakilin Guruh Soekarnoputra.

Satoe gedong jang akan kitaorang liwatin dan tida masoek adalah = Toko van Dorp.
Toko boekoe jang di-design dengen style Indo-Europeeschen architectuur stijl itoe
(ataoe gaja architectuur Indo-Europa), dibriken hiasan Kala beserta tangan-tangan-
nja. Soeatoe perpadoean locaal dan bentoek langgam Europa. Itoe toko amet disoe-
kai oleh Warga Bandoeng, terlebi waktoe terbitken satoe boekoe botanie bertadjoek:
"Indische Tuinbloemen" (boenga taman Hindia) disoesoen oleh saorang achli botanie
dari Kebon Besar Buitenzorg (Kebon Raya Bogor). Hal jang amet speciaal beli boekoe
itoe adalah terdapat 107 kolom kosong, jang bole dibeli (di-isih) setjara menjitjil itoe
gambar boenganja. Tijap-tijap satoe gambar dibriken bibit boenga terseboet brikoet
pot boenganja. Djadi, sedjak djaman doeloe Bandoeng soeda bikin actie "Go Green!"

Satoe roema besar di Djalan Setiabudhi sekarang, doeloenja maroepaken villa berdiri
sendiri di tengah hamparan sawah dan tanah kosong, seloeas 7,5 hectar, ditanemin
roepa-roepa boenga. Prampoean mana jang tida kepintjoet, apalagi pemiliknja lelaki
moeda, roepawan, netjes (netjis) en parlente. Roema villa gede ini dibangoen amet
tjepet, ada jang bilang 9 boelan, namoen ada djoega jang seboet 5 boelan sahadja!
Dibangoen sedjak boelan October 1932, dan klaar boelan Maart 1933. Namoen nasip
malang menimpa eigenaar-nja (owner-nja), jang bernama: Dominique Willem Beretty,
tjoemah nikmatin koerang lebi 1 tahon lamanja, kerna pada tahon 1934 ia meninggal
doenija akibat katjilakaan pesawat, jang kata orang, sengadja direntjanaken, sebab
Beretty dianggep sebagi sosok jang gevaarlijk (berbahaja) boeat Pamerentah Hindia.

Beretty adalah saorang pendiri agent press ANETA (Algemeen Nieuws en Telegraaf
Agentschap), jang Orang Betawi seneng plesetken mendjadi: ANE-TABOK. Agent ini
memonopoli berita pengadaan berita tentang Hindia Belanda. Banjak journalist poen
politie jang tida demen dengen dirinja, termasoek gouverneur generaal waktoe itoe:
B.C de Jonge, jang anak prampoeannja kaboetoelan memadoe kasih dengen Beretty.
Kerna dianggep dapet menganggoe kakoeasaan pamerentah, maka ada chabar nanti-
nja Berrety bakalan "dikassie-linjap" deripada mengantjem karier politieknja de Jonge.
Begimana kisah achir Beretty? Apakah ia dapet lolos dari berbagi konflik jang beredar
di Hindia? Ataoe ia tewas dalem soeatoe kedjadian gandjil jang soeda direntjanaken?
Jang pasti, sasoeda Beretty tida tinggal di Villa Isola lagi dan setelah perang selesai,  
Villa Isola kamodian dibeli oleh pemerintah Republik Indonesia via Departemen P.P&K
dengen harga Rp.1,5 djoeta roepiah sahadja! Padahal biaja membangoennja 500.000
Gulden, ataoe setara dengen lebi dari Rp.250 Miljard dengen konversie oeang hari ini!

Observatorium Bosscha adalah tempat penelitian astronomi, jang berpoesat di lereng
Lembang. Nama resminja adalah Sterrenwacht (ster = star; bentoek djamak sterren).
Pendoedoek locaal melafalkannja: "Sterwah". Peneropong bintang jang besar itoe ma-
roepaken oepaija Meneer Karel Rudolf Bosscha bersama R.E.Kerkhoven, sepoepoenja
jang mendjadi djoeragan thee (teh) di Malabar. Nama Observatorium Bosscha itoe di-
abadiken dari nama bapaknja Rudolf Bosscha. Setelah oeang terkoempoel banjak, Ru
Bosscha dan Ru Kerkhoven pesen perlengkapan dan aparaat bintang di Berlin & Jena.
Toean Ru Bosscha adalah saorang preangerplanter jang patoet dipoedjiken. Ia orang
baek jang banjak soembangken doeit, fikirannja goena madjoekan tourism Bandoeng,
jang kamodian diangkat djadi warga kehormatan kota Bandoeng, atas boedi baeknja.

Kitaorang bakalan meneropong di kompleks Observatorium Bosscha ini, koetika gelap
tiba (selepas maghrib), tetapi datengnja selagi matari masih bersinar terang poekoel
17.00 sore, sebab akan dibriken keterangan perihal ilmoe pengetahoean tentang doe-
nia bintang dan galaxy di roeangan kelas. Lantas kamodian masoep ke koebah poetih,
oentoek pendjelasan brikoetnja. Program terachir adalah meneropong bintang masoep
ka gedong laennja, goena keker (berasal dari kata kijk, artinja: intip) bintang di langit!
Satoe per satoe, ganti-gantian, akan dapet giliran keker itoe bintang sesoeka hatinja.
Perdjalanan naek ka boekit atas menoedjoe Teropong Bintang Bosscha tida bole pake
bus ketjil apalagi bus besar, tjoemah motorfietsen (motor) dan automobil (mobil) jang
bole. Kitaorang nantinja bole pilih, mahoe berdjalan kaki rame-rame perlahan-lahan ke
atas dengen duratie 20 minuten, ataoe naek ojeg, nawar langsoeng sama mamangnja.

So, toenggoe apalagi?! Lekas, Sigra daftarken diri Toean dan Njonja sekalian sekarang
djoega ke email adep@cbn.net.id ataoe hoeboengi telefoon-tangan di nummer 081894
9682 (nomer urut peserta akan diberikan setelah mendaftar, maka nantinya ditransfer
uangnya sesuai dengan nomer urut itu) setelah itu doeitnja bisa soeda bole ditransfer
ke BCA 2371425693 BCA cabang Pondok Indah atas nama ADE HARDIKA PURNAMA
toeloeng dikonfirmasikan segera via sms ke 0818 94 96 82 atau via email seperti biasa.
(doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tp bisa dioper kepada orang laen)
Boleh juga ditransfer ke rek.MANDIRI: 101.000.44.34.088: ADE HARDIKA PURNAMA
dan ke rek.BNI 46, dgn no.rek: 01.48.44.54.65 atas nama: ADE HARDIKA PURNAMA
(oh iya kedua bank itu cab. Pondok Indah juga yah, yuk mari dikirim segera, trims yah)

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander mendaftar ada di nomer urut 18
maka Onky transfernja = Rp.440.018 (kalo di mesin ATM ketiknya Rp.440018 <<<<<<
angka 18 di belakang mengacu ke no.urut) djadi bajarnja boekan tjoemah Rp.440.000,
tetapi ditambah Rp.18 sebagi nomer urut. Oh iya kalo soeda transfer en soeda pakein
no.urut, kabari yah! Kalo mendaftar lebih dari 1 orang en kepengen transfer sekaligus, 
contohnya kayak gini nih:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernya bisa sekaligus = Rp.1320018 (mengacu ke no.urut duluan), jadi no.urut-
nya jangan dijumlahin jadi 1 (18 + 19 + 20 = 57 = Rp.2700.057), JANGAN, JANGAAN,
karena nantinya malahan bikin bingung, dan udah gitu kan no.urut 57 bisa jadi udah
ada yang punya, orang laen gitu. Tetapi kalo mau transfer satu per satu juga boleh,
ketik aja: Rp.440.018, Rp.440.019 dan Rp.440.020, dan atau misalnya temen/patjar,
keluarga mau daftar lagi, dan mendapatkan no.urut yang jauh dari rombongan Anda
(misalnya dapet no.urut: 178) maka nantinya kalo mo mentransfer sekaligus, tolong
disebutin aja yah bahwa (misalnya transfer untuk 4 orang sekaligus), itu duit yang
= Rp.1.760.018 itu untuk no.urut 18, 19, 20, dan 178. Nah, tjoekoep faham khan?! 

Djangan loepa bawa pajoeng, handdoek ketjil ataoe apalah, inget Bandoeng dingin! 
Djikaloe temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelain itoe plesiran sasoe-
dahnja hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilaksanaken, tidak berganti hari/tanggal. 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia
P: 0818 94 96 82
0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id
Facebook: Ade Purnama
Twitter: @sahabatmuseum
www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah, dibaca dari
buku: "Braga. Jantung Parijs van Java",
karya Ridwan Hutagalung & Taufanny
Nugraha; "Nasib Bangunan Bersejarah
di Kota Bandung", karya Haryoto Kunto;
"Bung Karno Sang Arsitek", karya Yuke
Ardhiati; 'Bandung Digambar Euy!" Seja-
rah Singkat Bandung Dalam 100 Sketsa
Full-Colour", karya M.Ichsan.H, Arinaka
T, M.Avrilany, R.Satryaji; lalu: "Jendela
Bandung, Pengalaman Bersama Kompas",
karya Her Suganda; "Oud Bandoeng da-
lam Kartu Pos", karya Sudarsono Katam; 
"Wajah Bandoeng Tempo Doeloe", karya
Haryoto Kunto; Bandung, Citra Sebuah
Kota", karya Robert P.G.A.Voskuil, dkk;
www.djawatempodoeloe.multiply.com:
Rahasia Villa Isola, oleh Priambodo Pra-
yitno; "Dari Villa Isola ke Bumi Siliwangi",
diterbitkan oleh Perguruan Tinggi Pendi-
dikan Guru Bandung, pada tahun 1955).


PLESIRAN TEMPO DOELOE: tgl 10 Oktober 2013
Meneropong Bintang di Observatorium Bosscha   

Kamis, 10 Oktober 2013
06.00 - 07.00: Kumpul di Parkir Timur Senayan
07.00 - 10.00: Berangkat ke Bandung
10.00 - 10.30: Keliling Gedong Jaarbeurs
10.30 - 11.30: Keliling Bethel, Landmark/Van Dorp
12.00 - 13.00: Makan Siang di RM.Misbar (Jl.Riau)
13.00 - 13.45: Berangkat ke Masdjid Tjipaganti
13.45 - 14.30: Keliling Masdjid Tjipaganti
14.30 - 15.00: Berangkat ke Villa Isola (Kampus UPI)
15.00 - 16.00: Keliling Villa Isola (Gedung Siliwangi)
16.00 - 16.30: Berangkat ke Observatorium Bosscha
16.30 - 17.00: Jalan Kaki atau Naek Ojek ke atas
17.00 - 19.20: Keliling Observatorium Bosscha
19.20 - 19.40: Jalan Kaki atau Naek Ojek ke bawah
19.40 - 20.00: Berangkat makan malam
20.00 - 21.00: Makan Malam di di RM.Saung Pengkolan
21.00 - 24.00: Berangkat ke Jakarta



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Tidak ada komentar: