6.9.16

[tourismindonesia] PLESIRAN TEMPO DOELOE: September-Oktober-November 2016



Selamat pagi Bapak-Bapak-Ibu-Ibu jang baek,

Izinkanlah kami utk memberikan beberapa pemberitahuan mengenai konsep PTD.


1. PLESIRAN TEMPO DOELOE (PTD) ke NEW YORK CITY ditunda ke tahun 2018,

    karena belum sempat di survey. Rencananya disurvey di tahun depan 2017,

    terutama Pulau Manhattan. Kota dan lokasi yang dikonsep untuk dikunjungi:

    New York City, Philadelphia, Washington DC, Niagara Falls dan kota lainnya.
    Mohon ma'af berita penundaan PTD: NYC ini agak terlambat. Semoga Bapak-

    Ibu dapat menyiapkan waktu dan finansialnya untuk PTD dimari tahun 2018.


2. PTD tahun 2019 bisa jadi ke AUSTRALIA: Fremantle - Tasmania - Melbourne

    - Sydney (belum pernah disurvey, kecuali kota Sydney di tahun 1990, etdah

    bujug buneng! Lama bener yakh, 26 tahun lalu! Tahun depan disurvey ulang)


3. PTD tahun 2020 mudah-mudahan digelar PTD: D-DAY (Normandy - Paris, lalu

    Brussels dan Museum Tintin. Sudah pernah disurvey tahun 2012 silam kecuali
    ke Museum Tintin, yg bisa jadi bakalan disurvey juga tahun 2017 mendatang)

4. PTD di bulan September dan Oktober 2016, yang siap diadakan diantaranya:

    - 18 September 2016, PTD: Roemah Tetirah Toean Besar.       Rp.300.000,-
       (Rumah Peristirahatan Luar Kota pada masa kejayaan VOC: Rumah van der

        Parra di Jl. Pangeran Jayakarta, Rumah de Klerk di Jl. Gajah Mada, Rumah

        Coyett di Jl. Lautze, Rumah Weltevreden di RSPAD Gatot Subroto, Rumah

        van der Crap di Cililitan Besar, dan Rumah Hartsinck di Jl. Palmerah Barat).

    - 25 September 2016, PTD: Tinggalkan Djakarta, Sekarang!     Rp.360.000,-

      (Napak Tilas peristiwa yang amat bersejarah dalam menyelamatkan Republik.

       Hijrah Pemimpin Bangsa Indonesia ke Djocjakarta dengan Kereta Api, dalam

       suasana menegangkan, penuh resiko yang juga membahayakan. Kereta api

       sebagai alat perjuangan memberikan peran penting dalam upaya penyelama-

       tan ini. Simulasi keadaan genting tersebut akan dilakukan dengan menelusu-

       ri lokasi-lokasi kejadian, diantaranya: Dipo Jatinegara (dekat Stasiun Jatine-

       gara) -tempat menyiapkan Lokomotif Uap, Stasiun Manggarai -tempat kere-

       ta api dilangsir, Balai Yasa Manggarai -tempat menyiapkan sejumlah rangkai-

       an gerbong KLB (Kereta Luar Biasa), belakang "Rumah Soekarno", Jl. Pegang-

       saan Timur No.56 -sebagai tempat naik Kereta Api di malam hari mencekam,

       Stasiun Bekasi - sebagai batas territory Tentara NICA & Republik Indonesia,

       Museum Transportasi TMII -tempat menyimpan koleksi artefak asli rangkaian

       gerbong KLB Presiden & Wakil Presiden, ketika melakukan Hijrah ke Djocjakar-

       ta di suatu malam tgl 3 Januari 1946; kita boleh masuk ke dalam semua ger-

       bongnya, termasuk gerbong makan-nya, merasakan atmosfir & suasananya).

       (PTD ini BUKAN naik Kereta Api ke Jogjakarta, tapi tentang persiapan Penye-

       lamatan Bung Karno, Bung Hatta dan tokoh lainnya untuk segera keluar dari

       Jakarta, setelah ancaman pembunuhan kepada mereka kerap dilakukan oleh

       Tentara NICA. Tindakan heroik ini mesti dilakukan demi menyelamatkan para

       pemimpin bangsa dan keberlanjutan Kemerdekaan Indonesia, yang baru ber-

       jalan: 4,5 bulan, sejak diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus tahun 1945).

           

    - 8-9 Oktober 2016, PTD: Romusha di Saketi-Bajah.                Rp.950.000,-

      Menelusuri jalur rel mematikan. Boleh dibilang merupakan: The Death Railway

      in Java. Sejumlah rel kereta api dan stasiunnya masih bisa dikunjungi sampai

      sekarang, terutama yang masih utuh adalah Stasiun Saketi. Stasiun lainnya:

      Stasiun Malingping hanya tersisa pondasinya saja, di tengah sawah. Stasiun

      Bayah tidak ada bekasnya, hanya ada patok rel, papan property milik PT.KAI,

      bekas lokasi yang kini sudah berubah menjadi lapangan bola, di dekat Pantai

      Selatan Jawa. Pembangunan rel kereta api untuk mengangkut batu bara dari

      selatan Banten ini memanfaatkan tenaga Romusha yg didatangkan dari Jawa

      Tengah & Jawa Timur. Tentara Jepang memerlukan material batu bara, seba-

      gai bahan bakar untuk mesin perangnya. Dibutuhkan banyak tenaga manusia

      untuk membuka lahan (hutan, rawa, tebing, jurang, dll). Tan Malaka, adalah

      salah satunya yang punya andeel dalam peristiwa bersejarah ini. Ia menggu-

      nakan nama samaran, agar tidak diketahui Tentara Jepang pada tahun 1943.

      Suatu perjalanan Wisata Sejarah -yg mungkin hanya Sahabat Museum yang

      mengemasnya ke daerah ini. Masih banyak artefak sejarah, yang dapat "ber-

      cerita dalam sunyi" (rel yg melintang di tengah pasar dan pondasi jembatan).


5. PTD yang masih dalam proses perijinan, yang mungkin digelar bulan November,

    Desember atau di sepanjang tahun 2017, diantaranya: Kebon Binatang Tjikini -

    Tandjong Barat - Ragoenan, Pondok Tjina - Oud Depok - Landhuis Tjimanggis,

    Naar Boven, Naar Tjipanas!, Perang Kemerdekaan 1945-1949, The Death Rail-

    way: Pakan Baroe - Moearo, Naek Spoor Masoep Hoetan Djati, Koewe Lapis -

    Onde Onde, Kebajoran bikinan CSW, Rantja-ekek-Djatinangor-Tandjoengsari-

    Soemedang, Moentok (Banka) - Billiton (Belitoong), Boven Digoel - Meraoeke,

    Soerakarta-Magelang-Djocjakarta, Ibu Kita Kartini, Slingerland (Antjol), Post,

    Telefoon & Telegraaf, Karawang-Bekassie, Ende-Kelimoetoe-Maoemere, Biak-

    Noemfoor, Tjilatjap - Noesakambangan, Pontianak-Singkawang-Mandor, M.H.

    Thamrin Betawi Parlente, Batoetoelis dari Tjiampea, Bastion Hollandia, Tjandi

    Moearo Djambi, Pemerintah Daroerat Repoeblik Indonesia (di Sumatera Barat).

 

6. PTD ke Banda Naira & Ambon, yg bertajuk "Toehan Tjiptaken Sorga di Banda",

    masih tersedia 10 (sepuluh) bangku kosong lagi. Sampai hari ini sudah 30 org

    yg mendaftar, dari kapasitas peserta 40 orang. Ayo mendaftar ikutan segera!

    hubungi email: adep@cbn.net.id (adep at cbn dot net dot id), sekarang juga!

    Program ini berlangsung selama 8 (delapan) hari, tanggal 24-31 Oktober 2016.


Demikianlah informasi yang dapat kami berikan saat ini. Kami mendo'akan semoga

Bapak-Ibu diberikan kewarasan badan jang sihat-sentausa dan dapat senantiasa

turut bergabung dalam program PLESIRAN TEMPO DOELOE. Semoga kita dapat le-

bih mencintai sekaligus mengapresiasi sejarah, budaya, museum & bangunan tua.


Memoedjiken dengen hormat,
Ade Purnama (Adep)
SAHABAT MUSEUM

Jakarta-Indonesia

P: 0818 94 96 82

0812 84 27 27 36
Pin BB: 23975CBC
Email:
adep@cbn.net.id

Facebook: Ade Purnama

Twitter: @sahabatmuseum

www.sahabatmuseum.org



__._,_.___

Posted by: "Ade Purnama" <adep@cbn.net.id>


Ingin bergabung? Kirim email kosong ke: tourismindonesia-subscribe@yahoogroups.com

Klik:

http://tourismindonesia.blogspot.com





__,_._,___

Tidak ada komentar: