13.8.15

[tourismindonesia] Plesiran Tempo Doeloe: 10-11-12-13-14-15-16-17-18 Oktober 2015





 
SAHABAT MUSEUM dengan hati seneng presenteren:
PLESIRAN TEMPO DOELOE 
                     

                                             MACARTHUR RETURNS


Tiba-tiba suara petjah menggelegar, tida diketahui darimana 

asalnja. Malam mentjekam, suara jang mendengung daripa-

da ratusan pesawat jang sedang melintas di udara. bikin tiap-

tiap orang merinding ketakutan, dunia serasa hendak kiamat.

Tiada orang menjangka bahwa Tentara Amerika akan dateng

ke mereka punja pulau. Tetapi sebelumnja, Tentara Amerika

kasi serang daratan zonder ampun, untuk hantjurkan pertaha-

nan Tentara Dai Nippon jang sudah lama bertjokol di Morotai.

Tempo itu, tanggal 15 September 1944. Rupanja, Pasukannja
Djenderal MacArthur tiba di pulau tersebut dalem rangka terus-

kan misi "lompat katak" (leap-frogging) untuk segera mengalah-

ken Tentara Dai Nippon (Djepang) di theater Perang Pasifik ini,

jang berdjalan membosankan, njaris tiada harapan kapan klaar.


Sjahdan, pada hari Minggu jang tenang dan damai di suatu gu-

gusan pulau di Hawaii, tepatnja di Pearl Harbor 3,5 tahun sebe-

lumnja, sekonjong-konjong ratusan pesawat tempur bergambar

Zero (nol) punja Tentara Djepang membongkong pangkalan ter-

kuat Amerika di Pasifik, zonder beriken deklarasi atau pemberi-

tahuan sebelumnja. Tentara Amerika jang sedang tidur terlelap,

langsung berhamburan, melakuken perlawanan dengan brutaal.

Awal pembukaan Perang Pasifik jang berlangsung hingga 1945.

Perang di lautan luas dan ganas. Wilajah jang asing buat kedua

belah fihak, baik Djepang, djuga Amerika jang buta peta locatie.

Sasudahnja serangan mendadak itu, Djepang lekas menginvasi

sedjumlah negara di Asia, salah satunja ialah Philippines tempat 
Djenderal D.MacArthur mendjalankan tugas militair-nja selama ini.

Namun malang menimpa negeri tersebut, hingga Djenderal Mac-

Arthur harus segera diselamatkan/dibawa lari ke Australia dengan

menggunaken kapal PT boat dari Corregidor ke Mindanao, musti

lewatin rintangan berupa randjau berbentuk bola di laut jang bikin

hati tjemas, kalut dan gelisah, sebab djikalau itu bola randjau me-

njentuh badan kapal boat, meledaklah en hantjur dengan dashjat

berkeping-keping tida bersisa. Perdjalanan laut memakan waktu

2 hari lamanja, tatkala tiba di Mindanao, MacArthur lekas naik pe-

sawat Boeing B-17 Flying Fortresses, dan terbang ke Melbourne,

Australia, dengan permintaan chusus dari MacArthur, jakni: "most

experienced pilots, and the best available planes in top condition"

Sungguh tindakan jang menegangkan en berbahaja ketika perang.
 

Philippines pun tida kuasa menahan dirinja, dan achirnja menjerah.

Persediaan makanan, obat-obatan jang tipis, membuat Philippines

terpaksa bertekuk en mendjadi djadjahan Tentara Djepang hingga

achirnja di bulan October tahun 1944, ketika sang Djenderal Besar
MacArthur kembali ke Philippines untuk memenuhi djanjinja tatkala
meninggalkan negeri tersebut pada bulan Maret 1942, sembari me-

ngutjapkan quote jang kesohor "I Shall Return". Ia tentu kembali en
membebaskan Philippines dari tjengkeraman Djepang, melalui sa-

tu pulau ketjil terpentjil di udjungnja Netherlands East Indies (Hindia

Belanda; jang sedjak 17 Agustus 1945 resmi bernama "Indonesia").

Pulau tersebut ialah Morotai, jang di djaman sekarang ini berada di 

Provinsi Maluku Utara, dekat Pulau Halmahera, Ternate dan Tidore.

sahaBATMUSeum adjak Tuan-Njonja kundjungin locatie jang bole

dibilang merupakan satu bagian penting di dalam lembar sedjarah

Perang Pasifik. Pulau Halmahera dan Pulau Morotai pada Oktober

2015 mendatang. Peristiwa jang terdjadi 71 tahun silam, tida tjuma

meninggalkan kenangan kelam, tetapi djuga sedjumlah artefak pe-

rang sebagai saksi bisu kekedjaman kemanusiaan. Kapal Perang,

bebrapa Meriam Djepang jang masih berdiri tegak mendjulang ke 

angkasa sampe hari ini (terletak sembunji di kebon sawit), seolah-

olah tetap menunggu datangnja musuh untuk ditembakin. Senapan

mesin, granat, randjau, selongsong peluru, dog-tag (kalung identi-

tas Tentara Amerika) dapat ditemukan dengan mudah di kedua pu-

lau tersebut. Amtrac (amphibious tractor) jang dateng dari laut, ter-

gelatak pasrah di tengah perkebunan. Menurut penduduk di sana,

dulunja di dalam Amtrac itu, masih tergeletak Tentara Amerika jang
tertem
bak mati, tatkala merengsek dan menjerang pasukan musuh.

Kitaorang tida tjuma bezoekin peninggalan sedjarah jang menarik

itu, tetapi nikmati alam Maluku jang amat termasjhur mooie. Lautan

bening bagai katja, pasir putih nan halus tida tersentuh oleh tourist.

Snorkeling di terumbuh karang jang bagus dan terawat. Pemanda-

ngan menakdjubkan gunung-gunung di Ternate dan Tidore. Berfo-

to dengan latar belakang uang Rp.1000, bergambar Pulau Maitara.

Berkundjung ke Kedaton Ternate & Kedaton Tidore, Benteng-ben-

teng peninggalan Portugis, Spanjol, Belanda, dari djaman pertikai-

an dalam kuasai perdagangan rempah-rempah sebagai komoditas

jang eksotis bagi bangsa Europa, hingga terdjadinja adu kekuatan.

Nistjaja Tuan en Njonja tiada menjesel nantinja ikutan pakansi jang

patut dipudjiken ini, selama 9 hari mendjeladjahi negeri impian nan
elok bikin hati seneng senantiasa. Berfoto di Meriam Djepang jang
tiada orang laen tahu dimana letak precisnja, masup ke dalem Goa
Djepang jang suker ditemuken, kerna berada di bawah tebing, dan

di pinggir sungai, Bunker Djepang di pinggir pantai. Mengundjungin

museum mini di tepi Danau Duma di Galela, jang punja collectie be-

rupa onderdeel pesawat jang ditenggelemin ke dalem danau, djuga
sirene peringatan djikalau terdjadi serangan udara (jang masih dapet

berbunji njaring, diputer setjara manual pake tangan, Nguuuiiiiiinggg).
Tentu sadja nantinja berkundjung ke museum mini di Morotai, jang di-

kelola oleh Muhlis Eso dan kawan-kawan, jang tergabung dalam Pe-

nyelamat Penemuan Peninggalan Pusaka Morotai jang punja barang

collectie bersedjarah Perang Dunia II, kwaliteit djempolan dan prima.

Snorkeling di semua pulau (Ternate, Tidore, Halmahera dan Morotai). 

Ach pertjajalah, didjamin poeas, en pasti semangkin tjinta Indonesia!

 

                                                                       

Sabtu, 10 Oktober -
Minggu, 18 Oktober
(Rp.6.000.000/org)
                                                                                 
(tapi tidak termasuk
tiket pesawat ke &

dari Ternate; tiket-

nya beli sendiri yah)
                                                                                  
(kami panitia pakai:
Sriwijaya Air yg jam
2 dinihari - tgl 10 Okt,
dan 9 pagi - tgl 18 Okt)

(bilamana kepingin naik:
Garuda Indonesia, jadwal-

nya ada yg dekat2 dgn ini)

(kalau mau ikutan PTD ini, 
email ke: adep@cbn.net.id 
(adep at cbn dot net dot id)



Pembayarannya Bisa Dicicil, suwer dah !!!!!
cicilan 1 = 2 juta (Agustus, yah di bulan ini!)
cicilan 2 = 2 juta (September, awal minggu)
cicilan 3 = 2 juta (awal Oktober sudah lunas)
(tuch kan = 6 juta total semuanya, bener toh?) 
(yuk DP pertama mulai ditransfer hari ini, yuk)


(Oh iyah semua orang boleh ikutan acara ini,

gak harus member SAHABAT MUSEUM lho.

Siapapun boleh join & bergabung, yg muda,
tua, anak kecil, yg belom pernah ikutan sama

sekali program: PLESIRAN TEMPO DOELOE
atau yang belom pernah ketemuan sama kami,
juga peserta lain, silahkan aja ikut program ini)

Sabtu    10 Oktober 2010: menginap di Ternate (P. Ternate)
Minggu  11 Oktober 2010: menginap di Tobelo (P. Halmahera)
Senen   12 Oktober 2010: menginap di Tobelo (P. Halmahera)
Selasa  13 Oktober 2010: menginap di Daruba (P. Morotai)
Rabu     14 Oktober 2010: menginap di Daruba (P. Morotai)
Kamis   15 Oktober 2010: menginap di Ternate (P. Ternate)
Jumat    16 Oktober 2010: menginap di Ternate (P. Ternate)
Sabtu    17 Oktober 2010: keliling Tidore (menginap di Ternate)
Minggu 18 Oktober 2010: pulang ke Jakarta (atau kota2 lainnya)






                                    detailnya minggu depan yah

 

 


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: