13.5.16

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jan Pieterszoon Coen Berhati Matjan, Minggu 15 Mei 2016



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Kota Tua Jakarta

Kumpul di Museum Sejarah Jakarta (atau dikenal

dengan nama lain: Museum Fatahillah), Jl. Taman

Fatahillah No.1, depan Taman Fatahillah Kota Tua
Minggu, 15 Mei 2016 djam poekoel 07.30 pagi hari

Rp.60 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(snacks di pagi hari)
(kaartjis masoep Museum Bahari)

(masoep ka Jembatan Kota Intan)
(kaartjis masoep Museum Wayang)

(naek ke atas Menara Syahbandar)

(kaartjis masoep Museum Sejarah Jakarta)
(kaartjis masoep Museum Seni Rupa & Keramik)

(samperin bekas lokasi Pusat Pemerintahan VOC)

(bezoek bekas locatie Batoe atau Prasasti Padrao)

(bezoek bekas locatie aloen-aloen kota Jayakarta)


(bakal diceritakan oleh Andy Alexander perihal riwayat

Jakarta, sejak di masa kejayaan kota Jayakarta hingga

penyerangan Tentara VOC lalu berdirikan kota Batavia,

dan semua penjelasan sejarah yang terdapat di seluruh

area Kota Tua Jakarta secara komplit dgn gambar/foto)


Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434.088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65


(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.60.000/orang)




23 tahon ijalah tempoh jang diboetoehken oleh Bangsa Belanda oentoek moe-

lain soeatoe probahan jang besar en tantjepken taringja di Kapoeloan Noesan-

tara, oetamanja di bidang perdagangan. Sedjak kali pertamanja marika dateng

pada tahon 1596 di Bantam (Banten), hasrat oentoek koeasain soember deripa-

da rerempahan toemboe berkembang. Hingga achirnja di boelan Mei tahon 1619,

dengan tangan besi dan bengis, pimpinan Kongsi Dagang Kompeni berhatsil han-

tjoerken kota Jacatra (Jayakarta), hatsil saorang goebernoer-djenderal jang ke-

djemnja zonder ampoen. Ikoetin satoe programma jang amet bekend di seantero

negerij dan didjamin bikin ati Toean en Njonja seneng sampe besoknja, ia itoelah: 

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jan Pieterszoon

Coen Berhati Matjan Minggoe, 15 Mei 2016, djam 07.30 - 12.00 


Sebermoela maka tanggal 30 Mei itoe ijalah soewatoe hari jang tijap-tijap ta-

hoen selaloe dirajakan benar oleh segala pendoedoek kota Betawi semasa doe-

loe itoe sekalijannjapoen bersoeka rajalah. "Akan mengingat lagi waktoe mena'

loekkan kota Djakarta pada tanggal 30 Mei tahoen 1619 karena kebidjaksana-

annja Toewan Djenderal Jan Pieterszoon Coen jang gagah berani itoe. <<<<<

Itoelah oengkapan deripada kebanggaan Kompeni tjaplok Djakarta (Jayakarta)

kamodian membangoen kota baroe jang oemoernja sampe 323 tahon lamanja,

hingga di 1942 koetika Perang Pasifik petjahlah di tana Hindia poenja Belanda.

 

Tiga goebernoer-djenderal sablonnja kakoeasaan J.P. Coen bole dibilang koe-

rang berani dan boekanlah orang jang pandai moeslihat perang dan tijada ber-

hati matjan. Tjoemah Coen jang poenja prilakoe terseboet, sehingga Djakarta

dapet takloek dengan segera dalem perang 1 hari sahadja. Doea tahon ka be-

lakang, Coen kassie kirim soerat ka Belanda, boenjinja soerat itoe: "Toean Ge-

neraal Reael (maksudnya gubernur jenderal sebelum J.P.Coen, Laurens Reael)

telah menanjakan fikiran hamba dimana baiknja tempat Djenderal bermoesja-

warat oemoem, hamba poen telah mendjawab seraja menerangkan pandjang

lebar bahwa disinilah tempat jang sebaik-baiknja (Jayakarta) oleh sebab itoe

telah hamba minta soepaja jang moelija itoe dengan selekas-lekasnja datang

ke mari dari kepoelauan Moloekoe itoe. Maka berharaplah hamba moedah-moe-

dahan kompeni Besar (Generale Compagnie) ada memperoleh faedah dari keda-

tangannja kembali itoe, karena kami disinipoen pada masa ini tengah bertikaian

fikiran tentang hal-hal jang penting, berhoeboengan dengan baik dan boeroek-

nja Kompeni, soenggoehpoen woedjoed kami sekalijan itoe satoe djoewa ada-

nja, dan hanja berlainan dalam hal melakoekan sadja, jang satoe mahoe men-

djalankannja dengan keras, jang lainnja tidak". <<< Tekad Coen soeda koeat,

iaorang kapengen reboet kota Djakarta dengan tjara kekerasan jang moetlak.

 

"Sekali-kali djangan berpoetoes asa; djanganlah ditakoeti moesoehmoe itoe;

di atas doenija ini ta' adalah soewatoe djoewa jang dapat menganggoe dan

meroesakkan kita, karena Toehan adalah beserta dengan kita dan tijadalah

akan dihoekoemnja kita atas kesalahan kita jang soedah-soedah; karena se-

soenggoehnjalah di Hindia ini dapat kita berboewat sesoewatoe jang moelija

adanja". Itoelah toelisan jang digoreskan dalem soewatoe kertas oleh Peng-

gede tertinggi kongsi dagang VOC, jaitoelah: Jan Pieterszoon Coen/J.P.Coen

(dibaca: ye-pe-kun, haiyaaaah) di seboeah kapal bernama Amsterdam di Te-

loek Iajacarta (ini di deket Pulau Reklamasi?). Coen sijap menjerboe Djakarta. 

Perihal penjerangan Tentera VOC pimpinan deripada Mur Jangkung terhadap

"kota" Iajacatra (Jayakarta) itoe bole dibatjain di bagian ini: "Maka Toewan

Coen itoe pada dinihari tanggal 30 Mei (1619) dengen segera dilengkapkan-

nja tenteranja, banjaknja 13 pasoekan serdadoe, tjoekoep dengan alat dan

benderanja, banjaknja serdadoe kiranja 100 orang, laloe keloewarlah ija dari

benteng menjerang kota anak negeri jang terletak di pinggir tepi soengai se-

belah barat, dimoesnahkannjalah segala kekoewatan ataoe kakoewasaannja

Bantam (Banten) dan Djakarta jang masih ada disana (ini teks dari buku ter-

bitan tahun 1920 lho... sudah nyebut-nyebut Djakarta). Ta' lama antaranja

habislah kampong itoe mendjadi aboe, dan serdadoe-serdadoepoen segera

merobohkan tembok kota orang Djakarta jang soeda kosong itoe". Dan se-

djak itoe habislah "kampong/kota" Iajacatra (Jayakarta; yang di kemudian

hari menjadi Jakarta yang kita huni sekarang ini, mulanya dari tempat sini).


Koerang lebi 10 tahon lamanja, sasoedahnja J.P.Coen reboet Iajacatra dan

gantiken dengen nama baroe -jang boekan pilihannja- ia itoe: Batavia (dia-

orang kapengen menamaken itoe kota Niuew Hoorn seperti tempat lahirnja

di kota Hoorn di Belanda, tapi ada latjur, boss besar VOC di Belanda tiada

kaboelken diaorang poenja hasrat,. Pada tahon 1629 J.P.Coen meninggal

sebab sakit peroetnja jang ta' koendjoeng klaar (moengkin ilmoe medicijn

blonlah bagoes seperti djeman sekarang). Brikoet pendjelasan prihal detik-

detik penting sablonnja Mas Jangkung semapoet: "Ada beberapa lamanja

toewan Djenderal merasai dirinja ta' njaman, dan ada mempoenjai sesoe-

watoe penjakit didalem peroetnja tapi adalah selaloe djoega jang moelija

dapet berdjalan-djalan serta santap dengan amat njamannja, dan pada

petangnjapoen masih ada ija berdjalan-djalan di serambi poeri (maksud-

nya Kasteel Batavia-kah?). Akan tetapi koetika matahari terbenam bang-

kitlah penjakitnja kembali, hingga pada poekoel toedjoeh terpaksalah ija

pergi berbarinng ke peradoeannja dengan ta' dapat lagi menghadiri sem-

bahjang malam hari (berdo'a). Maka pada malam 20-21 September tahon

1629, toewan Coen itoepoen berpindahlah dari negeri jang fana ke negeri

jang baka. Dengan segala kebesarannja menoeroet adat bagi Goebernoer

Djenderal jang gagah berani, djinazah jang tjara atoeran militer, di dalem

gedoeng negeri (Stadhuis) Betawi (apakah ini dimaksud gedung Stadhuis

Batavia, yang sekarang bernama Museum Sejarah Jakarta?), karena gere-

dja telah terbakar dalam perang jang laloe". (Djadi, Mas Jangkung sempet

dimakamkan di Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta ini tokh?)


Riwajat J.P.Coen jang berachir menjedihkan itoe, akan kitaorang bezoekin

dimana locatie preciesnja, pernanja di Museum Wayang (doeloe ada Gere-

dja Belanda), en di Museum Fatahillah (doeloenja Balai Kota atau Stadhuis

Batavia), dan tentoe sadja tjeritera di sekitar Stadhuisplein (Taman Balai

Kota Batavia) jang amet bersedjarah. Tida' loepoet koendjoengin djemba-

tan kajoe jang soeda ada sedari tahon 1628 silam, namoen sepertinja soe-

da bebrapa kali dibikin betoel dan bagoes. Semoea perdjalanan ini dilakoe-

ken dengen berdjalan kaki santai, poela dikassie liet gambar dan foto-foto

dari djeman abad ke-17, 18 en 19 century, kitaorang berani njatakan kaloe-

kaloe Toean en Njonja nantinja meni'mati djalan-djalan kerna tijap-tijap me-

langkah senantiasa ada kisah jang disampaikan dengan menatap gedong ba-

ngoenan dan gambar loekisan ataoe foto jang kitaorang bentangkan sepan-

djang djalan Kota Tua Jakarta nan sepi di pagi hari. Route jang pandjang ini

bakal terasa asyik dan relax, kerna Toean Andy Alexander akan tjeritera zon-

der stop, nistjaja Toean-Njonja bakal ketagihan ikoetan programma brikoetnja.


Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA can Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 
Onky transfernja = Rp.60.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.60018 <<< angka 18
di belakang mengatjoe ka nummer oeroet, djadi nanti bajarnja boekan Rp.60.000 sadja,

tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda


Transfernja bole sekaligoes = Rp.180018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.180.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja = Rp.60.018, Rp.60.019 en Rp.60.020

ataoe misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.240.018 itoe oentoek nummer oeroet 18, 19, 20, 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 

Route berdjalan kaki: moelain dari Museum Sejarah Jakarta/Stadhuis Batavia - Jl. Pintu

Besar Utara/Buitennieuwpoort straat - Jl. Bank/Bank straat - Pintu Besar/Nieuwpoort -

Bagian utara Museum Bank Indonesia/Binnen Hospitaal - Lokasi bekas Gereja Pertama

di Jakarta/dan kisah Kruiskerk, Koepelkerk - Pintu Kecil/Diestpoort -Jl. Kali Besar Barat/

Kali Besar Weststraat - Toko Merah/Roemahnja Baron von Imhoff -View Nieuwe Holland-

sche Kerk (Museum Wayang dari seberang) - Lokasi bekas Pusat Kota Jayakarta (sedjak

1527 sampe 1619) - Lukisan dengan latar belakang Kasteel Batavia, view sudut Diamant

- Lokasi bekas Gereja Portugis Dalam Kota/Portugeeschebinnenkerk - Lokasi bekas Pasar

Unggas/Hoenderpassar & Pasar Ikan/Vismaarkt - Jembatan Kota Intan/Hoender passar-

brug - Lokasi bekas Kampong Tjina jang kesatoe (lalu digusur) - Lokasi ditangkap Pieter

van den Broecke/tgl31 Januari 1619 - Bagian luar/timur Galangan VOC/Timmerwerf der

Compagnie - Museum Bahari/Westzijdepakhuizen - Menara Syahbandar/Uitkijk - (Stads)

Waterpoort (abad ke-18) - Jl. Tongkol/Kasteelweg - Lokasi bekas Kasteel Batavia/Kan-

toor Goebernoer-Djenderal VOC- Gudang Sisi Timur/Graanpakhuizen/Goedang Gandoem

- Gate Von Imhoff - Lokasi bekas Gerbang Amsterdam/Amsterdamschepoort - Lokasi be-

kas diletakkannya Batu Padrao pada tahun 1522 - Lutherse Kerk (Gereja Lutheran, yang

dibangun tahun 1770) - Garis Pantai daerah pusat keramaian Soenda Calapa - Terminus

Tram (terminal akhir tram) - Jl. Cengkeh/Prinsenstraat - Gedung Dasaad Musin Concern

- Rel Trem Pasar Ikan-Meester - Meriam Si Jagur - Taman Fatahillah/Stadhuisplein - Ka-

naal Macan/Tijgergracht - Lokasi bekas Rumah Souw Beng Kong - Museum Wayang/Geo

Wehry&Co - Museum Seni Rupa & Keramik/Raad van Justitie - Museum Sejarah Jakarta.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org

 
(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku: "Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta",
"Sumber-sum
ber asli sejarah Jakarta Jilid I, II dan III", "Jakarta Potraits of a Capital,

1950-1980" dan "Jakarta, Postcards of a Capital, 1900-1950", karya Scott Merrillees; 

Johannes Rach, Seniman di Indonesia dan Asia", terbitan Perpustakaan Nasional RI &

Rijksmuseum Amsterdam, 2002); "Betawi: Queen of the East", karyanya Alwi Shahab;

"Ensiklopedia Jakarta, Culture & Heritage, Jilid I, II & III", terbitan Dinas Kebudayaan

dan Permuseuman, di tahun 2005; "The Dutch India Company, Expansion and Decline",

karya Femme S.Gaastra; "majalah "Coen! Geroemd en Verguisd", terbitan khusus West-

fries Museum, Hoorn, The Netherlands, bulan Mei th 2012; "Mesjid-mesjid tua di Jakar-

ta", "Gereja-gereja tua di Jakarta", "Gereja-gereja Bersejarah di Jakarta", karya Adolf
Heuken SJ;
"Film Dokumenter keadaan kota Batavia pada thn 1913, yg termuat dalam

DVD berjudul "Van De Kolonie Niets dan Goeds" (Nederlands-Indie in Beeld tahun 1912-

1942); DVD "Nederlands-Indie in de Tweede Wereldoorlog, terbitan NIOD; Peta Batavia

sebelum Kemerdekaan, yg dibeli di Museum Bronbeek, Arnhem, Belanda; ""Spoorwegs-

station op Java" karya Michiel van Ballegoijen de Jong; ""Trams en Tramlijnen, De Elek-

trische Stadstrams op Java", karya H.J.A.Duparc; buku "Sejarah para Pembesar Menga-

tur Batavia", karya Mona Lohanda; "Hal Ihwal Kota Betawi Semasa Doeloe", oleh p.t.P.

De Roo De La Faille (Lid Dewan Hindia) -atas kebaikan hati PDA (Pusat Dokumentasi Ar-

sitektur) dalam mengfotokopikan dokumen bernilai tinggi ini kepada Sahabat Museum :)



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jan Pieterszoon Coen Berhati Matjan

Minggu, 15 Mei 2016

07.30 – 08.00: Pendaftaran Ulang di Museum Sejarah Jakarta

08.00 – 08.15: Penjelasan tentang sejarah Batavia - Djakarta
08.15 – 12.00: Keliling Kota Tua Jakarta dan museum-museum

(selesainya bisa jadi sebelum jam 12 siang, karena tergantung

dari berapa lama penjelasan/pertanyaan selama kita jalan kaki)



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: