8.10.14

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kampong Arab Pekodjan, Sabtu Sore 11 Oktober 2014



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kampong Arab Pekodjan

Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Sabtu, 11 Oktober 2014 djam poekoel 15.00 petang hari

Rp.90 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(snacks petang hari)
(minuman botol/akwa)
(masoep & donasi ke Mesjid Al-Anshor)

(masoep & donasi ke Mesjid An-Nawier)

(masoep & donasi ke Mesjid Langgar Tinggi)

(dibontjengin sepeda onthel oleh abang ojeg)
(dari Museum Mandiri, sepedaan ke Pekodjan)
 


(bakal diceritakan oleh Andy Alexander perihal
riwayat mesjid jang pertama di Jakarta, namun
sajangnja sudah dibumihanguskan oleh Tentara
VOC dalam serangan jang dipimpin J.P.Coen tgl
30 Mei 1619 jang menghancurkan kota Jacatra)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434.088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65


(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.90.000/orang)

 



Begimana rasahnja djalanken ibadah Sholat Ashar di mesigit (mesdjid) jang

paling toea di Djakarta? Dibangoen pada tahon 1648 en misih koeat berdiri

tegoeh hingga hari ini. Mesigit Al-Anshor, ada maroepaken mesigit kedoea

sasoeda mesigit jang kasatoe dihantjoerken Tentara VOC dalem serangan-

nja menggempoer kota Jacatra (Jayakarta), di tanggal 30 Mei tahon 1619.

Dapetken kisahnja lebih detail lagi en ikoeti programma SAHABAT MUSEUM
jang soeda lama digandroengin oleh moeda-moedi Iboekota Djakarta, jakni:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kampong Arab
Pekodjan 
Saptoe, 11 Oktober 2014 dari poekoel 15.00 sampe 18.00

 

Djakarta poenja berbagi matjem kampong toea, jang doeloenja dihoeni oleh

etnies tertentoe. Sala satoenja dari bangsa Timoer Tengah, jang soeda me-

rantaoe djaoe dari negerijnja jang tandoes, kering en penoeh konflik politiek.

Marika menetap di bilangan jang bernama Pekodjan, jang letaknja di sebelah

barat-daja dari poesat kota Batavia. Loemajan djaoeh dari Tembok Kota Ba-

tavia jang tida idzinken bangsa laen tinggal di dalemnja sedjak peroesoehan

sociaal, jang terdjadi tahon 1740. Orang Arab idoep toeroen-menoeroen de-

ngan tentrem di bilangan Pekodjan ini dan berasimilatie dengan pendoedoek

lokaal, sehingga hatsilken ketoeroenan dan cultuur baroe, jang tjampoeran.

 

Marika oetamanja berasal dari Hadramaut di Yaman Selatan, ber-imigrasi ka-

loear kampong halamannja oentoek meraih tjita-tjita jang moelia dan penghi-

doepan jang lebi baek. Situatie politiek jang bikin hasrat Orang Hadrami oen-

toek sigra pegi dari tana aernja, menoedjoe ke Afrika, Hijaz, Persia dan India.

Djikaloe poenja doeit lebi, landjoet ka Timoer Djaoeh jakni Kapoeloan Noesan-

tara (jang sekarang dikenal dengan nama Indonesia). Perdjalanan ditempoeh

amet lama, bergantoeng dengan angin moeson (angin barat) en dapet mema-

kan waktoe sampe satoe tahon lamanja. Sedjak technologie kapal oeap dite-

moeken, duratienja djadi mangkin pendek, lantas koetika itoe Teroesan Suez

diboeka di tahon 1869, gelombang imigrasi Orang Hadrami tiada terbendoeng.

 

Orang Arab Hadramaoet moelai dateng setjara massal ka Noesantara di awal-

awal abad ka-18. Pertama kalinja brenti di Atjeh, dari sana menoedjoe ka Pa-

lembang en Pontianak. Tetapi sedjak pendoedoekan Singapoera oleh Inggeris

dan kemadjoean besar terdjadi di kota poelo itoe, maka Orang Arab tida ang-

gep Atjeh sebagi perhentian pertama lagi. Apalagi, adanja djaloer kapal oeap

direct dari Arab ka Singapoera, jang bikin Atjeh semangkin sadja ditinggalken.

Di Indonesia doeloenja ada 6 kolonie besar Arab, jakni: Batavia, Tjirebon, Te-

gal, Pekalongan, Semarang dan Soerabaia. Semoeanja kota pesisir pantai oe-

tara Djawa. Tida heiran di Bandoeng kitaorang tida temoeken Kampong Arab.

 

Kolonie Arab di Batavia (Djakarta), bole dibilang komunitas Arab terbesar jang

ada di Indonesia (en ditambah lagi dengan anggaota familie dari ketoeroenan

tjampoeran). Moelai tahon 1844 Kompeni Belanda wadjibken Orang Arab mem-

poenjai kepala kolonie Arab. Sablonnja kolonie Arab menetap di wilajah boemi-

poetera, choesoesnja di wilajah jang banjak dihoeni oleh orang dari: Benggali,

jang dalem bahasa Melajoe diseboet Pakodjan artinja "tempat tinggal Kodjah".

Semangkin lama, populatie Orang Benggali digantiken sadjoembah Orang Arab.

Di bilangan Pakodjan terseboet djoega tinggal bebrapa Orang Tjina dan lokaal.

 

Kaoem sayid Hadramaoet tjepet diterima oleh masjarakat setempat, kerna sil-

silahnja jang dianggep sebagi ketoeroenan en pewaris nabi. Marika disamboet

dengan tangan terboeka oleh para pengoeasa di Noesantara. Silsilah ametlah

penting boeat para pengoeasa Melajoe, sebagi bagian dari justificatie kakoea-

saan, para Soeltan Melajoe mengakoe dirinja sebagi ketoeroenannja Iskandar

Zulqarnayn, tokoh dari kitab soetji Al-Qur'an jang biasanja disamaken dengan

Alexander The Great (Alexander Agung). Legitimatie jang patoet marika pake.

Dalem structuur berbasis silsilah, positie para sayid Hadramaut mendjadi pen-

ting kerna lajaknja Soeltan Melajoe, marika djoega poenja silsilah jang djoes-

teroe lebi prestisius, sebab menjamboeng kepada nabi. System kekerabatan

ini jang memoengkinken para sayid Hadramaut oentoek mendekatkan diri ka

pengoeasa kamodian briken marika "hadiah berharga dalem bentoek silsilah".

Dengan kata laen, system kekerabatan jang ladzim di Noesantara di waktoe

itoe, mempertjepet process asimilatie para sayid Hadramaut en mempermoe-

dah marika memandjat tangga sociaal via perkawinan, jang di kamodian hari

hatsilken generatie kadoea sayid Hadramaut. Generatie inilah jang kamodian
memiliki karakter dasar hibrida. Djaringan keoelamaan di Samoedra Hindia ini

en silsilah prestisius jang dihadiahken kepada para pengoeasa lokal adalah 2

factor penting jang doekoeng process terbentoeknja cultuur Hadrami hibrida.

Structuur kekerabatan antara sayid Hadramaut dan pengoeasa lokaal djoega

ditopang dengan system perdagangan en pelajaran. Komunitas Hadrami main-

ken andeel (peran) penting dalem sediaken service pelajaran en membentoek

pilar penting dalem activiteit economie marika, hingga decade tahon 1870an.

Pada tahon 1850an komunitas Hadrami koeasain 50 procent kapal-kapal jang

didaftarin kepada Pamerentah Hindia-Belanda. Di plaboehan-plaboehan, para

pemilik kapal berlatar belakang sayid Hadramaut dibriken faciliteit speciaal be-

roepa bebas fiskaal, sebagi bentoek daripada penghormatan ka silsilah marika.

Namoen, oesaha kaoem sayid Hadrami moesti berachir di tahon 1888, tatkala

Pamerentah Koloniaal Belanda hantjoerken kompetitor marika (Orang Hadrami

terseboet) dalem djasa pelajaran dengan berdiriken proesahaan nationaal jak-

ni KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij) - jang di kamodian hari mendjadi

PT.Pelni- dengan memonolopie njaris semoea djasa pelajaran di Noesantara ini.

 

Effect daripada system monopolie proesahaan KPM itoe sebabken perpindahan

activiteit economie Orang Hadrami ka wilajah pendalaman en ditambah dengan

adanja system cultuurstelsel (jang bagi Orang Indonesia berarti Tanem Paksa).

Liwat system terseboet di atas, 20 procent lahan di pedesaan diwajibken oen-

toek ditanem taneman jang poenja nilai-djoeal, en berfunctie sebagi komoditas

export. Pedagang Hadrami moelai masoep ka bisnis ini dan bertindak sebagi pe-

rantara antara kota dan desa. Positie dan activitiet marika kamodian terbitken

image jang negatief, sebab marika kerap dateng ka wilajah pedesaan, menagih

pembajaran barang, jang berdampak besar terhadap prestise komunitas marika.

Berbagi perkembangan activiteit terseboet di atas timboelken kebidjakan baroe

Pamerentah Koloniaal Hindia Belanda, dengan alesan: "melindoengi kepentingan

kaoem boemipoetera, maka pamerentah membagi populatie tanah djadjahannja

mendjadi tiga categorie hoekoem, ia itoe: bangsa Europa, bangsa Timoer Asing

(Vreemde-osterlingen) en bangsa boemipoetera ataoe dikenal sebagi Inlander".

Pada tahon 1866, Pamerentah Koloniaal achirnja berlakoeken system kampong,

(wijkenstelsel) en kaartoe tanda djalan (passenstelsel), jang berlakoe oentoek

komunitas Arab Hadrami dan Tionghoa, jang tinggal terpisah daripada Inlander.

Begitoelah sekilas pandang perihal riwajat terbentoeknja Kampong Arab djoega

alesannja Kompeni pisahken kahidoepan kaoem Arab dengan pendoedoek lokaal.

 

Kitaorang akan samperin itoe Kampong Arab Pekodjan di hari Saptoe petang nan

tjerah, dengan dibontjengin pit onthel oleh abangnja. Toean en Njonja tida perloe

fikir pandjang, tjoekoep naek di bangkoe belakang dan sijapken toestel brikoet ba-

dan jang waras sihat sentausa. Bole berpotret di dalem mesdjid, tentoe pepakean

jang sopan dan tida pake tjelana pendek ataoepoen badjoe jang ketat. Tida loepa

bawa toedoeng djikaloe mahoe masoep roemah ibadah itoe. Samperin mesdjid jang

paling toea di Djakarta (dibangoen pada tahon 1648), bole laksanaken Sholat Ashar

di mari, djoega perhatiken langgam architectuur-nja. Poen jang di Mesdjid Pekodjan,

ataoe bekend dengan nama An-Nawier jang poenja minaret tempat koemandangken

adzan dari atas, tanpa bantoean speaker pada djaman doeloenja. Mesdjid ini bertjo-

trak Arab tjampoer oensoer Barat, oetamanja klasisme. Satoe mesdjid lagi di pinggir

kali, bernama Masdjid Langgar Tinggi, poenja karakter jang khas, terdiri dari oensoer

Europa, Tjina dan Djawa. Berdiri di bagian atas mesdjid itoe, kitaorang dapet bajang-

ken soeasana pada abad ka-18 tatkala banjak Orang Slam (Islam), jang datengin ini

mesdjid naek prahoe ketjil jang diparkirken di tepi bangoenan mesdjid. Masoep dalem

dan djalanken shalat setjara khusjuk di waktoe soeboeh, menghiroep oedara djernih.

Ach, soeatoe activiteit ritoeal igama (agama) jang indah, tentrem dan tentoe damai.

 

Route fietsen: moelain dari Factorij NHM (Museum Bank Mandiri) - Binnenniuwepoort-

straat (Jl.Pintu Besar Utara) - Bankstraat (Jl.Bank) - Gang Melaka (Jl. Malaka) - Bui-

tengracht straat (Jl.Malaka 2) - Utrechtsche straat (Jl.Kopi) - Pedjagalan straat (Jl.

Pejagalan) - Pengoekiranstraat (Jl.Pengukiran) - Pekodjanstraat (Jl.Pekojan) - Pasar

Pagistraat (Jl.Pasar Pagi) - Pintoe Ketjilstraat (Jl.Pintu Kecil) - kamoedian kombali ka

Factorij NHM, sebagi achir deripada atjara naik sepeda onthel jang klaar djam 18.00!

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA can Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.90.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.90018 <<< angka 18

di belakang mengatjoe ka nummer oeroet, djadi nanti bajarnja boekan Rp.90.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

 

Transfernja bole sekaligoes = Rp.270018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.270.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja = Rp.90.018, Rp.90.019 en Rp.90.020

ataoe misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.360.018 itoe oentoek nummer oeroet 18, 19, 20, 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

 

(beberapa sumber sejarah dikutip dari sejumlah buku:
"Orang Arab di Nusantara", karya L.W.C van den Berg;

"Mesjid-mesjid tua di Jakarta", karya A.Heuken.SJ; "Ba-

tavia Kota Banjir", karya Alwi Shahab; majalah Historia

edisi 15 Tahun I - 2013 "Orang Arab di Nusantara, Men-

cari Cincin Nabi Sulaiman", Warta Kota: "Mesjid Cagar

Budaya Menanti Perhatian", tulisan pra, Minggu 7 Ok-

tober 2007; Kompas: "Dari Jendela Mesjid Tanah Pe-

kojan", tulisan Windoro Adi, Kamis, 31 Mei 2007; Kom-

pas "Langgar Tinggi, dari Berandanya, Terbentang De-

nyut Kesibukan Kota", tulisan warkot, Kamis, 28 Okto-

ber 2004; Kompas: "Kampung Arab yang Tak Lagi Jadi

Kampungnya Orang Arab", tulisan (IVV), Senin 17 Mei

2004; Sinopsis "Wisata Kampung Tua, Museum Sejarah

Jakarta", Minggu, 16 Maret 2003, tulisan Alwi Shahab). 


 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kampong Arab Pekodjan
15.00 - 15.30: Pendaftaran Ulang di Museum Bank Mandiri

15.30 - 15.45: Penjelasan ttg datangnya Orang Arab

15.45 - 16.00: Berangkat ke Mesjid Al-Anshor

16.00 - 16.30: Keliling Mesjid Al-Anshor

16.30 - 16.40: Berangkat ke Mesjid An-Nawier

16.40 - 17.10: Keliling Mesjid An-Nawier

17.10 - 17.15: Berangkat ke Mesjid Langgar Tinggi

17.15 - 17.45: Keliling Mesjid Langgar Tinggi

17.45 - 18.00: Berangkat ke Museum Bank Mandiri



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: