25.4.14

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Koeboerannja Souw Beng Kong, Minggu 27 April 2014



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Riwajat Kapiten Tionghoa

Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 27 April 2014 djam poekoel 07.30 pagi hari

Rp.90 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(snacks di pagi hari)
(minuman botol/akwa)

(masoep ke area Makam Souw Beng Kong)

(masoep ke dalemnja Gedung Candra Naya)

(naik sepeda onthel dibontjengin abangnja)

(jadi Toean-Njonja gak perlu gowes sendiri)

 

(perihal riwajatnja Gedong Candra Naya ditjeriteraken

oleh Naniek Widayati, Ketua Pelestarian Candra Naya)

 

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.90.000/orang)



Jakarta dikenal sebagi Kota Sejarah, dimana banjak terdapat museum dan bangoe-

nan bersedjarah jang melimpah di berbagi tempat. Oetamanja di bilangan lor (oeta-

ra) deripada ini kota, ada jang di Kota Tua Jakarta, Plaboehan Soenda Calapa, Ma-

roenda, Priok, brikoet bergeser ke oedik (selatan) via Jakarta Pusat, kamoedian ka

timoer (Mester) en barat (Tenabang, Kebon Djeroek, dan laen sebaginja). Ametlah
moedah pigi ka matjem-matjem sitoes bersedjarah terseboet, ada djam boeka-nja,

en sebagian locatienja tida soeker oentoek disamperin. Nah, di tempo sekarang ini,

SAHABAT MUSEUM beroepaija adjakin Toean-Njonja oentoek bezoekin satoe ataoe

doea historical sites jang poenja value loemajan penting dalem perkembangan kota

Jakarta modern dan menoedjoe atsal moelanja kota metropolitan, jakni programma:


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Koeboerannja Souw 

Beng Kong Minggoe, 27 April 2014 dari djam poekoel 07.30 sampe 11.00 WIB

Toenggoe, siapatah Toean Souw Beng Kong itoe? Banjak generatie moeda, djoe-

ga jang toea jang blon tahoe siapa sebenernja Toean Souw Beng Kong, jang koe-

boerannja bakalan kitaorang samperin Ahad pagi mendatang. Baeklah, idzinkenlah

kitaorang oentoek berbagi tjeritera sedikit tentang Souw Beng Kong, jang di kamo-

dian hari diangkat sebagi Kapitein oleh sobat deketnja, J.P.Coen, sang pengoeasa

baroe tana Djajacarta, jang di djeman sekarang adalah tempat kitaorang samoea

menetap, kota Jakarta Raya ini. Locatienja deket sadja, namoen sedikit semboeni.


Ia berasal dari negeri Tiongkok tepatnja di Tang-oa, di djeman dynasty Beng (Ming).

Saorang jang poenja angen-angen besar, tegoeh brani mengembara langka laoetan.

Souw Beng Kong andjoerin brapa sobat-sobatnja, goena mengoembara ka loear ne-

geri, walopoen perlajaran belon sentausa sebagimana sekarang ini, maka melaenken

marika jang berhati besar sadja jang brani menjebrang laoetan lantaran risiconja nan

besar. Tida sedikit orang perlajaran jang satelahnja tinggalken doesoennja tida kata-

oean poela kabar tjeriteranja. Tetapi Souw Beng Kong boekanlah typikal orang jang

bernjali ketjil. Samoedera jang loeas en ganas ia hantam dengan segala hati tegoeh.

 

Begitoelah sasoeda dapetken brapa kawan jang spakat pikiran padanja, pada satoe

hari jang dipilih baek ia laloe adaken pesta di roemahnja dimana ada berkoempoel ia-

poenja sanak-familie dan sobat-ande boeat satoe sama laen ambil slamet berpisah.

Marika masi moeda roemadja, penoe dengen angen-angen moeloek dan tinggi maka

meski djoega di dalem pelajaran itoe, tida sedikit dapetken ganggoean ombak laoet

dan angin keras, tida membikin hatinja djadi koentjoep. Lebih doeloe Beng Kong c.s

mendarat di SitLat (Singapore) dimana marika berdiam sampe brapa boelan lamanja.

Kamoedian ia diadjak oleh satoe kenalannja, saoedagar lada jang atjapkali moendar-

mandir antara Tiongkok-SitLat-Java, boewat dateng di ini kapoeloan. Ini adjakan di-

terima baek oleh Souw Beng Kong c.s siapa laloe ikoet kenalan dateng di Java, dan

mendarat di Bantam (Banten). Diperkiraken, itoe terdjadinja kira-kira di tahon 1604.

 

Beng Kong ada satoe orang jang tjerdik. Tida lama berdiam di Bantam, ia lantas bi-

sa berniaga hasil boemi sendiri, atjapkali iapoenja barang dibeli oleh soedagar-soe-

dagar Belanda. Ia selaloe trima tetamoe dengen manis, bisa lajani pendjoeal atawa

pembeli dan pegang tegoe kapertjajahan, maka di kalangan Belanda ia dapetken na-

ma baek sekali. Perlahan-lahan ia dapet kapertjajahan dari Compagnie dan djadi le-

verancier dari berbagi-bagi barang hasil boemi. Tida pernah Souw Beng Kong bikin

kapiran saroepa pakerdjahan jang diserahken padanja. Apa jang satoekali ia soeda

djandjiken dan sanggoepin, ia oeroes dan kerdjaken sampe beres, klaar samoeanja.

 

Kaoeletan, kagigihannja dalem bekerdja mendjadiken Beng Kong sosok jang dihor-

mati seantero Bantam. Fihak asing jang kapingin beli spices matjem lada, moesti

"menghadap" Beng Kong terlebi doeloe. J.P.Coen sablon mendjadi pedjabat gede,

diprentah oleh Goebernoer Djendral kala itoe -Pieter Both- oentoek deketin Beng

Kong pada tahon 1611, namoen Beng Kong tida moedah dipengaroehi lantaran ti-

da mahoe terikat oleh Belanda. Sementara Soeltan Banten merasain poeas sekali

dengan adanja Souw Beng Kong di wilajah kakoeasaannja, kerana Beng Kong soe-

ka briken ilmoenja kepada rakjat Banten perihal tjaranja menanem padi, palawidja

dengen bener. Segala petoendjoek jang dibriken Beng Kong ditoeroetin baek-baek.

 

Pada tanggal 30 Mei tahon 1619, pasoekan Tentara VOC berhatsil takloekken kota

Djajacarta. Pendoedoeknja lari kotjar-katjir ka berbagi pendjoeroe mata angin. Itoe

daerah jang kalah kamodian mendjadi kosong zonder orang jang berani menetap di

dalemnja. Coen teringat sobat lamanja jang di Bantam. Ia tjoebain oentoek adjakin

Beng Kong pindah ka kota baroe. Namoen apa latjoer, Beng Kong menolak tawaran

Coen. Pada soeatoe hari Coen bitjara pada stafnja: "Siapa jang hendak memperloe-

as dan membangoen Negara, haroes bisa mengambil hatinja Bangsa Tionghoa". Po-

litiknja Coen lantas dirobah, dari keras mendjadi lembek. Soeatoe perobahan pesat.

 

Achirnja Beng Kong satoedjoe tawaran Coen jang djandjiken banjak matjem. Kepada

Beng Kong, Coen membriken banjak faciliteit dan pekerdjahan, matjem: oeroes djoe-

di di Batavia, bikin oeang tembaga, mengawasi roemah timbang bagi samoea barang

Orang Tionghoa, poen mengawasi pembangoenan roemah-roemah pedjabat Belanda.

Bole dibilang, Beng Kong adalah aannemer (kontraktor) jang pertama di Djakarta ini.

Pamerentah Belanda tiroe tjara Orang Portugeesch di Malakka sana, jang mengang-

kat kepala bagi setijap "bangsa" jang ada di bawah kakoeasaannja. Oentoek itoelah,

pada tanggal 11 Oktober 1619, Souw Beng Kong diangkat sebagi overste (opperste)

der Chineezen, en kamodian gelar itoe pada tahon 1625 dirobah mendjadi Cappiteijn

ofte der Chineezen, lantas di tahon 1628 mendjadi Capiteijn der Chineezen. Dengan

demikian ia mendjadi Kapitan Tjina jang kasatoe di Batavia en tentoe di Noesantara.

 

Toegasnja sebagi Kapitan Tjina diantaranja mengoeroesi para pemoekim di kota ini

sebagi djoeroe bitjara dan penanggoeng djawab marika. Omongannja didenger oleh

Belanda, dan advis-advis jang penting dari bangsa Tionghoa patoet didenger Belan-

da. Ia menjadi penasehat resmi mengenai adat-istiadat Tionghoa pada pengadilan

Belanda sedjaoeh menjangkoet adat-istiadat Tionghoa. Perkara civiel dan perkara-

perkara berkelahi setjara ketjil-ketjilan jang dilakoeken oleh bangsa Tionghoa, dja-

tohnja di tangan Souw Beng Kong. Tida heiran Beng Kong banjak doeitnja. Roemah-

roemah jang terbagoes di kota Batavia adalah poenja Beng Kong. Di depan roemah-

nja, telah didjaga oleh Tentara Belanda siang/malem. Demikianlah pemerintah Belan-

da telah membriken kehormatan jang begitoe besar kepada Souw Beng Kong. Apa-

tah Toean-Njonja tahoe dimana locatie precies roemah-nja? Deket sadja, masih di

bilangan Kota Tua Jakarta, tepatnja di Djalan Pos Kota sekarang ini ataoe koerang

lebi pernahnja di lahan Museum Seni Rupa & Keramik di hari ini, jang doeloe bekend

dengan nama kawasan: Tijgergracht (tijger = tiger; gracht = kanal). Soeatoe dae-

rah paling elite pada djemannja, moengkin setara Pondok Indah di tahon 1980-an :)

 

Koetika Beng Kong meninggal doenija pada tanggal 8 April 1644, tida tjoema bangsa

Tionghoa sadja jang berkaboeng, namoen seloeroeh kota toeroet merasahken doeka

jang mendalem. Phoa Beng Gam (jang di kamodian hari mendjadi Kapiten Tjina jang
ka-3, dan jang bikin Kanal Molenvliet, sekarang djadi Kali Tjiliwoeng di Djalan Gadjah

Mada-Hajam Woeroek) meminta idzin kepada Pamerentah Belanda, soepaija itoe dji-

nazahnja Beng Kong disemajamken di roemahnja sembari menoenggoe koeboerannja

Beng Kong rampoeng diboeat. Majitnja Beng Kong ada di roemahnja Beng Gam doea

boelan lamanja. Pada hari pemakamannja, oepatjara pengoeboeran dilaksanaken de-

ngen penoeh kebesaran dan kehormatan. Soeasana Batavia waktoe itoe sangat si-

boek dan rame. Seloeroeh Bangsa Tionghoa di Djakarta (laki-laki/prampoean, anak-

anak) jang djoemblahnja bilang riboe, telah toeroet mengantar koetika djinazahnja

Beng Kong dibawa ka koeboer. Pemerentah Belanda dalem pengoeboeran ini telah

membriken kehormatan jang besar setjara militer sebagi Panglima jang pernah ber-

djasa boeat kota Batavia dan kelangsoengan idoep Bangsa Tionghoa, poela kerdja-

samanja dengan Kompeni. Ia meninggal doenia dengen meninggalken nama haroem.

 

Namoen amet disajangken, ratoesan tahon kamoedian, koeboerannja saperti diloe-

paken banjak orang. Semak beloekar nampak disekitar koeboeran Souw Beng Kong.

Oentoeng sadja pada tahon 1909, makam itoe dibagoesin oleh Kong Koan (Dewan

Opsir Tionghoa), dan dilandjoetken oleh Majoor der Chinezeen Khouw Kim An, jang

kassie vermaakt itoe makam laloehoer Tionghoa pada tahon 1929 djadi bagoes be-

toel, tambah kassie pendjelasan perihal siapatah itoe tokoh Souw Beng Kong, jang

doeloe amet kasohor, dalem doea bahasa, ia itoe Bahasa Tionghoa dan Bahasa Be-

landa. Berita jang bikin hati seneng adalah itoe toelisan masih dapet dibatja oetoeh

hari ini, dan dirawat betoel oleh Yayasan Souw Beng Kong, hingga kitaorang genera-

tie djeman sekarang dapet koendjoengin en bezoek itoe koeboeran penggede Tiong-

hoa tempo doeloe, sembari beladjar sejadrah perkembangan kota Djakarta tertjinta.

 

Masih banjak lagi tjeritera perihal riwajatnja Souw Beng Kong, jang tida koendjoeng

klaar djikaloe dibahas di soerat-listrik ini (email). Kitaorang tjoba kassie pendjelasan

tatkala plesiran nanti. Tentoe sadja kassie liet foto conditienja di tahon-tahon sab-

lonnja Kemerdekaan, jakni di tahon 1940. Apatah bedanja dengan djeman sasoedah-

nja Kemerdekaan?! Pastinja kerna urbanisatie dari desa ka kota Djakarta jang sema-

kin rame dan toemboeh berkembang, sahingga pendoedoek baroe jang berdoejoen-

doejoen ka Djakarta memboetoehken tempat marika menetap/tinggal. Nah, akibat-

nja lahan di sakitaran Koeboeran Souw Beng Kong jang lega, lapang, loeas banget

mendjadi "korban" daripada pendoedoekan oleh masjarakat dan wadjah baroe kota.

 

Pada toelisan di atas, terseboet nama: Khouw Kim An, jang poenja andeel (peran)

jang patoet dipoedjiken. Kitaorang sigra landjoetken perdjalanan naek pit (sepeda)

onthel ka roemahnja Khouw Kim An jang letaknja di Djalan Molenvliet West (Djalan

Gadjah Mada nummer 188). Satoe roemah gedong jang doeloenja amet mewah di

djemannja. Ia maroepaken anak deripada Luitenant der Chinezeen Titulair (Letnan

Tionghoa Kehormatan) Khouw Tjeng Tjoan. Roemah ini sekarang dinamaken seba-

gi Gedong Candra Naya, dan sempet mendjadi tempat organisatie sociaal sasoeda

Kemerdekaan Republik Indonesia, jang bernama Sin Ming Hui (Perhimpoenan Sinar

Baroe), jang diberdiriken pada tanggal 26 Januari 1946. Sin Ming Hui ini aktief pa-

da bidang kasihatan, educatie dan boedaja. Faedahnja soenggoe besar boeat ma-

sjarakat, mempererat tali persaoedaraan djpega mempertinggi deradjat manoesia.

 

Nasib Khouw Kim An di achir hajatnja tida sebagoes Souw Beng Kong. Pada tahon

1942, Tentara Dai Nippon masoep ka Hindia Belanda dan mereboetnja. Ambtenaar

(pedjabat) Belanda dan penggede Tionghoa di tempo itoe samoeanja pada ditang-

kep oleh pengoeasa Djepang. Khouw Kim An alamken kisah jang tragisch, mening-

gal doenija dalem keadahaan jang tida baek di kamp interneer Djepang, di Tjimahi

pada tanggal 13 Februari 1945, tjoema bebrapa boelan sablonnya Djepang njerah.

Koeboerannja terletak di Pemakaman Petamboeran deket Slipi, saling berdekatan

dengen makam familie-nja. Soeatoe hari nanti kitaorang akan mengoendjoenginja.

 

Kombali ka roemahnja keloearga Khouw Kim An. Itoe roemah tida ada jang tahoe

kapan tepatnja dibikin. Tiada tanggal pasti, tetapi dapet diperkiraken soeda 100

tahon lebi. Pada salah satoe panel loekisan jang menghiasi dinding di bangoenan

terseboet, terdapat toelisan dalem aksara Tjina jang artinja koerang lebi: "Pada

tahon kelintji di pertengahan moesim goegoer ditjatet kata-kata ini". Maka, dari

toelisan terseboet dapet ditebak/diketahoei bahoewa bangoenan itoe dibangoen

pada tahon kelintji api jang djatoh 60 tahon sekali, jakni di tahon 1807 dan 1867.

 

Djikaloe kebanjakan roemah Tjina di Djakarta adalah poenja pedagang (sehingga

bentoeknja saderhana sadja dengan bentoekan tou-kung loeroes), maka Gedong

Candra Naya ini memiliki nilai lebih, kerna eigenaar-nja (pemiliknja) jang dahoeloe

adalah tokoh masjarakat jang terpandang. Oleh sebab itoe, bangoenannja pasti-

nja lebih besar en berbeda bentoeknja dari roemah Tjina oemoemnja/kebanjakan.

Kitaorang nantinja bakalan masoep ka dalem-dalemnja roeangan Gedong Candra

Naya ini jang doeloenja bekas roemah keloearga Khouw Kim An, jang disajangken

pada tahon 1993 didjoeal kepada orang laen, sehingga functienja moelai berganti.

Ibu Naniek Widayati dengen goembira akan kassie terang perihal soedoet-soedoet

itoe roemah gedongan setjara detail diliet dari aspect sedjarahnja dan makna dari-

pada langgam architecturaalnja, dan apa maksoed oekiran ini itoe jang menghiasin

sedjoemblah dinding di bangoenan megah jang tjiamik poen tjantik nian erg mooooi.

 

Museum Bank Mandiri – Jl. Jembatan Batu – Jl. Pangeran Jayakarta – Gang Taruna

(Koeboeran Souw Beng Kong) – Jl. Mangga Besar 13 – Jl. Mangga Besar – Jl. Gajah

Mada – Gedung Candra Naya (Rumah Khouw Kim An) – Jl. Pintu Besar Selatan – Jl.

Pintu Besar Utara – kembali ke Museum Bank Mandiri. Klaar sekitar jam 11.00 WIB.

 

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean-Njonja sekarang djoega!
kirimken email ka sini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id), ataoe djikaloe
mahoe bertanja sablonnja, sila bel telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (lan-
tas nummer oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditran-
sfer oeangnjasasoeai dengen nummer oeroetnja), kamodian dapet ditransfer oeang-
nja langsoeng:  BCA, no.rek 2371425693 BCA Pondok Indah, a.n: ADE HARDIKA
PURNAMA toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe sms ka nummer 0818949682 
selekasnja. (djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan, en soeda trans
fer, moehoen ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa
dioper kepada orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.
000.44.34.088, a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek:
01.48.44.54.65 a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabang Pondok Indah poela.

Tjara membajarnja/transfernja, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet: 18,
maka Onky transfernja = Rp.90.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.90018 <<<<
angka 18
di belakang mengatjoe ka nummer oeroet jah, djadi nanti bajarnja boekan
= Rp.90.000 sadja, tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe men-
daftar lebih dari 1 orang, en kapingin transfernja sekaligoes djalan, tjontohnja kajak:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfer bole sekaligoes = Rp.270018 (mengatjoe ka nummer oeroet paling doeloe),

maka dari itoe, nummer oeroet djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20

= 57 = Rp.270.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malah bikin 

kitaorang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja (oempama nummer oeroet: 

57) soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi

kalo mahoe transfernja satoe per satoe djoega boleh kok, ketik sadja = Rp.90.018,

Rp.90.019 en Rp.90.020, ataoe misalnja ada temen/keluarga jang masih kapengen

mendaftar lagi, en mendapatken nummer jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja

(misal dapet nummer oeroet: 178) maka nantinja djikaloe mahoe men-transfer-nja

sekaligoes/sekali djalan, toeloeng diseboetken sadja,  bahoewa doeit jang sebanjak

Rp.360.018 itoe, oentoek nummer oeroet:18, 19, 20 en 178. Makasih atensinja jah.
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas !!!

djikalaoe pada temponja hoedjan ada menggoejoer, kitaorang aken moelai ini plesiran

sasoedanja itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, en tida berganti hari

ataoe tanggalnja. Tetap tanggal itoe.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

 

(beberapa sumber sejarah, dikutip dari buku karya:

Adolf Heuken yang berjudul: "Sumber-Sumber Asli

Sejarah Jakarta" Jilid II & buku "Tempat-Tempat

Bersejarah di Jakarta"; Karya: Naniek W Priyomar-

sono, yang berjudul: "Rumah Mayor China di Jakar-

ta"; Makalah "Seminar Nasional Perkembangan Tek-

nologi vs Konservasi Arsitektur, Malang 2008, karya:

Ir.Wastu Pragantha Zhong; artikel di Koran Kompas

yang berjudul: "Makam Souw Beng Kong, Situs Seja-

rah yang Dilupakan" karya: M Clara Westi; Sinopsis

Wisata Kampoeng Toea "Kapitan Souw Beng Kong

Poenja Koeboeran jang Tida Kaoeroes" karya: David

Kwa Kian Hauw; Fotokopian "Doa Bersama di Depan

Bongpai Souw Beng Kong di Gang Souw Beng Kong

(Gang Taruna), karya: MATAKIN, PSMTI & Keluarga

Souw; Makalah "International Seminar on the Archi-

tecture of Jakarta Historical Museum, 21-22 Agustus

2002, yang berjudul: "Pemugaran Jakarta dan Dampak-

nya Setelah 30 Tahun Kemudian" karya: Ir.Wastu Pra-

gantha Zhong; Artikel di Majalah Sin Po terbitan tahun

1940, yg berjudul: "Kapitein Souw Beng Kong (Officier

Tionghoa jang pertama di Java), karya: Lim Thian Joe;

Fotokopian yg berjudul: "Sedjarahnja Souw Beng Kong

Kepala bangsa Tionghoa pada tahun 1620. Sebagai pe-

mimpin bangsa Tionghoa, ia sangat di-indahkan oleh se-

luruh masjarakat" karya: Phoa Kian Sie (atau Kian Site?)

(maaf karena fotokopian, namanya kurang terbaca betul)

 


Susunan Acara PLESIRAN TEMPO DOELOE:

Koeboerannja Souw Beng Kong, 27 April 2014

(gambaran timing, bisa ada yang sebentar saja di

lokasi, ada yang agak lama cerita kisah sejarahnya)
07.30 – 08.00: Pendaftaran Ulang di Museum Bank Mandiri

08.00 – 08.30: Gambaran Koeboerannja beberapa tahun silam

08.30 – 08.45: Berangkat ke Gang Taruna (Jl. Pangeran Jayakarta)

08.45 – 09.00: Jalan Kaki masuk ke Makam Souw Beng Kong th 1644

09.00 – 09.30: Penjelasan tentang andeel Souw Beng Kong di Batavia

09.30 – 10.00: Berangkat ke Gedung Candra Naya (Jl. Gajah Mada 188)

10.00 – 10.30: Penjelasan ttg andeel Khouw Kim An & Gd. Candra Naya

10.30 – 11.00: Kembali ke Museum Bank Mandiri, Acara Selesai, Bubar :)



__._,_.___


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: