29.7.16

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jalur Rel Jakarta Kota - Tanjung Priuk, Minggu 31 Juli 2016



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Naik Sepur Beos - Priok

Kumpul di Stasiun Jakarta Kota (lokasi persisnya nanti

akan dikabari lewat email setelah mendaftar/buat para

calon peserta). Stasiun ini berada di Kota Tua Jakarta
Minggu, 31 Juli 2016, djam poekoel 07.00, di pagi hari.

Rp.75 ribu/org, sudah termasuk:
(thee manis anget)
(snacks pagi hari)

(minoeman dingin)
(koeliling Station Batavia Benedenstad/Stasiun Jakarta

Kota) (koeliling Station Tandjong Priok/Stasiun Tanjung

Priuk) (masoep sampe roeangan jang moengkin sahadja

Toean dan Njonja soeker berkoendjoeng di mari saorang

diri, nistjaja bakal poewas portret-portret di gedong sta-

tion jang bole djadi maroepaken landmark kota Djakarta

jang membanggakan) (kaartjes naek Kereta Api Jakarta

Kota - Tanjung Priuk p.p) (Slide-show sedjarah bilangan

Kampong Bandan, Antjol, Tandjong Priok) (Stel Film jang

ada footage kadoea station terseboet pada tahon 1929)


(bakalan diceritakan perihal riwayat perkeretaapian oleh

Aditya Dwi Laksana dari KAB (Kereta Anak Bangsa) per-

kara sedjarah djalur rel sepur antara Beos dan Priok ini).

(Andy Alexander akan melengkapi kisah asal muasal da-

erah sini: Kampong Bandan, Antjol, dan Tandjong Priok)


Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434.088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65
(begimana tjara mentransfernja,
batja di bagian bawah email ini).

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah
Rp.75.000/orang)




Di hari Minggoe jang tjerah nanti, SAHABAT MUSEUM adjakin Toean en Njonja

dengan familie en sobat-ande oentoek soesoer rel di djaloer legendarisch boe-

atan djawatan spoor djeman kompeni, moelai dari sekitaran Kota Tua Jakarta,

ka Tanjung Priuk naek kereta api via Station Kampung Bandan dan Station An-

col, brikoet dikassie terang sedjarahnja, jang bole bikin semoea orang seneng,

atinja goembirah ni'mati perdjalanan penoeh pangatahoean baroe, di atjaranja:

 

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jalur Rel Jakarta

Kota - Tanjung Priuk Minggoe, 31 Juli 2016, 07.00 sampe 12.00 


Spoor. Satoe kata jang kerap dioetjapken oleh banjak orang, oetamanja orang

Djawa. Spoor boekanlah kereta api, tetapi: djaloer, trek, rel, djalan kereta api.

Kereta Api di dalam bahasa Belanda = Trein. Seperti di bahasa Inggeris = Train.

Djawatan spoor pada djeman Hindia Belanda, atjapkali diseboet dengan achiran

"Spoorweg". Weg itoe dalam bahasa Inggeris = Way. Satoe tjontohnja: Staats-

spoorwegen (bilamana diartiken setjara bebas itoe = djaloer kereta api negara,

Apatah betoel artinja?). Ach, Toean dan Njonja moesti ikoetan kitaorang poen-

ja programma kwaliteit nummer satoe, ia itoe bezoek station-station kereta api,

jang doeloenja amet berdjaja, di djeman sablonnja hadlir pesawat jang terbang

di angkasa. Perdjalanan pandjang perihal kisah perkeretaapian, bakal ditjeritera-

ken oleh achlinja spoor di Indonesia, jakni: Toean Aditya Dwi Laksana. Toean &

Njonja bole tanjaken berbagi hal perkara sedjarah kereta api sedari moelai diba-

ngoen, poen sedjak moelai difikirken conceptnja oleh Goebernoer Djenderal Roc-

hussen, pada tahon 1846 (en di tahon 1864, ataoe 18 tahon sasoedanja, pem-

bangoenan rel kereta api dilakoekan dengan pentjangkoelan pertama kalinja se-

tjara symbolisch, oleh Goebernoer Djenderal H.A.W.J Baron Sloet van de Beele).

 

Menengok kedjaja'an djawatan spoor Hindia Belanda, moesti berkoendjoeng ka

Station Tandjong Priok (Tanjung Priuk) en Station Batavia Benedenstad (Jakar-

ta Kota). Banjak kisah jang uniek di balik pembangoenannja, termasoek oepatja-

ra adat lokaal jang moesti orang Belanda djalanken goena toeroet patoeh local-

wisdom jang berlangsoeng di negerij ini, jakni tanem kepala kerbaoe. Di Stasiun

Jakarta Kota ditanemnja di Stationplein (taman stasiun), jang sekarang menjadi

halaman Halte Busway Jakarta Kota, dan ada satoe lagi di belakang stasiun ter-

seboet. Adapoen jang di Stasiun Tanjung Priuk, kepala kerbaoe ditanem di baha-

gian kiri dan kanan sajap gedong. Masih banjak tjeritera nan interessant (interes-

ting) laennja perihal kadoea station iconik kota Batavia (Djakarta) itoe. Memang

penting sekali hadlir di programma terseboet pada hari Minggoe pagi mendatang.

Doeloenja ada 2 station kereta api di bilangan Kota Tua Jakarta, tepatnja di ha-

laman belakang Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta, Stadhuis) en deket

lapangan parkir Bank BNI. Terbit idee bagoes bikin satoe gedong station gede di

Batavia, oentoek menggantiken andeel 2 station di bilangan Kota Tua Jakarta ini,

Station Batavia Noord (bekas Station NIS) dan Station Batavia Zuid (bekas Sta-

tion BOS,Beos). Sasoeda rentjana concept djaloer di atas djalan (djalan lajang) 

gagal berdjalan, maka pembangoenan station baroe jang besar bole diwoedjoed-

ken. Biro AIA (Algemeen Ingeniurs-en Architectenbureau) ditoendjoek sebagi ba-

dan pelaksana project pembangoenan station Batavia baroe jang kelak itoe sta-

tion dinamaken: Station Batavia Benedenstad (kota bawah), jang rampoeng en

diresmiken pada tahon 1929, berlanggam Art-Deco stijl (style) jang amet popu-

lair pada tahon 1920an, dikenal sebagi landmark kota Batavia (hingga Jakarta).

Sekarang kitaorang perhatiken riwajatnja Stasion Beos, jang namanja di hari ini:

Stasiun Jakarta Kota, nama formeelnja ialah: Station Benedenstad (downtown!),

diberdiriken sedari tahon 1926 oleh satoe toekang insinjoer jang tjakap pada dje-

mannja. Diaorang adalah orang Belanda jang perna lahir di Toeloeng Agoeng pa-

da tahon 1882, dan meninggal doenija di Overveen, Nederland pada tahon 1947.

(Sahabat Museum sampe riset ka koeboeran-nja di Pemakaman Algemene, Bloe-

mendaal, 1 djam dari Amsterdam. Terima kasih Hasti Tarekat atas bantuannja :)

Stasiun Jakarta Kota ada maroepaken karjanja Ir. Frans Johan Louwrens Ghijsels 

nan djempolan. Bole dibilang inilah karja terbaiknja di Indonesia. Selaen bangoen-

an stasiun, diaorang djoega jang bikin Roemah Sakit PELNI di Petamboeran sana,

Kantoor Departemen Perhubungan, Jl. Merdeka Timur di seberang Stasiun Gambir,

Gedong Samudera Indonesia dan Gedung Toshiba di bilangan Kali Besar, Kota Tua. 

 

Mengapa BEOS? apatah maknanja? Tentoe sadja perkara ini nama moengkin misih

bikin bingoeng sampe hari ini, kerna pada djeman dahoeloe, tiada station dengen

seboetan BEOS. Ini nama ada jang bilang maroepaken pelafalan fonetiek daripada
orang Betawi, dari nama satoe operator djaloer kereta api di Hindia Belanda, iaitoe

BOS, dan BEOS ini dipertjaja atsalnja dari nama itoe, B-O-S (Batavia Ooster Spoor-

weg Maatschappij ataoe Maskapai Djaloer Timoer Batavia) jang mana itoe kompeni

(company) dahoeloe kala melajani djaloer Batavia-Caravam (Karawang). Djadi, ada

penambahan hoeroef "e" di nama proesahaan ini, dari B.O.S, dibatjanja = B (e) OS.

Poeter-poeter Stasion Beos ini bakal dilakoeken di pagi hari. Sasoedanja poeas koe-

liling dan kassie perharti detail Art-Deco-nja, kitaorang landjoet ka Stasiun Tanjung

Priuk dari spoor 8 ataoe 9. Perdjalanan ka station itoe tjoemah 20 minuten lamanja.

Toean en Njonja bole liet-liet ka loear djendela seraja membajangken keadahannja

pada tahon 1925, tatkala daerah di sepandjang djalan ini misih sepi, tiada orang li-

wat. Tida heiran ada kedjadian "Si Manis Djembatan Antjol" deket-deket sitoe. Tje-

ritera "Si Manis" versie aselinja bakal kitaorang djelasken pada programma Plesiran

Tempo Doeloe ka Slingerland (Antjol) pada boelan September ataoe October di ta-

hon ini. Itoepoen kaloe-kaloe Toean en Njonja kasengsem pingin toeroet gaboeng.

 

Bilangan Tandjong Priok doeloenja beroepa hoetan bakaoe en rawa-rawa. Alterna-

tief transportatie kereta api amet diboetoehken oentoek menemboes isolatie itoe.

Station Tandjong Priok moelai diberdiriken sedjak tahon 1914, dan diresmikan pa-

da tahon 1925, oentoek rajaken jubilieum 50 tahon djawatan spoor negara (SS).

Dirantjang oleh Ir.C.W.Koch. Adanja station ini tida loepoet dari Plaboehan Tan-

djong Priok, jang pada masa Hindia Belanda mendjadi gerbang masoep boeat Ba-

tavia, en negerij Hindia Belanda. Alesan station itoe dibangoen, oentoek keboe-

toehan transportatie jang hoeboengken Plaboehan Tandjong Priok en poesat ko-

ta Batavia, jang sekarang locatienja di Kota Tua Jakarta. Oentoek melajani ang-

koetan barang en penoempang jang baroe sahadja toeroen dari kapal oeap dari

berbagi poelo dan bahkan dari loear negerij, oetamanja dari moederland (negerij

iboe), ia itoelah: Nederland. Saperti halnja Station Batavia Benedenstad, station

ini ada maroepaken Terminus ataoe station achir (oedjoeng). Namoen amet disa-

jangken, gedong station mentereng ini tida difunctieken setjara maximum, sebab-

sebab letaknja djaoeh daripada plaboehan. Berbeda dengan station lama jang soe-

da lebi doeloe diboeka (sedjak tahon 1885), station baroe itoe dirasahken koerang

bergoena, kerna tida deket dockside (dermaga) dan pendatang poen penoempang

terlaloe djaoeh oentoek mentjapai station itoe. Segenap kaeilokan en kagoemilang-

an gedong itoe dianggep tida berfaedah. Aduh, malang sekali nasibnja station itoe,

lagipoela di tahon sablonnja Kemerdekaan Indonesia, conditie djalanannja misih se-

pi. Taman hiboeran rakjat di Antjol blon ada. Baroe moelai dikerjaken tahon 1960an.

Hingga tahon 1950an, automobile jang liwatin bilangan itoe moesti hati-hati betoel,

lantaran misih banjaknja monjet jang keliaran di djalan. Awas, nantinja ketoebroek!

Lokomotief elektrisch WERKSPOOR-HEEMAF nummer 201 (ESS 3201) mendjadi sed-

jarah baroe di doenia kereta api listrik. Itoe lokomotief maroepakan satoe artefact

sedjarah dari masa kedjaja'annja jang patoet kitaorang lestariken poen selametken.

Sekarang tersisa satoe lokomotief jang soeda di-restauratie dengan baek oleh para

petjinta kereta api. "Bon-bon" seboetannja lantaran tatkala ia meladjoe, klaksonnja

berboenji: "Boooon....boooonnn". Toean Aditya Dwi Laksana dengan ati seneng ba-

kalan mendjelasken riwajatnja "Bon-Bon" ini jang doeloenja moelai dioperatieken ber-

barengan dengan peresmian Station Tandjong Priok jang baroe, pada tanggal 6 Ap-

ril 1925, melajani djaloer awal Station Tandjong Priok naar Station Meester Cornelis.

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean en Njona sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai
dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA 
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.

(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.

Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 
Onky transfernja = Rp.75.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.75018 <<< angka 18
di belakang mengatjoe ka nummer oeroet, djadi nanti bajarnja boekan Rp.75.000 sadja,
tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,

dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfernja bole sekaligoes = Rp.225018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =

57 = Rp.225.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-

orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)

soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe

transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja = Rp.75.018, Rp.75.019 en Rp.75.020

ataoe misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja
(misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-

tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja

bahoewa doeit jang sebanjak Rp.300.018 itoe oentoek nummer oeroet 18, 19, 20, 178. 
 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handdoek ketjil, inget Djakarta panas! djika-

laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja

itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

 

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org


(beberapa sumber sejarah dibaca dari buku:
"Sejarah Perkeretapian Indonesia", terbitan

Tim Telaga Bakti Nusantara; "The Beauty of Indonesian Railways", terbitan Kereta Anak

Bangsa; "Spoorwegstations op Java", karya Michiel van Ballegoijen de Jong; "Batavia in

Nineteenth Century Photographs" dan "Jakarta, Postcards of a Capital 1900-1950" kar-

ya Scott Merrillees; Majalah KA, edisi 97, Agustus 2014 dengan tema "6 Stasiun Herita-

ge di Batavia"; "Ir.F.J.L.Ghijsels, Architect in Indonesia (1910-1929)" karya Drs.Akihary;

"Profil Orang Betawi, Asal Muasal, Kebudayaan, dan Adat Istiadat", karya Ridwan Saidi;

"Asal-Usul Nama tempat di Jakarta", karya Rachmat Ruchiat; Sinopsis "PTD: Tandjong

Priok", Selasa 31 Januari 2006, karya Alwi Shahab; Artikel di Kompas "Stasiun Tanjung

Priok Tidak Terurus, Selasa 10 April 2007, oleh (CAL); "Stasiun KA Priok Tidak Terawat,

Kamis 17 Juli 2008, oleh (CAL); "Jalur KA Kota-Priok Akan Dihidupkan Lagi", Kamis 21 A-

gustus 2008, oleh (CAL); "Ribuan Rumah di Rel Ancol-Tanjung Priok Digusur", Senin 20

Oktober 2008, oleh (ONG); "Deru Kenangan di Stasiun yang Lengang", Senin 28 Septe-

mber 2015, oleh Saiful Rijal Yunus dan Mukhamad Kurniawan; Artikel Warta Kota "Sta-

siun Tanjung Priok Dipugar", Kamis 30 September 2004, oleh (gus); "KA Tanjung priok

Operasi Lagi", Kamis 23 Oktober 2008, oleh (gus); "Stasiun Tanjung priok Dilengkapi

Hotel", Selasa 28 Oktober 2008, oleh (gus); "Tanjungpriok Jadi Stasiun Antarkota",

Rabu 19 November 2008, oleh (sab); "Stasiun Tanjungpriok Mulai Bersolek", Jumat

9 Januari 2009, oleh (Agus Himawan); "Wisata Kota Toea: Bunker Misterius di Sta-

siun Tanjung Priok", Rabu 10 Juni 2009, oleh Pradaningrum Mijarto; "Stasiun Tanju-

ng Priok Mulai Direnovasi", Jumat 30 Oktober 2015, oleh (m2); Artikel di Koran Tem-

po "Menanti Si Kuda Besi", Rabu 4 Maret 2009, oleh Tito SianiparlMustafa Silalahi[I]

Isti"; "Stasiun "Transit" Tanjung Priok", oleh Aditya W Fitrianto; Sinopsis "PTD: Sta-

siun Jakarta Kota", Minggu 8 November 2009, oleh Soni Gumilang; Timeline sejarah

Kereta Api di Indonesia, bikinan IRPS; DVD "Van De Kolonie Niets Dan Goeds, Neder-

lands-Indie in Beeld 1912-1942, terbitan Filmmuseum; Film Dokumenter "Nederlands-

Indische Staats-spoor- en Tramwegen anno 1929", tentang perkeretaapian di Hindia

Belanda; artikel di majalah Laras "Stasiun Jakarta Kota, Monumen Arsitektur Jakarta",

Juni 1997, oleh (KS); artikel di Warta Kota "Teka-teki Jam Soerabaija di Stasiun Jaka-

rta Kota", Minggu 21 Desember 2008, oleh (hes); "Beos Bos!" Senin 20 Mei 2004, oleh

(pra); "Mengembalikan Wajah Stasiun Beos", Jumat 28 Juli 2006, oleh (chi/tos); Wisa-

ta Kota Toea: "Gedung Stasion Beos Standar Eropa", Sabtu 22 Desember 2012, oleh

Djulianto Susantio; "Stasiun Batavia Selatan 80 Tahun", Kamis 22 Oktober 2009, oleh

Pradaningrum Mijarto; "Menggali Jejak Stasiun Batavia", Kamis 5 November 2009, oleh

Pradaningrum Mijarto; "artikel di Kompas "Kanibal demi "Bon-bon"", Jumat 28 Maret 20-

14, oleh Nawa Tunggal; buku "Betawi Queen of The East"; "Hukum Pancung di Batavi-

a"; "Batavia Kota Hantu"; "Batavia Kota Banjir", karya Alwi Shahab; "Ensiklopedia Jaka-

rta, Culture & Heritage" Jilid II, oleh Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta).

 



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Jalur Rel Jakarta Kota - Tanjung Priuk

Minggu, 31 Juli 2016

07.00 - 07.30: Pendaftaran Ulang di Stasiun Jakarta Kota

07.30 - 08.00: Keliling Stasiun Jakarta Kota & kisah Ir. Ghijsels

                    (arsitek yang membangun Stasiun Jakarta Kota)

08.00 - 08.25: Siap-siap naik kereta, stand by di Peron 8/9

08.25 - 08.45: Kereta Api berangkat ke Stasiun Tanjung Priuk

08.45 - 09.00: Turun ke peron dan jalan kaki ke hall stasiun

09.00 - 09.30: Penjelasan tentang Kp. Bandan, Ancol, Priok

09.30 - 10.00: Penjelasan tentang Riwayat Kereta Api jalur

                    Stasiun Jakarta Kota & Stasiun Tanjung Priuk

10.00 - 11.00: Keliling Stasiun Tanjung Priuk

11.00 - 11.10: Siap-siap naik kereta, stand by di Peron

11.10 - 11.30: Kereta Api berangkat ke Stasiun Jakarta Kota

11.30 - 12.00: Acara selesai



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: