1.9.16

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: Toehan Tjiptaken Sorga di Banda, 24-25-26-27-28-29-30-31 Oktober 2016



PLESIRAN TEMPO DOELOE: Banda Naira & Ambon

Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 Ultimate

Senen, 24 Oktober 2016 jam 05.30 pagi hari
Rp. 6.900.000 per orang, tp TIDAK termasuk
tiket pesawat pergi-pulangnya ke Ambon (AMQ)
(total 8 hari perjalanan ke Banda Naira & Ambon,
kena 1 weekend/Sabtu-Minggu, dan 6 hari kerja,
pakansi nikmati sejarah sekaligus langit biru-laut
tenang dengan sahaBATMUSeum didjamin poeas)

Bila pingin 7 hari aja bisa, bahkan 6 hari (eh, tapi
ini agak beresiko yah). Tinggal on-kostnya dikura-
ngi saja, dari 8 hari ke 7 hari. Kalo tiket Kapal Ce-
patnya mau lebih murah Rp.480.000 p.p pun bisa,
pindah ke Kelas Ekonomi AC (Kami sudah book un-
tuk Kelas VIP). Jadi, biaya PTD-nya di-korting, ku-
rang dari Rp.6.900.000,- dan dapat juga dikorting
tambahan kalo malam terakhir di Ambon langsung
ngacir ke Jakarta pake pesawat paling malem, pa-
da pukul 19.55 WIT (di Minggu, 30 Oktober 2016).

Informasi lebih lengkapnya ttg hal ini, Bapak & Ibu
dapat menanyakannya kepada kami via email, dan
kami kirim bales segera langsung ke inbox Bapak &
Ibu, mengenai penjelasan persiapan detailnya (kalo
di-print bisa 23 halaman -16 images photo & peta).

(Silahkan dilihat Susunan Acara/Jadwal Kumplitnya,
di bagian paling bawah pengumuman detail PTD ini)

(Akan ke Kampung Selamon, tapi buat yang mampu
naik anak tangga aja, di sini tempat asal muasalnya
kekacauan di Banda Naira di tahun 1621, yg membu-
at sejumlah besar penduduknya dibuang ke Batavia/
Jakarta, dan ditempatkan di Kampung Bandan, mak-
sudnya kampung orang Banda (n), persis di sebelah
kirinya Taman Impian Jaya Ancol) (Juga samperin ke
pulau-pulau lainnya selagi ada waktu luang, seperti:
Pulau Karaka, dll) (Boleh dibilang, ..ini PTD ke Banda
Naira terkomplit yg pernah dibikin kemari. Ayo Ikut!)

(Rp.6,9 juta/orang itu sudah termasuk semua-mua-

nya, diantaranya: Penjemputan di Bandara Pattimu-

ra (kalau berangkatnya barengan kami panitia atau

jadwal pesawatnya deket-deketan gitcu). Bus Pari-

wisata AC selama di Ambon. Penginapan di Ambon 

(Hotel Amaris), di Banda Naira (di Hotel Maulana).

Tiket Kapal Cepat dari Ambon ke Banda Neira p.p.

Makan en Minum selama Plesiran. Kaos PTD. Asu-

ransi Perjalanan. Speedboat ketika pakansi ke se-

mua pulau itu (Pulau Run, Pulau Nailaka, Pulau Ai,

Pulau Lonthoir/Lonthor/Banda Besar, Pulau Neira,

Pulau Gunung Api, Pulau Sjahrir, Pulau Hatta). Ti-

ket masuk pulau-pulau & situs-situs bersejarah yg

ada di semua pulau tsb (baik yg ada di Banda Naira

maupun di Ambon). Naik Ojeg Motor ketika kelilingin

Pulau Lonthor, atas-bawah, singgah di Roemah gene-

rasi ke-13 dari Pieter van den Broecke. Dipinjemin Life-

Jacket (Baju Pelampung yang berwarna Orange), yg se-

suai dgn ukuran badan masing-masing; kami punya seki-

tar: 150 Life-Jackets !!! Juga dianterin ke Bandara Patti-

mura (sekali lagi, kalau pulangnya barengan kami panitia

atau jadwal pesawatnya deket-deketan) sebelum kembali

ke Jakarta atau ke kota lainnya di Indonesia atau dunia :)

Di Ambon nginepnya di Hotel Amaris (terletak di pusat kota/
tengah kota) di Banda Naira nginep di Hotel Maulana (punya
Alm.Des Alwi; viewnya bagus bgt langsung ke laut, menatap

Gunung Api, kapan saja, sesuka hatimu, siang-malem, subuh.
(Semua kamar ber-AC, dan semua hadap Laut & Gunung Api).

(Oh iya di Ambon sekamar berdua, tapi di Banda Naira ada yg

berdua, dan ada berempat, karena kapasitas kamarnya yg tak

terlalu banyak dan lebih utama alasannya adalah kamarnya se-

bagian gede-gede banget, yg kalo utk 2 orang terlalu lapang).

(Tentu saja pasutri akan ditempatkan sekamar berdua. Pria &

Wanita dipisahkan kamarnya, baik di Ambon juga Banda Naira).

Situs Sejarah yg akan dibezoek di Kepulauan Banda Naira:
(Pulau Run, Pulau Nailaka, Pulau Ai, Pulau Lonthor, Pulau Hatta,

Rozengain, Pulau Sjahrir/Pisang, Pulau Gunung Api, Pulau Naira,

Rumah Pengasingan Bung Hatta, dan Rumah Pengasingan Bung

Sjahrir, Rumah Kapten Cole (Inggris), Rumah (museum) Budaya

Banda Naira, Benteng Belgica, Benteng Nassau, Gereja Tua (yg
ada tulisan VOC), Gedung Sociteit Harmonie (Matatita), Istana

Mini (Istana J.P.Coen), Goresan Kaca pelaut pengen Bunuh Diri,

Patung Dada Koning Willem III, Benteng Hollandia di atas bukit,

Benteng Concordia, Perkebunan Pala, Rumah Perkenier, Makam

Perkenier, Rumah Keturunan Pieter van den Broecke en Makam
keluarga besar van den Broecke, Sumur Parigi, Rumah Pengasi-

ngan dr.Cipto Mangunkusumo, Kelenteng di Pasar Lama, Minum

Teh Kenari Panas nan legit, Snorkeling di pulau-pulau yg indah,

terutama di Lava Flow, lokasi bekas lahar letusan Gunung Api).

Situs Sejarah yg akan dibezoek di Kota dan Pulau Ambon:
(Patung Pattimura dan Patung Martha Christina Tiahahu, Pantai

Natsepa maem Rujak Natsepa, Pintu Kota, Pillbox Jepang pinggir

jalan dari jaman Perang Dunia II di Indonesia -tahun 1942-1945,

Tugu Doolan, Makam Commonwealth Tentara Sekutu di Ambon).

Maskapai penerbangan yang melayani jalur untuk tujuan Ambon

(AMQ) dari Jakarta (CGK) utk hari: Senen, tgl 24 Oktober 2016

(CGK-AMQ) & pulangnya: Senen, 31 Oktober 2016 (AMQ-CGK)
(harga tiketnya sekitaran Rp.2.069.000 - Rp.4.132.000 return).

--------------------------------------------------------------------


Berangkat Jakarta (CGK) - Ambon (AMQ):


Lion Air
(24 Oktober 2016) HLP - AMQ (direct) etd: 06.05 WIB, eta: 11.35 WIT

(24 Oktober 2016) CGK - AMQ (1 stop) etd: 04.30 WIB, eta: 12.05 WIT


Batik Air 
      
(24 Oktober 2016) CGK - AMQ (1 stop) etd: 10.45 WIB, eta: 17.35 WIT 
 
(24 Oktober 2016) CGK - AMQ (direct) etd: 13.10 WIB, eta: 18.40 WIT 
 


Sriwijaya Air

(24 Oktober 2016) CGK - AMQ (2 stop) etd: 05.00 WIB, eta: 13.55 WIT 


Garuda Indonesia

(24 Oktober 2016) CGK - AMQ (direct) etd: 08.15 WIB, eta: 13.55 WIT

(kami panitia naik pesawat Garuda Indonesia pagi, dari Jakarta ke Ambon)

(keterangan: HLP = Halim Perdana Kusuma; CGK = Cengkareng; AMQ = Ambon)


--------------------------------------------------------------------


Pulang Ambon (AMQ) - Jakarta (CGK):
 

Lion Air
(31 Oktober 2016) AMQ - CGK (1 stop) etd: 16.15 WIT, eta: 19.00 WIB


Batik Air

(31 Oktober 2016) AMQ - HLP (direct) etd: 12.25 WIT, eta: 13.55 WIB

(31 Oktober 2016) AMQ - CGK (1 stop) etd: 13.05 WIT, eta: 16.25 WIB

(31 Oktober 2016) AMQ - CGK (1 stop) etd: 18.20 WIT, eta: 21.20 WIB

(31 Oktober 2016) AMQ - CGK (direct) etd: 19.55 WIT, eta: 21.25 WIB


Sriwijaya Air

(31 Oktober 2016) AMQ - CGK (2 stop) etd: 14.35 WIT, eta: 18.50 WIB 


Garuda Indonesia

(31 Oktober 2016) AMQ - CGK (direct) etd: 14.40 WIT, eta: 16.15 WIB   
(kami panitia naik pesawat Garuda Indonesia sore, dari Ambon ke Jakarta) 

(keterangan: HLP = Halim Perdana Kusuma; CGK = Cengkareng; AMQ = Ambon)


---------------------------------------------------------------------------                     
             
(Pemesanan tiket diurus sendiri, tp bisa juga dibantu oleh travel agent
rekanan sahaBATMUSeum, yg akan mengurus tiket pergi & pulangnya).

Kaloe-kaloe toean en njonja kasengsem pengen ikoetin ini plesiran,

silakan daftarken namanja, poela nama kawan, familie, sobat-ande

ke soerat-listrik ini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id),

lantas kamoedian aken dapetin nummer oeroet oentoek stoor doeit.

Ditransfernya ke Rekening BCA/BNI 46/MANDIRI cab. Pondok Indah 
atas nama ADE HARDIKA PURNAMA dikonfirmasikan via sms ke no:
0818 94 96 82, atau via email, di-scan dulu, makasih yah, trims.

(tapi kalo transfernya udah pake nomer urut, kagak usah dikirim

dah itu email scan-nya, cukup kasih tau lewat email atau sms)

(Toeloeng kassie kitaorang chabar kemana toean ataoe njonja

kirim itoe wang agar kitaorang nantinja tiada poesing toedjoe

koeliling diboeatnja tatkala toean dan njonja tiada bri tahoe

perkara ke bank mana wang roepiah itoe melajang-lajang :)

Bank BCA: 237.14.25.693
MANDIRI: 101.000.4434. 088
atau BNI 46: 01.48.44.54.65

(please kirim email dulu sebelomnya, ntar dibales kok, untuk dapatkan

nomer urut keikutsertaan, jangan langsung transfer yah, ntar kitanya
malah bingung karena dapetin itu uang kaget, bisa dikopi khan jek?!!)
(anak ketjil, orang moeda dan orang toea, bayarnya sama yah, oke?)
(semua di-reken dengan satoe prijs/price iatoelah:
Rp.6,9 juta/org)



Satoe goegoesan kapoeloan jang djaoeh dari mana-mana tetapi kaloe soeda di

sana, kapingin ka mana-mana tijap harinja. Loepaken activiteiten di kota besar

jang bikin kepala mahoe petjah. Sekarang ada tempohnja bersantai bersama pa-

sangan, familie dan sobat-ande, nikmati kaindahaan natuur di soeatoe bilangan
jang seger djoega erg mooi, bole menjelem di bawah laoet, snorkeling di baha-
gian atas aer, rasahken sunset dari tembok paling atas Benteng VOC, en naek
Goenoeng Api, santap masakan jang ledzat tiada tara chas Maluku, dalem prog-

ramma deripada SAHABAT MUSEUM, jang Oktober bakalan melaoet lagi, ia itoe:

PLESIRAN TEMPO DOELOE: Toehan Tjiptaken

Sorga di Banda

sedari hari Senen hingga Senen di minggoe depannja, 8 hari pakansi di Kep.Maluku.


Banjak pedjoang Kemerdekaan Indonesia jang diboeang/diasingken ka Banda Naira.
Bebrapa jang kerap diseboet dalem sedjarah ijalah: Drs. Mohammad Hatta, Soetan
Sjahrir, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan djoega Meester Iwa Koesoemasoemantri.

Marika ditempatken di sini kerna perboeatan marika, jang dianggep gevaarlijk (ber-

bahaja) oleh pamerentah koloniaal Belanda. Oemoernja koetika itoe masih moeda-
moeda, sebagi tjontoh: Bung Ketjil ataoe Soetan Sjahrir, tatkala dikirim ka Banda
oleh Pamerentah Kompeni di oesianja jang misih amet moeda, baroe 26 tahon !!!!
Activiteit politieknja di Batavia (Djakarta) dianggep soeda bahajaken kedaoelatan

negerij Nederlandsch-Oost Indie (Hindia Belanda). Sasoeda ditangkep, Sjahrir diba-

wa ka: Pendjara Tjipinang di Batavia, Soekamiskin di Bandoeng, kamoedian diasing-

kan ka Boven Digoel, neraka pada pembantah negara. Namoen, satoe tahon kamo-

dian, iaorang dipindahken ka pengasingan jang baroe, tida lagi di neraka tetapi sor-

ga doenija, ia itoe di Banda Naira, di bahagian selatannja Poeloe Ambon, Molukken.

Bung Sjahrir dateng bersama Bung Hatta, jang djoega dianggep soeda bikin kisroeh 

ketentraman boemi Hindia Belanda. Doea Bung itoe menetap di Banda sedari tahon

1936 sampe 1942. Banda di djaman marika, maroepaken masa Banda jang tentrem.

Begitoepoen di tahon 2016 ini soeasananja masih lajaknja di tahon 1936 terseboet,

dimana mobil njaris tida ada, en motor tjoema bebrapa sadja jang moendar-mandir.

Apalagi sinjal telefoon-tangan baroe masoep tahon 2008. Sekarang operator hanja

ada Telkomsel, jang laennja semapoet, tapi geser dikit djoega ilang itoe Telkomsel.

Berbeda dengan Banda pada tempo 300 tahon sablonnja marika dateng (diboeang).
Kapoloean Banda Naira waktoe itoe, bageiken magnet ketjil jang mengisep doenija,
walopoen soeker menemoeken setitikpoen poelo-poelo terseboet di lembaran peta.

Pala adalah emas idjo lajaknja emas betoelan. Satoe genggam emas di tangan itoe

sama harganja dengan satoe genggam pala pada abad ka-17. Tida heiran diboeroe.

Pertempoeran demi pertempoeran petjah di laoet, poen di darat. Tijap-tijap negara

montjongken oedjoeng meriam-nja dari badan kapal laoet jang besar, djoega dalem

benteng jang berdiri tegoeh di pinggiran laoet ataoe dari atas goenoeng jang tinggi.

Djawaban dari samoea itoe ia itoelah: Rempah-rempah! Soeatoe komoditas dagang

jang poenja harga amet tinggi di pasaran Europa. Sebagei informatie, itoe taneman

pala hanja toemboeh di Kapoeloan Banda Naira sadja, tiada di tempat laen di doeni-

ja. Oentoek dapet temoeken kebon pala terseboet marika rela berkorban apapoen.

Kapoeloan Banda Naira ada maroepaken destinatie oetama. Diboetoehken lebi dari

2 abad bagi bangsa Europa temoeken poelo resia ini. Koetika orang Portugal mera-

pat di Banda Naira, marika fikir orang jang pertama jang tiba di kapoeloean itoe te-

tapi marika berdjoempa dengan orang Moro (Morocco, orang slam; Islam). Poen de-

ngan orang Moro, marika poen berfikir jang sama namoen 600 tahon sablonnja soe-

da dateng orang Tjina berdagang rempah-rempah, oentoek dipasarken ke bilangan

Timoer-Tengah dan Arab, tentoe sadja benoea Europa, jang dibawa liwatin djaloer

soetra jang kasohor itoe. Banjak artefak sedjarah jang memboektiken kedjadian ini.


Sabermoela, Christoper Columbus saorang pedagang dari Genoa jang lolos dari per-

tempoeran sengit sebab-sebab serangan deripada badjak laoet pada tahon 1476 di

deket pantai Portugal. Iaorang lolos dari maoet dan sanggoep brenang sedjaoeh 10

KM en slametken dirinja. Moment pemboektian diri jang anggep iaorang maroepaken

pilihan Toehan oentoek menemoeken doenia baroe, jang ia anggep boemi ini boelet.

Tokoh jang amet kasohor di Amerika Oetara ini (dan tijap-tijap tanggal: 12 October

senantiasa dirajaken Hari Columbus), soeda bikin Radja Spanjol seneng terhadapnja.

Kamoedian Columbus moeda dibriken toegas jang moelija oleh Radja Spanjol, goena

temoeken doenia baroe. Samoea on-kost perdjalanan ditanggoeng oleh sang Radja.

Proposal jang diadjoeken adalah berlajar ka India, China en East Indies (Moluccas).

Namoen amet disajangken, Columbus tida pernah berhatsil mampir di Spices Island,

melainken mendarat di Poelo San Salvador, Bahamas Archipelago, benoea Amerika.

Pendjeladjah brikoetnja dari Portugal, Alfonso de Albuquerque berlajar ka Mozambi-

que, dan mendapatken saorang pemandoe djalan oentoek toedjoean Malakka pada

tahon 1511. Pada waktoe itoe, Malakka bole dibilang poesat daripada route perda-

gangan Asia Timoer Djaoeh. Dari Malakka inilah achirnja orang Portugeesch kamoe-

dian berlajar ka negerij impian orang Europa, ia itoelah Kapoeloan Rempah-rempah

selama 2 boelan, dengan dipandoe oleh saorang nakhoda Melajoe bernama Ismail.
Perdjalanan dilakoeken pada moesim barat, dimana ombaknja bergelombang tinggi
dan marika tida bawa bekal makanan jang banjak, kerna pada waktoe itoe sedang
berperang melawan Kasoeltanan Melajoe. Achirnja berbagi matjem hewan dimakan 
termasoek tikoes, ketjoa, poen kedjoe jang soeda boesoek, goena bertahan idoep
dan tiba dengan selamat di Banda Naira. Pengorbanan itoe terbajar soeda tatkala
kapal marika tiba di Banda Naira pada boelan Januari 1512, dan berdetjak kagoem
akan kaindahan natuur (nature) jang begitoe mooi, dengan panorama jang tjiamik.

Penderitaan 2 boelan di laoetan ganas dan tiadanja sisa makanan sepandjang per-

djalanan, terbitken kenikmatan lajaknja sorga doenia. Marika orang Europa petoea-

lang samoedra loeas, terkedjoet tatkala dibriken boeah-boeahan oleh pendoedoek

Banda Naira jang bentoeknja pandjang koetika mentah, dan brobah warnanja men-

djadi koening bilamana mateng. Ach, kitaorang seboetnja itoe boeah Pisang! Poen

boeah ledzat dengan berbidji besar rasahnja manis en enak jang njatanja Mangga.

Orang Banda demen berdagang en interactie dengan tamoenja jang berkoelit poe-

ti. Poeloehan tahon lamanja marika idoep dalem damai dan tentrem. Marika tahoe

kaloe-kaloe orang Portugeesch amet menghargai hatsil boemi orang Banda Naira.

Orang Portugeesch tida loepoet dalam soeasana goembirah kerna marika membeli

dari Orang Banda dengan prijs (harga) jang moerah, en didjoeal di Lisbon/Lisabon

(Portugal) dengan kaoentoengan jang amet besar, jakni 1000 procent! Maka dja-

ngan heiran djikaloe sajoemblah orang Europa laennja soenggoe kasengsem oen-

toek koeasain negerij rempah-rempah, tida hanja berdagang, tapi memiliki djaloer

distributie poen monopolie trading spices setjara sepihak, tentoe zonder ampoen!

Tahon 1599 adalah tonggak sedjarah Orang Belanda masoep ka Banda. 15 Maret

1599, dipimpin oleh Jacob van Heemskerk, lepasken djangkar di Pantai Orantatta

di Poelo Lonthor dari Kapal Gelderland (Geldria). Esoknja Kapal Zeeland poen tiba.

Kadoea kapal terseboet ada maroepaken bagian daripada ekspeditie 8 kapal itoe
dibiajai oleh Compagnie van Veree (pendahoeloe VOC), jang dikenal amet ganas.

Sedari semoela marika tida toendjoekken itikad baek kepada pendoedoek lokal di

Banda. Belanda mendjelasken bahoewa marika itoe ada moesoeh besar Portugal.

Atas informatie terseboet, rakjat Banda tida soeka kepada Orang Belanda. Laloe

marika boeat berbagi matjem sjarat-sjarat Orang Belanda djikaloe mahoe toeroet

berdagang dengan rakjat Banda. Koetika Belanda menjanggoepi semoeanja maka

perdagangan barter di Banda Naira poen dimoelai pada oedjoeng abad ka-16 itoe.


Inggeris masoep ka Kapoeloan Banda Naira pada tahon 1602, en menetap di Poe-

lo Run. Dengan sekedjap Inggeris briken claim bahoewa Poelo Run adalah colonie-

nja, Bebrapa boelan sablonnja, Ratoe Inggeris Elizabeth I menjataken pengoemoe-

man perihal Poelo Run jang maroepaken bagian daripada United Kingdom, jang ter-

diri daripada England, Wales, Scotland, Irlandia dan Poelo Run (lho, lho kok bisa?)
Kedatengan Inggeris disamboet dengan baek oleh pendoedoek Poelo Run, bahkan

pada tahon 1616, Orang Kaja (tokoh masjarakat setempat) bernama Datoek Poe-

tih jang berlakoe sebagi pengoeasa lokaal, membriken Poelo Run kepada Inggeris.

Kedekatan Orang Banda dan Orang Inggeris tida disoekai oleh Heeren Zeventien,

di negerij Belanda. Marika angkat saorang goebernoer-djenderal oentoek membe-

nahi kombali activiteit Kompeni di East Indies (Hindia Timoer) jang tertjeraiberai,

dan oetamanja: Penakloekken atas Kapoeloan Banda. Pieter Both diangkat men-

djadi goebernoer-djenderal jang kasatoe. Kamodian pada djabatan jang kadoea,

katiga, dipertjaken kepada Gerard Reysnt dan Laurens Reael. Nampaknja, marika

bertiga koerang bengis terhadap pendoedoek lokaal. Rakjat di Kapoeloean Banda

tida ada jang mahoe toendoek pada prentah jang dibriken goebernoer-djenderal.

Benteng Belgica di atas boekit dibangoen, oentoek perkoeat pertahanan Belanda.

Inggeris membentoek pertahanan di Poelo Ai dan Poelo Run. Kaloe-kaloe Inggeris

dibantoe oleh segenap rakjat Banda, beda dengan Belanda jang dimoesoehin dan

tida disoekai oleh rakjat Banda, kerna system monopolie jang diterapken Belanda.

System ini kerap mendjadi olok-olok rakjat Banda dan Inggeris, tiada hormat dan

edjekan ditoedjoekan ke fihak Belanda. Perdjandjian dagang jang diboeat oleh Be-

landa dengan Orang Kaja di Poelo Lonthor, jang wadjibken Poelo Lonthor tjoemah

mendjoeal pala kepada Belanda, jang tida menariknja: dengan harga jang moerah.

Orang Banda tida pedoeli dengan perdjandjian itoe, dan tetep berdagang dengan

Inggeris. Hal itoelah jang boeat hasrat Belanda kapingin oesir Inggeris dari Banda.
 

"Kami mengarahken perhatian choesoes kepada poelo-poelo dimana bertoemboeh

tjengkeh dan pala, en kami memerintahkan Anda oentoek memenangkan itoe poe-

lo-poelo oentoek Peroesahaan (Compagnie) ia itoelah VOC, baek dengan tjara pe-

roendingan maoepoen dengan kekerasan". Itoe adalah prentah dari boss besarnja

VOC di Amsterdam. Marika diseboet Heeren Zeventien ataoe Toean Toedjoe blas.

Pieterszoon Verhoeven dioetoes oentoek ekpeditie ini dengan membawa 14 kapal

bersendjata lengkap. Orang Banda moehoen oentoek berdjoempa dengan Verhoe-

ven tetapi oleh Orang Banda diboenoeh setjara kedjam dan kedji. Jan Pieterszoon

(J.P.Coen) jang misih moeda liet pembantaian itoe dengan mata kepalanja sendiri,

broentoeng ia lolos dari maoet, jang soeda antjem Belanda pada boelan Mei 1609.

12 tahon kamodian (tahon 1621), J.P.Coen kombali dateng ka Banda sebagi Gou-

verneur-Generaal VOC (goebernoer-djenderal). Beladjar dari pengalaman pahit di

tahon 1609, Coen bertindak amet hati-hati terhadap Orang Banda. Berita perihal

pembantaian terseboet tersiar sampe ke berbagi pelaboehan perdagangan di ne-

gerij laen saperti di Malakka, Calcutta, Colombo, Teloek Benggala, Grise (Gresik),

Palembang, Toeban dan pelaboehan laennja. Orang Kaja di Banda amet ditakoet-

in oleh pelaoet barat. Sampe njaris 1 boelan lamanja, Orang Belanda tida' berani

toeroen dari kapalnja, dan marika jang soeda menetap di dalem Benteng Nassau,

marika moesti semboeni (ngoempet) hingga bahan makanannja habis, jang paksa-

ken oentoek menjantap apa sadja oentoek bertahan idoep. Belalang en telor boe-

roeng adalah makanan jang atjapkali disantap oleh mereka jang takoet antjeman.

Poelo pertama jang diserboe pasoekannja Coen adalah Poelo Banda Besar (ataoe

Poelo Lonthor). Belanda menangken pertempoeran dengan goemilang. Rakjat Ban-

da Besar jang soeda dikalahken berdjandji oentoek briken se-per-sepoeloeh hatsil

panen pala di Banda Besar sebagi oepeti, en mendjoeal sisanja dengan harga jang

tetep. Belanda mendjamin akan melindoengin rakjat di Banda Besar dari para moe-

soeh-moesoeh, hormatin hak milik, familie, igama (agama), dan otoritas pemimpin.

Bebrapa Orang Kaja Lonthor datengin Coen di kapalnja, membawa hadiah beroepa

Rantai Emas dan Tjeret Tembaga sebagi permoehoenan damai. Coen soeroe mari-

ka oentoek robohken benteng pertahanan. Di laen fihak, Belanda moelai bangoen

satoe benteng jang besar di poentjak boekit dinamaken Benteng (Fort) Hollandia.

Namoen rakjat Banda Besar tiada patoehi prentah Coen robohkan benteng marika.

Orang Belanda soeda pilih kota (kampong) Selamon, sebagi markas besar di Poelo

Banda Besar. Selamon diambil dari nama Selam jang maknanja Islam, en Mon itoe

adalah Orang Islam. Menoeroet soember sedjarah, Kampong Selamon ini pertama

kalinja Islam masoep di Kapoeloan Banda Naira. Belanda djadiken mesigit (mesjid)

di Selamon sebagi tempat tinggalnja Goebernoer Banda bernama Toean 't Sionck.

Episode jang paling menentoeken terdjadinja Pembantaian Orang Banda di tahon

1621 adalah koetika satoe lampoe gantoeng jang djatoeh lantas terbitken amoe-

kan api jang besar. Samoea Orang Belanda terbangoen en langsoeng panik, mari-

ka anggep ini soeatoe tindakan pemberontakan jang dilakoeken oleh pendoedoek

Banda Besar, jang dipertjaja sebagi tanda dimoelai penjerangan ka fihak Belanda.

Coen kassie prentah kepada pasoekannja soepaija lekas membakar roema-roema

dan kampong-kampong, tida tjoemah di Poelo Lonthor tetapi djoega di seloeroeh

Kapoeloan Banda. Marika jang tida menjerah, dikoempoelken, kamodian diboeang

ka Jacatra (Batavia/Djakarta). Tida heiran di hari ini kitaorang mengenalnja seba-

gi Kampong Bandan, jakni kampongnja orang dari Banda jang sekarang locatienja

di Djalan Lodan, deket Taman Impian Djaja Antjol, di bilangan oetaranja Djakarta.

Sadjoemblah 883 orang pertama dikapalkan ke Batavia termasoek dari 287 pram-

poean, 240 anak ketjil. Ada 176 orang jang semapoet selama pelajaran. Adapoen

Rakjat Banda jang sanggoep lariken dirinja banjak jang terdampar di Poelo Ceram

di timoer laoet dan Poelo Kei di sebelah tenggara daripada Kapoeloan Banda itoe.

Sebanjak 44 Orang Kaja dihoekoem potong toeboeh oleh Coen. Itoe maroepaken

tjeritera jang paling tragis terdjadi di Kapoeloan Banda, loekanja membekas hing-

ga hari ini. Tetapi perboeatan Coen dipoedji oleh Toean Toedjoe Blas di Belanda.

Perboeatan Coen jang binasakan njaris 60% pendoedoek Banda itoe, soeda bikin

perkebonan pala di Kapoloean Banda mendjadi kosong ditinggalkan pemilik lokaal-

nja. Tana-tana terseboet kamodian dirampas VOC, en dibagi-bagiken ka perwira

VOC, ataoe siapapoen Orang Belanda jang mahoe menempati tana oentoek dita-

nemin pala en merawat poehoen pala. Kapoloean Banda dibagi mendjadi 37 perk

(kavling), jang tersebar 27 di Poelo Banda Besar, 3 di Poelo Naira dan 7 di Poelo

Ai. Perk adalah bahasa djaman Belanda lama boeat kebon (apa sekarang Tuin?)

Kamodian terbitlah istilah "Perkeniers" oentoek orang jang mengolah Kebon Pala.
Perkeniers adalah toean tana jang hanja mendapatken hak goena atas tananja,

oentoek ditanemken pala dan merawat/mendjaga pala, akan tetapi boekan ser-

tifikat pemilikan. Hatsil daripada pala terseboet haroes didjoeal kepada Kompeni

VOC dengar harga moerah, jakni: 5 cent per kilogramnja. Sampe di Europa, itoe

pala didjoeal seharga 10 gulden per kilogramnja. Kaoentoengan jang maha-dash-

yat itoe dapet membangoen kota Amsterdam, Rotterdam dan kota-kota laennja

di Belanda bersama infrastructuur-nja, poela bangoen belasan kapal lajar besar.

Monopolie perdagangan haroes didjalanken, goena pertahanken oentoeng besar

terseboet. Saperti tjeritera di atas, Belanda kapingin koeasain seloeroehnja poe-

lo rempah-rempah di Moluccas (Maluku). Tida ada orang laen ataoe bangsa laen

jang ganggoe system perdagangan jang bikin Kompeni lekas kaja-raja itoe. Maka

diadaken Perdjandjian Breda di kota Breda, Belanda. Treaty of Breda (ataoe djoe-

ga diseboet sebagi Breda Agreement) disetoedjoein dengan penoekeran bilangan

Manna-hata, (Nieuw Amsterdam/New Amsterdam) jang sasoedanja ditoeker bro-

bah namanja mendjadi New York! Dalem kesepakatan ini, Belanda djoega dapetin

colonie Gyuyana (jang terdiri dari Suriname, Berbice, Essequibo) pada pada 1667.

Poelo Run adalah colonie Inggeris kesatoe sablonnja Amerika, India dan Australie.

Nasib Poelo Run dan New York bageiken boemi dan langit. Djikaloe New York ber-

kembang pesat economienja, Poelo Run idoep lajaknja di tahon 1667, misih sama

saperti doeloe, tida ada jang brobah, djaoe, terpentjil, hening en damai-tentrem.

Tetapi djangan bersedih, sebab-sebab Poelo Run adalah sorganja snorkeling dan

diving. Moengkin sadja kitaorang temoeken meriam Inggeris jang djatoh di sekita-

ran Poelo Nailaka (di seberang precies Poelo Run), jang menoeroet itoe soember

sedjarah perna ada kedjadian, tapi moengkin djoega temoeken koin-koin VOC (!)

Tida poela chawatier bilamana tida temoeken koin terseboet di dasar laoet, ker-

na tatkala kitaorang berdjalan kaki di perk/kebon pala di Poelo Banda Besar, ter-

kadang ada pendoedoek lokaal jang samperin dan mendjoeal koin VOC di tangan-

nja, jang dibanderol tjoemah Rp.50.000,- per koin! dapet dari tjangkoel di bawah

tana Poelo Banda Besar jang gemboer, pasti itoe coin misih bagoes conditienja :)

Tana di Banda ametlah soeboer, pala dan sadjoemblah taneman rempah-rempah

laennja toemboeh baek. Perkeniers (orang kebon/toean tana) idoep dalem situa-

tie dan conditie jang serba ada. Daratan briken kemakmoeran, laoetan dipenoehi

ikan melimpah. Pemandangannja mooi, climaat-nja (iklim) tjoeatjanja poen prima.

Marika adalah Orang Belanda jang doeloenja menetap di Batavia. Di tahon 1621

itoe, Coen datengin marika dan omoemken bahoewa ada tana jang bole digarap

asalkan marika tinggal setjara permanen di Banda dan bantoe Kompeni oentoek

productie rempah-rempah di Kapoloean Banda Naira. Banjak soerat lamaran ma-

soep ka medja kompeni, diantaranja dari para pensioenan VOC (dari militair dan

pedagang). Kompeni tida tjoemah pasti membeli hatsil pala-nja para perkeniers,

tetapi djoega ada sedijaken beras, en boedak-boedak jang toeroet membantoe

di perkebonan pala. Para perkeniers dibriken kebon sebesar 12 sampe 30 hectar

dan 25 boedak per kepala. Keamanan dari fihak loear dan dari boedak sendiri di-

djamin oleh Kompeni. Tetapi tida pernah ada kontrak tertoelis diantara Kompeni

VOC dengan Perkeniers, jang kerap sebabken banjak salah faham selama lebi da-

seratoes tahon, perboeatan saling menjakitkan hati dan poela bantah-bantahan.

Maskipoen demikian, para perkeniers nampaknja betah tinggal di Banda. Dibilang

kaja tida djoega. Lebi tepatnja marika dimandja oleh Kompeni. Djiwanja diroesak

dan marika tida poenja inisiatief dalem memandang masa depan. Setijap hari ma-

rika berpesta, idoep bergelimang harta, dojan pamer kekajaan, bikin roema jang

mewah, minoem minoeman keras jang di-import dari Belanda, dan bahkan kodok

poen marika import, kerna marika kapingin idoep laksana di negerij Belanda sam-

bil dengerin soaera-soeara kodok lajaknja koor njanjian jang dapet ingetken kom-

bali kenangan kahidoepan marika di Belanda, nun djaoeh di seberang samoedera.

Tetamoe jang baroe sadja tiba dari Batavia senantiasa didjamoe dengan makan-

an jang ledzat en minoem sampe mabok. Marika mendjalanken kahidoepan saper-

ti radja-radja dan pangeran, tanpa mahoe tahoe apa toedjoean idoep ka depan.

Satoe diantara banjak perkeniers itoe adalah Toean Pieter van den Broecke. Ia-

orang berasal dari Artwerpen, Belanda. Bole dibilang maroepaken Orang Belanda

jang pertama kali mentjitjipi kopi, dan kamodian briken masoekan kepada Kompe-

ni soepaija dapet pasarkan di Belanda. Sablonnja ia menetap di Banda, van den

Broecke adalah saorang jang penting di Batavia. Sempet sijap menjerah kepada 

Inggeris di tepi Kali Tjiliwoeng. Tetapi tida djadi ditangkep, kerna sekonjong-ko-

njong moesoehnja dipanggil oentoek sigra menghadap Soeltan Bantam (Banten).

Ketoeroenan Pieter van den Broecke misih ada hingga hari ini. Itoe ijalah Toean

Pongky van den Broecke, generatie jang ka-13. Kitaorang nantinja bakalan sam-

perin roemanja, en di sebelahnja precies ada koeboeran familie van den Broecke.

Toean Pongky landjoetken pekerdja'an kake-boejoetnja sebagi pekebon pala, di

Poelo Lonthor. Process memasak pala tetep goenaken methode lama jang klasik.

Bole dibilang, Toean Pongky satoe-satoe-nja perkenier djaman VOC jang tersisa.

Achir kedjajaan imperium VOC ditandai dengan bangkroetnja industrie pala, dan

pengoeasaan Inggeris kombali terhadap Kapoeloan Banda Naira. Hal jang moeng-

kin paling menjakitken adalah toemboehnja sadjoemblah kebon pala di negerij la-

en di doenija. Prantjis dan Inggeris beroepaija keras oentoek dapetken bibit pala

dan menanemnja di negerij colonie marika. Zanzibar, Madagaskar dan Martinique

(djadjahan Prantjis) panen besar. Poen keberhatsilan Inggeris di Padang, di Ben-

coolen (Bengkulu), Penang, Ceylon (Sri Lanka), en Grenada (djadjahan Inggeris).
Kendati demikian, walopoen monopolie nampak soeda tiada goenanja lagi, harga

pasaran oentoek Pala Banda tetep tinggi, kerna aroma dan tjita-rasahnja nikmat

dari tana vulcanic goenoeng api jang atjapkali meletoes pada bebrapa abad silam. 


Kitaorang nantinja bakalan lakoeken vacantie-nja (pakansi) dalem noeansa damai,

tiada lagi permoesoehan daripada persaingan pereboetan rempah-rempah jang pa-

da 400 tahon silam atjapkali bergedjolak. Peninggalan djeman Kompeni VOC (ataoe
Vereenigde Oost-Indische Compagnie) en EIC (East India Company, milik Inggeris)

dapet kitaorang liet dan samperin lebi dekat, baek jang di atas benteng, di roema-

roema di sepandjang Poelo Naira dan Poelo Lonthor djoega jang bawah laoet djika-

loe Toean-Njonja pandei menjelem (diving), ataoe moengkin tjoekoep dengan acti-

viteit snorkeling sadja. Semoga kabroentoengan djatoh ka fihak Toean dan Njonja.

Di sakitaran tempat kitaorang menginep, dapet ditemoeken berbagi matjem tingga-

lan sedjarah jang tida poetoes-poetoes. Ada museum collectie tempo silam Banda

Naira, Roemah Bung Sjahrir, Roemah Captain Cole, Roemah Bung Hatta, Monumen

RIS (Republik Indonesia Serikat), Geredja Toea dengan batoe nisan orang gede di

djeman VOC jang letaknja di lantai jang dapet kitaorang indjek (tentoe boekan de-

ngan setjara sengadja, namoen memang itoe koeboeran ditempatken di bawah ka-

ki sahingga tida moengkin tida kaindjek), Benteng Belgica & Benteng Nassau, Soe-

moer Parigi Rante, Istana Mini (jang bole dibilang, maroepaken tjontoh bangoenan

oentoek Istana Negara di Djakarta), Roemah dr.Tjipto Mangoenkoesoemo, Sociteit

Harmonie (Makatita Hall) en laen sebaginja. Itoe di atas baroe di Poelo Naira sadja.
Misih ada benteng-benteng di Poelo Ai, bekas locatie pertahanan Inggeris di Poelo

Nailaka, benteng di Poelo Goenoeng Api, dan tempat ber-snorkeling di sadjoemblah

titik di Kapoeloan Banda Naira jang akan kitaorang ni'matin, selama 5 hari vacantie.


Plesiran ka Banda Naira di tahon 2016 ini, bole dibilang ini plesiran jang paling lama.

Peninggalan sedjarah dan kulinair patoet ditjoba. Pengalaman barengan gerombolan

SAHABAT MUSEUM jang soeda bezoekin Banda Naira lebi dari 4 kali dan kota Ambon

6 kali di boelan dengan tjoeatja loemajan bagoes di Maluku ia itoe di boelan Oktober.

Nistjaja Toean dan Njonja ditanggoeng poeas djalan-djalan bagian timoer Indonesia.

Tinggal doedoek manis en dengerin riwajat sedjarah djaman dahoeloe setjara detail

zonder banjak fikiran lagi tetapi rasahken angin semilir menjentoeh koelit dan matari

jang bersinar mentjorong, ditambah lagi langit biroe dan laoet bening sijap menjapa.

 

Tatkala kitaorang masoep Poelo Ambon di hari kasatoe, toedjoean langsoeng Pintoe

Kota di bahagian selatannja itoe poelo. Satoe batoe karang, jang di Poelo Djawa le-
bi bekend diseboet karang bolong, briken pemandangan jang bikin bole hati ini takd-

joeb lantaran pemandangan patoet dikassie djempol dengan latar belakang laoetan

loeas. Sepoeloeh minuten sablonnja tiba di ini locatie, dapet diliet Pillbox boelet da-

ri peninggalan Perang Pasifik jang ada kedjadian di Ambon. Itoe historische artefac-

ten sekarang mendjadi saksi bisoe kekedjamam perang di djeman dahoeloe. Di hari

paling achir di Ambon, nantinja djoega bezoekin koeboeran Tentera Sekoetoe jang

tergaboeng dalem commonwealth Inggeris. Toean dan Njonja moengkin terkedjoet

liet riboean batoe nisan dari berbagi bangsa dan djoega igama (agama) jang djina-

zahnja dikoeboer di halaman loeas jang bedjedjer rapi, tida nampak seperti koeboe-

ran pada oemoemnja. Temoeken batoe nisannja Private W.T. Doolan, jang toegoe-

nja diberdiriken oleh fihak Australie, dan pastinja kitaorang samperin di wilajah Koe-

da Mati. Doolan tewas di oemoernja di jang ka-29, tinggalken saorang isteri dan 2

orang anak. Iaorang berdjoang saorang diri hingga mati menggempoer Tentera Dje-

pang sampe achirnja ditembak mati oleh Djepang, dan majitnja tida bole dikoeboer.

Tiada orang berani lakoekan tindakan itoe, hingga soeatoe hari, pendoedoek lokaal

jang mengoeboerkannja di bawah poehoen gandaria, locatie Toegoe Doolan hari ini.

 
Pattimura dan Martha Christina Tiahahu ada maroepaken doea pahlawan dari Molu-
ccas (Maluku). Kapitein Pattimura ataoe nama aselinja ijalah Thomas Matulessy, la-
hir di kampong Haria, Saparoea, tanggal 8 Juni 1873. Ia doeloenja ada saorang ser-
geant-majoor di dalem kententeraan Inggeris tatkala Inggeris koeasain Ambon dan
Banda. Sedjak tanggal 17 Februari 1796, pamerentah Inggeris ambil alih kakaoeasa-
an dari goebernoer Ambon. Moelain itoe hari, resident akan menjerahken seloeroeh
djadjahan atas Poelo Saparoea, Haroekoe en Noesa Laoet. Spontaan itoe kebidjak-
an Verplichte Leverantie diapoes, kebidjakan jang haroesken briken hatsil boemi be-
roepa tjengkeh setjara pertjoema (gratis) ataoe mendjoeal moerah ke pamerentah,
dan djoega kerdja paksa (kwarto) sekali saben minggoe en tida dibajar sama sekali.
Namoen koetika Belanda berkoeasa kombali di negerij rempah-rempah terseboet, 7
tahon kamodian, sekonjong-konjong kebidjakan di atas diterbitken lagi. Inggeris di-
haroesken kassie sadjoemblah poelo Moluccas jang poenja value tinggi, selaen ka-
tiga terseboet di atas, Inggeris poen kombalikan Banda kepada Belanda menoeroet
perdjandjian
jang dibikin oleh Inggeris en Belanda. Bendera Inggeris jang selama ini
berkibar di Benteng Duurstede Saparoea ditoeroenken, diganti dengan bendera de-
ngan klir (kleur/color) rood-wit-blauw (red-white-blue), benderanja negeri Belanda.
Kitaorang nantinja bakalan tjeriterakan pandjang pendek kisah perdjoangan Kapitan
Pattimura tepat di bawah patoengnja di poesat kota Ambon sembari berfoto di sini.
 
Riwajatnja Martha Christina Tiahahu tida kalah pentingnja dalem kassie pegi Kompe-
ni Belanda dari tanah aernja. Sedjak moeda belia, Martha Christina saorang Moetia-
ra dari Poelo Noesa Laoet (di seblah timoernja Poelo Ambon), toeroet toeroen mem-
bantoe bapaknja bertempoer melawan Belanda. Martha lahir di tahoen 1800. Berita
jang tersiar, Martha tida mahoe mengiket ramboetnja sablonnja ditjoetji dengan da-
rah moesoeh. Namoen sajang, dalem pertempoeran di Desa Ouw - Ullath di tengga-
ra Poelo Saparoea, Martha dan bapaknja, poela pasoekannja berhatsil ditakloekken
oleh Tentera Belanda. Bapaknja, bernama Paulus Tiahahu, dihoekoem dengan digan-
toeng, sedangkan Martha ditangkep dan mahoe diboeang ka Poelo Djawa. Soember
sedjarah memberitaken bahoewa Martha moeda itoe meninggal doenija dengan tja-
ra menjeboerken dirinja ka laoetan loeas. Djinasahnja tida perna dikatemoeken sam-
pe sekarang. Ia wafat dalem oesia jang ka-17 tahon. Soenggoeh amet belia sekali.
Denger nama itoe Desa Ouw - Ullath, sekedjap fikiran melajang ka njanjian jang at-
japkali mendengoeng di telinga bertahon lamanja apalagi jang kerap nontonin TVRI:
"Ouw Ulat e, Tanjung Ouw Ulat e, Tanjung Sibarane, Tanjung Ouw-oowow Ulat e".

Djangan loepa oentoek berfoto di depannja Hollywood Sign versie Ambon. Senjoem
en treak "..We Are in Hollywood, ...We Are in Hollywood", nistjaja pakansi bersama

SAHABAT MUSEUM bakalan tinggalken banjak kenangan jang indah seoemoer idoep 

boeat Toean en Njonja, kamoedian kasengsem oentoek ikoetan programma laennja.

  

Zo, toenggoe apalagi ?!! Lekas, Sigra daftarken diri Toean-Njonja sekarang djoega!
kirimken email ka sini: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id), ataoe djikaloe

mahoe bertanja sablonnja, sila bel telefoon-tangannja di nummer: 0818949682 (lan-

tas nummer oeroet peserta akan dibriken sasoeda mendaftar, sehingga nanti ditran-

sfer oeangnjasasoeai dengen nummer oeroetnja), kamodian dapet ditransfer oeang-

nja langsoeng:  BCA, no.rek 2371425693 BCA Pondok Indah, a.n: ADE HARDIKA

PURNAMA toeloeng diconfirmatie sigra via email ataoe sms ka nummer 0818949682 

selekasnja. (djikaloe Toean ataoe Njonja ternjata tida djadi ikoetan, en soeda trans

fer, moehoen ma'af, doeit jang soeda ditransfer tida dapet dikembalikan, tetapi bisa

dioper kepada orang laen/familie/teman). Adapoen nummer rekening MANDIRI = 101.

000.44.34.088, a.n: ADE HARDIKA PURNAMA en rekening BNI 46, yaitu dgn no.rek:

01.48.44.54.65 a.n: ADE HARDIKA PURNAMA, kantoor tjabang Pondok Indah poela.

Tjara membajarnja/transfernja, misalnja: Onky Alexander ada di nummer oeroet: 18,

maka Onky transfernja = Rp.6.900.018 (djikaloe di mesin ATM ketiknja: Rp.6900018
angka 18 di belakang mengatjoe ka nummer oeroet jah, djadi nanti bajarnja boekan

= Rp.6.900.000 sadja, tapi ditambah Rp.18 sebagi nummer oeroet. Kaloe-kaloe men-

daftar lebih dari 1 orang, en kapingin transfernja sekaligoes djalan, tjontohnja kajak:

18. Onky Alexander

19. Meriam Bellina
20. Btari Karlinda

Transfer bole sekaligoes = Rp.20.700.000 (mengatjoe ka nummer oeroet doeloean),

maka dari itoe, nummer oeroet djangan didjoembelahken djadi 1 jah (18 + 19 + 20

= 57 = Rp.20.700.057). Oh, DJANGAN, DJANGAN, DJANGAN. kerana nantinja malah

kitaorang mendjadi bingoeng, en bole djadi nummernja (oempama nummer oeroet: 

57) soedah ada jang poenja, orang laen. Dapet menjebabken kakaliroean. Tetapi

kalo mahoe transfernja satoe per satoe djoega boleh, ketik sadja = Rp.6.900.018,

Rp.6.900.019, Rp.6.900.020, ataoe misalnja ada temen/keluarga jang masih pingin

mendaftar lagi, en mendapatken nummer jang djaoe dari rombongan Toean-Njonja

(misal dapet nummer oeroet: 178) maka nantinja djikaloe mahoe men-transfer-nja

sekaligoes/sekali djalan, toeloeng diseboetken sadja, bahoewa doeit jang sebanjak

Rp.27.600.018 itoe, boeat nummer oeroet:18, 19, 20, 178. Terima kasih atensinja.

Pembayarannya Bisa Dicicil, atau boleh juga sekaligus
cicilan 1 = 2,9 juta (Agustus, yap, di bulan ini yaakh!)
cicilan 2 = 2 juta (September, di minggu pertama ya)
cicilan 3 = 2 juta (Oktober, di minggu pertama lunas!)

Jika ada pembatalan, maka "aturan maennya" kayak begini yah, boleh?

Cancel dari tgl 1 - 31 Agustus 2016 , kena potong 10% dari 6,9 juta.

Cancel dari tgl 1 September - 23 September 2016, kena potong 25% dari 6,9 juta.
Cancel dari tgl 24 September - 9 Oktober 2016, kena potong 50% dari 6,9 juta.

Cancel dari tgl 10 Oktober - 20 Oktober 2016, kena potong 75% dari 6,9 juta.

Cancel dari tgl 21, 22, 23 Oktober 2016, dan pas hari H tgl 24 Oktober 2016:

tidak ada pengembalian/duitnya hangus, karena sudah nyaris dipakai semua.

(Semua orang boleh ikutan acara ini lho, jadi gak harus
member SAHABAT MUSEUM saja, siapapun boleh ikutan
bergabung, yg tua, muda, anak kecil, yg belom pernah
ikut sama sekali program: PLESIRAN TEMPO DOELOE
atau yg belom pernah ketemu sama kami, juga peserta
lainnya, silahkan mengikuti program ini, beneran yaaah)

Senin    24 Oktober 2016: menginap di Ambon

Selasa   25 Oktober 2016: menginap di Banda Naira

Rabu     26 Oktober 2016: menginap di Banda Naira

Kamis    27 Oktober 2016: menginap di Banda Naira

Jumat    28 Oktober 2016: menginap di Banda Naira

Sabtu    29 Oktober 2016: menginap di Banda Naira

Minggu   30 Oktober 2016: menginap di Ambon

Senin     31 Oktober 2016: Pulang ke Jakarta, dll 

8 Hari Plesiran di Kepulauan Maluku
Hari 1: Jakarta - Ambon - keliling Ambon bagian Selatan
Hari 2: Ambon: Naik Kapal Cepat: Ambon - Banda Naira
Hari 3: Banda Naira: Pulau Lonthor Utara - Pulau Lonthor Selatan
Hari 4: Banda Naira: Pulau Run - Pulau Nailaka - Pulau Ai
Hari 5: Banda Naira: Pulau Hatta (Rosengain) - Pulau Sjahrir (Pisang)
Hari 6: Banda Naira: Pulau Gunung Api (naik ke puncak?) - Pulau Karaka
Hari 7: Banda Naira: Naik Kapal Cepat: Banda Naira - Ambon
Hari 8: Ambon: Pulau Ambon (oleh-oleh?), pulang ke Jakarta

Force Majeur
Nah, yang ini jikalau terjadi Force Majeur sebelum acara dan/atau ketika
acara berlangsung di Provinsi Maluku, maka penjelasannya seperti ini lho.
Bila sebelum acara PTD yang ke Provinsi Maluku ini berlangsung (sebulan
sebelum, seminggu sebelum, beberapa hari sebelum), terjadi Force Majeur
berupa: Gempa Bumi, Ombak Gede, Gejolak Sosial, dll, (pokoknya hal-hal
yg di luar kendali kita, dan tidak memungkinkan untuk diteruskan), maka
plesiran akan dibatalkan
.

Lalu jika kita yg membatalkan semua, maka itu biaya untuk Uang Muka (DP)
Hotel, Bus, Rumah Makan, Sewa ini, Sewa itu selama di Provinsi Maluku, dan

ternyata mesti kena potongan biaya ini-itu dari mereka yg di atas tadi, maka

semua peserta kena potongan biaya sesuai jumlah nominal yang mereka sebut-

kan (bagi kita mengerikan untuk diteruskan, bagi mereka semua uang yg sudah

dibayar tak dapat dikembalikan, atau kena potongan sekian-sekian) *keluh* :(

Namun, jika plesiran ini tetap dijalankan setelah kejadian yang kurang asik tadi
berlalu (Gempa Bumi, Ombak Gede, Gejolak Sosial, dll), dan nampaknya di sana
aman-aman aja, maka peserta yg mau cancel dan tidak jadi berangkat ke acara
ini, akan dipotong biaya seperti yang tertera di atas tadi, DAN juga, jikalau tidak
terjadi apa-apa, dan bila peserta membatalkan keikutsertaannya, maka biayanya
juga akan dipotong, seperti di atas tadi (peraturan atau "aturan maen" yg di atas).

Toean en Njonja pasti akkord kaloe-kaloe dibilang Banda Naira maroepakan destina-
tie pakansi paling ja goed (yahud) di Indonesia. Djoearanja sitoes bersedjarah dan
djoega pemandangan alam Noesantara jang bageikan nirwana nan eilok dan tjiamik.

Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

M: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
YM id: bang_adep
Email/FB: adep@cbn.net.id

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org


(beberapa sumber sejarah dikutip dari buku
berjudul:
"Sejarah Maluku: Banda Naira, Ternate, Tidore, dan
Ambon", karya Des Alwi; buku "Ambonku", karya Prof.
Dr.R.Z.Leirissa, Prof.Drs.J.A.Pattykaihatu, Drs.Usman
Talib, M.Hum, Drs.H.Luhuhay, Drs.S.Maelissa, M.Hum,
"Sejarah Banda Naira", karya Des Alwi; "Fort in Indo-
sia", yg diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan; "The Dutch India Company, Expansion
and Decline", karya Femme S.Gaastra; "Sail Banda
2010, Small Islands For Our Future", yg diterbitkan
oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan
Rakyat; "Jelajahi Ujung Dunia, Perjalanan Para Penje-
lajah Besar", karya Jon Balchin; "Banda", karya Hanna,
Simmonds, Lueras; "Early Mapping of Southeast Asia",
karya Thomas Suarez; "Nederlands Manhattan", terbit-
an khusus Nationaal Archief Den Haag; "Coen! Geroemd
en Verguisd" terbitan khusus Westfries Museum, Hoorn;
"Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta", karya A.Heuken;
VCD Animated Hero Classic Series "Columbus", VCD dari
Discovery Channel "Columbus, Secret from The Grave";
DVD "De Gouden Eeuw" produksi NTR & VPRO; DVD dari
"Nedelanders Overzee", produksi justbridge; DVD forum
selam.com "Passage Across Banda"; DVD "Maluku Spice
Islands, Exotic Marine Paradise" karya Cahyo Alkananta);
"Jejak Nasionalisme di Banda (1-5): Kerukunan Multietnik,
Kekuatan dan Identitas Banda; Kisah Perdagangan Rem-
pah-rempah di Banda; Menyusuri Jejak Para Pendiri Bang-
sa yang Dibuang ke Banda; Sosok Des Alwi, dari Perjuang-
an hingga Orde Baru; Semua Penduduk Tahu, Dulu Ada Se-
kolah yang Dibikin Hatta dan Sjahrir, tulisan: Iwan Santosa
yg ditulis di koran Kompas tgl 24-28 April 2012; Memoar Des
Alwi "Juru Damai Saudara Serumpun" terbitan majalah Tempo
25 November 2007; "Banda Neira, Mutumanikam Kep.Maluku",
terbitan majalah Dive Discovery; "Menyusuri Kota Tua Banda
Naira", oleh M.Zaid Wahyudi, koran Kompas, 9 April 2005 dan
"Menapak Jejak Bung Kecil" oleh Reza Maulana, Koran Tempo,
17 Mei 2008; Tabloid Papanberek edisi I, 17 November 2008).



PLESIRAN TEMPO DOELOE:
Toehan Tjiptaken Sorga di Banda
 

(Jadwal dapat berubah, sesuai situasi & kondisi alam di Maluku)

Hari 1: Senen, 24 Oktober 2016

05.30 - 06.00: Kumpul di Bandara Soekarno-Hatta (Terminal 3 Ultimate)

06.00 - 07.30: Check in Garuda Indonesia

07.30 - 08.15: Siap-siap di Boarding Room
08.15 WIB - 13.55 WIT: Pesawat terbang ke Ambon

13.55 WIT - 14.30 WIT: Beres-beres bagasi

14.30 - 15.00: Siap-siap naik Bus AC

15.00 - 16.00: Berangkat ke Ambon

16.00 - 18.00: Keliling Pulau Ambon bagian Selatan (Pintu Kota,

                     Pillbox Jepang pinggir jalan dekat Hollywood sign)

                    (bila sudah pernah ikutan di tahun-tahun kemarin,

                     bisa langsung istirahat di Hotel Amaris Ambon aja)

18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Amaris

19.00 - 19.30: Berangkat makan malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ambon

20.30 - 21.00: Berangkat ke Hotel Amaris

21.00 - 06.00: Istirahat sampai pagi 

Hari 2: Selasa, 25 Oktober 2016
06.00 - 07.30: Sarapan di Hotel Amaris

07.30 - 08.30: Berangkat ke Pelabuhan Tulehu

08.30 - 09.00: Siap-siap naik Kapal Cepat

09.00 - 09.30: Menanti keberangkat di Kapal Cepat

09.30 - 14.30: Kapal Cepat berangkat ke Banda Naira

14.30 - 15.30: Coffee Break & Mengaso Sejenak

15.30 - 17.30: Keliling Pulau Neira

17.30 - 18.00: Berangkat ke Hotel Maulana

18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Maulana

19.00 - 20.00: Makan Malam di hotel

20.00 - 21.00: Acara Bebas

21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi

Hari 3: Rabu, 26 Oktober 2016

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Maulana
08.00 - 09.00: Berangkat ke Pulau Lonthor

09.00 - 12.00: Keliling Pulau Lonthor

12.00 - 13.00: Makan Siang di Pulau Lonthor

13.00 - 14.00: Berangkat ke Lonthor Selatan

14.00 - 15.00: Keliling Benteng Concordia

15.00 - 16.00: Snorkeling di Lonthor Selatan

16.00 - 17.30: Berangkat ke Hotel Maulana

17.30 - 18.00: Coffee Break & Mengaso Leha-Leha

18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Maulana

19.00 - 20.00: Makan Malam di Hotel Maulana

20.00 - 21.00: Acara Bebas

21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi

Hari 4: Kamis, 27 Oktober 2016

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Maulana

08.00 - 09.30: Berangkat ke Pulau Run

09.30 - 10.30: Keliling Pulau Run

10.30 - 11.00: Berangkat ke Pulau Nailaka

11.00 - 12.00: Snorkeling di Pulau Nailaka

12.00 - 13.00: Makan Siang di Pulau Nailaka

13.00 - 14.00: Berangkat ke Pulau Ai

14.00 - 15.00: Keliling Pulau Ai

15.00 - 16.00: Berangkat ke Pulau Neira

16.00 - 16.30: Berangkat ke Lava Flow

16.30 - 17.30: Snorkeling di Lava Flow

17.30 - 18.00: Coffee Break & Mengaso Leha-Leha
18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Maulana

19.00 - 20.00: Makan Malam di Hotel Maulana

20.00 - 21.00: Acara Bebas

21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi

Hari 5: Jumat, 28 Oktober 2016

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Maulana

08.00 - 09.00: Berangkat ke Pulau Hatta

09.00 - 11.00: Snorkeling di Pulau Hatta

11.00 - 12.00: Berangkat ke Hotel Maulana

12.00 - 13.00: Makan Siang di Hotel Maulana

13.00 - 14.00: Berangkat ke Pulau Sjahrir

14.00 - 15.00: Snorkeling di Pulau Sjahrir

15.00 - 16.00: Berangkat ke Pulau Neira

16.00 - 16.30: Berangkat ke Lava Flow

16.30 - 17.30: Snorkeling di Lava Flow

17.30 - 18.00: Coffee Break & Mengaso Leha-Leha
18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Maulana

19.00 - 20.00: Makan Malam di Hotel Maulana

20.00 - 21.00: Acara Bebas

21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi

Hari 6: Sabtu, 29 Oktober 2016

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Maulana (pagi ini Acara Bebas)

08.00 - 08.30: Berangkat ke Pulau Gunung Api (tidak wajib)

08.30 - 10.30: Naik ke Puncak Gunung Api (siapa aja yg mau)

10.30 - 11.30: Turun ke bawah Gunung Api

11.30 - 12.00: Berangkat ke Pulau Neira

12.00 - 13.00: Makan Siang di Hotel Maulana

13.00 - 17.30: Keliling Pulau Karaka, dll (snorkeling)

17.30 - 18.00: Coffee Break & Mengaso Leha-Leha
18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Maulana

19.00 - 20.00: Makan Malam di Hotel Maulana

20.00 - 21.00: Acara Bebas

21.00 - 06.00: Tidur sampe pagi 

Hari 7: Minggu, 30 Oktober 2016

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Maulana

08.00 - 08.30: Jalan Kaki ke dermaga sebelah Hotel Maulana

08.30 - 09.00: Siap-siap naik Kapal Cepat

09.00 - 09.30: Menanti keberangkat di Kapal Cepat

09.30 - 14.30: Kapal Cepat berangkat ke Banda Naira

14.30 - 15.00: Siap-siap naik Bus AC

15.00 - 18.00: Keliling Ambon (Rujak Natsepa, Patung Pattimura,

                    Sunset sekitaran Patung Marta Christina Tiahahu)

18.00 - 19.00: Istirahat di Hotel Amaris

19.00 - 19.30: Berangkat makan malam
19.30 - 20.30: Makan Malam di Ambon

20.30 - 21.00: Berangkat ke Hotel Amaris

21.00 - 06.00: Istirahat sampai pagi 

Hari 8: Senen, 31 Oktober 2016 

06.00 - 08.00: Sarapan di Hotel Amaris
08.00 - 10.00: Keliling Kota Ambon (Tugu Doolan, Makam Commonwealth)

10.00 - 11.00: Belanja Oleh-Oleh di Petak 10
11.00 - 11.30: Berangkat ke Pusat Kota Ambon
11.30 - 12.00: Makan Siang di Ambon

12.00 - 13.00: Berangkat ke Bandara Pattimura
13.00 - 14.00: Check in pesawat
14.00 - 14.40: Siap-siap di Boarding Room

14.40 WIT - 16.15 WIB: Pesawat terbang ke Jakarta

16.15 WIB - 17.00 WIB: Beres-beres bagasi & See You di Next PTD



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: