17.10.14

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Reroentoehan Kasteel Batavia, Sabtu Sore 18 Oktober 2014



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Bekas Kastil/Istana VOC

Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Sabtu, 18 Oktober 2014 djam poekoel 15.00 petang hari

Rp.0/orang, sudah termasuk:
(ikutan Talk Show tentang riwayat Kasteel VOC Batavia)

(lihat presentasi sejarah penyerangan Mataram 1628/29)

(keliling Kota Tua Jakarta diceritain latar belakang yg kita

lewatin secara komplit-plit, plit, plit dengan gambar, foto)
(liwatin Jembatan Kota Intan di Kali Besar dan lokasi bekas
Gerbang Amsterdam, yg dirobohin setelah Kemerdekaan RI)

(bezoekin bekas Kasteel VOC Batavia yg berdiri sejak tahun

1600an, tepatnya setelah VOC berangus Jacatra/Jayakarta)

(perihal peristiwa itu nantinya akan ditjeriterakan seluruhnya
oleh Pak Andy Alexander, periset, penggemar, penyuka, peng-
gila sejarah VOC & Pak Arend A. de Carpentier, keturunannya
yg ke-17 dari Gubernur-Jenderal VOC Pieter de Carpentier, yg
menjabat dari tahun 1623-1627, yaitu diantaranya jabatan J.P.
Coen yg pertama 1619-1623, dan yang kedua thn 1627-1629).
(Pieter de Carpentier itu Gubernur-Jenderal VOC yang meletak-
kan batu pertama rencana pembangunan Kasteel VOC Batavia).


(silahkan kirim email kepada kami sebelomnya, untuk konfirmasi
keikutsertaan pada acara koelilingin Kasteel VOC Batavia nanti,
alamat emailnya: adep@cbn.net.id adep at cbn dot net dot id)




Pintoe Besar, Pintoe Ketjil, Djalan Tjengkeh, Djalan Kopi, Djalan Lada, Djembatan Kota

Intan, Djalan Ketoembar, Djalan Teh. Oh, darimana datengnja itoe nama-nama daripa-

da hatsil boemi Noesantara? Pingin tahoe lebi lengkapnja di balik alesan dibriken nama

terseboet? Lekas kosongkan hari Toean-Njonja en toeroet dalem programma daripada

SAHABAT MUSEUM jang dojan berbagi kisah sedjarahnja kota Jakarta, pada soewatoe

petang di tengah boelan Oktober tatkala tjoeatja tjerah dan anginnja sedjoek, ia itoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Reroentoehan Kasteel

Batavia Saptoe, 18 Oktober 2014 dari poekoel 15.00 sampe 18.00 koerang lebinja

Jacatra (Jayakarta) hantjoer-leboer. Pendoedoeknja kaboer. Kota baroe jang mendjadi
soenji sijap dibangoen. Nama ditjari, Jan Pieterszoon Coen pengennja pake nama Nieuw-
Hoorn ataoe Hoorn-Baroe, saperti nama kampongnja di Belanda sono. Namoen, apa bole
boeat, penggede VOC di Amsterdam lebi demen nama Batavia, jang diambil daripada na-
ma soekoe bangsa Batavieren, nene' mojangnja Orang Belanda jang asalnja dari negerij
Djerman. Nama itoe ditjetoesken oleh: Meneer Van Raai, pegawai VOC pada tanggal 12
Maart 1619. Sedangken VOC menggempoer Jayakarta pada tanggal 30 Mei 1619, ataoe
1 stengah boelan sasoedanja. Nama Batavia ini pertama kalinja diabadiken sebagi nama
kasteel/istana, kamodian dipake sebagi nama kota baroe Kompeni VOC di Timoer Djaoeh.

Kasteel Batavia letaknja di bilangan paling oetara kota Djakarta. Sekarang ini berhadep-
an dengan Plaboehan Soenda Calapa. Loeas awalnja 3,6 hectar. Bersegi empat dengan
meriam di tijap-tijap koeboenja. 4 koeboe itoe dinamaken dari nama jewelry (perhiasan),
ada: Robijn (batoe delima), Safier (batoe nilam), Parel (moetiara), dan Diamant (Intan).
Nama jang terachir itoelah jang sampe hari ini kitaorang kenal sebagi: Kota Intan, jang
poenja djembatan gantoeng kerap diseboet: Djembatan Kota Intan, jang locatienja pre-
cies di oedjoeng Kali Besar, dan maroepaken satoe-satoenja djembatan dari djamannja
VOC jang misih ada, walopoen sempet dihantjoerin oleh Pasoekan Mataram tahon 1628.

Bole dibilang, Kasteel Batavia ini maroepaken asal moelanja (tjikal-bakal) Kota Djakarta.
Tana jang dibeli pada tahon 1610-1611 semangkin lama semangkin berkembang mendja-
di kota ketjil poesat pamerentahan VOC di loear negerij Belanda. Kahidoepan jang terda-
pat
di dalem itoe benteng berdjalan normaal lajaknja kota modern, dengan gedong jang
gede dan modern. Ada Kantoor J.P.Coen, roema para penasehat Dewan Hindia, saoeda-
gar oetama, walikota, anggota Dewan Hindia, roeang persedjataan, roema oentoek ber-
senang-senang (plezier huis), toko obat, pemboeatan roti, geredja, goedang, pendjara
dan laen sebageinja. Tembok jang tinggi melindoengin dari serangan moesoeh, bentoek-
nja jang mirip koera-koera, dengan koeboe-koeboe pengintai di tijap-tijap soedoet oen-
toek kassie rapport (report/laporan) antjeman moesoeh priboemi jang sijap bertempoer.

Bahan bakoe bangoenan kasteel terseboet didatengken langsoeng dari negerij Belanda
en dari Pantai Koromandel di tenggara India, sebab-sebab tiada moengkin ambil bahan
material dari lingkoengan sekitar, dimana para pasoekan daripada Bantam (Banten) en
Tjirebon (Cirebon) plus Mataram dengan djoembelah lebi banjak daripada Tentara VOC.
Adapoen alesan laennja, itoe batoe jang gede-gede, dimangpa'atken sebagi pemberat
kapal tatkala berlajar dalem conditie kosong dari benoea Europa, kamodian koetika ber-
lajar kombali dari Kapoeloan Noesantara, kapalnja penoeh dengan rempah-rempah dan
barang dagangan laennja jang dibeli dari berbagi plaboehan di Java, Sumatra, Celebes,
Moluccas, ataoe tempat laennja, jang bole kassie oentoeng besar Kongsi Dagang itoe.

Begitoe megahnja benteng pertahanan VOC, hingga pintoe gerbang langsoeng mengha-
dep ka laoet mahoe dipasangin batoe setinggi 7 meter. Namoen amet disajangken itoe
batoe-batoean boeat pintoe oetama Kasteel Batavia kandas di tengah perdjalanan ti-
da' sampe di Kota Batavia, melainken tenggelem di laoetan seblah barat-nja Australia.
Kapal dengan moeatan 12 peti isi oeang perak, batoe permata, textile, porcelain, dan
laennja, terpaksa linjap ditelan laoetan sasoeda kassie toebroek karang, jang dikiranja
adalah sinar pantoelan boelan jang mentjorong dari langit. Padahal nakhoda kapal-nja
sedang mabok berat, jang tiada menjadari kaloe-kaloe jang di depannja batoe karang.

Pintoe gerbang jang kelelep pada tahon 1629 itoe, achirnja dikatemoeken oleh nelajan
jang lagi mantjing oedang pada tahon 1963 ! Ataoe di 334 tahon kamodian ! Tida dise-
boetken apatah perhiasan dan doeitnja misih ada ataoe soeda linjap diambil pentjoeri.
Batoe-batoe jang moelanja mahoe dipasangin di pintoe oetama Kasteel Batavia VOC,
sekarang di-display di Museum Maritime di Kota Freemantle, seblah selatan-nja Perth.
Moengkin sadja, sahaBATMUSeum di tahon-tahon mendatang kassie koendjoeng itoe
museum, sekalian plesiran ka Poelo Tasmania, Botany Bay Sydney en Nieuw Zeeland.

Perihal Kasteel Batavia dan sedjarah perkembangan Kota Jakarta dari nol, nantinja a-
kan kitaorang tjeriterakan setjara detail dilengkapin gambar poster, dan foto conditie
djaman doeloenja. Toean-Njonja tentoe poenja kepala bakalan seger, dan semangkin
tjinta dengan Kota Kita Jakarta ini. Didjamin poeas, kwaliteit nummer een (satoe), ti-
da ada lagi ketjap jang lebi manis daripada programma: PLESIRAN TEMPO DOELOE ini,
jang soeda pengalaman 123 kali bikin atjara koelilingin tempat-tempat bersedjarah di
Indonesia dan Belanda, en moengkin sadja di kamodian hari, bilamana dibriken kasiha-
tan jang sihat-sentausa, financieel jang tjoekoep, en kasempatan jang baek, bezoek
continent laen saperti Amerika, Australia, dan Afrika boekan isepan djempol belaka :)

Oentoek hari Saptoe besok, semoea activiteit dilakoeken dengan berdjalan kaki, moe-
lai djam poekoel 3 petang hari. Sijapken stamina en kewarasan badan jang prima. Ba-
wa minoeman en makanan boeat soeipaja tida lekas lemes. Ini atjara terboeka boeat
siapa sadja jang kapengen ikoetan. Orang moeda, orang toea, anak ketjil silahkan sa-
dja gaboeng, tiada wates (batas) oemoer. Adjak segenap temen, sodara, familie dan
sobat-ande. Berapa sadja djoembelahnja bole, asalkan daftarken liwat soerat listriek.

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas !!!

djikalaoe pada temponja hoedjan ada menggoejoer, kitaorang aken moelai ini plesiran

sasoedanja itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, en tida berganti hari

ataoe tanggalnja. Tetap tanggal itoe.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org


(beberapa sumber sejarah dikutip dari sejumlah buku:
"Toko Merah, Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian
Muara Ciliwung, Riwayat & Kisah Penghuninya", karya
Thomas B. Ataladjar; lalu "Tempat-tempat bersejarah
di Jakarta" dan "Sumber-sumber asli sejarah Jakarta",
karya A.Heuken SJ; en "Kisah Oostzydsche Pakhuizen
(Gudang Bagian Timur)" dan "Oostzydsche Pakhuizen,
Mengapa tempat ini harus dilestarikan?", tulisan Max

de Bruijn; "Sejarah para Pembesar Mengatur Batavia",
karya Mona Lohanda; DVD "De Gouden Eeuw", liputan
NTR dan Vpro, yg ditayangkan TV Belanda thn 2012).
 



Susunan Acara PLESIRAN TEMPO DOELOE – 18 Oktober 2014

15.00 - 15.30: Pendaftaran Ulang di Museum Bank Mandiri
15.30 - 15.45: Penjelasan dari Pak Arend A. de Carpentier
15.45 - 16.00: Penjelasan dari Pak Andy Alexander
16.00 - 17.00: Keliling Kota Tua Jakarta & Kasteel Batavia
17.30 - 18.00: Berangkat ke Museum Bank Mandiri, kelaar.



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: