8.4.16

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sedjarah Kereta Api Batavia-Buitenzorg, Minggu 10 April 2016



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Naik Sepur Jakarta-Bogor

Kumpul di Museum (Bank) Mandiri (seberang Stasiun Kota)
letaknya di Jl. Pintu Besar Utara (seberang Halte Busway)
Minggu, 10 April 2016, djam poekoel 07.30 di pagi hari

Rp.160 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(snacks di pagi hari)

(makan siang nyam2)

(roti unyil & minuman)
(bezoek bekas locatie Station Batavia NIS)

(bezoek bekas locatie Station Batavia BOS)

(djembatan ex-djaloer poenja operator NIS)

(masoep Hoofdstation Buitenzorg SS Bogor)

(masoep Kamer VIP dan Lt.2 Stasiun Bogor)

(liet Prasasti David Marschalk, di dalam sini)

(mentjari bekas djaloer rel NIS di stasiun ini)

(kaartjis naek Kereta Api Jakarta-Bogor p.p)

(dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Bogor)


(bakal diceritakan oleh: Aditya Dwi Laksana

dari Kereta Anak Bangsa perihal riwayatnya

perkeretaapian di Hindia Belanda/Indonesia)


Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434.088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65


(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.160.000/org)



Poeloehan tahoen lamanja hidoep di Iboekota, tempo-tempo tiada menjadari

djikaloe djaloer jang membentang dari Jakarta Kota hingga Bogor, ada maroe-

paken djaloer rel paling historisch, kerna itoelah spoorlijn (djaloer rel) jang ka-

satoe di Jakarta, dari bilangan oetara ka selatan. Dari Kleine Boom (di Passar

Ikan) landjoet ka soeatoe kota "zonder probleem" ataoe tanpa masalah, jakni

Buitenzorg (Bogor). Kota tempat orang gede kompeni menetap, sasoeda poe-

lang kantoor di Batavia, langsoeng tetirah di Buitenzorg Paleis (Istana Bogor).

Kitaorang bakal adjakin Toean-Njonja oentoek lebih faham satoe djenis trans-

portatie spoor di djaloer ini jang amet penting sedari doeloe hingga sekarang,

dalem soeatoe activiteit positief di achir minggoe poenja SAHABAT MUSEUM:

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sedjarah Kereta

Api Batavia-Buitenzorg Minggoe, 10 April 2016, 07.30 - 16.00 

Tanem Paksa (Cultuur Stelsel) "toeroet briken andeel" besar dalem perkemba-

ngan transportatie, choesoesnja Kereta Api di Indonesia. Oeang jang didapet-

ken pamerentah negerij kolonie dari kebidjakan nan pahit terseboet, soeda bri-

ken pembiajaan pembangoenan djaloer trein di Poelo Java. Namoen, itoe terdja-

di sasoedanja fihak pengoesaha berhatsil bikin bagoes djaloer spoorweg (rel) di

bilangan tengahnja Djawa, boekannja di kota Batavia sebagi capitaal (iboekota)

Nederlandsch Oost-Indie (Hindia Timoer, ataoe Hindia Belanda; nama doeloenja
Indonesia -sebelomnja diseboetken setjara formeel), koeroen tahon 1862-1867.

Bole dibilang, pemboeatan djaloer kereta api di kota Batavia sadikit laat (telat),

kerna pamerentah terlaloe lama berfikir en reken perkara oentoeng roeginja deri-

pada faedah adanja transportatie beroepa kereta api terseboet, walopoen Bata-

via poenja berbagi matjem kebon en industrie keradjinan product-product export.

Hingga achirnja NISM (Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij; djawatan

kereta api Hindia Belanda), anak proesahaan djawatan kereta api di Belanda (Ne-

derlandsch Spoorweg) mendjadi operator spoor di Batavia jang pada tahon 1873

memboeka djaloer dari Batavia ka Buitenzorg liwatin 15 halte en station, moelain
dari: Pasar Ikan via Kota Tua Jakarta, arah ka selatan hingga Buitenzorg (Bogor).

 

Oepaija besar-besaran pamerentah koloniaal oentoek angkoet hatsil boemi Java

sebagi komoditas dagang jang akan didjoeal ka loear negerij, choesoesnja nega-

ra di Europa, alamken kendala transportatie jang tjepet en sanggoep bawa pro-

duct terseboet dalem kapasitas jang banjak. Selama ini marika tjoemah bergan-

toeng dengan kereta jang ditarik kerbaoe, sampi (sapi) ataoepoen koeda, pake

praoe dialirken liwatin soengai, ataoe dipikoel oleh tenaga manoesia jang koeat.

Probleem laennja disebabken keadahaan alam, saperti tebing, rawa-rawa, djoe-

ga tatkala hoedjan toeroen menggoejoer, tana djadi betjek en soeker berdjalan.

Heiwan poen tida sanggoep djalan lama, kewarasan badan-nja moesti diperhati-

ken. Tjoema bole bawa barang sebanjak 7 sampe 10 pikoel sekali djalan, di tijap

harinja maximum djalan hanja sejadoeh 5-6 paal sahadja, ataoe sekitar 7-9 KM.

Kendala laennja bole djadi ditjoeri orang laen ataoe semapoet kerna ketjapekan.

Moelanja NISM (jang kerap diseboet NIS) succes bikin djaloer spoorweg/rel: Sa-

marang (Semarang) - Broemboeng - Tangoeng (Tanggung) - Ged. Djatt - Koen-

dih - Lawang - Salem - Kalie Osso - Solo (Soeracarta) - laloe Poerwodadi - De-

langoe - Tjepper - Klatten - Srowot - Brambanan - Kalassa, sampe Djocjakarta.

Hadlirnja djaloer ini bole dibilang kerna bertoemboehnja perkebonan teboe (jang

djadi suiker/goela), tobacco (tembakau) di daerah Kasoeltanan Djocjakarta dan

Soeracarta. Conditie djalan jang djelek, terbitken idee pengoesaha di sekitaran

bilangan itoe oentoek memboeka djaloer kereta api, jang didoega dapet potong

waktoe tempoeh perdjalanan angkoetan deripada hatsil boemi prima terseboet.

Djaloer kereta api pertama di Java ini terbitken oentoeng besar, akibatken proe-

sahaan laennja bangoen djaringan lintas sepur laennja, tida loepoet di Batavia.

Pembangoenan itoe dimoelai sedari tahon 1869 hingga 1873, dibikin oleh NISM.

 

Sedjatinja djaloer itoe dibikin oleh Pamerentah Hindia Belanda. Perihal ini soeda

dioetjapken Goebernoer Djenderal Rochussen pada tahon 1846. Namoen seper-

ti pendjelasan di atas tadi, pamerentah tida mahoe memboeatnja kerna itoeng-

an economienja jang dianggep terlaloe mahal oentoek pembangoenan rail itoe.

Idee Rochussen tida dikaboelken di Belanda. Maskipoen demikian adanja, Belan-

da tetep lakoeken riset en briken toegasnja kepada David Marschalk, liutenant

zeni miltair. Mengapa haroes militair? Sebab daerah itoe dikenal rawan keaman-

an dan djoega tantangan toean tana partikelir. Meneer David kassie advies ke-

pada Pamerentah Hindia Belanda oentoek membangoennja sendiri, boekan oleh

pengoesaha, tetapi apa jang dikatakannja ditolak pamerentah, selandjoetnja di-

ambil oleh djawatan kereta api NIS jang dapet oentoeng besar dari djaloer itoe,

kerna digoenaken sebagi djaloer angkoetan dari boemi Preanger (ataoe pendoe-

doek lokaal menjeboetnja Priangan/Parahyangan) beroepa: thee, koffie en kina.

 

Pembangoenan djaloer rel Batavia-Buitenzorg dikerdjaken setjara bertahap, tida

sekaligoes djadi, diakibatken masalah keoeangan kompeni, sebahagian tana jang

letaknja rendah, tenaga kasar jang sesoeai keboetoehan, pembebasan tana jang

diliwatin djaloer rel terseboet. Boelan September 1871 dimoelain djaloer pertama,

tepatnja hari Zaterdag (Saptoe) tanggal 16 boelan September tahon 1871, start

dari Halte Kleine Boom via Overweg Krekot, Hoofdstation Batavia (jang locatienja

sekarang ada di parkiran Bank BNI, Kota Tua Jakarta), Overweg Krekot (lagi), Sa-

wa Bezar (yah, tanpa "h" dan pake "z" ), Halte Noordwijk (sekarang Stasiun Juan-

da) berachir di Halte Koningsplein (di sebelah selatannja kompleks Stasiun Gambir,

hmmm, di deket Seven Eleven sekarang?!), nanti kitaorang liet peta-nja bersama.

Kamodian dari wilajah Gambir itoe disamboeng ka Meester Cornelis, tetapi boekan

station jang kitaorang dapet koendjoengin bebas sekarang ini (Stasiun Jatinegara)

Ach, dimanakah letak station mysterie terseboet? Kitaorang bakal bentangken pe-

tanja pada hari Minggoe nanti. Baroe di tahon 1873 diteroesken sampe Buitenzorg.

 

Lijn legendarisch ini pada awalnja meroegi, tetapi takala djaloer itoe bablas sampe

Bogor, kaoentoengan besar didapetken sepandjang hari, jang bikin SS ngiler terha-

dap djaloer "basah" ini, dan achirnja membelinja pada tahon 1913. Sablonnja djawa-

tan sepur SS (Staats Spoorwegen; penoelisan teksnja kerap disamboeng mendjadi:

Staatsspoorwegen, ataoe kereta api negara) soeda koeasai Djaloer Timoer, ia itoe-

lah: BOS, singkatan dari Bataviasche Ooster-Spoorweg Maatschappij, jang di lidah

Orang Betawi lebi demen menjeboetnja B-OS, Be-OS, dioetjapken tjepet mendjadi:

Beos, stationnja atjapkali diseboet Stasiun Beos (resminja = Stasiun Jakarta Kota).

Maskapai BOS ini dibentoek sebab-sebab pengoesaha Belanda tertarik oentoek da-

pet oentoeng gede djoega. Marika dapet consessie djaloer timoer (oosten) dari Ba-

tavia naar Krawang sepandjang 63 KM. Tentoe sahadja dibangoen bertahap djoega.

Pertama dari Batavia ka Bekassie 27 KM. Pada lijn timoer itoe melintasi bebrapa sta-

tion jang sampe hari ini masih actief: Station Kemajoran, Passar Senen, Djati, Mees-

ter Cornelis, Klender. Kadoea dari Bekassie naar Tjikarang, Katiga ka Kedoeng Gede.

Administratie jang boeroek dan kesoelitan kaoeangan marika, timboelken permintaan

bantoean dari Pamerentah Hindia Belanda, oentoek landjoetken djaloer dari Kedoeng

Gede ka toedjoean achir: Krawang. Apa jang BOS harep, lekas diloeloesken oleh pa-

merentah, dengan sjarat, koetika djaloer achir (dari Batavia sampe Krawang) klaar,

fihak BOS moesti briken semoea management djaloer timoer itoe pada Maskapai SS,

dengan kata laen, djaloer terseboet diambil oleh SS, dan dikelola sepenoehnja oleh

SS, boekan BOS lagi (jadi yah sama juga bo'ong, dibantu tapi diambil jalurnya hehe).

 

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.

(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 

Onky transfernja = Rp.160.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.160018 << angka 18

di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.160.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja, saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernja bole sekaligoes = Rp.480018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.480.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja Rp.160018, Rp.160019, en Rp.160020

ataoe, misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.1.200.018 oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 en 178.  
 

Djangan loepa bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, Djakarta dan Bogor puanaaas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 

Route berdjalan kaki: moelain dari Museum (Bank) Mandiri (Jl. Pintu Besar Utara) - dpn

Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah) - samping kanan Museum Seni Rupa dan

Keramik - Jl. Lada - bekas locatie Station Batavia NIS - melangkah di atas djembatan

ex djaloer poenja operator NIS - Jl. Lada Dalam - bekas locatie Station Batavia BOS -

Stasiun Batavia Benedenstad (Stasiun Jakarta Kota/Beos) - Naek Kereta Api dari Sta-

siun Jakarta Kota ke Station Buitenzorg (Stasiun Bogor), melintasi djaloer klassiek poe-

nja-nja NIS, en kamodian dimiliki sepenoehnja oleh SS - masoep Hoofdstation (stasiun

besar) Buitenzorg SS, Bogor - Kamer (ruang/kamar) VIP jang doeloenja dipake Goeber-

noer Djenderal Hindia Belanda, en pernah dipake djoega oleh SBY. Jokowi soeda maoe

mampir di mari, tapi tida djadi datang. Mengapa? Selesai Makan Siang, koeliling bagian

atas liet matjem ornamen tjantik, tampak loear gedong, tjari bekas sisa railwaynja NIS.

(Sasoeda programma selesai, kombalinja ka Batavia/Djakarta naek Kereta Api lagi. Toe-

loeng briken chabar di pagi hari, djikaloe tida balik sampe achir di Stasiun Jakarta Kota

namoen maoe toeroen di stasiun-stasiun sebelomnja, soepaija bole diatoer kaartjisnja)


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku: "Sejarah Perkeretapian Indonesia", terbitan

Tim Telaga Bakti Nusantara; "The Beauty of Indonesian Railways", terbitan Kereta Anak

Bangsa; "Spoorwegstations op Java", karya Michiel van Ballegoijen de Jong; "Batavia in

Nineteenth Century Photographs" dan "Jakarta, Postcards of a Capital 1900-1950" kar-

ya Scott Merrillees; Majalah KA, edisi 97, Agustus 2014 dengan tema "6 Stasiun Herita-

ge di Batavia"; "Ir.F.J.L.Ghijsels, Architect in Indonesia (1910-1929)" karya Drs.Akihary,

Skripsi Adhitya Hatmawan tahun 2002, Jurusan Sejarah UI, yg bertajuk "Perkembangan

Transportasi Kereta Api di Batavia 1870-1925", riwayatnya lintasan rel Jakarta - Bogor).

 



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Sedjarah Kereta Api Batavia-Buitenzorg

Minggu, 10 April 2016
07.30 - 08.00: Kumpul di Museum (Bank) Mandiri, Kota Tua

08.00 - 08.30: Penjelasan ttg Sejarah Kereta Api di Batavia

08.30 - 08.45: Jalan kaki menuju bekas lokasinya Station NIS

08.45 - 09.00: Penjelasan Station NIS (Station Batavia Noord)

09.00 - 09.15: Jalan kaki menuju jembatan bekas jalur rel NIS

09.15 - 09.30: Penjelasan ttg jembatan bekas jalur sepur NIS

09.30 - 09.45: Jalan kaki menuju bekas lokasinya Station BOS

09.45 - 10.00: Penjelasan Station BOS (Station Batavia Zuid)

10.00 - 10.30: Persiapan naik Kereta Api di Stasiun Jakarta Kota

10.30 - 12.00: Perjalanan Kereta Api djaloer Batavia-Buitenzorg

12.00 - 13.00: Makan Siang & Sholat Dzuhur di Stasiun Bogor

13.00 - 14.30: Keliling Stasiun Bogor (Ruang VIP, Lt.2, Luar)

14.30 - 16.00: Perjalanan Kereta Api dari Buitenzorg-Batavia

16.00 - 16.30: Acara selesai

 


__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: