22.10.14

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meester Cornelis - Passer Senen, Minggu 26 Oktober 2014



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jatinegara & St.Pasar Senen
Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 26 Oktober 2014 djam poekoel 07.30 pagi hari

Rp.160 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis)
(snacks pagi)
(makan siang)
(masoep Pasar Mester)
(masoep eks Gedong Kodim)
(masoep Stasiun Pasar Senen)
(masoep Stasiun Jatinegara/Station Meester Cornelis BOS)

(masoep Stasiun Jakarta Kota/Station Batavia Benedenstad)

(masoep halaman perumahan militer di pinggir Jl.Matraman Raya)
(bekas locatie Casino Theatre/Bioscope Centrale/Bioscope Djaja)

(Tiket Kereta Api dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Jatinegara)
(Tiket Kereta Api dari Stasiun Jatinegara ke Stasiun Pasar Senen)
(Naik Bus Big Bird AC keliling Jatinegara, Pasar Mester, sekitarnya)

(Naik Bus Big Bird AC dari Stasiun Pasar Senen ke Museum Mandiri)

 

(diceritakan perihal riwayat perkeretaapian oleh Aditya Dwi Laksana,
penulis buku "The Beauty of Indonesian Railways"; dan riwayat foto

postcard oleh Scott Merrillees, penulis buku "Greetings from Jakarta,

Postcards of a Capital, 1900-1950", dan bakal disiapkan 5 buku Pak
Scott ini, yg akan
dibagikan sebagai door-prize dalam program ini :)


Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.160.000/org)



Brapa banjak orang jang tahoe djikaloe Djatinegara doeloenja poenja 2 station spoor?
Ada jang djaloer NIS (Nederlandch Indische Spoorweg-maatschappij) dan djaloer BOS
(Bataviasche Oosterspoorweg-maatschappij) jang station moelanja jang sekarang kita-

orang kenal sebagi Stasiun Jakarta Kota, ataoe jang atjapkali diseboet: Stapsion Beos.
SAHABAT MUSEUM bikinin atjara bagoes masoep station-station spoor/kereta api jang
kasohor seantero Batavia/Djakarta dan populair sebagi tempat orang poelang kampong

tatkala mendjelang dan sasoedanja: Lebaran Idul Fitri. Ditambah lagi riwajat tempat di
sekitaran sitoe, jang foto tempo doeloenja bakalan didjelasken. Gaboeng dalem atjara:

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meester Cornelis -
Passer Senen,
Minggoe, 26 Oktober 2014 dari poekoel 07.30 - 15.00

Wilajah Meester Cornelis ataoe sekarang jang kitaorang kenal dengan seboetan: Djati-
negara, moelanja diboeka oleh Toean Cornelis Senen, saorang boemipoetra dari Kapoe-
loan Banda Naira, di Molukken (Maluku). Diaorang anak "Orang Kaja" dari Poelo Lonthor,

bagian selatannja Poelo Naira. Pada tahon 1621 diasingken oleh J.P.Coen sang Goeber-

noer-Djenderal VOC ka Batavia (Djakarta), kamodian diaorang menetap di Tijgergracht

(kanaal matjan), soeatoe bilangan elite, jang hari ini locatienja precies depan Stapsion

Beos. Tijger artinja tiger, satoe heiwan jang doeloenja misih banjak ditemoeken di Java.

Pada tahon 1632, Toean Senen memboeka sekolah, membatja do'a en khotbah bahasa-

Melajoe. Poen mendjabat sebagi wijkmeester (kepala kampong), kampong orang Banda
jang sekarang kitaorang kenal sebagi Kampong Banda(n) di Djalan Lodan Timoer,
Antjol.
Tatkala mendjadi goeroe itoe Toean Senen moelai dipanggil dengan seboetan: Meester.

Tahon 1656 Toean Meester Cornelis dapetken hak boeat menebang poehoen, di hoetan 
tepi Kali Tjiliwoeng,
letaknja djaoeh di bagian selatan poesat kota Batavia (jang hari ini,
bekend dengan nama: Kota Tua Jakarta). Sedjak tahon 1661, tana disitoe sepenoehnja 
milik Toean Meester, daerah itoe kamodian diabadiken sebagi bilangan Meester Cornelis.

Gerombolan SAHABAT MUSEUM nantinja akan koelilingin daerah Mester/Djatinegara itoe,
Berkoendjoeng ka landmark-landmark Meester Cornelis, seperti: Station Kereta Api BOS

(Meester Cornelis BOS), gedong jang doeloenja dipake sebagi Gedong Kodim, dan diper-

tjaja sebagi roemanja Toean Meester Cornelis Senen. Tida' loepa bezoek pasar lamanja,

jang bole dibilang maroepaken Petjinan laennja di Batavia/Djakarta jang misih ada, sela-

en di Glodok. Perhatiken detail daripada langgam roema-roemanja, jang sekarang soeda

brobah mendjadi toko, namoen sisahken masa kedjajaan architectuur bergaja Tionghoa.
Kassie liet bekas locatie Bioscope Djaja jang soeda rata dengan tana jang pernahnja di

deket Viaduct (djembatan kereta api), jang bole dibilang maroepaken "gerbang masoep"

daerah Meester Cornelis/Djatinegara. Halaman dalem roema militair jang bentoeknja mi-

sih sama precies seperti djaman doeloe di tahon 1900an awal dengan hiasan jang uniek,

kitaorang soedi mampir di tempat itoe perhatikan detail bangoenannja dari djarak deket.

Poeas koelilingin Mester dengan Bus AC, jang dinginnja mengalahkan panasnja Djakarta,
kitaorang landjoetken perdjalanan ka Passer Senen, namoen tjoemah di stapsion-nja sa-

dja, tida maen ka passernja jang sebenernja. Moeterin dalem Station Pasar Senen jang

megah briken pengalaman tersendiri oentoek mengenal sedjarah bangoenan dan djaloer

kereta api di djaman Hindia Belanda sampe djaman sasoeda Kemerdekaan. Begimana ti-

da', itoe station dengan langgam neo-klassiek, en dihiasin dengan lampoenja Art-Deco.

Ada tunnel (terowongan) jang station laen tida' poenja, dan maroepaken station perta-

ma di Hindia Belanda jang poenja peron tinggi. Favourite rakjat ketjil di moesim moedik,

kerna Stasiun Pasar Senen lajani kaartjes klas economie djarak djaoeh, ka Tana Djawa.

Adapoen model bangoenan Station Meester Cornelis BOS jang kitaorang akan samperin

itoe bergaja peralihan antara Indische Empire dengan Koloniaal Modern. Sesoenggoeh-

itoe atap bangoenan tjotjoknja digoenaken di Europa, kerna gentengnja miring, jang di-

maksoedken soepaija saldjoe lekas toeroen dan tida' nempel di atapnja. Namoen di ba-

gian laen bangoenan itoe, nampaknja tampilken karakter lokaal, oetamanja boeat iklim

tropisch, dengan pintoe, djendela, clerestory (djendela atap) jang lebar, functienja ini

oentoek pentjahajaan jang alami dan pergantian hawa/oedara silang, disesoeaiken de-

ngan iklim di negerij tropisch jang lembab poela panas, tida' seperti di negerij Belanda.
Ada satoe pertanjaan jang menggandjal rerongkongan, dimanakah letak Station Mees-

ter Cornelis NIS? Apatah itoe station beroperatie normaal poela lajaknja Station BOS?

 

Passer Senen diambil dari nama hari, jakni hari: Senen. Boekan dari itoe nama Cornelis
Senen jang terseboet di atas. Sebermoela daerah jang sekarang bernama Senen itoe,

adalah rawa beloekar. Dengan adanja perkembangan economie, dan melimpahnja hat-

sil daripada perkeboenan, terbitlah hasrat baek Toean Justinus Vinck oentoek berdiri-

ken soeatoe passer (pasar). Idzin didapetken dari Goebernoer-Djenderal Abraham Pe-

trus pada tanggal 30 Augustus 1735. Pada awalnja passer itoe boekanja tjoemah hari

Senen sadja, namoen kamodian djoega boeka di hari Djoemahat. Berkat kemadjoe'an,

dan semangkin ramenja passer itoe, maka sedjak tahon 1766, diboeka setijap harinja.
Orang Belanda kerap menjeboetnja sebagi Vinckpasser (ataoe pasarnja Toean Vinck).

Soerat idizin bangoen passer tida' sadja boeat Passer Senen, tetapi djoega oentoek

Passer Tenabang (Tana Abang), jang boleh berdjoealan tijap-tjap hari Saptoe. Actie

Meneer Vinck selandjoetnja jang amet terpoedji adalah bikin djalan pintas dari Passer

Senen menoedjoe Passer Tenabang, jang hari ini kitaorang kenal dengan nama Djalan

Kwitang Raya - Djalan Kebon Sirih dan temboes ka Djalan Fachrudin 3 laloe Tenabang.
Sedjarah Tenabang dimoelai bersamaan dengan perloeasan Kota Batavia ka arah zuid

(selatan) di abad ka-17 (tahon 1600an). Phoa Beng Gam, saorang Kapitein Tjina jang

ka-3 soeda kerdjaken menjodet kanaal goena alirken aer dari Kanaal Molenvliet (jang

sekarang ada diantara Djalan Gadjah Mada - Hajam Woeroek) sampe ka Tjiliwoeng di

bagian timoer. Tindakan terpoedji itoe dilakoeken pada tahon 1648 en berdjalan baek.

 

Djangan ragoe oentoek kirim soerat-listriek (email), kerna kitaorang bakalan kassie te-

rang berbagi matjem riwajat kereta api di Indonesia, dimoelai dari Station Batavia NIS

di seblah noord (north/oetara), poen Station Batavia BOS di bawahnja (zuid/selatan).

Sedjak kapan kadoea station itoe ada, dan begimana nasibnja sekarang? Dimana loca-

tie bangoenannja, dan apa jang terdjadi sasoedanja. Siapa architect jang merantjang

bangoenan Stasiun Jakarta Kota jang baroe sadja oelang tahon jang ka-85 itoe? (ber-

diri sedjak tahon 1929), dan begimana process pemboeatannja. Ditambah lagi dengan

tampilan gambar berbentoek poster jang sijap briken pendjelasan jang amet terang ke-

pada Toean-Njonja jang dojan ikoetin pakansi dengan programmanja sahaBATMUSeum.

 

Ach, perkara informatienja jang lebi detail dan compleet, kitaorang soeda adjak Toean

Aditya Dwi Laksana dan Toean Scott Merrillees oentoek berbagi tjeritera sedjarah peri-

hal perkeretaapian dan photo dari postcard jang tampilken situatie en conditie Mester
dan Pasar Senen di awal abad jang laloe. Nistjaja Toean dan Njonja langsoeng kaseng-

sem dengerin itoe tjeritera nan interessant (interesting) poenja jang disampaikan oleh

marika achlinja. Didjamin poeas dengerinnja sembari berdetjak kagoem dan fikiran ter-

lempar ka masa laloe, tatkala kota Djakarta djalanannja misih lengang en djarang ada

auto (mobil), motorfietsen (sepeda motor) liwat, dan misih banjak tram jang sliweran.

 

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA can Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.160.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.160018 << angka 18

di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.160.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernja bole sekaligoes = Rp.480018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.480.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja: Rp.160.018, Rp.160.019, Rp.160.020

ataoe misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.640.018, oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 dan 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku:
"Asal Usul Nama Tempat di Jakarta" karya

Rachmat Ruchiat; "Tempat-tempat Berseja-

rah di Jakarta", karya A.Heuken SJ;  "Segi-

tiga Senen, Sejarah dan Perubahan Sosial

Orang-orang Cina", terbitan Sarana Jaya;
"Kampung Tua di Jakarta", terbitan Dinas
Museum dan Sejarah DKI Jakarta"; "Keto-

prak Betawi", terbitan Intisari; majalah KA

"6 Stasiun Heritage di Batavia" edisi 97, A-

gustus 2014; "Ensiklopedia Jakarta, Culture

& Heritage" Jilid II, terbitan Dinas Kebudaya-

an dan Permuseuman DKI Jakarta; "Greetings
from Jakarta, Postcards of a Capital", "Batavia

in Nineteenth Century Photographs" karya Scott
Merrillees; "Ir.F.J.L.
Ghijsels, Architect in Indonesia
(1910-
1929), karya drs. H. Akihary; "Gereja-gereja
Tua di Jakarta", karya A.Heuken.
SJ; "Jatinegara dari
Masa ke Masa", "Dari
Meester Cornelis sampai Jatine-

gara", "Jatinegara sebagai Daerah Tujuan Wisata?",
"Jatinegara Pernah Jadi Kabupaten", tulisan
Berthold
DH Sinaulan, Suara Pembaruan,
15 April 2005; "Mena-

nti Ruang Publik Meester Cornelis", tulisan (mur/pra)

Warta Kota, 8 Maret 2009; "Wajah Baru Stasiun KA

Pasarsenen, Kapan yang Lain Menyusul?", tulisan Si-

git Nugroho, Warta Kota 8 Januari 2009). "Pasar Gam-

bir, Komik Cina & Es Shanghai", karya Zeffry Alkatiri;

"Trams en Tramlijnen, De Elektrische Stadstrams op

Java", karya H.J.A.Duparc; "Spoorwesstation op Java"

karya Michiel van Ballegoijen de Jong; "Johannes Rach,
Seniman di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan

Nasional RI dan Rijksmuseum Amsterdam, tahun 2002).


PLESIRAN TEMPO DOELOE: Meester Cornelis - Passer Senen

07.30 - 08.00: Pendaftaran Ulang di Museum Bank Mandiri
08.00 - 08.30: Presentasi ttg riwayat stasiun2 tersebut
08.30 - 08.45: Jalan kaki ke Stasiun Jakarta Kota
08.45 - 09.00: Penjelasan ttg Stasiun Jakarta Kota
09.00 - 09.30: Naik Kereta Api ke Stasiun Jatinegara
09.30 - 10.00: Penjelasan ttg Stasiun Meester NIS & BOS
10.00 - 10.05: Jalan kaki ke eks Gedung Kodim Jatinegara
10.05 - 10.35: Keliling Gedung Kodim Jatinegara
10.35 - 10.45: Naik Bus AC ke Pasar Mester
10.45 - 11.15: Keliling Pasar Mester
11.15 - 11.20: Berangkat ke bekas lokasi Bioskop Djaja
11.20 - 11.30: Penjelasan ttg Bioskop Djaja & Viaduct
11.30 - 11.35: Jalan kaki ke Kompleks Militer (depannya)
11.35 - 11.45: Penjelasan ttg Perumahan Militer djadoel
11.45 - 12.00: Keliling Halaman Rumah Mess II/Sriwijaya
12.00 - 12.15: Naik Bus AC ke tempat Makan Siang
12.15 - 13.00: Makan Siang di Jatinegara
13.00 - 13.15: Naik Bus AC ke Stasiun Jatinegara (muter)
13.15 - 13.30: Naik Kereta Api ke Stasiun Pasar Senen
13.30 - 14.00: Penjelasan ttg Stasiun Pasar Senen (di Peron 4)
14.00 - 14.15: Siap masuk bus menuju pulang ke Jakarta Kota
14.15 - 15.00: Naik Bus AC ke Museum Bank Mandiri, kelar dah!


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: