29.9.16

[tourismindonesia] (pake foto) PLESIRAN TEMPO DOELOE: Romusha di Saketi - Bajah, Saptoe-Minggoe 8-9 Oktober 2016



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Romusha di Banten Selatan

Kumpulnya di GOR Bulungan (Gelanggang Olah Raga) Jakarta

Selatan, Jl. Bulungan, dekatnya Blok M Plaza (lokasi persis di-

kabari di email selanjutnya, terutama yang sudah mendaftar)

Sabtu, 8 Oktober 2016, jam 06.30 pagi hari

Rp.950 ribu/org, sudah termasuk:

(Makan dan Minum 5 kali selama PTD)

(Naik Bus AC Trac, kuota peserta: 50)
(yang mendaftar sekarang ini = 42 org)
(Menginap di: Hotel Swarna Inn, Bayah)

(Nonton Film Propaganda bikinan Jepang, perihal pidatonja Bung

Karno dalam memberikan semangat kepada pekerdja Romusha di

Bajah, mungkin sadja kitaorang temuken locatie pidatonja di sini)

(Ditjeriteraken oleh Aditya Dwi Laksana dari Kereta Anak Bangsa

di sepanjang jalan dari Saketi ke Bayah, dan baliknya dari Bayah

ke Saketi, tidak lupa singgah di bekas locatie Stasiun Malingping,
djuga di daerah-daerah tempat kedjadian kerdja paksa Romusha.

(Bertamu ke rumahnja Nenek Sutinah, isteri dari Alm.Pak Tumpuk,

pekerdja romusha, dari Karanganjar, Gombong, di Djawa Tengah.

Rumah Nenek Sutinah tersebut, letaknja di dekat Stasiun Saketi.

Di Bayah ditjeriteraken oleh tokoh masjarakat jang lahir th 1928).

(Menelusuri bekas kekedjaman perang di Banten Selatan, berupa

pondasi djembatan segede gedong kantoor di tepi Samudera Hin-

dia, rel kereta api jang menggantung di pasar, turn table puteran

lokomotief uap, jang sudah djadi rumah penduduk, dan djuga ada

Tugu Romusha di pusat kota Bajah, jang dibikin oleh Tan Malaka).

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(begimana tjara mentransfernja,
batja di bagian bawah email ini).

(Please kirim email dahoeloe sablonnja, pasti dibales, goena dapetken
nummer oeroet peserta. Djangan langsoeng ditransfer, sebab malahan
djadi bikin kitaorang bingoeng, lantaran soeda dapet kiriman itoe doeit

jang tida djelas djoentroengannja kerna tida ditoelis nummer oeroetnja)

(anak ketjil, orang moeda poen orang toea, bajarnja sama yah, okeh?!)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price, ia itoelah: Rp.950.000/org)



Berapa djumblah korban pekerdja Romusha jang meninggal dunia di sepandjang djalur

spoor dari Saketi sampe Bajah? Bapak H.M.S. Badjadji dari Kasepuhan Bajah, berkata:
"Sama dengan djumblah bantalan djalur kereta api jang membentang dari Saketi sam-

pe ke Bajah" di Banten Selatan itu. Konon, nama "Saketi" terambil dari bahasa Sunda,

artinja seratus ribu, jang dipertjaja dalam suatu ramalan, bahwa akan terdjadi korban

sebanjak seratus ribu djiwa, untuk pembangunan djalur kereta api maut di djaman pe-

rang. Ikutin programma SAHABAT MUSEUM, jang tempo sekarang ini routenja "adjaib":

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Romusha di Saketi -

Bajah Saptoe-Minggoe, 8-9 Oktober 2016, moelai dari 06.30 sampe 24.00 esoknja


Romusha dalem bahasa Djepang ijalah buruh atau pekerdja. Sebutan ini kerap dipake

untuk tenaga kerdja paksa rakjat Indonesia (lebi tepatnja: rakjat Hindia Belanda, ker-

na tahun 1943 itu belum ada negara Indonesia), guna menjokong activiteit perangnja

Tentara Djepang di The Pacific Theater. Dalem conditie perang, romusha dimaknai se-

bagi "soldadu kerdja" (soldadu = serdadu). Bole dibilang, romusha setjara harfiah diar-

tiken sebagi seorang pekerdja jang melakuken pekerdja'an buruh kasar. Menurut Ensi-

klopedia Nasional Indonesia jang terbit tahun 1990, romusha berasal dari bahasa Dje-

pang jang artinja kuli atau tenaga kerdja. Lebi landjutnja, romusha ijalah nama peker-

dja Djawa jang tida termasuk bagian ketentaraan, tetapi umumnja pekerdja romusha

diperkerdjaken di garis belakang dalem berbagi medan pertempuran melawan Sekutu.

Menurut achli sedjarah Belanda Henk Hovinga, terdapat 300.000 orang pekerja romu-

sha dari seantero tanah Hindia Belanda. Sebagian dari mereka dikirim pula ke luar ne-

geri, matjem: Siam (Thailand), Shonanto (Singapura), Malaya (Malaysia). Setelah pe-

rang sudah berachir, tjuma 77.000 orang jang lolos dari petaka. Untuk pembangunan

djalur kereta api Saketi - Bajah ini, ada sekitar 25 hingga 55 ribu djiwa. Mereka alam-

ken hidup nestapa penuh perdjoangan hidup dari antjeman binatang buas tatkala pe-

kerdja kasar ini membuka hutan rimba jang lebat, rawa-rawa, tebing dan djurang. Di

pulau laennja, mereka dipaksa untuk petjahken gunung jang keras untuk membangun

goa-goa untuk didjadiken markas Tentara Djepang, djuga sebagei tempat menjimpan

amunisi, peralatan perang, sembuniken kapal terbang. Membuat benteng pertahanan,

lapangan terbang sampe buka perkebunan, en tanem sajuran untuk keperluan perang.

Mobilisatie pekerdja romusha di Saketi-Bajah ini dilakuken dengan terpaksa, sebab itu

Djepang semangkin lama semangkin kalah di palagan Perang Pasifik setelah gilang-gu-

milang membongkong pelabuan Pearl Harbor, Kepulauan Hawaii, punja Amerika Serikat.

Sebab-sebab Djepang menjerang dadakan Pangkalan Amerika terkuat di Pasifik, bukan

suatu kebetulan. Djepang diembargo setjara ekonomi dan bahan mentah industri oleh
Barat, chususnja: Amerika Serikat. Conflik batin, harga diri Bangsa Djepang jang tera-

niaja bikin Djepang memilih untuk lakukan perlawanan terhadap benteng Amerika Seri-

kat di Pearl Harbor. Tempo jang ditentukan adalah Minggu pagi, kutika sebagian besar

Tentara Amerika masih tertidur lelap dan njenjak. Adapun itu rentjana serangan dada-

kan jang sudah di-concept oleh Yamamoto, di kemudian hari mendjadi sematjam blun-

der buat Tentara Djepang, bahkan senantiasa mendjadi santapan empuk daripada pa-

sukan Tentara Amerika dan sekutunja. Moment "turning-point" kekalahan Djepang se-

benernja tidak terlampau lama sedjak serangan ke Pearl Harbor tersebut, tepatnja se-

telah kalah di Midway pada bulan Juni 1942 (atau 6 bulan setelah serangan tiba-tiba).

Maka, selandjutnja Djepang terus-menerus mengalami kekalahan dari pihak Amerika en
Sekutu-nja. Imperial Djepang menjerang Amerika Serikat, bagaikan membangunkan rak-

sasa dari tidurnja. Tetapi bagi Djepang ini merupakan actie perlawanan terhadap supe-

rior bangsa kulit putih jang kerap meremehkan peran mereka di belahan dunia, walopun

sesungguhnja Djepang tida siap untuk berperang djangka pandjang. Sesudah perang se-

lesai, Kaisar Hirohito mengutjap bahwa "sesudah Filipina djatuh, Djepang telah kehilang-

an akal, harapan akan menang djuga lenjap sama sekali" (dari sinilah, mulanja serangan

jang tak masuk akal dan kedjam: KAMIKAZE! dengan tubrukkan pesawat terbang meng-

hudjam langsung ke kapal penempur Amerika Serikat. Ja, ini suatu tindakan bunuh diri!)

Kekuatan Djepang itu berada dipuntjaknja dalam bulan Maret 1942, ketika tudjuan uta-

manja penguasaan sumber-sumber minjak di Indonesia sudah tertjapai. Ada orang jang
berpendapat, bahwa seharusnja Djepang tiada perlu kesana-kemari dulu, ke Singapura,

British-Borneo, dan negara-negara laennja, karena mengakibatkan perang jang melelah-
kan, tetapi langsung sadja ke Hindia Belanda (Indonesia) jang kaja minjak, sumber alam

jang subur. Namun apa latjur, penjakit Victory Disease itu dan napsu pendudukan djaja-

han Barat di negara-negara Asia en Pasifik itu jang tiada dapet diabaikan oleh Djepang.

Sedjatinja kedigdja'an Tentara Djepang klaar sudah di The Battle of Midway itu. Tahun-

tahun berikutnja ijalah kekalahan-kekalahan berurutan di berbagai medan tempur, hing-

ga access ke sumber minjak terputus. Tiada lagi bahan mentah minjak untuk mengope-

ratieken pesawat terbang, tank, kapal laut djuga machine perang laennja. Pilihan achir,

hanja batu bara, jang didapetken dari Moearo (west Sumatra), dan Bajah (zuid Djawa).

Tambang batu bara jang sijap di Hindia Belanda pada djaman perang tersebut ada dua.

Satu di Moearo (deket Sawahloento, westkust Sumatra), en di Bajah (Banten selatan).

Kitaorang nantinja bakal bezoek djalur Banten selatan ini, di bulan Oktober mendatang.

Adapun djalur westkust (west coast) Sumatra bakal dikundjungin kutika bentjana asap

klaar (entah kapan) di Tana Sumatra, kerna di musim hudjan, aer terus menggujur, se-

dangkan di musim kering, api senantiasa mendjilat hutan Sumatra tahun belakangan ini.

Kurun waktu 1942-1945, functie djawatan kereta api di Hindia atjapkali digunaken oleh

Djepang untuk mendukung kepentingan operatie militairnja. Ditambah lagi sedjak suker-

nja dapetken minjak bumi (oil), untuk kelandjutan machine perang dan industrienja. Ta'

heiran mereka putusken untuk mengambil bahan baku mentah dari batu bara, meskipun

kwaliteitnja tida prima. Namun ini di djaman perang, keadahan darurat musti diupajaken.

Untuk mendjalanken kereta api, dibutuhkan bahan bakar kaju djati dari pepohonan, dan

batu bara. Dibutuhkan sekitar: 900 ribu ton kaju bakar tijap tahunnja, namun productie

normaal kaju hanja 300 ribu, itupun sebagian besarnja dihatsilkan dari Dinas Kehutanan.

Militair Djepang pegang rapport (report, laporan) dari tahun 1900, jang menjebutkan itu

batu bara di Bajah ada tinggalan sekitar 20 sampe 30 djuta ton. Hatsil rekenen Djepang,

didapetken djumblah 300 ribu ton tijap tahun jang tjukup untuk persediaan bahan bakar

armada perangnja. Exploitatie batu bara di Bajah sungguh tida economisch, kerna batu

bara tersebar di area jang luas pula ter-isolatie en lapisannja amet tipis, tjumah 80 cm.

Apa jang diharepkan dari situatie jang sulit buat Djepang, jang terus-menerus kalah pe-

rang ini? Semua musti dipaksaken, demi kelandjutan kekuasaan teritorie Asia Timur Raja.

Pekerdja diambil dari Djawa bagian tengah, timur dan dari Djocjakarta. Dikumpulken lebi

dulu di Kebumen, lalu naek kereta api ke Padalarang, Djatibarang, Tjirebon. Perdjalanan

dilandjutken ke Djatinegara. Dari sini para romusha diangkut lagi ke Tanah Abang, terus

ke Rangkasbitung. Achirnja tiba di Saketi. Mereka diprentah untuk bikin djalur dari Sake-

ti sampe Bajah, laennja langsung menudju Bajah, untuk dipekerdjaken di suatu tambang

batu bara berlocatie di Gunung Mandur, bebrapa kilometer djaraknja dari centrum Bajah.

Selaen bangun djalur kereta api dari Saketi ke Bajah, pekerdja romusha djuga dimangpa'

atken tenaganja untuk bikin lapangan terbang di Gembor, Serang, en djalan raja Saketi

ke Bajah. Bole djadi itu djalanan besar jang nantinja kitaorang liwatin, pake autobus AC.

Lintasan kereta api ini mulai dirantjang bulan Juli tahun 1942 (atau 1 bulan setelah Dje-

pang kalah tempur di Midway). Constructie mulain dikerdjaken sedjak bulan Februari ta-

hun 1943. Satu tahun satu bulan kemudian djalur spoor ini klaar en sudah siap diliwatin

kereta api. Diresmiken setjara formeel pada tanggal 1 April 1943. Tetapi, sajang sekali,

djalur jang dibikin oleh tenaga pekerdja paksa romusha hanja aktief dalem tempo bebra-

pa tahun sadja, kerna pada pertengahan Augustus 1945, Djepang kalah perang. Kereta

api batu bara tida didjalanken lagi. Practisch sedjak diambil alih AMKA (Angkatan Moeda

Kereta Api) dan kemudian dioperatieken oleh DKA (Djawatan Kereta Api) di kurun tahun

1945-1946. Situatie keamanan utamanja Actie Politineel (Agresi Militer 1), membuat lin-

tasan kereta api ini diberhentiken. Setahun kemudian (1948) didjalankan lagi sampe ac-

hirnja mula tahun 1950an stop operatie totaal. Djalur Saketi-Bajah off sampe sekarang.

Riwajat perkeretaapian di Banten dimulai dari upaja pemerentah koloniaal Nederlandsch-

Indie (Hindia Belanda) untuk membuka daerah terpentjil pula sepi, jang merupakan sala

satu wilajah jang kerap bergedjolak melawan penguasa kompeni. Di tahun 1896, djawa-

tan kereta api negara (Staatsspoorwegen atau SS) membangun djalur kereta api mulai

dari Batavia (Jakarta) ke Rangkasbitung - Tjilegon - Anjer Kidul, dengan lintas tjabang

dari Duri ke Tanggerang. Sijap dioperatieken tahun 1900. Pertjabangan brikutnja melin-

tas Rangkasbitung - Pandeglang - Saketi - Menes - Labuan, dibuka tahun 1906. Paling

achir Tjilegon - Merak, jang dibuka tahun 1914. Baru sedjak tahun 1943, djalur kereta

api dari Saketi - Bajah dibangun untuk kepentingan militair Djepang, di Perang Dunia II.

Untuk mewudjudkan djalur jang baru ini, fihak Djepang gunaken materieel bantalan dari

kaju dan relnja jang dikirim dari seluruh Pulau Djawa, termasuk djalur: Rantjaekek - Dja-

tinangor - Tandjungsari, jang SAHABAT MUSEUM bakal adaken programmanja, kemung-

kinan di achir tahun, landjut ke kota Sumedang liwatin Tjadas Pangeran, singgah di Gu-

nung Kuntji -benteng pertahanan Belanda di djaman Perang Dunia I, tida lupa mentjari

tahu lebi betul riwajat Tahu Sumedang, dan bezoek Kuburan Tjut Nja' Dhien van Atjeh.

Mengapa Tan Malaka bisa ada di Bayah? Apatah jang ia lakukan dalem contributie-nja

untuk mentjapai kemerdekaan? Begimana tjaranja sampe di Bajah? Dan mengapa Ten-

tara Djepang tida dapet mengenali rupa atau wadjahnja hingga achir perang?! Apatah
jang dapet dilukisken Tan Malaka selama menetap di Bajah? Pemandangan jang menje-

dihkan dilihatnja saben hari, rakjat jang menggelepar di djalanan dengan penjakit jang

bertjabul (berdjangkit) di tubuhnja. Orang tua ta kuasa menahan sakit di depannja ge-

dong bioscoop, dan kedjadian menusuk hati laen jang dialamken rakjat nan menderita.


Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean & Njonja sekarang djoega!
kirim email ka: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id) ataoe kaloe mahoe ber-
tanja sablonnja, sila hoeboengi telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (nummer
oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditransfer oeangnja
sasoeai dengen nummer oeroetnja), kamoedian dapet ditransfer oeangnja langsoeng: 
BCA, no.rek 237 14 25 693 BCA cab Pondok Indah a.n: ADE HARDIKA PURNAMA
toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe disms ka nummer 0818949682 selekasnja.
(djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan en soeda transfer, moehoen
ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa dioper kepada
orang laen/familie/teman).
Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.000.44.34.088,
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek: 01.48.44.54.65
a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabangnja poen ada di Pondok Indah djoega.


Tjara membajarnja/transfer, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet 18, maka 
Onky transfernja = Rp.950.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja Rp.950018 << angka 18
di belakang mengatjoe ka nummer oeroet djadi nanti bajarnja boekan Rp.950.000 sadja,
tetapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe mendaftar lebih dari 1 orang,
dan kapingin transfernja sekaligoes djalan, jang misalnja, saperti tjontoh sematjem gini:

18. Onky Alexander
19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda 

Transfernja bole sekaligoes = Rp.2850018 (mengatjoe ka nummer oeroet jang doeloean),
maka dari itoe, nummer oeroetnja djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20 =
57=Rp.2.850.057). Oh DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerna nantinja malahan bikin kita-
orang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja ini (oempamanja nummer oeroet: 57)
soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi kalo mahoe
transfer satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja Rp.950018, Rp.950019, en Rp.950020
ataoe, misalnja ada temen/keluarga jang misih kapingin daftar lagi, en dapatken nummer
jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja (misal dapet nummer oeroet = 178) maka nan-
tinja djikaloe mahoe mentransfernja sekaligoes/sekali djalan toeloeng diseboetken sadja
bahoewa doeit jang sebanjak Rp.3.800.018 oentoek nummer oeroet 18, 19, 20 en 178. 

Djangan loepa oentoek bawa pajoeng, topi, handduk ketjil, inget Banten puanas! Djika-
laoe pada temponja hoedjan ada toeroen, kitaorang aken moelai plesirannja sasoedanja
itoe hoedjan brenti. Zo, plesiran tetep dilakoekoen, tida berganti hari, ataoe tanggalnja.

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM
Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email: adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org


(beberapa sumber sejarah dibaca dan dikutip dari

buku "Perang Pasifik", karya P.K. Ojong; Ensiklope-

dia Sejarah, Pendudukan Jepang di Indonesia", kar-

ya Nino Oktorino; "Romusha, Sejarah jang Terlupa-

kan", karya Hendri F. Isnaeni & Apid; "Tan Malaka,

Bapak Republik yang Dilupakan" karya Tempo; "Pe-

nyamaran Terakhir Tan Malaka di Banten 1943-19-

45", karya Hendri F. Isnaeni', "Laporan Napak Tilas

Jalur Kereta Api Non-Operasi Saketi-Bayah Banten",

oleh Corporate Communication PT. Kereta Api Indo-

nesia (Persero), 21&22 September 2015", film DVD

dokumenter: "Nederlands-Indie in Tweede Oorlog").



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Romusha di Saketi - Bajah


Saptoe-Minggoe, 8-9 Oktober 2016

Sabtu, 8 Oktober 2016

06.30 - 07.00: Pendaftaran Ulang di GOR Bulungan

07.00 - 11.00: Berangkat ke Saketi via Serang

11.00 - 12.00: Keliling Stasiun Saketi (arah barat)

12.00 - 13.00: Makan Siang di Stasiun Saketi

13.00 - 14.00: Keliling Stasiun Saketi (arah timur)

14.00 - 17.00: Berangkat ke Malingping

17.00 - 17.30: Pondasi, Roadbed Rail, dll

17.30 - 19.30: Berangkat ke Bayah

19.30 - 20.30: Makan Malam di Bayah

20.30 - 21.00: Check in Hotel Swarna Inn

21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi

Minggu, 9 Oktober 2016

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Swarna Inn

08.00 - 11.30: Keliling Bayah

11.30 - 12.00: Berangkat makan siang

12.00 - 13.00: Makan Siang di Bayah

13.00 - 15.00: Berangkat ke Malingping

15.00 - 16.00: Keliling Jembatan, Rel, dll

16.00 - 19.00: Berangkat ke Saketi

19.00 - 20.00: Makan Malam di Saketi

20.00 - 24.00: Berangkat ke Jakarta (GOR Bulungan)



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: