21.4.15

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 10 Mei 2015



 
 
SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE 
                     
                                                    TANAH ABANG HEUVEL

 

Apatah Toean en Njonja dapet bajangken begimana woedjoed-

nja djalanan di depan Hotel Millenium Tanah Abang (sekarang)

pada tahon 1875?! Ada lagi satoe mesigit (masdjid) jang soeda

ada fotonja sedjak tahon 1859, dan sekarang misih berdiri tegak
di tepi djalan jang siboek. Roemah pedagang dan pemilik tanah

orang Tjina dengan gaja bangoenan jang tjiamik en berdiri tegoe

di dekat keramean Pasar Tanah Abang. Roemah orang Perantjis

jang sekarang berfungsi sebagi Museum Tekstil dengan colectie

kaen heritage bermotief tjantik. Kisah kedjaja'an Tanah Abang di

djaman doeloe jang damai, indah, banjak roemah-roemah berha-

laman loeas, oedara seger, tentrem, sentausa. Museum Prasasti-

jang dari batoe nisannja dapet bertjeritera perihal tokoh-tokoh ma-

sjarakat jang pernah idoep di Batavia, en contributienja di kota ini.
Bekas showroom auto (mobil), jang kesohor di djaman Pre-WWII.

 

Kitaorang nantinja bakalan koelilingin bilangan Tanah Abang de-

ngan Bus AC. Oentoek mengenal Tanah Abang Heuvel (Boekit),

kitaorang sedjatinja mengetahoei sedjarah Tanah Abang sedjak

awal. Mentjari tahoe mengapa Museum Prasasti diboeka sebagi

tempat pemakaman baroe di loear kota Batavia (di djaman itoe).

Mengapa Jl. Tanah Abang I dan seteroesnja, sekarang masoep

ka bilangan Gambir? Dan faktanja Tanah Abang sekarang, paling

oedjoeng bagian oetaranja tjoemah sampe perempatan diantara

Jl. Fachrudin - Jl. Kebon Sirih - Jl. Abdul Muis - dan Jl. Jati Baru.

Sedangkan sablonnja Kemerdekaan, Tanah Abang ini loewasnja

hingga ka Djalan Rijswijk (ataoe di Jl. Veteran sekarang di depan

Istana Negara), laloe antara Djalan Museumlaan (Jl. Museum) dan
Djalan Tanah Abang Oost (Jl. Tanah Abang Timur) waktoe djaman

Belanda dikenal sebagi kawasan jang sepi, soenji en tenang, di-

seboet djoega "Stille Zijde", tetapi sempet rame di tahon 1970an-

1980an, oleh para moeda-moedi jang demen adjodjing di Djalan

Tanah Abang Timoer (eh, itu Diskotek Tanamur yah?! hehe maap).

 

Semoea itoe dilakoeken dari pagi hingga petang di sepandjang

hari. Kitaorang dari sahaBATMUSeum dengen hati goembirah en

seneng adjakin Toean en Njonja oentoek toeroet bergaboeng di

pakansi koelilingin Tanah Abang, bersama: Pak Scott Merrillees

-jang dojan collectie foto dan kartoe post tempo doeloe-, en Pak

Sven Verbeek -tjoetjoe boejoet pewaris empat roemah di sekitar

Tanah Abang Heuvel (ataoe boekit) sekarang dekat Jl. Fachrudin)-

bakalan kassie liet sedjoemblah foto dari djaman doeloe, beriken 

informatie jang betoel di balik gambar foto-foto terseboet. Poen di-

lengkapin film documenter tahoen 1913, koetika tram listriek kerap

sliweran di Djalan Tanah Abang West (sekarang di Jl. Abdul Muis),

lijn Pasar Ikan-Pasar Senen via Pasar Tanah Abang pergi poelang.

 

Tentoe sadja latar belakang dibikinnja lijn/djaloer tram jang lewatin

Pasar Tanah Abang, poen lijn dari spoorwegs (kereta api) bakalan

dioelas toentas oleh Pak Aditya Dwi Laksana -pemerhati sedjarah

transportatie di Batavia/Djakarta, dari Kereta Anak Bangsa-. Brikoet

asal moela nama Tanah Abang dan pertempoeran Pasoekan Mata-

ram melawan Tentara VOC di daerah Mangga Doea, jang nantinja di-

presentatiekan oleh Pak Andy Alexander -pemerhati sedjarah VOC-

dengan baek en djitoe. Nistjaja Toean en Njonja poenja pangatahoe-

annja bertambah banjak, en semangkin tjinta dengan kota Jakarta ini.

 

 

(Snacks Pagi) dan (Makan Siang)

(Stasiun Kereta Api Tanah Abang)

(Kaartjis masoep Museum Tekstil)

(Kaartjis masoep Museum Prasasti)

(Masdjid koeno sedjak abad ke-19)

(Bangoenan di Jl. Tanah Abang Oost)
(Bangoenan di Jl. Tanah Abang West)

(Roemah pedagang Tjina jang succes)

(Westerpark, di Taman Tanah Abang III)

(Tanah Abang Bukit/Pasar Tanah Abang)

(Kamp Tawanan Perang Dunia II - Tjideng)

(Laan Trivelli - Jl. Tanah Abang II - Tjideng)

(Gg. Scott, Roemah Belanda, skr djadi RS)
(Bekas showroom automobil jang kesohor)
(Naik Bus AC Blue Bird koeliling kawasan Tanah Abang seluruhnya)

(Bakalan ada Door-Prize beroepa boekoe: "Greetings from Jakarta,

Postcards of a Capital, 1900-1950", jang boekan tjoemah 1, 2 ataoe

3 boekoe namoen ada 10 boekoe boeat peserta jang broentoeng!)



Minggoe, 10 Mei
Rp.300.000 per orang
(tiga ratus ribu rupiah)

kumpul & mulai acara: 
Museum Prasasti
Jl. Tanah Abang I No.1
jam 07.30 di pagi hari
(kelarnya sekitar 15.30)

kalau mau ikutan PTD ini, 
email ke: adep@cbn.net.id 
(adep at cbn dot net dot id)

 

 

 

 

                                detailnya esok atau lusa yah

 


 



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: